Anda di halaman 1dari 7

PEMERIKSAAN AKUNTANSI II

“ Melakukan Audit Siklus Pendapatan (Penjualan dan Hasil Penjualan) “


Disusun untuk memenuhi salah satu syarat penilaian

Dosen Pembimbing :
Masyitah As Sahara, S.E.,M.Si

Disusun oleh :

Nada soraya (16622139)


Suci Nurrahmadani (16622209)
Zulinda (16622156)

Akuntansi ( Malam 2 )

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI ( STIE )


PEMBANGUNAN TANJUNGPINANG
Tahun Akademik 2018/2019

i
PENDAPATAN
Pendapatan adalah arus masuk atau penyelesaian(atau kombinasi keduanya) dari
pengiriman atau produksi barang, memberikan jasa atau melakukan aktivitas lain yang
merupakan aktivitas utama atau aktivitas centra yang sedang berlangsung.

PENGERTIAN SIKLUS PENDAPATAN


Siklus pendapatan adalah aktivitas yang terkait dengan pertukaran barang dan jasa
dengan pelanggan dan pengumpulan kas dari pendapatan terdiri atas transaksi:
 Penjualan kredit
 Penagihan/penerimaan piutang
 Penyesuaian penjualan
Siklus Pendapatan

Transaksi pendapatan Debit Kredit


Penjualan kedit Piutang usaha Penjualan
Harga pokok Persediaan
penjualan
Penerimaan kas Kas Piutang usaha
Diskon penjualan
Retur penjualan dan Retur penjualan dan Piutang usaha
pengurangan harga pengurangan harga
Penyisihan Piutang tak Beban piutang tak tertagih Penyisihan piutang tak tertagih
tertagih
Penghapusan piutang tak Penyisihan untuk piutang tak Piutang usaha
tertagih tertagih

SIFAT SIKLUS PENDAPATAN


Siklus pendapatan perusahaan terdiri dari aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan
pertukaran barang dan jasa dengan pelanggan dan penagihan pendapatan dalam bentuk
kas.Usaha perusahaan barang dagang, kelompok transaksi yang termasuk dalam siklus
pendapatan adalah :
1. Penjualan kredit
2. Penerimaan kas
3. Penyesuaian penjualan

2
Transaksi-transaksi tersebut mempengaruhi rekening-rekening berikut :
a) Penjualan
b) Piutang dagang
c) HPP
d) Kas
e) Persediaan barang dagang
f) Potongan penjualan
g) Retur penjualan
h) Kerugian atau biaya piutang tak tertagih (bad debts expense)
i) Cadangan kerugian piutang

TUJUAN AUDIT
Tujuan audit siklus pendapatan adalah untuk memperoleh bukti mengenai masing-masing
asersi signifikan yang berkaitan dengan transaksi dan saldo siklus pendapatan.
Asersi Kelengkapan
Asersi ini menekankan apakah seluruh transaksi dan saldo yang semestinya tercantum
dalam laporan keuangan, sudah benar-benar dicatat dan disajikan.

Asersi Penilaian dan Pengalokasian


Tujuan dari asersi ini adalah :
1) Semua transaksi penjualan kredit, penerimaan kas, dan penyesuaian penjualan telah
dijurnal secara tepat.
2) Saldo piutang dagang menggambarkan klaim bruto terhadap pelanggan dan sesuai
dengan saldo dalam buku pembantu piutang dagang. Klaim bruto berarti potongan
penjualan baru akan diakui apabila pelunasan piutang dilakukan dalam periode potongan.
3) Cadangan piutang tak tertagih menggambarkan estimasi yang wajar tentang perbedaan
antara piutang dagang bruto dan nilai bersih yang dapat direalisasikan

Asersi Pelaporan dan Pengungkapan


Tujuan dari asersi ini adalah :
1) Piutang dagang telah diidentifikasi dan dikelompokan secara tepat dalam neraca. Piutang
dagang dikelompokan sebagi asset lancer perusahaan dalam neraca.
2) Pengungkapan yang tepat dan memadai telah dilakukan sehubungan dengan piutang
dagang yang sudah dialihkan ke pihak lain atau dijaminkan.

