Anda di halaman 1dari 11

Nama : Adinda Della Noprika

Nim : P0.71.20.4.17.001
Email : Adindadella92@gmail.com
Seorang anak Perempuan datang ke rumah sakit dengan keluhan demam tinggi
mendadak , nyeri otot , sakit kepala , mual dan muntah . setelah di lakukan
pemeriksaan di dapatkan T:39⁰c , TD: 100/80mmHg HB : 9 g/dl trombosit :
100.000mmᶟ , dari data tersebut dokter mendiagnosa bahwa pasien tersebut menderita
DBD (demam berdarah ) . Dokter memberikan obat analgetik untuk menurunkan
panas dan mengurangi rasa nyeri lalu menganjurkan kepada ibu supaya anaknya tidak
menggunakan pakaian yang tebal agar panas nya cepat turun , tetapi ibu tersebut
tidak menerima karena dia beranggapan dan sudah di ajarkan dari dulu jika memakai
pakaian yang tebal dan selimut anaknya akan mengeluaran keringat dan panasnya
cepat turun.

Nama : Amatullah Nabilah


NIM : PO.71.20.4.17.002
Email : amatullahnabilah69@gmail.com
Seorang ibu berusia 30 tahun datang ke puskesmas merdeka untuk mengecek kesehatan anaknya
yang berusia 6 tahun dengan keluhan demam, timbul bercak-bercak merah dan gatal. Anak
tersebut didiagnosa menderita campak. Perawat bertanya kepada ibu dari anak tersebut mengenai
apakah anak tersebut pernah mendapatkan imunisasi campak. Ibu tersebut mengatakan bahwa
anaknya belum pernah mendapatkan imunisasi campak. Ibu tersebut meyakini bahwa imunisasi
dalam islam hukumnya haram. Sehingga ibu lebih memilih pengobatan alternatif dan
membiasakan si anak untuk mengkonsumsi air kelapa muda agar campak cepat keluar dan lekas
sembuh.

Nama : Atika Suri


NIM : Po.71.20.4.17.003

Disebuah klinik persalinan di desa pangeran ,terdapat seorang ibu yang baru saja
melahirkan, disaat perawatnya memberitahukan kalau bayi yang baru lahir sebaiknya
diberi ASI selama 6 bulan penuh, ibu bayipun menuruti apa yang diperintahkan oleh
perawat tersebut. Namun saat pertama kali ibu itu menyusui anaknya perawat
tersebut melihat kalau ibu itu hendak membuang ASI pertamanya yang berwarna
putih kekuning-kuningan, ibu itu menganggap kalau itu adalah ASI yang telah basi
dan tidak layak untuk diberikan kepada anaknya. Namun seorang pearawat membantu
untuk menjelaskan bahwa ASI yang pertama kali keluar itu tidaklah basi. Dan
menjelaskan bahwa ASI yang keluar pertama kali itu adalah ASI yang paling baik
diberikan pada bayi baru lahir.

Nama : Charita Salsabella


NIM : P0.71.20.4.17.004
Email : charitasalsabella9@gmail.com

CONTOH ILUSTRASI KASUS


Ibu A berusia 30 tahun membawa anaknya B berusia 6 tahun ke Klinik Merdeka
dengan keluhan demam, batuk kering, mata merah dan berair, nafsu makan menurun
serta timbul ruam merah pada area telinga dan leher sang anak. Setelah dilakukan
pemeriksaan ternyata anak B terdiagnosa medis terkena penyakit campak. Sehingga
dokter meresepkan obat ibuprofen dan obat analgesik untuk anak B. akan tetapi
setelah pulang dari klinik dan mengetahui bahwa anaknya terkena campak, ibu A
lebih memilih untuk memberikan air kelapa muda dan memakaikan pakaian yang
tebal pada anaknya karena ia percaya menurut kebiasaan turun-temurun bahwa air
kelapa muda dapat menyembuhkan penyakit campak dengan cepat daripada
memberikan obat yang ia yakini proses penyembuhannya lebih lambat daripada air
kelapa.

