Anda di halaman 1dari 21

PEMERINTAH KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI

KECAMATAN RANGSANG BARAT


DESA BOKOR

PERATURAN DESA
NOMOR 12 TAHUN 2015

TENTANG
PEMBENTUKAN DAN PENGELOLAAN PASAR DESA
TAHUN 2015
PEMERINTAH KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI
KECAMATAN RANGSANG BARAT
DESA BOKOR

RANCANGAN PERATURAN DESA

TENTANG
PEMBENTUKAN DAN PENGELOLAAN PASAR DESA
TAHUN 2015
PERATURAN DESA BOKOR
NOMOR 12 TAHUN 2015
TENTANG
PEMBENTUKAN DAN PENGELOLAAN PASAR DESA
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

KEPALA DESA BOKOR

Menimbang : a. bahwa dalam rangka meningkatkan pendapatan masyarakat dan


desa, perlu sarana perekonomian melalui Pembentukan dan
pengelolaan pasar desa sebagai pusat interaksi sosial dan
ekonomi masyarakat pedesaaan;
b. bahwa dalam rangka optimalisasi fungsi pasar desa, perlu
dilakukan pengaturan tentang Pembentukan dan
pengelolaannya;
c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud
dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Desa
tentang Pembentukan dan Pengelolaan Pasar Desa;

Mengingat : 1. Undang – undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan


Peraturan Perundang – Undangan ( Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2004 Nomor 53, tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4389 );
2. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah
Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004
Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4437) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir
dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan
Lembaran Nomor 72 Tahun 2008 Nomor 4844).
3. Undang – undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa;
4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2004
tentang Peraturan Pelaksanaan Undang – undang Nomor 6
Tahun 2014 tentang Desa;
5. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 37 Tahun 2007 tentang
Pedoman Pengelolaan Keuangan Desa;

6. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 42 Tahun 2007 Tentang


Pengelolaan Pasar Desa;
7. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 113 Tahun 2014 tentang
Pengelolaan Keuangan Desa;
8. Peraturan Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti No 15 Tahun
2011 Tentang Pedoman Pembentukan dan Mekanisme
Penyusunan Peraturan Desa;
9. Peraturan Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti No 16 Tahun
2011 Tentang Keuangan Desa.

