Anda di halaman 1dari 7

NAMA : TEUKU RIZKI AL-ARRINS

KELAS : XI IPS 2

TOKOH NASIONAL
1. KI HAJAR DEWANTARA
Ki Hajar Dewantara memiliki nama asli Raden Mas Suwardi Suryaningrat. Tahun 1912 Ki
Hajar Dewantara bersama dengan Dr. Cipto Mangunkusumo dan Dowes Dekker mendirikan
indische Partij yang bertujuan memperjuangkan Indonesia yang merdeka dan
berdaulat Mereka bertiga disebut sebagai Tiga Serangkai. Ki Hajar Dewantara mendirikan
sekolah yang diberi nama Taman Siswa, beliau kemudian dikenal sebagai Bapak Pendidikan
Nasional

2. Dr. SOETOMO
Dr Soetomo lahir pada 30 Juli 1888. Pada 20 Mei 1908 Dr Soetomo bersama dengan Dr.
Wahidin Soedirohoesodo mendirikan organisasi Budi Utomo. Tujuannya adalah
mempertinggi derajat bangsa Indonesia dan mempertinggi keluhuran budi orang
Jawa. Sutomo bercita-cita memakmurkan rakyat Indonesia. Beliau bertekad memperkecil
perbedaan antara orang kaya dan miskin, serta antara kaum terpelajar dan rakyat biasa.

3. AHMAD DAHLAN
Ahmad Dahlan adalah tokoh pergerakan nasional yang lama belajar pengetahuan agama di
Mekkah. Beliau mendirikan Muhammadiyah pada tanggal 18 November 1912 di
Yogyakarta. Tujuan Muhammadiyah adalah mengajarkan agama Islam sesuai dengan Al
Quran dan Hadist

4. Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO


Dr Cipto Mangunkusumo lahir di Ambarawa, 1886, adalah tokoh pendiri Indische Partij, dan
dikenal sebagai Tiga Serangkai bersama Ernest Douwes Dekker dan Ki Hajar Dewantara.
Cipto aktif menulis di koran De Locomotief sejak 1907. Tulisannya banyak mengkritik
Belanda maupun budaya feodal para priyayi. Sebelum mendirikan Indische Partij bersama
Tiga Serangkai, Cipto aktif dalam pergerakan Budi Utomo. Namun, karena perbedaan visi
dan Cipto merasa Budi Utomo kurang mewakili aspirasi politiknya, maka ia mengundurkan
diri dari kepengurusan dan bahkan keluar. Cipto terlibat dalam aksi Komite Bumi Putera
melawan Belanda, berbuntut penangkapan terhadap Tiga Serangkai oleh pemerintah Belanda.
Selama masa pembuangan, mereka tetap mengobarkan perlawanan lewat tulisan.

5. SOEKARNO
Kebangkitan nasional bukan saja pada masa berdirinya organisasi-organisasi pergerakan
nasional, namun hingga saat ini juga. Soekarno berjasa besar bagi bangsa Indonesia.
Perjuangannya menjelang detik-detik proklamasi tidak dapat dilupakan. Aktif dalam
organisasi PUTRA yang berjuang demi kemerdekaan bangsa Indonesia pun tidak dapat
dilupakan. Walaupun setelah kemerdekaan, pada masa demokrasi terpimpin ia bertindak
bagaikan diktator, semua jasanya tak dapat dilupa. Pada saat agresi militer I ketika Indonesia
terdesak, beliau memerintahkan Syafrudin Prawiranegara untuk melanjutkan perjuangan
Indonesia dengan mendirikan Pemerintah Darurat Republik Indonesia. Walaupun dengan
risiko ditangkap oleh Belanda karena kondisi Yogyakarta pada saat itu masih sangat rawan.
Inilah semangat perjuangan yang harus dimiliki segenap bangsa.
6. MOHAMMAD HATTA
Mohammad Hatta,beliau turut aktif dalam beberapa organisasi pergerakan. Beberapa kali
ditangkap oleh Belanda tidak memupuskan semangat perjuangannya. Beberapa organisasi
seperti Indische Vereeniging dan Club Pendidikan Nasional Indonesia pernah ia geluti.
Perannya sebagai Bapak Proklamator menjadi faktor utama yang membuat dirinya dikenal
oleh khalayak ramai. Pada sidang BPUPKI pada tanggal 18 Agustus 1945, sehari setelah
kemerdekaan Indonesia, beliau diangkat menjadi wakil presiden Republik Indonesia dan
Soekarno sebagai Presiden Republik Indonesia.