3
3) Penjualan, potongan penjualan, retur penjualan, dan rugi piutang tak tertagih telah
diidentifikasi dan dikelompokan secara tepat dalam laporan laba rugi

TUJUAN AUDIT ATAS PIUTANG


1. Untuk mengetahui apakah terdapat pengendalian intern (internal control) yang baik atas
piutang dan transaksi penjualan, piutang dan penerimaan kas.
2. Untuk memeriksa validity (keabsahan) dan authenticity (ke otentikan) dari pada piutang.
3. Untuk memeriksa collectibility (kemungkinan tertagihnya) piutang dan cukup tidaknya
perkiraan allowance for bad debts (penyisihan piutang tak tertagih)
4. Untuk mengetahui apakah ada kewajiban bersyarat (contingent liability) yang timbul
karena pendiskontoan wesel tagih (notes receivable)

PERLAKUAN AKUNTANSI ATAS PIUTANG


Piutang merupakan aset atau kekayaan perusahaan yang timbul sebagai akibat dari
dilaksanakannya praktik penjualan kredit. Penjualan kredit dilakukan oleh perusahaan dalam
rangka merangsang minat para pelanggan, sehingga diharapkan dengan melakukan penjualan
kredit ini perusahaan dapat memperkuat pasar dan memperbesar hasil penjualan. Hubungan
antara piutang dagang dan penjualan kredit dimana piutang dagang khususnya digunakan untuk
tagihan yang timbul karena penjualan barang atau jasa secara kredit, dimana pembeli tidak
memberikan surat janji tertulis formal. Jadi secara nyata piutang dagang timbul karena adanya
transaksi penjualan kredit. Oleh karena itu besar kecilnya penjualan kredit akan berpengaruh
langsung terhadap jumlah piutang dagang.

SISTEM PENGENDALIAN INTERN ATAS PIUTANG


1. Memisahkan fungsi pegawai atau bagian yang menangani transaksi penjualan (operasi) dari
" Fungsi Akuntansi Untuk Piutang "
2. Pegawai yang menangani akuntansi piutang, harus dipisahkan dari fungsi penerimaan hasil
tagihan piutang
3. Semua transaksi pemberian kredit, pemberian potongan dan penghapusan piutang, harus
mendapatkan persetujuan dari pejabat yang berwenang.
4. Piutang harus dicatat dalam buku-buku tambahan piutang (Accounts Receivable Subsidiary
Ledger)
5. Perusahaan harus membuat daftar piutang berdasarkan umurnya (Aging Schedule).

4
PROSEDUR AUDIT ATAS PIUTANG
Menurut Sukrisno Agoes (2004:176), prosedur audit piutang usaha antara lain :
Pelajari dan evaluasi internal control atas piutang dan transaksi penjualan, piutang dan
penerimaan.
Buat Top Schedule dan Supporting Schedule piutang pertanggal neraca.Minta aging
shedule dari piutang usaha pertanggal neraca yang antara lain menunjukkan nama pelanggan
(customer), saldo piutang, umur piutang dan kalau bisa subsequent collections-nya.
Minta aging schedule dari piutang usaha per tanggal laporan posisi keuangan(neraca)yang
antara lain menunjukan nama pelanggan(custumer), saldo piutang, umur piutang dan kalau bisa
subsequent collectionsnya. Selain itu perlu juga diminta rincian piutang pegawai, wesel tagih,
uang muka dan lain-lain, pertanggal laporan posisi keuangan (neraca).
Periksa mathematical accuracy-nya dan check individual balance ke subledger lalu totalnya ke
general ledger.
Test check umur piutang dari beberapa customer ke subledger piutang dan sales invoice.
Kirimkan konfirmasi piutang:
1) Tentukan dan tuliskan dasar pemilihan pelanggan yang akan dikirim surat konfirmasi.
2) Tentukan apakah akan digunakan konfirmasi positif atau konfirmasi negatif.
3) Cantumkan nomor konfirmasi baik di schedule piutang maupun di surat konfirmasi.
4) Jawaban konfirmasi yang berbeda harus diberitahukan kepada klien untuk dicari
perbedaannya.
5) Buat ikhtisar (summary) dari hasil konfirmasi
Periksa subsequent collections dengan memeriksa buku kas dan bukti penerimaan kas
untuk periode sesudah tanggal neraca sampai mendekati tanggal penyelesaian pemeriksaan
lapangan (audit field work). Perhatikan bahwa yang dicatat sebagai subsequent collections
hanyalah yang berhubungan dengan penjualan dari periode yang sedang diperiksa.
Periksa apakah ada wesel tagih (notes receivable) yang didiskontokan untuk mengetahui
kemungkinan adanya contingent liability.
Periksa dasar penentuan allowance for bad debts dan periksa apakah jumlah yang
disediakan oleh klien sudah cukup, dalam arti tidak terlalu besar dan terlalu kecil.
Test sales cut-of dengan jalan memeriksa sales invoice, credit note dan lain-lain, lebih kurang 2
(dua) minggu sebelum dan sesudah tanggal neraca. Periksa apakah barang-barang yang dijual
melalui invoice sebelum tanggal neraca, sudah dikirim per tanggal neraca. Kalau belum cari tahu

