Anda di halaman 1dari 27

ASPEK TERMAL

RUMAH TRADISIONAL TAMBI

OLEH:
PUTERI FITRIATY
3209 204 001

PEMBIMBING : Ir. I Gusti Ngurah Antaryama, PhD.


CO-PEMBIMBING : Dr-Eng.Ir.Dipl-Ing. Sri Nastiti NE, MT.
Rumah Tambi  warisan budaya sejak zaman pra-Hindu yang terbentuk ditengah
iklim dataran tinggi yang sejuk, yang berbeda dengan iklim tropis lembab.
Penting untuk membuktikan kinerja termal dari rumah Tambi dalam menciptakan
kondisi termal yang didinginkan sehingga prinsip-prinsip dari perancangan arsitektur
Tambi ini layak untuk dipertahankan pada iklim lokalnya.

desain pada daerah dataran tinggi √ Dominasi atap


√ Orientasi Timur-Barat
o Bentuk bangunan compact
√ Sedikit bukaan.
o Denah double layer
√ Permukaan berwarna gelap.
o Heavy weight structure
√ Rancangan perapian sebagai
o Kapasitas termal yang tinggi
sistim pemanas ruangan.
o Time lag yang panjang.
o Menghindari kondisi overheating
(siang hari)
o Mereduksi pelepasan panas
o Menggunakan sistem aktif.
 Single layer
 Lightweight structure
 U-value kecil dan Time lag rendah
 Cracks pada pertemuan lantai.
RUMUSAN MASALAH
 Apakah desain Rumah Tambi efektif dalam merespon iklim dataran tinggi
katulistiwa dan bagaimana pengaruh bentuk Rumah Tambi terhadap
kondisi termal dalam bangunan?
 Bagaimana perilaku material dari elemen desain Rumah Tambi terhadap
kinerja termal Rumah Tambi?
 Sejauh mana peran perapian dalam menciptakan kondisi termal yang
nyaman di dalam Rumah Tambi?

TUJUAN PENELITIAN
Untuk mengevaluasi respon desain Rumah Tambi terhadap kondisi iklim
dataran tinggi tropis ditinjau dari aspek termal bangunan.
Selain itu tujuan penelitian yang lebih spesifik adalah sebagai berikut:
o Mengevaluasi kinerja termal Rumah Tambi dalam menciptakan kondisi
termal yang nyaman di dalam bangunan.
o Mengeksplorasi elemen desain Rumah Tambi yang berpengaruh terhadap
kinerja termal Rumah Tambi.
o Menganalisa peran perapian dalam menciptakan kondisi termal yang
nyaman di dalam Rumah Tambi.
DESAIN PENELITIAN
HASIL & ANALISIS PENELITIAN
LAPANGAN

50% 46.7%
SENSASI T RH Va
40%
Dingin 17 – 19,6°C 78 - 97% 0,0 m/s
30%
Sejuk 16,9 – 24,1°C 50 - 96 0,0 – 0,1 m/s
20.4%
20% 15.1%
11.8% Nyaman 17,8 – 28°C 43 - 97% 0,0 – 2,6 m/s
10% 5.9%
Hangat 27,2 – 30,5°C 43 - 58% 0,0 – 1,6 m/s
0%
dingin sejuk nyaman hangat panas Panas 28°C – 30,5°C 40 - 55% 0,0 – 0,9 m/s

100

90
 Rentang kenyaman
80
Zona Nyaman
penduduk setempat
Kelembaban

70 Auliciems

60
Zona Nyaman melebar -4,3K untuk batas
Lapangan
50
bawah, +2,9K dari zona
40 nyaman (21,6°C - 26,6°C)
30
15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31
Temperature
HASIL & ANALISIS PENELITIAN
LAPANGAN

90 82 80
Frequency of Occurence (%)

80
70
60
50 45

40
26
30
16
20 13
11
7
10 2 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 3 1 1 1 1 1
0
0.21 0.26 0.34 0.39 0.4 0.43 0.48 0.54 0.57 0.62 0.67 0.68 0.74 0.76
Clo
% Panas % Siang % Sore

