Anda di halaman 1dari 15

KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH II

PERAWATAN DI RUANG ISOLASI

Oleh :

Kelompok 2

1. Alif akira satria 7. Mariana


2. Baiq Nesa Supriantini 8. Ni Made Indi Aprianti B.
3. I Gusti Putu Wisnu Pernawa 9. Nirwati
4. Iskandar Syah 10. Regina Salsa Gandi
5. Kurniwan 11. Siti Haula
6. Larasati 12. Widia Wati
13. Rista Karenina

KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

POLITEKNIK KESEHATAN MATARAM

JURUSAN KEPERAWATAN MATARAM

PRODI D III KEPERAWATAN MATARAM

2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur atas kehadirat Allah SWT atas segala limpahan rahmat taufik
hidayah-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul
“Perawatan di Ruang Isolasi” dengan lancar dan baik. Semoga makalah ini
dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi
pembaca pada umumnya.

Harapan kami semoga makalah ini bermanfaat dan dapat menambah


pengetahuan bagi pembaca. Kami akui makalah ini mungkin masih jauh dari
sempurna, sehingga kami mohon maaf apabila ada kesalahan baik dalam kata-
kata maupun dalam penulisan makalah ini. Untuk itu diharapkan bagi pembaca
untuk memberi masukan yang sifatnya membangun demi kesempurnaan makalah
ini. Akhir kami ucapkan terima kasih.

Mataram, 19-Februari-2019

Penulis
(kelompok 2)
DAFTAR ISI

Kata pengantar ............................................................................... i

Daftar isi .......................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang ......................................................................


B. Rumusan Masalah .................................................................
C. Tujuan ....................................................................................

BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian Ruang Isolasi..............................................................


B. Tujuan isolasi ..............................................................................
C. Syarat-syarat ruang isolasi...........................................................
D. Macam-macam isolasi ................................................................
E. Prinsip isolasi ..............................................................................
F. Universal Precaution yang di terapkan di ruang isolasi...............
G. Prosedur Perawatan Ruang Isolasi ..............................................

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan ............................................................................

DAFTAR PUSTAKA
BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Ruang isolasi adalah ruangan khusus yang terdapat di rumah sakit yang
merawat pasien dengan kondisi medis tertentu terpisah dari pasien lain
ketika mereka mendapat perawatan medis dengan tujuan mencegah
penyebaran penyakit atau infeksi kepada pasien dan mengurangi risiko
terhadap pemberi layanan kesehatan serta mampu merawat pasien menular
agar tidak terjadi atau memutus siklus penularan penyakit melindungi
pasien dan petugas kesehatan. CDC telah merekomendasikan suatu
“Universal Precaution atau Kewaspadaan Umum” yang harus
diberlakukan untuk semua penderita baik yang dirawat maupun yang tidak
dirawat di Rumah Sakit terlepas dari apakah penyakit yang diderita
penularanya melalui darah atau tidak.Hal ini dilakukan dengan asumsi
bahwa darah dan cairan tubuh dari penderita (sekresi tubuh biasanya
mengandung darah, sperma, cairan vagina, jaringan, Liquor
Cerebrospinalis, cairan synovia, pleura, peritoneum, pericardial dan
amnion) dapat mengandung Virus HIV, Hepatitis B dan bibit penyakit
lainnya yang ditularkan melalui darah.

B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa yang dimaksud dengan Ruang Isolasi ?
2. Apa tujuan isolasi ?
3. Apa saja syarat-syarat ruang isolasi ?
4. Apa saja macam-macam isolasi ?
5. Apa saja prinsip isolasi ?
6. Apa saja Universal Precaution yang di terapkan di ruang isolasi ?
7. Apa saja Prosedur Perawatan Ruang Isolasi ?

C. TUJUAN PENULISAN
1. Untuk mengetahui pengertian dari ruang isolasi
2. Untuk mengetahui tujuan dari isolasi
3. Unuk mengetahui syarat-syarat ruang isolasi
4. Untuk dapat mengetahui macam-macam isolasi
5. Untuk mengetahui prosedur apa saja yang dilakukan di ruang isolasi
BAB II

PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN RUANG ISOLASI


Ruang Isolasi adalah dilakukan terhadap penderita penyakit menular,
isolasi menggambarkan pemisahan penderita atau pemisahan orang atau
binatang yang terinfeksi selama masa inkubasi dengan kondisi tertentu
untuk mencegah atau mengurangi terjadinya penularan baik langsung
maupun tidak langsung dari orang atau binatang yang rentan.Sebaliknya,
karantina adalah tindakan yang dilakukan untuk membatasi ruang gerak
orang yang sehat yang di duga telah kontak dengan penderita penyakit
menular tertentu.
CDC telah merekomendasikan suatu “Universal Precaution atau
Kewaspadaan Umum” yang harus diberlakukan untuk semua penderita
baik yang dirawat maupun yang tidak dirawat di Rumah Sakit terlepas dari
apakah penyakit yang diderita penularanya melalui darah atau tidak.
Hal ini dilakukan dengan asumsi bahwa darah dan cairan tubuh dari
penderita (sekresi tubuh biasanya mengandung darah, sperma, cairan
vagina, jaringan, Liquor Cerebrospinalis, cairan synovia, pleura,
peritoneum, pericardial dan amnion) dapat mengandung Virus HIV,
Hepatitis B dan bibit penyakit lainnya yang ditularkan melalui darah.

B. TUJUAN ISOLASI
Tujuan dari pada di sediakanya ruang isolasi ini adalah agar para petugas
kesehatan yang merawat pasien terhindar dari penyakit-penyakit yang di
tularkan melalui darah yang dapat menulari mereka melalui tertusuk jarum
karena tidak sengaja, lesi kulit, lesi selaput lendir. Alat-alat yang dipakai
untuk melindungi diri antara lain pemakaian sarung tangan, Lab jas,
masker, kaca mata atau kaca penutup mata.Ruangan khusus diperlukan
jika hygiene penderita jelek.Limbah Rumah Sakit diawasi oleh pihak yang
berwenang.

C. SYARAT-SYARAT RUANG ISOLASI


a. Pencahayaan
Menurut KepMenKes 1204/Menkes/SK/X/2004, intensitas
cahaya untuk ruang isolasia dalah 0,1 ± 0,5 lux dengan warna cahaya
biru.Selain itu ruang isolasi harus mendapat paparan sinar
matahari yang cukup.
b. Pengaturan sirkulasi udara
Pengaturan sirkulasi udara ruang isolasi pada dasarnya menggunakan
prinsip tekanan yaitu tekanan bergerak dari tekanan tinggi ke tekanan
rendah.
c. Berdasarkan tekanannya ruang isolasi dibedakan atas :
1. Ruang Isolasi Bertekanan Negatif
Pada ruang isolasi bertekanan negatif udara di dalam ruang
isolasi lebih rendah dibandingkan udara luar. Hal ini
mengakibatkan tidak akan ada udara yang keluar dari ruangan
isolasi sehingga udara luar tidak terkontaminasi oleh udara dari
ruang isolasi. Ruang isolasi bertekanan negatif ini digunakan untuk
penyakit- penyakit menular khususnya yang menular melalui udara
sehingga kuman-kuman penyakit tidak akan mengkontaminasi
udara luar. Untuk metode pembuangan udara atau sirkulasi udara
digunakan sistem sterilisasi.
2. Ruang Isolasi Bertekanan Positif
Pada ruang isolasi bertekanan positif udara di dalam ruang isolasi
lebih tinggi dibandingkan udara luar sehingga mennyebabkan
terjadi perpindahan udara dari dalam ke luar ruang isolasi. Hal ini
mengakibatkan tidak akan ada udara luar yang masuk ke ruangan
isolasi sehingga udara ruang isolasi tidak terkontaminasi oleh udara
luar. Ruang isolasi bertekanan positif ini digunakan untuk
penyakit-penyakit immuno deficiency seperti HIV AIDS atau
pasien-pasien transplantasi sum sumtulang. Untuk memperoleh
udara di ruang isolasi sehingga menghasilkan tekanan positif di
ruang isolasi digunakan udara luar yang sebelumnya telah
disterilisasi terlebih dahulu.

d. Pengelolaan Limbah
Pada prinsipnya pengelolaan limbah pada ruang isolasi sama dengan
pengelolaan limbah medis infeksius yang umumnya terdiri dari
penimbunan, penampungan, pengangkutan, pengolahan dan
pembuangan.