Nama : Desy Ramadhani


NIM : PO.71.20.4.17.005
T.n X berusia 40 tahun datang ke rumah sakit, Istrinya mengatakan T.n X tidak lepas
dari kebiasaannya merokok. Dalam seminggu ini T.n X mengalami batuk dan sering
kambuh ketika cuaca dingin. Setelah di diagnosa dokter mengatakan T.n X menderita
kanker paru, dokter menyarankan untuk kemoterapi, namun T.n X menolak untuk
melakukan kemoterapi karena T.n X percaya dengan melakukan pernapasan segitiga
yang berasal dari nenek moyangnya dapat menyembuhkan segala macam penyakit
termasuk kanker paru yang dideritanya. Dan menurut T.n X pernapasa segitiga ini
tidak perlu mengeluarkan banyak biaya.

Diah Ayu Oktariani


Po.71.20.4.17.006

Disebuah daerah pinggiran kota palembang . Tinggal sebuah keluarga kecil yang miskin dengan
memiliki seorang balita yang berumur 1thn dan 3 thn dengan keadaan gizi buruk . Tubuh kedua
anak sangat kurus , tugor sangat jelek , anak dalam keadaan lemah . Anak yang berumur 1 thn dlm
keadaan demam . Ketika di telusuri , keluarga memang hidup dng sangat kekurangan secara
ekonomi . Selain itu ibu anak memeberikan botol susu yg sangat tidak layak , terdapat jamur di
botol susu anak tersebut . Selain itu ibu juga memiliki kebiasaan menyimpan susu yang tidak
habis diminum oleh anaknya untuk di berikan kepada anak lagi nanti . Diketahui bahwa ada 2
anak yang meninggal sebelumnya karena gizi buruk .

Nama : Dian Rahmayani


NIM : PO.71.20.4.17.007
An. D yang tinggal di desa Durian mengalami mata merah, pedih, gatal yang biasa dikenal dengan
sakit mata. Ibu B yang sehari-harinya buruh tani menceritakan bahwa anaknya pernah mengalami
gejala yang diderita An. D kepada ibu E (ibunya An. D). Ibu B menyarankan untuk membasuh
mata An. D yang merah dengan air seninya yang dikeluarkan pada saat bangun tidur di pagi hari.
Jika dilihat dari segi pandang medis, bahwa "Air seni itu kotor, mengandung kotoran, bakteri &
kuman. Kalau kita teteskan ke mata, berarti menaruh / meletakkan bakteri ke mata kita." kata staf
Ahli Divisi Vitreo-Retina RSCM, dr. Elviota, SpM(K)

Nama : Dina Punyang Sari


NIM : PO.71.20.4.17.008
Seorang anak perempuan (Y) datang kerumah sakit bersama ibunya, sang ibu mengatakan bahwa
anaknya mual, muntah, serta diare sudah beberapa dan hari. Anak tampak pucat dan lemas.
Ibu anak (Y) mengatakan bahwa anaknya sudah dibawa ke puskesmas dan petugas mengatakan
bahwa anak (Y) mengalami tanda-tanda usus buntu. Ibu anak (Y) juga mengatakan bahwa
anaknya terkena usus buntu dikarenakan "makan biji jambu biji" namun sang anak mengatakan
bahwa ketika ia makan biji jambu, ia tidak memakan bijinya.
Jika dilihat dari segi pandang medis dan penelitian jambu biji memang menjadi salah satu
penyebab tersumbatnya apendiks, namun hanya 0,05 persen saja selebihnya banyak yang bisa jadi
penyebab seperti sering makan pedas dll
Dari data yang diperoleh dari anak (Y), ia mengatakan jika dalam kurun tahun terakhir ini ia
sangat sering sekali makan seblak dengan level tinggi, karena ia memang menyukai pedas.

