Anda di halaman 1dari 33

DETASEMEN KESEHATA WILAYAH SURABAYA

RUMAH SAKIT TK III BRAWIJAYA

KEPUTUSAN KEPALA RUMAH SAKIT TK. III BRAWIJAYA


Nomor Kep/ 213 / V / 2014
tentang
PELAYANAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

KEPALA RUMAH SAKIT TINGKAT III BRAWIJAYA

Menimbang : a. Bahwa dalam upaya meningkatkan mutu


pelayanan Rumah Sakit Tk. III Brawijaya, maka
diperlukan penyelenggaraan pelayanan
Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang bermutu
tinggi;
b. Bahwa agar pelayanan Keselamatan dan
Kesehatan Kerja di Rumah Sakit Tk. III Brawijaya
dapat terlaksana dengan baik, maka perlu adanya
kebijakan Kepala Rumah Sakit Tk. III Brawijaya
sebagai landasan bagi penyelenggaraan pelayanan
Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Rumah Sakit
Tk. III Brawijaya;

c. Bahwa berdasarkan pertimbangan se-


bagaimana dimaksud dalam a dan b, maka perlu
ditetapkan dengan Keputusan Kepala Rumah
Sakit Tk. III Brawijaya;
Mengingat : 1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44
tahun 2009 tentang Rumah Sakit;
2

2. Peraturan Menteri Kesehat an Nomor


269 /Menkes/Per/III/ 2008 tentang Ke selamatan
dan Kesehatan Kerja;

3. Surat Perintah Kepala Kesehhatan Kodam V /


Brawijaya No Sprint /130 /II / 2014 tentang
penunjukan Kepala Rumah Sakkit Tingkat III
Brawijaya tanggal 26 Februari 2014.

MEMUTUSKAN

Menetapkan : 1. Tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja


Rumah Sakit Tk. Iii Brawijaya.
2. Memberlakukan SPO Pelayanan
Keselamatan dan Kesehatan Kerjaa Rumah Sakit
Tk. III Brawijaya sebagaimana terrcantum dalam
Lampiran Keputusan ini.
3. Pembinaan dan pengawasan
penyelenggaraan pelayanan Keselamatan dan
Kesehatan Kerja Rumah Sakit Tingkat III
Brawijaya dikoordinasikan bersa ma oleh Wakil
Kepala Rumah Sakit Tk. III Brawijaya dan dalam
pelaksanaannya melibatkan tim y ang terdiri dari
berbagai unit kerja.
4. Keputusan ini berlaku sejak tanggal
ditetapkan.

Ditetapkan di Surabaya
pada tanggal 26 Mei 2014
Kepala Rumah Sakit Tk. III Brawijaya

dr. Dwi Anna Wachyun ingrum


Letkol Ckm (K) NRP 1910054950266
DETASEMEN KESEHATA WILAYAH SURABAYA Lampiran kep karumkit tk III brawijaya
RUMAH SAKIT TK III BRAWIJAYA Nomor : kep/213/V/2014
Tanggal : 26 Mei 2014

PANDUAN PENANGANAN BENCANA


(DISASTER PLAN)
RUMAH SAKIT TK III BRAWIJAYA
TAHUN 2015

BAB I
DEFINISI

Bencana adalah situasi yang gawat dimana kehidupan sehari-


hari mendadak terganggu dan banyak orang terjerumus dalam keadaan
tidak berdaya dan menderita, kemudian mengakibatkan mereka
membutuhkan pengobatan, perawatan, perlindungan, makanan, pakaian,
tempat penampungan dan lain-lain kebutuhan.
Bencana merupakan suatu keadaan yang tidak diharapkan, dan
biaanya terjadi secara tiba-tiba disertai oleh jatuhnya banyak korban jiwa
manusia.Keadaan ini bila tidak ditangani secara semestinya akan
menghambat, mengganggu dan merugikan kehidupan dan penghidupan
masyarakat serta pelaksanaan pembangunan, Bencana dapat terjadi
baik diluar maupun didalam RS. Tk. III Brawijaya.
Bencana atau musibah masal adalah peristiwa atau rangkaian
peristiwa yang disebabkan oleh alam atau manusia, yang mengakibatkan
korban dan penderitaan, kerugian harta benda, kerusakan lingkungan,
kerusakan sarana prasaraa umum , serta menimbulkan gangguan
terhadap tata kehidupan dan penghidupan masyarakat yang mutlak
memerlukan pertolongan dan bantuan.
2

BAB II
RUANG LINGKUP

a. Bencana Alam (Natural Disaster)


