Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH

VIRUS HIV/AIDS

DISUSUN OLEH:

1.ALFAD NUR IKHSAN (03)

2.ERNA SELVIANA (13)

3.MINATUL LAILI (22)

4.MUHAMMAD HERBAMBANG YUSUF (23)

SMA NEGERI 2 BANGUNTAPAN


GLONDONG WIROKERTEN BANGUNTAPAN BANTUL
YOGYAKARTA
2010
LEMBAR PENGESAHAN

Makalah

Virus HIV/AIDS ini

Telah dipersiapkan dan disusun oleh

 Alfad Nur Ikhsan


 M. Herbambang Yusuf
 Minatul Laili
 Erna selviana

Telah dipertahankan di depan Guru Pembimbing


Pada tanggal, 09 Oktober 2010
Guru Pembimbing,

Drs. Sukoco
NIP. 196710072007011016
Kata Pengantar

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan


rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah
Biologi kami tentang Virus HIV dengan baik.

Seiring dengan dilakukannya penulisan makalah biologi tentang virus ini,


kami sebagai penulis tidak terlepas dari bantuan dan dorongan dari berbagai
pihak, sehingga tak lepas pula penulis sampaikan terima kasih serta penghargaan
yang tinggi kepada semua pihak yang telah membaca.
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini tentunya masih
terdapat beberapa kekurangan di dalamnya. Oleh karena itu penulis
mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk kepentingan laporan ini di
masa mendatang. Kritik dan saran dapat dikirim ke
her.bambang.yusuf@gmail.com. Dengan demikian semoga makalah yang sangat
sederhana ini bermanfaat bagi penulis dan para pembaca umumnya.

Yogyakarta, 29 September 2010


Penulis,

a.n

Muhammad Herbambang Yusuf


Latar Belakang
Seiring perkembangan zaman, kita telah menyadari bahwa populasi
manusia di dunia ini semakin meningkat di setiap detiknya. Kalau populasi
meningkat maka kepadatan penduduk sudah pasti menimbulkan berbagai masalah
social, diantaranya perilaku menyimpang seperti seks bebas dan penyalahgunaan
narkoba. Perilaku – perilaku yang demikian sangat meresahkan masyarakat,
karena kini generasi bangsa sangat terancam, tidak hanya karena perilaku-perilaku
menyimpang tersebut tetapi juga yang lebih penting lagi yaitu akibat yang
ditimbulkan. Yang akan kita bahas lebih lanjut disini adalah tentang Virus HIV
yang diakibatkan dari perilaku-perilaku menyimpang tersebut.

Maka dengan makalah ini kita akan mengupas lebih dalam mengenai
Virus HIV yang telah dikenal mematikan dan belum ada obatnya ini.
PEMBAHASAN

A. Ciri – ciri virus HIV


AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome) adalah kumpulan gejala
penyakit yang timbul akibat menurunnya kekebalan tubuh. Berkurangnya
kekebalan tubuh itu sendiri disebabkan virus HIV (Human Immunodeficiency
Virus). Pada dasarnya, HIV adalah jenis parasit obligat yaitu virus yang hanya
dapat hidup dalam sel atau media hidup. Virus ini "senang" hidup dan
berkembang biak pada sel darah putih manusia. HIV akan ada pada cairan
tubuh yang mengandung sel darah putih, seperti darah, cairan plasenta, air mani
atau cairan sperma, cairan sumsum tulang, cairan vagina, air susu ibu dan cairan
otak.
Adapun ciri-ciri orang yang terkena virus HIV/AIDS adalah seseorang
bisa mengalami penurunan imunitas atau daya tahan tubuh, hal ini bisa kita lihat
dari seorang yang terinfeksi virus tersebut akan mudah sakit seperti flu yang lama
sekali sembuhnya. Jika sudah stadium lanjut akan menjadi sangat rentan sekali dia
bisa mengalami komplikasi berbagai penyakit, seperti diare, infeksi saluran
pernafasan, lepuh kulit, berat badan terus menurun sehingga penderita tampak
kurus dan kering,

