Anda di halaman 1dari 10

PENGARUH OBESITAS TERHADAP INFERTILITAS PADA WANITA

PASANGAN USIA SUBUR DI RUMAH SAKIT AWAL BROS


PEKANBARU

SRI ANGGRAINI, ZUCHRAH HASAN*, AFRIDA**


*Dosen Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Riau,
**Mahasiswa Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Riau

ABSTRAK
Sekitar 15 juta wanita pasangan usia subur di Indonesia pada akhir tahun
2009 mengalami Infertilitas. dengan demikian 1,5 hingga 2 juta pasangan usia
subur mengalami infertilitas dan obesitas yang telah lama dikaitkan dengan
masalah ketidaksuburan (infertilitas) . Studi pendahuluan di Poliklinik Kebidanan
RS Awal Bros Pekanbaru pada bulan Desember tahun 2013, terdapat kunjungan
wanita pasangan usia subur yang mengalami infertilitas , meningkat 25 % ( 119
orang ) dari tahun sebelumnya . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
hubungan obesitas dengan infertilitas pada wanita pasangan usia subur.
Jenis penelitian inikuantitatif dengan desain korelasi yang dilakukan pada
bulan Januari 2014 di poliklinik kebidanan RS.Awal Bross. Populasi pada
penelitian ini adalah wanita pasangan usia subur berumur 20-35 tahun pada tahun
2013 sebanyak 155 orang dengan teknik pengambilan sampel total populasi. Data
diolah secara manual.kemudian di analisis secara univariat dan bivariat
menggunakan uji statistik chi square dengan df = 1, α: 0,05
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat wanita pasangan usia subur
dengan obesitas 105 orang (67,74%), dan yang mengalami infertil 85 orang (
80,95 %) . Analisis Bivariat didapatkan ada hubungan antara obesitas dengan
infertilitas dengan x² hitung 16.07 ˃ dari x² table 3.84.
Hasil penelitian ini dapat menjadi masukan tentang wanita obesitas yang
cenderug mengalami infertilitas ,agar peningkatkan pelaksanaan program
penurunan berat badan menjadi perhatian yang serius ,sebagai salah satu upaya
penurunan kejadian infertilitas pada wanita pasangan usia subur.

Kata Kunci : Obesitas, Infertilitas

PENDAHULUAN 15 juta pasangan usia subur


Insiden infertilitas meningkat mengalami Infertilitas, dengan
sekitar 100% selama 20 tahun demikian 1,5 hingga 2 juta pasangan
terakhir di negara-negara maju dan mengalami infertiitas , Untuk
Infertilitas menyebabkan mengetahui adanya masalah
peningkatan 10% - 20% dari semua infertilitas diperlukan deteksi dini
kunjungan di bagian gynekologi dan dibutuhkan penatalaksanaan
rumah sakit. Penilaian yang cermat pengobatan yang mendekati
harus dapat mengenali kemungkinan paripurna.(Wiweko B, 2010)
penyebab 85%-90% kasus infertilitas Obesitas telah lama dikaitkan
(Benson and Pernoll′s, 2009). Pada dengan masalah ketidaksuburan
akhir tahun 2009 di Indonesia sekitar (infertilitas). Sebuah penelitian yang