90
Frequency of Occurence (%)

80 83
80
70 64
60 50
50
40
30
20 14
10 8 9
6 55 311 5111 12 1 6
10 1 1 1 111 3 4 11 111 1 11 1 11 1 1 3 1 1 1 1 1 1 3 3 2 1
1
0
0.43
0.48
0.54
0.57
0.62
0.67
0.68
0.74
0.76
0.82
0.87
0.92
0.95
0.96
1.01
1.02
1.04
1.07
1.18
1.2
1.21
1.27
1.32
1.34
1.37
1.38
1.39
1.46
1.47
1.48
1.52
1.54
1.65
1.66
1.71
1.73
Clo
% Dingin % Pagi % Malam % Tidur
01°43’50”LS, 120°15’19”BT, dan 1220 m dpl
 Denah persegi panjang (7 x 5)
 Luas denah 35 m2, SVR : 1,159.
 Rasio lebar terhadap panjang
bangunan adalah 0,714.
29
28
27
26
Orientasi 265°
25
Ti Ave
24
23 To Ave
22
21 Ti bwh
20
19 Ti atas U

18
17
16
15
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 SEKOLAH

Ra
pu
1.0
0.5
0.0
-0.5
K-Hours

-1.0
-1.5 TAPAK

-2.0
-2.5
-3.0
LAPANGAN
-3.5
-4.0
-4.5
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23
Jam
1°43’33” LS, 120°13’42” BT, dan 1222m dpl
 Denah persegi panjang 6x4m dan
tinggi dinding 1 m.
 Luas denah 24 m2, SVR: 1,634.
 Rasio lebar terhadap panjang
bangunan : 0,67 Orientasi 169°
AREAL
28 PERSAW AHAN

27 Ocupancy Ocupancy
26 Periode Periode U
Ocupancy Periode

Ocupancy Periode

25
perapian menyala

AREAL
perapian menyala

24 To Av PERSAW AHAN
AREAL
PERSAW AHAN
23 Ti Av
22
Ti bwh
21
20 Ti atas JAL
AN D
ESA

19
18
17
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24

1.0 AREAL
0.5 PERSAW AHAN K am ar
+ 1 ,1 5
T id u r

0.0 D a s a ri
+ 1 ,1 5
R apu D a s a ri
+ 1 ,1 5

-0.5 T e ra s
+ 1 ,0 0
Lobona
+ 1 ,0 0

KEBUN ARAH
K-Hours

-1.0
-1.5 ANGIN
-2.0
-2.5
-3.0
-3.5
HUTAN
-4.0
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23
Jam HUTAN
1°42'57" LS, 120°12'36" BT, dan 1197 dpl
 Denah persegi panjang 6,5x4,5m
dan tinggi dinding 0,5 m.
 Luas denah 29,25 m2, SVR: 2,019.
 Rasio lebar terhadap panjang
bangunan : 0,692
29
28
27
Orientasi 315°
26
25
Perapian menyala
Perapian menyala

24 To Av
23
22 Ti Av
21
Ti bwh
20
19 Ti atas
18
17
16 SA
DE
15 JA
LA
N

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24

1.5
1.0
0.5
0.0
-0.5 ARAH
K-Hours

-1.0
-1.5 ANGIN
-2.0
-2.5
-3.0
-3.5
-4.0
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23
Jam
Tambi Tambi Tambi
TAMBI DODA K-Hours
Doda Lempe Hangira
 Selisih diurnal To dan Ti (10,2K & 9.3K) UH-Hours 14 jam 12 jam 10 jam
hanya berkisar 0,9K. Perbaikan Ti terhadap OH-Hours 2 jam 2 jam 4 jam
To hanya mencapai 0,9K. Total K-Hours 16 jam 14 jam 14 jam
 Kondisi MRT 3,7K-3,8K. Selisih
0,1K – 0,5K 0,1K – 0,3K 0,3K – 1,2K
Ti dan Ta
 RH 69% hingga 80%
Selisih
 Va 0,1 - 0,3m/s, Va max 1,1 m/s Ti dan Tb
0,1K – 3,8K 0,6K – 3,6K 0,6K – 3,3K

TAMBI LEMPE TAMBI HANGGIRA


 Selisih diurnal To dan Ti (8,3K & 9K). Ti lebih  Selisih diurnal To dan Ti (10,7K & 9.6K)
melebar 0,7K dari To. Perbaikan Ti terhadap hanya berkisar 1,1K. Perbaikan Ti terhadap
To mencapai 2,8K. To mencapai 3,6K
 Selisih MRT 1,2K, 3K dan 0,6K  Selisih MRT 0,8K, 1,8K, dan 0,6K.
 RH 51% hingga 80% nyaman 11 jam.  RH 46% hingga 78% nyaman 7 jam
 Va 0,1 - 0,2m/s, Va max mencapai 1,2 m/s.  Va 0,1m/s, Va max 0,4 m/s
10 2.4 3.6 12
2.0