B. Struktur dan Anatomi Virus


Virus merupakan organisme subselular yang karena ukurannya sangat
kecil, hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop elektron. Ukurannya
lebih kecil daripada bakteri sehingga virus tidak dapat disaring dengan penyaring
bakteri. Virus terkecil berdiameter hanya 20 nm (lebih kecil daripada ribosom),
sedangkan virus terbesar sekalipun sukar dilihat dengan mikroskop cahaya.[4]
Asam nukleat genom virus dapat berupa DNA ataupun RNA. Genom virus
dapat terdiri dari DNA untai ganda, DNA untai tunggal, RNA untai ganda, atau
RNA untai tunggal. Selain itu, asam nukleat genom virus dapat berbentuk linear
tunggal atau sirkuler. Jumlah gen virus bervariasi dari empat untuk yang terkecil
sampai dengan beberapa ratus untuk yang terbesar.[4] Bahan genetik kebanyakan
virus hewan dan manusia berupa DNA, dan pada virus tumbuhan kebanyakan
adalah RNA yang beruntai tunggal.
Bahan genetik virus diselubungi oleh suatu lapisan pelindung. Protein
yang menjadi lapisan pelindung tersebut disebut kapsid. Bergantung pada tipe
virusnya, kapsid bisa berbentuk bulat (sferik), heliks, polihedral, atau bentuk yang
lebih kompleks dan terdiri atas protein yang disandikan oleh genom virus. Kapsid
terbentuk dari banyak subunit protein yang disebut kapsomer.

C. Bentuk Virus HIV

D. Penyakit yang disebabkan


Gejala infeksi HIV pada awalnya sulit dikenali, karena seringkali mirip
penyakit ringan sehari-hari seperti flu dan diare sehingga penderita tampak sehat.
Kadang-kadang dalam enam minggu pertama setelah kontak penularan timbul
gejala tidak khas berupa demam, rasa letih, sakit sendi, sakit menelan dan
pembengkakan kelenjar getah bening di bawah telinga, ketiak dan selangkangan.
Gejala ini biasanya sembuh sendiri dan sampai 4-5 tahun mungkin tidak muncul
gejala. Pada tahun ke-5 atau ke-6, tergantung masing-masing penderita, mulai
timbul diare berulang, penurunan berat badan secara mendadak, sering sariawan
di mulut dan pembengkakan di daerah kelenjar getah bening. Kemudian tahap
lebih lanjut akan terjadi penurunan berat badan secara cepat (> 10 persen), diare
terus-menerus lebih dari satu bulan disertai panas badan yang hilang timbul atau
terus menerus.
Kerusakan progresif pada sistem kekebalan tubuh menyebabkan orang
dengan HIV/AIDS (ODHA) amat rentan dan mudah terjangkit bermacam-macam
penyakit. Serangan penyakit yang biasanya tidak berbahaya pun lama-kelamaan
akan menyebabkan pasien sakit parah, bahkan meninggal. Oleh karena penyakit
yang menyerang bervariasi, AIDS kurang tepat jika disebut penyakit. Definisi
yang benar adalah sindrom atau kumpulan gejala penyakit.
Dalam masa sekitar tiga bulan setelah tertular, tubuh penderita belum
membentuk antibodi secara sempurna, sehingga tes darah tidak memperlihatkan
orang itu telah tertular HIV. Masa tiga bulan itu sering disebut dengan masa
jendela. Jika tes darah sudah menunjukkan adanya anti bodi HIV dalam darah,
artinya positif HIV, penderita memasuki masa tanpa gejala (5-7 tahun). Tapi, pada
masa ini tidak timbul gejala yang menunjukkan orang itu menderita AIDS, atau
dia tetap tampak sehat. Hingga kemudian, penderita memasuki masa dengan
gejala yang sering disebut masa sebagai penderita AIDS. Gejala AIDS sudah
timbul dan biasanya penderita dapat bertahan enam bulan sampai dua tahun dan
kemudian meninggal.
HIV/AIDS jelas berbahaya untuk melakukan infeksi terhadap orang,
karena gejala yang muncul baru diketahui penderita setelah 2-10 tahun terinfeksi
HIV. Disaat itulah sangat dimungkinkan, penularan terhadap orang lain -setiap
orang dapat tertular HIV/AIDS. Padahal, belum ada vaksin dan obat
penyembuhnya.