Dengan Persetujuan Bersama

BADAN PERMUSYAWARATAN DESA BOKOR


dan
KEPALA DESA BOKOR

MEMUTUSKAN :
Menetapkan : PERATURAN DESA TENTANG PEDOMAN PEMBENTUKAN
DAN PENGELOLAAN PASAR DESA

BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1
Dalam Peraturan Desa ini yang dimaksud dengan :
1. Daerah adalah Kabupaten Gunungkidul
2. Pemerintah Daerah adalah Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti;
3. Bupati adalah Bupati Kepulauan Meranti;
4. Kecamatan adalah Kecamatan Rangsang Barat;
5. Desa adalah Desa Bokor;
6. Pemerintahan Desa atau yang disebut dengan nama lain adalah Kepala Desa
dan Perangkat Desa sebagai unsur penyelenggara pemerintah desa;
7. Pemerintah Desa adalah penyelenggaraan urusan pemerintah oleh Pemerintah
Desa dan Badan Permusyawaratan Desa, dalam mengatur dan mengurus
kepentingan masyarakat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem
Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia;
8. Kecamatan adalah wilayah kerja Camat sebagai perangkat daerah kabupaten
dan daerah kota;
9. Desa atau yang disebut dengan nama lain, selanjutnya disebut Desa adalah
kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah yang berwenang
untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat, berdasarkan
asal-usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem
Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia;
10. Badan Permusyawaratan Desa atau yang disebut dengan nama lain dan
selanjutnya disingkat BPD, adalah lembaga yang merupakan perwujudan
demokrasi dalam penyelenggaraan pemerintah Desa sebagai unsur
penyelenggaraan pemerintah Desa;
11. Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa yang selanjutnya disebut APBDesa
adalah rencana keuangan tahunan pemerintah desa yang dibahas dan disetujui
bersama oleh Pemerintah Desa dan BPD yang ditetapkan dengan Peraturan
Desa;
12. Peraturan Desa adalah peraturan yang dibuat oleh BPD bersama Kepala Desa;
13. Pengelolaan adalah rangkaian kegiatan mulai dari perencanaan, pengadaan,
penggunaan, pemanfaatan, pengamanan, pemeliharaan, penghapusan,
pemindahtanganan, penatausahaan, penilaian, pembinaan, pengawasan dan
pengendalian;
14. Tanah Kas Desa adalah tanak milik desa berupa tanah LKMD, kuburan, jalan-
jalan desa, pengembalaan hewan, danau-danau, tanah pasar desa, lapangan-
lapangan, dan tanah yang dikuasai oleh pemerintah desa;
15. Pasar adalah tempat bertemunya penjual dan pembeli untuk melaksanakan
transaksi, sarana interaksi sosial budaya masyarakat, dan pengembangan
ekonomi masyarakat;
16. Pasar Desa adalah pasar yang dibentuk dan dikelola oleh desa;
17. Pasar antar Desa adalah pasar yang dibentuk dan dikelola oleh dua desa atau
lebih;
18. Pasar Tradisional adalah pasar yang dibangun dan dikelola oleh pemerintah,
swasta, koperasi atau swadaya masyarakat setempat dengan tempat usaha
berupa kios-kios, los dan tenda, atau nama lain sejenisnya, yang dimiliki/dikelola
oleh pedagang kecil menengah, dengan skala usaha kecil dan model kecil,
dengan proses jual beli melalui tawar menawar;
19. Pasar Modern adalah pasar yang dibangun oleh pemerintah, swasta atau
koperasi yang berbentuk Mall, Supermarket, Mini Market, yang pengelolannya
dilaksanakan secara modern, mengutamakan pelayanan kenyamanan berbelanja
dengan manajemen berada pada satu tangan bermodal kuat dan dilengkapi label
harga yang pasti;
20. Retribusi pasar desa adalah pungutan atas jasa pelayanan yang diberikan
pemrintah desa kepada pedagang;
21. Retribusi penataan dan Pengelolaan Pasar Desa yang selanjutnya disebut
Retribusi adalah pengutan sebagai pembayaran atas pemberian dan
pemanfaatan failitas pasar;
22. Pelataran adalah suatu tempat yang disediakan atau dikuasai oleh Pemerintah
Desa yang bersifat terbuka seperti halaman, jalan, gang dan lain-lain di dalam
lingkungan pasar atau pada tempat tertentu diluar kawasan pasar yang
dipergunakan untuk memasarkan barang dagangan;
23. Kios adalah bangunan tetap dalam lingkungan pasar yang berbentuk bangunan
memanjang yang dilengkapi dinding;
24. Los adalah bangunan tetap dalam lingkungan pasar yang berbentuk bangunan
memanjang tanpa dilengkapi dinding;
25. Fasilitas lain adalah sarana atau fasilitas yang disediakan di dalam pasar yang
berupa kamar mandi / WC dan tempat parker;
26. Pedangan adalah perorangan atau badan usaha yang melakukan kegiatan
perniagaan/perdagang secara terus menerus dengan tujuan memperoleh laba;
27. Izin Pemakaian Pasar adalah Izin yang dikeluarkan oleh Kepala Desa untuk
seseorang atau badan yang memakai Kios, Kios, Los Pasar yang dikuasai
Pemerintah Desa
28. Pedangan tidak tetap adalah seseorang yang melakukan kegiatan perdagangan
tetapi tidak memiliki tempat yang tetap yang memasarkan barang/jasa pada
tempat – tempat seperti pelataran, jalan, gang dan lain-lain dalam lingkungan
pasar yang dikelola oleh pemerintah Desa;
29. Sewa Tempat Usaha adalah pembayaran sewa atas penggunaan tempat usaha
seperti kios, dan Los di dalam Kawasan Pasar Desa yang menjadi asset
Pemerintah Desa;
30. Biaya Administrasi adalah Biaya yang dikeluarkan oleh Orang Pribadi atau Badan
Hukum dalam proses pengurusan perizinan maupuan untuk mendapatkan
rekomendasi/persetujuan atas fasilitas tambahan guna kepentingan kegiatan
usaha perdagangan di dalam kawasan Pasar;
31. Jasa adalah kegiatan Pemerintah Desa berupa usaha dan pelayanan yang
menyebabkan barang, fasilitas, atau kemanfaatan lainnya yang dapat dinikmati
oleh orang pribadi atau badan;
32. Wajib Retribusi Pasar yang selanjutnya disebut Wajib Retribusi adalah orang
pribadi atau badan yang diwajibkan untuk melakukan pembayaran Retribusi,
termasuk pemungutan atau pemotongan Retribusi tertentu;
33. Masa Retribusi adalah suatu jangka waktu tertentu yang merupakan batas waktu
bagi Wajib Retribusi untuk memanfaatkan jasa dan perizinan tertentu dari
pemerintah Desa yang bersangkut.

