Anda di halaman 1dari 9

Epidemiologi

Kanker kulit memiliki tiga tipe utama yaitu Karsinoma Sel basal, Karsinoma Sel Skuamosa dan
Melanoma Maligna. Karsinoma Sel Basal menempati urutan pertama, diikuti Karsinoma Sel
Skuamosa, dan Melanoma Maligna pada urutan ketiga. Walaupun jumlah insiden Melanoma
Maligna lebih kecil dibanding Karsinoma Sel Basal dan Karsinoma Sel Skuamosa, angka kematian yang
disebabkannya cenderung lebih besar yaitu menyebabkan 75% kematian akibat kanker kulit. Di
Australia, yang merupakan salah satu negara dengan insiden kanker kulit tertinggi di dunia,
dilaporkan terjadi insiden kanker kulit empat kali lipat lebih tinggi dibanding Amerika Serikat, Inggris,
dan Kanada.Melanoma merupakan jenis kanker kulit dengan insiden tertinggi pada umur 15-44
tahun di Australia.

Meskipun tingkat insidensi di Hong Kong jauh lebih rendah daripada negara-negara di belahan dunia
Barat (Eropa dan Amerika Serikat), jumlah kasus baru terus meningkat setiap tahunnya. Hal ini
mungkin disebabkan oleh peningkatan partisipasi dalam kegiatan luar ruang dan jumlah populasi
lansia yang terus bertambah. Menurut Daftar Kanker Hong Kong dari Otoritas Rumah Sakit, ada 257
kasus baru kanker kulit pada tahun 2003 dan 558 kasus baru pada tahun 2013. Dengan kata lain,
jumlah ini hampir meningkat dua kali lipat antara tahun 2003 dan tahun 2013. Kanker kulit non-
melanoma, jenis yang paling umum dari kanker kulit, menjadi salah satu dari 10 jenis kanker teratas
di Hong Kong. Kanker ini meningkat dari posisi ke-11 pada tahun 2003 menjadi posisi ke-7 pada
tahun 2013.

Definisi

Kanker kulit adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh berubahnya sifat-sifat penyusun kulit
yang normal menjadi ganas, dimana sel-sel akan terus membelah menjadi menjadi bentuk yang
abnormal secara tidak terkontrol akibat kerusakan DNA (Asmarajaya, 2008).

Tanda dan Gejala

1. Benjolan kecil yang membesar benjolan terdapat diwajah, berwarna pucat seperti lilin,
permukaannya mengkilap, tidak terasa sakit atau gatal, dan yang semula kecil makin lama makin
membesar. Apabila diraba, benjolan terasa keras kenyal. Kadang - kadang benjolan menjadi hitam
atau kebiruan, bagian tengah mencekung dan tertutup kerak atau keropeng yang mudah berdarah
dila dangkat.

2. Benjolan yang permukaannya tidak rata dan mudah berdarah benjolan ini membasah dan
tertutup keropeng, teraba keras kenyal, dan mudah berdarah bila disentuh.

3. Tahi lalat yang berubah warna.

tahi lalat menjadi lebih hitam, gatal, sekitarnya berwarna kemerahan dan mudah berdarah. Tahi lalat
ini bertambah besar dan kadang-kadang di sektarnya timbul bintik-bintik.

4. Koreng atau borok dan luka yang tidak mau sembuh

Koreng dan luka yang sudah lama, tidak pernah sembuh walaupun sudah diobati, koreng ini
pinggirnya meninggi dan teraba keras serta mudah berdarah, adanya koreng karena terjadi benturan,
bekas luka yang sudah lama atau terinfeksi.
5. Bercak kecoklatan pada orang tua

Bercak ini banyak ditemukan pada muka dan lengan, bercak ini makin lama permukaannya makin
kasar, bergerigi, tetapi tidak rapuh, tidak gatal, dan tidak sakit.

6. Bercak hitam yang menebal pada telapak kaki dan tangan

Bercak ini ditemukan pada kulit yang berwarna pucat seperti ditelapak kaki dan telapak tangan.
Bercak ini mula-mula dangkal, berwarna hitam keabuan,batas kabur,tepi tidak teraba, tidak sakit
maupun gatal. Kemudian bercak cepat berubah menjadi lebih hitam, menonjol diatas permukaan
kulit , dan tumbuh ke dalam kulit serta mudah berdarah

Etiologi.

