Anda di halaman 1dari 22

BAB II

PEMBAHASAN
1. Pengertian Dan Fungsi Manajemen

Manajemen memiliki peran penting dalam menggerakan segala sumber


daya dalam organisasi untuk mencapai tujuan secara efektif dan efesien.
manajemen itu merupakan penggerak dalam tubuh organisasi untuk mencapai
tujuan yang ditentukan terlebih dahulu. Sedangkan Hasibuan (1995:3)
Manajemen merupakan suatu proses yang khas yang terdiri dari tindakan-
tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengendalian yang
dilakukan untuk untuk menentukan serta mencapai sasaran-sasaran yang telah
ditentukan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber
lainnya.
Berdasarkan pendapat para ahli tentang defenisi manajemen diatas dapat
diasumsikan bahwa manajemen sangat erat kaitannya dengan kepemimpinan
dan pengambilan keputusan dalam menjalan seluruh sumber daya yang ada
sehingga proses manajemen dapat terlaksana sesuai dengan tujuan yang
diinginkan, manajemen merupakan sebuah kegiatan; pelaksanaannya disebut
manajing dan orang yang melakukannya disebut manajer. Proses tersebut
melalui pemanfaatan baik ilmu maupun seni seperti, kemampuan dan
kemahiran dalam mengerjakan tugas-tugas, memiliki cita rasa yang tinggi
dalam pembangunan segala sektor, dan mempunyai penampilan yang khas
sebagai penguasa atau pemimpin.
Manajemen terdiri dari berbagai unsur, yakni man, money, method,
machine, market, material dan information.
a) Man : Sumber daya manusia
b) Money : Uang yang diperlukan untuk mencapai tujuan
c) Method : Cara atau sistem untuk mencapai tujuan
d) Machine : Mesin atau alat untuk berproduksi
e) Material : Bahan-bahan yang diperlukan dalam kegiatan
f) Market : Pasaran atau tempat untuk melemparkan hasil produksi
g) Information : Hal-hal yang dapat membantu untuk mencapai tujuan

1
2. Fungsi Manajemen

Menurut G.R. Terry yang dikutif oleh Salam (2004:14) dalam bukunya
Manajemen Pemerintahan Indonesia, bahwa fungsi manajemen ada 4 yang
disingkat dengan akronim (POAC) yaitu :

1) Planning (perencanaan)

Planning (perencanaan) ialah penetapan pekerjaan yang harus


dilaksanakan oleh kelompok untuk mencapai tujuan yang digariskan.
Planning mencakup kegiatan pengambilan keputusan, karena termasuk dalam
pemilihan alternatif-alternatif keputusan. Diperlukan kemampuan untuk
mengadakan visualisasi dan melihat ke depan guna merumuskan suatu pola
dari himpunan tindakan untuk masa mendatang :

a) Faktor yang harus di pertimbangkan


Faktor yang harus di pertimbangkan yaitu :
1. Specific perencanaan harus jelas maksut maupun ruang
lingkupnya. Tidak terlalu melebar dan terlalu idealis
2. Measurable artinya program kerja atau rencana harus dapat diukur
tingkat keberhasilannya
3. Realistic artinya sesuai dengan kemampuan dan sumber daya yang
ada. Tidak terlalu mudah maupun tidak terlalu sulit, tetapi tetap
ada tantangan.
4. Time artinya ada batas waktu yang jelas mingguan, bulanan,
triwulan, semester atau tahunan. Sehingga mudah dinilai dan
dievaluasi.

b) Proses perencanaan
Proses perencanaan memiliki 5 (lima) langkah-langkah, diantaranya:
1. Menentukan tujuan perencanaan
2. Menentukan tindakan untuk mencapai tujuan

2
3. Mengembangkan dasar pemikiran kondisi mendatang
4. Mengidentifikasi cara untuk mencapai tujuan
5. Mengimplementasi rencana tindakan dan mengevaluasi hasilnya

c) Elemen perencanaan
Perencanaan terdiri atas dua elemen penting, yaitu sasaran (goals)
dan rencana (plan).
1. Sasaran yaitu hal yang ingin dicapai oleh individu, kelompok,
atau seluruh organisasi. Sasaran sering pula disebut tujuan.
sasaran memandu manajemen membuat keputusan dan membuat
kriteria untuk mengukur suatu pekerjaan.
2. Rencana adalah dokumen yang digunakan sebagai skema untuk
mencapai tujuan. Rencana biasanya mencakup alokasi sumber
daya, jadwal, dan tindakan-tindakan penting lainnya. Rencana
dibagi berdasarkan cakupan, jangka waktu, kekhususan, dan
rekuensi penggunaanya.