Adalah bencana yang ditimbulkan oleh kekuatan alam, antara lain:
Letusan Gunung Berapi, Gempa Bumi, Tanah Longsor, Banjir, Kemarau
panjang, Kebakaran Hutan, Gelombang Tsunami, Angin Topan,
Gelombang Panas, Gas Beracun, Serangan Hama Tanaman, Wabah
Penyakit dll.
b. Bencana karena ulah manusia ( Man Made Disaster)
Antara lain : Perang, Letusan Gas Kimia, Kecelakaan Radiasi,
Polusi, Keracunan, Kebakaran Gedung, Gedung runtuh, Kecelakaan Lalu
Lintas ( Darat, Laut, Udara), Kriminal Huru Hara, Kesalahan penanganan
Bahan berbahaya, dll.
c. Siap Siaga
Adalah keadaan siap setiap saat dan ditempat, bagi setiap orang
dan petugas serta instansi pelayanan kesehatan, untuk melakukan
tindakan dan cara-cara menghadapi bencana baik sebelum, sedang dan
sesudah bencana.
d. Penanggulangan
Adalah kegiatan pelayanan kesehatan yang meliputi pencegahan,
penyembuhan dan rehabilitasi baik sebelum, selama, maupun setelah
terjadi bencana, secara berdaya guna dan berhasil guna.
e. Disaster Plan Rumah Sakit Tingkat III brawijaya
Adalah suatu pokok rencana terpadu bagi RS. Tk.III Brawijaya, agar
sema petugasnya selalu siap siaga dan terorganisir secara solid
dalam melakukan penanggulangan bencana yang terjadi secara
tiba-tiba.
3

BAB III
KEBIJAKAN

Lampiran Surat Keputusan Kepala Rumah Sakit Tk. III Brawijaya Nomor :
Kep/ 213 / V / 2014 Tertanggal 26 Mei 2014 tentang Pelayanan
Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit Tingkat III Brawijaya.

1. Umum
a. Peralatan di unit harus selalu dilakukan pemeliharaan dan
kalibrasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
b. Pelayanan di unit harus selalu berorientasi kepada mutu
dan keselamatan pasien.
c. Semua petugas unit wajib memiliki izin sesuai dengan
ketentuan yang berlaku.
d. Dalam melaksanakan tugasnya setiap petugas wajib
mematuhi ketentuan dalam K3 (Keselamatan dan Kesehatan
Kerja).
e. Setiap petugas harus bekerja sesuai dengan standar
profesi, standar prosedur operasional yang berlaku, etika profesi,
dan menghormati hak pasien.
f. Pelayanan unit dilaksanakan sesuai jam kerja yang
ditetapkan.
g. Penyediaan tenaga harus mengacu kepada pola
ketenagaan.
h. Untuk melaksanakan koordinasi dan evaluasi wajib
dilaksanakan rapat rutin minimal satu bulan sekali.
i. Setiap bulan wajib membuat laporan.
j. Program untuk melatih kesiagaan dalam menghadapi
bencana diselenggarakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
4

2. Khusus

a. Setiap calon karyawan Rumah Sakit Tk. III Brawijaya


diwajibkan memeriksa kesehatan badan dan kondisi mental.
b. Setiap karyawan wajib memenuhi dan mentaati semua
syarat-syarat keselamatan dan kesehatan kerja yang diwajibkan.
c. Petugas K3 menyelenggarakan pembinaan bagi semua
tenaga kerja dalam peningkatan keselamatan dan kesehatan kerja.
d. Setiap kecelakaan akibat kerja dalam lingkup rumah sakit
wajib melapor kepada tim K3 Rumah Sakit Tk. III Brawijaya.
e. Pelayanan K3 harus selalu berorientasi kepada mutu dan
keselamatan karyawan serta pasien Rumah Sakit Tk. III Brawijaya.
f. Untuk mempertahankan dan meningkatkan kompetensi,
setiap petugas wajib mengikuti pelatihan yang diselenggarakan.
g. Penempatan pegawai disesuaikan dengan kondisi
kesehatan karyawan.
h. Menciptakan lingkungan kerja yang higienis, melalui
monitoring lingkungan kerja secara teratur.
i. Penyediaan alat pelindung diri dan keselamatan kerja pada
setiap unit kerja.
j. Penempatan pekerja pada pekerjaan yang sesuai dengan
kondisi kesehatan
5

BAB IV
TATA LAKSANA

Rumah Sakit Tingkat III Brawijaya dengan Instalasi Gawat


Daruratnya selalu siap siaga dan siap melakukan penanggulangan bila
sewaktu-waktu terjadi bencana. Berbagai fasilitas dan sumber daya
selalu diupayakan peningkatannya baik kualitas maupun kuantitasnya.

Struktur Organisasi Disaster Plan ( External )

Kepala Rumah Sakit

Wakarumkit/Kasituud

PAM RS Penunjang Pelayanan Tim Tim


medis medis triase Evakuasi
Informasi dan - OK - IGD
komunikasi Tim
- Farmasi - ICU Tandu/Ambulan
- Rekam medis
Ka
Tim - Radiologi
Perlengkapan - laboratorium Jenazah
dan
dokumentasi

Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS. Tk. III Brawijaya dilengkapi


dengan fasilitas berupa Pelayanan 24 Jam per hari dengan sumber daya
manusia Yang berpotensi :
a. Kepala Instalasi Gawat Darurat seorang dokter umum
dengan sertifikasi ATLS, ACLS
b. Kepala Perawat Instalasi Gawat Darurat seorang Perawat
D-III Keperawatan dengan sertifikat PPGDDokter jaga Instalasi
Gawat Darurat ada 5 orang dokter umum.
c. Dokter Spesialis Konsulen ada 10 bidang keahlian, yaitu:
Dokter Ahli Bedah Umum, Dokter Ahli Bedah Orthopaedi, Dokter
Ahli Penyakit Dalam, Dokter Ahli Penyakit Anak, Dokter Ahli
Penyakit Kandungan dan Kebidanan, Dokter Ahli Jantung, Dokter
6