E. Organ yang diserang


HIV menyerang salah satu jenis dari sel-sel darah putih yang bertugas
menangkal infeksi. Sel darah putih tersebut termasuk limfosit yang disebut "sel T-
4" atau disebut juga "sel CD-4". HIV atau Human Immunodeficiency Virus,
adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia dan kemudian
menimbulkan AIDS. HIV menyerang salah satu jenis dari sel-sel darah putih yang
bertugas menangkal infeksi.

F. Cara Penularan
Dengan melihat tempat hidup HIV, tentunya bisa diketahui, penularan
HIV terjadi kalau ada pencampuran cairan tubuh yang mengandung HIV, seperti
hubungan seks dengan pasangan yang mengidap HIV, jarum suntik dan alat-alat
penusuk (tato, tindik dan cukur) yang tercemar HIV, transfusi darah atau produk
darah yang mengandung HIV dan ibu hamil yang mengidap HIV kepada janin
atau bayinya.
Hal-hal yang tidak berpotensi menularkannya adalah bersalaman, cium
pipi, batuk/bersin, menggunakan telepon umum/kloset umum, tempat duduk,
berenang, alat makan/minum, tinggal serumah dengan penderita HIV, dan gigitan
nyamuk. Tapi lantaran masih terbatasnya informasi yang didapat masyarakat
Indonesia tentang penyakit ini, banyak banyak penderita HIV/AIDS yang
dikucilkan dari lingkungannya.
HIV/AIDS jelas berbahaya untuk melakukan infeksi terhadap orang,
karena gejala yang muncul baru diketahui penderita setelah 2-10 tahun terinfeksi
HIV. Disaat itulah sangat dimungkinkan, penularan terhadap orang lain -setiap
orang dapat tertular HIV/AIDS. Padahal, belum ada vaksin dan obat
penyembuhnya.

G. Pencegahan dan pengobatan


Karena biasanya memanipulasi mekanisme sel induknya untuk
bereproduksi, virus sangat sulit untuk dibunuh. Metode pengobatan sejauh ini
yang dianggap paling efektif adalah vaksinasi, untuk merangsang kekebalan
alami tubuh terhadap proses infeksi, dan obat-obatan yang mengatasi gejala akibat
infeksi virus. Namun untuk virus HIV, sampai saat ini masih belum ditemukan
obatnya.
Pencegahan dapat dilakukan sejak awal, yaitu dengan cara menghindari
hal-hal negatif. Karena penularan HIV mayoritas diakibatkan karena perilaku
menyimpang. Jadi Pemerintah bisa lebih mensosialisasikan tentang bahaya Virus
ini, dan pencegahannya serta apa yang harus dilakukan jika dilingkungan
masyarakatnya terdapat ODHA (Orang Dengan HIV/Aids). Pencegahan dapat
dimulai sejak dini dengan sosialisasi dalam keluarga. Cara terbaik untuk
memerangi AIDS adalah memang menghindarinya sejak awal. Artinya, gunakan
kondom bila anda suka berganti pasangan, atau berhubungan hanya dengan satu
orang yang sama-sama telah terbukti bebas dari virus perusak kekebalan tubuh
(HIV) yang menyebabkan AIDS ini. Apabila anda harus disuntik, jangan mau
menggunakan jarum bekas orang lain, karena HIV dapat ditularkan melalui cairan
tubuh yang tertinggal dalam jarum.
Bagi orang yang terlanjur terinfeksi virus ini, ingatlah selalu untuk jangan
pernah menyerah menjaga semangat untuk hidup, menerima kenyataan dengan
sabar sehingga dapat menikmati hidup dengan positif, menjaga kondisi tubuh
dengan makanan bergizi, olah raga, istirahat dan rekreasi cukup, rajin
berkonsultasi dengan dokter dan sahabat yang ahli atau berpengalaman serta
senantiasa berdoa.
KESIMPULAN

Jadi kini telah kita tahu bahwa Virus HIV memang belum ada obatnya,
dan Virus HIV merupakan virus yang mematikan karena rata-rata penderitanya
meninggal pada akhirnya.
DAFTAR PUSTAKA

Syamsuri, I., Suwono, H., Ibrohim, Sulisetijono, Sumberartha, I.W, Rahayu, S.E,
2001, Biologi SMU Kelas 1 Semester 1, Erlangga.