d) Unsur – unsur perencanaan


Suatu perencanaan yang baik harus menjawab enam pertanyaan yang
tercakup dalam unsur-unsur perencanaan yaitu:
1. Tindakan apa yang harus dikerjakan, yaitu mengidentifikasi
segala sesuatu yang akan dilakukan
2. Apa sebabnya tindakan tersebut harus dilakukan, yaitu
merumuskan faktor-faktor penyebab dalam melakukan tindakan
3. Tindakan tersebut dilakukan, yaitu menentukan tempat atau lokasi
4. Kapan tindakan tersebut dilakukan, yaitu menentukan waktu
pelaksanaan tindakan
5. Siapa yang akan melakukan tindakan tersebut, yaitu menentukan
pelaku yang akan melakukan tindakan
6. Bagaimana cara melaksanakan tindakan tersebut, yaitu
menentukan metode pelaksanaan tindakan

3
e) Klasifikasi perencanaan
Rencana-rencana dapat diklasifikasikan menjadi:
1. rencana pengembangan. Rencana-rencana tersebut menunjukkan
arah (secara grafis) tujuan dari lembaga atau perusahaan.
2. Rencana laba. Jenis rencana ini biasanya difokuskan kepada laba
per produk atau sekelompok produk yang diarahkan oleh manajer.
Maka seluruh rencana berusaha menekan pengeluaran supaya
dapat mencapai laba secara maksimal
3. Rencana pemakai. Rencana tersebut dapat menjawab pertanyaan
sekitar cara memasarkan suatu produk tertentu atau memasuki
pasaran dengan cara yang lebih baik
4. Rencana anggota-anggota manajemen. Rencana yang dirumuskan
untuk menarik, mengembangkan, dan mempertahankan anggota-
anggota manajemen menjadi lebih unggul (Terry, 1993: 60).

f) Tipe tipe perencanaan


Tipe-tipe perencanaan terinci sebagai berikut:
1. perencanaan jangka panjang (Short Range Plans), jangka waktu 5
tahun atau lebih
2. Perencanaan jangka pendek (Long Range Plans), jangka waktu 1
s/d 2 tahun
3. Perencanaan strategi, yaitu kebutuhan jangka panjang dan
menentukan komprehensif yang telah diarahkan
4. Perencanaan operasional, kebutuhan apa saja yang harus
dilakukan untuk mengimplementasikan perencanaan strategi
untuk mencapai tujuan strategi tersebut
5. Perencanaan tetap, digunakan untuk kegiatan yang terjadi
berulang kali (terus-menerus)
6. Perencanaan sekali pakai, digunakan hanya sekali untuk situasi
yang unik.

4
g) Dasar – dasar perencanaan yang baik
Dasar-dasar perencanaan yang baik meliputi:
1. Forecasting, proses pembuatan asumsi-asumsi tentang apa yang
akan terjadi pada masa yang akan datang
2. Penggunaan skenario, meliputi penentuan beberapa alternatif
skenario masa yang akan datang atau peristiwa yang mungkin
terjadi
3. Benchmarking, perbandingan eksternal untuk mengevaluasi
secara lebih baik suatu arus kinerja dan menentukan
kemungkinan tindakan yang dilakukan untuk masa yang akan
datang
4. Partisipan dan keterlibatan, perencanaan semua orang yang
mungkin akan mempengaruhi hasil dari perencanaan dan atau
akan membantu mengimplementasikan perencanaan-perencanaan
tersebut
5. Penggunaan staf perencana, bertanggung jawab dalam
mengarahkan dan mengkoordinasi sistem perencanaan untuk
organisasi secara keseluruhan atau untuk salah satu komponen
perencanaan yang utama.

