Anda di halaman 1dari 10

Mikrotik RouterOS dan RouterBOARD

a. Mikrotik RouterOS
Mikrotik RouterOS adalah sebuah sofware yang berfungsi mengubah PC (komputer)
menjadi sebuah Router.

b. Mikrotik RouterBOARD
Mikrotik RouterOS juga bisa diinstall pada sebuah hardware khusus yang bernama
RouterBOARD. Mikrotik RouterBOARD biasanya sudah tersintall RouterOS didalamnya.

CARA MENGAKSES MIKROTIK

Ada beberapa perangkat yang harus dipersiapkan terlebih dahulu, yaitu :

1. Mikrotik Router, menggunakan RB450


2. PC / Laptop Untuk akses winbox dan test konfigurasi.
3. Kabel UTP Untuk menghubungkan antar perangkat.
4. Koneksi Internet.

Fitur Mikrotik

Sebagai sebuah router, mikrotik memiliki fitur-fitur, Beberapa fitur mikrotik :

1. Interfaces :
Fisik : Ethernet, V35, ISDN, Dial-up Modem
Wireless : 900Mhz, 2.4 GHz, 5.8 GHz
Virtual : Bridge, Bonding, HWMP+, VLAN
Tunnel : EoIP, IPIP, PPTP, L2TP, MPLS, PPPoE

2. Routing :
Policy Routing , Statik routing, Dinamis Routing (OSPF, BGP, RIP)

3. Firewall :
Filter Rule, TTL, Address List
Network Address Translation (NAT)

4. Bandwidth Management :
HTB, PFIFO, BFIFO, RED, SFQ, PCQ
5. Sevices :
Hotspot, Web Proxy, DHCP, DNS

6. Management User :
Radius, User Manager, PPP user, AAA, Accounting

7. Tools :
Graph, MAC-ping, Torch, Watchdog, ping

Fitur Winbox di dalam Mikrotik

1. Interfaces => Menu interface merupakan gerbang trafik keluar atau masuk ke mikrotik.
Secara default mikrotik hanya mengenali interface yang secar fisik memang ada. Kita
dapat merubah nama interface tersebut dengan tujuan untuk memudahkan dalam
mengindetifikasi fungsi.

2. Bridge=> Menu Bridge merupakan menu untuk menghubungkan dua segmen network
terpisah bersama-sama dalam suatu protokol sendiri

3. PPP=> PPP (Point to Point Protocol), merupakan paket yang memuat protokol PPP.
Paket ini diperlukan untuk fitur komunikasi serial dengan menggunakan PPP, ISDN PPP,
L2TP, dan PPTP serta komunikasi PPP on Ethernet(pppoe). Paket PPP digunakan untuk
komunikasi Wide Area Network dengan menggunakan komunikasi serial

4. Switch=> Menu Switch ini merupakan penghubung beberapa alat untuk membentuk
suatu Local Area Network (LAN)

5. Mesh=> Menu Mesh ini digunakan untuk melakukan implementasi topologi Mesh

6. IP => Menu IP digunakan untuk pengaturan IP yang terdiri dari ARP, Accounting,
Adresses, DHCP Client, DHCP Relay, DHCP Server, DNS, Server, Firewall, Hotspot, ipsec,
Neighbors.

Sub Menu dalam menu IP :