49
Jurnal Proteksi Kesehatan, Volume 4, Nomor 1, April 2015 hlm 49-58 

50
dipublikasikan di Journal Of Clinical panas, penyerap guncangan dan
Endocrinologyi & Metabolism fungsi lainnya (Rocky, 2008).
(JCEM) 2009, telah lama Berbagai macam defenisi
menemukan hubungan antara kedua obesitas telah diketahui masyarakat.
faktor tersebut. Studi ini melibatkan Pada umumnya, obesitas dapat
96 perempuan. Mereka dibagi secara dilihat secara fisik, tetapi dengan
seimbang ke dalam 3 kelompok menggunakan hitungan tertentu
sesuai dengan Body Massa Indeks terhadap Body Mass Index atau BMI
(Robker,et al .2009). dapat dipakai untuk menentukan
Penelitian menunjukkan bahwa seseorang tersebut mengalami
wanita dengan berat badan lebih, obesitas atau tidak.(Misradiarly,
mungkin akan sulit hamil. Kelebihan 2007)
berat badan juga akan mempengaruhi Rumus BMI itu sendiri sangat
kemampuan pria untuk memproduksi sederhana yaitu Berat Badan (Kg)/
sperma, sementara wanita berat Tinggi Badan pangkat dua (m²).
badan berlebih bisa mengganggu Seseorang yang dikatakan BB
proses pembuahan, kehamilan, dan normal dari rumus BMI yaitu
kelahiran (Charlish and Davies, klasifikasinya 20-24,9 kg/m², bila
2005) rentang 25-29,9 kg/m² dikatakan
Pada tahun 2013 kunjungan berat badan berlebih (over weight),
pasangan infertile di Rumah sakit dan yang dikatakan Obesitas bila
Awal Bros berjumlah 119 orang . rentangnya 30-39,9 kg/m².(Fraser
Wawancara dengan 15 ( lima belas ) and Cooper 2009)
orang wanita, pasien poliklinik Obesitas ada yang bersifat
kebidanan , terdapat 8 orang dengan exogenous, yaitu konsumsi energi
obesitas, diantaranya 5( lima ) orang yang berlebihan, dan penyebab
mengalami infertilitas, peneliti endogenous yang berarti adanya
ingin mengetahui hubungan gangguan metabolik di dalam tubuh.
obesitas dengan infertilitas pada Misalnya, adanya tumor pada
wanita pasangan usia subur di hipotalamus sehingga si penderita
Rumah sakit Awal Bros Pekanbaru mengalami hiperphalgia atau nafsu
tahun 2013. makan berlebihan.Hereditas
Rumusan Masalah (keturunan) menjadi salah satu faktor
Masalah yang ditemukan, penyebab obesitas.Peluang seorang
adanya wanita pasangan usia subur anak mengalami obesitas adalah 10
yang mengalami obesitas dan % meskipun bobot orang tua
cenderung mengalami infertilitas termasuk dalam kategori normal.Bila
dan diduga “ Ada Hubungan salah satu orang tua obes peluangnya
Obesitas dengan Infertilitas pada menjadi 40%, dan atau kalau kedua
wanita pasangan Usia Subur . orang tua obes peluang si anak
meningkat sebesar 80% (Khomsan,
Tinjauan Pustaka 2004).
Obesitas adalah kelebihan Gen merupakan faktor penting
berat badan sebagai akibat dari dalam berbagai kasus obesitas, tetapi
penimbunan lemak tubuh yang lingkungan seseorang juga
berlebihan.Setiap orang memerlukan memegang peranan yang cukup
sejumlah lemak tubuh untuk berarti. Lingkungan ini termasuk
menyimpan energi, sebagai penyekat
Sri Anggraini, Pengaruh obesitas terhadap infertilitas pada wanita