2) Organizing (Pengorganisasian)

Organizing berasal dari kata organon dalam bahasa Yunani yang


berarti alat, yaitu proses pengelompokan kegiatan-kegiatan untuk mencapai
tujuan-tujuan dan penugasan setiap kelompok kepada seorang manajer (Terry
& Rue, 2010: 82). Pengorganisasian dilakukan untuk menghimpun dan
mengatur semua sumber-sumber yang diperlukan, termasuk manusia,
sehingga pekerjaan yang dikehendaki dapat dilaksanakan dengan berhasil.

a) Ciri-ciri Organisasi
Ciri-ciri organisasi adalah sebagai berikut:
1. Mempunyai tujuan dan sasaran
2. Mempunyai keterikatan format dan tata tertib yang harus ditaati

5
3. Adanya kerjasama dari sekelompok orang
4. Mempunyai koordinasi tugas dan wewenang.

b) Komponen-komponen Organisasi
Ada empat komponen dari organisasi yang dapat diingat dengan kata
“WERE” (Work, Employees, Relationship dan Environment).
1. Work (pekerjaan) adalah fungsi yang harus dilaksanakan berasal
dari sasaran-sasaran yang telah ditetapkan
2. Employees (pegawai-pegawai) adalah setiap orang yang
ditugaskan untuk melaksanakan bagian tertentu dari seluruh
pekerjaan.
3. Relationship (hubungan) merupakan hal penting di dalam
organisasi. Hubungan antara pegawai dengan pekerjaannya,
interaksi antara satu pegawai dengan pegawai lainnya dan unit
kerja lainnya dan unit kerja pegawai dengan unit kerja lainnya
merupakan hal-hal yang peka.
4. Environment (lingkungan) adalah komponen terakhir yang
mencakup sarana fisik dan sasaran umum di dalam lingkungan
dimana para pegawai melaksanakan tugas-tugas mereka, lokasi,
mesin, alat tulis kantor, dan sikap mental yang merupakan faktor-
faktor yang membentuk lingkungan.

c) Prinsip-prinsip organisasi
Williams (1965: 85) mengemukakan pendapat bahwa prinsip-prinsip
organisasi meliputi :
1. prinsip bahwa organisasi harus mempunyai tujuan yang jelas
2. prinsip skala hirarki
3. prinsip kesatuan perintah
4. prinsip pendelegasian wewenang
5. prinsip pertanggung jawaban
6. prinsip pembagian pekerjaan
7. prinsip rentang pengendalian
8. prinsip fungsional
9. prinsip pemisahan

6
10. prinsip keseimbangan
11. prinsip fleksibilitas
12. prinsip kepemimpinan

d) Manfaat pengorganisasian
Pengorganisasian bermanfaat sebagai berikut:
1. Dapat lebih mempertegas hubungan antara anggota satu dengan
yang lain
2. Setiap anggota dapat mengetahui kepada siapa ia harus
bertanggung jawab
3. Setiap anggota organisasi dapat mengetahui apa yang menjadi
tugas dan tanggung jawab masing-masing sesuai dengan
posisinya dalam struktur organisasi
4. Dapat dilaksanakan pendelegasian wewenang dalam organisasi
secara tegas, sehingga setiap anggota mempunyai kesempatan
yang sama untuk berkembang.
5. Akan tercipta pola hubungan yang baik antar anggota organisasi,
sehingga memungkinkan tercapainya tujuan dengan mudah.

3) Actuating (Penggerakan).
Pelaksanaan merupakan usaha menggerakkan anggota-anggota
kelompok sedemikian rupa, hingga mereka berkeinginan dan berusaha untuk
mencapai tujuan yang telah direncanakan bersama Terry (1993:62).

4) Controlling (Pengawasan).
Controlling atau pengawasan adalah penemuan dan penerapan cara dan
alat utk menjamin bahwa rencana telah dilaksanakan sesuai dengan rencana
yang telah ditetapkan.

a) Tahap-tahap pengawasan :
Tahap-tahap pengawasan terdiri atas:
1. penentuan standar;
2. penentuan pengukuran pelaksanaan kegiatan;
3. pengukuran pelaksanaan kegiatan;

7
4. pembanding pelaksanaan dengan standar dan analisa penyimpangan.
5. pengambilan tindakan koreksi bila diperlukan.

b) Tipe-tipe Pengawasan
1. Feedforward Control dirancang untuk mengantisipasi masalah – da
penyimpangan dari standar tujuan dan memungkinkan koreksi
sebelum suatu kegiatan tertentu diselesaikan
2. Concurrent Control merupakan proses dalam aspek tertentu dari
suatu prosedur harus disetujui dulu sebelum suatu kegiatan
dilanjutkan atau untuk menjamin ketepatan pelaksanaan suatu
kegiatan.
3. Feedback Control mengukur hasil-hasil dari suatu kegiatan yang
telah dilaksanakan.

