Anda di halaman 1dari 5

Pare atau dalam bahasa latinnya “Momordica Charantia L” ini memang salah satu jenis

tanaman yang mempunyai rasa pahit. tapi ternyata dibalik rasanya yang pahit itu terdapat
banyak sekali manfaat untuk kesehatan. Tanaman pare berasal dari kawasan Asia Tropis
namun tidak diketahui sejak kapan tanaman ini masuk ke wilayah Indonesia. Pare biasanya di
tanam di lahan pekarangan atau sawah. Tanaman pare termasuk kategori tanaman herba
menjalar yang hanya berumur kira-kira satu tahun.

Manfaat Pare:
a. Dapat merangsang nafsu makan
b. Dapat menyembuhkan penyakit kuning.
c. Memperlancar pencernaan
d. Obat malaria
e. Dapat menurunkan kadar gula
f. Memperlambat virus HIV-Aids
g. Menjaga kecantikan kulit
h. Melawan sel kanker
i. Mencegah kanker payudara

Selain buah, daun pare juga bermanfaat sebagai:


a. dapat menyembuhkan mencret pada bayi
b. Membersihkan darah bagi wanita yang baru melahirkan
c. Dapat menurunkan panas
d. Dapat mengeluarkan cacing kremi
e. Menyembuhkan batuk

Walaupun pare memiliki khasiat yang luar biasa, sebaiknya jangan mengkonsumsi pare
secara berlebihan, terutama bagi wanita yang sedang hamil. Menurut penelitian pada sebuah
percobaan terhadap tikus hamil, pemberian buah pare yang berlebihan dapat mengakibatkan
keguguran.

Menurut penelitian lainnya, tanaman pare dapat menurunkan jumlah sperma. Dengan kata
lain pare dapat digunakan sebagai obat KB alami bagi pria karna mengandung antifertilitas.

(Sumber : http://kesehatan.kompasiana.com/makanan/2012/09/24/manfaat-pare-bagi-
kesehatan

Seperti yang kita ketahui bahwa pertumbuhannpenduduk di Indonesia pada saat ini tergolong cukup
tinggi, untuk itu pemerintah berusaha mengurangi tingkat kelahiran dengan program KB. Program ini
dilakukan dengan penggunaan metode dan alat kontrasepsi. Akan tetapi juga perlu diperhatikan
bahwa program ini selain menimbulakan efek samping seperti mkegemukan dan sterilitas yang
permanen, juga membutuhkan biaya yang cukup mahal. Walaupun telah disosialisasikan, peminat
dari program ini masih tergolong minim, hal ini dikarenakan mayoritas peminat program ini adalah
wanita, sedangkan para pria malas untuk melakukannya. Dengan fakta demikian perlu dilakukan
cara yang lebiha alami, murah, dan aman. Salah satunya dengan obat tradisional yang menggunakan
tanaman pare sebagai alat kontrasepsi.
Pare banyak dikenl oleh masyarakat dengan rasanya yang pahit. Tetapi di balik rasanya yang bpahit
itu pare menyimpan banyak manfaat sehingga tidak sedikit orang mengkonsumsinya. Pare selain
dimanfaatkan sebagai obat juga dikelola menjadi masakan yang lezat seperti makanan yang
terkenal, yaitu siomay tauapun batagor.
Pare memang bukan tanaman endemic di Indonesia. Tanamn ini diperkirakan berasal dari Asia tropis
terutama di Myanmar dan India. Akan tetapi tanaman ini juga dapat ditemukan hamper di seluruh
kawasan Asia, termsuk Indonesia sendiri. Pare yang merupakan jenis tanaman semak semusim yang
tumbuh menjalar dengan menggunakan sulur yang panjang, mempunyai bentuk buah yang lonjong
seperti lonceng dan berlekuk. Jika buahnya sudah matang maka akn berwarna jingga. Dalam ilmu
taksonomi, pare diklasifikasikan sebagai berikut: 1) Division: Spermathophyta; 2) Nak divisi:
Angiospermae; 3) Bangsa: Dycotiledonae; 4) Suku: Cucurbitaceae; 5) Marga:Momordica;
6)Spesies:Momordica Charantia
Di Indonesia, pare juga tumbuh subur, dan secara turun-temurun oleh, masyarakat dimanfaatkan
sebagai obat tradisional untuk menyembuhkan beberapa penyakit seperti hepatitis, demam, dan
campak. Pemanfaatan pare sebagai obat tradisional inti tidak lepas dari kandungan gizi dan senyawa
kimia untuk penyembuhan penyakit. Misalnya, senyawa mimordisin yang banyak digunakan
masyarakat untuk penyembuhan penyakit demam dan cacing kremi. Selain itu, untuk para ibu
menyusui pare mempunyai manfaat seperti memperlancar keluarnya ASI dan meningkatkan nafsu
makan.
Tidak dapat dipungkiri, buah yang kita kenal dengan rasa pahit ini ternyata menyimpan banyak
manfaat di dlamnya baik kandungan di dalam buah, daun, maupun akarnya. Melihat potensi yang
besar akan akan manfaat pare banyak mpeneliti baik dalam maupun luar negeri yang tertarik untuk
menggali lebuh dalam manfaat lain dari tanaman pare. Dan salah satunya adalah penwmuan
manfaat dari ekstrak buah pare yang dapat digunakan sebagai alat kontrasepsi.
Penemuan pemanfaatan pare sebagai alat kontrasepsi alami banyak dilakukan oleh peneliti-peneliti,
salah satunya oleh jurusan Farmasi UGM yang menggunakan hewan coba tikus. Ekstrak buah pare
diberikan kepada tikus ini ternyata dapat menurunkan motilitas, daya tahan hidup dan konsentrasi
sperma. Setelah diteliti ternyata di dalam ekstrak buah pare terkandung senyawa glukosida
triterpen, dimana glikosida triterpen dapat menyebabkan abnormalitas kelenjar asesoris organ
reproduksi tikus jantan, menghambat spermatogenesis.
Pada penelitian lain juga menybutkan, dengan pemberian ekstrak pare secara oral kepada wanita
hamil dinilai cukup aman meskipun pada pemberian ekstrak kepada tikus yang hamil akan
mengalami aborsi. Pemberian ekstrak tanaman pare ini juga dapat mempengaruhi produk
testosterone, yaitu dapat menurunkan produksi testosterone. Perlu diketahui juga bahwa pada pare
terkandung senyawa saponin yang tepatnya zat diosgenin yang dapat mempengaruhi produksi
hormone esterogen dan prgesteron.
Dengan banyak dilakukannya penelitian tentang kandungan yang terdapat di dalam pare kita dapat
mengetahui manfaat serta kegunaannya bagi kita, salah satunya tentang manfaatnya sebagai alat
kontrsepsi alami seperti yang telah dijabarkan di atas. Kita juga dapat mengetahui bahwa
penggunaan pare sebagai alat kontrasepsi dinilai cukup aman dan tidak meninmbulkan efek samping
dibandingkan dengan alat kontrasepsi lain. Setelah kita mengetahui hal tersebut diharapkan kita
mau menggunakan sebagai alat kontrasepsi yang aman.