Ahli Penyakit Mata, Dokter Ahli Penyakit Syaraf, Dokter Ahli


Panyakit THT, Dokter Ahli Anestesi.
d. Tenaga pelaksana terdiri dari:
1) 6 orang D-III Perawatan dengan sertifikasi PPGD
2) 2 orang S- I keperawatan dengan sertifikasi PPGD

3. TEAM PENANGGULANGAN MUSIBAH MASAL RS TK. III BRAWIJAYA


a. POSKO KESEHATAN (Team Pelaksana Intern) RS Tk. III
Brawijaya
1) Penanggung Jawab : Kepala Rumah Sakit Tk. III
Brawijaya.
2) Ketua : Kepala Instalasi Gawat Darurat
3) Anggota :

a) Dokter Jaga IGD


b) Ka Perawat IGD
c) Perawat IGD
d) Sopir Ambulance
e) Kepala Instalasi Kamar Operasi
f) Ka Instalasi Radiologi
g) Ka Instalasi Laboratorium
h) Ka Instalasi Farmasi
i) Ka Instal Watnap
j) Dokter Spesialis Konsulen

4. TEAM PELAKSANA LAPANGAN


a. Ketua : Kepala Instalasi Gawat darurat
b. Anggota :
1) Dokter IGD
2) Perawat OGD
3) Sopir Ambulance
7

5. URAIAN TUGAS TIM PENANGGULANGAN MUSIBAH MASSAL


KEPALA RUMAH SAKIT TINGKAT III BRAWIJAYA
a. Sebagai nara sumber tunggal tehadap media masa
b. Menampung laporan Kepala Instalasi Gawat Darurat/Ketua
Team Pelaksana Lapangan, untuk selanjutnya memberikan
saran/pendapat/instruksi demi kelancaran dan keberhasilan
pelaksanaan penanggulangan musibah massal di lapangan.
c. Menampung laporan dokter jaga IGD, untuk selanjutya
memberikan saran/pendapat/instruksi kepada seluruh pegawai
RS. Tk. III Brawijaya (dalam dinas/lepas dinas) untuk membantu
kelancaran dan keberhasilan penanganan korban musibah masal
di IGD RS Tk. III Brawijaya.
d. Secara periodik (per 24 Jam) melaporkan kepada Kepala
Dinas Kesehatan Kota Surabaya mengenai segala sesuatu dari
musibah massal tersebut.
e. Melakukan evaluasi keadaan korban setelah penangan
paripurna (di IGD dan Ruang Rawat Inap).
f. Melakukan evaluasi sumatif terhadap seluruh kegiatan
selama dan sesudah pelaksanaan penanggulangan musibah
massal.
g. Bertanggung Jawab kepada Kepala Dinas Kesehatan Kota
Surabaya..

6. KEPALA INSTALASI GAWAT DARURAT


a. Melaporkan ke Direktur RS. Tk. III Brawijaya, mencakup:
1) Lokasi musibah
2) Jenis musibah (natural/man made disaster)
3) Estimasi jumlah korban
b. Menginstruksikan Team Pelaksana Lapangan menuju lokasi
bencana/musibah massal. Team Pelaksana Lapangan : Kepala
Instalasi Gawat Darurat (sebagai ketua team), Perawat
(diupayakan yang lepas dinas), Sopir Ambulance.
8

c. Mengingatkan peralatan Team Pelaksana : Sarana IVFD


( Intra vena Fluid Drip ) lengkap, RJP set, Bidai set, First Drug Aids.
d. Menginstruksikan pengiriman Ambulance ke lokasi musibah
dengan sopir, perawat, dilengkapi Oksigen set, P3K set, RJP set.
e. Memberikan tugas pokok Team Pelaksana Lapangan:
f. Triage korban di tempat kejadian.
g. Stabilisasi korban
h. Evakuasi korban
i. Menugaskan dokter jaga IGD beserta staff IGD dan kalau
perlu dibantu personil dari Unit lain dalam RS Tk. III Brawijaya
(Team Pelaksana Intern) untuk melakukan persiapan penerimaan
korban di IGD.
j. Secara priodik (tiap jam ) memberi informasi ke dokter
jaga, tentang :
1) kebutuhan tambahan sarana dan prasarana yang diperlukan.
2) Jumlah korban dan klasifikasinya mengggunakan sistem
ATS
k. Bekerja sama dengan team medis dari rumah sakit lain
l. Bekerja sama dengan team non medis terutama keamanan
yaitu Polisi, Polisi Pamong Praja, TNI untuk pengamanan lokasi,
penertiban penunjang.
m. Bertanggungjawab terhadap Kepala Rumah Sakit Tk.
III Brawijaya.
7. DOKTER JAGA IGD:
a. Berperan sesuai dengan tugas sehari-hari di IGD yaitu
melakukan penanganan paripurna, konsultasi ke ahli terkait dsb.
b. Meneruskan informasi dari Ketua Team Pelaksana
Lapangan/ Kepala IGD ke Kepala Rumah Sakit Tk. III Brawijaya.
c. Bertanggung jawab kepada Kepala IGD.
9

8. KA PERAWAT IGD:
a. Melakukan tindakan sesuai Instruksi Dokter.
b. Mengkoordinasi semua Perawat untuk melakukan tindakan
sesuai instruksi Dokter.
c. Bertanggungjawab kepada Kepala IGD.