5
alasannya. Periksa apakah ada faktur penjualan dari tahun yang diperiksa, yang dibatalkan dalam
periode berikutnya
Periksa notulen rapat, surat-surat perjanjian, jawaban konfirmasi bank, dan
correspondence file untuk mengetahi apakah ada piutang yang dijadikan sebagai jaminan.
Periksa apakah penyajian piutang di neraca dilakukan sesuai dengan prinsip akuntansi yang
berlaku umum di Indonesia/SAK Tarik kesimpulan mengenai kewajaran saldo piutang yang
diperiksa

RETUR
penjelasan retur, kata sendiri yaitu "kembali", retur sering di sebut sebagai retur
penjualan. Retur penjualan adalah pengembalian barang dari costumer karna hal tertentu,
mungkin karena rusak dalam perjalanan atau pengiriman barang yang tidak memenuhi
sepesifikasi yang diinginkan costumer

SISTEM PENGENDALIAN INTERN PADA RETUR


Dalam fungsi terkait retur di gunakan sebagai fungsi penjualan yaitu bertanggung jawab atas
penerimaan pemberitahuan mengenai pengembalian barang yang telah di beli oleh si pembeli,
ada fingsi penerimaan sebagai tanggung jawab berdasarkan otorisasi yang terdapat dalam memo
keredit , fungsi gudang sebagai penyimpanan barang kembali yang di terima dari retur penjualan
setelah barang tersebut diperiksa oleh fungsi penerimaan, yang terakir fungsi akuntansi yang
bertanggung jawab atas pencatatan transaksi retur penjualan kedalam jurnal umum dan
pencatatan berkurangnya piutang dan bertambahnya persedian akibat retur penjualan kartu
persediaan.

PROSEDUR AUDIT PADA RETUR


1. Jurnal umum dan / jurnal retur penjualan ,karena berkurangnhya pendapatan penjualan dan
pitang dagang akiabat transaksi retur penjualan di catat dalam jurnal umum
2. Kartu pitang yaitu catatan akuntansi ini merupakan buku pembantu piutang yang dalm
transaksi retur penjualan digunakan untuk mencatata berkurangnnya piutang kepada debitur
tertentu akibat dari transaksi tersebut

6
3.kartu persediaan yaitu catatan akuntansi ini merupakan buku pembantu persedian yang dalam
transaksi retur penjualan diguanakan untuk mencatat bertambahnya jenis persediaan produk jadi
tertentu akibat dari transaksi tsebut.
4. Kartu gudang catatan ini di selenggarakan oleh bagian gudang untuk mencatat bertambahanya
jenis persediaan produk jadi tertentu akibat dari transaksi retur penjualan.

PERLAKUAN AKUNTANSI ATAS RETUR


menurut standar akutansi keuagan yang dikeluarkan denga IAI ( ikatan akuntansi
indonesia) October 1994, sebagai pengganti prinsip Akuntansi Indonesia pernyataan no.6 Pa 1
1986 ini menjadi persyaratan standar akuntansi keuangan no30 ( PSAK No 30 ).
Retur sering dikaitkan dengan akuntansi sering di sebut return of asset yang digunakan
dalam situasi marger,akuisisi dan penilaian harga pasar saham.metode ini juga dapat di gunakan
untuk membandingkan perusahaaan yang berada di dalam industry yang sama.