51
perilaku/pola gaya hidup (misalnya
apa yang (Fraser and Cooper 2009)
dimakan dan berapa kali seseorang
makan serta bagaimana aktifitasnya). Dasar terapi dan prevensi penyakit
Seseorang tentu saja tidak dapat obesitas adalah memperhatikan
mengubah pola genetiknya, tetapi dia keseimbangan antara energi yang
dapat mengubah pola makan dan dikonsumsi dan energi yang
aktifitasnya (Rocky, 2008) dipergunakan (expenditure).Jadi
Batasan berat badan normal orang konsumsi energi harus dikurangi
dewasa ditentukan berdasarkan nilai dan kegiatan otot ditinggikan, agar
Body Mass Index ( BMI).Di Indonesia kelebihan jaringan lemak sebagai
istilah Body Mass Index bentuk timbunan energi menjadi
diterjemahkan menjadi Indeks Massa kurang. Pengurangan berat badan
Tubuh (IMT). IMT merupakan alat ini harus dilakukan secara
yang sederhana untuk memantau berangsur, jangan terlalu drastis,
status gizi orang dewasa khususnya karena akan memberikan gejala-
yang berkaitan dengan kekurangan gejala sampingan yang merugikan.
dan kelebihan berat badan, maka Sebenarnya terapi obesitas tidaklah
mempertahankan berat badan normal mudah seperti dikatakan, karena
memungkinkan seseorang dapat banyak faktor yang berpengaruh,
mencapai usia harapan hidup lebih selain keseimbangan antara energi
panjang. yang dikonsumsi dengan yang
Perhitungan Indeks Massa Tubuh diperlukan.Banyak penderita
IMT= Berat badan/Tinggi badan (m) × tinggi penyakit obesitas tidak berhasil
menurunkan berat badannya, atau
badan (m) kalau berhasil, tidak secara
permanen, tetapi dalam waktu
Atau relatif singkat berat badannya
meningkat kembali, bahkan lebih
Berat badan (dalam kilogram) dibagi kuadrat tinggi dari sebelum upaya
pengobatan.Upaya terapi penyakit
tinggi badan (dalam meter) obesitas, sebaiknya dilakukan
(Supariasa, et al .2002) dibawah petunjuk dan pengawasan
Rentang yang diharapkan atau seorang dokter ahli (Sediaoetama,
rentang sehat adalah antara 20 dan 2004).
24,9. Kategori berat badan kurang, INFERTILITAS
berlebihan, dan obesitas dapat Infertilitas adalah
menyebabkan bahaya kesehatan jangka ketidakmampuan untuk hamil setelah
panjang. 12 bulan hubungan seksual yang
sering tanpa kontrasepsi ( Norwitz
Klasifikasi Body Mass Indek and Schorge 2006), dibedakan
(BMI) menjadi dua, yaitu primer dan
Tingkat 0<20 kg/m² (berat badan sekunder.
berkurang) Infertilitas primer : bila belum
pernah hamil sama sekali.
Tingkat I 20-24,9 kg/m² (sehat) Infertilitas sekunder : bila
sudah pernah hamil / punya anak dan
Tingkat II 25-29,9kg/m² (berat badan sekarang berusaha untuk hamil
berlebihan)
Jurnal Proteksi Kesehatan, Volume 4, Nomor 1, April 2015 hlm 49-58 

52

selama 12 bulan tanpa proteksi Spermatozoa dapat ditemukan


(Dewata, et al .2008). dalam tuba falopii manusia secepat 5
Di Indonesia angka kejadian menit setelah inseminasi.
perempuan infertilitas 15% pada usia Dibandingkan dengan besar
30-34 tahun. spermatozoa dan jarak yang harus
Infertilitas pada istri sekitar 60- ditempuhnya, kiranya tidak mungkin
75% yang disebabkan oleh berbagai migrasi spermatozoa berlansung
faktor yaitu: vagina 1-3%, serviks 6- hanya karena gerakannya
10%, uterus 4-5%, tuba falopi 75- sendiri.Tidak disangkal, kontraksi
85%, ovarium 5-10% dan vagina dan uterus memegang
peritoneum 5-10% (Manuaba, 2004). peranan penting dalam transportasi
1. Masalah vagina spermatozoa ini. Pada manusia,
Kemampuan menyampaikan air mani oksitosin tidak berpengaruh terhadap
ke dalam vagina sekitar serviks perlu uterus yang tidak hamil akan tetapi
untuk fertilitas. Masalah vagina yang prostaglandin dalam air mani dapat
dapat menghambat penyampaian ini membuat uterus berkontraksi secara
ialah adalah sumbatan atau ritmik. Ternyata, prostaglandinlah
peradangan. Sumbatan psikogen yang memegang peranan penting
disebut vaginismus atau disparenia, dalam transportasi spermatozoa ke
sedangkan sumbatan anatomik dapat dalam uterus dan melewati
karena bawaan atau penyempitan pada batas uterus
perolehan.Vaginitis karena kandida dengan tuba itu.Ternyata pula, uterus
albikans atau trikomonas vaginalis sangat sensitif terhadap
hebat dapat merupakan masalah, prostaglandin pada akhir fase
bukan karena anti spermisidanya, proliferasi dan permulaan sekresi.
melainkan anti sanggamanya. Dengan demikian, kurangnya
2. Masalah serviks prostaglandin dalam air mani dapat
Walaupun servik merupakan merupakan masalah infertilitas.
bagian uterus, namun artinya dalam Masalah lain yang dapat
reproduksi manusia baru diakui pada mengganggu transportasi
abad kesembilan belas. Sims pada spermatozoa melalui uterus ialah
tahun 1968 adalah orang pertama kavum uteri karena sinekia, mioma,
yang menghubungkan serviks atau polip; peradangan endometrium,
dengan infertilitas.Infertilitas yang dan gangguan konstraksi uterus.
berhubungan dengan faktor serviks Kelainan-kelainan tersebut dapat
dapat disebabkan oleh sumbatan mengganggu dalam hal implantasi,
kanalis servikalis, lendir serviks yang pertumbuhan intrauterine, dan nutrisi
abnormal, malposisi dari serviks, serta oksigenisasi janin.
atau kombinasinya.Terdapat berbagai 3) Masalah tuba
kelainan anatomi serviks yang dapat Frekuensi faktor tuba dalam
berperan dalam infertilitas, yaitu infertilitas sangat bergantung pada
cacat bawaan (atresia), polip serviks, populasi yang diselidik.Peranan
stenosis akibat trauma, peradangan faktor tuba yang masuk akal ialah
(servisitis menahun), sinekia 25-50%.Dengan demikian, dapat
(biasanya bersamaan dengan sinekia dikatakan faktor tuba paling sering
intrauterin) setelah konisasi, dan ditemukan dalam masalah
inseminasi yang tidak adekuat. infertilitas.Oleh karena itulah,
2) Masalah uterus penilaian patensi tuba dianggap
Sri Anggraini, Pengaruh obesitas terhadap infertilitas pada wanita