Else Favorita Agustina


PO. 71.20.4.17.009
Sosiologi
Kasus Hipertensi

Seorang wanita masuk RS, setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter, didapatkan masalah pada
pasien yaitu klien menderita hipertensi karena menurut perkataan dari klien bahwa klien suka
makan makanan yang asin, jika kurang asin suka menambah garam sehingga terasa, tetapi akibat
itulah hipertensi nya kambuh yang seharusnya harus klien kurangi untuk kesejahteraan nya sendiri,
seperti yang diajarkan dalam agama Islam bahwa segala sesuatu yang berlebihan itu tidaklah
baik...

Nama : Emmy Asfara


NIM : PO.71.20.4.17.010
Tuan M berusia 51 tahun datang berobat ke rumah sakit Pramita, dokter mendiagnosa pasien
mengidap penyakit hernia ,dan menyarankan Tuan M untuk melakukan operasi untuk penanganan
kasus hernia Tuan M .Namun tuan M menolak untuk melakuakn operasi ,karena tuan M
berpendapat di daerah tempat tuan M tinggal ada pengobatan alternatif tanpa harus dilakukan
operasi ,yaitu dengan melakukan pijatan (urut), namun dokter melarang tuan M karena ,tindakan
tersebut dapat membahayakan keselamatan tuan M ,dan tuan M tetap pada pendapatnya.

Nama : Ersa Aliefia Arianti


NIM : PO.71.20.4.17.011
Seorang Ibu usia 35 tahun membawa anaknya usia 7 tahun ke Puskesmas, dengan
keluhan demam tinggi, pusing, mata terasa sakit, batuk dan sering bersin, dokter
mendiagnosa bahwa anak menderita Influenza. Setelah di beri resep oleh dokter Ibu
mengatakan bahwa anaknya sangat senang minum es dan Ibu beranggapan bahwa
anaknya menderita penyakit Influenza disebabkan karena sering minum es.
Nama : Farah Nadhiah
NIM : PO.71.20.4.17.012

Ny.X memiliki An.Y yang berusia 5th, sudah beberapa hari ini anaknya mengeluh nyeri di daerah
leher dan diiringi dengan muncul bengkak dibagian lehernya. Saat Ny.X bertanya kepada ibunya,
An.Y terkena penyakit “gondongan” dan ibunya Ny.X menyarankan agar An.Y diberi “blau”
dilehernya untuk menghilangkan gondongan tersebut.
Padahal gondongan disebabkan karena virus, maka sejatinya tidak ada obat yang tepat mematikan
virus termasuk penggunaan antibiotik, apalagi dengan “blau.

anak tersebut diberi obat antipiretik dan analgesik untuk mengurangi nyeri dan
demam. Namun ibu anak tersebut menolak dan lebih memilih mengobati anaknya
dengan cara di kompres dan di beri Blau pada bagian yang bengkak, karena kebiasaan
di keluarga ibu tersebut jika ada anak yg terkena mumps atau Gondongan biasanya
akan sembuh setelah diberi Blau.

Nama: Ni Nyoman cyntia D


Nim: po. 71.20.4.17.018
Semester: 3

Ny. A sangat suka sekali makan buah, terutama buah nanas, pada bulan oktober yang
lalu siklus haidny tak teratur, dan ketika pada pada bulan desember nyonya A
mengalami pusing, mual, dan muntah di pagi hari, kemudian nyonya A memeriksanya
ke dokter, dan berdasarkan hasil lab. Ternyata nyonya A sedang mengandung masuk
pada minggu ke 6. Pada saat hamil muda nyonya A sangat khwatir sekali karena
banyak yang mengatakan bahwa nanas dapat membuat kandungan menjadi tidak kuat
(keguguran). Oleh karena itu nyonya A tidak memakan buah nanas selama hamil.
Apa intervensi perawat terhadap nyonya A tersebut

Nama : Nur’ aini


NIM : po.71.20.4.17.019
Email : nuraininharani30041999@gmail.com
Soal kasus tentang hipokalemia
Kelompok 5 tentang faktor kebijakan dan peraturan yang berlaku