3. Ruang Lingkup Manajemen Kewirausahaan


1) Manajemen Keuangan
Horne dan Wachowicz Jr. (2012:2) mengemukakan bahwa
manajemen keuangan berkaitan dengan perolehan aset, pendanaan, dan
manajemen aset dengan didasari beberapa tujuan umum. Sedangkan
menurut Irham Fahmi (2013:2), mengemukakan bahwa:
“Manajemen Keuangan merupakan penggabungan dari ilmu dan
seni yang membahas, mengkaji dan menganalisis tentang
bagaimana seorang manajer keuangan dengan mempergunakan
seluruh sumberdaya perusahaan untuk mencari dana,
mengelola dana dan membagi dana dengan tujuan memberikan
profit atau kemakmuran bagi para pemegang saham dan
suistainability (keberlanjutan) usaha bagi perusahaan.”

Berdasarkan teori diatas dapat disimpulkan bahwa manajemen


keuangan merupakan suatu kajian dan perencanaan analisis untuk
mengetahui mengenai keadaan keuangan yang terjadi pada perusahaan,
baik itu mengenai keputusan inventasi, pendanaan bahkan aktiva
perusahaan dengan tujuan memberikan profit bagi para pemegang
saham dan suistainability (keberlanjutan) usaha bagi perusahaan.

8
Menurut Bambang Riyanto (2001:6) menyatakan pada dasarnya
manajemen keuangan memiliki fungsi yang terdiri dari :
a) Fungsi Penggunaan atau Pengalokasian Dana dimana dalam
pelaksanaannya manajemen keuangan harus mengambil
sebuah keputusan investasi ataupun pemilihan alternatif
investasi.
b) Fungsi Perolehan Dana yang juga sering disebut sebagai
fungsi mencari sumber pendanaan dimana dalam
pelaksanaannya manajemen keuangan harus mengambil
sebuah keputusan pendanaan atau pemilihan alternatif
pendanaan (financing decisio )

Dalam mengetahui keadaan keuangan suatu usaha, ada tiga


laporan keuangan utama, yaitu:
1) Neraca
Neraca sering disebut dengan laporan posisi keuangan
yang menggambarkan aktiva (harta kekayaan), kewajiban
(utang) dan modal yang dimiliki

Gambar 4. Neraca

9
2) Laporan Laba Rugi
Laporan laba rugi mencerminkan bagaimana kinerja
perusahaan dalam upaya mencapai tujuannya. Kinerja
tersebut diukur dengan membandingkan antara pendapatan
perusahaan dengan biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh
pendapatan tersebut.

Gambar 5. Laporan Rugi Laba.

3) Arus Kas
Arus kas merupakan daftar yang menggambarkan arus
penerimaan dan pengeluaran kas suatu perusahaan selama
periode tertentu. Dimana kas digunakan sebagail alat
perencanaan, pengelolaan dan pengendalian likuiditas
perusahaan. Arus kas meliputi beberapa komponen yaitu
operasi, investasi dan pendanaan.

1. Arus kas Operasi


Dimana segala transaksi dan kejadian yang masuk dalam
penentuan laba bersih.
2. Arus Kas Investasi
Dimana transaksi yang berkaitan dengan pembelian dan
penjualan aktiva yang tidak untuk dijual kembali.
3. Arus Kas Pendanaan

10
Dimana transaksi yang berkaitan dengan kas didapatkan
atau dikembalikan kepada pemilik modal atau kreditor.

Gambar 6. Laporan Arus Kas


2) Manajemen Produksi

Manajemen produksi merupakan usaha untuk mengatur atau


mengkoordinasi suatu kegiatan produksi, agar menghasilkan produk
yang berkualitas dan sesuai dengan tujuan organisasi dalam jangka
waktu dan jumlah tertentu. Sofjan Assauri (1999:12) menyatakan
bahwa Manajemen produksi merupakan kegiatan untuk mengatur dan
mengkoordinasikan penggunaan sumber-sumber daya yang berupa
sumber daya manusia, sumber daya alat, dan sumber daya dana, serta
bahan secara efektif dan efisien, untuk menciptakan dan menambah
kegunaan (utility) suatu barang atau jasa. Jadi manajemen produksi
pada hakekatnya adalah kegiatan untuk mengatur barang jasa sesuai
dengan apa yang diharapkan baik dalam kualitas, kuantitas, maupun
dalam waktu dan biaya. Yang dimaksud dengan mengatur faktor-
faktor produksi adalah mengkombinasikan faktor produksi (input)
yang dimiliki perusahaan sehingga diperoleh hasil (output) yang
maksimal.

