Anda di halaman 1dari 49

STATISTIKA NON PARAMETRIK – SS18045

ANALISIS DATA JUMLAH ANGKA MENGULANG PADA


MURID SEKOLAH DASAR DIKABUPATEN MALANG
TAHUN 2016 MENGGUNAKAN UJI TANDA DAN UJI
WILCOXON

Disusun Oleh
Fela Feliyanti 10611700000015
Aan Nasrullah 10611700000026

Asisten Dosen
Siti Afifah

Dosen
Dra. Destri Susilaningrum, MS
Mukti Ratna Dewi S,Si, M,Sc

PROGRAM STUDI DIPLOMA III


DEPARTEMEN STATISTIKA BISNIS
Fakultas Vokasi
Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Surabaya 2019

PROGRAM STUDI DIPLOMA III


ANALISIS DATA JUMLAH ANGKA MENGULANG
PADA MURID SEKOLAH DASAR DIKABUPATEN
MALANG TAHUN 2016 MENGGUNAKAN UJI
TANDA DAN UJI WILCOXON
Nama Mahasiswa : 1. Fela Feliyanti 10611600000015
2.Aan Nasrullah 10611600000044
Program Studi : Diploma III
Departemen : Statistika Bisnis Fakultas Vokasi ITS
Dosen : Dra. Destri Susilaningrum, MS
Mukti Ratna Dewi S,Si, M,Sc

Abstrak

Pendidikan merupakan hal yang harus dilakukan seseorang


untuk meningkatkan kualitas pola pikir seseorang. Setiap daerah
memiliki ciri khas dan karakter penduduknya salah satunya dilihat dari
aspek pendidikan. Beberapa aspek untuk mengukur keberhasilan
pendidikan yaitu dilihat dari jumlah kelulusan, murid yang terdaftar
pada sekolah, jumlah murid yang mengulang kelas dang angka putus
sekolah. Untuk mengetahui kualitas pendidikan pengambilan sampel
suatu penduduk diperlukan secara acak agar dapat terwakilkan setiap
daerah berdasarkan salah satu aspek yaitu mengulang tingkatan kelas
pada sekolah. Dalam penelitian ini akan dilakukan uji tanda dan uji
Wilcoxon untuk uji satu sampel. Dalam Penelitian ini dilakukan uji
keacakan pada data jumlah murid sekolah dasar yang mengulang
dengan tujuan untuk mengetahui data pengamatan sudah diambil
secara acak atau tidak. Kemudian menguji tanda dan Wilcoxon untuk
mengetahui nilai dugaan mediannya baik secara software sehingga
dapat diketahui data nilai dugaan mediannya. Kesimpulan dari uji
tanda dan uji Wilocoxon ini yaitu didapat jika variabel pada data
jumlah murid yang mengulang di kabupaten Malang tahun 2016 berada
pada dugaan yang sama.
Kata Kunci: Pendidikan,Uji Acak, Uji Tanda, Uji Wilcoxon.

i
DAFTAR ISI

Halaman
HALAMAN JUDUL.................................................................... i
ABSTRAK....................................................................................v
DAFTAR ISI............................................................................. vii
DAFTAR TABEL...................................................................... xi
DAFTAR GAMBAR ............................................................... xiii
DAFTAR LAMPIRAN .............................................................xv
BAB I PENDAHULUAN ............................................................1
1.1 Latar Belakang ............................................................1
1.2 Rumusan Masalah .......................................................1
1.3 Tujuan..........................................................................2
1.4 Manfaat........................................................................2
1.5 Batasan Masalah..........................................................2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA.................................................3
2.1 Statistika Deskriptif.....................................................3
2.1.1 Rata-rata .............................................................3
2.1.2 Median................................................................4
2.1.3 Nilai Maksimum dan Minimum .........................4
2.1.4 Varians ...............................................................4
2.2 Pengujian Keacakan ....................................................4
2.3 Pengujian Tanda..........................................................5
2.4 Pengujian Wilcoxon.....................................................7
2.5 Indikator Pendidikan ...................................................8
BAB III METODOLOGI PENELITIAN..................................9
3.1 Sumber Data................................................................9
3.2 Variabel Penelitian ......................................................9
3.3 Langkah Analisis.........................................................9
3.4 Diagram Alir .............................................................10
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN ............................11
4.1 Karakteristik Data Angka mengulang Murid
Sekolah Dasar di Kabupaten Malang ........................11
4.2 Uji Keacakan Data Angka mengulang Murid
Sekolah Dasar di Kabupaten Malang dengan
Menggunakan Software.............................................11