BAB II
NAMA KEDUDUKAN DAN TUJUAN
Pasal 2

Dengan peraturan Desa ini dibentuk pasar Desa Bokor dengan :


a. Nama Pasar Desa : Pasar Desa Bokor.

b. Pasar sebagaimana tersebut huruf a berkedudukan di wilayah Dusun Durian di


atas Tanah Kas Desa sebagai berikut :
1. SKT
2. SKGR

c. Kegiatan jual beli di pasar sebagaimana tersebut huruf a, dilaksanakan pada


setiap hari

Pasal 3
Pembentukan pasar desa sebagaimana dimaksud oleh dalam Pasal 2 bertujuan
untuk:
a. Memasarkan hasil produksi pedesaan;
b. Memenuhi kebutuhan masyarakan pedesaan;
c. Melakukan interaksi social dan pengembangan ekonomi masyarakat;
d. Menciptakan lapangan kerja masyarakat;
e. Mengembangkan pendapatan Asli Pemerintah Desa;
f. Memberikan perlindungan terhadap pedagang kecil; dan
g. Mendudukan masyarakat desa sebagai pelaku ekonomi di pasar desa.

BAB III
PEMBANGUNAN DAN PENGEMBANGAN PASAR DESA
Pasal 4
Pembangunan dan pengembangan pasar desa di biayai dari:
a. Swadaya dan partisipasi masyarakat;
b. Anggaran pendapatan dan belanja desa;
c. Pinjaman desa;
d. Bantuan pemerintah Pusat, Daerah, Kabupaten/Kota; dan
e. Sumber lain yang sah dan tidak mengikat.

Pasal 5
(1) Dalam hal pembangunan dan pengembangan pasar desa yang di biayai dari
swadaya dan partisipasi masyarakat, pemerintah desa dapat melakukan
kerjasama dengan pedagang atau calon pedagang setempat dengan melalui
proses sebagai berikut:
a. Pemerintah desa menyediakan lahan berupa tanah kas desa yang telah di
petak – petak dengan ukuran tertentu
b. Pemerintah desa menyiapkan gambar teknis bangunan sarana prasarana
sebagai acuan pembangunan bagi pedagang atau calon pedagang yang
berminat
c. Pembangunan sarana prasarana pasar desa sebagaimana dimaksud ayat (1)
pasal ini dituangkan dalam bentuk Kontrak kerjasama.

(2) Mekanisme kerjasama pembangunan pasar desa sebagaimana dimaksud ayat


(1) pasal ini dan ketentuan teknis lainnya diatur lebih lanjut dengan peraturan
kepala desa.