Jumlah produksi yang terlalu besar dapat mengakibatkan


kelebihan produksi sehingga barang-barang hasil produksi melebihi
permintaan pasar, hal ini menyebabkan harga pokok produksi menjadi

11
tinggi. Disamping itu luas produksi yang terlalu besar dapat membuat
harga jual barang menjadi merosot meskipun barang dapat disimpan.
akan tetapi mengakibatkan pertambahan biaya simpan dan perawatan.
Menurut Yamit (2005) proses produksi pada hakekatnya adalah proses
pengubahan (transformasi) dari bahan atau komponen (input) menjadi
produk lain yang mempunyai nilai lebih tinggi atau dalam proses
terjadi penambahan nilai. Dibawah ini terdapat gambar mengenai
proses produksi;

Input Proses Transformasi Output


Mesin Proses Produksi Barang
Bahan/Komponen dengan menggunakan Jasa
Energi berbagai macam Produk Sampingan
Disain Produk fasilitas poduksi Sisa-sisa proses

Gambar 2.1 Proses Produksi (Yamit : 2005)

Menurut Assauri (2008:105-106) mengungkapkan bahwa proses


produksi dapat dibedakan atas dua jenis, yaitu:
a) Proses produksi yang terus-menerus (continuous processes) Proses
produksi yang terus-menerus adalah proses produksi yang
dipersiapkan untuk memproduksi produk dalam jangka waktu yang
lama/panjang, tanpa mengalami perubahan untuk jenis produk
yang sama.
b) Proses produksi yang terputus-putus (intermitten processes).
Proses produksi yang terputus-putus adalah proses produksi yang
menggunakan waktu yang pendek dalam persiapan peralatan untuk
perubahan yang cepat guna dapat menghadapi variasi produk yang
berganti-ganti.
c) Proses Intermediate. Dalam kenyataan kedua macam proses
produksi diatas tidak sepenuhnya berlaku. Biasanya merupakan
campuran dari keduanya. Hal ini disebabkan macam barang yang

12
dikerjakan memang berbeda, tetapi macamnya tidak terlalu banyak
dan jumlah barang setiap macam agak banyak.
d) Proses produksi uang memiliki unsur continious dan ada pula
unsur intermittennya, proses semacam ini biasanya disebut sebagai
proses intermediate atau campuran.

Kebanyakan perusahaan memproduksi lebih dari satu produk.


Namun yang menjadi pertanyaan bagi para produsen adalah berapa
banyak dari setiap produk yang harus diproduksi oleh perusahaan
dalam memaksimumkan laba. Beberapa perusahaan biasanya juga
menghadapi banyak kendala dalam ketersediaan input yang mereka
gunakan pada aktivitas produknya. Oleh sebab itu, setiap perusahaan
harus dapat mempertimbangkan kapasitas produksi yang akan
dilakukan, Buffa (2006:122) proses perencanaan kapasitas dapat
direncanakan dengan pertimbangan sebagai berikut:

a) Memperkirakan permintaan di masa depan, termasuk


dampak dari teknologi, persaingan dan hal lainnya.
b) Menjabarkan perkiraan itu dalam bentuk kebutuhan fisik
c) Menyusun pilihan kapasitas yang berhubungan dengan
kebutuhan
d) Menganalisis pengaruh ekonomi pada pilihan yang telah
direncanakan
e) Memutuskan rencana pelaksanaan

Menurut Yamit (2011:67-68) terdiri dari dua jenis perencanaan


kapasitas, antara lain;

a) Perencanaan Kapasitas Jangka Pendek :


Perencanaan kapasitas jangka pendek digunakan untuk
menangani secara ekonomis hal-hal yang sifatnya mendadak
di masa yang akan datang, misalnya untuk memenuhi
permintaan yang bersifat mendadak atau seketika dalam
jangka waktu pendek.

13
b) Perencanaan Kapasitas Jangka Panjang :
Perencanaan kapasitas jangka panjang merupakan strategi
operasi dalam menghadapi segala kemungkinan yang akan
terjadi dan sudah dapat diperkirakan sebelumnya.