ii
4.3 Uji Tanda Data Angka mengulang Murid Sekolah
Dasar di Kabupaten ..................................................12
4.3.1 Uji Tanda Data Angka mengulang Murid
Sekolah Dasar di Kabupaten Malang dengan
Software ..........................................................12
4.3.2 Uji Tanda Data Angka mengulang Murid
Sekolah Dasar di Kabupaten Malang secara
Manual ............................................................13
4.4 Uji Wilcoxon Data Angka mengulang Murid
Sekolah Dasar di Kabupaten Malang ........................14
4.4.1 Uji Wilcoxon Data Angka mengulang Murid
Sekolah Dasar di Kabupaten Malang dengan
Software ..........................................................14
4.4.2 Uji Wilcoxon Data Angka mengulang Murid
Sekolah Dasar di Kabupaten Malang secara
Manual ............................................................15
BAB V PENUTUP .....................................................................17
5.1 Kesimpulan................................................................17
5.2 Saran..........................................................................17
DAFTAR PUSTAKA ................................................................19
LAMPIRAN...............................................................................21

iii
DAFTAR TABEL

Halaman
Tabel 3.1 Variabel Penelitian ......................................................9
Tabel 3.2 Struktur Data ...............................................................9
Tabel 4.1 Karakteristik Data Angka mengulang Murid
Sekolah Dasar............................................................11
Tabel 4.2 Uji Keacakan Angka mengulang Murid Sekolah
Dasar..........................................................................12
Tabel 4.3 Uji Tanda Angka mengulang Murid Sekolah Dasar
dengan Software ........................................................12
Tabel 4.4 Uji Tanda Angka mengulang Murid Sekolah Dasar
secara Manual............................................................13
Tabel 4.5 Uji Wilcoxon Angka mengulang Murid Sekolah
Dasar dengan Software..............................................14
Tabel 4.6 Uji Wilcoxon Angka mengulang Murid Sekolah
Dasar secara Manual .................................................15

iv
DAFTAR GAMBAR

Halaman
Gambar 3.1 Diagram Alir ........................................................10
Gambar 4.1 Boxplot..................................................................11

v
DAFTAR LAMPIRAN

Halaman
Lampiran 1. Data Angka mengulang Murid Sekolah Dasar di
Kabupaten Malang ...............................................21
Lampiran 2. Uji Keacakan Data Angka mengulang Murid
Sekolah Dasar di Kabupaten Malang dengan
Software................................................................23
Lampiran 3. Uji Tanda Data Angka mengulang Murid
Sekolah Dasar di Kabupaten Malang dengan
Software................................................................24
Lampiran 4. Uji Wilcoxon Data Angka mengulang Murid
Sekolah Dasar di Kabupaten Malang dengan
Software................................................................25
Lampiran 5. Bukti Data Angka mengulang Murid Sekolah
Dasar di Kabupaten Malang secara Manual.........26

vi
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pendidikan adalah salah satu aspek untuk meningkatkan
kualitas hidup manusia. Pendidikan sangat diperlukan oleh
seluruh orang pada jaman sekarang. Tak hanya di sekolah
pendidikan juga dapat ditempuh di lainnya dimana seseorang
mendapatkan ilmu pengetahuan. Di Indonesia pendidikan terbagi
atas beberapa jenjang. Jenjang dalam pendidikan diIndonesia
yaitu taman kanak kanak, sekolah dasar, sekolah menengah
pertama dan akhir. Angka mengulang mengulang merupakan
salah satu aspek pendidikan yang terjadi ketika seseorang
menjalani lagi jenjang seperti tingkatan sebelummnya. Dengan
menghitung angka mengulang dapat juga menentukan kualitas
tiap daerah diIndonesia. Dengan menganalisi angka mengulang
didapatkan sampel pada suatu daerah atau populasi. Kemudian
dalam penelitian ini akan menganalisis mengenai Angka
mengulang Murid Sekolah Dasar di Malang menggunakan uji
tanda dan uji wilcoxon untuk uji satu sampel atau variabel.
Uji tanda adalah uji yang digunakan menguji rata – rata
secara non parametrik. Sedangkan uji wilcoxon adalah alternatif
untuk uji tanda data berpasangan (t-paired) dimana pada uji
wilcoxon data harus dilakukan pengurutan (ranking) kemudian
baru diproses. Suatu data yang diakan dianalisis dengan uji tanda
dan uji wilcoxon harus dipastikan bahwa data tersebut telah
diambil secara acak. Oleh karena itu dilakukan analisis pengujian
acak terlebih dahulu sebelum pengujian tanda dan pengujian
wilcoxon. (Daniel, 2000).
Penelitian ini dilakukan uji keacakan Angka mengulang
Murid Sekolah Dasar Malang dengan tujuan untuk mengetahui
data pengamatan sudah diambil secara acak atau tidak. Kemudian
menguji tanda dan Wilcoxon untuk mengetahui nilai dugaan
medianya baik secara software. Pengujian tanda dan pengujian
wilcoxon seacara software mengetahui data nilai dugaan
mediannya pada variabel.