Durasi Nyaman (Jam)


0.7 0.4 0.0
0 10
Degree Hour (K)

-10 8
-20 6
-21.3
-30 -26.6 4
-33.1 2
-40 -37.1

-50 -46.6
-44.4 0
T Doda T Lempe T Hanggira T Doda T Lempe T Hanggira
C-Kh To C-Kh H-Kh To H-Kh Durasi Nyaman Aktif Durasi Nyaman Total
PENGARUH PERAPIAN
30
28
26
24
 Ti naik setelah 1 jam perapian
22 dimatikan, dan menurun
20 perlahan setelah 1 jam
18
16 perapian di matikan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24
Ti Ave To Ave Ti bwh Ti atas  Selisih Ti-To saat Perapian
dinyalakan mencapai 2,9K-3,6K.
30 Saat perapian tidak menyela
28 hanya 1,3K-1,4K.
26
Pengaruh perapian didukung
perapian menyala
perapian menyala

24 
22 oleh kapasitas termal elemen
20 lantai.
18
16
1 2 3 4 5 6 7 8 9 101112131415161718192021222324
4.0
To Av Ti Av Ti bwh Ti atas
3.5
3.0

30 2.5
Selisih Ti - To (K)

2.0
28
1.5
26
Perapian menyala
Perapian menyala

1.0
24
0.5
22
0.0
20 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24
-0.5
18
-1.0
16
-1.5
1 2 3 4 5 6 7 8 9 101112131415161718192021222324
Ti-To Doda Ti-To Lempe Ti-To Hanggira
To Av Ti Av Ti bwh Ti atas
HASIL & ANALISIS PENELITIAN
SIMULASI
Objek Studi Simulasi
NO Tambi Tipe A Tambi Tipe B Tambi Tipe C

1. Proporsi denah 0,67


Volume 112m³ Volume 60m³ Proporsi denah 0,69
Proporsi denah 0,71, SVR = 1,65 Volume 65,23m³
SVR = 1,42 Sudut Atap 57° SVR = 1,68
Sudut Atap 66° teras dpn Sudut Atap 57°

2.
Volume 130,9m³ Volume 76,42m³ Proporsi denah 0,39
Proporsi denah 0,56 Proporsi denah 0,5 Volume 106,63m³
SVR = 1,48 SVR = 1,68 SVR = 1,55
Sudut Atap 66° Sudut Atap 57° Sudut Atap 57°
Rg Tmbhn Rg Tmbhn +teras dpn Rg Tmbhn

3.
Proporsi denah 0,78
Volume 269,64m³, Volume 201,29m³ Proporsi denah 0,78
Proporsi denah 0,78 SVR = 1,15 Volume 201,29m³
SVR = 1,65 Sudut Atap 57° SVR = 1,06
Sudut Atap 66° teras dpn Sudut Atap 57°
HASIL & ANALISIS
PENELITIAN SIMULASI
31

29
ANALISIS
KONDISI TERMAL
27

25

23

21

19

17
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24
T bwh T atas T out Ti A1 Ti A2 Ti A3
Ti B1 Ti B2 Ti B3 Ti C1 Ti C2 Ti C3

29
27
25
23
21
19
17
15
13
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24
T bwh T atas T out Ti A1 Ti A2 Ti A3
Ti B1 Ti B2 Ti B3 Ti C1 Ti C2 Ti C3
HASIL & ANALISIS
PENELITIAN SIMULASI
EVALUASI DEGREE HOUR
& PERIODA NYAMAN

20 18.1
15.9 16.1
12.9 13.8 13.7
15
9.7 8.7
Degree Hours (K)

10 6.7 7.5
5 5.5 5.3 5
5 3.4
1.3 0.8
0
0

-5 -1.3
-4.2
-10 -6.3
-7.9 -8.3 -8.4 -8.6
-9.2 -9.4
-15
A1 A2 A3 B1 B2 B3 C1 C2 C3

C-Kh H-Kh Tot-Kh

20 19

16 14
11 11
Jam

12 10 10
9 9 9 9
8
7 7 7 7
8 6 6 6

0
A1 A2 A3 B1 B2 B3 C1 C2 C3

Durasi Nyaman Aktif Durasi Nyaman Total


HASIL & ANALISIS
PENELITIAN SIMULASI
EVALUASI DEGREE HOUR
& PERIODA NYAMAN

40 34.6 36.3
33.2 32.9 33.3 31.5 29.8 29.2
30 24.8
Degree Hour (K)