Menu Jajan favorit wahw33d sore-sore sambil nonton bola di lapangan adalah Siomay Pare. hehehe.
meski pahit tapi sayur itu menyimpan sejuta manfaat tersembunyi. simak artikel tentang Manfaat
sayur pare yang pahit. Tanaman yang mempunyai nama latin Momordica Charantia L ini memang
salah satu jenis tanaman yang mempunyai rasanya pahit. Tapi ternyata di balik rasanya yang pahit
itu tersimpan banyak sekali manfaat untuk kesehatan.
Tanaman Pare ini berasal dari kawasan Asia Tropis namun tidak dapat diketahui sejak kapan
tanaman ini masuk ke wilayah Indonesia. Pare biasanya ditanam di lahan pekarangan atau di sawah
bekas padi sebagai penyelang pada musim kemarau. Tanaman pare termasuk dalam kategori
tanaman herba menjalar yang hanya berumur satu tahun.
MANFAAT TANAMAN PARE
a. Dapat merangsang nafsu makan
b. Dapat menyembuhkan penyakit kuning
c. Memperlancar pencernaan
d. Obat malaria
e. Dapat menurunkan kadar gula
f. Memperlambat virus HIV-Aids
g. Dengan kandungan vitamin C 120ml/100 gram. Pare dapat berfungsi juga menjaga kecantikan
kulit.
h. Melawan sel kanker
i. Mencegah kanker payudara
Selain buah pare, daun pare juga mempunyai manfaat yang tidak kalah dengan buahnya:
a. Dapat menyembuhkan mencret pada bayi
b. Membersihkan darah bagi wanita yang baru melahirkan
c. Dapat menurunkan panas
d. Dapat mengeluarkan cacing kremi
e. Dapat menyembuhkan batuk
Walaupun pare memiliki khasiat yang luar biasa, sebaiknya jangan mengkonsumsi pare secara
berlebihan, terutama bagi wanita hamil. Menurut penelitian pada sebuah percobaan terhadap tikus
hamil, pemberian jus pare dapat menimbulkan keguguran. Sebaiknya konsultasikan hal tersebut
kepada dokter Anda.
Menurut penelitian lainnya, tanaman pare dapat membuat turunnya jumlah sperma. Dengan kata
lain pare dapat dikatakan menjadi obat KB alami bagi pria karena mengandung zat antifertilitas.

