Anda di halaman 1dari 2

Sejarah Ilmu Ukur Tanah

Pada zaman Mesir Kuno, sekitar 140 tahun sebelum masehi. Pekerjaan pemetaan tanah dilakukan untuk
keperluan perpajakan atau mungkin dalam istilah jaman sekarang adalah kadaster. Setelah perang dunia
I dan ke II, pengukuran tanah berkembang sejalan dengan berkembangnya teknologi dan informasi kala
itu. Peralatan konvensional digantikan peralatan yang serba otomatis dan elektronik, begitu juga untuk
pengolahan datanya dilakukan dengan metode komputerisasi.Mengenal Terrestrial Laser Scanner,
Inovasi Teknologi dalam Survei dan Pemetaan.Mengenal Fotogrametri, Salah Satu Cabang Keilmuan
Geodesi Pengenalan GNSS dan Aplikasinya.Pada zaman Yunani Kuno, sekitar 220 tahun sebelum masehi.
Sejarah mencatat bahwa Erastotenes adalah orang pertama yang mencoba menghitung dimensi bumi.
Dia menghitung sudut meredian Syene dan Alexandria di Mesir dengan mengukur bayangan pada
matahari. Dari hasil pengukurannya diperoleh keliling bumi 25000 mil (13,5 mil lebih panjang dari
pengukuran modern). Baru pada sekitar 120 tahun sebelum masehi berkembang ilmu geometri metode
pengukuran sebidang lapangan (Dioptra).Setelah abad ke 18 dan 19. Seni pengukuran maju sangat pesat
oleh karena kebutuhan-kebutuhan peta semakin dirasakan terutama di Inggris dan Prancis.

Jenis Pengukuran

Jenis jenis pengukuran dapat dibedakan atau dikategorikan menjadi beberapa sub atau bagian. Kegiatan
pengukuran untuk mendapatkan peta bisa dikelompokkan berdasarkan cakupan elemen alam, tujuan,
dan luas cakupan pengukuran.Pengukuran berdasarkan cakupan elemen alam. Pengelompokan
pengukuran dalam kategori ini terbagi atas beberapa sub-sub bidang diantaranya:

Pengukuran Daratan (land surveying).

Yang termasuk dalam kategori land surveying diantaranya pengukuran topografi dan pengukuran
kadaster

Pengukuran Perairan (marine or hydrogaphic surveying)

Kegiatan pengukuran yang termasuk kategori ini antara lain pengukuran muka dasar laut, pengukuran
pasang surut, pengukuran untuk kegiatan pembuatan pelabuhan dan rekalamasi, dsb

Pengukuran Astronomi (astronomical surveying)

Merupakan kegiatan pengukuran untuk menentukan posisi di muka bumi dengan melakukan
pengukurann terhadap benda-benda di langit.JIka Imam-mu adalah seorang Surveyor.Peran Surveyor
dalam pemantauan pergerakan jembatan. Peran Surveyor dalam bidang property dan developer.Peran
Surveyor dalam mitigasi bencana

Pengukuran Berasarkan Tujuannya. Pengelompokan studi ini juga terbagi atas beberapa sub bidang
diantarnya adalah

Pengukuran untuk keperluan teknik (engineering surveying)


Pengukuran untuk keperluan militer (military surveying)

Pengukuran pertambangan (mining surveying)

Pengukuran geologi (geological surveying)

Pengukuran arkeologi (archeological surveying)

Pengukuran Berdasarkan Luas Cakupan.

Pengukuran area kecil. Yang dimaksud area kecil adalah area dengan luasan dibawah 37 km x 37 km.
Karena pada pengukuran area ini rupa bumi dianggap datar sehingga unsur kelengkungannya dapat
diabaikan. Pengukuran ini juga dikenal dengan istilah plane surveying

Pengukuran area besar. Pengukuran dengan luasan diatas 37 km x 37 km. Dengan memperhatikan unsur
kelengkungan bumi dan perhitungan matematisnya, pengukuran ini juga banyak dikenal dengan istilah
geodetics surveying.