Anda di halaman 1dari 44

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.

id

BAB III

DESKRIPSI OBYEK PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Objek Penelitian

Perkembangan dunia industri yang semakin meningkat pesat

dengan adanya pasar bebas serta badai krisis perekonomian yang sangat

terasa dampaknya, memerlukan pemikiran dan pembenahan struktur bisnis

organisasi / perusahaan yang benar-benar mapan.

1. Sejarah Singkat Perusahaan

PT Indo Veneer Utama adalah perusahaan yang bergerak di

bidang furniture. Perusahaan ini terdiri dari dua line produksi yaitu

solid door yang memproduksi pintu yang dipasarkan lokal maupun

luar negeri, dan Garden Furniture (GF) yang memproduksi: meja,

kursidan produk lainnya yang biasa digunakan di luarruangan

(outdoor).

Berdiri tanggal 10 November 1975 berdasarkan akte pendirian

No. 37 Notaris Maria Theresia Budi Susantooleh tiga bersaudara yaitu

Bapak Andi Sutanto, Bapak Gunawan Sutanto, dan Bapak Agus

Sutanto. Sebelum PT Indo Veneer Utama berdiri, tiga bersaudara

tersebut sebelumnya membangun perusahaan CV Indo Jati pada tahun

1970 di Jl. Nusukan Surakarta. CV Indo Jati bergerak di bidang

penggergajian kayu dan furniture.


commit to user

31
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

Karena adanya peluang besar dalam industri perkayuan maka

didirikanlah PT Indo Veneer Utama dan CV Indo Jati yang menjadi

satu lokasi, baik pabrik maupun kantor. Hal ini dimaksudkan agar

mempermudah pengawasan kegiatan perusahaan oleh pihak atasan.

Namun tidak lama kemudian terjadi musibah dimana CV Indo Jati

terbakar, dan hingga sekarang ini CV Indo Jati tidak melakukan

kegiatan produksi lagi.

Pada tahun 1991, sesuai akte notaris Sugiri Kadarsiman, SR.

No 31 tanggal 11 Juli 1994 diadakan perubahan pengurus menjadi

Bapak Andi Sutanto, Bapak Andhy Pratiknyo, Bapak Agus Sutanto.

Setelah mengalami pergantian kepemilikan, kemudian membangun

pabrik didesa Blulukan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten

Karanganyar.

2. Lokasi Perusahaan

PT Indo Veneer Utama terletak di desa Blulukan, Kecamatan

Colomadu, Kabupaten Daerah Tingkat II Karanganyar, Propinsi Jawa

Tengah yaitu di Jl. Adisucipto No.1 PO BOX 229 yang terletak di

pinggiran kota Surakarta dengan lahan seluas 140.000m² dan

luasbangunan 70.000m².

commit to user

32
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

Hal-hal yang menjadi pertimbangan dalam pemilihan lokasi ini

adalah:

a. Masih terbukanya kesempatan untuk memperluas area.

b. Ketersediaan transportasi yang mudah dan lancar karena terletak di

pinggir jalan raya.

c. Tenaga kerja yang mudah diperoleh karena berasal dari sekitar area

pabrik.

d. Dekat dengan sumber bahan baku dan daerah pemasaran.

e. Keberadaan pabrik dapat diterima masyarakat sekitar.

f. Tersedianya fasilitas-fasilitas seperti listrik, air, dan jaringan

telepon.

3. Tujuan Umum Didirikan Perusahaan

Dalam menjalankan usahanya, PT Indo Veneer Utama tidak

terlepas dari tujuannya antara lain:

a. Membuka lapangan pekerjaan sehingga dapat mengurangi

penganggguran.

b. Memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap kebutuhan meja, kursi,

pintu dan peralatan kayu lainnya.

c. Mengembangkan industri dalam negeri sehingga dapat membantu

pemerintah dalam usaha meningkatkan taraf hidup masyarakat

khususnya masyarakat Karanganyar.

commit to user

33
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

d. Untuk perusahaan sendiri agar dapat memperoleh keuntungan yang

layak bagi pemilik perusahaan guna menunjang kelangsungan

hidup perusahaan.

4. Struktur Organisasi Perusahaan

Bagi perusahaan struktur organisasi perusahaan merupakan

unsur penting untuk mempermudah pembagian wewenang serta

tanggung jawab dan tugas setiap anggota organisasi .Setiap perusahaan

mempunyai bentuk dan model struktur organisasi yang berbeda sesuai

dengan kebutuhan perusahaan. Setiap departemen memiliki tugas dan

tanggung jawab masing-masing dan antara bagian-bagian tersebut

mempunyai hubungan yang erat dengan yang lainnya.

Struktur organisasi di PT Indo Veneer Utama adalah struktur

organisasi garis. Dalam struktur ini, kekuatan dan tanggung jawab

mengalir dalam suatu garis lurus dan bagian puncak ke bagian

terbawah dengan tanggungjawab tertinggi dipegang oleh CEO. CEO

dibantu empat orang kepala divisi yaitu: Kepala Produksi, Kepala

Pemasaran, Kepala Logistik, dan Kepala Administrasi. Berikut struktur

organisasi PT Indo Veneer Utamadan penjabaran tugas dan wewenang

beberapa bagian dalam organisasi antara lain:

commit to user

34
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

35
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

a. CEO

Memimpin dan bertanggung jawab secara mutlak terhadap

seluruh kegiatan operasional yang dijalankan oleh perusahaan agar

tercapai internal control yang baik. Sealain itu, tugas CEO

meliputi:

1) Memimpin karyawan dan perusahaan kearah kemajuan yang

terarah dan terpadu dengan mengantisipasi jauh ke depan

tentang prospek perusahaan, pangsa pasar, dsb.

2) Melakukan perencanaan strategis dan pengendalian

operasional.

3) Menurunkan perintah tentang kebijakan-kebijakan yang harus

dilaksanakan setelah dikaji, diperhitungkan dan dibahas

terhadap kemungkinan kendala yang akan dihadapi jika terjadi

dilapangan kepada jenjang dibawahnya.

4) Membuat rancangan tentang rencana anggaran pendapatan dan

belanja perusahaan dengan proyeksi satu tahun anggaran.

5) Melakukan evakuasi kerja dengan seluruh jenjang di

bawahnya.

Wewenang CEO meliputi:

1) Menentukan segala keputusan untuk perusahaan.