1
2

1.2 Rumusan Masalah


Rumusan masalah yang diperoleh dari latar belakang
penelitian ini adalah sebagai berikut.
1. Bagaimana karakteristik data jumlah angka mengulang
pada murid sekolah dasar di kabupaten Malang tahun
2016?
2. Bagaimana hasil uji keacakan pada data jumlah angka
mengulang pada murid sekolah dasar di kabupaten Malang
tahun 2016 berdasarkan mean dan median?
3. Bagaimana uji tanda pada angka mengulang pada murid
sekolah dasar di kabupaten Malang tahun 2016 dengan uji
tanda secara software dan perhitungan manual ?
4. Bagaimana uji wilcoxon angka mengulang pada murid
sekolah dasar di kabupaten Malang tahun 2016 dengan uji
wilcoxon secara software dan perhitungan manual ?
1.3 Tujuan
Tujuan yang dicapai pada penelitian ini adalah sebagai
berikut.
1. Mendeskripsikan karakteristik data jumlah angka
mengulang pada murid sekolah dasar di kabupaten Malang
tahun 2016
2. Mengetahui hasil uji keacakan pada data jumlah angka
mengulang pada murid sekolah dasar di kabupaten Malang
tahun 2016
3. Mengetahui hasil uji tanda pada jumlah angka mengulang
pada murid sekolah dasar di kabupaten Malang tahun 2016
4. Mengetahui hasil wilcoxon tanda pada data jumlah angka
mengulang pada murid sekolah dasar di kabupaten Malang
tahun 2016
1.4 Manfaat
Manfaat yang diperoleh dari kegiatan penelitian ini yaitu
mampu memahami konsep dasar statistika deskriptif, uji tanda
dan uji wilcoxon serta dapat mengolah dan menganalisis suatu
data menggunakan manual maupun software dan mengetahui
karakteristik dan nilai dugaan median dari data jumlah angka
3

mengulang pada murid sekolah dasar di kabupaten Malang tahun


2016.
1.5 Batasan Masalah
Batasan masalah yang digunakan dalam penelitian ini
adalah jumlah angka mengulang pada murid sekolah dasar di
kabupaten Malang tahun 2016 dengan mengambil 1 variabel dari
4 variabel yang ada.
4

(Halaman ini sengaja dikosongkan)


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Statistika Deskriptif


Statistika deskriptif adalah metode-metode yang berkaitan
dengan pengumpulan dan penyajian suatu gugus data sehingga
memberikan informasi yang berguna. Statistika deskriptif
terdapat dua ukuran yaitu ukuran pemusatan data dan ukuran
penyebaran data. Ukuran pemusatan data terdiri dari mean,
median sedangkan ukuran penyebaran data terdiri dari varians,
nilai minimun dan maksimum (Walpole, 2012).
2.1.1 Rata-rata
Rata-rata atau nilai tengah adalah nilai yang mewakili
himpunan atau sekelompok data. Nilai rata-rata umumnya
cenderung terletak di tengah suatu kelompok data yang disusun
menurut besar kecilnya nilai. Dengan kata lain, ia mempunyai
kecenderungan memusat, sehingga sering disebut ukuran
kecenderungan memusat (Walpole, 2012). Rumus untuk mencari
rata-rata dapat dilihat pada persamaan 2.1.
n

x
i 1
i
x (2.1)
n
Keterangan :
x = rata-rata
xi = data ke-i
n = banyak data
2.1.2 Median
Median adalah segugus data yang telah diurutkan dari yang
terkecil sampai yang terbesar atau yang terbesar sampai yang
terkecil adalah pengamatan yang tepat di tengah-tengah bila
banyaknya pengamatan itu ganjil atau rata-rata kedua pengamatan
yang di tengah bila banyaknya pengamatan genap (Walpole,
2012). Rumus median untuk jumlah data (n) ganjil dapat dilihat
pada persamaan 2.2.

5
6

Me  x n 1 (2.2)
2
Rumus median untuk jumlah data (n) genap dapat dilihat
pada persamaan 2.3.
x x
n n
1
2 2
Me  (2.3)
2
Keterangan :
Me = median
n = banyak data
x = nilai data
2.1.3 Nilai Maksimum dan Minimum
Nilai Maksimum adalah nilai datum terbesar dalam suatu
data.Sedangkan nilai minimum adalah nilai datum dengan nilai
terkecil dalam suatu kumpulan data (Walpole, 2012).
2.1.4 Varians
Varians adalah rata-rata hitung deviasi kuadrat setiap
pengamatan terhadap rata-rata hitungnya. Varians adalah suatu
besaran yang mengukur besarnya ragam data. Semakin besar
ragam data, semakin besar juga nilai varians, begitupun
sebaliknya (Wapole, 2012). Rumus varians dapat dilihat pada
persamaan 2.4. n

 (xi  x )2 (2.4)
s 2  i 1
Keterangan : n 1
s2 = Varians atau ragam
x = rata-rata
xi = data ke-i
n = banyaknya data
7

