Anda di halaman 1dari 2

Cara Berkomunikasi dengan Keluarga Pasien

Pada tanggal 20 oktober 2017 datang px kecelakaan bermotor dengan luka ringan dan kesadaran
menurun. Keluarga px tampak cemas dan khawatir melihat kondisi px.

Ibu px : “sus, bagaimana keadaan anak saya?”

Perawat : “tidak usah khawatir bu. Keadaan anak ibu sekarang masih belum sadar tapi kita masih
melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Tadi siapa ya yang bersama dengan px?”

Kakak px : “saya sus, tapi adik saya nggak papa kan kepalanya, nggak terjadi kayak pendarahan
gitu sus?”

Perawat : “iya selama 10 menit ini kita tunggu dulu pxnya sudah sadar apa belum. Dan jika px
sudah sadar kami dari pihak RS memastikan tidak ada luka serius di kepalanya. Ibu sama mbak
tidak boleh cemas dan mohon bersabar.”

Kakak px : “saya harus sabar sampai kapan sus? Kapan adik saya sadar?”

Ibu px : “bagaimana anak saya? Apakah tidak membahayakan kalau dia belum sadar?”

Perawat :” Ibu dan mbak tenang saja. Kami pasti melakukan yang terbaik. Ibu sama mbak harus
banyak banyak berdoa.”

Ibu px : “yaudah sus. Saya percayakan semua kepada suster.”

1 hari kemudian pasien sadar dan saat dikunjungi oleh perawat, pasien masih tidur.

Perawat : “gimana anaknya? Sudah membaik ya?”

Ibu px : “iya, tadi sudah mau makan”

Perawat : “oh tadi sebelum tidur makan dulu”

Ibu px :” iya lahap sekali makannya”

Perawat :” ini tidur jam berapa tadi?”

Ibu px : “tadi habis makan sus”

Perawat : “saya periksa dulu ya”

Kakak px :” mungkin kekenyangan ya sus”


Perawat : “sepertinya besok sudah pulang”

Kakak px : “Alhamdulillah”

Perawat : “nanti saya tanyakan dokter dulu”

Ibu px : “iya sus”

Perawat : “nanti kalau sudah di rumah lukanya jangan kena air dulu ya bu.. anaknya jangan
banyak-banyak aktivitas dulu sama nafsu makannya dijaga ya bu”

Ibu px : “terus ini untuk makannya apakah ada pantangannya sus?”

Perawat : “oh tidak ada bu.. bebas makan apa saja, kalau bisa makan sayur dan buah yang
banyak vitaminnya”

Ibu px : “oh iya terimakasih sus”

Perawat : “sama-sama”

Setelah perawat menjelaskan tentang keadaan pasien, keluarga pasien tidak cemas lagi akan
keadaan pasien.