2) Menentukan arah dan tujuan perusahaan untuk jangka pendek

dan jangka panjang.

commit to user

36
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

3) Meminta dan memeriksa laporan pertanggung jawaban dari

setiap kepala divisi.

4) Mengangkat dan memberhentikan pengurus perusahaan yang

diputuskan dalam rapat dengan terbanyak.

Tanggung Jawab CEO :

1) Bertanggung jawab atas kelangsungan hidup perusahaan dan

karyawan.

2) Bertanggung jawab atas segala kegiatan dalam perusahaan.

3) Bertanggung jawab atas segala surat maupun laporan pihak

ekstern perusahaan.

4) Bertanggung jawab atas segala kerugian yang terjadi dalam

perusahaan.

b. Kepala Produksi

Tugas dan Tanggung jawab :

1) Mengatur dan melaksanakan kebijakan dalam bidang produksi.

2) Bertanggung jawab atas laporan produksi.

3) Mengatur, mengetahui dan menyetujui semua pengeluaran

uang untuk keperluan pabrik.

Divisi produksi membawahi :

1) Bagian produksi

Tugas dan tanggung jawab :

a) Mengatur jalannya serta lancarnya proses produksi.


commit to user
b) Bertanggung jawab atas proses pembuatan suatu produk.

37
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

2) Bagian elektrik

Tugas dan tanggung jawab

a) Mengatur dan mengawasi mesin-mesin dan diesel / listrik

yang digunakan untuk keperluan produksi.

b) Memelihara serta memperbaiki mesin-mesin yang rusak.

3) Bagian PPIC

Tugas dan tanggung jawab :

a) Mengawasi dan merencanakan segala sesuatu yang

bersangkutan dengan aktivitas produksi yang berlangsung

di dalam pabrik.

4) Bagian Quality Control / pengendalian kualitas

Tugas dan tanggung jawab :

a) Menjaga kualitas kayu-kayu dan material pendukung yang

akan digunakan dalam produksi.

b) Menjaga dan memelihara kualitas hasil produksi atau

produk agar selalu memenuhi selera konsumen.

c. Kepala Marketing / Pemasaran

Tugas dan tanggung jawabnya adalah melayani atau

menerima pesanan dari konsumen, baik untuk konsumen dalam

negeri maupun luar negeri.

commit to user

38
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

Divisi pemasaran salah satunya membawahi bagian ekspor-

impor dimana tugas-tugas dan tanggung jawabnya antara lain:

1) Mengekspor hasil produksi ke luar negeri.

2) Menampung barang jadi dari bagian produksi.

3) Memasarkan produk kepada konsumen domestic / luar negeri.

4) Mengawasi kegiatan pemasaran dan kelancaran pemasaran

produk yang dihasilkan.

d. Kepala Logistik

Divisi logistik membawahi :

1) Bagian logistik

Tugas dan tanggung jawab :

a) Menerima dan melakukan pengecekan terhadap material

yang datang serta jumlah persediaan material yang tersisa.

2) Bagian Pembelian

a) Melaksanakan pengadaan barang atau pembelian barang

yang diperlukan perusahaan baik kayu maupun bahan-

bahan lain.

b) Bertanggung jawab terhadap keberhasilan yang diberikan

kepada bagian pembelian.

commit to user

39
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

e. Kepala Administrasi

Tugas dan tanggung jawab :

1) Bertanggung jawab atas kelancaran pekerjaan rutin non

produksi seperti administrasi perkantoran dan personalia.

2) Bertanggung jawab dalam ketertiban dan ketepatan

administrasi keuangan, akuntansi dan pembuatan laporan.

3) Menyediakan fasilitas-fasilitas umum kepada karyawan sesuai

dengan batas-batas kewenangna yang telah ditetapkan.

Divisi administrasi membawahi:

1) Bagian Human Researchand Development (HRD)

Tugas dan tanggung jawab :

a) Menyeleksi dan melatih karyawan baru.

b) Melaksanakan kebijakan perusahaan yang berkenaan

dengan jam kerja, gaji karyawan serta penempatan

karyawan.

c) Mengawasi kerja karyawan.

d) Menyususn, merumuskan program kerja untuk

meningkatkan kesejahteraan karyawan.

e) Melaksanakan kebijakan perusahaan yang berkenaan

dengan Keselamatan dan Kesehatan Kerja.

f) Mengadakan hubungan dengan masyarakat,

menyelanggarakan penelitian beserta pengembangan

commit
sumber daya to user
manusia untuk kemajuan perusahaan.

40
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

2) Bagian Akuntansi Keuangan

Tugas dan tanggung jawab :

a) Mencatat, membukukan, serta mengadakan perhitungan

kekayaan dan transaksi-transaksi perusahaan.

b) Menjaga keseimbangan kas masuk dan keluar.

c) Membuat laporan keuangan perusahaan.

d) Menerima setoran-setoran baik berupa uang tunai maupun

cek.

e) Melakukan pembayaran, pengiriman uang kepada bank

yang memberikan kredit kepada perusahaan.

5. Kebijakan Perusahaan

Dalam aktivitasnya sebagai perusahaan, PT Indo Veneer Utama

melakukan beberapa kebijakan perusahaan, antara lain kebijakan

kepada:

a. Customer (Pelanggan)

1) Perusahaan menjaga pelayanan baik kualitas maupun

pelayanan terhadap pelanggan.

2) Menjalin kerjasama yang mengutamakan kepercayaan.

b. Instansi

1) Bersama pemerintah menjalin kerjasama yang saling

menguntungkan.

commit to user

41
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

2) Bersama perguruan tinggi dan sekolah, menjalin kerjasama

dalam penelitian dan kerja praktek.

3) Bersama aparat keamanan / kepolisian setempat menjalin

dalam pengamanan preventif (patroli).

c. Masyarakat

1) Perusahaan memperhatikan dinamika yang ada di masyarakat

sekitar tentang sosial, budaya, serta ekonomi dan

pembangunan.

2) Menjalin keakraban dengan masyarakat sekitar semisal

memberikan dana bagi pemohon dengan mengajukan proposal,

menjalin silaturahmi pada bulan puasa.

d. Karyawan

1) Memperhatikan jenjang karir kepada karyawan.

2) Selain memberi gaji juga memperhatikan kesejahteraan

karyawannya, yaitu memberikan makan siang, asuransi, THR.

3) Adanya suatu kegiatan pada hari khusus misalnya 17 Agustus

dengan mengadakan upacara bendera, lomba-lomba dan

pembagian hadiah bagi yang menang. Acara ini bertujuan

untuk menjalin keakraban antar karyawan staff dan non staff.