2.2 Boxplot
Boxplot adalah gambaran secara grafis, berdasarkan kuartil
yang membantu untuk menggambarkan sekumpulan data. Cara
membuat boxplot hanya membutuhkan lima statistik yaitu nilai
minimal, Q1( Kuartil pertama), median, Q3 (Kuartil ketiga dan
nilai maksimal. (Lind dan Wathen, 2007)

Gambar 2.1 Contoh Boxplot


2.3 Uji Keacakan (Run Test)
Uji keacakan atau run test adalah uji yang berfungsi untuk
mengetahui apakah data telah diambil secara acak. Salah satu
contoh yang penting tentang itu adalah ketika kita akan
melakukan suatu analisis secara statistika terhadap sejumlah data
sampel yang tersedia. Apabila keacakan suatu sampel meragukan,
kita tentu ingin mempunyai suatu cara untuk melangkah ke
tahapan analisis. (Daniel, 2002).
Hipotesis :
H0 : Sampel yang diambil dari suatu populasi adalah acak.
H1 : Sampel yang diambil dari suatu populasi tidak acak
Statistik uji : r yaitu total banyaknya rangkaian.
Daerah penolakan :
Tolak H0 jika r  rbawah ( n1 ,n2 ) atau r  ratas ( n1 ,n2 )
8

Bila n1 maupun n2 > 20 maka gunakan perumusan.


r  (2n1 n 2 ) /( n1  n 2   1
z
2n1 n 2 (2n1 n 2  n1  n 2 ) (2.5)
(n1  n 2 ) 2 (n1  n 2  1)
Keterangan
r = nilain run
n = ukuran sampel total
n1 = banyaknya pengamatan kelompok pertama
n2 = banyaknya pengamatan kelompok kedua
Nilai z ini kemudian dibandingkan dengan nilai ztabel. dari
distribusi normal baku (Daniel, 2002).
2.4 Uji Tanda
Uji tanda merupakan uji mengubah menjadi serangkaian
tanda plus dan minus. Dengan demikian, statistika uji yang
digunakan adalah jumlah tanda plus atau jumlah tanda minus
(Daniel, 2002).
Hipotesis :
a. Dua-sisi
H0 : M  M 0 (Data yang digunakan sama dengan median
atau M0)
H1 : M  M 0 (Data yang digunakan tidak sama dengan
median atau M0)
b. Satu-sisi (kanan)
H0 : M  M 0 (Data yang digunakan kurang dari sama
dengan median atau M0)
H1 : M  M 0 (Data yang digunakan lebih besar median
atau M0)
c. Satu-sisi (kiri)
H0 : M  M 0 (Data yang digunakan lebih besar sama
dengan median atau M0)
H1 : M  M 0 (Data yang digunakan kurang dari median
atau M0)
9

Statistik uji :
Sampel kecil n kurang dari 12, untuk hipotesis dua sisi
adalah jumlah tanda positif atau jumlah tanda negatif, mana pun
yang lebih kecil. Untuk hipotesis sisi kanan adalah jumlah tanda
negatif , dan untuk hipotesis sisi kiri adalah jumlah tanda positif.
Aprokmasi bila sampel besar n lebih besar dari 12, untuk
taraf nyata yang telah dipilih, menggunakan k+0,5 jika k kurang
dari n/2 dan k-0,5 jika k lebih besar n/2. Maka dapat
menggunakan Rumus uji tanda adalah sebagai berikut.
(k  0,5)  0,5n
z (2.6)
0,5 n
Keterangan
z = Aproksimasi sampel besar
k = Statistis uji sampel kurang dari 12
n = Banyaknya data
Daerah penolakan :
Jika sampel lebih kecil 12 adalah sebagai berikut.
a. Dua-sisi : Tolak H0 jika PK  k n, 0.05   2
b. Satu-sisi (kanan) : Tolak H0 jika PK  k n, 0.05  
c. Satu-sisi (kiri) : Tolak H0 jika PK  k n, 0.05  
Apabila sampel lebih besar 20 menggunakan Aproksimasi
maka daerah penolakannya adalah sebagai berikut.
a. Dua-sisi : Tolak H0 jika PZ  z    2
b. Satu-sisi (kanan) : Tolak H0 jika PZ  z   
c. Satu-sisi (kiri) : Tolak H0 jika PZ  z   

2.5 Uji Wilcoxon


Uji peringkat–bertanda wilcoxon menggunakan informasi
yang lebih baik ketimbang uji tanda, maka sering kali kuasa uji
ini pun lebih tinggi. Apabila populasi yang diambil sampelnya
memenuhi asumsi-asumsi ini, kesimpulan-kesimpulan mengenai
median populasi tersebut berlaku pula untuk nilai rata-ratanya
(rata-rata populasi) (Daniel, 2002).
10