a. ARP List : Fungsinya untuk melihat semua ARP yg terkonesik dan informasi yang
dimunculkan yaitu IP, Mac Address dan Interface yang terkoneksi.
b. Accounting : Untuk ini saya tidak pernah menggunakan fungsinya jadi belum bisa
saya informasikan dengan baik namun dari namanya mungkin teman2 sudah pada
bisa membayangkan fungsi dan kegunaannya.
c. Address : Nah pada bagian ini adalah yang paling penting dari suatu jaringan yaitu IP
Address. Pada menu ini kita bisa menambah/menghapus/mengedit sebuah atau lebih
IP Address sesuai kebutuhan kita.
d. DHCP Client : Dimenu ini berfungsi untuk mengaktifkan DHCP client pada perangkat
dengan OS Mikrotik.
e. DHCP Relay : Di menu ini berfungsi untuk mengaktifkan DHCP relay
f. DHCP Server : Pada menu ini berfungsi untuk membuat atau mengaktifkan DHCP
Server dan selain untuk mengaktifkan DHCP Server pada menu ini kita juga bisa
melihat IP-IP yang telah didapatkan oleh client secara otimatis beserta network yang
ada. Sekilas Perihal DHCP yaitu singkatan dari Dynamic Host Configuration
Protocol yang mana fungsinya yaitu untuk memberikan IP dan DNS secara otomatis
pada client yang merequestnya sehingga ketika siclient mau konek ke internet tidak
perlu bersusah payah untuk mensetting IP address dan DNS pada perangkat yang
dipergunakan.
g. DNS : pada menu ini berfungsi untuk mensetting DNS pada perangkat Mikrotik.
h. Firewall : Pada menu ini sangat banyak yang dapat kita lakukan yaitu seperti :
Melakukan blok pada content atau IP melalui Filter relus, Melakukan NAT di menu
NAT, Melakukan mangle yaitu melakukan penandaan pada sebuat trafik lalu diproses
sesuai kebutuhan, Service port, Address List (pengelompokan IP) untuk kebutuhan yg
lebih advanced, Dan Layer7 Protocol.
i. Hotspot : Pada menu ini kita bisa membuat sebuah server hotspot dan semua yang
dibutuhkan yang berhubungan dengan hotspot dapat kita lakukan pada menu ini.
Sangat banyak fitur-fitur yang berhubungan dengan system hotspot yang akan kita
temukan pada menu ini.
j. ipsec : Menu ini pada Mikrotik saya belum pernah pakai, namun kita akan mencoba
membahas perihal ipsec pada pembahasan selanjutnya.
k. Neighbors : Pada menu ini kita dapat melihat informasi perihal Neighbors List
perangkat2 yang terhubung ke perangkat kita.
l. IP Packing : Secara singkat fungsi dari fitur ini adalah untuk melakukan ‘re-packs‘
(mengemas ulang) dari paket data yang dikirimkan.
m. IP Pool : pada menu ini kita bisa menambahkan IP Pool/range IP yang akan
dipergunakan nantinya seperti di DHCP, hotspot atau PPTP dan kebutuhan lainnya.
n. Router : Pada menu Router ini berfungsi untuk menentukan sebuah gateway dari
jaringan yang ada sesuai kebutuhan
o. SMB : Pada menu ini kita dapat mengaktifkan service SMB yang mana fungsi SMB ini
sama halnya dengan fungsi service Samba pada linux atau file sharing pada Windows.
p. SNMP : Pada menu ini berfungsi untuk mengaktifkan service SNMP pada perangkat
beros Mikrotik yang mana fungsi dari SNMP ini agar dapat dilakukan graph baik itu
Trafik, resource maupun yang lainnya dari perangkat yang digunakan dalam bentuk
grafik seperti MRTG dan cacti.
q. Service : Pada menu ini kita bisa menaktifkan atau menonaktifkan service API, FTP,
SSH, TELNET, WINBOX, WWW, WWW-ssl serta kita juga dapat merubah port yang
digunakan sesuai kebutuhan (biasanya merubah port defaultnya untuk kebutuhan
keamanan dan juga jika agar tidak bentrok dengan port service lain jika kita ingin
menggunakan service yg sama namun dengan berbeda port atau sebaliknya).
r. IP Setting : Pada menu ini kita dapat mengaktifkan atau menonaktifkan seperti IP
Forward, Send Redirects, Accept Redirect, Secure Redirect, dan Allow Fast Path.
s. Socks : Ini menu untuk Socks Settings.
t. TFTP : Pada menu ini kita dapat mengkatifkan atau menonaktifkan TFTP.
u. Traffic Flow : Pada menu ini kita dapat melakukan Traffic Flow Setting.
v. upnp : Pada Menu ini kita ada melakukan upnp Setting.
w. Web Proxy : OS Mikrotik selain dari berfungsi sebagai router yang handal juga
dimanjakan dengan berbagai fitur yang sangat menggiurkan dan salah satunya yaitu
Web Proxy. Pada menu web proxy ini kita bisa melakukan setting Web proxy Server
pada perangkat beros Mikrotik walaupun fitur dan kehandalannya belum sekalibar
yang tersedia untuk Linux yang memang sengaja dikembangkan untuk server.