9. PERAWAT IGD:
a. Melaksanakan sepenuhnya semua instruksi Dokter (dilokasi
kejadian/di IGD) dibawah koordinasi Ka Perawat IGD.
b. Bertanggungjawab kepada Dokter pemberi instruksi.

10. SOPIR AMBULANCE:


a. Melaksanakan instruksi dalam evakuasi korban
b. Memonitor, mengusulkan perlengkapan fasilitas ambulance.
c. Harus selalu mematuhi rambu-rambu lalu-lintas
seperti kendaraan lainnya, tidak ada dispensasi.
d. Kecepatan yang diwajibkan :
1) Berisi korban : 60 km/jam, boleh membunyikan sirene.
2) Keadaan kosong : 40 km/jam, matikan sirene.
e. Bertanggung jawab kepada Ketua Team
Pelaksana Lapangan/Kepala IGD.

11. PIKET:
a. Melaksanakan pengamanan di IGD RS Tk. III Brawijaya.
b. Mengatur keluarga penderita dan warga sekitar agar
tidak mengganggu pelayanan.
c. Bertanggung jawab kepada Kepala Rumah Sakit TK
III Brawijaya
10

12. KEPALA INSTALASI WATNAP :


a. Mengkoordinir perawat di ruangan untuk
membantu pelayanan di IGD bila diperlukan
b. Memerintah kepada semua kepala ruang agar
mempersiapkan ruang penampungan/perawatan bagi korban
musibah massal.

13. KEPALA INSTALASI FARMASI :


Mengkoordinir semua petugas kamar obat untuk memberikan
pelayanan obat-obatan bagi korban musibah missal, dan menyediakan
abat obatan alkes yang dibutuhkan

14. KEPALA INSTALASI RADIOLOGI :


Megkoordinasi semua petugas radiologi untuk memberikan
pelayanan radiologi bagi korban musibah massal.

15. KEPALA INSTALASI LABORATORIUM :


Mengkoordinasi seluruh petugas laboratorium untuk memberikan
pelayanan laboratorium bagi korban massal.

16. DOKTER-DOKTER AHLI :


a. Menerima konsulen dari kepala IGD
b. Melakukan tugas penanganan kegawatan korban musibah
massal sesuai dengan bidang keahliannya.

17. KEPALA INTALASI KAMAR OPERASI :


a. Mengkoordinir seluruh dokter operator untuk memberikan
pelayanan operasi bagi korban musibah masal
b. Memimpin rapat evaluasi pelayanan kamar operasi setelah
masa disaster selesai
11

c. Mempersiapkan kamar operasi untuk pelaksanaan operasi


korban musibah massal
d. Membantu dokter untuk melakukan operasi di kamar
operasi.
e. Mengkoordinir petugas kamar operasi dalam pelaksanaan
pelayanan operasi bagi korban musibah masal.

18. KEPALA BAGIAN LOGISTIK :


Menyediakan bahan /material untuk kebutuhan yang non
medis.

20. KEPALA INSTALASI GIZI :


Menyiapkan dan medistribusikan makanan ke korban musibah
masal maupun anggota tim disaster yang bekerja dilapangan

21. KLASIFIKASI KESIAP SIAGAAN :


Berdasarkan kemampuan sumber daya dan kelengkapan fasilitas
yang dimiliki Rumah Sakit Tingkat III Brawijaya dengan memperhatikan
estimasi jumlah korban musibah masal, maka untuk memperlancar
penanganan kepada korban, dilakukan klasifikasi sbb :
a. Rutin
1) Jumlah Korban : Maksimal 5 Orang
2) Pelaksana : Semua petugas Instalasi Gawat darurat
Rumah Sakit Tingkat III Brawijaya yang berdinas On Side.

b. Siaga IV
1) Jumlah korban : 6-25 Orang
2) Pelaksana :
a) Semua petugas IGD yang dinas onside
12

b) Dibantu oleh semua anggota Team


Penanggulangan Musibah Masal Rumah Sakit
Tingkat III Brawijaya yang juga sedang dinas onside
c. Siaga III
1). Jumlah korban : 26-50 orang.
2) Dibantu oleh semua anggota Team Penanggulangan
Musibah Masal Rumah Sakit Tingkat III Brawijaya on duty
dan on call.
d. Siaga II
1) Jumlah korban : 51-100 orang.
2) Pelaksana :
a) Dibantu oleh semua angota Team
Penanggulangan Musibah Masal Rumah Sakit
Tingkat III Brawijaya of duty.
b) Dibantu juga oleh staff Rumah Sakit Tingkat III
Brawijaya.
e. Siaga I
1) Jumlah korban : Lebih dari 100 orang.
2) Pelaksana : Dibantu/melibatkan Team dari
Rumah Sakit lain diluar Rumah Sakit Tingkat III Brawijaya.