53
sebagai salah satu pemeriksaan 5) Operasi-operasi lainnya-
terpenting dalam pengelolaan misalnya pengangkatan fibroid
infertilitas. b. Perawatan kesuburan buatan
Gangguan ovulasi adalah
4) Masalah ovarium ovulasi yang tidak teratur setiap
Kehamilan tidak mungkin terjadi bulan, termasuk didalamnya oligo-
bila pihak wanita tidak mampu ovulasi yang tidak tertur setiap
memproduksi sel telur. Sebelum bulan, termasuk didalamnya oligo-
mencapai usia 18 tahun dan sesudah ovulasi dan anovulasi.Berdasarkan
38 tahun, ovulasi (produksi sel defenisi yang telah disepakati
telur) terjadi secara tidak teratur. oligouvulasi adalah ovulasi yang
Tetapi diantara umur itu, pada terjadi setiap 35-180 hari, sedangkan
umumnya ovulasi terjadi setiap anovulasi adalah tidak terjadinya
bulan.Ovulasi yang jarang ovulasi selama ≥ 6 bulan
terjadipun dapat menyebabkan berurutan.Gangguan ovulasi
infertilitas. didapatkan pada kurang lebih 20-40
(Prawirohardjo, 2007) % wanita dengan infertilitas
Anamnesis / pemeriksaan awal : (Samsulhadi and Hendarto, 2009).
a. Umur Pada wanita dengan pola haid
b. Riwayat penyakit radang panggul teratur dengan panjang siklus
c. Penggunaan AKDR menstruasi 28 hari, maka
d. Pola haid kemungkinan terjadi ovulasi adalah
e. Pertumbuhan rambut / hirsutisme hari ke-14 menstruasi.Bagaimana
f. Galaktorea pengaruh obesitas terhadap
g. Obesitas (BMI) ovulasi?Pengaruh yang nyata adalah
h. Riwayat operasi pelvis terhadap perkembangan kantung
i. Dismenorea / dispareuni telur yang ada di ovarium
j. Tumor adneksa(Dewata, et all, (Misradiarly, 2007).
2008) Walaupun fungsi hormon
Perawatan kesuburan dapat berada dalam keadaan normal,
a. Perawatan kesuburan rutin gangguan pada ovarium dapat
Dalam banyak kasus, ketidaksuburan mempengaruhi ovulasi.misalnya,
disebabkan oleh masalah yang jelas kista atau tumor ovarium, penyakit
dan bisa diobati. Perawatan ovarium polikistik atau kerusakan
kesuburan mencakup: ovarium akibat endometriosis atau
1) Pengobatan kesuburan untuk riwayat pembedahan dapat
meransang ovulasi mengganggu siklus ovarium
2) Perawatan hormonal untuk sehingga mempengaruhi fertilitas.
meransang produksi sperma Pada akhirnya, fungsi ovulasi dapat
3) Pengobatan dengan dipengaruhi oleh wanita yang berat
corticosteroid untuk menekan badannya berlebih ( Henderson and
produksi antibodi penghancur Jones, 2005).
sperma Beberapa penelitian
4) Operasi minor misalnya, untuk menyebutkan bahwa wanita usia
memperbaiki kerusakan pada reproduksi dengan Body Mass Indekx
saluran Falopi atau pada saluran atau BMI lebih dari 25 dapat
reproduksi pria mengakibatkan terjadinya Polycystic
Ovari (PCO).Sebagai gambaran
Jurnal Proteksi Kesehatan, Volume 4, Nomor 1, April 2015 hlm 49-58 