7. MPLS=> Pada Menu MPLS ini kita dapat membuat interface virtual MPLS VPLS dan juga
beberapa fitur-fitur MPLS dapat kita setting pada menu ini. MPLS (Multi Protocol Label
Switching) merupakan sebuah teknik yang menggabungkan kemampuan manajemen
switching yang ada dalam teknologi ATM dengan fleksibilitas network layer yang dimiliki
teknologi IP.Fungsi MPLS yaitu penyambungan dan pencarian jalur dalam jaringan
computer. Sub Menu MPLS terdiri dari MPLS, Traffic Eng, VPLS.

8. Routing=> Pada menu routing ini kita dapat melakukan berbagai fasilitas routing yang
ada dan juga fitur-fitur pendukung routing yaitu : BFD, BGP, OSPF,RIP, Filters, MME,
Prefix Lists.
Sub Menu dalam menu Routing :

a. Bidirectional Forwarding Detection (BFD) : Adalah protokol durasi pendek overhead


rendah dan dimaksudkan untuk mendeteksi kesalahan di jalur dua arah antara dua
mesin forwarding, termasuk antarmuka fisik, sub-interface, data link (s), dan sejauh
mungkin forwarding mesin sendiri, dengan latency berpotensi sangat rendah.
Ini beroperasi secara independen dari media, protokol data dan protokol routing.
b. The Border Gateway Protocol (BGP) : Memungkinkan menyiapkan sistem
interdomain routing dinamis yang secara otomatis update tabel routing perangkat
yang menjalankan BGP terjadi perubahan topologi jaringan.
c. Filters : Untuk mencegah penggunaan asing yang akan masuk ke router
d. Internet Group Management Protocol (IGMP) : Proxy dapat digunakan untuk
mengimplementasikan multicast routing. Hal ini forwarding IGMP frame dan biasanya
digunakan ketika ada kebutuhan untuk protokol yang lebih canggih seperti PIM.
e. MME (Mesh Made Easy) : Protokol routing mikrotik cocok untuk
routing IP tingkat dalam jaringan wireless mesh. Hal ini didasarkan pada ide-
ide dari B.A.T.M.A.N. (Pendekatan yang Lebih Baik untuk handphone Ad-hoc Jaringan)
protokol routing.
f. OSPF : Protokol link-state yang mengurus rute dalam struktur jaringan dinamis
yang dapat mempekerjakan jalur yang berbeda
untuk subjaringan nya. Selalu memilih jalur terpendek ke subnetwork yang pertama.
g. PIM : Untuk Internet Protocol (IP) jaringan yang menyediakan distribusi satu-ke-
banyak dan one-to-many data melalui LAN, WAN atau Internet. Hal ini disebut
protokol-independen karena PIM tidak termasuk topologi sendiri mekanisme
penemuan, melainkan menggunakan informasi routing yang disediakan oleh protokol
routing
h. Prefix List Tindakan (menerima, membuang, melompat, log, passthrough, menolak,
kembali (Default : passthrough) tindakan untuk tampil di pencocokan aturan rute.
i. RIP : Untuk digunakan dalam jaringan ipv6
j. RIPing : Digunakan dalam jaingan ipv6, yang dikenal sebagai standar ripng (RIP Next
Generation / RIP generasi berikutnya).

9. System=> Pada menu System ini terdapat sangat banyak menu yang dapat kita lakukan
yang berhubungan dengan system dari Mikrotik itu sendiri.

