Anda di halaman 1dari 3

Government Vs Governance

Government: (Rhodes)
government is defined as: the activity or process of governing or governance, a condition or
ordered rule, those people charged with the duty of governing or governors, and the manner
method or system by which a particular society is governed

Governance
World Bank (1992a) mendefinisikan governance sebagai “exercise of political power to manage
nation”, dimana legitimasi politik dan konsensus merupakan prasyarat bagi pembangunan
berkelanjutan. Aktor negara (pemerintah), bisnis dan civil society harus bersinergi membangun
konsensus dan peran negara tidak lagi bersifat regulator, tetapi hanya sebatas fasilitator. Oleh
karena itu, legitimasi politik dan konsensus yang menjadi pilar utama bagi good governance versi
World Bank hanya bisa dibangun dengan melibatkan aktor non-negara yang seluas- luasnya dan
membatasi keterlibatan negara atau pemerintah.

government lebih berkaitan dengan lembaga yang mengemban fungsi memerintah dan
mengemban fungsi mengelola administrasi pemerintahan

governance lebih menggambarkan pada pola hubungan yang sebaik baiknya antar elemen yang
ada

government bersifat hirarki yang memerintah berada di atas, sedangkan warga negara atau
masyarakat yang diperintah berada di bawah.
Sedangkan governance sama-sama berbentuk hirarki yang mempunyai arti adanya kesetaraan
kedudukan antara semua elemen, tetapi hanya berbeda dalam fungsi dari masing-masing
elemen

Dengan demikian cakupan pemerintahan atau governance lebih luas dibandingkan dengan
pemerintah atau government, karena unsur yang terlibat dalam pemerintahan mencakup semua
kelembagaan yang ada pada pemerintahan. Dalam hal ini pemerintahan atau governance
melibatkan unsur swasta dan masyarakat di dalamnya selain pemerintah itu sendiri. Karena
bangunan governance merupakan bangunan yang multi stakeholders. Hubungan antara
pemerintah atau government dengan pemerintahan atau governance terletak pada proses
pelaksanaannya. Jika kita hanya ingin menciptakan pemerintah atau government yang baik, maka
pemerintahan atau governance yang baik tidak tumbuh. Tapi jika kita menciptakan pemerintahan
atau governance yang baik, maka pemerintah atau government yang baik juga akan tercipta.
Good Governance

Menurut Lembaga Administrasi Negara / LAN dinyatakan bahwa good governance adalah
penyelenggaraan pemerintahan negara yang solid dan bertanggung jawab, serta efektif dan
efesien, dengan menjaga “kesinergian” interaksi yang konstruktif diantara domain-domain
negara, sektor swasta dan masyarakat. Governance adalah mekanisme pengelolaan sumber daya
ekonomi dan sosial yang melibatkan pengaruh sektor negara dan sektor non pemerintahan
dalam kegiatan kolektif. (Joko Widodo, 2001 : 18)
Berdasarkan pengertian ini, Lembaga Administrasi Negara (LAN) kemudian mengemukakan
bahwa good governance berorientasi pada, yaitu : Pertama, orientasi ideal negara yang
diarahkan pada pencapaian tujuan nasional. Kedua, pemerintahan yang berfungsi secara ideal
yaitu secara efektif, efesien dalam melakukan upaya mencapai tujuan nasional.

G.H. Addink :

Good Governance berkaitan dengan aktivitas pelaksanaan fungsi untuk menyelenggarakan


kepentingan umum.

Good Governance berkenaan dengan penyelenggraan tiga


tugas dasar Pemerintah, yaitu :

-(to guarantee the security off all persons and society itself)
Menjamin keamanan setiap orang dan masyarakat

-to manage an effective framework for the public sector, the private sector and civil society)
Mengelola suatu struktur yang efektif untuk sektor
publik, sektor swasta dan masyarakat (

-(to promote ecocomic, social and other aims in accordance with the wishes of the population)
Memajukan sasaran ekonomi, sosial dan bidang lainnya dengan kehendak rakyat

institusi dari governance meliputi tiga domain, yaitu: State (negara atau pemerintahan), Private
Sector (sektor swasta atau dunia usaha) dan Society (masyarakat), yang saling berinteraksi dan
menjalankan fungsinya masing-masing. Institusi pemerintahan berfungsi menciptakan
lingkungan politik dan hukum yang kondusif, di dalam ini termasuk lembaga-lembaga politik dan
lembaga-lembaga sektor publik, sektor swasta menciptakan lapangan pekerjaan dan
pendapatan, di dalam sektor swasta ini meliputi perusahaan- perusahaan swasta yang bergerak
di berbagai bidang dan sektor informal lain di pasar, sedangkan Society berperan positif dalam
interaksi sosial, ekonomi, dan politik, termasuk mengajak kelompok-kelompok dalam masyarakat
untuk berpartisipasi dalam aktivitas ekonomi, ekonomi dan politik, ini meliputi lembaga swadaya
masyarakat (LSM), organisasi profesi dan lain-lain.
"Good Govenance" sering di artikan sebagai "kepemerintahan yang baik". Adapula yang
mengartikannya sebagai "tata pemerintahan yang baik" dan ada pula yan mengartikannya
sebagai "sistem pemerintahan yang baik". Selanjutnya dijelaskan pula bahwa istilah
"governance" sebagai proses penyelenggaraaan kekuasaan Negara dalam melaksanakan publik
good and services.

Sehingga dengan demikian "good governance" didefinisikan sebagai "penyelenggaraan


pemerintah yang solid dan bertangung jawab, serta efektif dan efisien dengan menjaga
kesinergian interaksi yng konsrtuktif di antara domain-domain Negara, sektor swasta dan
masyarakat".

Pelaksanaan Good Governance (3 komponen)


Pelaksanaan good governance yang baik adalah bertumpu pada tiga pilar dan penerapannya akan
berjalan dengan baik jika didukung oleh tiga pilar yang saling berhubungan, yaitu
negara/pemerintah dan perangkatnya sebagai regulator, dunia usaha atau swasta sebagai pelaku
pasar, dan masyarakat sebagai pengguna produk dari dunia usaha, sehingga menjalankan good
governance seyogyanya dilakukan bersama- sama pada tiga pilar/elemen tersebut. Bila
pelaksanaan hanya dibebankan pada pemerintah saja maka keberhasilannya kurang optimal dan
bahkan memerlukan waktu yang panjang.