BAB IV
PENGELOLAAN PASAR DESA
Pasal 6
(1) Pengelolaan pasar desa dilaksanakan oleh pemerintah desa
(2) Pengelolan pasar desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan
dengan manajemen pemerintah desa.
(3) Pemerintah desa dapat menunjuk pengelola dari Unsur Perangkat Desa dan
masyarakat setempat untuk mengelola pasar desa.
Pasal 7
(1) Penunjukkan pengelola pasar desa serta susunan organisasinya ditetapkan
melalui keputusan Kepala Desa.
(2) Penunjukkan pengelola pasar desa sebagaimana dimaksud ayat (1) dengan
mempertimbangkan aspek-aspek kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab serta
pengalaman dan pengetahuan di bidang perdagangan.

BAB V
PEREKRUTAN PEDAGANG
Pasal 8
Mekanisme pendaftaran, pendataan, penempatan serta hak, kewajiban dan larangan
bagi pedagang diatur lebih lanjut oleh paraturan kepala desa.
BAB VI
KEUANGAN
Pasal 9
(1) Pendapatan pasar desa bersumber dari retribusi dan sewa.
(2) Jenis pelayanan dan tarif retribusi dan sewa sebagaimana dimaksud dalam ayat
(1) meliputi:
a. Retribusi harian penggunaan kios
b. Retribusi harian penggunaan los
c. Retribusi harian penggunaan pelataran
d. Retribusi parkir kendaraan roda 2
e. Reteribusi parkir kendaraan roda 4
f. Reteribusi penggunaan MCK
g. Sewa Kios
(3) Ketentuan tentang tarif retribusi dan sewa ditindak lanjuti dengan peraturan
kepala desa.
Pasal 10

(1) Penerimaan dan pengeluaran pasar desa diadminstrsikan dalam buku keuangan
pengelola pasar desa
(2) Penerimaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) setelah dikurangi biaya
operasional pasar desa disetor ke kas desa
(3) Pengeluaran sebagaimana dimaksud oleh ayat (1) diuatamakan untuk
kepentingan dan operasional Pasar Desa

BAB VII
PENGAWASAN
Pasal 10
(1) Badan Permusyarakatan Desa berkewajiban mengawasi perumusan dan
pelaksanaan kebijakan-kebijakan pemerintah desa dalam pengelolaan pasar
desa
(2) Kepala desa berkewajiban mengawasi dan mengendalikan pengelolaan pasar
desa dalam melaksanakan tugas-tugasnya.
BAB VIII
KETENTUAN PENUTUP
Pasal 11
(1) Hal-hal yang belum diatur dalam Peraturan Desa ini sepanjang mengenai
pelaksanaannya ditetapkan lebih lanjut oleh Kepala Desa
(2) Peraturan desa ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.
(3) Agar setiap orang mngetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Desa
ini dengan penempatannya dalam Lembaran Desa Bokor.

Ditetapkan di : Bokor
Pada Tanggal : 08 September 2015
KEPALA DESA BOKOR

H. AMINNULLAH,S.Ag, SH, M.Si

Diundangkan di : Bokor
Pada tanggal : 09 September 2015

SEKRETARIS DESA

SOFYAN

BERITA LEMBARAN DESA BOKOR TAHUN 2015 NOMOR 12


BERITA ACARA
RAPAT BERSAMA ANTARA PEMERINTAH DESA DAN BPD
DESA BOKOR KECAMATAN RANGSANG ARAT
KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI

Pada hari ini Selasa Delapan Bulan September tahun dua ribu lima belas
bertempat di Kantor Desa Bokor Kecamatan Rangsang Barat Kabupaten Kepulauan
Meranti telah dilaksanakan rapat bersama antara Pemerintah Desa dan Badan
Permusyawaratan Desa Bokor, yang dimulai pukul 08.00 WIB sampai dengan pukul
11.30 WIB membahas Peraturan Desa tentang Pembentukan dan Pengelolaan Pasar
Desa, yang terletak di Dusun Durian Desa Bokor Kecamatan Rangsang Barat
Kabupaten Kepulauan Meranti Provinsi Riau.