22. FASE- FASE PENANGGULANGAN MUSIBAH MASSAL YANG


TERJADI DI LUAR RUMAH SAKIT TINGKAT III BRAWIJAYA
a.FASE INFORMASI.
1) Bencana atau musibah masal yang terjadi di luar RS.
Tk III Brawijaya tidak akan diketahui oleh petugas RS. Tk III
Brawijaya, khususnya Petugas IGD apalagi bila lokasi
musibah masal berada jauh dari RS. Tk III Brawijaya.
2) Berita adanya bencana atau musibah masal dapat
datang dari masyarakat, polisi atau pemadam kebakaran ke
13

bagian informasi RS. Tk III Brawijaya dengan nomor telepon


(31) 5682088 atau (031) 5611272 ext. 101, atau informan
datang langsung ke bagian informasi RS. Tk III Brawijaya.
3) Petugas Informasi bertugas:
a) Menerima dengan sopan dan seksama
informasi tentang musibah masal
b) Menanyakan kepada informan tentang :
(1) Lokasi musibah masal : kecamatan,
desa, RT/RW, dihutan, dijalan raya, sungai,
rawa-rawa dll.
(2) Jenis musibah masal : natural disaster,
man disaster.
(3) Estimasi jumlah korban.
c) Melaporkan segera kepada Team
Penanggulangan Musibah Masal RS. Tk III
Brawijaya, yaitu :
(1) Pada jam kerja :
(a) Kepada Kepala Rumah Sakit. Tk
III Brawijaya dan
(b) Kepada Kepala IGD Rumah
Sakit Tk III Brawijaya.
(2) Diluar jam kerja :
(a) Kepada dokter jaga IGD
Rumah Sakit. Tk III Brawijaya
(b) Berusaha menghubungi Kepala
Rumah Sakit. Tk III Brawijaya
(c) Berusaha menghubungi Kepala
IGD Rumah Sakit. Tk III Brawijaya.
14

d) Isi laporan :
(1) Sesuai dengan yang diterima
dari informan.
(2) Meliputi :
(a) Lokasi musibah masal
(b) Jenis musibah masal
(c) Estimasi jumlah korban

e) Selalu memantau dan menampung segala


informasi yang masuk tentang musibah masal yang
terjadi dan segera melaporkan kepada Kepala
Rumah Sakit. Tk III Brawijaya atau kepada Kepala
IGD Rumah Sakit. Tk III Brawijaya atau kepada
dokter jaga Rumah Sakit. Tk III Brawijaya Untuk
komunikasi menggunakan :
(1) Telepon extern : Untuk komunikasi
dengan luar RS. Tk III Brawijaya
(2) Telepon intern : Untuk komunikasi
dengan bagian intern RS. Tk III Brawijaya

b. FASE SIAGA
1) Kepala Rumah Sakit Tingkat III Brawijaya bertugas :
a) Menampung laporan dari petugas informasi
Rumah Sakit. Tk III Brawijaya Memerintahkan Kepala
IGD Rumah Sakit. Tk III Brawijaya untuk
mengkoordinasi Team Pelaksana Lapangan (TPL)
segera menuju ketempat Kejadian Musibah Masal.
b) Memerintahkan Penanggung jawab dan atau
doker jaga IGD untuk mengkoordinir anggota Posko
Kesehatan (Team Pelaksana Intern) Rumah Sakit
15

Tingkat III Brawijaya untuk mengadakan persiapan


penerimaan dan penanganan korban musibah masal
setelah tiba di IGD Rumah Sakit. Tk III Brawijaya.
2) Kepala Instalasi Gawat Darurat RS. Tk III
Brawijaya bertugas :
a) Menginstruksikan perawat anggota Team
Pelaksana Lapangan untuk mempersiapkan alat :
(1) Sarana IVFD lengkap
(2) RJP set
(3) PPPK set
(4) Tabung Oksigen yang penuh
(5) Obat-obat life saving dll
b) Mengkoordinir anggota Team Pelaksana
Lapangan untuk menuju tempat kejadian Musibah
Masal.
c) Menginstruksikan untuk membawa mobil
ambulance beserta petugas segera menuju tempat
kejadian musibah masal dengan membawa peralatan
yang telah dipersiapkan.
3) Dokter Jaga IGD Rumah Sakit Tingkat III Brawijaya
bertugas : Mengkoordinir anggota Posko Kesehatan (Team
Pelaksana Intern) Rumah Sakit. Tk III Brawijaya untuk
mengadakan persiapan penerimaan dan penanganan
korban musibah masal setelah tiba di IGD Rumah Sakit. Tk
III Brawijaya.
4) Perawat Rumah Sakit Tingkat III Brawijaya
Bertugas : Mempersiapkan dan melengkapi alat-alat yang
akan dibawa ketempat kejadian musibah masal :
a) Sarana IVFD lengkap
b) RJP set
16

c) PPPK set
d) Tabung Oksigen yang penuh
e) Obat-obatan life saving dll.
5) Sopir Ambulance Rumah Sakit Tingkat III Brawijaya
Bertugas : Mempersiapkan Mobil Ambulance sehingga laik
jalan untuk transportasi/evakuasi korban musibah masal
dan untuk transportasi petugas Team Pelaksana Lapangan
maupun alat-alat.