54
sederhana adalah pola ovarium apakah termasuk dalam obesitas.
wanita dengan PCO terdapat banyak Penilaian ini digambarkan dalam
kantung telur, kecil-kecil dan bentuk tabel, sebagai berikut:
terganggu pematangannya.Dengan
demikian pada orang dengan PCO Defenisi Operasional
sering mengalami anovulasi atau Varia Definisi
Operasional
Cara Ala
Skala
Hasil

tidak dapat ’bertelur’ (Misradiarly, Obesi berat badan lebih Meng Daftar Nomi Obesitas
2007). Jika pada wanita normal tanpa tas dengan dasar nilai hitung Isian nal ya :
Body Mass Index BMI BMI 30-39,9
PCO hanya satu kantung telur yang ( BMI) kg/m²
mencapai besar yang optimal, maka pada wanita PUS, Tidak
dihitung obesitas:
pada wanita dengan PCO tidak berdasarkan BMI 20-24
didapatkan satu pun kantung telur TB dan BB kg/m²
PUS yang tercatat
yang memiliki besar yang di Rekam Medik
optimal.Akibatnya telur yang ada di Inferti Wanita PUS yang Studi Daftar Nomi Infertil:
litas telah didiagnosa Doku Isian nal Ya jika :
dalamnya tidak pernah matang dan dokter dengan menta diagnose
gangguan hormon yang terjadi infertilyang dokter
tercatat di infertil
menyebabkan pula tidak dapat pecah Rekam Medik Tidak:
(Misradiarly, 2007). diagnose
dokter tidak
Jika pada seseorang wanita infertil
dengan BMI melebihi 28 ternyata Hipotesis
masih dapat mengalami ovulasi dan Ha : ada hubungan obesitas dengan
setelah telur yang keluar berhasil infertilitas
dibuahi oleh spermatozoa suami
kemudian terjadi embrio, maka METODOLOGI PENELITIAN
gangguan yang mungkin muncul Jenis dan Desain Penelitian
adalah kegagalan implantasi embrio Penelitian ini adalah
hasil fertilisasi. Hal ini mungkin penelitian kuantitatif ,desain korelasi
sangat terjadi pada proses bayi dengan pendekatan cross sectional ,
tabung (Misradiarly, 2007). untuk mengetahui hubungan obesitas
dengan infertilitas pada wanita
KERANGKA KONSEP DAN pasangan usia subur, dengan
DEFINISI OPERASIONAL melakukan pengukuran pada variabel
Kerangka Konsep independen dan variabel dependen
Berdasarkan teori,diduga terdapat (Suyanto dan Salamah, 2009).
hubungan obesitas terhadap Populasi dan Sampel
infertilitas, maka kerangka konsep Populasi pada penelitian ini
penelitian dengan adalah semua wanita Pasangan Usia
variabelindependen dan dependen Subur yang tercatat di Poliklinik
sebagai berikut : Kebidanan RS Awal Bros Pekanbaru
Variabel independen variable pada bulan Januari s/d Desember
dependen tahun 2013 yang berumur 20-35
tahun sebanyak 155 orang.
Obesitas Infertilitas Sampel diambil dengan
teknil sampel, total populasi yang
Definisi Operasional berjumlah 155 orang .
Definisi operasional Pengolahan Data
digunakan sesuai dengan definisi Berdasarkan data sekunder
konseptual dimana setiap pasien yang diperoleh dengan studi
infertilitas dilakukan penilaian
Sri Anggraini, Pengaruh obesitas terhadap infertilitas pada wanita
55