4) Adanya kegiatan rutin untuk satpam yaitu olahraga yudo pada

hari Jumat sore dan olahraga lari pada hari Selasa sore.

commit to user

42
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

6. Kepegawaian

a. Tenaga Kerja

Tenaga kerja merupakan salah satu faktor penting dalam

proses produksi, disamping bahan baku dan mesin. Tanpa tenaga

kerja, meskipun bahan baku dan mesin telah tersedia, proses

produksi tidak dapat berlangsung, tenaga kerja merupakan tenaga

pelaksana proses produksi. Jumlah tenaga kerja yang dimiliki PT

Indo Veneer Utama adalah 300 orang. Selain tenaga kerja tetap,

perusahaan juga mempunyai karyawan borongan yaitu karyawan

yang dipekerjakan pada pemotongan kayu log dengan line saw,

perakitan meja dan kursi pada garden furniture.

b. Penempatan Tenaga Kerja

Penempatan tenaga kerja di PT Indo Veneer Utama

berdasarkan tingkat pendidikan, pengalaman kerja, dan keahlian

masing-masing karyawan. Sebelum perekrutan tenaga kerja,

diadakan training / pelatihan selama tiga bulan. Karyawan yang

ditempatkan harus yang lulus seleksi.

c. Jam Kerja

PT Indo Veneer Utama menetapkan hari kerja dari Senin

sampai Sabtu (enam hari). Untuk hari Senin – Jumat bekerja

selama 8 jam yaitu pukul 08.00 s/d 16.00 WIB dengan waktu

istirahat selama satu jam yaitu pukul 12.00 – 13.00 WIB dan untuk
commit to user

43
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

hari Jumat istirahat pukul 11.45 – 12.45 WIB. Sedangkan untuk

hari Sabtu bekerja selama 5 jam yaitu pukul 08.00 – 13.00 WIB

tanpa waktu istirahat.

d. Pengupahan

Pengupahan untuk karyawan PT Indo Veneer Utama

didasarkan dengan Upah Minimum Kabupaten (UMK)

Karanganyar yang dibayarkan pada karyawan sebagai upah

bulanan. Pengupahan dilakukan setiap akhir bulan baik untuk

karyawan staff (kantor) maupun non staff (lantai produksi).

Pemotongan upah dilakukan jika karyawan tersebut terlambat,

tidak masuk kerja tanpa ijin dari perusahaan, masuk kerja tidak

penuh pada jam kerja yang telah ditetapkan dan besarnya

pemotongan upah ditentukan oleh kebijakan perusahaan. Jika

terjadi kerja lembur, maka karyawan juga akan mendapat upah

lembur sesuai dengan peraturan ketenagakerjaan.

e. Sarana dan fasilitas bagi tenaga kerja

Untuk menunjang kesejahteraan karyawannya, perusahaan

memberikan beberapa sarana dan fasilitas karyawannya antara lain:

1) Bonus tahunan (Idul Fitri) dimana besarnya bonus satu kali

gaji.

2) Adanya Mushola bagi karyawan beragama Islam.

commit to user

44
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

3) Dibentuk Koperasi Tunas Inti untuk membantu karyawan yang

membutuhkan barang ataupun pinjaman uang dengan harga

dan bunga yang layak.

4) Mendapatkan asuransi Jamsostek (Jaminan Sosial Tenaga

Kerja).

5) Diberikan mess atau rumah dinas dekat pabrik bagi karyawan

yang berasal dari luar kota.

6) Kantin bagi karyawan.

7) Lapangan tenis untuk kegiatan olahraga para karyawan.

8) Poliklinik bagi karyawan yang luka ataupun sakit.

9) Upah pada waktu sakit.

10) Cuti tahunan selama 12 hari per tahun dan tidak boleh diambil

pada saat bersamaan.

11) Cuti hamil selama tiga bulan yang diberikan sebelum dan

sesudah melahirkan.

12) Tunjangan kelahiran maupun kematian bagi karyawan.

13) Transportasi bus untuk antar jemput.

14) Diberikan pakaian/seragam dua stel setiap tahunnya.

f. Pemberhentian Tenaga Kerja

PT Indo Veneer Utama melakukan pemberhentian

karyawan jika karyawan tersebut sering melakukan kesalahan atau

melakukan pelanggaran berat yang tercantum dalam peraturan

commit
perusahaan dan sering kalitotidak
user masuk kerja tanpa meminta ijin

45
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

kepada pimpinan (mangkir). Karyawan yang diberhentikan tidak

langsung di PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) melainkan diberi

kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya dan biasanya

diberikan waktu dua minggu untuk memperbaiki hasil kerjanya.

Jika karyawan tersebut tetap tidak ada perubahan, maka atas

kesepakatan bersama karyawan tersebut dikeluarkan.

Pemberhentian juga dapat terjadi karena permintaan

karyawan itu sendiri, kesepakatan antara karyawan dengan

pimpinan dan keputusan dari pimpinan.

g. Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Dalam suatu industri masalah keselamatan kerja harus

mendapat perhatian yang utama. PT Indo Veneer Utama dalam

menjalankan produktifitasnya menggunakan mesin-mesin dan

peralatan yang beresiko tinggi terhadap keselamatan kerja. Guna

menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan yang

menyangkut keselamtan kerja, PT Indo Veneer Utama membekali

pengetahuan mengenai keselamatan kerja kepada karyawannya.

Selain itu juga memberikan fasilitas-fasilitas keselamatan kerja,

baik untuk karyawan maupun pada peralatan-peralatan kerja di

tempat kerja.

commit to user

46
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

Alat-alat pelindung keselamatan kerja perorangan antara

lain adalah sebagai berikut :

1) Masker

2) Sarung tangan

3) Sepatu

Selain itu terdapat fasilitas keselamatan di tempat kerja

seperti tabung pemadam kebakaran karena bahaya utama dalam

industri furniture adalah bahaya kebakaran. Perusahaan juga

memberikan slogan-slogan yang ditempel di dinding area kerja

seperti: “mulailah keselamatan dan kesehatan kerja dari anda”,

“kebodohan dan kelalaian merupakan sebab utama kecelakaan

kerja”, dan lain-lain. Selain itu perusahaan juga membentuk P2K3

(Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja) karena

jumlah pekerja perusahaan ini lebih dari 50 orang. Tugas P2K3

adalah memberi masukan kepada karyawan/manajemen pada

masalah-masalah kesehatan dan keselamatan kerja, kegiatan rutin

dengan mengadakan pertemuan satu bulan sekali. Sasaran umum

usaha keselamatan dan kesehatan kerja:

1) Perlindungan terhadap tenaga kerja yang ada di tempat kerja

agar selalu terjamin keselamatan dan kesehatannya sehingga

dapat diwujudkan peningkatan produktifitas kerja.