3) Manajemen Pemasaran
Chandler (Rangkuti, 2000: 3) strategi merupakan alat untuk
mencapai tujuan perusahaan dalam kaitannya dengan tujuan jangka
panjang, program tindak lanjut, serta prioritas alokasi sumber daya.
Pemahaman yang baik mengenai konsep strategi dan konsep-konsep
lain yang berkaitan, sangat menentukan suksesnya strategi yang
disusun. Sedangkan pemasaran Pemasaran menurut Rangkuti (2000,
p48) adalah suatu proses kegiatan yang dipengaruhi oleh berbagai
faktor sosial, budaya, politik, ekonomi, dan manajerial. Akibat dari
berbagai faktor tersebut dapat menciptakan, menawarkan dan
menukarkan produk yang memiliki nilai komoditas.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa strategi pemasaran


merupakan upaya menemukan peluang menarik dan penyusunan
strategi pemasaran yang dapat menghasilkan laba dari sebuah produk
atau jasa yang dapat menjangkau semua kalangan target pasar secara
efektif dan efisien. McCarthy dan Perreault (1996:32) menjelaskan
bahwa strategi pemasaran adalah "gambaran besar" yang
memperlihatkan hal-hal yang akan dilakukan perusahaan dalam pasar
tertentu. Ada dua bagian yang diperlukan:
a) Pasar target, yaitu sekelompok konsumen yang agak
homogen (serupa) yang akan dihimbau perusahaan
b) Bauran pemasaran, yaitu sejumlah variabel yang dapat
dikendalikan yang digabungkan perusahaan untuk memenuhi
kebutuhan kelompok target.

14
Strategi pemasaran itu terdiri dari campuran unsur-unsur
pemasaran (marketing mix) atau yang biasanya disebut 4P (Price,
Promotion, Place, dan Product), berikut adalah penjelasanya:
a) Produk (product) : Terdiri dari keragaman produk, kualitas,
desain, ciri, merek, kemasan, ukuran, dan lain-lain
b) Harga (price) : Terdiri dari daftar harga, potongan harga,
periode pembayaran dan persyaratan kredit
c) Promosi (promotion) : Terdiri dari promosi penjualan,
periklanan, tenaga penjualan, kehumasan, dan pemasaran
langsung
d) Tempat (place) : terdiri dari saluran pemasaran,
cakupanpasar,pengelompokan, persediaan, dan
transportasi

Dalam melakukan pemasaran yang efektif terhadap produk atau


jasa yang akan dipasarkan, Kertajaya (2003:27) menjelaskan bahwa
ada 18 prinsip dasar yang harus dipahami dalam melakukan dan
menerapkan strategi pemasaran, berikut adalah penjelasanya:

1) Information technology carries more emotional messages


Perkembangan Teknologi Informasi (TI) yang cepat ternyata
bukannya membuat orang semakin rasional, tapi justru sebaliknya
semakin emosional. Teknologi informasi ternyata mampu secara
masif menghasilkan pesan-pesan emosional melalui berbagai media
seperti telepon genggam (melalui SMS atau MMS), internet
(melalui email atau chatting), atau personal digital assistant (PDA).

2) Most customers in this interactive world are WO-MEN WO-MEN


tak hanya diartikan sebagai wanita dimana wanita memang
memiliki emosional yang tinggi terhadap apa yang mereka lihat
dan rasakan. Tapi seiring dengan perkembangan TI yang
berkembang pesat mampu mempengaruhi perasaan seorang laki-
laki menjadi women-oriented man, maksudnya yaitu laki- laki yang

15
memiliki emosional sama seperti wanita ketika mereka menyadari
value dari apa yang mereka lihat dan rasakan (rasional-emosional).

3) Most competitive advantage are from „feel‟ benefits Pelanggan


tidak hanya sekadar menimbang-nimbang sebuah produk atau jasa,
melainkan juga menimbang-nimbang value apa. yang mereka
dapatkan dari produk dan layanan yang perusahaan berikan. Dalam
teknologi informasi, khususnya internet, informasi dan
pengetahuan tidaklah terbatas lagi hampir semua orang dapat
mengakses hal yang sama. Sehingga Perusahaan harus berupaya
untuk memberikan emotional benefit yang menjadi faktor kunci
keunggulan bersaingnya.

4) Customer insight is the best tool to find out the customer‟s hidden
needs, pemasar mulai mengembangkan pendekatan riset pemasaran
yang mampu membuat konsumen bersikap lebih natural, salah
satunya adalah dengan menggunakan customer insight. Pendekatan
ini terbukti sangat efektif untuk menangkap kebutuhan-kebutuhan
tersembunyi (hidden needs) pelanggan. Beberapa pendekatan yang
dapat dilakukan diantaranya adalah mistery shopper, observasi
lapangan terhadap perilaku konsumen, ataupun projective
technique. Perusahaan dapat rutin turun ke pasar untuk melakukan
observasi pasar dalam rangka mengidentifikasi dan menangkap
hidden needs pelanggan tersebut.