dokumentasi,dari registerpoliklinik Hasil penelitian sebagai berikut


kebidanan dan file/medical record Analisis Univariat
pasien diklinik kebidanan RS .Awal a. Berdasarkan diagram 5.1
Bros bulan januari s/d Desember didapatkan bahwa wanita
2013 , yaitu berupa identitas Pus, pasangan usia subur yang
berat badan dan tinggi badan , di mengalami obesitas Di Rumah
lakukan peng hitungan Indeks Masa Sakit Awal Bros sejumlah 105
Tubuh masing- masing wanita Pus orang (67,74%) dan yang tidak
yang tercatat.dan dilakuan mengalami obesitas sejumlah 50
pengolahan data dengan tahap orang (32,26%).
editing, Coding , data Entry
Diagram 5.1
Analisis data Distribusi Frekuensi Wanita
Analisis data dilakukan Pasangan Usia Subur Yang
secaraunivariat dan Bivariat Mengalami Obesitas di Rumah
Jenis uji statistik yang digunakan Sakit Awal Bros Tahun 2010
adalah uji chi square, datanya
berbentuk nominal dan sampelnya
besar (n > 25). Cara perhitungan 32,26% 
dengan bantuan tabel kontingensi 2 × 1 obesitas
67,74 % 
2 sebagai berikut:
Tabel Chi Square 2 Tidak obesitas
Infertilitas Infertilitas
Ya Tidak Jumlah b.Distribusi Frekuensi wanita
sampel
Obesitas pasangan usia subur obesitas
Obesitas A B a+b yang mengalami infertilitas di
Tidak
C D c+d Rumah Sakit Awal Bros
obesitas
Jumlah a+c b+d a+b+c+d
(Suyanto dan Salamah, 2009) Diagram 5.2
Distribusi Frekuensi Wanita
Berdasarkan tabel kontingensi di atas Pasangan Usia Subur obesitas yang
disusun rumus sebagai berikut mengalami Infertilitas di Rumah
X² =n ( |ad-bc| - ½ n )² Sakit Awal Bros Tahun 2010
(a+b) (a+c) (b+d) (c+d)

df = 1 , Nilai alfa 5% =0,05


Penelitian ini menggunakan Infertil
uji hipotesis untuk mengetahui ada ,
hubungan obesitas dengan Tidak infertil 
infertilitas.
Jika : X2hitung> X2tabel = Ada
hubungan Berdasarkan diagram 5.2 diatas
X2 hitung< X2tabel = Tidak didapatkan bahwa Wanita pasangan
ada hubungan usia subur yang mengalami infertil
sejumlah 109 orang (70.32%) dan
HASIL DAN PEMBAHASAN yang tidak mengalami Infertil
sejumlah 46 orang (29,68%
Hasil Penelitian
Jurnal Proteksi Kesehatan, Volume 4, Nomor 1, April 2015 hlm 49-58 
56

Analisis Bivariat.
Analisis bivariat untuk melihat
hubungan obesitasdengan infertilitas
pada wanita pasangan usia subur

Tabel 5.1
Hubungan Obesitas Dengan Infertilitas Pada Wanita Pasangan Usia Subur
Di Rumah Sakit Awal Bros PekanbaruTahun 2010