Hipotesis :
a. Dua-sisi
H0 : M  M 0 (Data yang digunakan sama dengan median
atau M0)
H1 : M  M 0 (Data yang digunakan tidak sama dengan
median atau M0)
b. Satu-sisi (kiri)
H0 : M  M 0 (Data yang digunakan lebih besar sama
dengan median atau M0)
H1 : M  M 0 (Data yang digunakan kurang dari median
atau M0)
c. Satu-sisi (kanan)
H0 : M  M 0 (Data yang digunakan kurang dari sama
dengan median atau M0)
H1 : M  M 0 (Data yang digunakan lebih besar median
atau M0)
Statistik uji :
Sampel kecil n kurang dari 25, untuk hipotesis A adalah
nilai T+ atau T-, mana saja yang lebih kecil maka statistik uji
untuk hipotesisi A adalah T yang (lebih) kecil. Untuk hipotesis B
adalah nilai T+ yang cukup kecil , dan untuk hipotesis C adalah T-
yang cukup kecil.
Aprokmasi bila sampel besar n lebih besar dari 25. Maka
dapat menggunakan Rumus uji tanda ditujukan pada persamaan
2.7 adalah sebagai berikut.
T  [n(n  1) / 4]
T*  (2.7)
n(n  1)(2n  1) / 24

Daerah penolakan :
Jika sampel lebih kecil 25 adalah sebagai berikut.
a. Dua-sisi : Tolak H0 jika T  d n;
b. Satu-sisi (kiri) : Tolak H0 jika T  d n; 2
11

c. Satu-sisi (kanan) : Tolak H0 jika T  d n; 2

Apabila sampel lebih besar 25 maka nilai d adalah sebagai


berikut.
1 1 
d n  25 , d   nn  1  1  z nn  12n  1 / 6  (2.8)
2 2 
2.6 Indikator Pendidikan
Berikut merupakan indicator pendidikan
1. Angka partisipasi murni (APM)
Perbandingan antara jumlah usia sekolah pada jenjang
pendidikan tertentu dengan penduduk kelompok usia
sekolah yang sesuai.
2. Angka partisipasi kasar (APK)
Perbandingan antara jumlah siswa dengan penduduk usia
sekolah yang sesuai.
3. Angka melanjutkan (angka Transisi)
Perbandingan antara jumlah siswa baru tingkat I pada
jenjangpendidikan dengan julah lulusan pada jenjang yang
lebih rendah.
4. Angka Putus Sekolah
Perbandingan antara jumlah putus sekolah pada tingkat dan
jenjang tertentu dengan jumlah siswa pada jenjang yang
sesuai dengan ajaran sebelumnya.
5. Angka mengulang (AU)
Perbandingan jumlah siswa yang mengulang pada tingkat
dan jenjang pendidikan yang sesuai dengan ajaran
sebelumnnya dan dinyatakan dengan persentase.
6. Angka Lulusan (AL)
Perbandingan antara jumlah lulusan pada jenjang tertentu
dengan siswa tingkat tertinggi dari jenjang pendidikan yang
sesuai.
12

(Halaman ini sengaja dikosongkan)


BAB III
METODE PENELITIAN

3.1 Sumber Data


Sumber Data yang digunakan dalam penelitian ini berasal
dari data sekunder. Data sekunder diperoleh dari www.BPS.ac.id
kabupaten Malang yang diambil pada Sabtu, 2 Maret 2019 di
Departemen Statistika Bisnis, ITS.
3.2 Variabel Penelitian
Variabel yang diambil dalam penelitian ini adalah Jumlah
angka mengulang pada murid sekolah dasar di Kabupaten Malang
tahun 2016 dengan skala rasio.
3.3 Langkah Analisis
Langkah analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini
adalah sebagai berikut.
1. Mengumpulkan data Jumlah murid mengulang pada
sekolah dasar di Malang tahun 2016
2. Mendeskripsikan data Jumlah murid mengulang pada
sekolah dasar di Malang tahun 2016menggunakan statistika
deskriptif.
3. Menganalisis uji keacakan pada Jumlah murid mengulang
pada sekolah dasar di Malang tahun 2016 pengujian
keacakan menggunakan median.
4. Menganalisis uji tanda pada Jumlah murid mengulang pada
sekolah dasar di Malang tahun 2016 dengan software.
5. Menganalisis uji wilcoxon pada Jumlah murid mengulang
pada sekolah dasar di Malang tahun 2016 dengan software.
6. Membuat intepretasi data
7. Menarik kesimpulan.
3.4 Diagram Alir
Langkah analisis diatas dapat dibuat menggunakan diagram
alir yang ditunjukkan pada Gambar 3.1 berikut.