Dalam Rapat telah diperoleh kata sepakat :

Menetapkan Peraturan Desa tentang Pembentukan dan Pengelolaan Pasar


Desa, yang terletak di Dusun Durian Desa Bokor Kecamatan Rangsang Barat
Kabupaten Kepulauan Meranti Provinsi Riau.

Demikian berita acara ini kami buat untuk dapat dipergunakan sebagaimana
mestinya.

Ketua BPD Bokor Kepala Desa Bokor

A M R IL H. AMINNULLAH,S.Ag, SH, M.Si


KEPUTUSAN KEPALA DESA BOKOR
KECAMATAN RANSANG BARAT KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI
NOMOR
TENTANG

PENUNJUKAN PENGELOLA PASAR DESA

KEPALA DESA BOKOR

Menimbang : a. Bahwa kegiatan peningkatan ekonomi masyarakat sangat


memerlukan prasarana pemasaran;
b. Bahwa untuk memenuhi prasarana tersebut perlu dibangun
kios pasar desa;
c. Bahwa agar pengelolaan pasar desa tersebut perlu ditunjuk
Pengelola Pasar Desa Karangrejek;
d. Bahwa penunjukan pengelola Pasar Desa tersebut perlu
ditetapkan dengen Keputusan Kepala Desa tentang
penunjukan pengelola Pasar Desa;

Mengingat : 1. Undang–Undang Nomor 15 Tahun 1950 tentang Pembentukan


Daerah–Daerah Kabupaten dalam Lingkungan Daerah
Istimewa Yogyakarta jo Peraturan Pemerintah Nomor 32
Tahun 1950 (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 1950
No 44) jo Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1950
tentang Penetapan Mulai berlakunya Undang-Undang Tahun
1950 Nomor 12,13,14 dan 15 dari hal Pembentukan Daerah –
Daerah Kabupaten dalam lingkungan Propinsi Jawa Timur,
Jawa Tengah, Jawa Barat dan Daerah Istimewa Yogyakarta
(Berita Negara Republik Indonesia Tahun 1950 Nomor 59)
2. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah
Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004
Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4437) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir
dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan
Lembaran Nomor 72 Tahun 2008 Nomor 4844).
3. Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor
158, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia 4587)
4. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 37 Tahun 2007
tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Desa;
5. Peraturan Daerah Kabupaten Gunungkidul Nomor 17 Tahun
2006 tentang Pedoman Penyusunan Organisasi dan Tata
Kerja Pemerintah Desa (Lembaran Daerah Kabupaten
Gunungkidul Tahun 2006 Nomor 4 Seri E);
6. Peraturan Daerah Kabupaten Gunungkidul Nomor 18 Tahun
2006 Tentang Pedoman Pembentukan Badan
Permusyawaratan Desa (Lembaran Daerah Kabupaten
Gunungkidul Tahun 2006 Nomor 5 Seri E);
7. Peraturan Daerah Kabupaten Gunungkidul Nomor 22 Tahun
2006 tentang Keuangan Desa (Lembaran Daerah Kabupaten
Gunungkidul Tahun 2006 Nomor 9 Seri E);
8. Peraturan Daerah Kabupaten Gunungkidul Nomor 18 Tahun
2011 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah
Kabupaten Gunungkidul Tahun Anggaran 2012;
9. Peraturan Bupati Gunungkidul Nomor 04 Tahun 2008 tentang
Pedoman Pelaksanaan Bagi Hasil Pajak Bumi dan Bangunan,
Pajak Daerah, dan Retribusi Daerah;
10. Peraturan Bupati Gunungkidul Nomor 32 Tahun 2008 tentang
Pedoman Pengelolaan Kekayaan Desa (Lembaran Daerah
Kabupaten Gunungkidul Tahun 2006 Nomor 16 Seri E);
11. Peraturan Bupati Gunungkidul Nomor 24 Tahun 2008 tentang
Pedoman Pengelolaan Keuangan Desa (Lembaran Daerah
Kabupaten Gunungkidul Tahun 2006 Nomor 17 Seri E);
12. Peraturan Bupati Gunungkidul Nomor 24 Tahun 2007 tentang
Pelimpahan sebagian Wewenang Kepala Daerah Dalam
Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintah
Desa kepada Camat;
13. Peraturan Bupati Gunungkidul Nomor 20 Tahun 2012 tentang
Petunjuk Pengelolaan Bantuan Keuangan dari Pemerintah
Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta kepada Desa melalui
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten
Gunungkidul;
14. Keputusan Bupati Gunungkidul Nomor 287/KPTS/2011
tentang Standarisasi Barang dan Jasa di Lingkungan
Pemerintah Kabupaten Gunungkidul Tahun Anggaran 2012;
15. Keputusan Bupati Gunungkidul Nomor 210/KPTS/2012
tentang Penetapan Lokasi dan Besarnya Alokasi Bantuan
Keuangan dari Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa
Yogyakarta kepada Desa se-Kabupaten Gunungkidul melalui
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten
Gunungkidul Tahun Anggaran 2012;
16. Peraturan Desa Karangrejek Nomor 01 Tahun 2007 tentang
Pembentukan Susunan Organisasi dan Tata Kerja Pemerintah
Desa Karangrejek;
17. Peraturan Desa Karangrejek Nomor 01 Tahun 2012 tentang
Pungutan Desa;
18. Peraturan Desa Karangrejek Nomor tentang Pengelolaan
Kekayaan Desa;
19. Keputusan Kepala Desa Nomor tentang Rencana Kerja
Pembangunan Desa Tahun Anggaran