C. FASE PELAKSANAAN
1) Tahap Pra Rumah Sakit Tingkat III Brawijaya bertugas :

a) Setelah sampai ditempat kejadian musibah


masal segera memimpin pelaksanaan evakuasi
korban, dibawa ketempat aman terdekat sehingga
memungkinkan dilakukannya triage dan penanganan.
b) Selanjutnya melakukan Triage lapangan.
TRIAGE : yaitu suatu sistem seleksi penderita
yang menjamin supaya tidak ada penderita yang
tidak mendapat pertolongan medis.
c) Bersama-sama dengan dokter lain dan
dibantu oleh perawat segera melakukan penangan
korban di tempat kejadian musibah masal dengan
urutan prioritas, sebagai berikut :
(1) Prioritas pertama pada korban gawat
darurat (label merah) :
(a) Melakukan Bantuan Hidup Dasar
(BHD) atau Basic Life Support (BLS)
sesuai dengan Prosedur Tetap
Resusitasi Jantung dan Paru Tingkat
17

Bantuan Hidup Dasar terdiri atas 3


rangkaian kegiatan yang
berkesinambungan, dengan tujuan
memasukan oksigen ke dalam paru-paru
korban, menjalankan sirkulasi darah
korban, sehingga oksigen dapat diangkut
darah dan dialirkan menuju jaringan (sel-
sel jaringan) sehingga dapat terjadi
metabolisme seluler. Apabila hal ini
terjadi, organ vital terutama jantung, paru
dan otak dapat kembali berfungsi dan
kehidupan pun berlangsung lagi dengan
harapan dapat kembali hidup normal,
Melakukan monitoring tindakan bantuan
hidup dasar setelah menit pertama
kemudian setiap 5 menit sampai timbul
nafas dan nadi spontan.
(b) Bila korban dapat atau sudah
dapat bernafas pontan dengan baik
maka korban diletakkan dalam posisi
miring stabil ( posisi mantap ) caranya :
i. Satu lutut difleksikan.
ii. Satu lengan yang sepihak
diletakkan dibawah pantat, lengan
yang lain difleksikan didepan
dada.
iii. Pelan pelan diguligkan
kearah yang sepihak dengan lutut
yang fleksi.
18

iv. Kepala di ekstensikan,


lengan yang fleksi didepan dada
diletakkan mengganjal rahang
bawah (agar tidak terguling ke
depan )
v. Segera membawa korban
dengan mobil gawat darurat ke
IGD Rumah Sakit. Tk III
Brawijaya dalam posisi mantap
dengan didampingi dua orang
paramedis.
vi. Bila nadi dan nafas
spontan belum timbu korban
dapat segera dibawa ke IGD RS.
Tk III Brawijaya dengan mobil
gawat darurat dan selama dalam
perjalanan tetap terus dilakukan
Bantuan Hidup Dasar.
vii. Bila bantuan Hidup Dasar
sudah dilakukan lebih dari 30
menit atau penolong sudah
kelelahan,sedangkan nadi dan
nafas spontan belu timbul,maka
bantuan hidup Dasar dapat
dihentikan dan korban dapat
dinyatakan meninggal dunia.
viii. Segera menghentikan
perdarahan luar yang hebat
dengan balut tekan, bila korban
syok karena terlalu banyak
19

mengeluarkan darah maka segera


pasang IVFD RL/NACL dan
kemudian segera bawa korban ke
IGD RS. Tk III Brawijaya dengan
mobil ambulance Gawat Darurat
didampngi oleh 2 orang
paramedis.
(2) Prioritas kedua pada korban gawat
tidak darurat (label putih ) :
(a) Korban coma atau syok dengan
jantung dan paru masih berfungsi tetapi
sangat lemah: segera dikirim ke IGD
Rumah Sakit Baptis Batu dengan mobil
ambulance gawat darurat dalam posisi
mantap dan didampingi 2 orang
paramedis.
(b) Korban luka parah atau sangat
berat,dengan multiple trauma disertai
banyak perdarahan :
i. Diberikan kompres kassa
steril dibasahi NACL 0,9 %.
ii. Lakukan pembidaian pada
fraktur tulang dan selanjutnya
dikirim dengan mobil ambulance
gawat darurat ke IGD Rumah
Sakit. Tk III Brawijaya dengan di
dampingi 2 orang paramedis.
(3) Prioritas ketiga pada korban darurat –
tidak gawat (label kuning ) :
20