20
10
0 0 0 0 0.1 0 0.6 1.3 0
0
-10
-20
-30 -24.8
-31.5 -29.2 -29.2
-40 -33.2 -32.9 -33.3 -34.5 -35
A1 A2 A3 B1 B2 B3 C1 C2 C3

C-Kh H-Kh Tot-Kh

10 9 9 9 9 9 9 9
8
8
6
Jam

6
4 4 4 4
4 3 3 3 3 3

0
A1 A2 A3 B1 B2 B3 C1 C2 C3
Durasi Nyaman Aktif Durasi Nyaman Total
HASIL & ANALISIS
PENELITIAN SIMULASI
Model
C-Kh H-Kh EVALUASI DEGREE HOUR
Uji
Panas Dingin Tot Panas Dingin Tot & PERIODA NYAMAN
a b a+b c d c+d
A1 5.0 0 5.0 -7.9 -33.2 -41.1
A2 5.5 0 5.5 -8.3 -32.9 -41.2
A3 0 0 0 -1.3 -24.8 -26.1
B1 5.3 0 5.3 -8.4 -33.3 -41.7
B2 6.7 0.1 6.8 -9.2 -34.5 -43.7
B3 3.4 0 3.4 -6.3 -31.5 -37.8
C1 7.5 0.6 8.1 -8.6 -29.2 -37.8
C2 8.7 1.3 10 -9.4 -35.0 -44.4
C3 0.8 0 0.8 -4.2 -29.2 -33.4

Durasi Nyaman Aktif Durasi Nyaman Total


Model
Panas Dingin Sum Panas Dingin Sum
Uji
a b c d e F
A1 7 3 10 10 9 19
A2 6 3 9 9 9 18
A3 11 4 15 19 9 28
B1 7 3 10 10 9 19
B2 6 4 10 9 9 18
B3 7 4 11 11 9 20
C1 6 4 10 8 8 16
C2 7 3 10 9 6 15
C3 9 3 12 14 9 23
HASIL & ANALISIS
PENELITIAN SIMULASI
7500
EVALUASI
5000

2500
ELEMENTAL BREAKDOWN
0
Heat Flow (Wh)

-2500

-5000

-7500

-10000 150
120 120 120 120
-12500 100 60
60 70 60 70 70
50
50
-15000 10

Heat Flow (Wh)


Floor N Wall E Wall S Wall W Wall window Door roof 0
-50
A1 QL A1 QG A2 QL A2 QG A3 QL A3 QG
-100 -90
-90 -100
-150
-140 -150
7500 -200 -190 -190
-190
5000 -250
-260 -250 -260 -250
2500 -300
N Wall E Wall S Wall W Wall
0
Heat Flow (Wh)

A1 QL A1 QG A2 QL A2 QG A3 QL A3 QG
-2500

-5000

-7500

-10000 150 130


120 120 120
-12500 100 80 80 80
70 70 70
50 40 40
-15000

Heat Flow (Wh)


Floor N Wall E Wall S Wall W Wall window Door roof 0
-50
A1 QL A1 QG A2 QL A2 QG A3 QL A3 QG
-100 -80 -80
-100
-150
-150 -160
-200 -180 -180 -180
-250
-260 -260 -260 -260
-300

MODEL A1, A2 & A3


N Wall E Wall S Wall W Wall

A1 QL A1 QG A2 QL A2 QG A3 QL A3 QG
HASIL & ANALISIS
PENELITIAN SIMULASI
EVALUASI
ELEMENTAL BREAKDOWN
10000
7500
5000
2500
Heat Flow (Wh)

0
-2500
-5000
-7500
-10000
-12500
-15000 750 590
590
-17500 500 390 410 410
Floor N Wall E Wall S Wall W Wall window Door roof 290 250
250 200 250 150 150 200

Heat Flow (Wh)


B1 QL B1 QG B2 QL B2 QG B3 QL B3 QG 0
-250
-500 -330 -340
-440
-540 -540 -550
10000 -750
7500 -1000 -920 -740
5000 -1040
-1250 -1040
2500
Heat Flow (Wh)