2) Perlindungan setiap orang lainnya yang ada di tempat kerja


commit to user
agar selalu dalam keadaan sehat dan selamat.

47
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

3) Perlindungan terhadap bahan dan peralatan produksi agar dapat

dipakai secara aman dan efisien.

Sasaran khusus usaha keselamatan dan kesehatan kerja :

1) Mencegah dan atau mengurangi kecelakaan, kebakaran,

peledakan dan penyakit akibat kerja.

2) Mengamankan mesin, instalasi, pesawat, alat kerja, bahan baku

dan bahan hasil produksi.

3) Menciptakan lingkungan dan tempat kerja yang aman, nyaman,

sehat dan penyesuaian antara pekerjaan dengan manusia.

h. Tata Tertib Perusahaan

Tata tertib PT Indo Veneer Utama adalah sebagai berikut :

1) Karyawan wajib bekerja di perusahaan selama enam hari kerja

selama satu minggu.

2) Karyawan wajib mengisi kartu presensi sewaktu masuk kerja

dan selesai kerja.

3) Karyawan wajib menjaga peralatan, serta sarana dan prasarana

perusahaan.

4) Karyawan wajib menjaga kebersihan di lingkungan tempat

kerja.

5) Karyawan wajib berkonsultasi setiap menghadapi

permasalahan dalam bekerja kepada penanggung jawab divisi /

atasannya.

commit to user

48
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

6) Karyawan wajib mengajukan surat ijin apabila tidak masuk

kerja maupun akan meninggalkan pekerjaan selama jam kerja.

7) Karyawan wajib menjaga kerukunan, kebersamaan diantara

sesama karyawan.

8) Karyawan wajib menjaga nama baik perusahaan, di dalam

maupun di luar lingkungan perusahaan.

9) Karyawan wajib memakai seragam dan sepatu selama berada di

perusahaan.

7. Pemasaran

Pemasaran produk merupakan salah satu bagian terpenting bagi

perusahaan. Karena dari pemasaran, perusahaan akan memperoleh

pendapatan yang akan digunakan perusahaan untuk membiayai

kelangsungan dan kelancaran kegiatan operasional perusahaan. Jika

dalam pemasaran produk-produk, perusahaan tidak mempunyai pasar

yang luas maka hal ini juga akan menghambat kemajuan perusahaan.

Daerah pemasaran produk PT Indo Veneer Utama

diorientasikan ke luar negeri yaitu: Inggris, Australia, Singapura,

Jepang, Philipina, Hongkong, Belanda, Italia, Arab Saudi, Jerman,

Perancis. Pemasaran dilakukan melalui buyer agent berfungsi sebagai

penghubung perusahaan dan konsumen.

commit to user

49
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

Selain pemasaran di luar negeri, PT Indo Veneer Utama juga

melayani penjualan di dalam negeri (Jawa dan Bali) atau pemasaran

dari konsumen yang langsung datang ke pabrik untuk memesan produk

yang diinginkan. Jadi perusahaan ini bersifat Make To Order (MTO).

Dalam menerima pesanan produk, perusahaan memproduksi sesuai

dengan permintaan konsumen dari segi bentuk maupun ukuran, selain

itu di dalam pabrik juga terdapat contoh atau sample produk yang

dapat dilihat langsung oleh pemesan, oleh karena itu pemesan dapat

memesan sesuai sample yang diinginkan.

Pemasaran juga dilakukan dengan mengadakan promosi seperti

ikut dalam pameran, ataupun menjaga hubungan baik dengan para

supplier/pemasok serta memberikan service/layanan pemasaran seperti

mengantarkan barang yang dipesan sampai ketempat pembeli dengan

tepat waktu.

8. Jenis Produk

Jenis produk yang dihasilkan PT Indo Veneer Utama sangat

bervariasi, karena perusahaan ini memproduksi berdasarkan order

(based on order). Jenis produk yang dihasilkan antara lain :

a. Pintu (Balcony, alamsutra)

b. Bench (bangku)

c. Table (meja)

d. Chair (kursi)
commit to user

50
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

e. Sunlounger (kursi malas)

f. Daybed (dipan)

Bahan baku yang digunakan antara lain kayu merbau, kayu

meranti, kayu kamfer, kayu bangkirai, kayu jati dan kayu kruing.

9. Departemen-departemen Produksi

Divisi produksi PT Indo Veneer Utama terbagi menjadi

bebrapa bagian. Bagian-bagian tersebut adalah Cutting log (Saw Mill),

Kiln Dry, Pembahanan (Foerming), Joinery, Sanding, Assembly dan

Finishing. Tiap-tiap bagian tersebut mempunyai fungsi-fungsi ataupun

tugas-tugas tertentu dalam jalinan proses produksi pada bagian

furniture PT Indo Veneer Utama.

a. Saw Mill

Saw Mill ditunjukan untuk membentuk kayu besar yang

berupa kayu gelondongan / log atau kayu kotak (square) menjadi

bentuk yang nantinya akan dikerjakan pada lantai produksi.

b. Kiln Dry

Kiln Dry adalah suatu proses pengeringan yang menjadikan

kayu tidak dapat terpengaruh oleh perubahan cuaca. Kayu dengan

kandungan air antara 70 – 80 MC jika dikerjakan pada cuaca

dingin atau pada tingkat kelembaban tinggi, ukuran kayunya dapat

berubah pada cuaca panas karena kandungan air di dalamnya telah

menguap akibat sambungan antara kayunya menjadi longgar


commit to user

51
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

sehingga parodek seperti meja dan kursi dapat menjadi goyang

karena sambungan antar kayunya menjadi kurang kuat. Kandungan

air pada kayu kering sekitar 12 MC, pada kondisi tersebut serat-

seratnya sudah tidak dapat lagi berkembang. Pada proses kiln dry,

kayu dipotong dalam lempengan (RST/Raw Sawn Timber) untuk

mempercepat waktu pengeringan. Jika kayu masih dalam bentuk

gelondongan, maka proses pengeringannya akan menjadi lebih

lama. Untuk mengukur kadar MC digunakan alat yang disebut

Wagner.