Tn. D 19 tahun datang dengan keluhan badan lemas dan memberat sejak
3 hari sebelum masuk rumah sakit. Pasien tampak sakit sedang dengan
kesadaran compos mentis, Glasgow Coma Score (GCS) 15, tekanan
darah 100/60 mmHg, nadi 86 kali/menit, suhu 38°C dan pernapasan 22
kali/menit. Pasien mengatakan sedang mengalami anoreksia nervosa
karena kebiasaan pasien yang mempunyai pola makan tidak teratur serta
tidak menyukai sayur-sayuran ataupun buah-buahan. Keluhan keram juga
masih dirasakan, disertai dengan nyeri otot, terutama pada betis dan
lengan atas, memberat saat disentuh, sedikit membaik dengan obat
penurun panas. Pada pemeriksaan laboratorium ditemukan kadar kalium
dalam darah kurang dari 2,5 mmol/. Pada kasus ini tindakan kolaborasi
antara dokter, analisis kesehatan, perawat, dan ahli gizi dituntut untuk
memberikan pengobatan berupa kebijakan dan peraturan yang berlaku
untuk kesembuahan pasien berupa...

NAMA : PUTRI MAHARANI


NIM : PO.71.20.4.17.020
MATA KULIAH : SOSIOLOGI

CONTOH KASUS KEPERAWATAN TRANSKULTURAL


“CA. MAMMAE”
Pada awalnya, Ibu W didiagnosa mengidap tumor jinak di payudaranya kemudian Ibu
W diberikan obat oleh dokter dan disarankan untuk mejalani operasi. Namun Ibu W
menunda operasinya, dia hanya meminum obat yang diberikan oleh Dokter dan juga
Ibu W menjalani pengobatan alternatif. Pengobatan alternatif yang dijalani Ibu W
dilakukan dengan cara memencet keluar benjolan yang ada di payudara tersebut
sehingga dari payudara tersebut mengeluarkan darah. Namun, Ibu W malah merasa
kesehatannya semakin menurun. Saat Ibu W memeriksakan keadaannya kembali ke
Dokter ternyata tumor tersebut telah pecah dan menyebar ke seluruh payudara Ibu W
yang mengakibatkan Ibu W harus menjalani operasi pengangkatan satu payudaranya
tersebut.

Nama : Rahayu Dwi Putri


NIM : PO.71.20.4.17.021
Email : Rahayudp24@gmail.com
Mata kuliah : Sosiologi

Tugas
Caca dan ayu sedang memakan roti , Tiba tiba roti ayu jatuh, ayu langsung mengambil
roti tersebut sambil berkata bahwa belum 5 menit. Caca mengatakan bahwa Kuman
telah mencemari makanan dalam milidetik ketika bersentuhan dg permukaan dimana
roti tersebut jatuh. Tapi ayu tetap ingin memakannya, karena ia mempercayai "belum
5 menit"

Nama : Rahma Kesuma Wardani


NIM : P0.71.20.4.17.022
Prodi : DIV Keperawatan
Email : rahmakesumawardani@gmail.com
Tugas 2
Contoh :
Disebuah desa, Terdapat salah satu budaya masyarakat Rambang atau bagian dari
budaya masyarakat dusun Prabumulih asli yaitu budaya minum air rebusan buah pala
(semacam bumbu dapur) untuk wanita sebelum melahirkan atau sedang memasuki
kala I dan kala II yang dipercaya dapat membantu melancarkan dan mempercepat
proses melahirkan. Tindakan ini dipercayai oleh masyarakat sekitar secara turun-
temurun dan mereka menganggap hal tersebut benar adanya.