D. MACAM-MACAM ISOLASI
1. Isolasi ketat
Kategori ini dirancang untuk mencegah transmisi dari bibit penyakit
yang sangat virulen yang dapat ditularkan baik melalui udara maupun
melalui kontak langsung.Cirinya adalah selain disediakan ruang
perawatan khusus bagi penderita juga bagi mereka yang keluar masuk
ruangan diwajibkan memakai masker, lab jas, sarung tangan.Ventilasi
ruangan tersebut juga dijaga dengan tekanan negatif dalam ruangan.
2. Isolasi kontak
Diperlukan untuk penyakit-penyakit yang kurang menular atau infeksi
yang kurang serius, untuk penyakit-penyakit yang terutama ditularkan
secara langsung sebagai tambahan terhadap hal pokok yang
dibutuhkan, diperlukan kamar tersendiri, namun penderita dengan
penyakit yang sama boleh dirawat dalam satu kamar, masker
diperlukan bagi mereka yang kontak secara langsung dengan
penderita, lab jas diperlukan jika kemungkinan terjadi kontak dengan
tanah atau kotoran dan sarung tangan diperlukan jika menyentuh
bahan-bahan yang infeksius.

3. Isolasi pernafasan
Dimaksudkan untuk mencegah penularan jarak dekat melalui udara,
diperlukan ruangan bersih untuk merawat penderita, namun mereka
yang menderita penyakit yang sama boleh dirawat dalam ruangan yang
sama. Sebagai tambahan terhadap hal-hal pokok yang diperlukan,
pemakaian masker dianjurkan bagi mereka yang kontak dengan
penderita, lab jas dan sarung tangan tidak diperlukan.

4. Isolasi terhadap Tuberculosis (Isolasi BTA)


Ditujukan bagi penderita TBC paru dengan BTA positif atau gambaran
radiologisnya menunjukkan TBC aktif.Spesifikasi kamar yang
diperlukan adalah kamar khusus dengan ventilasi khusus dan pintu
tertutup.Sebagai tambahan terhadap hal-hal pokok yang dibutuhkan
masker khusus tipe respirasi dibutuhkan bagi mereka yang masuk ke
ruangan perawatan, lab jas diperlukan untuk mencegah kontaminasi
pada pakaian dan sarung tangan atidak diperlukan.

E. PRINSIP ISOLASI
Ruang Perawatan isolasi terdiri dari :
1. Ruang ganti umum
2. Ruang bersih dalam
3. Stasi perawat
4. Ruang rawat pasien
5. Ruang dekontaminasi
6. Kamar mandi petugas
Prinsip kewaspadaan airborne harus diterapkan di setiap ruang perawatan
isolasi yaitu:

1. Ruang rawat harus dipantau agar tetap dalam tekanan negatif


dibanding tekanan di koridor.
2. Pergantian sirkulasi udara 6-12 kali perjam
3. Udara harus dibuang keluar, atau diresirkulasi dengan menggunakan
filter HEPA (High-Efficiency Particulate Air)
4. Setiap pasien harus dirawat di ruang rawat tersendiri.
5. Pada saat petugas atau orang lain berada di ruang rawat, pasien harus
memakai masker bedah (surgical mask) atau masker N95 (bila
mungkin).
6. Ganti masker setiap 4-6 jam dan buang di tempat sampah infeksius.
7. Pasien tidak boleh membuang ludah atau dahak di lantai gunakan
penampung dahak/ludah tertutup sekali pakai (disposable).

F. UNIVERSAL PRECAUTION YANG DI TERAPKAN DI RUANG


ISOLASI
Kewaspadaan Universal yaitu tindakan pengendalian infeksi yang
dilakukan oleh seluruh tenaga kesehatan untuk mengurangi resiko
penyebaran infeksi dan didasarkan pada prinsip bahwa darah dan cairan
tubuh dapat berpotensi menularkan penyakit, baik berasaldari pasien
maupun petugas kesehatan (Nursalam, 2007). Secara garis besar, standard
kewaspadaan universal di ruang isolasi antara lain :
1. Cuci tangan
2. Pakai sarung tangan saat menyentuh cairan tubuh, kulit tak utuh dan
membranmukosa
3. Pakai masker, pelindung mata, gaun jika darah atau cairan tubuh
mungkin memercik
4. Tutup luka dan lecet dengan plester tahan air
5. Tangani jarum dan benda tajam dengan aman
6. Buang jarum dan benda tajam dalam kotak tahan tusukan dan tahan air
7. Proses instrumen dengan benar
8. Lakukan pengelolaan limbah dengan benar
9. Bersihkan tumpahan darah dan cairan tubuh lain segera dan dengan
seksama
10. Buang sampah terkontaminasi dengan aman
11. Lakukan pengelolaan alat kesehatan untuk mencegah infeksi dalam
kondisi sterildan siap pakai dengan cara dekontaminasi, pencucian alat,
dan desinfeksi dansterilisasi
G. PERAWATAN DI RUANG OPERASI

CHEAKLIST PERAWATAN DIRUANG ISOLASI

NILAI

ASPEK YANG DINILAI 0 1 2

Definisi :

• perawatan diruang isolasi adalah memisahkan klien dan peralatan


yang diperlukan pada suatu tempat atau khusus.