Sub Menu dalam menu System :


a. Auto Upgrade = Pada bagian ini berfungsi untuk melakukan auto upgrade pada
system operasi Mikrotik.
b. Certificate = Pada menu ini kita dapat Import, Decrypt dan reset Keys Certificate pada
OS Mikrotik.
c. Clock = Pada menu Clock ini berfungsi untuk mengatur jam dan tanggal pada system
Mikrotik.
d. Console = Ini merupakan menu untuk console namun saya belum pernah pakai fitur
ini jadi belum bisa info belih jauh.
e. Driver = Pada menu ini berfungsi untuk mengcek driver jika kita ada penambahan
periperal external tambahan seperti modem USB dll.
f. Health = Pada menu Health ini kita dapat meilihat Voltage dan Temperature dari
perangkat yang beros Mikrotik.
g. Identify = Pada menu ini berfungsi untuk membuat penamaan pada mesin yang beros
Mikrotik jika kita bandingkan dengan yang beros Windows maka Identify ini sama
halnya dengan compuer name pada Windows.
h. LED = LED Trigger adalah menu untuk pengaturan system led pada mikrotik (lampu
led pada setiap interface yg ada atau led indikator lainnya).
i. License = Pada menu License ini kita dapat melakukan semua yang berhubungan
dengan License Mikrotik itu sendiri mulai dari informasi perihal License yang sedang
digunakan, upgarde License, update License key, export key, import key dan paste
key.
j. Logging = Pada menu Logging ini kita dapat melakukan settingan untuk system
Loggingnya yang mana fungsi Logging ini adalah agar kita bisa mengetahui
inlformasi2 dari system dan juga log2 yg sudah terjadi apda system. Pada informasi
Logging ini sangat kita butuhkan dalan troubleshoot.
k. Packages = Pada menu Packages ini kita dapat melihat Packages- Packages apa saja
yang telah terinstall pada system Mikrotik kita beserta informasi versinya. Dan dari
menu ini kita juga dapat melakukan disabled, enabled, downgrade dan
uninstall Packages yang ada.
l. Password = Nah pada menu ini berfungsi untuk kita dapat mensetting password pada
OS Mikrotik ini.
m. Ports = Menu ini belum pernah saya fungsikan jadi belum bisa saya informasikan
untuk kita semua.
n. Reboot = Menu ini berfungsi untuk mereboot atau merestart mesin yang beros
Mikrotik.
o. Reset Configuration = Menu ini jika kita clik maka akan mereset semua configurasi
yang telah kita setting pada OS Mikrotik, jadi semuanya bakal kembali ke default lagi.
p. Resource = Pada menu in berfungsi untuk melihat semua informasi mengenai system
yang kita pada pada OS Mikrotik itu sendiri mulai dari versi OS yang dipakai, model
Hardware yang dipakai, uptimes, kapasitas HDD dan memory dan informasi2 lainnya
yang sangat kita butuhkan.
q. Routerboard = Menu ini berfungi untuk menampilkan informasi dari seri routerboard
yang kita pergunakan.
r. NTP Client = Pada menu ini berfungsi untuk mensetting NTP client agar clocknya
dapat sinkron dengan system NTP yang ada.
s. Scheduler = Pada menu Scheduler ini kita dapat membuat penjadwalan sesuai
kebutuhan yang ada sama halnya dengan crontab pada OS Linux.
t. Script = Pada menu script ini kita dapat mebuat sebuah script sesuai dengan fungsi
yang kita butuhkan untuk dapat diproses secara terjadi dengan menggunakan fitur
dari scheduler di atas.
u. Shutdown = Pada menu ini berfungsi untuk mematikan mesin yang menggunakan OS
Mikrotik sehingga jika kita memilih mengclik menu shutdown maka mesinnya akan
mati total.
v. Special Login = Menu ini berfungsi untuk menambah atau mengurangi user special
dengan kegunaan tertentu.
w. Stores = Pada menu ini berfungsi untuk membuat sebuah atau lebih store (jika dilinux
mirip2 dengan membuat directory lalu kita mount namun di sini sangat terbatas
penggunaannya), cek driver, format drive dan clean driver.
x. Users = Pada menu users ini kita dapat menambah, menghapus, mengedit,
mengdisabled user, membuat dan menentukan hak akses user (group permision) dan
melihat informasi tentang user yang sedang login (mirip perintah who pada linux).
y. Watchdog = Nah menu Watchdog ini merupakan menu terakhir dari menu-root
System yang mana salah satu fungsinya yaitu melakukan test koneksi ke mesin lain
dan jiak tidak terkoneksi maka systemnya akan reboot