13
14

Mulai

Mengumpulkan Data

Statistika Deskriptif

Uji
Keacakan

Uji Uji
Tanda wilcoxon

Kesimpulan

Selesai

Gambar 3.1 Diagram Alir


BAB IV
ANALISIS DAN PEMBAHASAN

Bab ini membahas mengenai jumlah murid SD yang


mengulang di Kabupaten Malang tahun 2016 yang akan dianalisis
bagaimana karakteristiik data, uji keacakan, uji tanda, dan uji
wilcoxon. Berikut hasil analisis dan pembahasan.
4.1 Karakteristik Angka Mengulang Murid Sekolah Dasar
Di Kabupaten Malang
Karakteristik jumlah murid SD yang mengulang di
Kabupaten Malang tahun 2016 dapat ditunjukkan pada gambar
4.1 berikut ini.
Boxplot of x
250

200

150
x

100
88,7273
74

50

Gambar 4.1 Boxplot Murid SD yang Megulang


Gambar 4.1 menunjukkan bahwa rata-rata dari jumlah
murid SD yang mengulang di Kabupaten Malang tahun 2016
sebanyak 89 murid, 50% murid yang mengulang berada diatas
dan dibawah 74. Pada data tersebut Tidak terdapat data outlier.
Ukuran bloxplot yang besar menunjukkan jumlah murid SD yang
mengulang di Kabupaten Malang keragaman datanya besar dan
bloxplot bentuknya tidak simetris.

15
16

4.2 Uji Keacakan Data Angka Mengulang Murid Sekolah


Dasar Di Kabupaten Malang Menggunakan Software
Berikut merupakan hasil analisis uji keacakan jumlah
murid SD yang mengulang di Kabupaten Malang tahun 2016
berdasarkan median dan mean.
4.2.1 Uji Keacakan Angka Mengulang Murid Sekolah Dasar
Di Kabupaten Malang Berdasarkan Median.
Uji keacakan data jumlah murid SD yang mengulang di
Kabupaten Malang tahun 2016 berdasarkan median dapat dilihat
sebagai berikut.
Hipotesis :
H0 : Data jumlah murid SD yang mengulang di Kabupaten
Malang tahun 2016 terambil secara acak
H1 : Data jumlah murid SD yang mengulang di Kabupaten
Malang tahun 2016 tidak terambil secara acak
Dengan daerah penolakan, tolak H0 jika Z < Zα/2, dimana
n1 atau n2 > 20 atau Pvalue < 0,05 maka didapatkan statistik uji
pada tabel 4.1.
Tabel 4.1 Uji Keacakan Berdasarkan Median
Median n1 n2 r Z Pvalue
74 18 15 16 -0,308 0,758
Tabel 4.1 menunjukkan bahwa pada taraf signifikan  =
0,05 diperoleh hasil bahwa nilai Z sebesar -0,308 yang lebih kecil
dari 1,96 didukung dengan nilai PValue sebesar 0,758 yang lebih
besar dari taraf signifikan sebesar 0,05 maka keputusan yang
didapat yaitu gagal tolak H0 artinya sampel jumlah murid SD
yang mengulang di Kabupaten Malang tahun 2016 terambil
secara acak.
17

4.2.2 Uji Keacakan Angka Mengulang Murid Sekolah Dasar


Di Kabupaten Malang Berdasarkan Mean.
Uji keacakan data jumlah murid SD yang mengulang di
Kabupaten Malang tahun 2016 berdasarkan mean dapat dilihat
sebagai berikut.
Hipotesis :
H0 : Data jumlah murid SD yang mengulang di Kabupaten
Malang tahun 2016 terambil secara acak
H1 : Data jumlah murid SD yang mengulang di Kabupaten
Malang tahun 2016 tidak terambil secara acak
Dengan daerah penolakan, tolak H0 jika Z < Zα/2, dimana
n1 atau n2 > 20 atau Pvalue < 0,05 maka didapatkan statistik uji
pada tabel 4.2.
Tabel 4.2 Uji Keacakan Berdasarkan Mean
Mean n1 n2 r Z Pvalue
88,72 19 14 14 -0,95 0,342
Tabel 4.2 menunjukkan bahwa pada taraf signifikan  =
0,05 diperoleh hasil nilai Z sebesar -0,95 yang lebih kecil dari
1,96 didukung dengan nilai PValue sebesar 0,342 yang lebih besar
dari taraf signifikan ebesar 0,05 maka keputusan yang didapat
yaitu gagal tolak H0 artinya sampel jumlah murid SD yang
mengulang di Kabupaten Malang tahun 2016 terambil secara
acak.
4.3 Uji Tanda Angka Mengulang Murid Sekolah Dasar Di
Kabupaten Malang
Berikut merupakan hasil analisis uji tanda jumlah murid SD
yang mengulang di Kabupaten Malang tahun 2016 berdasarkan
output software dan perhitungan manual.
4.3.1 Uji Tanda Angka Mengulang Murid Sekolah Dasar Di
Kabupaten Malang Berdasarkan Output Software
Berikut merupakan hasil analisis uji tanda dua arah data
jumlah murid SD yang mengulang di Kabupaten Malang tahun
2016 berdasarkan output software.
Hipotesis :
18