Pajanan sinar matahari merupakan penyebab utama kanker kulit, insidensinya berhubungan dengan
jumlah total pajanan sinar matahari. Kerusakan akibat sinar matahari bersifat kumulatif dan efek
berbahaya dapat mencapai taraf yang berat pada usia 20 tahun. Peningkatan insidensi kanker kulit
kemungkinan disebabkan oleh perubahan gaya hidup dan kebiasaan orang untuk berjemur serta
melakukan aktivitas di bawah sinar matahari. Tindakan protektif harus dilakukan sepanjang hidup.

Orang yang tidak memproduksi (pigmen) melanin dengan jumlah yang cukup didalam kulit untuk
melindungi jaringan dibawahnya sangat rentan terhadap kerusakan akibat sinar matahari. Orang
yang paling beresiko adalah orang yang berkulit cerah, berambut merah yang nenek moyangnya
berdarah celtic atau orang dengan warna kulit merah muda atau cerah di samping orang yang sudah
lama terkena sinar matahari tanpa terjadi perubahan warana kulit menjadi coklat kekuningan.

Populasi lain yang beresiko adalah para pekerja di luar rumah (seperti petani, pelaut dan pelayan)
orang - orang yang terpajan sinar matahari untuk suatu periode waktu. Orang berusia lanjut dengan
kulit yang rusak karena sinar matahari juga merupakan kelompok lainnya merupakan resiko seperti
halnya mereka yang mendapat tetapi sinar –X untuk pengobatan agne atau lesi benigna kulit.

Para pekerja yang mengalami kontak dengan zat-zat tertentu (senyawa arsen, netra, batu bara,
terserta, aspal dan parafin) juga termasuk dalam kelompok yang beresiko. Orang yang menderita
sikatriks akibat luka bakar yang berat dapat mengalami kanker kulit setelah 20 hingga 40 tahun
kemudian. Kanker sel skuamosa dapat dijumpai pada daerah osteomielitis yang mengeluarkan secret
secara kronik karena perubahan neoplastic karena terjadi di dalam fistualannya.Ulkus yang lama
pada ekstrenitas bahwa juga dapat menjadi lokasi asal kanker kulit. dalam kenyataannya, setiap
keadaan yang menyebabkan pembentukan sikatik atau iritasi kronik dapat menimbulkan penyakit
kanker. Pasien yang system kekebalannya terganggu jika memperlihatkan insidensi tumor malaknan
kulit yang meningkat, Faktor-faktor genetic juga ikut terlibat.
PATHWAY CA KULIT

v
Sinar matahari UVA dan Jenis & tipe kulit yang
UVB rentan terhadap sinar
matahari
Genetik

UVA dan UVB


Tahi lalat

Diserap oleh DNA

Mutasi DNA Proliferasi melanosit Deposisi melanin Penebalan kulit

Pembelahan terus Menghasilkan faktor


Berkurang apoptosis menerus melanosit yang pertumbuhan fibrinogen
rusak dasar

Fase radial
Menstimulasi proliferasi
melanosit autoimun
Menembus dermis
Fase vertikal

metastasis

Lesi precusor in situ MELANOMA Polipoid/nodul


hitam kebiruan

Pigmentasi makula Papula invasif Timbul plak kehitaman


dipermukaan kulut Metastasis limfogen dan
hematogen

Kerusakan Penebalan lesi Nodul kebiruan


Invasi dermal
jaringan kulit pembedahan

Gangguan citra
Kerusakan tubuh
Nyeri akut Kemoterapi Kurang pengetahuan
integritas kulit
Gangguan rasa /Radioterapi Ansietas
nyaman
Resiko infeksi
Klasifikasi kanker kulit

Kankerkulit di klasifikasikan dalam tiga tipe terbanyak yaitu karsinoma sel basal,karsinoma
sel skuamosa,dan melanoma maligna.

1. karsinoma sel basal ( basalioma )adalah tipe kanker kulit terbanyak,bersifat lokal
invasif,jarang bermetastasis namun tetap memiliki peluang untuk menjadi maligna
karena dapat merusak dan menghancurkan jaringan sekitar.karsinoma sel basal
muncul akibat radiasi sinar ultraviolet , biasanya di bagian wajah.karsinoma sel basal
jarang menyebabkan kematian serta mudah di terapi dengan pembedahan maupun
radiasi.