Proses yang terjadi dalam Kiln Dry adalah sebagai berikut:

1) Pengecekan data komponen untuk selanjutnya diserahkan

kepada Bagian Kiln Dry.

2) Peyusunan komponen ke dalam ruangan Kiln Dry dengan

sistem rak dengan jarak 2-3 cm, hal ini bertujuan agar sirkulasi

udara panas dalam Kiln Dry bisa masuk dengan baik ke dalam

sela-sela kayu.

3) Proses pengeringan kayu dengan Kiln Dry ini dapat diatur

dengan peningkatan suhu secara bertahap (dengan waktu dan

kenaikan suhu berdasarkan ketebalan kayu). Secara umum

ketentuan suhu untuk pengeringan kayu adalah sebagai berikut:

4) Setelah suhu mencapai 60ºC maka suhu tersebut akan ditahan

selama 24 jam setelah suhu dinaikkan 5ºC.


commit to user

52
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

5) Setelah suhu mencapai 70ºC maka akan ditahankan sampai

kadar air dalam kayu mencapai 9-12 MC.

6) Untuk peringan kayu diperlukan sirkulasi udara dalam ruangan

maka setiap 6 jam akan disemprot dengan maksud menjaga

agar kayu tetap lurus dan tidak kusut. Proses Kiln Dry harus

dilakukan perlahan-lahan untuk mencegah kayu menjadi pecah.

Tahapan dalam proses Kiln Dry :

a) Warming up

Ruangan mulai diberi panas sehingga suhu dalam ruangan

mulai hangat yang dapat merangsang keluarnya kandungan air

pada kayu.

b) Heating up

Ruang Kiln Dry diberi kelembaban tinggi dengan suhu tertentu

sesuai jadwal pengeringannya. Fase ini untuk membantu

membuka pori-pori kayu dan meratakan MC awal kayu yang

ada dalam ruangan. Lama tahapan 2 jam per 1 cm tebal kayu

yang dihitung setelah setting suhu dan kelembaban tercapai.

Misal ketebalan 50 mm maka waktu heating 10 jam.

c) Drying

Kayu mengalami penyusutan setelah MC kayu ada dibawah

titik jenuh serat yaitu MC 25-30%.

commit to user

53
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

d) Conditioning

Jika MC kayu yang diinginkan telah tercapai, maka ruangan

Kiln Dry perlu diberikan kelembaban yang cukup agar saat

kayu dikeluarkan mempunyai MC akhir yang lebih rata dan

mengurangi kemungkinan terjadinya kerusakan kayu.

e) Cooling Down

Penyesuaian suhu dan ruangan dengan suhu udara lingkungan

sekitar. Heating, spray, damper ditutup. Fan harus hidup

sampai suhu dalam ruangan mencapai 40ºC kemudian fan

dapat dimatikan dan kayu dikeluarkan.

c. Pembahanan (Forming)

Bagian pembahan meminta bahan baku dari bagian logistik

untuk nantinya dipotong menjadi bentuk yang lebih kecil,

penghalusan 2 sisi (S2S) dan empat sisi (S4S) serta melakukan

pembentukan. Hasil dari bagian forming ini adalah berupa bahan

jadi.

Bagian pembahanan juga bertugas untuk mengecek bahan

baku yang diterima dari bagian logistik, misalnya apakah bahan

baku yang diterima dari bagian logistik sudah sesuai dengan

permintaan pemesan (untuk pintu Balcony adalah kayu merbau),

ada tidaknya cacat pada kayu dan sebagainya. Jika setelah

dilakukan pengecekan ditemukan hal-hal yang tidak sesuai maka


commit to user
bagian pembahanan juga bertugas melakukan afkir atau tukar pada

54
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

bagian logistik. Bahan baku yang telah diinspeksi maka disimpan

di gudang elemen.

d. Joinery

Setelah dari bagian forming berupa bahan jadi maka

dilanjutkan pada bagian joinery. Bagian ini bertugas membuat

konstruksi samping yang datar berupa alur, profil, lubang. Hasil

dari bagian joinery adalah elemen siap rakit.

e. Sanding

Setelah pembuatan berbagai konstruksi samping pada

bagian joinery, maka bagian sander bertugas untuk menghaluskan

elemen-elemen jadi (siap rakit) tersebut.

f. Assembly

Setelah elemen-elemen produk telah jadi dan siap dirakit

maka akan masuk area assembly untuk dirakit menjadi komponen-

komponen akan dirakit menjadi satu produk.

g. Finishing

Setelah produk yang terdiri dari berbagai komponen telah

dirakit menjadi satu maka produk tersebut telah siap untuk diproses

akhir. Untuk Garden Furniture proses terakhir adalah take oil.

commit to user

55
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

B. Pembahasan

1 Proses Negosiasi

PT Indo Veneer Utama merupakan sebuah perusahaan

furniture yang besar dan berkualitas di Kabupaten Karanganyar.

Terbukti dengan adanya beberapa buyer loyal yang setia bekerja sama

dengan PT Indo Veneer Utama seperti S2DIO, Suncoast Sitra, Java

Door, Taste Furniture, Home Ware International, dan Alam Sutra.

Selain itu beberapa buyer baru baik lokal maupun manca negara juga

mulai menjalin kerja sama dengan PT Indo Veneer Utama. Pelayanan

yang baik kepada customer, dan melaksanakan prosedur sesuai dengan

perjanjian antara kedua belah pihak membuat PT Indo Veneer Utama

menjadi salah satu perusahaan furniture yang terpercaya.

Keberhasilan suatu perusahaan dalam menarik calon buyer

untuk bekerja sama tidak lepas dari proses negosiasi yang baik dari

perusahaan tersebut. PT Indo Veneer Utama melakukan proses

negosiasi ini dengan tiga cara, yaitu negosiasi secara langsung

,negosiasi secara tidak langsung, dan negosiasi gabungan.

a. Negosiasi Langsung

Proses negosiasi langsung yang dilakukan PT Indo Veneer

Utama terjadi ketika mengikuti pameran dagang, kunjungan

dagang, dan misi dagang. Negosiasi secara langsung terjadi

commit to user

56
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

dimana perwakilan dari PT Indo Veneer Utama yaitu Owner atau

pemiliknya bertemu langsung dengan calon buyer.

Selama ini PT Indo Veneer Utama tidak pernah menunjuk

salah satu pegawainya untuk melakukan negosiasi di luar negeri.