10. Queues => Menu Queues ini adalah menu dimana kita dapat melakukan limite koneksi
pada suatu jaringan baik berdasarkan source address, destination address, maupun
berdasarkan paket yang telah dimark atau ditandai dari Mangle (intinya bisa kita
pergunakan sesuai degan kebutuhan jaringan yang kita pakai).

11. Files=> Pada menu ini berfungsi untuk kita menyimpan file dalam OS Mikrotik seperti
file-file HTML login page hotspot, files backup, files log dan files lain kita ingin kita
simpan di sana

12. Log=> Pada menu log ini kita dapat melihat informasi LOG-LOG yang terjadi baik dan
informasi-informasi dari log ini sangat kita butuhkan sebagian informasi bantuan disaat
troubleshoot atau log informasi lain yang kita butuhkan
13. Radius=> Menu Raidus ini berfungsi saat kita membuat system hotspot pada Mesin
Mikrotik kita dan kita ingin system Hotspot tersebut terkoneksi dengan baik ke server
radius terpisah maka kita confignya dari menu Radius ini

14. Tools=> Menu Tools adalah merupakan root menu dari beberapa tools yang dapat kita
fungsikan yang ada pada OS Mikrotik.

Sub Menu dalam menu Tools :

a. Btest Server : Pada menu ini berfungsi untuk mengaktifkan falitas BW test pada OS
Mikrotik Yang mana BW Test ini sendiri bertujuan untuk mengtest atau mengukur
seberapa besarnya trafik yang dapat kita lewatkan pada sebuah Interface yang ada
pada perangkat tersebut.
b. Bandwidth Test : Menu ini berfungsi untuk melakukan BW Test terhadap mesin
lawannya. Dengan beberapa pilihan seperti pilihan protocol TCP/UDP dan Direction
receive, send dan Both serta melakukan limite TX dan RX pada saat BW Test.
c. Email : Menu email ini berfungsi untuk melakukan fungsi pengiriman dan menertima
email dari mesin beros Mikrotik.
d. Flood Ping : Pada menu ini kita dapat melakukan test ping flood ke mesin lawan
(pembanjiran data ping ke suatu host).
e. Graphing : Menu ini berfungsi untuk membuat dan mengaktifkan graph trafik pada
mesin yang beros Mikrotik. Grafik adalah alat untuk memonitor berbagai parameter
routeros dari waktu ke waktu dan menempatkan data yang dikumpulkan dalam grafik
yang bagus.
f. IP Scan : Menu ini berfungsi untuk melakukan scan IP melalui perangkat Mikrotik
pada satu jaringan yang ada, dalam hal ini jika kita bawa ke OS Windows sama halnya
dengan aplikasi ipscanner
g. Mac Server : Sebagaimana kita ketahui untuk mengakses atau meremote sebuah
perangkat yang beros Mikrotik kita dapat melakukannya melalui Macc address dan IP
Address dari Winbox maka dari menu Mac Server ini kita dapat menentukan atau
membatasi untuk mengkases berdasarkan ethernet atau Mac address dalam arti kita
dapat membatasi aksesnya dari ethernet mana yang bisa akses dan yang tidak bisa
akses.
h. Netwatch : Menu netwatch berfungsi memonitor keadaan host pada jaringan. Ia
melakukannya dengan mengirimkan ping ICMP ke daftar alamat IP yang ditetapkan.
Untuk setiap entri dalam tabel netwatch Anda dapat menentukan alamat IP, interfal
ping dan skrip konsol.
i. Ping speed : ICMP Bandwidth Tester atau yang lebih dikenal dengan ping speed dapat
digunakan untuk mengevaluasi seputar throughput untuk setiap remote host dan
