Anda di halaman 1dari 5

Nama : Andika Septian Sitanggang

NIM : 03031181419018
Shift : Rabu, 13.00-15.00
Kelompok :1

PERPINDAHAN PANAS, MASSA, DAN MOMENTUM PADA COOLING


TOWER

Sebelum kita membahas perpindahan panas, massa, dan momentum di


cooling tower, maka kita harus mengetahui apa itu perpindahan panas, massa,
dan juga momentum. Dalam kehidupan sehari-hari, kita akan banyak melihat
kenyataan dan peristiwa tentang perpindahan massa pada suatu keadaan sistem,
perpindahan momentum ataupun perpindahan panas pada sistem tertentu.
Kenyataan ada dapat saja terjadi secara alami atau disengaja seperti keadaan di
industri. Proses transfer panas, massa maupun momentum perlu diperhitungkan
dengan seksama untuk skala industri sebab berkaitan dengan biaya pengeluaran
dalam satu siklus industry atau berkaitan dengan masalah keuangan.
1. Perpindahan Panas Pada Cooling tower
Perpindahan panas secara garis besar sebenarnya telah dipelajari pada
bangku sekolah menengah. Telah dikenal tiga jenis perpindahan panas, yakni
radiasi, konveksi dan konduksi. Konsep perpindahan panas disampaikan buat
menentukan laju perpindahan panas yang melewati suatu medium, baik laju
kalor konduksi, konveksi maupun radiasi. Pada perpindahan panas secara
konduksi, akan terjadi disparitas panas antara kedua ujung medium. Lajunya
tentu saja dipengaruhi oleh selisih dari temperatur keduanya, mengalir dari suhu
lebih tinggi pada suhu lebih rendah dari suatu penghantar tetap.
Persamaan menjelaskan tentang ini ialah hukum fourier. Perpindahan
panas lain ialah secara konveksi terjadi antara permukaan padat dengan fluida
(cairan) mengalir di sekitar permukaan padat tersebut, dengan menggunakan
penghantar berupa fluida baik gas maupun cairan. Perpindahan panas secara
konveksi terjadi sebab partikelnya berpindah dari temperatur tinggi ke rendah.
Berbeda dengan kedua jenis perpindahan panas di atas, perpindahan
panas juga bisa dilakukan pada keadaan vakum, tanpa medium apapun itu
(sekalipun udara). Perpindahan panas jenis ini dinamakan perpindahan panas
radiasi. Perpindahan panas secara radiasi ialah perpindahan panas yang
disebabkan oleh suatu pancaran gelombang elektromagnetik tanpa melewati
suatu medium atau dapat dikatakan tanpa perantara apapun.
Nama : Andika Septian Sitanggang
NIM : 03031181419018
Shift : Rabu, 13.00-15.00
Kelompok :1

1.1 Pengertian dan contoh konduksi


Ada beberapa ilustrasi untuk menggambarkan perpindahan panas
konduksi. Ilustrasi pertama, coba amati panci ketika anda memasak air. Jika air
di dalam ceret sudah mendidih pasti anda tidak mau memegang tutup ceretnya,
kecuali anda adalah seorang yang kebal terhadap panas. Karena ceret tersebut
akan terasa sangat panas bila disentuh dengan tangan secara langsung, kemudian
akan timbul pertanyaan tentang apa penyebab bagian tutup ceret tersebut akan
ikut panas padahal tidak langsung bersentuhan dengan api.
Ilustrasi kedua adalah jika ujung suatu logam dipanaskan di atas nyala
api, maka ujung yang lain pada logam tersebut lama kelamaan juga akan ikut
panas. Dari kedua ilustrasi diatas, dapat kita simpulkan bahwa ternyata pada
logam tersebut terjadi perpindahan kalor dari bagian yang lebih panas ke bagian
yang lebih dingin. Tetapi partikel-partikel dari logam tersebut tidak ikut
berpindah karena sifat dari molekul zat padat yang tidak bisa berpindah-pindah.
Perpindahan kalor melalui suatu zat tanpa disertai perpindahan partikel-partikel
zat tersebut adalah pengertian konduksi. Jadi, dalam konduksi kalor hanya
merambat saja, sedangkan zat padat sebagai penghantarnya.
Daya hantar kalor suatu zat adalah kemampuan zat untuk menghantarkan
panas (kalor). Artinya suatu zat yang daya hantar kalornya tinggi lebih cepat
menghantarkan kalor lebih cepat dan panas. Berdasarkan daya hantar kalornya,
terdapat tiga macam zat sebagai berikut ini. Pertama konduktor, konduktor
adalah suatu zat yang dapat menghantarkan kalor dengan baik. Hampir semua
jenis logam adalah konduktor. Isolator adalah zat yang penghantar kalor
(panasnya) buruk. Isolator merupakan zat yang dapat meredam/menyekat kalor.
Contohnya plastik, karet, dan lainnya. Semikonduktor, adalah zat yang bersifat
setengan konduktor dan setengan isolator, contohnya adalah gelas dan ebonit.
1.2 Pengertian dan contoh konveksi
Berdasarkan penjelasan tentang daya hantar kalor, dapat diketahui bahwa
air dan udara termasuk isolator sehingga tidak dalam menghantarkan panas
buruk. Mengapa air yang dimasak dapat mendidih dan udara di atas api menjadi
panas? Hal ini disebabkan kalor dapat berpindah dengan cara konveksi atau
Nama : Andika Septian Sitanggang
NIM : 03031181419018
Shift : Rabu, 13.00-15.00
Kelompok :1