Nama : Rahma Novitasari. BS


Nim : PO.71.20.4.17.023
Email : rahmanovitasari0@gmail.com

Satu keluarga, yang terdiri dari ayah, ibu, dan dua orang anak. Keluarga tersebut
tinggal di sebuah desa yang tertinggal oleh teknologi dan peradaban masa kin. Salah
satu anak dari keluarga tersebut mengalami gatal-gatal disuluh badan dan timbul
bintik-bintik berwarna yang berisi air, kemudian sang ibu membawa anak tersebut
kepuskesmas. Setelah diperiksa ternyata anak tersebut mengalami penyakit cacar air.
Setelah sang ibu dan anak pulang kerumah, sesampainya dirumah sang ibu melarang
anak nya untuk mandi karena ditakutkan bahwa bintik-bintik yang berisi cairan pecah
dan menyebar keseluruh badan, dan beranggapan bahwa itu akan menyebabkan
bertambah parah penyakit tersebut. Tapi pada kenyataan bahwa penyakit cacar tidak
berpengaruh sama sekali jika anak tersebut tidak mandi. Padahal jika anak tersebut
tidak mandi akan menyebabkan timbul penyakit lain, karena sang anak tidak
membersihkan diri.

Nama : Rahmalia Ayu Pratiwi


NIM : PO.71.20.4.17.024
Email : rahmaliaayu@gmail.com

Ny. N berusia 43 tahun diketahui mempunyai serum kolestrol 282mg/dl dan tekanan darah
170/90mm/Hg. Ny.N berkonsultasi dengan perawat bagaimana jika ia melakukan pengobatan
dengan cara nonfarmakologi yaitu dengan meminum rebusan kulit manggis. Karena menurut
ibunya rebusan kulit manggis memiliki khasiat yang sangat besar untuk menurunkan kolestrol.
Akan tetapi keluarga Ny. N memiliki faktor gaya hidup yang mewah dan gengsi yang tinggi
membuat Ny. N tidak bisa mengatur pola makan yang seimbang untuk dirinya. Ia masih sering
sekali mengkonsumsi lauk pauk hewani seperti daging karena ia tidak suka makan sayur,
menurutnya semua sayuran terasa pahit terutama sayuran hijau. Dan setiap malam hari ia dan
keluarga selalu makan makanan ringan seperti kue/donat, es krim, ataupun coklat.

Nama : Risalah Brilliana


NIM : PO.71.20.4.17.026
Tingkat/semester : II/III
Email : icarisalah10@gmail.com

TUGAS SOSIOLOGI

KASUS :

Seorang ibu datang kerumah sakit, ibu tersebut baru saja melahirkan sekitar tiga bulan yang lalu.
Didiagnosa Kista Ovarium. Usia 29 tahun. Dengan keluhan nyeri pada perut bawah, rasa sebah
pada perut, dan timbul benjol pada perut. TD 130/80, suhu 37 C. Ibu sering kali mengalami
ketidakteraturan menstruasi. Bahkan setelah dikaji, ibu tersebut sudah mengalaminya 2 bulan
terakhir. Ibu tersebut sadar, dan sempat memeriksanya ke puskesmas setempat. Lalu ibu
disarankan untuk melakukan test pap smear dan laparoskopi tetapi ibu menolak dikarenakan
keyakinan dari orang tua nya bahwa benjol yang ada pada perut setelah melahirkan merupakan hal
yang wajar karena efek memar atau jahitan. bahkan mereka meyakini bahwa melakukan test
seperti pap smear malah akan memperparah benjolan tersebut.. Namun seminggu terakhir nyeri
yang dirasakan semakin hebat.

Apa diagnosa keperawatan yang dapat ditegakkan dari kasus diatas ?