(a) menghentikan perdarahan


dengan memberikan belut tekan pada
luka.
(b) memasang bidai/spalk pada
patah tulang
(c) segera dikirim korban ke IGD
Rumah Sakit. Tk III Brawijaya dengan
mobil ambulance.
(4) Prioritas ke empat pada korban tidak
gawat tidak darurat ( label hijau ) : Korban
dapat dipulangkan.
(5) Prioritas kelima pada korban telah
meninggal dunia ( label hitam ) : kirim ke IGD
RS. Tk III Brawijaya dengan mobil jenazah.
d) Selalu memberi informasi kepada Direktur RS.
Tk III Brawijaya tentang :
(1) Jumlah korban dan klasifikasinya (label
merah,putih,kuning, hijau dan hitam)
(2) kebutuhan tambahan obat-obatan dan
peralatan medis.
(3) Kebutuhan tambahan transpotasi,
ambu-lance dll
e) Bekerja sama dengan tim medis lain (dari RS
lain)
f) Bekerja sama dengan tim non medis terutama
keamanan yaitu polisi dan hansip untuk pengamanan
lokasi kejadian musibah massal dan penertipan
pengunjung.
g) Bertanggung jawab kepada Direktur RS. Tk III
Brawijaya.
21

h) Kepala IGD (Ketua Tim Pelaksana


Lapangan) / Kepala Perawat IGD bertugas :
(1) Melakukan semua instruksi dokter.
(2) Mengkoordinir semua perawat untuk
melakukan semua intruksi dokter.
(3) Bertanggung jawab kepada Team
Pelaksana Lapangan (Penanggung Jawab
IGD) RS. Tk III Brawijaya.
i) Perawat (Anggota Team Pelaksana Lapangan)
bertugas :
(1) Melaksanakan sepenuhnya semua
instruksi dokter di lokasi kejadian musibah
massal di bawah koordinasi kepala IGD RS.
Tk III Brawijaya.
(2) Bertanggung jawab kepada dokter
pemberi perintah.
j) Sopir Ambulance bertugas :
(1) Melaksanakan evakuasi dalam
evakuasi korban.
(2) Memonitor dan mengusulkan
penambahan perlengkapan fasilitas dan
penambahan ambulance.
(3) Harus mematuhi rambu-rambu lalu-
lintas seperti kendaraan lainnya, tak ada
dispensasi.
(4) Kecepatan yang diwajibkan :
(a) Waktuberangkat/keadaan
kosong : 60 km/jam, boleh
membunyikan sirene dan menyalakan
lampu rotary.
22

(b) Waktu pulang/berisi korban : 40


km/jam, matikan sirene dan tetap
nyalakan lampu rotary.
k) Bertanggung jawab kepada Ketua Team
Pelaksana Lapangan (penanggung jawab IGD RS. Tk
III Brawijaya).
l) Kepala Instalasi Gizi Bertugas : Menyiapkan
dan mendistriusikan makan ke korban musibah
masal dan anggota tim pelaksana disaster
m) Kepala Bagian Logistik Bertugas :
Menyediakan sarana /bahan non medis sesuai
kebutuhan

23. TAHAP DI RUMAH SAKIT TK III BRAWIJAYA :


a.Kepala Rumah Sakit Tk III Brawijaya Bertugas :
1). Menampung laporan dari penanggung jawab IGD
Rumah Sakit. Tk III Brawijaya (Ketua Team Pelaksana
Lapangan) di tempat kejadian musibah masal dan dari
dokter jaga IGD Rumah Sakit. Tk III Brawijaya.
2). Memberikan saran, pendapat, instruksi kepada seluruh
karyawan Rumah Sakit. Tk III Brawijaya (dalam dinas kalau
perlu juga yang lepas dinas) untuk membantu penanggulan
musibah masal.
3). Melakukan evaluasi sumatif terhadap seuruh kegiatan
selama dan sesudah pelaksanaan penanggulan musibah
masal.
4). Melakukan evalusi keadaan korban setelah penangan
paripurna di IGD/bangsal perawatan Rumah Sakit. Tk III
Brawijaya
5). Sebagai nara sumber tunggal terhadap media masa.
23

6). Bertanggung jawab kepada kepala DKK Kota Surabaya.

b. Dokter Jaga IGD bertugas :


1) Pada saat korban tiba di IGD RSBB, dokter jaga IGD
segera melakukan triase ulang di ruang triase IGD Rumah
Sakit. Tk III Brawijaya sesuai prosedur tetap triase. Triase
ulang ini perlu dilakukan, mengingat adanya kemungkinan
terjadinya kondisi kegawat daruratan korban pada saat tiba
di IGD Rumah Sakit. Tk III Brawijaya . Bersama dengan
dokter jaga IGD Rumah Sakit lainnya segera melakukan
penanganan korban musibah masal dengan urutan sbb:
(1) Prioritas pertama pada korban gawat darurat
(label merah) :
(a) Segera bawa korban ke ruang
Resusitasi dan lakukan Bantuan Hidup Dasar
sesuai dengan Prosedur Tetap Resusitasi
Jantung Paru - Bantuan Hidup Dasar (RJP-
BHD).
(b) Segera konsultasikan dan serahkan
penanganan korban selanjutnya kepada
dokter ahli terkait.
(2) Prioritas kedua pada korban gawat-tidak
darurat (label putih) :
(a) Bawa korban ke kamar observasi
(b) Segera serahkan penanganan korban
kepada dokter ahli terkait.
(3) Prioritas ketiga pada korban darurat-tidak
gawat (label kuning) :
(a) Bawa korban ke ruang pelayanan gawat
darurat sesuai dengan penyakit/kasusnya.
24

(b) Penyakit/kasus bedah ke ruang surgical.