Obesitas Infertilitas X2 tabel=


Ya Tidak 3.84
X2hitung=
16,07
Jumlah
df = 1
Frek % Frek % α = 0,05

infertilitas
Ya 85 80,95 20 19,05 105
Tidak 24 48 26 52 50

jml 109 46 155


Sri Anggraini, Pengaruh obesitas terhadap infertilitas pada wanita 57

tidak mengalami gangguan fungsi


Pada tabel 5.1 : dari 105 wanita hormone, hal ini kemugkinan karena tidak
pasangan usia subur yang obesitas, 85 dilakukan penelitian tentang hormone yang
orang (80,95%). mengalami infertilitas dapat menyeakan infertilitas. Wanita
Hsil penelitian ini adalah ܺ ଶ hitung >ܺ ଶ pasangan usia subur sebaiknya mengatur
tabel, dimana ܺ ଶ hitung 16,07 dan ܺ ଶ pola makan, supaya dapat menurunkan
tabel 3, 84 maka hipotesa nol ditolak. berat badan dan ovulasi akan berlangsung
Artinya ada hubungan antara obesitas dengan normal.
dengan infertilitas pada wanita pasangan Pada penelitian ini terdapat
usia subur. hubungan antara obesitas dengan
Hasil penelitian ini adalah terjadinya infertilitas. Derajat kebebasan(
ܺ ଶ hitung >ܺ ଶ tabel, dimana ܺ ଶ hitung df ) yang di gunakan adalah 1 dengan
16,07 dan ܺ ଶ tabel 3, 84 maka hipotesa nol tabelchi-square, adalah 3,84. Dari hasil
ditolak. Artinya ada hubungan antara penelitian didapatkan terbukti ‫ ݔ‬ଶ hitung
obesitas dengan infertilitas pada wanita >‫ ݔ‬ଶ tabel, di mana ‫ ݔ‬ଶ hitung 16.07 dan ‫ ݔ‬ଶ
pasangan usia subur tabel 3,84 maka terdapat hubungan antara
obesitas dengan infertilitas pada wanita
PEMBAHASAN pasangan usia subur
Hasil penelitian ini didapatkan Menurut Charlish and Davies
bahwa obesitas pada wanitapasangan usia (2005), penelitian menunjukan wanita
subur sejumlah 105 orang (67,74%) dan dengan berat badan lebih mungkin akan
tidak obesitas sejumlah 50 orang (32,26%) sulit hamil. Semua resiko kesehatan yang
Menurut Charlish and Davies (2005), di hubungkan dengan kelebihan berat
Penelitian menunjukkan bahwa wanita badan bisa mengganggu proses
dengan berat badan lebih mungkin akan pembuahan, kehamilan, dan kelahiran.
sulit hamil. Semua risiko kesehatan yang Hasil Penelitian ini di dukung oleh
dihubungkan dengan kelebihan berat badan penelitian yang di publikasikan di Journal
bisa mengganggu proses pembuahan, Of Clinical Endocrinology dan
kehamilan, dan kelahiran. Seorang isteri Metabolism (JCEM) 2009, telah lama
yang mengalami obesitas sangat mungkin menemukan hubungan antara kedua factor
mendapatkan problem gangguan ovulasi tersebut. Study ini melibatkan 96
dan gangguan implantasi embrio perempuan. Mereka dibagi secara
(Misradiarly, 2007). Hasil penelitian ini seimbang kedalam tiga kelompok sesuai
sesuai dengan teori yang dikemukakan dengan Body Massa Indeks (Robker, et al
oleh Charlish dan Davies bahwa kelebihan 2009).
berat badan dapat mengganggu proses Penelitian menunjukan bahwa
pembuahan dan akan terjadi gangguan wanita dengan berat badan lebih, akan
pada ovulasi. sulit hamil bisa mengganggu proses
Fungsi hormon dapat berada dalam pembuahan, kehamilan, dan kelahiran
keadaan normal, gangguan pada ovarium (Charlish and Davies, 2005)
dapat mempengaruhi ovulasi. Misalnya,
kista atau tumor ovarium, penyakit KESIMPULAN DAN SARAN
ovarium polikistik atau kerusakan ovarium KESIMPULAN
akibat endometriosis atau riwayat Berdasarkan penelitian ini dapat
pembedahan dapat mengganggu siklus disimpulkan bahwa:
ovarium sehingga mempengaruhi 1. Wanita pasangan usia subur yang
fertilitas.( Misradiarly, 2007) Hasil mengalami obesitas 105 orang
penelitian ini tidak sejalan dengan (67,74%) dan tidak obesitas sebanyak
pendapat diatas , karena perempuan 50 oramg (32,25%).
pasangan usia subur pada penelitian ini
58 Jurnal Proteksi Kesehatan, Volume 4, Nomor 1, April 2015 hlm 49-58 