aliran. Konveksi adalah perpindahan panas yang disertai dengan perpindahan


partikel-partikel zat tersebut yang disebabkan oleh perbedaan massa jenis.
Terjadinya konveksi pada zat cair dapat kita lihat saat memasak air. Pada
saat air di panaskan maka akan memuai, pemuaian ini dimulai dari air yang
berada di bagian bawah yang lebih dekat dengan nyala api. Ketika air di bagian
bawah ini memuai, massa jenisnya akan berkurang sehingga akan membuat air
di bagian bawah tersebut ber gerak naik (ke atas). Tempatnya digantikan oleh air
yang suhunya lebih rendah, yang akan bergerak turun karena massa jenisnya
lebih besar. Untuk membuktikan kejadian seperti ini, dapat digunakan zat warna
agar gerakan air nampak dengan jelas. Peristiwa konveksi pada gas sama dengan
konveksi pada zat cair. Konveksi pada fase gas, misalnya pada udara terjadi
ketika udara panas naik dan udara yang lebih dingin bergerak turun.
Gejala alam yang merupakan contoh dari perpindahan kalor secara
konveksi adalah terjadinya angin darat dan angin laut. Pada siang hari, daratan
suhunya lebih cepat panas. Akibatnya udara di atas daratan akan bergerak naik
dan udara yang lebih dingin yang berada di atas laut bergerak ke daratan karena
tekanan udara di atas permukaan laut lebih besar daripada tekanan di atas
daratan. Hal ini menyebabkan terjadinya angin laut, angin laut bertiup dari
permukaan laut ke daratan. Sebaliknya, pada malam hari daratan lebih cepat
dingin daripada laut, akibatnya udara panas di atas laut bergerak naik dan
tempatnya digantikan oleh udara yang lebih dingin dari daratan.
1.3 Pengertian dan contoh radiasi
Dalam keseharian pada siang hari yang cerah kita dapat merasakan
hangatnya sinar matahari. Mengapa kita bisa merasakan panasnya matahari,
padahal letak daripada matahari sendiri sangat jauh dari bumi, dan juga terdapat
ruang hampa antara bumi dan matahari. Hal ini karena kalor dapat berpindah
tanpa melalui zat perantara ataupun penghantar. Jadi pengertian dari radiasi
(pancaran) adalah perpindahan kalor tanpa melalui zat perantara. Jumlah radiasi
kalor yang diserap ataupun dipancarkan oleh suatu benda bergantung pada wanra
benda. Benda-benda berwarna gelap merupakan penyerap sekaligus pemancar
Nama : Andika Septian Sitanggang
NIM : 03031181419018
Shift : Rabu, 13.00-15.00
Kelompok :1