Walaupun dalam mengikuti pameran terdapat beberapa karyawan

yang membantu, namun dalam proses negosiasi tetap dilakukan

oleh Owner. Jam terbang yang cukup lama dalam dunia furniture,

kemampuan verbal berbahasa inggris yang bagus, dan

pengetahuan mengenai perdagangan internasional yang luas telah

membentuk owner PT Indo Veneer Utama menjadi negosiator

yang handal.

Negosiasi secara langsung juga sering terjadi di Kantor PT

Indo Veneer Utama. Dalam hal ini calon buyer langsung

berkunjung ke Kantor PT Indo Veneer dan melihat bagaimana

proses produksi berlangsung. Ketika calon buyer mulai ada

ketertarikan, maka akan berlanjut ke proses negosiasi. Pihak PT

Indo Veneer yang menjadi negosiator adalah kepala devisi ekspor

dan kepala bagian produksi.

Kepala devisi ekspor bertugas untuk berkomunikasi secara

langsung dengan calon buyer mengenai produk, metode

pembayaran, cara pengiriman barang, dan ketentuan lainnya,

sedangkan kepala devisi produksi bertugas membuatkan perincian


commit to user

57
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

produk dan harga apabila calon buyer meminta untuk dibuatkan

sebuah produk yang diinginkannya.

Bentuk sederhana dari proses negosiasi dapat dilihat pada

bagan di bawah ini:

Bagan 3.2

Proses Negosiasi Langsung

Sumber : PT Indo Veneer Utama, 2013

1) Eksportir mengikuti pameran dagang.

2) Importir atau buyer mendatangi pameran.

3) Ketika mulai tertarik, importir atau buyer akan mulai

melakukan negosiasi langsung dengan eksportir.

4) Dalam proses negosiasi langsung ini bisa terjadi kata sepakat

(deal) ataupun tidak sepakat (no deal).


commit to user

58
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

5) Apabila terjadi sepakat (deal), proses berlanjut ke penyusunan

kontrak dagang.

6) Ketika dalam negosiasi langsung belum didapat kata sepakat,

tetapi buyer masih memiliki ketertarikan pada produk. Maka

negosiasi bisa berlanjut dengan negosiasi tidak langsung

melalui media elektronik atau negosiasi gabungan.

7) Tidak jarang juga negosiasi itu gagal dilaksanakan karena tidak

ada kata sepakat diantara kedua belah pihak.

b. Negosiasi Tidak Langsung

Negosiasi tidak langsung yang dilakukan oleh PT Indo

Veneer Utama terjadi melalui korespondensi elektornik atau

sering disebut email. Negosiator yang terlibat adalah devisi

pemasaran ekspor dari pihak PT Indo Veneer Utama dengan calon

buyer. Kedua belah pihak tidak saling bertemu secara langsung.

Sebagian besar buyer yang bernegosiasi secara tidak langsung

adalah buyer yang sebelumnya telah bekerja sama dengan PT

Indo Veneer Utama. Contohnya adalah buyer SITRA dari

Singapura.

SITRA merupakan buyer yang setia dengan PT Indo

Veneer Utama. Pelayanan yang memuaskan, membuat SITRA

menjalin kerjasama berkesinambungan dengan PT Indo Veneer

Utama. Untuk menghemat cost produksi dan waktu, SITRA lebih


commit to user
memilih bernegosiasi melalui email atau secara tidak langsung.

59
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

Dalam proses negosiasi tidak langsung yang dilakukan PT

Indo Veneer Utama melalui enam tahapan, yaitu promosi

(promotion), Surat permintaan (Inquiry), surat penawaran ( Offer

sheet), surat pemesanan (Order sheet), kontrak dagang (Sales

Contract), surat konfirmasi (Sales Confirmation)

PT S

INDO I

VENEE T
R
R
UTAM
A
A

Bagan 3.3

Proses Negosiasi Tidak Langsung

Sumber : PT Indo Veneer Utama, 2013

Promosi yang dilakukan PT Indo Veneer Utama adalah

dengan mengikuti pameran-pameran dagang di luar negeri. Ada

beberapa buyer yang langsung melakukan negosiasi ditempat,

tetapi tidak jarang juga beberapa buyer meminta contact person

atau kartu nama dari PT Indo Veneer Utama terlebih dahulu.

Selain dengan pameran, PT Indo Veneer Utama melakukan proses


commit to user
promosi dengan media website dan catalog.

60
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

Gambar 3.1

Stand Pameran PT Indo Veneer Utama

Sumber: www.indoveneer.com, 2013

Gambar 3.2 Website

PT Indo Veneer Utama

Sumber: www.indoveneer.com, 2013

commit to user

61
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

Buyer yang mengalami ketertarikan dengan produk yang

ditawarkan akan mengirimkan sebuah surat permintaan (inquiry)

kepada pihak PT Indo Veneer Utama untuk mengirimkan daftar

harga dan ketentuan-ketentuan lainnya seperti mutu barang, cara

pembayaran, pelayanan purna jual, dan sebagainya. Untuk buyer

yang telah berlangganan seperti SITRA untuk negosiasi dimulai

dengan langsung mengirim surat permintaan (inquiry) kepada

pihak PT Indo Veneer Utama untuk merancangkan sebuah produk

sesuai dengan kebutuhannya.

Devisi pemasaran ekspor dari pihak PT Indo Veneer

Utama akan menerima surat permintaan dari calon buyer. Surat

permintaan tersebut selanjutnya akan diproses dan dibalas dengan

surat penawaran (offer sheet). Surat penawaran biasanya berisi

tentang perincian harga, deskripsi barang, metode pengiriman dan

pembayaran, dan atau sesuai dengan yang diminta buyer dalam

surat permintaan (inquiry). Selain itu apabila dalam surat

penawaran buyer meminta kepada PT Indo Veneer Utama untuk

merancangkan sebuah produk, maka surat penawaran berisi

tentang produk yang diminta beserta deskripsinya. Surat

penawaran (offer sheet) sering disertai dengan catalog.

Setelah surat penawaran dikirim, tidak semua buyer

langsung setuju dengan penawaran yang dibuat oleh PT Indo


commit to user
Veneer Utama. Buyer akan menawar, mengoreksi atau meminta

62
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

harga sesuai dengan yang diainginkan. Hasil dari koreksi

selajutnya dikirim kembali ke pihak PT Indo Veneer Utama.

Apabila hasil koreksi tidak sesuai, PT Indo Veneer Utama akan

membuat penawaran baru dengan harapan sesuai keinginan buyer.