MEMUTUSKAN :
Menetapkan :

KESATU : Personil Pengelola Pasar Desa sebagaimana lampiran


KEDUA : keputusan ini
Pengelola Pasar Desa, sebagaimana dimaksud diktum
KESATU mempunyai tugas :
a. Menyusun perencanaan pengelolaan;
b. Melaksanakan pengelolaan administrasi, fisik dan
KETIGA : keuangan;
c. Melaporkan hasil pengelolaan kepada Kepala Desa;
Segala biasaya yang timbul sebagai akibat ditetapkannya
KEEMPAT : keputusan ini dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan
Belanja Desa Karangrejek.
Ketentuan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan
ketentuan akan dibetulkan sebagaimana mestinya apabila
di kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam
penetapannya.

Ditetapkan di : Karangrejek
Pada tanggal : 17 Desember 2012
KEPALA DESA KARANGREJEK

KASDI SISWO PRANOTO

Tembusan Keputusan ini disampaikan kepada Yth. :


1. Bupati Gunungkidul
2. Camat Wonosari
3. BPD Desa Karangrejek
LAMPIRAN
KEPUTUSAN KEPALA DESA KARANGREJEK
KECAMATAN WONOSARI KABUPATEN GUNUNGKIDUL
NOMOR : 23/KPTS/2012

TENTANG
PENUNJUKAN PENGELOLA PASAR DESA
SUSUNAN DAN PERSONALIA

NO NAMA JABATAN DARI UNSUR


1 Kasdi Siswo Pranoto Penanggung Jawab Kepala Desa
Karangrejek
2 Wakidi Ketua Ka.Bag. Pembangunan
3 Sumaryani Sekretaris Ka. Urusan Umum
4 Mariyati, S.IP Bendahara Ka.Urusan Keuangan
5 Riyadi Pelaksana Lapangan Ka.Bag.
Kemasyarakatan
6 Sumarno Anggota Tokoh Masyarakat
7 Waselan Anggota Tokoh Masyarakat
8 Jakiyo Anggota Tokoh Masyarakat
9 Muh Supartono Anggota Tokoh Masyarakat

Ditetapkan di : Karangrejek
Pada tanggal : 17 Desember 2012
KEPALA DESA KARANGREJEK

KASDI SISWO PRANOTO


KERANGKA ACUAN KERJA
PELAKSANAAN TUGAS PEMBANTUAN
UNTUK PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA PASAR DESA
DI KABUPATEN GUNUNGKIDUL TAHUN ANGGARAN 2013