kalor atau panas yang baik, sementara itu benda-benda yang berwarna terang
merupakan penyerap dan pemancar panas atau kalor yang buruk.
Hal itulah yang menyebabkan tubuh kita akan terasa lebih cepat gerah
jika memakai baju berwarna hitam di siang hari. Dasa serap warna terhadap
kalor dapat diselidiki dengan termoskop. Contoh lain dari perpindahan panas
secara radiasi adalah ketika kita berada di dekat api . Panas api ini akan
memancar ke tubuh kita tanpa zat perantara sehingga kita akan merasa hangat.
Sama halnya pada cooling tower, perpindahan panas akan terjadi pada
pada cooling tower. Perpindahan panas yang terjadi pada cooling tower adalah
secara konveksi dimana panas akan berpindah melalui fluida yang bergerak.
pada cooling tower yaitu antara udara dan air. Perpindahan panas terjadi pada
saat air yang mau didinginkan kontak dengan udara, udara akan bersuhu lebih
rendah dari air dan panas dari air akan berpindah ke udara yang di kontakkan.
2. Perpindahan Massa Pada Cooling Tower
Perpindahan massa terjadi ketika sistem berisi 2 atau lebih komponen
yang konsentrasinya berbeda-beda antar titik, ada kecenderungan alami dari
massa untuk berpindah, untuk meminimalkan perbedaan konsentrasi dalam
sistem. Perpindahan massa adalah perpindahan massa dari satu lokasi, biasanya
berupa aliran, fasa, fraksi, atau komponen, ke lokasi lainnya. Perpindahan massa
muncul pada banyak proses-proses di industri, seperti pada proses absorpsi,
evaporasi, adsorpsi, pengeringan, presipitasi, filtrasi membran, pencampuran,
dan distilasi. Perpindahan massa digunakan oleh berbagai ilmu sains untuk
proses dan mekanisme yang berbeda-beda, namun frasa ini banyak digunakan
pada ilmu teknik untuk proses-proses fisika yang akan melibatkan proses difusi
molekuler dan transport konveksi suatu speses kimia dalam sebuah sistem.
Beberapa contoh-contoh sederhana terjadinya proses perpindahan massa
adalah evaporasi air ke atmosfer, penjernihan darah pada ginjal dan liver, serta
distilasi alkohol. Pada proses industri, operasi perpindahan massa termasuk
pemisahan komponen kimia pada kolom distilasi, adsorber seperti scrubber,
adsorber seperti activated carbon bed, dan ekstraksi liquid-liquid.
Nama : Andika Septian Sitanggang
NIM : 03031181419018
Shift : Rabu, 13.00-15.00
Kelompok :1

Pada cooling tower juga terjadi perpindahan massa. Perpindahan massa


terjadi pada saat air proses yang ingin didinginkan kontak dengan udara yang
dihembuskan oleh fan. Udara yang di hembus kan akan keluar dari bagian bawah
louver, sedangkan air yang ingin didinginkan akan dipompa dan keluar dari
nozzle yang berada pada bagian atas louver. Sebagian udara akan masuk kedalam
air proses, sehingga air tersebut akan mengandung udara didalamnya.
3. Perpindahan Momentum Pada Cooling Tower
Perpindahan momentum adalah semua kejadian yang menyangkut aliran
atau gerakan fluida. Pada perpindahan momentum, fluida dibayangkan sebagai
objek yang terdistribusi kontinyu. Studi mengenai perpindahan momentum
atau mekanika fluida dapat dibedakan menjadi 2 cabang: statika fluida (fluida
diam) dan dinamika fluida (fluida bergerak). Macam-macam aliran fluida yang
pertama aliran laminar dimana bagian-bagian fluida bergerak melalui jalur-jalur
yang sejajar satu dengan yang lain dan tetap mengikuti arah alir . Selanjutnya
adalah aliran turbulen dimana terdapat banyak aliran bergolak kesamping
meninggalkan arah alir atau arah aliran sembarang ke segala arah.
Ada beberapa ketentuan dalam perpindahan momentum yaitu Benda
diam memiliki momentum sebesar nol satuan, benda yang bermassa m dan
bergerak dengan kecepatan v memiliki momentum sebesar mv, momentum
sebuah benda dapat berpindah ke benda lain jika antara keduanya terjadi
persentuhan atau adanya interaksi gaya antara dua benda, jumlah momentum
sebelum dan sesudah interaksi adalah sama, momentum pada sebuah sistem
adalah kekal. Momentum berkaitan dengan gerak dan gaya dan oleh karena itu
secara langsung berkaitan pula dengan kerja dan energi. Sederhananya adalah
bahwa momentum berkaitan erat dengan perilaku dinamika benda.
Pada cooling tower sudah jelas terjadi perpindahan momentum, yang
pertama yaitu pada saat air proses yang ingin didinginkan dipompa ke bagian
atas louver, dan air tersebut akan jatuh menabrak packing yang di pengaruhi oleh
gaya gravitasi, intinya air proses yang ingin didinginkan itu bergerak . Sama
halnya dengan udara yang di hembuskan oleh fan mengalir kebagian bawah
louver untuk dikontakkan dengan air proses yang ingin didinginkan.