Anda di halaman 1dari 4

DISKUSI KOMUNITAS KELOMPOK 6

Nama kelompok :
Cynthia chouda
Intania ayuningtias
Marisa salsabela
Mentari apriani
Nanda sekar buana
Novi oktavianti
Riski novilia
Savitri Iska Sari

1. Pada analisa data tadi mayoritas masyrakat tidak mau melakukan pemeriksaan ke puskesmas. Ada
alasannya knpa ? (Novianti)

Jawab :

Kenapa masyarakat tidak mau melakukan pemeriksakan ke puskesmas, itu dikarenakan belum ada
sosialisasi dari petugas kesehatan tentang penyakit TB sehingga warga ini kurang mendapatkan
informasi tentang TB. Jadi mereka menganggap batuk itu hal biasa padahal itu merupakan gejala dari TB.
Oleh karena itu pada kasus kami ini dilakukan penkes pada warga didaerah tersebut (Savitri)

2. Td dijlskn diintervensi salah satunya ada kerja sama dg ahli gizi trkait diit pd pndrtia tb. Diit apa sja sih
yg ? diberikn pd pndrt tb ini ?(Husniah)

Jawab :

Terapi Diit ini bertujuan memberikan makanan secukupnya guna memperbaiki dan mencegah kerusakan
jaringan tubuh lebih lanjut serta memperbaiki status gizi agar penderita dapat melakukan aktifitas
normal.

Terapi Diet untuk penderita kasus Tuberkulosis Paru adalah: 1. Energi diberikan sesuai dengan keadaan
penderita untuk mencapai berat badan normal. 2. Protein tinggi untuk mengganti sel-sel yang rusak
meningkatkan kadar albumin serum yang rendah, sumber protein hewani seperti ayam, daging tanpa
lemak, ikan, seafood, susu, keju, telur, dan sebagainya. (75-100 gr). 3. Lemak cukup 15-25 % dari
kebutuhan energi total. 4. Karbohidrat cukup sisa dari kebutuhan energi total. 5. Vitamin dan mineral
cukup sesuai kebutuhan total. Lalu ada juga beberapa macam diit untuk penyakit TBC yaitu :

a) Diit Tinggi Energi Tinggi Protein I

Energi: 2600 kkal, protein 100 gr (2/kg BB).

b) Diit Tinggi Energi Tinggi Protein II


Energi 3000 kkal, protein 125 gr (2,5 gr/kg BB)

Tetapi perhitungan energi dan zat gizi dikondisikan dengan kondisi tubuh pasien(BB dan TB) (Riski
Novilia)

3. Sebagai petugas perawat bagaimna cara kalian untuk menjelaskan kepada klien agar mereka mau
menggunakan alat kontrasepsi

Jawaban : Cara nya dengan menjelaskan kepada klien agar mau menggunakan kontrasepsi di berikan
penyuluhan2 serta di berikan pengetahuan bahwa penggunaan kontrasepsi ini juga penting. Apa lagi
ketika klien belum mngingakn momongan kembali. Jadi mereka bisa mnggunakan kontrasepsi untuk
menunda punya anak kembali. Jika mereka merasa kesulitan untuk menggunakan kontrasepsi mrka bisa
mnggunakan KB suntik . Tidak hanya perempuan saja yg bisa tapi laki2pun bisa mnggunakan
kontrasepsi tersebut. (Nanda sekar buana)

4. Indah Permata Sari (Kelompok 5) Kan ada sebagian masyarakat yang penderita tb paru yang
mengalami putus obat/kambuh. Bagaimana caranya perawat agar bisa membantu masyarakat yg
menderita TB paru dapat mencegah agar penyakit mereka itu tidak menyebar ke masyarakat yg sehat?

Jawaban:

Keberhasilan upaya penanggulangan TB sebenarnya diukur dengan kesembuhan penderita.


Kesembuhan ini selain dapat mengurangi jumlah penderita, juga mencegah terjadinya penularan. Oleh
karena itu, untuk menjamin kesembuhan, obat seharusnya harus diminum dan penderita diawasi secara
ketat oleh keluarga maupun teman sekelilingnya untuk memutuskan rantai penularan, pun jika ingin
mencegahnya dengan cara sebisa mungkin perawat mengumpulkan terlebih dahulu orang2 penderita TB
paru lalu diberi pendidikan kesehatan serta mengajarkan untuk memberlakukan hidup bersih dan sehat,
menutup mulut saat batuk/bersin, memakai masker saat penderita bertemu orang2 yang tidak9
memiliki penyakit TB paru, membuang dahak atau air liur bukan disembarang tempat. (Cynthia Chouda)

5. Dari hasil wawancara mengenai cara warga membuang sampah dapat diketahui ada yang membuang
sampah dengan mengubur dan membakar, bagaimana penkes agar warga tidak mengubur dan
membakar, dan memanfaatkan sampah dedaunan? (muliana)

Jawab: Cara yang pertama kita beritahu warga untuk menghindari penguburan sampah dapur agar tidak
mencemari tanah dan lingkungan adalah dengan menjadikan sebagai pupuk kompos atau bahkan
sebagai pakan ternak, ayam maupun yg lainnya. Dan untuk pembakaran sampah dedaunan sebaiknya
dihindari karena akan menyebabkan polusi serta mengurangi kebersihan udara, pemanfaatan sampah
dedaunan bisa kita jadikan pupuk sederhana atau pupuk kompos (marisa)
6. Itukan di makalah dituliskan bnyk masyarakat yang malas untuk memeriksakan kesehatan diri ke
puskesmas , nah jadi ada ga sih cara supaya masyarakat nya tuh mau memeriksakan kesehatan dirinya
ke puskesmas ?