I. Latar Belakang

Guna meningkatkan promosi produk pedesaan, peran pasar desa memiliki


posisi yang strategis dalam pengembangan produk pertanian maupun hasil
produk industri kecil dan usaha lainnya. Sebagai salah satu sumber dari
kekayaan desa dan pendapatan asli desa pasar desa memerlukan perhatian
khusus dari Pemerintah, Pemerintah Daerah, Pemerintah Kabupaten/Kota dan
Pemerintah Desa. Keberadaan pasar desa perlu diberikan perlindungan dan
pembinaan baik dibidang regulasi maupuan pendanaan.

II. Landasan Hukum


1. Undang – Undang Nomor 25 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah –
Daerah Kabupaten dalam lingkungan Daerah Istimewa Yogyakarta;
2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286);
3. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara
(Lembara Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355);
4. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksanaan Pengelolaan
dan Tanggung Jawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4400);
5. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah
diubah dengan Undang – Undang Nomor 8 Tahun 2005 tentang Penetapan
Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005
tentang Perubahan atas Undang – Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang
Pemerintahan Daerah menjadi Undang-Undang (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2005 Nomor 108, Tambahan Lemabran Negara Republik
Indonesia Nomor 4493);
6. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Pertimbangan Keuangan
antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4438);
7. Undang – Undang Nomor 45 Tahun 2007 tentang Anggaran Pendapatan dan
Belanja Negara Tahun 2008 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
2007 Nomor 133, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
4778);
8. Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 158, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4587);

9. Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2006 Tentang Tata Cara


Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 20063 Nomor 96, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4663);
10. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2008 Tentang Dekonsentrasi dan
Tugas Pembantuan;
11. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman
Pengelolaan Keuangan Daerah Nomor 59 Tahun 2007 tentang Pedoman
Pengelolaan Keuangan Daerah;
12. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 37 Tahun 2007 tentang Pedoman
Pengelolaan Keuangan Desa;
13. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 42 Tahun 2007 tentang Pengelolaan
Pasar Desa;

III. Maksud dan Tujuan


1. Maksud :
a. Memberikan gambaran rencana pelaksanaan tugas pembantuan untuk
Peningkatan Sarana Prasarana Pasar Desa sebagai tindak lanjut Surat
Menteri dalam negeri Nomor 412.6/081/PMD tanggal 07 Januari 2011
b. Memberikan pedoman lebih lanjut kepada desa khususnya Kelompok
Pengelola Kegiatan dalam rangka pelaksanaan tugas pembantuan untuk
Peningkatan Sarana Prasarana Pasar Desa berupa pembangunan los
pasar desa.

2. Tujuan :
a. Mendorong terlaksananya tugas pembantuan untuk Peningkatan Sarana
Prasarana Pasar Desa agar berlajan secara lancar sesuai dengan
ketentuan yang telah ditetapkan;
b. Menumbuhkan motivasi masyarakat dalam berproduksi dan meningkatkan
akses pasar bagi masyarakat dalam memasarkan hasil produksi;
c. Mendorong peningkatan pendapatan asli desa (PADes), guna mendukung
Pemerintah Desa dalam pengembangan ekonomi desa melalui pasar
desa;
d. Mendorong pengembangan kapasitas masyarakat dan pemerintah desa
dalam pengelolaan kelembagaan ekonomi perdesanaan khususnya pasar
desa.

IV. Lokasi Pelaksanaan Kegiatan

Lokasi pelaksanaan kegiatan adalah Desa Karangrejek Kecamatan


Wonosari Kabupaten Gunungkidul.

V. Gambaran Wilayah Lokasi Pelaksanaan Kegiatan


1. Desa Karangrejek

Desa Karangrejek mempunyai luas wilayah 500 Ha, ketinggian tanah


dari permukaan laut 200 M dengan curah hujan sebanyak 20 mm/th. Desa
Karangrejek yang terletak di Kecamatan Wonosari berjarak 2 km dari pusat
pemerintah Kabupaten Gunungkidul dan 40 km dari ibukota Daerah Daerah
Istimewa Yogyakarta.