NAMA : RIZKI AMELIA


NIM : PO. 71.20.4.17.027
EMAIL: riskiamelia0102@gmail.com
Kasus
An R datang ke RS dengan keluhan perdarahan. Hasil anamnesa didapatkan bahwa klien mudah
perdarahan dan darah sulit berhenti mengalir. Dari pemeriksaan fisikdidapatkan RR 20x/menit, S
38,7 derajat celcius, N 80x/menit, TD 120/80 mmHg. Klien tampak lemas dan pucat, bibir kering
dan sianosis, akral dingin dan sianosis, CRT 3 detik,. Keluarga mengatakan kakak An R pernah
menderita penyakit yang sama dan meninggal saat usia 1 tahun. Keluarga berharap An R dapat
disembuhkan, tetapi dengan keadaan ekonomi yg membuat ortu An R merasa sangat sedih karna
terhalang biaya untuk menlanjutkan pengobatan
Apa sebaiknya yang dilakukan perawat sebagai motivator?
Nama : Rizky Maulidina
Nim : P0.71.20.4.17.028
Prodi : D4 keperawatan Palembang
Kasus.
Ny. S mengalami kecelakaan dijalan Merdeka, akibat kecelakaan itu Ny.S
di diagnosis mengalami patah tulang di lengan. Perawat menganjurkan
agar Ny.S memasang gips pada lengan nya. Namun Ny.S menolak ia
lebih memilih pengobatan tradisional dengan teknik urut,dikarenakan
terkendala oleh biaya pemasangan gips.
Nama : Selvi Agustria
Nim : PO.71.20.4.17.029
Email : selviagustria20@gmail.com

Seorang ibu yang baru saja melahirkan pada zaman dahulu sampai
dengan sekarang wajib mengkonsumsi jamu bersalin serta memakai pilis,
param, dan stagen. Karena anggapan orang-orang terdahulu
mengkonsumsi dan menggunakan itu banyak manfaat dan khasiatnya.
Contohnya:
1. Mengkonsumsi jamu bersalin manfaatnya mengencangkan otot-otot
perut yang kendur, memperlancar ASI, membersihkan darah kotor di
rahim, dsb.
2. Memakai polis anggapan orang terdahulu dapat mencegah naiknya
darah putih ke kepala.
3. Memakai padam anggapan orang dapat mengatasi pembengkakan yang
di alami oleh ibu yang baru melahirkan.
4. Penggunaan stagen bermanfaat untuk membantu mengempiskan perut
dan membuang angin dalam rongga perut.
Bila keseluruhan ini di kaitkan dengan keterikatan keluarga maka ada
kaitannya karena kebiasaan anggota keluarga bisa menjadi turun temurun
dan ditiru.
Bagaimana peranan perawat dalam menanggapi kebiasaan masyarakat
seperti itu?
Nama : Sissy Lestari
NIM : PO.71.20.4.17.030
Email : sissy.lestari 26@gmail.com
Seorang remaja datang kerumah sakit untuk periksa. Ia mengatakan bahwa di daerah
kemaluannya terasa gatal dan sering mengeluarkan lendir yang banyak berwarna
keputih susuan. Ia mengatakan kepada dokter,apakah penyebabnya gara-gara ia
sering makan timun. Kemudian dokter menjelaskan bahwa hal itu tidak benar, karena
keputihan itu disebabkan oleh bakteri, virus dan jamur.

Nama: Sonia Christina Maharani


NIM : PO.71.20.4.17.032
Email: sonia.c.maharani27@gmail.com

Disuatu desa terdapat satu keluarga yang kepala keluarga tersebut baru saja di PHK . Dan anak
dari keluarga tersebut yang berusia 6tahun sangat menyukai es kemasan berasa yang dijual
diipinggir jalan, dari kebiasaan anak tersebut ia mengalami batuk. Lalu ada seorang perawat yang
melihat kebiasan anak itu, perawat itu mengatakan kepada ibunya bahwa untuk anak seusia itu
jangan sampai membiasakan mengonsumsi minuman seperti itu Karena tidak tahu bahan apa saja
yang dicampur dalam minuman kemasan tersebut. Melihat anaknya batuk ibu dari anak itu
langsung mengatakan, pasti kamu ini batuk gara-gara minum es itu, lalu ibu tersebut langsung
mengambil kan jeruk nipis yang diberi kecap untuk ngurangi batuk yang dialami anaknya,
kemudian anak tersebut merasa baikkan setelah mengonsumsi jeruk nipis yang dicampur kecap
tersebut.

