Anda di halaman 1dari 2

RSIA GEBANG MEDIKA

TANGERANG PERLINDUNGAN TERHADAP KELOMPOK BERESIKO

No. Dokumen
No. Revisi Halaman
293/III/2018 0 1/2
Ditetapkan,
Direktur RSIA Gebang Medika
Tanggal terbit
STANDAR
5 Maret 2018
PROSEDUR
OPERASIONAL

dr. Amelia Verawati Hidayat


Pengertian Perlindungan terhadap kelompok beresiko adalah suatu cara untuk
melindungi kepada kelompok berisiko.

Tujuan Sebagai acuan langkah-langkah dalam penerapan perlindungan


terhadap kelompok berisiko

Kebijakan Keputusan Direktur RSIA Gebang Medika


Nomor : 028/SK-UMUM/A/RSIAGM/III/2018 Tentang Kebijakan
Pelayanan Satuan Pengamanan RSIA Gebang Medika
Tatalaksana perlindungan terhadap pasien usia lanjut dan pasien
gangguan kesadaran :
Pasien Rawat Jalan
1. Pendampingan oleh petugas penerimaan pasien dan
mengantarkan sampai ke tempat periksa yang dituju dengan
memakai alat bantu kursi roda bila diperlukan
Prosedur 2. Perawat Poli umum, spesialis wajib mendampingi pasien saat
dilakukan pemeriksaan sampai selesai
3. Pendampingan oleh perawat dan mengantarkan sampai ketempat
periksa yang dituju jika memerlukan unit penunjang

Pasien Rawat Inap


Penempatan pasien di kamar rawat inap sedekat mungkin dengan
kantor perawat:
1. Perawat memastikan dan memasang pengaman di tempat tidur
2. Perawat memsatikan Bel pasien mudah dijangkau oleh pasien
dan dapat digunakan
3. Meminta keluarga untuk menjaga pasien baik oleh keluarga atau
pihak yang ditunjuk dan dipercaya

Tata laksana perlindungan terhadap penderita cacat :


1. Petugas penerima pasien melakukan proses penerimaan pasien
penderita cacat, baik rawat jalan maupun rawat inap dan wajib
membantu serta menolong sesuai dengan kecacatan yang
disandang sampai proses seleksi dilakukan
2. Bila diperlukan, perawat meminta pihak keluarga untuk menjaga
pasien atau pihak lain yang ditunjuk sesuai kecacatan yang
disandang
3. Memastikan bel pasien dijangkau oleh pasien dan memastikan
pasien dapat menggunakan bel tersebut
4. Perawat memasang dan memastikan pengaman tempat tidur
pasien

Tata laksana perlindungan terhadap anak-anak :


1. Ruang Neonatus harus dijaga minimal 1 orang perawat/ bidan,
ruangan tidak boleh ditinggalkan tanpa ada perawat / bidan yang
menjaga
2. Perawat meminta surat pernyataan secara tertulis kepada
orangtua apabila akan dilakukan tindakan yang memerlukan
pemaksaan
3. Perawat memasang pengamanan tempat tidur pasien
4. Memasangg CCTV di ruang Perinatologi untuk memantau setiap
orang yang keluar masuk dari ruangan tersebut
5. Perawat memberikan bayi dari ruang Neonatus hanya kepada ibu
kandung bayi, bukan kepada orang lain

Tatalaksana perlindungan terhadap pasien yang berisiko disakiti


(risiko penyiksaan, Napi, korban dan tersangka tindak pidana,
korban kekerasan dalam rumah tangga) :
1. Pasien ditempatkan di kamar perawat sedekat mungkin dengan
kantor perawat
2. Pengunjung maupun penjaga pasien wajib lapor dan mencatat
identitas dikantor perawat, beriku dengan penjaga pasien lain
yang satu kamar perawat dengan pasien berisiko
3. Perawat berkoordinasi dengan satuan pengamanan untuk
memantau lokasi perawatan pasien, penjaga maupun pengunjung
pasien.
Koordinasi dengan pihak berwajib bila diperlukan
Unit Terkait
Poli Rawat Jalan
Perawat ruangan
Unit Terkait