H0 : M = 74 ( Median jumlah murid SD yang mengulang di


Kabupaten Malang tahun 2016 dari sampel yang diambil
sama dengan 74 murid)
H1 : M ≠ 74 ( Median jumlah murid SD yang mengulang di
Kabupaten Malang tahun 2016 dari sampel yang diambil
tidak sama dengan 74 murid).
Dengan daerah penolakan, tolak H0 jika P(Z < z) < 0,025
atau Pvalue < 0,05 didapatkan statistik uji seperti pada tabel 4.3.
Tabel 4.3 Uji Tanda Angka mengulang Murid Sekolah Dasar dengan Software
N n1 n2 Pvalue
33 15 16 1,00
Tabel 4.3 menunjukkan bahwa didapatkan Pvalue sebesar 1
dimana lebih dari 0.05 maka diperoleh keputusan gagal tolak Ho
yang artinya Median jumlah murid SD yang mengulang di
Kabupaten Malang tahun 2016 dari sampel yang diambil sama
dengan 74 murid.
4.3.2 Uji Tanda Angka Mengulang Murid Sekolah Dasar Di
Kabupaten Malang Berdasarkan Perhitungan Manual
Berikut merupakan hasil analisis uji tanda dua arah data
jumlah murid SD yang mengulang di Kabupaten Malang tahun
2016 berdasarkan perhitungan manual..
Hipotesis :
H0 : M = 74 ( Median jumlah murid SD yang mengulang di
Kabupaten Malang tahun 2016 dari sampel yang diambil
sama dengan 74 murid)
H1 : M ≠ 74 ( Median jumlah murid SD yang mengulang di
Kabupaten Malang tahun 2016 dari sampel yang diambil
tidak sama dengan 74 murid).
Dengan daerah penolakan, tolak H0 jika P(Z < z) < 0,025
atau Pvalue < 0,05 didapatkan statistik uji seperti pada tabel 4.4.
Tabel 4.4 Uji Tanda Angka mengulang Murid Sekolah Dasar secara Manual
N Z P(Z<z)
33 -0,348 0,3632
Tabel 4.4 menunjukkan bahwa didapatkan P(Z < z) sebesar
0,3632 dimana lebih dari 0.025 maka diperoleh keputusan gagal
19

tolak Ho yang artinya Median jumlah murid SD yang mengulang


di Kabupaten Malang tahun 2016 dari sampel yang diambil sama
dengan 74 murid
4.4 Uji Wilcoxon Angka Mengulang Murid Sekolah Dasar
Di Kabupaten Malang
Berikut merupakan hasil analisis uji Wilcoxon jumlah
murid SD yang mengulang di Kabupaten Malang tahun 2016.
4.4.1 Uji Wilcoxon Angka Mengulang Murid Sekolah Dasar
Di Kabupaten Malang dengan Software
Berikut adalah hasil analisis uji wilcoxon berdasarkan
perhitungan software yang ditampilkan dalam bentuk tabel
sebagai berikut.
Hipotesis
H0 : M = 74 ( Median jumlah murid SD yang mengulang di
Kabupaten Malang tahun 2016 dari sampel yang diambil
sama dengan 74 murid)
H1 : M ≠ 74 ( Median jumlah murid SD yang mengulang di
Kabupaten Malang tahun 2016 dari sampel yang diambil
tidak sama dengan 74 murid).
Dengan taraf signifikan α sebesar 0,05 dan daerah penolakan
yaitu tolak H0 jika Pvalue < 0.05 maka didapatkan statistik uji yang
sajikan pada tabel 4.5.
Tabel 4.5 Uji Wilcoxon Angka mengulang Murid Sekolah Dasar dengan
Software
N T Median
33 0,210 87
Tabel 4.5 menunjukkan bahwa pada taraf signifikan
sebesar 0,05 didapatkan nilai T sebesar 0,210 yang berarti lebih
dari nilai   0,05 yang dapat diputuskan gagal tolak H0 artinya
sampel jumlah murid SD yang mengulang di Kabupaten Malang
tahun 2016 dari sampel yang terambil sebanyak 74 murid. Karena
sudah didapatkan hasil maka tidak perlu dilanjutkan ke uji
Wilcoxon satu arah.
20