2. karsinoma sel skuamosa adalah tipe kedua terbanyak setelah karsinoma sel
basal,berasal dari sel skuamosa oada lapisan epidermis kulit.karsinoma sel skuamosa
bermetastasis lebih sering dari karsinoma sel basal,namun angka metastasissnya tidak
terlalu tinggi kecuali pada telinga,bibir,dan pasien imunosupresi.

3. Melanoma maligna adalah tumor yang berasal dari melanosit,merupakan salah satu
tumor yang paling ganas pada tubuh dengan resiko metastasis yang tinggi .

Melanomamaligna dapat di bagi menjadi empat yaitu : superficial spreading melanoma


(SSM),nodular melanoma (NM),lentigo malignant melanoma,dan acral lentiginous
melanoma (ALM)
Pemeriksaan Diagnostik

Penyakit kanker kulit berbeda dengan penyakit lain, penyakit kanker kulit atau penyakit kulit
dapat dilihat langsung dengan mata pemeriksa. Metode pemeriksaannya dapat dilakukan dengan
cara melakukan anamnesis riwayat penyakit. Dan dengan cara melakukan penyayatan mole yang
kemudian diamati dibawah Mikroskop. Dapat juga dilakukan diangnosis dengan laser. Dapat
menanggkap gambar tiga dimensi dari perubahan kimia dan struktur yang telah berlangsung
dibawah permukaan kulit manusia. Melihat kelainan kulit yang menonjol pada ukurannya lebih besar
dari 2,5 cm.

1. Pemeriksaan dermoskopi

Dermoskopi adalah suatu metode non invasif yang memungkinkan dalam evaluasi warna dan
struktur epidermis secara mikro (histologis) yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. Evaluasi
penyebaran warna dari lesi dan struktur histologis dapat membedakan apakah lesi tersebut jinak
atau ganas terutama pada lesi kulit berpigmen. Hal yang diperhatikan adalah ABCDE (asymmetry,
irregular borders, multiple colors, diameter >6 mm, enlarging lesion), bila hal tersebut didapatkan
pada lesi yang diperiksa, kemungkinan lesi tersebut bersifat ganas (karsinoma).

2. Pemeriksaan Biopsi

Tujuannya untuk memperoleh material yang cukup untuk pemeriksaan histologis, untuk membantu
menetapkan diagnosis, serta staging tumor (menentukan keganasan). Waktu pelaksanaan biopsy
sangat penting sebab dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan radiologis yang dipergunakan pada
staging. Apabila pemeriksaan CT-Scan dibuat setelah dilakukan biopsy, maka akan Nampak
perdarahan pada jaringan lunak yang memberikan kesan gambaran suatu keganasan pada jaringan
lunak.

Dikenal dua metode pemeriksaan biopsy, yaitu:

a. Biopsy tertutup, dengan menggunakan FNAB (Fine Needle Aspiration Biopsy) untuk melakukan
sitodiagnosis. Merupakan salah satu cara biopsy untuk melakukan diagnosis pada tumor. Keuntungan
dari FNAB adalah:

1) Tidak perlu perawatan

2) Risiko komplikasi kecil

3) Mencegah penyebaran tumor

4) Cepat mendapatkan hasil

b. Biopsy terbuka adalah metode biopsy melalui tindakan operatif.

Keunggulannya yaitu dapat diambil jaringan yang lebih besar untuk pemeriksaan histologik dan
pemeriksaan ultramikroskopik, mengurangi kesalahan pengambilan jaringan dan mengurangi
kecenderungan perbedaan diagnostic tumor jinak dan tumor ganas seperti antara enkodroma dan
kondrosarkoma, osteoblastoma dan osteosarkoma. Biopsy terbuka tidak boleh dilakukan bila dapat
menimbulkan kesulitan pada prosedur operasi berikutnya, misalnya pada reseksi en-bloc. . (Brunner
& Suddarth. 2006)

Penatalaksanaan

Terapi pada kanker kulit terdiri dari terapi pembedahan dan non pembedahan.