• perawatan diruang isolasi yaitu menjaga pasien dengan kondisi


medis tertentu yang terpisah dari pasien lain saat mereka menerima
perawatan medis.

Tujun umum :

• sebagai pedoman bagi petugas medis dan non medis dalam


penanganan dan deteksi dini dimana pada pelaksanaannya dilakukan
seminimal mungkin kontrak dengan penderita.

Tujuan khusus :

• menghindari penyebaran dan penularan penyakit

• memudahkan perawatan

•memberikan ketenangan dan rasa aman bagi klien

Indikasi perawatan diruang isolai

• klien yag mengidap penyakit menular

• klien yang dicurigai mengidap prnyakit menular

• klien yang gelisah atau menggangu pasien lain

• klien yang memerlukan perawatan khusus


Pelaksanaan

1. Persiapan pasien :
a. Memperkenalkan diri
b. Bina hubungan saling percaya
c. Meminta pengunjung atau keluarga meninggalka
ruangan
d. Menjelaskan tujuan
e. Menjelaskan langkah prosedur yang akan dilakukan
f. Menyepakati waktu yang akan digunakan

2. Persiapan alat dan bahan :


Pemilihan peralatan bergantung pada tipe peralatan
yang diberikan pada klien misalnya (alat-alat untuk
memberikan obat, alat-alat untuk kebersihan,alat-alat
untuk mengganti tempat tidur)

3. Persiapan pasien :
a. Memberitahukan pasien
b. Menyiapkan lingkungan klien
c. Mengatur posisi tidur pasien

Tahap pra intraksi

1. Cuci tangan
2. Siapkan alat -alat

Tahap orientasi

1. Memberi salam panggil klien dengan panggilan yang


disenangi
2. Memperkenalkan nama perawat
3. Jelaskan prosedur dan tujuan tindakan pada klien atau
keluarga menjelaskan tentang kerahasiaan

