Anda di halaman 1dari 4

FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN DAN ILMU KESEHATAN UPH

RUBRIK ANALISA SINTESA TINDAKAN KEPERAWATAN

Observasi pemberian fentanyl 100mcg/15mL

Nama Mahasiswa : Hilda Gardis Muti (00000016927)


Nama Pasien : Tn. R. M (50 thn)
No. Mr : 00-78-19-66
Tanggal Masuk : 22 Otober 2017
Tanggal tindakan : 24 Oktober 2017
Diagnosa Medis : ICH, SAN, DM
No Kriteria Bobot
1 Diagnosa Keperawatan (PE):
Nyeri kronik berhubungan denngan
2 Data Subjekif:
- Pasien mengeluh sulit tidur
- Pasien mengeluh sakit kepala
- Pasien mengatakan ingin pulang bersama istri
- Pasien mengatakan seperti ada yang menekan kepalanya
- Pasien mengatakan pernah terjatuh dari tangga dengan ketinggian 2-3 m
- Pasien mengatakan kepala akan terasa sangat sakit jika tidur terlentang
- Pasien mengatakan memiliki riwayat hipertensi
3 Data Objektif:
- Pasien tampak gelisah
- Pasien tampak meringis dan sering memegang kepala
- Pasien tampak sulit untuk tidur
- Pasien sering melepas O2
- Saat di kaji, pasien tampak tidak ingin menjawab
- Skala nyeri pasien 7-8
- Posisi supine membuat nyeri pasien bertambah, sedangkan posisi
semifowler seedikit mengurangi
- Ekspresi pasien tampak tidak nyaman dengan nyeri kepala
- Pasien terpasang nasal canule 3 lpm
TTV : TD : 163/100 mmHg
RR : 19 x/m
HR : 114 x/m
T : 36,80C
4 Langkah-langkah Tindakan Keperawatan yang dilakukan:
- mencuci tangan
- mengecek prinsip 6 benar obat : benar pasien, benar obat, benar dosis,
benar waktu, benar rute pemberian obat, benar dokumentasi
- melakukan double check dengan perawat lain
- mengecek IMR pasien
- menyiapkan Fentanyl 100mcg/15mL dalam syringe 20cc
- menyalakan syringe pump, menset waktu 1 jam
- mengobervasi setiap 1 jam
5 Dasar Pemikiran:
Intra cerebral hematom adalah pendarahan dalam jaringan otak itu sendiri. Hal
ini dapat timbul pada cidera kepala tertutup yang berat atau cidera kepala
terbuka. Intraserebral hematom dapat timbul pada penderita stroke hemorgik
akibat melebarnya pembuluh nadi. (Corwin, 2009). Intraselebral hematom
dapat disebabkan oleh karena ruptur arteria serebri yang dapat dipermudah
dengan adanya hipertensi. Hipertensi berasal dari dua kata yaitu hiper yang
berarti tinggi dan tensi yang artinya tekanan darah. Menurut American Society
of Hypertension (ASH), pengertian hipertensi adalah suatu sindrom atau
kumpulan gejala kardiovaskuler yang progresif, sebagai akibat dari kondisi lain
yang kompleks dan saling berhubungan (Sani, 2008). Pada pasien yang
mengalami hipertensi, akan mengakibatkan tekanan di intrakarnial menjadi
meningkat. Pada kasus Tn.R.M, pasien memiliki riwayat jatuh dari tangga
dengan ketinggian 2-3 meter dan memiliki riwayat hipertensi, hal ini dapat
menjadi etiologi dari Intra Cerebral Hematom menurut Suyono (2011). Saat
terjadi perdarahan intracarnial, darah akan masuk kedal jaringan otak, yang
kemudian akan membentuk massa atau hematoma. Karena adanya hematoma
ini, akan menekan jaringan di otak. Hal ini mengakibatkan peningktan tekanan
intrakarnial yang membuat aliran darah dan oksigen ke otak terganggu.
Pembuluh darah akan berdilatasi, kemudian sel melepaskan mediator nyeri
(prostaglandin, sitokinin), yang dihantalkan oleh impuls ke pusat nyeri di otak
(thalamus). Sebagai bagian akhir, nyeri akan di persepsikan oleh otak dibagian
somasensori korteks otak.
6 Prinsip Tindakan:
Prinsip tindakan bersih
7 Analisa Tindakan Keperawatan:
Fentanyl 100mcg/15ml di berikan pada Tn.R.M untuk membantu meringankan
rasa nyeri. Fentanyl termasuk dalam golongan obat yang dikenal sebagai
analgesik opioid (narkotika). Ia bekerja di otak untuk mengubah bagaimana
tubuh merasakan dan merespons rasa nyeri. (MIMS,2015)
Saat dilapangan
8 Bahaya yang dapat terjadi? (Komponen Bahaya dan Pencegahan)
Efek samping obat : depresi napas, kekakuan otot,hipotensi, bradikardia,
laringospame,mual dan muntah, menggigil, tidak bisa istirahat, halusinasi pasca
operasi, pusing, apnea, reaksi alergi
Pencegahan :
Hal yang harus diperhatikan perawat adalah
Pasien berusia lanjut dan lemah.
Difungsi hati & ginjal.
Penyakit paru.
Menurunnya cadangan pernapasan.
Anak berusia kurang dari 2 tahun.
Hipotiroidisme.
Pembesaran prostat.
Syok.
Sumbatan usus besar.
9 Hasil yang didapat:
S : Pasien tidak ingin bicara
O : pasien masih tampak gelisah.
Pasien sering terbangun
A : masalah belum teratasi
P : pasien direncanakan mendapat terapi fentanyl dengan dosis 25 mL
10 Evaluasi Diri:
saya telah melihat bagaimana pemberian Fentanyl via syringe pump,
namun saya berharap agar selanjutnya saya mampu melakukan
pemberian obat via syringe pump. Beberapa hal yang juga haru saya
perbaiki adalah

11 Daftar Pustaka (APA style):

SKOR