2. Wanita pasangan usia subur yang Diagnosis Dan Terapi Bag/Smf


mengalami Infertil sebanyak 109 orang Ilmu Kebidanan Dan Penyakit
(70,32%) dan tidak Infertil 46 Kandungan. Surabaya, Rumah
(29,67%). Sakit Umum Dokter Soetomo
3. Hubungan obesitas dengan Infertilitas Fraser, D.M dan Cooper, M.A.
padawanita pasangan usia subur di 2009.Myles Buku Ajar Bidan Edisi
dapatkan hasil dimana wanita 14.Jakarta, Penerbit Buku
pasangan usia subur yang obesitas dan Kedokteran EGC
mengalami infertile sebanyak 85 Henderson, C dan Jones, K. 2005.Buku
oramg (80,95%). Wanita pasangan usia Ajar Konsep Kebidanan. Jakarta,
subur yang tidak obesitas dan tidak Penerbit Buku Kedokteran ECG
mengalami infertile sebanyak 20 orang Khomsan, A. 2004.Pangan dan Gizi
(19,04%). Wanita pasangan usia subur untuk Kesehatan. Jakarta, PT Raja
yang tidak obesitas dan mengalami Grafindo Persada
infertile sebanyak 24 orang (48%). Manuaba, I.B.G. 2004.Penuntun
Wanita pasangan usia subur yang tidak Kepaniteraan Klinik Obstetri dan
obesitas dan tidak mengalami infertil Ginekologi, E/2. Jakarta, Penerbit
sebanyak 26 orang (52%). Buku Kedokteran ECG)
Berdasarkan uji chi- Misnadirly. 2007. Obesitas sebagai
square di dapatkan hasil yaitu ‫ ݔ‬ଶ Factor Risiko Beberapa Penyakit.
hitung >‫ ݔ‬ଶ tabel = 16,07>3,84 maka Jakarta, Pustaka Obor Popular
hipotesa nol di tolak sehingga Norwitz, E.R. dan Schorge, J.O.
terdapat hubungan antara obesitas 2006.Obstetric dan Ginekologi
dengan infertilitas pada wanita Edisi Kedua. Jakarta, Erlangga
pasangan usia subur . Prawirohardjo, S. 2007. Ilmu
Kandungan. Jakarta, Tridasa
SARAN Printer
Hasil penelitian ini dapat menjadi Robker, L.R, Lisa K.A,.Btenton D.B,
masukan bagi pembaca tentang wanita Penny, N.T, Lindsay, R.C, Darryl,
pasangan usia subur yang obesitas L.R, Michelle, L, and Robert,
cenderung mengalami infertilitas. J.N.1999.Obese Women Exhibit
Differences in Ovarian
DAFTAR PUSTAKA Metabolites, Hormones, and Gene
Expression Compared with
Benson, R.C. dan Pernoll, M.L. Moderate-Weight Women. The
2009.Buku Saku Obstetric & journal of Clinical Endocrinology
Ginekologi.Jakarta, Penerbit Buku & Metabolism Vol. 94, No. 55
Kedokteran EGC 1533-1540.
Charlish, A dan Davies,K. 2005.
Meningkatkan Kesuburan Untuk
Kehamilan Alami. Jakarta,
Erlangga
Depkes.RI, 2009. Aktifitas Fisik dan
Diet SeimbangMencegah
Kanker.www.Depkes.or.id. 20
maret 2009
Dewata, L, Samsulhadi,
Soehartono,.Sukaputra, B,
Pramono, H, Waspodo, D. dan
Hendarto, H. 2008.Pedoman