Proses ini akan continue hingga devisi pemasaran ekspor PT Indo

Veneer Utama dan buyer mencapai kesepakatan bersama.

Kesepakatan akan dicapai dengan ditandai dikirimnya

surat pemesanan (order sheet) oleh buyer kepada PT Indo Veneer

Utama. Surat pemesanan inilah yang nantinya dijadikan dasar

dalam pembuatan kontrak dagang (sales contract).

Pihak PT Indo Veneer Utama akan membalas surat

pesanan (order sheet) dengan kontrak dagang (sales contract).

Kontrak dagang ini berisi deskripsi barang dan jumlah pesanan

dari buyer yang dipesan melalui surat pemesanan (order sheet)

sebelumnya. Selain itu, ketentuan-ketentuan lain yang telah

disepakati bersama juga tertulis di dalamnya. Kontrak dagang ini

nantinya akan dikirim oleh PT Indo Veneer Utama kepada buyer

untuk mendapat konfirmasi.

Buyer akan menerima kontrak dagang dari PT Indo Veneer

Utama, dan apabila semua yang tertulis di dalam kontrak dagang

telah sesuai dengan hasil negosiasi, maka kontrak tersebut

ditandatangani oleh buyer. Dari penandatanganan kontrak dagang


commit to user

63
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

tersebut maka telah resmi terjalinnya transaksi perdagangan

internasional.

c. Proses Negosiasi Gabungan

Proses negosiasi ini terjadi ketika PT Indo Veneer Utama

melakukan negosiasi secara langsung dengan calon buyer dan

dalam negosiasi pertama belum mencapai kata sepakat dan

dilanjutkan dengan negosiasi tidak langsung. Sebagai contoh,

S2DIO perusahaan furniture dari Australia mengirim dua

pegawainya datang ke PT Indo Veneer untuk melakukan survey.

Setelah mengetahui proses produksi dan standar mutu yang

diterapkan PT Indo Veneer Utama, mereka tertarik dan

melakukan negosiasi secara langsung dengan PT Indo Veneer

Utama. Namun proses negosiasi pertama belum mencapai kata

sepakat. Disisi lain keterbatasan waktu perwakilan dari S2DIO

untuk survey di Solo mengharuskan mereka untuk melanjutkan

proses negosiasi dengan cara tidak langsung.

Sejauh ini proses negosiasi yang dilakukan PT Indo

Veneer Utama dengan calon buyer hampir semuanya

menggunakan proses negosiasi campuran. Ketika pertama kali

menjalin kerjasama, negosiasi secara langsung lebih dipilih karena

dinilai lebih menguntungkan kedua belah pihak. Untuk transaksi

berikutnya apabila kepercayaan telah terdapat diantara kedua


commit to user

64
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

belah pihak, negosiasi tidak langsung lebih dipilih untuk

menghemat biaya dan waktu.

Bagan 3.4

Proses Negosiasi Gabungan

Sumber : PT Indo Veneer Utama, 2013

commit to user

65
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

2 Proses Kontrak Dagang

Kontrak dagang adalah muara dari proses negosiasi dan akan

menjadi landasan dalam proses transaksi selanjutnya. Dalam kontrak

dagang semua kesepakatan yang terjalin dituliskan. Hal ini bertujuan

untuk menjadi bukti apabila terjadi cidera janji kedepannya.

Devisi pemasaran ekspor PT Indo Veneer Utama bertugas

membuat kontrak dagang tersebut dan selanjutnya dikirim kepada

buyer. Isi dari kontrak dagang tersebut meliputi :

a. Alamat Seller dan Buyer

Dalam kontrak dagang wajib tertulis alamat dari seller yaitu PT

Indo Veneer Utama dan alamat buyer.

b. Tanggal dan No Kotrak Dagang

Tanggal dalam kontrak dagang sesuai tanggal pembuatannya dan

untuk penomoran sesuai penomoran PT Indo Veneer Utama.

Penomoran ini juga bertujuan untuk memudahkan pengarsipan

dokumen oleh PT Indo Veneer Utama.

c. Deskripsi dan jumlah barang

Dalam kolom ini berisi deskripsi dari furniture yang dipesan oleh

buyer beserta harga persatuan dan total harga dari furniture.

commit to user

66
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

d. Harga

Bagian ini tertulis harga keseluruhan atau harga total yang

didasarkan incoterms yang digunakan. Untuk PT Indo Veneer

Utama hampir semua buyer menggunakan term Free On Bord

(FOB). Term ini berarti penjul menyerahkan barangnya di atas

kapal ‘clean on board’. PT Indo Veneer Utama sengaja memilih

term ini karena banyak keuntungan yang di dapat, diantaranya:

1) PT Indo Veneer Utama tidak terbebani oleh biaya pengiriman

yang besar dan semua permasalahan dalam perdagangan

internasional. Resiko PT Indo Veneer Utama juga relatif kecil.

2) PT Indo Veneer Utama lebih menguasai medan lapangan

mengingat pelabuhan muat terdapat di negara sendiri yaitu

Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Selain itu PT Indo Veneer

Utama juga telah mengetahui kondisi peraturan perpajakan dan

kepabeanannya.

e. Latest Shipment

Bagian ini berisikan tanggal paling lambat pengiriman barang.

Tanggal ini berdasarkan pada jadwal keberangkatan maskapai

pengiriman.

commit to user

67
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

f. Pelabuhan Tujuan

Pelabuhan tujuan merupakan pelabuhan di negara buyer berada.

Tetapi pelabuhan tujuan harus sesuai kesepakatan bersama dalam

negosiasi.

g. Term of Payment

Term of Payment atau metode pembayaran adalah cara yang

disepakati bersama antara PT Indo Veneer Utama dengan buyer.

Selama ini, PT Indo Vener lebih sering menggunakan term

Advance Payment atau pembayaran di muka dengan

caraTelegraphic Transfer (TT). Cara ini diambil oleh beberapa

buyer yang telah menjadi customer tetap. Buyer baru lebih memilih

term documentary credit dengan cara Letter of Credit (L/C) karena

resiko lebih kecil.

Skema pembayaran antara S2DIO salah satu buyer dari Australia

dengan PT Indo Veneer Utama dengan term advance payment

model Partial Payment With Order yaitu S2DIO melunasi semua

biaya barang terlebih dahulu dengan cara Telegraphic Transfer

(TT):

commit to user

68
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

Bagan 3.5

Pembayaran Advance Payment

Sumber: Arbi, 2008

1 S2DIO dan PT Indo Veneer Utama melakukan Kontrak

2 S2DIO melakukan transfer sejumlah uang melalui bank di

Australia untuk membayar semua total pembelian.