5) Be intuitive not interpretative perusahaan yang berhasil memiliki


ciri khusus yaitu mereka memperhatikan aspek emosi dalam
budaya perusahaannya. Hal ini perlu perhatian khusus terutama
apabila perusahaan bergerak dibidang jasa sebab experience atau
pengalaman yang diberikan kepada pelanggan benar- benar sangat
bergantung pada sumber daya manusianya. Dan penciptaan kondisi
kerja yang kondusif dan menyenangkan juga memainkan peranan
penting. Jika kondisi kerja sudah tidak nyaman, jangan harap

16
karyawan dapat memberikan emotional advantage kepada
pelanggan.

6) Be proactive, not reactive, Semua orang memiliki dua pilihan


dalam menghadapi masalah, yaitu dipengaruhi atau mempengaruhi.
Demikian pula dengan pemasar, setiap pemasar mempunyai pilihan
untuk dipengaruhi atau mempengaruhi pasar. Sikap proaktif seperti
inilah yang pada akhirnya akan memperkuat posisi perusahaan
untuk mempengaruhi keadaan. Peluang untuk mempengaruhi pasar
pun terbuka lebar dan perusahaan berkesempatan untuk
menentukan rule of game.
7) Brand must have charisma Untuk memenangkan kompetisi, merek
perusahaan haruslah berkharisma, Merek yang kharsmatik
memberikan spiritual value yang menjadi landasan bagi
terbentuknya spiritual connection antara merek dan pelanggan.
Merek yang kharimatik adalah merek yang memiliki kinerja yang
tanpa cela secara berkelanjutan, sangat dihormati, dan memiliki
daya magnet dan kekuatan yang besar dalam menginspirasi dan
menjadi panutan serta merupakan keyakinan bagi pelanggan.

8) Empathy has a significant contribution in service. Salah satu


kemampuan yang paling penting dari kecerdasan emosional
(emotional intelligence) adalah empati. sebagian orang tak hanya
cukup mengetahui dan memahami emosinya (recognizing one‟s
emotions and self- awareness), mengelola emosinya (managing
emotions), memotivasi dirinya (motivating oneself), lebih dari itu
ia juga harus bisa mengetahui dan merasakan emosi dan perasaan
orang lain. Kapasitas dan kemampuan yang terakhir inilah yang
disebut oleh bapak kecerdasan emosional tersebut sebagai empati.
Dan kemampuan inilah yang harus digali agar mendapat empati
konsumen terhadap pemasaran yang dilakukan perusahan.

9) Involve customer in the business process : Semakin perusahaan


melibatkan pelanggan, maka semakin tinggi sense of ownership

17
mereka terhadap perusahaan dan merek perusahaan. Bahkan
loyalitas merupakan indicator yang lebih andal ketimbang laba
dalam mengukur kemampuan perusahaan menciptakan value.

10) View the market dynamically use infinite segmentation : Untuk


menjadi pemenang, seorang pemasar harus memiliki informasi
mengenai peta persaingan yang akurat. Informasi yang akurat ini
hanya dapat dihasilkan jika perusahaan mampu melihat pasar
secara kreatif dengan tidak membatasi diri dalam melakukan
pendekatan terhadap pasar.

11) Target the heart : kini tak lagi melihat produk yang kita tawarkan
melalui dari produk itu sendiri (stand alone), dengan mengevaluasi
feature dan benefit (F&B), tetapi juga dari situasi konsumsinya
(consumption situation) secara holistik. Jika dulu „Product is
produce in a factory, brand is made in your head‟, maka kini
„Product is product in factory, brand is made in your heart‟.

12) Be credible on promise. Dalam pemasaran yang paling penting


adalah menjaga kepercayaan pelanggan terhadap perusahaan
dengan selalu menjaga kejujuran. Jangan sesekali mencoba
membohongi pelanggan sebab positioning statement is reason of
being.

13) Context is the real winning formula : Merek-merek top dunia


sukses karena apa yang disebut konteks, yaitu how to offer.
Konteks sudah menjadi sesuatu yang given. Perusahaan harus
secara kreatif memanfaatkan kekuatan konteks agar dapat
memberikan value yang unik dan berbeda dari pesaing.

14) Product and service should be an experience : Untuk memenangkan


persaingan mau tak mau produk atau layanan perusahaan harus
menghasilkan sensasi yang tidak terlupakan (memorable sensation)
untuk memberi pengalaman kepada pelanggan. Perusahaan harus

18
menawarkan kepada pelanggan lebih dari sekedar F&B (Feature
and Benefit). Tanpa itu, produk atau layanan perusahaan
diperlakukan sebagai komoditi semata, walaupun perusahaan
memiliki ekuitas yang baik sekalipun.