7. DOUWES DEKKER
Ernest François Eugène Douwes Dekker,tokoh ini masih juga berdarah Indonesia. Namun
tidak sepenuhnya. Tetapi keberadaanya bagi Indonesia sangat bermakna. Beliau mendirikan
Nationale Indische Partij pada tahun 1912, Nationale Indische Partij merupakan sebuah partai
politik. Menilai Budi Utomo terbatas pada bidang kebudayaan saja, maka Douwes Dekker
mendirikan sebuah partai politik. Ernest François Eugène Douwes Dekker masih terhitung
saudara dengan pengarang buku Max Haveelar, Eduard Douwes Dekker. Douwes Dekker
sendiri yang tidak sepenuhnya berdarah Indonesia, namun ia dengan segenap jiwa dan raga
berjuang untuk pergerakan nasional Indonesia. National Indische Partij pun aktif dalam
berbagai organisasi internasional, seperti Liga Penentang Imperialisme dan Penindasan, serta
Liga Demokrasi Internasional untuk menarik perhatian dunia internasional. Douwes Dekker
mencurahkan pikiran dan tenaganya demi memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

8. R.A KARTINI
Raden Ajeng Kartini mendirikan sekolah untuk wanita pribumi pada tahun 1903. beliaun
juga mendirikan sekolah di rumahnya, di Rembang. Pada tahun 1904 kartini meninggal
dunia. Kumpulan surat-suratnya disusun dalam sebuah buku yang berjudul “Habis Gelap
Terbitlah Terang”

9. WAHID HASYIM
Wahid Hasyim adalah putra Hasyim Ashari, pelopor dan pendiri NU( Nahdatul Ulama).
Tujuan NU adalah memecahkan berbagai persoalan umat islam baik dalam hal agama
maupun kehidupan di masyarakat. Tahun 1938, Wahid Hasyim bergabung dengan NU. 4
tahun kemudian beliau diangkat sebagai ketua NU. Perkembangan NU sebagai organisasi
politik dan keagamaan tidak terlepas dari peranannya.

10. Dr. WAHIDIN SUDIROHUSODO


Dr. Wahidin Sudirohusodo adalah pencetus berdirinya Organisasi Budi Utomo. Dr. Wahidin
Sudirohusodo adalah inspitrator bagi pembentukan organisasi modern pertama untuk
kalangan priyayi jawa. Ia lulusan sekolah Dokter Jawa dan bekerja sebagai dokter
pemerintahan di Yogyakarta sampai tahun 1899. pada tahun 1901 menjadi redaktur majalah
Retno Dhoemilah”Ratna yang berkilauan “.

TOKOH DAERAH
1. SULTAN AGUNG
Beliau adalah seorang raja mataram yang paling terkenal yang mengerahkan 10.000 prajurit
ke Batavia untuk mengusir Belanda namun serangan ini gagal ,karena Belanda mendapatkan
bantuan dari daerah lain. Pada tahun 1629 menyerang lagi,namun mengalami kegagalan.
Walaupun telah 2 kali mengalami kegagalan,Sultan Agung telah menunjukan kepada Belanda
bahwa bangsa Indonesia tidak mau dijajah.
2. PATTIMURA
Beliau adalah pahlawan dari maluku,pasukan Pattimura (Thomas Matulesi) berhasil merebut
Benteng Duursted pada tanggal 16 Mei 1817 menewaskan Residen Van Den Berg. Dengan
bantuan seorang pahlawan putri yang bernama Kristina Matra Tiahahu bersama rakyat
berjuang terus untuk mengusir Belanda,namun Belanda berhasil ditangkap oleh
Belanda,Pattimura dihukum gantung karena menolak untuk bekerja sama. Pattimura dengan
lantang mengatakan “Pattimura tua boleh dihancurkan,tetapi Pattimura-Pattimura muda akan
bangkit”

3. UNTUNG SUROPATI
Melakukan perlawanan diwilayah Jawa Tengah sampai Jawa Timur dipicu oleh ketidakadilan
dan penghianatan bangsa Belanda. Penawanannya dimulai tahun 1686 di Jawa Barat,Jawa
Tengah dan Jawa Timur. Untung Suropati berhasil mengusir Pasukan Belanda dan
membunuh pimpinannya Kapten Tack. Kemudian Untung Suropati mengangkat dirinya
sebagai Adipati Wiranegara di Bangil,Jawa Timur. Belanda menyerang Bangil dan banyak
menimbulkan korban dari kedua belah pihak,termasuk Untung Suropati.