1. Terapi pembedahan terdiri dari pembedahan dengan eksisi, pembedahan dengan menggunakan
teknik Mohs Micrographic Surgery (MMS), curretage and cautery, dan cryosurgery.

a. Pembedahan dengan eksisi

Pada teknik ini , tumor di eksisi beserta dengan jaringan normal disekitarnya dengan batas yang telah
ditentukan sebelumnya untuk memastikan seluruh sel kanker sudah terbuang.

b. Pembedahan dengan teknik Mohs Micrographic Surgery (MMS)

Mohs Micrographic Surgery (MMS) adalah sebuah teknik pembedahan yang pertama kali dilakukan
oleh Frederic Mohs di tahun 1940. Pada teknik ini , tumor di eksisi beserta dengan jaringan normal
disekitarnya dengan batas yang telah ditentukan sebelumnya. Indikasi penggunaan teknik Mohs
Micrographic Surgery (MMS) antaralain: Lokasi tumor : terutama di bagian tengah wajah, sekitar
mata, hidung,dan telinga. Ukuran tumor : berapapun, tapi khususnya >2cm. Subtipe histologi :
morfoik, infiltratif, mikronodular, dan subtipe basoskuamosa. Definisi batas tumor yang kurang baik
melalui klinis. Lesi yang berulang (rekuren). Ada keterlibatan perivaskular dan perineural.

c. Curretage and cautery

Merupakan metode tradisional dalam terapi pembedahan kanker kulit. Metode ini merupakan
metode kedua terbanyak yang dilakukan setelah metode eksisi. Curretage and cautery bila dilakukan
untuk terapi pada lesi yang terdapat di wajah akan mengakibatkan angka rekurensi yang tinggi,
sehingga merupakan suatu kontraindikasi.

d. Cryosurgery

Cryosurgery menggunakan cairan nitrogen dalam temperatur-50 hingga -60 º C untuk


menghancurkan sel kanker. Teknik double freeze direkomendasikan untuk lesi yang terdapat di
wajah. Fractional cryosurgery direkomendasikan untuk lesi yang berukuran besar dan lokasinya
tersebar. Keberhasilan dari teknik ini tergantung dari seleksi jaringan dan kemampuan operator.

e. Photodynamic therapy

Photodynamic therapy melibatkan penggunaan reaksi fotokimia dimediasi melalui interaksi agen
photosensitizing, cahaya, dan oksigen. Karena fotosensitizer diarahkan secara langsung ditargetkan
pada jaringan lesi, photodynamic therapy dapat meminimalkan kerusakan pada struktur sehat
berdekatan. Metode ini efektif untuk lesi pada wajah dan kulit kepala yang bersifat primer dan
superfisial.
2. Radiasi

Radiasi menggunakan sinar x-ray dengan energi tinggi untuk membunuh sel kanker. Dikatakan
bahwa, radiasi bukanlah untuk menyembuhkan kanker, melainkan sebagai terapi adjuvan setelah
pembedahan untuk mencegah rekurensi dari sel kanker atau untuk mencegah metastasis.

3. Kemoterapi

Kemoterapi adalah metode dengan menggunakan obat-obatan untuk membunuh sel kanker khusus
pada tipe Melanoma Maligna. Hal ini disebabkan karena sifat dari Melanoma Maligna yang sering
melakukan metastasis ke organ lain. Beberapa jenis obat kemoterapi yang digunakan adalah
Dacarbazine (DTIC), Cisplatin yang dikombinasikan dengan Vinblastine, Temozolomide (Temodar),
dan Paclitaxel.

4. Terapi biologis

Terapi biologis juga disebut bioterapi atau immunoterapi, bekerja baik secara langsung ataupun tidak
langsung melawan kanker dengan mengubah cara-cara tubuh untuk bereaksi terhadap kanker.
Bentuk umum dari bioterapi dibawah penyelidikan untuk melanoma meliputi paksin, injeksi
bskterium yang diketahui sebagai BSG (basilus calmeete Guerin) dan enggunaan interperon,
interleunkin, dan antibiotic monoclonal.

Vaksinasi tersebut dibuat dari melanoma yang diradiasi dan di nonaktifkan. Diharapkan vaksin-vaksin
tersebut akan mensintesis system imun untuk mengenal melanoma dan oleh karenanya akan
meningkatkan kemampuan system untuk menghancurkan melanoma tersebut. Injeksi BSG
mempengaruhi stimulasi non spesifik dari system imun dan sedang dipelajari sebagai terapi untuk
asien-pasien fase awal. Diharapkan bahwa bahwa injeksi BSG secara langsung kedalam metastase
nodul-nodul subkutan dapat menyebabkan regresi lesi.