3 Bank Australia meneruskan transfer ke Bank di Indonesia.

4 Bank di Indonesia meneruskan pembayaran kepada PT Indo

Veneer Utama.

5 PT Indo Veneer Utama akan melakukan pengiriman barang ke

S2DIO setelah menerima pembayaran.

Skema pembayaran antara SITRA salah satu buyer dari Singapura

dengan PT Indo Veneer Utama dengan term documentary credit

dengan cara Letter of Credit (L/C):


commit to user

69
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

Bagan 3.6

Pembayaran Documantary Credit

Sumber: Arbi, 2008


1) Proses negosiasi dan penyusunan kontrak dagang.

2) SITRA (applicant) mengajukan permohonan pembukaan L/C

kepada issuing bank.

3) Issuing bank menerbitkan L/C ditujukan ke advising bank.

4) Advising bank meneruskan L/C kepada PT Indo Veneer Utama.

5) PT Indo Veneer Utama (beneficiary) menyiapkan barang ke

perusahaan pengangkut.

6) Perusahaan pengangkut membawa barang ke negara SITRA

yaitu Singapura.

7) PT Indo Veneer Utama menerima dokumen pengangkutan dari

perusahaan pengangkut.

commit to user

70
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

8) PT Indo Veneer Utama mengirimkan dokumen pengangkutan

bersama dokumen-dokumen lainnya ke advising bank.

9) Advising bank membayar uang sejumlah yang tertulis dalam

L/C atas nama issuing bank.

10) Advising bank meneruskan dokumen kepada issuing bank

untuk meminta ganti pembayaran.

11) Dokumen-dokumen diteruskan oleh issuing bank ke SITRA.

12) Issuing bank melakukan penggantian pembayaran ke advising

bank.

13) Bersamaan dengan itu SITRAmelunasi (bilamana berhutang ke

issuing bank dalam rangka buka L/C)

14) Dalam hal L/C dibuka dengan NCL (Non Cash Loan) maka

dokumen asli diserahkan issuing bank setelah pelunasan.

15) Asumsi barang tiba dipelabuhan tujuan dibongkar dimaskapai

pelayaran.

16) Maskapai pelayaran mengeluarkan barang setelah menerima

B/L asli.

17) Barang keluar dari gudang maskapai pelayaran.

h. Persyaratan lainnya

Persyaratan lain adalah syarat atau ketentuan-ketentuaan lain yang

telah disepakati kedua belah pihak. Dokumen-dokumen yang

diminta untuk dilampirkan dan mekanisme penyerahannya.

commit to user

71
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

3 Hambatan

a. Hambatan Proses Negosiasi

Dalam pelaksanaan proses negosiasi sering dijumpai

beberapa hambatan yang menghambat ataupun mengganggu

berjalannya proses negosiasi. Hambatan tersebut antara lain :

1) Perbedaan Bahasa dan Budaya

Perdagangan internasional melibatkan dua negara yang

berbeda.Setiap negara mempunyai bahasa nasional sendiri dan

kebudayaan yang berbeda. Seperti contoh negara Inggris.

Buyer yang berasal dari Inggris jelas menggunakan bahasa

inggris dalam berkomunikasi. Selain itu, Buyer dari Inggris

terkenal dengan budaya tepat waktu, sopan santun, tidak mudah

percaya dengan orang baru.

Owner PT Indo Veneer Utama sebagai negosiator di

luar negeri harus mempunyai kemampuan berbahasa inggris

yang baik. Walaupun tidak semua buyer berbahasa inggris

dengan lancar, namun bahasa inggris merupakan bahasa

internasional.Selain itu, memperlajari karakteristik dan budaya

disetiap negara yang menjadi lawan negosiasi sangat

diperlukan.

commit to user

72
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

2) Perbedaan Prinsip Antara Buyer dengan PT Indo Veneer Utama

Seorang buyer mempunyai prinsip untuk mendapatkan

barang dengan harga seminimal mungkin. Di sisi lain, PT Indo

Veneer Utama menginginkan laba ataupun harga jual yang

maksimal. Dalam proses penetapan harga barang, terkadang

membutuhkan waktu lebih atau beberapa kali proses negosiasi

untuk mencapai kesepakatan bersama.

PT Indo Veneer Utama selalu menerapkan posisi win-

win negotiation atau negosiasi yang menguntungkan semua

pihak. Untuk beberapa buyer, PT Indo Veneer Utama lebih

mengutamakan kerjasama yang bersifat continue atau terus-

menerus, sehingga dalam penetapan harga tidak terlalu tinggi.

Buyer mendapatkan barang sesuai dengan harga yang

diinginkan, sedangkan PT Indo Veneer Utama mendapatkan

buyer yang continue.

3) Permintaan Buyer yang Susah.

Terkadang dalam proses negosiasi baik secara langsung

maupun tidak langsung buyer membawa contoh produk yang

dia inginkan. Buyer meminta PT Indo Veneer Utama untuk

membuatkan sebuah produk tersebut, dan dalam hal ini harus

melibatkan bagian desain dan produksi untuk mengetahui biaya

produksi dari produk tersebut. Sementara itu, proses negosiasi


commit to user
dilakukan antara buyer dan owner sehingga proses negosiasi

73
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

membutuhkan waktu yang sedikit lama karena owner harus

berdiskusi dengan bagian produksi.

Hasil dari proses negosiasi antara owner dan bagian

produksi belum tentu langsung diterima oleh buyer. Proses

negosiasi harus diulang sampai mencapai kesepakatan antara

kedua belah pihak.

b. Hambatan Proses Penyusunan Kontrak Dagang

Hambatan dalam proses penyusunan kontrak dagang pada

PT Indo Veneer Utama adalah ketika meminta konfirmasi kontrak

dagang pada buyer. Setelah terjadinya proses negosiasi dan terjadi

kesepakatan, PT Indo Veneer Utama akan merekap dan

menuliskannya disebuah perjanjian kontrak dagang. Selanjutnya

kontrak dagang tersebut dikirim kepada buyer untuk mendapatkan

konfirmasi. Tidak jarang setelah kontrak dagang dikirim, ada

beberapa buyer yang merubah isi dari kontrak dagang tersebut.

Sehingga harus dilakukan negosiasi ulang. Negosiasi ulang ini

membutuhkan lebih banyak waktu, tenaga, dan materi.

commit to user

74