4. PANGERAN DIPONEGORO
Raden Mas Ontowirya (Pangeran Diponegoro) dari Kesultanan Yogyakarta berkeinginan
mengusir Belanda. Perang dimulai setelah Belanda membuat jalan melalui makam leluhur
pangeran diponegoro. Berlangsung pada tahun 1825-1830 dengan pusat pertahan di Serang.
Perang menggunakan siasat Perang Gerilya. Siasat ini berhasil kemudian perang
meluas,karena kewalahan Jendral De Kock melakukan suatu tipu Muslihat menyerah.
Kemudian Belanda menyusun strategi untuk berpura-pura ingin melakukan perundingan
untuk menangkap pangeran Diponegoro. Pangeran Diponegoro ditangkap dan diasingkan ke
Manado kemudian dipindahkan ke Makassar sampai wafat tahun 1855.

5. TUANKU IMAM BONJOL


Beliau melakukan perlawanan di Minangkabau,Sumatra Barat. Perlawanan tersebut disebut
Perang Paderi ini berkobar mulai tahun 1821-1837. pada awalnya perang paderi karena
adanya perselisihan antara kaum adat dan kaum paderi peristiwa ini menjadi kesempatan
Belanda merebut Sumatra Barat dengan siasat politik Adudomba. Tuanku Imam Bonjol
ditangkap diasingkan ke Cianjur kemudian dipindahkan ke Ambon dan Makassar sampai
wafat.

6. SISINGAMANGARAJA XII
Sisingamangaraja XII (lahir di Bakara, 18 Februari 1845 – meninggal di Dairi, 17 Juni 1907
pada umur 62 tahun) adalah seorang raja di negeri Toba, Sumatera Utara, pejuang yang
berperang melawan Belanda, kemudian diangkat oleh pemerintah Indonesia sebagai
Pahlawan Nasional Indonesia sejak tanggal 9 November 1961 berdasarkan SK Presiden RI
No 590/1961. Sebelumnya ia dimakamkan di Tarutung Tapanuli Utara, lalu dipindahkan ke
Soposurung, Balige pada tahun 1953.

7. SULTAN HASSANUDDIN
Sultan Hasanuddin (lahir di Makassar, Sulawesi Selatan, 12 Januari 1631 - meninggal di
Makassar, Sulawesi Selatan, 12 Juni 1670 pada umur 39 tahun) adalah Raja Gowa ke-16 dan
pahlawan nasional Indonesia yang terlahir dengan nama I Mallombasi Muhammad Bakir
Daeng Mattawang Karaeng Bonto Mangepe. Setelah memeluk agama Islam, ia mendapat
tambahan gelar Sultan Hasanuddin Tumenanga Ri Balla Pangkana, hanya saja lebih dikenal
dengan Sultan Hasanuddin saja. Karena keberaniannya, ia dijuluki De Haantjes van Het
Oosten oleh Belanda yang artinya Ayam Jantan/Jago dari Benua Timur. Ia dimakamkan di
Katangka, Makassar

8. NYI AGENG SERANG


Nyi Ageng Serang bernama asli Raden Ajeng Kustiyah Wulaningsih Retno Edi (Serang,
Purwodadi, Jawa Tengah, 1752 - Yogyakarta, 1828) adalah seorang Pahlawan Nasional
Indonesia. Ia adalah anak Pangeran Natapraja yang menguasai wilayah terpencil dari kerajaan
Mataram tepatnya di Serang yang sekarang wilayah perbatasan Grobogan-Sragen. Setelah
ayahnya wafat Nyi Ageng Serang menggantikan kedudukan ayahnya. Nyi Ageng Serang
adalah salah satu keturunan Sunan Kalijaga, ia juga mempunyai keturunan seorang Pahlawan
nasional yaitu Ki Hajar Dewantara. Ia dimakamkan di Kalibawang, Kulon Progo. Warga
Kulon Progo mengabadikan monumen beliau di tengah kota Wates berupa patung beliau
sedang menaiki kuda dengan gagah berani membawa tombak.`

