Anda di halaman 1dari 3

TATALAKSANA TERAPI HIPERTENSI PADA IBU HAMIL (PRE-EKLAMPSIA)

Preeklampsia adalah hipertensi pada usia kehamilan 20 minggu atau setelah persalinan
dengan tekanan darah ≥ 140/90 mmHg yang di lakukan pengukuran 2 kali selang 4 jam di
sertai dengan proteinuria 300 mg protein dalam urin selama 24 jam. (Lombo Giovanna,
Wagey Freddy dan Mamengko Linda, 2017).

Sedangkan menurut Rustam (2008) dalam Situmorang dkk (2016), Preeklampsia


merupakan kumpulan gejala yang timbul pada ibu hamil, bersalin dan dalam masa nifas yang
terdiri dari trias: hipertensi, proteinuri, dan edema, yang kadang-kadang disertai konvulsi
sampai koma. Ibu tersebut tidak menunjukkan tanda tanda kelainan-kelainan vascular atau
hipertensi sebelumnya.

Preeklampsia juga didefinisikan sebagai kelainan multi sistemik yang terjadi pada
kehamilan yang ditandai dengan adanya hipertensi dan edema serta proteinuria, biasanya
terjadi pada usia kehamilan 20 minggu ke atas atau dalam triwulan ketiga dan tersering pada
usia kehamilan 37 minggu atau dapat pula terjadi segera setelah persalinan.

1. PATOFISIOLOGI PRE-EKLAMPSIA
Preeklampsia merupakan sindroma spesifik kehamilan yang terutama berkaitan
dengan berkurangnya difusi organ akibat vasopasme dan aktivasi endotel yang
bermanifestasi dengan adanya peningkatan tekanan darah dan proteinuria. (Lalenoh
Diana C., 2018).
Pada preeklampsia terjadi spasme pembuluh darah disertai dengan retensi garam dan
air. Pada biopsi ginjal ditemukan spasme hebat arteriola glomerulus. Pada beberapa
kasus, lumen arteriola sedemikian sempitnya sehingga hanya dapat dilalui oleh satu sel
darah merah. Jadi jika semua arteriola dalam tubuh mengalami spasme, maka tekanan
darah akan naik sebagai usaha untuk mengatasi tekanan perifer agar oksigenasi jaringan
dapat dicukupi. Sedangkan kenaikan berat badan dan edema yang disebabkan oleh
penimbunan air yang berlebihan dalam ruangan interstitial belum diketahui sebabnya,
mungkin karena retensi air dan garam. Proteinuria dapat disebabkan oleh spasme
arteriola sehingga terjadi perubahan pada glomerulus. Mochtar (1998) dalam Rini San
Cahyo (2010).

2. GEJALA-GEJALA PRE-EKLAMPSIA
a. Hipertensi Gejala yang timbul pertama kali adalah hipertensi yang terjadi tiba-tiba.
Wanita hamil dikatakan hipertensi apabila tekanan sistolik ≥140 mmHg atau
kenaikan 30 mmHg diatas tekanan biasanya. Tekanan diastolik ≥90 mmHg atau
kenaikan 15 mmHg di atas tekanan biasanya.
b. Edema Gejala edema timbul dengan didahului penambahan berat badan yang
berlebihan. Penambahan berat ½ kg seminggu pada ibu hamil dianggap normal,
tetapi jika mencapai 1 kg seminggu atau 3 kg dalam sebulan, kemungkinan
timbulnya preeklampsia perlu diwaspadai. Penambahan berat badan secara tiba-tiba
ini disebabkan oleh retensi air dalam jaringan dan kemudian terjadilah edema. Edema
ini tidak hilang dengan istirahat.
c. Proteinuria Sering ditemukan pada preeklampsia yang dikarenakan adanya
vasospasme pembuluh-pembuluh darah ginjal.
d. Gejala-gejala subjektif yang umum ditemukan pada preeklampsia, yaitu sakit kepala
yang hebat karena vasospasme atau edema otak, sakit ulu hati dan gangguan
penglihatan seperti penglihatan menjadi kabur bahkan bisa menjadi buta.

e. TERAPI FARMAKOLOGI
f. TERAPI NON FARMAKOLOGI
g. TARGET TEKANAN DARAH YANG HARUS DICAPAI

Lombo Giovanna E., Wagey Freddy W., Mamengko Linda S.. 2017. KARAKTERISTIK IBU
HAMIL DENGAN PREEKLAMPSIA DI RSUP PROF DR. R. D. KANDOU MANADO.
Manado. Jurnal KEDOKTERAN KLINIK (JKK).

Rustam. 2008. Penyakit hipertensi dalam Kehamilan. Jakarta: Rosydakarya Remaja. Dalam
Situmorang Tigor H., Damantalm Yuhana, Januarista A, dan Sukri. 2016. FAKTOR-FAKTOR
YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PREEKLAMPSIA PADA IBU HAMIL
DI POLI KIA RSU ANUTAPURA PALU. Palu. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya
Nusantara Palu.

Mochtar Rustam. 1998. Sinopsis Obstetri, Jilid 2. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Dalam Rini San Cahyo. 2010. PENATALAKSANAAN TERAPI PASIEN PREEKLAMPSIA
RAWAT INAP RSUP DR. SOEDARJI TIRTONEGORO KLATEN TAHUN 20019.
Surakarta. Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Lalenoh Diana Christine. 2018. PREEKLAMPSIA BERAT DAN EKLAMPSIA :


TATALAKSANA ANESTESIA DAN PERIOPERATIF. Yogyakarta : CV. Budi Utama.