Nama : Syafhira Oktariyanti


NIM : PO.71.20.4.17.033
E-mail : syafhirariyanti1410@gmail.com

KASUS I
Seorang perempuan (R) berusia 15 tahun datang ke rumah sakit Bunda bersama ibu dan ayahnya.
Saat ditanya dokter apa saja gejala yang di alami oleh (R), ibu (R) menjawab kalau urine (R)
berwarna seperti teh, warna mata klien kuning, klien mengalami mual berkepanjangan, tidak nafsu
makan, lemas, dan demam. Dan dokter mendiagnosa (R) mengalami hepatitis. Dan setelah
dilakukan pemeriksaan lab (R) positif hepatitis A.
Setelah itu dokter menyarankan (R) untuk bedrest di rumah sakit, setelah perawat memberi
perawatan seperti memasang infus dan memberi obat untuk pasien, ayah (R) beranggapan bahwa
(R) terkena penyakit kuning dan harusnya tidak perlu bedrest dirumah sakit cukup meminum daun
nangka kuning (R) diharapkan sudah sembuh dari penyakit hepatitis tersebut. Ketika, perawat
sudah selesai dengan tugasnya ayah (R) memberi daun nangka kuning dan (R) mengalami
muntah-muntah yang hebat. Karena, ayah (R) sudah sangat meyakini kalau daun nangka kuning
bisa menyembuhkan anaknya disamping pengobatan dari rumah sakit dan ayah (R) beranggapan
bahwa semua yang dimuntahkan oleh (R) itu adalah pengeluaran dari virus-virus hepatitis.

Nama : Thalia Nadira Nordi


NIM. : PO.71.20.4.17.034
Email : thalianadiranordi28@gmail.com
Ny A datang kepuskesmas untuk mengecek penyakit lebam biru pada pahanya. Setelah diperiksa
perawat mengatakan Ny A di diagnosa purpura simplex karena Ny A mudah capek dan kurang
makan sayur. Ny A mengatakan bahwa ia memang mudah lelah dan tidak menyukai sayur dan
menurut Budaya dari nenek Ny A mengatakan kalau lebam biru tersebut ialah dicubit setan.

Nama: Tira Caritas


NIM:P0.71.20.4.17 035
Email: tiracaritas03@gmail.com
Seorang ibu 32 tahun datang ke puskesmas Talang Semut,ibu tersebut membawa
anaknya yang berusia 11 tahun datang dengan keluhan sejak 1 hari yang lalu anaknya
sering BAB lebih dari 3x sehari anak tersebut terlihat pucat, badan lesu dan letargi.
Setelah dilakukan pemeriksaan fisik anak tersebut terdiagnosa medis diare akut.
Sebelum dibawa ke puskesmas ibu tersebut memilih untuk melakukan pengobatan
tradisional dengan cara membiasakan anaknya untuk mengkonsumsi air teh hangat
guna meringankn gejala diarenya, karena hal tersebut merupakan kebiasaan dari
anggota keluarga yang lain. Karena faktor ekonomi, ibu tersebut mengatakan memilih
untuk melakukan pengobatan secara tradisional agar tidak mengeluarkan biaya yang
besar dan jika masih tidak sembuh terpaksa anak tersebut dibawa ke puskesmas
terdekat. Hal apa yang akan anda lakukan sebagai seorang perawat?

Nama : Tri Utari


NIM : Po.71.20.4.17.036
Kasus Tukak Lambung dengan faktor Gaya Hidup
Pasien datang puskesmas mengeluh nyeri pada bagian lambung, ia selalu memegangi
bagian perutnya dan merintih kesakitan. Pasien mengatakan bahwa nyeri yang ia
alami sudah 3 hari yang lalu yaitu tanggal 9 november 2018 tetapi tidak separah ini
dengan kondisi pasien belum sarapan pagi, beberapa minggu yang lalu pasien agak
rutin makan seblak untuk mengganjal di pagi hari dikarenakan baru saja tinggal dikos-
kosan. Pasien makan siang sekitar jam 14.00 WIB nyeri perut bertambah hebat seperti
ditusuk-tusuk dan disertai mual dan muntah. Skala nyeri berada pada skala 9.