15) Pricing must be easy to understand : Saat ini melihat begitu banyak
produk-produk menawarkan diskon dan sale dengan event-event
hari raya, bulan puasa, tahun baru, event tengah tahun, dan
sebagainya. Karena begitu banyaknya sale dan diskon yang
ditawarkan, konsumen menjadi skeptis. Mereka bingung dan
mempertanyakan mana yang sesungguhnya harga yang benar.
Akibatnya kemudian mereka hanya membeli produk tersebut pada
saat diskon dan sale. Akibatnya sales promotion yang tujuannya
untuk menarik konsumen menjadi tidak efektif lagi. Celakanya
lagi, kebijakan diskon yang berlebihan ini dapat merusak ekuitas
merek dalam jangka panjang.

16) Community is the best channel : Banyak perusahaan telah


menyadari pentingnya komunitas. Program-program keanggotaan
klub (club memberships) adalah contoh komunitas yang dibentuk
produsen untuk meningkatkan hubungan mereka dengan
pelanggan. Keanggotaan klub ini dapat ditujukan kepada siapa saja
yang membeli produk perusahaan, atau dapat pula terbatas hanya
kepada mereka yang bersedia membayar sejumlah biaya.

17) Personal conversation is the most effective : Saat ini, buzz


marketing atau komunikasi pemasaran dari mulut ke mulut atau
word of mouth, memainkan peranan yang semakin penting, buzz
marketingi bukanlah konsep pemasaran baru. Konsep ini telah
dijalankan semenjak ratusan abad yang lalu. Di tengah
kesemrawutan media, kegiatan promosi yang bersumber dari mulut
ke mulut ini sangat efektif karena mampu menjangkau konsumen
dengan cepat seperti halnya virus yang menjalar dari satu.

19
konsumen ke konsumen yang lain. Konsep word of mouth
menawarkan value yang unik dan dipersepsi bagus oleh konsumen.

18) Relationship is key of successful selling : Menjaga hubungan


dengan channel members ini berguna untuk dapat selalu
meningkatkan nilai bagi kedua belah pihak. Beberapa upaya yang
dilakukan untuk menjalin hubungan baik ini antara lain:
a) Memiliki data terperinci channel member tersebut, mulai
dari orang yang berwenang atau berhubungan dengan jasa
perusahaan lain. sehingga mempermudah key account
department menjalin hubungan melalui analisis-analisis
yang tepat, terutama dalam mengelola datanya (Data Ware
House)
b) Melakukan kerjasama promosi baik yang bersifat jangka
pendek maupun jangka panjang untuk menjaga relation.

20
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari beberapa penjelasan di atas penulis dapat mengambil sebuah kesimpulan
bahwa manajemen merupakan sebuah ilmu dan seni yang mengatur proses
pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya secara efektif dan
efisien untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

Adapun fungsi-fungsi manajemen meliputi beberapa hal yaitu:


1. Planning merupakan fungsi manajemen yg berkenaan dgn
pendefinisian sasaran utk kinerja organisasi di masa depan dan utk
memutuskan tugas-tugas dan sumber daya-sumber daya yg digunakan
yg dibutuhkan utk mencapai sasaran tersebut.
2. Organizing merupakan fungsi manajemen yg berkenaan dgn
penugasan mengelompokkan tugas-tugas ke dalam departemen-
departemen dan mengalokasikan sumber daya ke departemen.
3. Leading fungsi manajemen yg berkenaan dgn bagaimana
menggunakan pengaruh utk memotivasi karyawan dalam mencapai
sasaran organisasi.
4. Controlling fungsi manajemen yg berkenaan dgn pengawasan terhadap
aktivitas karyawan menjaga organisasi agar tetap berada pada jalur yg
sesuai dgn sasaran dan melakukan koreksi apabila diperlukan

B. Saran
Makalah ini dibuat untuk memberi motivasi pada pembaca agar pembaca
dapat lebih memahami tentang manajemen. Semoga makalah ini berguna, saran dan
kritiknya saya harapkan dari pembaca demi penyempurnaan makalah ini

21
DAFTAR PUSTAKA
Ciputra, 2008. Entrepreneurship Mengubah Masa Depan Bangsa, Jakarta: PT
Elex Media Komputindo.

David, Fred R. 1997. Strategic Management, 6th ed. New Jersey.Prentice Hall.

22