BIOGRAFI TOKOH NASIONAL


Ki Hajar Dewantara
Pada Tanggal 2 Mei 1889 Ki Hajar Dewantara lahir di Yogyakarta. Nama asli Ki Hajar
Dewantara yaitu Raden Mas Soewardi Soeryaningrat. Beliau berasal dari lingkungan
keluarga kraton Yogyakarta. Raden Mas Soewardi Soeryaningrat, beliau berganti nama
menjadi Ki Hadjar Dewantara saat genap berusia 40 tahun menurut hitungan Tahun Caka.
Semenjak saat itu, ia tidak lagi menggunakan gelar kebangsawanan di depan namanya. Hal
ini dimaksudkan supaya ia dapat bebas dekat dengan rakyat, baik secara fisik maupun
hatinya. Beliau adalah sosok yang santun, sederhana dan berhati mulia. Walau keturunan
ningrat namun Ki Hajar Dewantara tetap bergaul dengan rakyat bawah dan rajin memberikan
pertolongan kepada yang membutuhkan.
Perjalanan hidup Ki Hajar Dewantara benar-benar diwarnai perjuangan dan pengabdian demi
kepentingan bangsanya. Ia menamatkan Sekolah Dasar di ELS (Sekolah Dasar Belanda)
Kemudian sempat melanjut ke STOVIA (Sekolah Dokter Bumiputera), tapi tidak sampai
tamat karena sakit. Kemudian ia bekerja sebagai wartawan di beberapa surat kabar antara lain
Sedyotomo, Midden Java, De Express, Oetoesan Hindia, Kaoem Moeda, Tjahaja Timoer dan
Poesara. Pada masanya, ia tergolong penulis handal. Tulisan-tulisannya sangat komunikatif,
tajam dan patriotik sehingga mampu membangkitkan semangat antikolonial bagi
pembacanya.Ki Hajar Dewantara Selain ulet sebagai seorang wartawan muda, ia juga aktif
dalam organisasi sosial dan politik. Pada tahun 1908, ia aktif di seksi propaganda Boedi
Oetomo untuk mensosialisasikan dan menggugah kesadaran masyarakat Indonesia pada
waktu itu mengenai pentingnya persatuan dan kesatuan dalam berbangsa dan bernegara.
Ki Hajar Dewantara sangat aktif dan peduli dengan dunia pendidikan. Salah satu bukti
kepeduliannya yaitu beliau mendirikan Sekolah Taman Siswa pada Tahun 1922.Beliau
banyak memberikan teladan dan motivasi kepada kaum muda untuk terus semangat dalam
belajar tentang ilmu pengetahuan. Salah satu kata kata motivasi dari Ki Hajar Dewantara
yang sampai sekarang masih melekat di benak kita semua yaitu : “Tut wuri handayani”, atau
aslinya: ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani. Arti dari
semboyan ini adalah: tut wuri handayani (dari belakang seorang guru harus bisa
memberikan dorongan dan arahan), ing madya mangun karsa (di tengah atau di antara
murid, guru harus menciptakan prakarsa dan ide), dan ing ngarsa sung tulada (di depan,
seorang pendidik harus memberi teladan atau contoh tindakan yang baik)
BIOGRAFI TOKOH DAERAH
Sultan Hasanuddin
Sultan Hasanuddin lahir di Makassar, Sulawesi Selatan, 12 Januari 1631 dan meninggal di
Makassar, Sulawesi Selatan, 12 Juni 1670 pada umur 39 tahun, adalah Raja Gowa ke-16 dan
pahlawan nasional Indonesia yang terlahir dengan nama I Mallombasi Muhammad Bakir
Daeng Mattawang Karaeng Bonto Mangepe. Setelah memeluk agama Islam, ia mendapat
tambahan gelar Sultan Hasanuddin Tumenanga Ri Balla Pangkana, hanya saja lebih dikenal
dengan Sultan Hasanuddin saja. dia diangkat menjadi Sultan ke 6 Kerajaan Gowa dalam usia
24 tahun (tahun 1655). Sementara itu Belanda memberinya gelar de Haav van de Oesten alias
Ayam Jantan dari Timur karena kegigihannya dan keberaniannya dalam melawan Kolonial
Belanda. Sultan Hasanuddin, merupakan putera kedua dari Sultan Malikussaid, Raja Gowa
ke-15. Sultan Hasanuddin memerintah Kerajaan Gowa, ketika Belanda yang diwakili
Kompeni sedang berusaha menguasai perdagangan rempah-rempah.
Gowa merupakan kerajaan besar di wilayah timur Indonesia yang menguasai jalur
perdagangan. Pada tahun 1666, di bawah pimpinan Laksamana Cornelis Speelman, Kompeni
berusaha menundukkan kerajaan-kerajaan kecil, tetapi belum berhasil menundukkan Gowa.
Di lain pihak, setelah Sultan Hasanuddin naik takhta, ia berusaha menggabungkan kekuatan
kerajaan-kerajaan kecil di Indonesia bagian timur untuk melawan Kompeni.