-1500 -1390 -1390


0
N Wall E Wall S Wall W Wall
-2500
-5000 B1 QL B1 QG B2 QL B2 QG B3 QL B3 QG
-7500
-10000
-12500
-15000
-17500
Floor N Wall E Wall S Wall W Wall window Door roof 1000
690 690
B1 QL B1 QG B2 QL B2 QG B3 QL B3 QG 750
490
500 440 490
340
250 290 290 220

Heat Flow (Wh)


250 170 190
0
-250
-500 -340 -360
-420
-530 -544 -530
-750 -690
-830
-1000
-1020 -1020
-1250
-1500 -1370 -1370

MODEL B1, B2 & B3 N Wall

B1 QL B1 QG
E Wall

B2 QL
S Wall

B2 QG B3 QL
W Wall

B3 QG
HASIL & ANALISIS
PENELITIAN SIMULASI
EVALUASI
ELEMENTAL BREAKDOWN
8000
5500
3000
Heat Flow (Wh)

500
-2000
-4500
-7000
-9500
-12000
300 250
-14500 250
210 210 200
-17000 200 170 170
130 150 130
Floor N Wall E Wall S Wall W Wall window Door roof
100 80 70
C1 QL C1 QG C2 QL C2 QG C3 QL C3 QG 0

Heat Flow (Wh)


-100
-200 -180 -190
9500
-300 -270
7000 -300
-330
-400
4500 -410 -410 -440
-410 -410
Heat Flow (Wh)

2000 -500

-500 -600 -550 -550


N Wall E Wall S Wall W Wall
-3000
-5500 C1 QL C1 QG C2 QL C2 QG C3 QL C3 QG
-8000
-10500
-13000
Floor N Wall E Wall S Wall W Wall window Door roof
400
290 290
C1 QL C1 QG C2 QL C2 QG C3 QL C3 QG 300
210 210 210 210 220
200 190
130 130
100 80 80

Heat Flow (Wh)


0
-100
-200 -180 -180
-300
-300 -300
-400 -340
-430 -410 -430 -410 -430
-500
-600 -550 -550

MODEL C1, C2 & C3 N Wall

C1 QL C1 QG
E Wall

C2 QL C2 QG
S Wall

C3 QL
W Wall

C3 QG
HASIL & ANALISIS
PENELITIAN SIMULASI

ANALISIS PARAMETER DESAIN


0.3  Koefisien korelasi 0,94 untuk
0.2
C1
B1
B2 bulan terpanas, dan 0,91 untuk
0.1
A1 C2
bulan terdingin  kekompakan
C3
bentuk memiliki hubungan
EP

B3 A2
0.0 A3
yang sangat erat dengan energi
-0.1
0.6 0.7 0.8 0.9 1.0 1.1 1.2 1.3 1.4 1.5 1.6 1.7 1.8 termal bangunan.
Surface to Volume Ratio
 Koefisien determinasi adalah
0.6 0,88 dan 0,83 hal tersebut
B1
C1 berarti bahwa lebih dari 80%
B2
0.4
A1 C2 dari variasi energi panas
EP

0.2 C3
B3
A2 didalam bangunan dapat
0.0
A3 dijelaskan oleh variable
0.6 0.7 0.8 0.9 1.0 1.1 1.2 1.3 1.4 1.5 1.6 1.7 1.8 kekompakan bentuk.
Surface to Volume Ratio
 Surface to volume ratio (SVR)
yang lebih kecil akan
menghasilkan kondisi termal
yang lebih baik.
SURFACE TO VOLUME RATIO
HASIL & ANALISIS
PENELITIAN SIMULASI

ANALISIS PARAMETER DESAIN


 Koefisien korelasi pada bulan
0.30
0.25
B1 C1
panas adalah 0, 53 dan 0,47 pada
0.20 B2
0.15 C2 bulan dingin  hubungan tidak
EP

0.10 A2 A1
0.05 C3
B3
erat.
0.00 A3
0.35 0.4 0.45 0.5 0.55 0.6 0.65 0.7 0.75 0.8
L:P

0.6
B1
0.5
B2 C1
0.4
C2
0.3 A1
EP

A2 C3
0.2
B3
0.1
A3
0.0
0.35 0.4 0.45 0.5 0.55 0.6 0.65 0.7 0.75 0.8
L:P

PROPORSI DENAH
HASIL & ANALISIS
PENELITIAN SIMULASI

ANALISIS PENGARUH ELEMEN DESAIN


 koefisien korelasi sebesar 0,93
0.3
B1 C1
pada bulan panas dan 0,94 pada
B2
0.2
C2
A1 A2 bulan dingin.  Hubungan sangat
0.1
EP

