Anda di halaman 1dari 5

B.

Pembelajaran Praktik Kejuruan berbasis proyek

Strategi pembelajaran berbasis industri pada dasaranya membahas strategi pembelajaran yang bersifat
dasar. Artinya strategi tersebut hanya membahas tentang bagaimana mengajarkan keterampilan dasar
kejuruan. Menurut Nolker & Schoenfeldt (1983:32) strategi mengajar keterampipan dasar kejuruan
seperti yang telah dibahas diatas, selalu memiliki kelemahan antara lain:

1. Tidak sepenuhnya dapat membekali kemampuan atqu keterampilan guna menghadapi situasi
kritis dalam profesi
2. Menyebabkan siswa tergantung pada pengajar
3. Merintangi perkembangan kemampuan untuk berkerja sama
4. Tidak mengetengahkan problem kompleks yang jangkauannya melampaui bqtas batas bidang
profesi sendiri

Mengingat pada kenyataaannya bentuk bentuk keterampilan dalam bidang kejuruan bersifat kompleks,
maka penguasaan terhadap strategi pembelajaran yang bersifat dasar saja tidak cukup untuk mengajar
dalam bidang praktek kejuruan. Sehingga untuk mengajar keterampilan kejuruan yang bersifat kompleks
diperlukan strategi khusus adapun strategi yang tepat adalah strategi berbasis proyek.

Menurut Semiawan, dkk., (1987), strategi proyek bertujuan untuk memantapkan pengetahuan yang
dimiliki siswa, serta memungkinkan siswa memperluas wawasan pengetahuannya dari suatu
matapelajaran tertentu. Menurut Nolker & Schoenfeldt (1983) mengingat prisip strategi proyek sangat
khas, maka ada persyratan tertentu yang harus dipenuhi agar strategi pembelajaran proyek dapat
diterapkan, antara lain:

1. Sasaran yang harus dicapai berupa penyelesaian suatu problem yang kompleks
2. Para peserta proyek memiliki kebebasan seluas mungkin untuk mengadakan penentuan mentenai
subjek, perencanaan, pelaksanaan serta penerapan proyek
3. Dalam proyek, keputusan dimbil berdasarkan konsensus.
4. Pengajar berintegrasi dalam kelompok proyek
5. Diadakan pertalian antara teori dan praktik
6. Diperlukan keterampilan mengenai lebih dari satu bidang guna menyelesaikan problem yang
ditimbulkan
7. Pekerjaan proyek dibagi dalam kelompok kelompok
8. Sasaran proyek adalah menghasilkan sesuatu yang nyata

B. Tahapan dalam strategi pembelajaran berbasis proyek

Dalam strategi pembelajaran berbasis proyek terdapat tahap-tahap yang harus dilakukakn, agar
pelaksanaan seluruh proses kegiatan strategi pembelajaran berbasis proyek dapat berhasil. Strategi ini
terbagi atas tiga tahap utama, yaitu:

1. Tahap perencanaan pembelajaran Proyek


2. Tahap pelaksanaan pembelajaran proyek
3. Tabap evaluasi pebelajaran proyek
Ketiga tahap itu merupakan satu kesatuan yang saling menunjang dan berhubungan , dalam usahaa
mencapai tujuan pembelajaran proyek secara optimal.

1. Tahap Perencaaan
Tahap ini pada dasarnya sama dengan tahap.perencanaan pada umumnya. Akan tetapi, karena
dalam pembelajaran ini bertujuan untuk mengajarkan suatu proyek maka keluasan pbelajarannya
tentu akan bwrsifat lebih kompleks. Dengan demikian, perencanaannya harus dibuat serinci
mungkin sehingga dapat memberi tuntunan secara jelas dalam pelaksanaannya.
Memgingat perencanaan strategi pembelajaran berbasis proyek harus disusun secara sistematis
agar proses pembelajaran dapat berlangsung secara optimal, maka langkah langkah perencanaan
dirancang sebagai berikut:
 Merumuskan tujuan pembelajaran atau proyek
 Menganalisis karakteristik siswa
 Merumuskan strategi pembelajaran
 Membuat lembar kerja (job sheet)
 Merancang kebutuhan sumber belajar
 Merancang alat evaluasi
2. Tahap Pelaksanaan
Dalam strategi pembelajaran berbasis proyek, setelah segala seusatu yang berkaitan dengan
praktik direncanaakan, tahap berikut adalah tahap pelaksanaan praltik. Agar tahap pelaksanaan
praktik dapat berjalan sesuai dengan rencana serta dapat mencapai tujuan yang ditetapkan,
dieprlukan beberapa persiapan praktik. Agar siswa dapat merasakan pengalamanan belajar
praktik kejuruan yang bermanfaat, proses pelaksanaan praktik ini harus aesuai dengan tahap
perencanaan pembelajaran. Hal hal yang telah direncanakan harus diikuti dalam kegiatan praktik
ini. Agar proses pelaksanaan praktik kejuruan dengan menggunakan strategi berbasis proyek ini
dapat berjalan dengan baik, ada beberapa kegiatan yang harus dilakukan:
1. Mempersiapkan sumber belajar yang diperlukan
2. Menjelaskan tugas proyek dan gambar kerja
3. Mengelompokan siswa sesuai dengan tugas masing-masing.
4. Mengerjakan proyek.
4. Evaluasi

Tahap evaluasi merupakan tahap penting dalam pembelajaran strategi proyek. Agar guru mengetahui
seberapa jauh tujuan pembelajaran praktik dapat tercapai maka guru harus melakukan evaluasi.
Dengan evaluasi secara lengkap, kemajuan belajar siswa dapat diketahui secara jelas, begitupun
kelemahan dalam proses pembelajarannya sehingga perbaikan pembelajarannya sehingga perbaikan
pembelajaran dapat dilakukan secara tepat.

Tahap evaluasi merupakan suatu proses yang tidak bisa dihilangkan dalam kegiatan pembelajaran.
Pada dasarnya evaluasi pembelajaran bertujuan untuk mengetahui efektivitas suatu kegiatan
pembelajaran dan juga untuk.menilai kemajuan belajar siswa. Efektivitas perlu diketahui guna
keprluan perbaikan program pembelajaran.

Hasil Penelitian

Penelitian Mujiono (2003) dengan judul Pengembangan Pembelajaran Metode Proyek dalam
Matakuliah Praktik Kerja Batu dan Beton Guna Meningkatkan Keterampilan Kerja Mahasiswa S1 PTB
FT UM menyimpulkan bahwa: (i) penerapan metode proyek dalam matakuliah praktik kerja batu dan
beton dapat meningkatkan efektivitas pelaksanaan pembelajaran praktik kerja batu dan beton
mahasiswa semester 4 prodi S1 PTB FT UM (ii) meningkatkan kemampuan dosen dalam penerapan
metode pengajar.
Jadi, perbedaan hasil pembelajaran mahasiswa yang diajar menggunakan metode konvensional dan
mahasiswa yang diajar menggunakan metode proyek tidak terjadi secara kebetulan. Artinya secara
Signifikan ada perbedaan hasil pembelajaran mahasiswa yang diajar menggunakan metode
konvensional dan mahasiwa yang diajar menggunakan metode proyek.