PERAN TOKOH NASIONAL


Ki Hajar Dewantara
PERAN
• Ki Hajar Dewantara aktif membangkitkan semangat anti kolonial melalui tulisan-
tulisannya misalkan mengkritik lewat tulisan berjudul Als Ik Eens Nederlander Was
dan Een voor Allen maar Ook Allen voor Een
• Aktif dalam organisasi sosial dan politik
• Mendirikan Indische Partij bertujuan mencapai Indonesia merdeka
• Membentuk Komite Bumiputra
• Mendiriksn sebuah perguruan yang bercorak Nasional (taman siswa)
• Membentuk Pusat Tenaga Rakyat (PUTRA) pada pemerintahan Jepang
• Di Budi Utomo ia berperan sebagai propaganda dalam menyadarkan masyarakat
pribumi tentang pentingnya semangat kebersamaan dan persatuan sebagai bangsa
Indonesia
• Menjabat sebagai Mentri Pendidikan, Pengajaran dsn Kebudayaan yang pertama
• Melahirkan pemikiran tentang tujuan pendidikan
• Melahirkan ajaran Tut Wuri Handayani

PERAN TOKOH DAERAH


Peran Sri Sultan Hamengubuwana IX
• Penyatuan dua negara, antara negara Kesultanan Yogyakarta dan negara Republik
Indonesia.
• Sri Sultan HB IX sangat penting karena dia merelakan keratonnya sebagai tempat
persembunyian tentara Republik Indonesia ketika mereka dikejar-kejar oleh Belanda.
• menanggung seluruh biaya pemerintahan, termasuk gaji Soekarno-Hatta dan seluruh
kabinetnya, juga operasional TNI, dan pengiriman-pengiriman delegasi Indonesia ke
konferensi Internasional.
• Peranan Sri Sultan HB IX Dalam Kepramukaan Keberadaan Sri Sultan memang
seakan-akan menyusup di segala macam kegiatan masyarakat. Tidak hanya dalam
bidang politik dan olahraga, akan tetapi juga dalam gerakan Pramuka. Dalam bidaang
ini peranan Sri Sultan sebagai peletak tonggak-tonggak penting di sepanjang sejarah
kepramukaan di Indonesia sangat besar. Tonggak-tonggak sejarah tersebut ialah
semangat demokrasi, pengindonesiaan kepaduan yang disesuaikan dengaan nafas
bangsa Indonesia
• kebijakannya membangun selokan mataram untuk irigasi dan menghindari kerja
paksa (Romusha) masa penjajahan Jepang, berdiplomasi, sampai mendirikan sekolah
bagi warga pribumi dan ikut menggagas berdirinya suatu universitas yakni
Universitas Gadjah Mada.
• Selain itu, dalam pembinaan masyarakat sultan memajukan pendidikan yakni dengan
berdirinya sekolah rakyat (SR), lalu mendirikan SMP dan kemudian mendiirikan
sekolah menengah tinggi (SMT).
• menawarkan Yogyakarta sebagai pusat dan tempat kedudukan pemerintahan republik

TOKOH NASIONAL BERDASARKAN MASA PERJUANGANNYA

1. Dewi Sartika

Pahlawan Nasional kelahiran Bandung, 4 Desember 1884 ini punya peran penting dengan
kontribusinya sebagai perintis pendidikan buat kaum perempuan. Dewi Sartika memiliki
orang tua pasangan priyayi dan berpikiran maju, dan menyekolahkan beliau di sekolah
Belanda. Di tahun 1902, beliau merintis pendidikan buat kaum perempuan dengan pelajaran
yang sederhana, kayak merenda, memasak, menjahit, membaca, dan menulis. Dua tahun
kemudian, Dewi Sartika mendirikan Sakola Istri, yang merupakan sekolah perempuan
pertama di Hindia Belanda.