J. Komplikasi Kanker Kulit

Komplikasi yang terdapat terjadi antara lain : Selulitis adalah lesi kanker yang terkontaminasi bakteri,
tanda-tanda yang dapat dilihat pada kulit adalah tanda-tanda inflamasi seperti rubor, kalor, dolor,
dan functiolesa. Abses pada kulit. Penyebaran kanker ke organ lain terutama pada jenis Melanoma
Maligna yang merupakan tipe yang paling sering bermetastasis ke organ lain dan dengan jarak yang
jauh. Peningkatan resiko infeksi diakibatkan oleh kurangnya higienitas saat perawatan lesi maupun
saat proses pembedahan. Terjadi efek samping akibat radioterapi seperti kulit terbakar, susah
menelan, lemah, kerontokan rambut, nyeri kepala, mual muntah, berat badan menurun, kemerahan
pada kulit. Terjadi efek samping akibat kemoterapi seperti anorexia, anemia aplastik, trombositopeni,
leukopeni, diare, rambut rontok, mual muntah, mulut kering, dan rasa lelah.
DAFTAR PUSTAKA

Brunner. Suddarth. Buku ajar Keperawatan Medikal Bedah edisi 8. Jakarta : EGC.

David servan. Schreiber.2010. Hidup Bebas Kanker. Bandung : Qanita.

Judith M, Wilkinson & Nancy R Ahern. 2012. Buku Saku Diangnosis Keperawatan Edisi 9. Jakarta EGC.

Made Putri Hendaria, Asmarajaya & Sri Maliawan. Jurnal Kesehatan PDF Kanker kulit. Bagian Ilmu
Bedah Fakultas Kedokteran Universitas Udayana/ Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar.
Diakses 27 nov- 2013

Muttaqin Arif. Sari Kumala. 2011. Asuhan Keperawatan Gangguan Sistem Integumen. Jakarta:
Salemba Medika.

Nanda international, 2012-2014. Diangnosa Keperawatan Definisi dan klasifikasi. Jakarta: EGC.

Sylvia A. Price. Lorraine M. 1995. Patofisiologi Konsep klinis Proses- Proses Penyakit buku 2 edisi 4.
Jakarta : EGC.

Rahayu. Wahyu.2002. Mengenal Mencegah Dan Mengobati 35 Jenis Kanker. Jogjakarta : Victoria inti
Cipta.

Asmarajaya, AAGN. 2008. Kanker Kulit. Denpasar: SMF

Ilmu Bedah Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Djuanda, A (ed). 2011. Ilmu Penyakit Kulit
dan Kelamin. Edisi ke-6. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Doengoes, Marilynn E. 2000. Rencana Asuhan Keperawatan : pedoman untuk perencanaan dan
pendokumentasian perawatan pasien. Edisi ke-3. Jakarta: EGC.

Evert.D.C Poetiray. 2002. Kumpulan Kuliah Ilmu Bedah. Jakarta: Binarupa

Aksara.Harahap, Marwali. 2001. IlmuPenyakit Kulit. Jakarta: Hipokrates.

Nanda. 2012. Diagnosa Keperawatan. Jakarta: EGC.

Price dan Wilson. 2006. Pathofisiologi: konsep klinis proses-proses penyakit Vol 2. Edisi ke-6.
Jakarta: EGC.

Rata, I Gusti A. K. 2011. Tumor Kulit. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. 2011. 229.

Siregar, R.S. 2000. Atlas Berwarna Saripati Penyakit Kulit. Jakarta: EGC.

Sjamsuhidajat & De Jong. 2010. Buku Ajar Ilmu Bedah. Edisi ke-3. Jakarta: EGC.

Smeltzer, Suzanne C. 2001. Keperawatan Medikal Bedah Brunert & suddart Vol 3. Edisi ke-8. Jakarta:
EGC.

Keperawatan Medikal Bedah Brunert & Suddart Vol 1. Edisi ke

-8. Jakarta: EGC.Wasitaatmadja S.M. 2011.


Anatomi Kulit. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. 2011: 3. Wilkinson, J dan Ahern, N.R. 2012.

Buku Saku Diagnosis Keperawatan: diagnosis nanda, intervensi nic, kriteria hasil Noc. Edisi ke-
9. Jakarta: EGC