4.4.2 Uji Wilcoxon Angka Mengulang Murid Sekolah Dasar


Di Kabupaten Malang dengan Manual
Berikut merupakan hasil analisis uji Wilcoxon jumlah
murid SD yang mengulang di Kabupaten Malang tahun 2016.
Hipotesis :
H0 : M = 74 ( Median jumlah murid SD yang mengulang di
Kabupaten Malang tahun 2016 dari sampel yang diambil
sama dengan 74 murid)
H1 : M ≠ 74 ( Median jumlah murid SD yang mengulang di
Kabupaten Malang tahun 2016 dari sampel yang diambil
tidak sama dengan 74 murid).
Dengan daerah penolakan, dimana tolak H0 jika T*< D atau
Pvalue < 0,05 didapatkan statistik uji seperti pada tabel 4.6.
Tabel 4.6 Uji Wilcoxon Angka mengulang Murid Sekolah Dasar secara Manual
N T* d
33 -0,571 225,49
Tabel 4.6 menunjukkan bahwa didapatkan nilai T* sebesar -
0,571 dimana kurang dari nilai d yaitu sebesar 225,49 maka
diperoleh keputusan tolak Ho yang artinya Median jumlah murid
SD yang mengulang di Kabupaten Malang tahun 2016 dari
sampel yang diambil tidak sama dengan 74 murid
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan
Kesimpulan yang diperoleh dari analisis diatas adalah
sebagai berikut.
1. Karakteristik jumlah murid SD yang mengulang di
Kabupaten Malang tahun 2016 tidak memiliki data outlier
atau menyimpang.
2. Berdasarkan hasil uji keacakan didapat bahwa data sampel
dari jumlah murid SD yang mengulang di Kabupaten
Malang tahun 2016 telah diambil secara acak
3. Berdasarkan hasil uji tanda didapat median dari jumlah
murid SD yang mengulang di Kabupaten Malang tahun
2016 sama dengan 74 murid .
4. Berdasarkan hasil uji wilcoxon didapat median dari jumlah
murid SD yang mengulang di Kabupaten Malang tahun
2016 sebanyak 74 murid.
5.2 Saran
Saran pada penelitian ini ditujukan untuk Bupati Malang
agar lebih ditingkatkan kualitas pendidikan terutama di kabupaten
Malang untuk meminimalisir terjadinya murid SD yang
mengulang di Kabupaten Malang tahun berikutnya.

21
22

(Halaman ini sengaja dikosongkan)


DAFTAR PUSTAKA

Daniel, Wayne W. 2002. Statistik Nonparametrik Terapan.


Jakarta: PT. Gramedia PustakaUtama.
Gately, Iain. 2003. Tobacco: A Cultural History of How an Exotic
Plant Seduced Civilization. Grove Press.
Walpole, Ronald E, 2012. Introduction to Statistics. Third
Edition. Jakarta: PT.Gramedia Pustaka Utama.
LAMPIRAN

Lampiran 1. Data Angka Mengulang Murid Sekolah Dasar di


Kabupaten Malang

no. Kecamatan x no. Kecamatan x


1 Donomulyo 137 21 Wagir 79
2 Kalipare 4 22 Pakisaji 182
3 Pagak 74 23 Tajinan 25
4 Bantur 61 24 Tumpang 112
5 Gedangan 73 25 Pakis 164
6 Sumbermanjing 219 26 Jabung 118
7 Dampit 120 27 Lawang 163
8 Tirtoyudo 61 28 Sangisori 146
9 Ampelgading 74 29 Karangploso 54
10 Poncokusumo 101 30 Dau 48
11 Wajak 117 31 Pujon 75
12 Turen 171 32 Ngantang 107
13 Bululawang 33 33 Kasembon 40
14 Gondanglegi 18
15 Pagelaran 53
16 Kepanjen 139
17 Sumberpucung 59
18 Kromengan 40
19 Ngajum 39
20 Wonoasri 22
Keterangan :
X = Jumlah Murid SD yang Mengulang di Kabupaten Malang
(Murid)
Lampiran 2. Uji Keacakan

Runs Test
x
a
Test Value 74,00
Cases < Test Value 15
Cases >= Test Value 18
Total Cases 33
Number of Runs 16
Z -,308
Asymp. Sig. (2-tailed) ,758
a. Median

Runs Test
x
a
Test Value 88,7273
Cases < Test Value 19
Cases >= Test Value 14
Total Cases 33
Number of Runs 14
Z -,950
Asymp. Sig. (2-tailed) ,342
a. Mean
Lampiran 3. Uji Tanda
1. Output Software
Sign Test for Median: x

Sign test of median = 74,00 versus not = 74,00

N Below Equal Above P Median


x 33 15 2 16 1,0000 74,00

2. Perhitungan Manual
Nilai Z uji tanda
Z
 k  0,5  0,5n
0,5 n

Z
15  0,5  0,5  33
0,5 33
  0,348
Lampiran 3. Uji Wilcoxon
1. Output Software
Wilcoxon Signed Rank Test: x

Test of median = 74,00 versus median not = 74,00

N for Wilcoxon Estimated


N Test Statistic P Median
x 33 31 312,5 0,210 87,00

2. Perhitungan Manual
Nilai T* uji Wilcoxon
T   n  n  1 / 4 
T* 
m m

n  n  1 2n  1 
t3   t
 t 2 t 2
24 48
312,5  33  33  1 / 4 
T*   0,571
33  33  1 2  33  1 32  8

24 48

Lampiran 4. Uji Wilcoxon (Lanjutan)

Hasil perhitungan nilai D

1 1 
D  nn  1  1  Z n ( n  1)2 n  1 / 6 
2 2 

1 1 
  33(33  1)  1  1,96 33  (33  1)  (2  33  1) / 6 
2 2 
 225,9

Lampiran 5. Bukti