C3
B3 Erat
0.0 A3
40 60 80 100 120 140 160 180 200 220
-0.1
L Atap

0.6
B1
0.5
C1
B2
0.4 A1
C2 A2
EP

0.3
0.2
C3 B3
0.1 A3
0.0
40 60 80 100 120 140 160 180 200 220
L Atap

ELEMEN ATAP
HASIL & ANALISIS
PENELITIAN SIMULASI

ANALISIS PENGARUH ELEMEN DESAIN


 Elemen dinding memiliki koefisien
0.3 korelasi 0,24 pada bulan terpanas
C1
0.2
B1
B2 dan 0,05 pada bulan terdingin 
Kh/m³

A1C2
0.1
A2 Tidak memiliki hubungan.
B3
0.0 A3 C3
5 8 10 13 15 18 20 23 25
L Dinding

0.6
B1
C1 B2
0.4 A1
C2 A2
EP

0.2 B3
A3 C3
0.0
5 10 15 20 25 30 35 40 45 50
L Dinding

ELEMEN DINDING
HASIL & ANALISIS
PENELITIAN SIMULASI

ANALISIS PENGARUH ELEMEN DESAIN


 koefisien korelasi 0,80 (bulan
0.3
C1
terpanas) dan 0,89 (bulan
B1
0.2
C2
A1
B2
terdingin)  Hubungan yang Erat
EP

A2
0.1
B3
C3
0.0 A3
0.002 0.003 0.004 0.005 0.006 0.007 0.008 0.009 0.010 0.011 0.012
L Bukaan : L Selubung

0.8

0.6 B1
A1 C1 B2
EP

0.4
A2 C2
0.2
C3 B3
A3
0.0
0.002 0.003 0.004 0.005 0.006 0.007 0.008 0.009 0.010 0.011 0.012
L Bukaan : L Selubung

ELEMEN BUKAAN
HASIL & ANALISIS
PENELITIAN SIMULASI

ANALISIS PENGARUH ELEMEN DESAIN

0.3
 koefisien korelasi 0,88 pada bulan
0.2
B1 C1
B2
terpanas dan 0,91 pada bulan
A1 C2
terdingin.  Hubungan yang erat
EP

A2
0.1
B3
0.0 A3
C3
20 25 30 35 40 45 50 55 60 65 70
L Lantai

0.6
B1
C1 B2
0.4 A1
A2 C2
EP

0.2 B3
A3
C3
0.0
20 25 30 35 40 45 50 55 60 65 70
L Lantai

ELEMEN LANTAI
KESIMPULAN

 Desain rumah tambi belum cukup efektif dalam merespon


iklim dataran tinggi tropis, karena belum mampu
memodifikasi iklim luar menjadi kondisi yang nyaman
didalam bangunan (karena keterbatasan elemen-elemen
Rumah Tambi dalam memodifikasi kondisi temperatur yang
cenderung rendah).
 Namun untuk mencapai kenyamanan termal, penghuni
melakukan adaptasi aktif melalui nilai insulasi pakaian
(panas 0,34 clo, dingin 0,76 clo).
 Desain Rumah Tambi sangat berpengaruh terhadap kondisi
termal didalam bangunan, utamanya kekompakan bentuk
(surface to volume rasio). Semakin besar nilai surface to
volume rasio, maka semakin besar pula energi panas yang
dibutuhkan untuk menciptakan kondisi nyaman dalam
bangunan.
KESIMPULAN

 Elemen yang paling kritis adalah elemen atap  yang


paling luas.
 Elemen lantai juga memiliki peranan yang cukup
penting dalam mendistribusikan panas kedalam
bangunan  sebagai penyimpan panas dari perapian.
 Elemen yang juga berpengaruh didalam menciptakan
kondisi termal yang nyaman adalah elemen bukaan
(untuk mengatasi kondisi overheating pada siang hari).
Namun pada malam hari bukaan dapat menyebabkan
kondisi underheating. Oleh karena itu bukaan yang
fleksibel adalah lebih baik dibandingkan dengan
bukaan permanen.
 Keberadaan perapian memiliki dampak yang cukup
signifikan dalam mereduksi ketidaknyamanan termal
akibat kondisi underheating pada malam hari.