Nama : Ulfa Novliza


NIM : PO.71.20.4.17.037
Bapak Rudi (56 tahun) seorang tukang parkir menderita sakit tulang belakang akut
sejak dua tahun lalu. Terkadang apabila ia mengalami sakit tulang belakang , ia tidak
bisa melakukan kegiatan apa-apa dan hanya beristirahat di tempat tidur. Selama ini,
Bapak Rudi hanya membeli obat warung untuk mengatasi rasa sakitnya. Istri Bapak
Rudi sudah sering meminta Bapak Rudi untuk memeriksakan diri ke rumah sakit,
namun, beliau menolak. Beliau lebih memilih menggunakan uangnya untuk membeli
bahan makanan dan keperluan istri serta ketujuh anaknya yang masih kecil dari pada
untuk berobat.

Nama : Yocie Ajeng Triditia AH


NIM : PO.71.20.4.17.038
Email : Yocie.Ajeng@gmail.com

KASUS 1
Seorang pasien remaja laki-laki (R) usia 17 tahun berada di Rumah Sakit bersama dengan
Neneknya dalam keadaan tidak sadar dan mulut penuh mengeluarkan cairan seperti busa berwarna
putih. Nenek R mengatakan bahwa cucunya biasanya menggunakan sejenis obat-obatan dan sering
menyuntikan cairan didalam tubuhnya , sering tidak pulang kerumah, dan memiliki emosi yang
tidak terstabilkan, sering bolos sekolah. Pasien tersebut didiagnosa jika mengalami overdosis.
Perawat bertanya kepada nenek dari pasien mengapa si pasien menggunakan obat-obatan terlarang
tersebut. Nenek dari pasien R mengatakan bahwa semenjak kedua orang tua nya meninggal akibat
kecelakaan. Sang cucu sangat merasakan kehilangan dan bersedih berkelanjutan secara terus
menerus akibatnya, pasien R beranggapan bahwa masalah akan mudah untuk diselesaikan dengan
cara meminum obat-obatan terlarang tersebut. nenek pun mengatakan bahwa pergaulan pasien
sangat bebas dikarenaka nenek sibuk untuk memenuhi kebutuhan kehidupan seahri-hari sehingga
tidak bisa memantau perkembangan pasien dengan baik.
Namun, perawat mengatakan pada nenek bahwa hal tersebut tidaklah benar. Karena seharusnya
nenek tersebut tidak boleh membiarkan pergaulan yang bebas pada cucunya R, nenek sebaiknya
lebih memberikan rasa kepedulian dan kasih sayang pada cucu R, memberikan nasehat yang
positif dan bisa mengatur waktu lebih baik lagi

NAMA : YULISA TRI HASANAH


NIM : PO. 71.20.4.17.039
MATA KULIAH : SOSIOLOGI KESEHATAN

KASUS I
Seorang anak perempuan (X) usia 13 tahun datang ke Rumah Sakit bersama ibunya. Sang ibu
mengatakan awalnya X mengalami demam ringan, pilek, batuk ringan, sakit kepala, lemas dan
tidak nafsu makan. Bentol-bentol muncul pada tubuh X dua hari setelahnya yang kemudian
berkembang menjadi lenting gatal berisi cairan. Dokter mendiagnosa X terkena cacar air.
Saat mengetahui anaknya terkena cacar air, ibu beranggapan bahwa anaknya tidak boleh mandi
sehingga ia melarang anaknya untuk mandi. Namun dokter mengatakan bahwa hal tersebut
tidaklah benar. Dimana penderita cacar air dengan kelainan pada kulit yang menyeluruh, justru
harus menjaga kebersihan kulit dengan mandi lebih sering agar perluasan penyakit dapat di cegah,
di samping menggunakan obat. Namun ibu tetep kukuh pada pendirian yang sudah ia percaya
sejak kecil.