2. Sam Ratulangi

Mungkin banyak Pop Patriotics yang nggak tau kalau Pahlawan Nasional kita asal Sulawesi
Utara ini merupakan salah satu tokoh pejuang pendidikan yang gigih. Yup, aktivis
kemerdekaan Indonesia ini terkenal dengan filsafahnya: “Si tou timou tumou tou,” yang
artinya manusia baru bisa disebut sebagai manusia kalau sudah bisa memanusiakan manusia.
Beliau juga merupakan seorang akademisi yang terkenal. Ia sangat berjasa dalam perjuangan
melawan pembodohan dan kolonialisme Belanda di Manado, dan memperjuangkan
pendidikan masyarakatnya dengan baik. Sam Ratulangi ditunjuk menjadi gubernur pertama
Sulawesi Utara yang membawa kemajuan dan perubahan di Sulawesi Utara lho.

3. RA Kartini

Semua pasti setuju dong kalau RA Kartini merupakan Pahlawan Nasional perempuan yang
menjadi pelopor kebangkitan perempuan Indonesia, yang mana kala itu tidak mendapat hak
pendidikan yang baik. Kartini sangat suka membaca. Dari situlah beliau punya pengetahuan
yang cukup luas soal ilmu pengetahuan dan kebudayaan. Beliau juga menaruh perhatian
khusus pada masalah emansipasi wanita, dengan melihat perbedaan yang menjulang antara
perempuan Eropa dengan perempuan Indonesia. Menurut beliau, seorang perempuan perlu
memperoleh persamaan, kebebasan, otonomi, dan kesetaraan hukum. Girl power!

4. Kyai Haji Mohammad Hasjim Asy’ari

Salah seorang Pahlawan Nasional Indonesia yang lahir di Jombang, Jawa Timur, 10 April
1875 ini merupakan pendiri Nahdlatul Ulama, organisasi massa Islam terbesar di Indonesia.
Di kalangan Nahdliyin dan Ulama Pesantren, beliau punya julukan Hadratus Syeikh atau
yang berarti Maha Guru.

5. Kyai Haji Ahmad Dahlan

Di usia 15 tahun, Kyai Haji Ahmad Dahlan, atau Muhammad Darwis pergi naik Haji dan
tinggal di Mekah selama lima tahun. Selama waktu tersebut, Ahmad Dahlan mulai
berinteraksi dengan pemikiran-pemikiran pembaharu dalam Islam. Di tahun 1903, beliau
pergi lagi ke Mekah selama dua tahun dan sempet berguru kepada Syeh Ahmad Khatib yang
juga merupakan guru dari K.H. Hasjim Asy’ari. Beliau dikenal aktif dalam kegiatan
bermasyarakat dan punya gagasan-gagasan cemerlang. Tahun 1912, beliau mendirikan
Muhammadiyah di Kauman, Yogyakarta untuk melaksanakan cita-cita pembaruan Islam di
Nusantara. Beliau ingin mengadakan pembaruan dalam cara berpikir dan beramal menurut
tuntunan agama Islam. Sejak awal, beliau udah menetapkan kalau Muhammadiyah ini bukan
organisasi politik tapi bersifat sosial dan bergerak di bidang pendidikan.

KESIMPULAN DARI PARA TOKOH NASIONAL DAN DAERAH


1. Kejahatan akan menang, bila orang benar tidak melakukan apa-apa
2. Pahlawan yang setia itu berkorban, bukan buat dikenal namanya, tetapi semata-mata
membela cita-cita
3. Untuk mencapai sesuatu harus diperjuangkan dulu. Seperti mengambil buah kelapa,
dan tidak menunggu saja seperti jatuh durian yang telah masak.
4. Banyak hal yang bisa menjatuhkanmu. Tapi, satu-satunya hal yang benar-benar dapat
menjatuhkanmu adalah sikapmu sendiri
5. jangan pernah takut bicara lantang untuk menyuarakan kebenaran. Meyakinkan orang
lain untuk membela sesuatu yang benar memang sukar, namun lambat laun, orang-
orang tersebut akan tahu bahwa apa yang selama ini kamu bicarakan adalah benar.
6. peperangan terbesar yang sesungguhnya adalah memerangi nafsu yang ada di diri
sendiri. Tentu akan sangat mudah ketika kita mati-matian berjuang melawan orang
yang tak dikenal.
7. raihlah ilmu sebanyak-banyaknya. Sumber ilmu akan tetap ada dan tak akan pernah
habis. Orang yang tak berilmu biasanya akan mudah untuk diombang-ambing. Namun
orang yang kaya dengan ilmu, akan selalu bermanfaat dan dibutuhkan oleh orang
banyak