Jawaban:

Nah jadi cara nya itu kita harus berikan penyuluhan kepada masyarakat penting nya melakukan
pemeriksaan kesehatan dipelayanan kesehatan , salah stu contoh tuh kita kasi suatu gmbran ttg dampak
suatu gejala misalnya ada seorang bapak bapak batuk batuk tpi batuk nya udah lama nih cuman si bapak
gak mau periksa ke pelayanan kesehatan dia tuh menganggap kalau batuk nya tuh cuman batuk biasa,
tpi ketika lama lama nih makin parah dan setelah diperiksa ternyata itu gejala TB tuh entah si bapak ini
riwayat perokok atau lainlain , nah jadi tuh kita kasi mereka gambaran apa aja sih dampak ke
masyaeakatnya nih kalo misalnya mereka malas untuk memeriksakan kesehatannya dipelayanan
kesehatan. Bahkan nih ya , di negara kita sendiri ini kan ada program GERMAS tuh , gerakan masyarakat
sehat yang dibuat oleh presiden kita yg dimana GERMAS ini sendirii dapat dilakukan dengan cara:
Melakukan aktifitas fisik, Mengonsumsi sayur dan buah, Tidak merokok, Tidak mengonsumsi alkohol,
Memeriksa kesehatan secara rutin, Membersihkan lingkungan, dan Menggunakan jamban. Pada tahap
awal, GERMAS secara nasional dimulai dengan berfokus pada tiga kegiatan, yaitu: 1) Melakukan aktivitas
fisik 30 menit per hari, 2) Mengonsumsi buah dan sayur; dan 3) Memeriksakan kesehatan secara rutin.
Nah Tiga kegiatan tersebut dapat dimulai dari diri sendiri dan keluarga dan tidak membutuhkan biaya
yang besar. Jadi tuh kita lebih kayak memotivasi masyarakat masyarakatnya untuk cek kesehatan
(mentari apriani)

7. Sebagai perawat gimana cara kalian untuk mengatasi agar warga tidak membuang limbah air
sembarangan? (Nurul hidayah)
Jawab : Tindakan kita sebagai perawat iyalah memberikan penyuluhan kepada warga dengan
mengumpulkan semua warga ke satu tempat untuk memberikan pendidikan kesehatan tentang bahaya
membuang limbah air sembarangan, karena sebagaimana yang kita tahu bahwa air adalah kebutuhan
utama bagi manusia dan sebagian besar di dalam tubuh kita adalah air.
Dari beberapa kasus yang kita sering dengar iyalah warga sering membuang limbah air sisa minyak, sisa
cuci piring, air2 pada tempat sampah dan bahan kimia lainnya. Dilihat dari kasus tesebut kita dapat
langsung memberikan penyuluhan dampak dari membuang limbah air sembarangan tersebut, dampaknya
iyalah :
1. Bisa membuat rantai makanan dilaut atau di sungai berubah, karena ikan2 kecil perlahan-lahan mati
dan ikan besar juga mati karena ikan2 kecil sebagai makanannya itu juga ikut mati.
2. Bisa menyebabkan air sungai meninggalkan bau yang tidak sedap
3. Bisa menyebabkan sumber penyakit, kerena air sudah banyak mengandung bakteri.
4. Bisa menyebabkan air sungai menjadi keruh dan tidak jernih lagi
5. Dan yang terakhir kita kehilangan sumber air bersih, karena sumber air kita masih banyak yang
menggunakan air sungai untuk di konsumsi. (Intania ayuningtias)

8. Kan disitu ada hasil dari wawancara dengan orang tua balita didapatkan 1 dari 19 balita imunisasinya belum
lengkap(pada usia yang seharusnya sudah lengkap) dan tidak teratur karena takut dengan efek imunisasi yaitu
demam dan merasa rumit untuk mengurus semuanya. Nah bagaimna cara merubah persepsi orang tua tersebut
agar anaknya mau di imunisasi lengkap ? (Elsa putri molantina eka suci)
Jawab: Baik disini saya novi oktavianti dari kel.6 akan menjawab pertanyaan Elsa Jadi cara untuk
merubah persepsi orang tuanya itu adalah menjelaskan pada orang tua pentingnya imunisasi paling
mendasar adalah sebagai tindakan pencegahan penyakit menular.dan juga menjelaskan bahwa vaksin
ini berisi produk biologi dan bagian dari virus atau bakteri, maupun virus atau bakteri hidup yang sudah
dilemahkan dimasukkan ke dalam tubuh makanya pada saat habis imunisasi terjadi demam. Hal
tersebut berguna untuk merangsang munculnya antibodi atau kekebalan tubuh untuk melawan
penyakit2 menular yg ingin masuk kedalam tubuh. Jika terjadi demam anak bisa langsung di beri ASI
oleh ibunya.Jadi kalau misalnya anak ibu/bpk tidak di imunisasi bagaimna mau melawan bakteri2 dan
virus2 kalau pertahanan sejak dininya aja tidak ada. Makanya imunisasi itu sangat penting untuk anak
kita. Dan menurut pengalaman saya juga waktu membawa keponakan saya vaksin itu setelah di
imunisasi orang tua dibekali obat Parasetamol biar pada saat anak demam bisa lngsung di beri pct tapi
yg paling baik memang diberi ASI. (NOVI OKTAVIANTI)