dengan demikian membantu untuk menemukan jaringan yang ”bottlenecks”, jdi tools
ini dibutuhkan dalam troubleshoot jaringan.
j. Profile : Jika load dari sebuah perangkat yg menggunakan OS Mikrotik, Maka Pada
menu ini kita dapat melihat dari service apa saja load tersebut tinggi sehingga kita
punya data untuk melakukan tindakan fix atau troubleshoot.
k. SMS : Jika kita hendak melakukan pengiriman dan penerimaan SMS pada perangkat
yang beros Mikrotik maka dari menu inilah kita dapat melakukan configurasinya.
l. Telnet : Pada menu Telnet ini kita dapat melakukan remote ke suatu host melalui
remote telnet IP, remote SSH IP dan juga remote telnet Mac address.
m. Torch : Menu Torch ini merupakan tools Realtime Traffic Monitor yang digunakan
untuk pemantauan lalu lintas yang akan melalui sebuah interface. Anda dapat
memonitor trafik berdasarkan protokol, IP Sumber, IP tujuan, port. Sehingga dari
toolsnya dengan mudah kita mendapatkan informasi perihal trafik yang ada dari IP
mana saja dan menuju ke IP mana dengan port berapa dan protocal apa beserta
besaran nilai RX/txnya.
n. Traffic Monitor : Tools Traffic Monitor digunakan untuk menjalankan skrip konsol
ketika trafik interface melintasi batas limite tertentu. Setiap trafik yang dimonitor
terdiri dari (yang berguna jika Anda ingin menonaktifkan atau mengubah sifat item ini
dari script lain).
o. Packet Sniffer : Menu Packet sniffer adalah alat yang dapat menangkap dan
menganalisa paket-paket yang akan, meninggalkan atau pergi melalui router (kecuali
lalu lintas yang lewat hanya melalui chip switch).
p. Ping : Pada menu ping ini kita dapat melakukan ping ke suatu host atau beberapa
host untuk pengetesan koneksi pada suatu host atau beberapa host
q. Tracertroute : Menu Tracertroute ini berfungsi untuk kita mengcek route dari suatu
link yang kita tuju melalui route/gateway yang mana saja sehingga dari informasi ini
akan sangat membantu kita dalam hal troubleshoot jaringan sehingga kita tahu
bagaimana perjalanan paket dalam menuju host tertentu.
r. Traffic Generator : Menu Traffic Generator adalah alat yang memungkinkan untuk
mengevaluasi kinerja DUT (Perangkat Under Test) atau SUT (Sistem Under Test).
Atools ini dapat menghasilkan dan mengirimkan paket RAW melalui port tertentu.

15. New Terminal=>Pada menu new terminal ini berfungsi sebagai console pada OS
Mikrotik dalam arti text mode sama halnya dengan Linux OS yang berbasis server mode
text. Jadi, semua menu yang ada pada OS Mikrotik kita dapat melakukan confignya
melalui new terminal ini dengan perintah.
16. Make Supout.rif=> Menu ini berfungsi untuk membuat sebuah backup dari OS Mikrotik
namun beda dari backup biasanya yg mana dari backup ini kita dapat mengetahui
informasi dari seri dari OS yang kita pakai dan biasanya backup dari ini dipergunakan
untuk menganalisa permasalahan yang terjadi

17. Manual=> Menu ini berfungsi untuk membawa kita ke link manual pengunaan OS
Mikrotik sama halnya menu help atau -h pada linux dan Windows.

18. Exit=> Menu ini berfungsi untuk menutup windows interface pada OS Mikrotik yang
diakses melalui aplikasi winbox.