(c) Penyakit/kasus non bedah keruang
medical.
(d) Memberikan terapi kepada korban
sesuai dengan penyakit atau kasusnya.
(e) Korban yang memerlukan rawat inap
segera kirim ke ruang perawatan sesuai
dengan penyakit/kasusunya
(f) Korban yang tidak memerlukan rawat
inap diperbolehkan pulang dengan dipesan
untuk kontrol/periksa kembali ke Rumah Sakit.
Tk III Brawijaya bila:
i. Obat sudah habis tetapi penyakit
belum sembuh.
ii. Obat belum habis tetapi penyakit
bertambah parah atau ada tambahan
gejala penyakit yang lain.
(4) Prioritas keempat pada korban tidak gawat-
tidak darurat : Korban dapat dipulangkan.
(5) Prioritas ke lima pada korban meninggal
(a) Kirim ke kamar jenazah
(b) Bila memerlukan autopsi segera kirim
ke RS Dr Soetomo Surabaya
c. Perawat (di IGD RS. Tk III Brawijaya) bertugas :
1) Melaksanakan sepenuhnya semua instruksi dokter di
IGD Rumah Sakit. Tk III Brawijaya di bawah koordinasi Ka
Perawat IGD.
2) Bertanggung jawab kepada dokter pemberi instruksi.
25

d. Dokter-dokter Ahli bertugas :


1) Menerima konsulen dari dokter IGD Rumah Sakit. Tk
III Brawijaya.
2) Melakukan penanganan kegawat daruratan korban
musibah masal sesuai dengan bidang keahliannya.
e. Manajer Keperawatan bertugas:
1) Mengkoordinasi perawat di ruangan untuk
memantu pelayanan di IGD Rumah Sakit. Tk III Brawijaya
bila diperlukan.
2) Memerintahkan kepada semua Kepala Ruang
beserta perawat di ruang perawatan dan melakukan tindak
lanjut perawatan kepada korban musibah masal yang
dirawat inap sesuai dengan instruksi dokter yang
menangani korban tersebut
f. Kepala Instalasi Ruang Rawat Inap bertugas :
Mengkoordinir semua perawat di ruangannya untuk
mempersiapkan tempat dan melakukan tindak lanjut perawatan
kepada korban musibah masal yang dirawat inap di ruangannya,
sesuai dengan instruksi dokter yang menangani korban tersebut.
g. Kepala Instalasi Kamar Operasi bertugas :
1) Mengkoordinir semua petugas kamar operasi untuk
mempersiapkan kamar operasi untuk korban musibah masal.
2) Bersama-sama dengan semua perawat kamar
operasi membentu dokter dalam melakukan operasi di
kamar operasi.
h. Kepala Instalasi Laboratorium bertugas : Mengkoordinir
semua petugas laborat untuk memberikan pelayanan laborat bagi
korban musibah masal.
26

i. Kepala Instalasi Radiologi bertugas : Mengkoordinir seluruh


petugas radiologi untuk memberikan pelayanan radiologi bagi
korban musibah masal.
j. Kepala Instalasi Farmasi bertugas : Mengkoordinir seluruh
petugas kamar obat dan gudang farmasi untuk memberikan
pelayanan obat-obatan bagi korban musibah masal.
k. Petugas Piket bertugas :
1) Melakukan pengaturan arus mobil ambulance
dihalaman parkir Rumah Sakit. Tk III Brawijaya.
2) Melaksanakan pengamanan IGD dan semua tempat
di Rumah Sakit. Tk III Brawijaya .
3) Mengatur keluarga penderita dan warga sekitar agar

tidak mengganggu pelayanan kepada korban musibah


masal.
l. Kepala Instalasi Gizi bertugas : Mengkoordinir semua
petugas dapur agar mempersiapkan makanan/minuman bagi
korban musibah masal dengan instruksi dokter.
m. Kepala Bagian Logistik bertugas : Menyediakan sarana
/bahan non medis sesuai kebutuhan.
27

BAB V
DOKUMENTASI

Pengenalan tabung Apar Saat Apel Pagi


Oleh petugas kebakaran Surabaya

Latihan Penggunaan tabung O2 Perorangan


28

Latihan Evakuasi Korban kebakaran

Pengenalan Penggunaan Selang Pemadam Kebakaran


29

Evakuasi Korban Kebakaran

Pertolongan Korban Kebakaran


30

Latihan Pemadaman

Latihan Pemberian pertolongan Pertama


31

Latihan Penggunaan Apar

Apel Kesiap Siagaan Bencana Kebakaran

Kepala rumah Sakit Tingkat III Brawijaya

dr. Dwi Anna Wachyuningrum


Letkol Ckm (K) NRP 1910054950266
.