http://gugling.com/2012/03/13/dahsyatnya-manfaat-sayur-pare-di-balik-rasa-pahit/

Sumber http://wahw33d.blogspot.com/2012/04/manfaat-tersembunyi-dibalik-
pahitnya.html#ixzz2B2idvTDp

anfaat Tersembunyi Dari Buah Pare


07 Oktober, 2009

Oleh:
Joshua Andika G. CQ Christi Sri Rejeki

(0) Komentar
Topik:

 Pare
 Manfaat
 Kesehatan
 Buah

Tanaman Pare terkenal karena buahnya yang pahit. Pare (Momordica charabtia) berasal dari
kawasan Asia tropis. Pare, paria , pepareh, atau parea, sudah tersebar di pelosok daerah. Pare
tergolong tanaman semusim yang dapat dibudidayakan di berbagai daerah di wilayah Nusantara dan
biasa ditanam di lahan pekarangan/tegalan/sawah bekas padi sebagai tanaman sela pada musim
kemarau.

Berdasarkan hasil penelitian, dalam 100 gram buah Pare mengandung: kalori (29,00 kal); lemak (0,3
gram); protein (1,1 gram); karbohidrat (6,6 gram); kalsium (45 miligram); fosfor (64 miligram); zat
besi (1,4 miligram); vitamin A (180,00 SI); vitamin B (0,68 miligram); vitamin C (52,0 miligram); air
(91,20 gram).

Selain itu buah Pare mengandung fitokimia, lutein, likopen, kalium, karotin, albiminoid dan zat
warna. Daunnya mengandung momordisina, momordina, karantina, resin dan minyak lemak. Pada
bagian akar mengandung asam momordial dan asam oleo nolat sedangkan bijinya mengandung
saponin, alkaloid, triterprenoid dan asam momordial.

Begitu banyak zat-zat yang terkandung dalam Pare tetapi hanya sedikit yang diketahui mengenai
manfaat Pare. Pare dapat merangsang nafsu makan, mengatasi sembelit, dan memperlancar
pencernaan karena adanya serat, vitamin C, karotin, dan kalium.

Kandungan senyawa fitokimia, lutein dan likopen pada Pare berkhasiat sebagai anti kanker, dan anti
virus, manfaat ini tidak hanya bagi orang yang sudah terkena kanker tetapi bagi yang sehat pun
dengan mengkonsumsi pare dapat mencegah kanker. Dibanding brokoli, pare mengandung kadar
beta karoten dua kali lipat lebih banyak. Beta karoten sangat baik untuk membasmi sel kanker, juga
menghambat serangan jantung. Kalium yang terdapat pada pare untuk mengatasi konsumsi Natrium
berlebih sehingga berkhasiat untuk mengatasi tekanan darah tinggi.

Kadar Kalsium pada Pare tergolong sangat tinggi sehingga mampu menaikkan produksi sel-sel beta
dalam pankreas untuk menghasilkan insulin. Bila insulin dalam tubuh mencukupi maka kemungkinan
kadar glukosa yang tinggi dapat dicegah sehingga kadar gula darah menjadi normal/terkontrol.
Dengan demikian Pare sangat baik dikonsumsi oleh penderita diabetes. Vitamin C yang terkandung
dalam Pare dapat mencegah munculnya noda hitam dan kerutan pada wajah sehingga dapat
menjaga kecantikan kulit.

Meskipun Pare bermanfaat untuk menjaga kesehatan dan bergizi tinggi sebaiknya jangan diberikan
pada anak dan wanita hamil karena anak masih rentan dikhawatirkan kadar gula anak akan turun.
Sedangkan wanita hamil tidak dianjurkan karena mengandung senyawa yang dapat menggugurkan
kandungan.

Pare dapat dikonsumsi berupa menu masakan sehari-hari. Berikut salah satu resep masakan yang
menggunakan Pare :

Tumis Pare Dengan Udang.

Bahan-bahan: 2 buah pare; kembang kol 75 gram; udang 150 gram; bawang bombay 1 biji; bawang
putih 4 siung; cabe rawit 2 biji; merica dan garam secukupnya; air 1 gelas.
Cara membuatnya:
1. potong tipis pare lalu remas dengan garam dan diamkan kurang lebih 1 jam sampai layu (untuk
mengurangi rasa pahit)
2. tumis bawang bombay sampai harum masukkan bawang putih dan udang
3. masukkan pare aduk lalu masukkan cabe yang sudah dipotong, kemudian merica, dan garam
4. masukkan air, terakhir kembang kol dan masak sampai air habis.