Tahap kerja

1. Perhatikan intruksi dokter untuk memastikan jenis isolasi


yang sesuai dengan penyakit klien
2. Perhatikan kebijakan dan manual prosedur
3. Telaah hasil pemeriksaan laboratium untuk menentukan
jenis mikroorganisme yag menyebabkan klien terisolasi
4. Pertimbangkan jenis perawatan atau prosedur yang akan
dilakukan diruangan pasien
5. Siapkan semua peralatandan bahan yang diperlukan
6. Cuci tangan
7. - Kenakan scort, masker dan sarung tangan dengan tepat
- Kenakan scort, pastikan scort ini menutup semua bagian
luar pakaian
- Kenakan sarung tangan sekali pakai, jika digunakan
dengan scort masukan tepi scort kedalam lipatan sarung
tangan
- Gunakan masker bedah sekitar mulut dari hidung ikat
dengan kuat
8. Masuki ruangan klien atur alat dan bahan jikaa peralatan
akan dibuang dari ruangan untuk penggunaan ulang
bungkus dengan handuk bersih
9. Kaji tanda-tanda vital
- Letakan kertas bersih disamping tempat tidur letakkan
sehelai
- Letakkan jam diatas handuk agar mudah dilihat
- Jika peralatan masih dalam ruangan lanjutkan
pengkajian tanda-tanda vital dengan prosedur rutin
hindari kontak stetoskop atau manset tekanan darah
dengan bahan terinfeksi
- Tuliskan hasil pemeriksaan tanda –tanda vital pada
selembar kertas
- Jika stetoskop akan digunakan ulang bersihkan
diafragma atau bel dengan alcohol simpan ditempat
bersih
10. Berikan obat
- Berikan obat oral dalam pembungkus atau mangkuk
- Buang pembungkus atau mangkuk kedalam wadah
plastik
- Berikan injeksi saat menggunakan sarung tangan
- Buang spuit kedalam wadah
11. Dorong hygiene
- Hindari jangan sampai scrot menjadi basah
- Bantu klien melepaskan scort buang dalam kantong
linen khusus
- Lepaskan linendari tempat tidur jika terlalu kotor
hindari kontak dengan gaun anda buang dalam kantong
linen khusus
- Pasang kembali linen tempat tidur yang bersih
- Ganti sarung tangan jika terlalu kotor dan diperulukan
perawatan lanjut
12. Kumpulkan specimen
- Letakkan spesimen darah dan cairan tubuh dalam
wadah yang baik dengan penutup yang kuat untuk
mencegah kotoran selama pengiriman
- Letkkan wadah specimen pada ketras dikamar mandi
pasien
- Kumpulkan specimen yang dibutuhkan dengan tehnik
yang tepat
- Priksa dan pastikan wadah spesimen tertutup dengan
kuat
- Beri lebel pada wadah spesimen dengan nama klien
kirim kelaboratorium
13. Buang kantong lilin dan sampah jika penuh
- Gunakan kantong khusus untuk menampung alat kotor
jika alat tersebut tahan dan kuat terhadap kelembapan
- Ikat kantong dengan kuat pada bagian atas
14. Sediakan kembali peralatan yang dibutuhkan diruangan
dengan meminta orang lain memindahkan peralatan tersebut
dari pintu
15. Tinggalkan ruang isolasi
- Lepaskan ikat scort pada pergelangan lepaskan sarung
tangan dengan menggenggam ujung salah satu sarung
tanagn dan tarik.balikan sarung tangan bagian dalam
keluar lalu dengan tangan yang tidak bersarung tangan
susupkan tangan kebaguan pergelangan tangan yang
masih bersarung tangan tarik dan balik bagian dalam
keluar
- Lepaskan ikatan atau tarik masker dari telinga anda dan
buang dalam wadah
- Lepaska ikatan scort pada leher dan biarkan scort jatuh
dari bahulepaskan tangan dari lengan scort tanpa
menyentuh bagian luar scort pegang scort bagian dalam
pada bahu dan lipat dari dalam keluar taruh pada
kantung cucian
- Cuci tangan anda selama minimum 10 detik
- Keluarkan kembali jam tangan dan stetoskop hati-hati
untuk tidak menyentuh catat tanda-tanda vital
- Beritahu klien kapan anda kembali keruangan tanyakan
apakah klien memerlukan perawatan pribadi
- Tinggalkan ruangan,tutup pintu dengan baik
16. Catat tanda-tanda vital dan prosedur lainnya sesuai
pedoman untuk setiap keterampilan pada catatan perawat

Tahap terminasi

1. Menyimpilkan hasil prosedur yang dilakukan


2. Melakukan kontrak untuk tindakan selanjutnya
3. Berikan reinforcement sesuai dengan kemampuan klien

Tahap evaluasi

Menanyakan pada pasien apa yang dirasakan setelah dilakukan


kegiatan

Tahap dokumentasi

Catat tanda-tanda vital dan prosedur lain sesuai pedoman untuk


setiap keterampilan pada cacatan prawat

Keterangan :

0 = tidak dikerjakan

1=dikerjakan tapi tidak lengkap

2= dikerjakan dengan sempurna


BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
Ruang isolasi adalah ruangan khusus yang terdapat di rumah sakit yang
merawat pasien dengan kondisi medis tertentu terpisah dari pasien lain
ketika mereka mendapat perawatan medis dengan tujuan mencegah
penyebaran penyakit atau infeksi kepada pasien dan mengurangi risiko
terhadap pemberi layanan kesehatan serta mampu merawat pasien menular
agar tidak terjadi atau memutus siklus penularan penyakit melindungi
pasien dan petugas kesehatan.
Tujuan dari pada di lakukannya “Kewaspadaan Umum” ini adalah agar
para petugas kesehatan yang merawat pasien terhindar dari penyakit-
penyakit yang di tularkan melalui darah yang dapat menulari mereka
melalui tertusuk jarum karena tidak sengaja, lesi kulit, lesi selaput lendir.
Prosedur perawatan ruang isolasi adalah tata cara kerja atau cara
menjalankan perawatan di ruang isolasi.

B. Saran
Diharapkan dengan adanya makalah ini kita sebagai mahasiswa
dapatmengetahui bagaimana melaksanakan Prosedur Perawatan di Ruang
Isolasi
DAFTAR PUSTAKA

Perry and Potter. 2005. fundamental keperawatan, Edisi ke-4. Jakarta : EGC

Sabra L. Katz-Wise. 2006. Isolation Rooms Available

http://www.revolutionhealth.com/conditions/lung/tuberculosis/treat/isolationroom
.

http://soyina.blogspot.com/2012/05/perawatan-ruang-isolasi.html

Isnaini. 2009. Universal Precaution di Ruang Isolasi Available