VI. Lokasi Pelaksanaan Kegiatan

Lokasi pelaksanaan kegiatan adalah Padukuhan Karangsari, Desa


Karangrejek Kecamatan Wonosari Kabupaten Gunungkidul.

VII. Gambaran Wilayah Lokasi Pelaksanaan Kegiatan


1. Desa Karangrejek
Desa Karangrejek mempunyai luas wilayah 500Ha, ketinggian tanah
dari permukaan laut 200 M dengan curah hujan sebanyak ….. mm/th. Desa
Karangrejek yang terletak di Kecamatan Wonosari berjarak 2 km dari pusat
pemerintah Kabupaten Gunungkidul dan 40 km dari ibukota Provinsi DI
Yogyakarta.
Jumlah penduduk berdasarkan kondisi pada Bulan Desember 2011
adalah 5.045 Jiwa (1.221 kk), yang terdiri dari 1.200 laki- laki dan …. 21
perempuan. Sebagian besar potensi tenaga kerja pada usia 15 s.d 56 tahun
berjumlah 3.145 tenaga kerja ,

2. Sumber Pendanaan
Sumber dana program Peningkatan Sarana dan Prasarana Pasar Desa
berasal dari Direktur Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa,
Kementerian Dalam Negeri sebesar Rp. 250.000.000,00 (Dua ratus lima puluh
juta rupiah )

3. Waktu Pelaksanaan Kegiatan


1. Pelaksanaan perencanaan meliputi survey lokasi, penetapan lokasi,
Penyusunan KAK, RAB dan Gambar Teknis dan pembentukan Kelompok
Pengelola Kegiatan dilaksanakan dengan jangka waktu .......hari kalender.
2. Pekerjaan konstruksi meliputi pengadaan tenaga, pengadaan bahan
bangunan dan pengerjaan akan dilaksanakan dengan jangka waktu 30
sampai dengan 60 hari kalender.

4. Penutup
Demikan Kerangka Acuan kegiatan ini disusun sebagai bahan acuan dalam
pelaksanaan Tugas Pembantuan untuk Peningkatan Sarana dan Prasarana
Pasar Desa Tahun Anggaran 2013. Untuk kelancaran dalam pelaksanaannya,
KAK ini dipedomani oleh Kelompok Pengelola Kegiatan di lokasi penerima dana
Peningkatan Sarana dan Prasarana Pasar Desa.

Karangrejek, Desember 2012

Kepala Desa Karangrejek

KASDI SISWO PRANOTO


PEMERINTAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL
KECAMATAN WONOSARI
KEPALA DESA KARANGREJEK
Alamat : Jl.Wonosari – Baron, Karangrejek, Wonosari, Gunungkidul
Kode Pos

SURAT PERNYATAAN

Yang bertanda tangan dibawah ini :


Nama : KASDI SISWO PRANOTO
Jabatan : Kepala Desa Karangrejek
Alamat : Karangduwet II, Karangrejek, Wonosari, Gunungkidul

Menyatakan bahwa :
1. Sanggup melaksanakan Program Pengembangan Lembaga Ekonomi
Pedesaan dengan kegiatan Pembangunan Pasar Desa.
2. Menyediakan lahan berupa Tanah Kas Desa yang terletak di Padukuhan
Karangsari,dengan Sertifikat Hak Pakai Nomor 00029
3. Tanah sebagaimana tersebut nomor 2 tidak dalam keadaan sengketa.

Demikian surat pernyataan ini kami buat dengan sesungguhnya dan tanpa paksanaan
dari pihak manapun.

Karangrejek, Desember 2012


Mengetahui/Menyetujui Kepala Desa
Ketua BPD

Drs. SUGENG BAGYO,M,Si KASDI SISWO PRANOTO