Anda di halaman 1dari 10

PERJANJIAN KERJASAMA

ANTARA
PT NURUL ALIYAH
DENGAN
PT. MEDIKA YAKESPEN UTAMA
TENTANG
PELAYANAN KESEHATAN DALAM FORMAT RUMAH SAKIT RUJUKAN

Nomor :
Nomor : .../MEDIKA/SPK-P.3/.../2018

Perjanjian Kerja Sama (Perjanjian) ini dibuat dan ditandatangani pada hari ini ... tanggal ...
bulan ... tahun dua ribu delapan belas (...-...-2018) ,oleh dan antara:

I. dr. Sukirman, MARS., M.Kes., Sp.PA.


Direktur PT Nurul Aliyah, dalam jabatannya tersebut bertindak untuk dan atas nama
PT Nurul Aliyah, berkedudukan di Jalan Bunggasi, Kel. Rahandouna Kec. Poasia, Kota
Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara, selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA.

II. Ir. Royke Pasiak


Direktur Utama PT Medika Yakespen Utama, dalam jabatannya tersebut bertindak untuk
dan atas nama PT Medika Yakespen Utama, berkedudukan di Gedung Aneka Tambang
Jalan TB. Simatupang No. 1 Lingkar Selatan, Tanjungbarat, Jakarta Selatan 12530,
selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA.

PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA, secara bersama–sama disebut PARA PIHAK,
menerangkan terlebih dahulu hal-hal sebagai berikut :

a. PIHAK PERTAMA adalah penyedia jasa kesehatan yang telah mendapatkan ijin
operasional dari instansi yang terkait, untuk memberikan layanan kesehatan kepada
masyarakat umum

b. PIHAK KEDUA adalah adalah sebuah perusahaan afiliasi dari PT Antam Tbk yang
bergerak di bidang layanan kesehatan dan telah dipercaya oleh PT Antam Tbk untuk
melakukan pengelolaan kesehatan bagi para pegawai dan keluarganya berdasarkan
suatu perjanjian tertentu diantara kedua pihak tersebut.

c. PIHAK KEDUA menunjuk kepada PIHAK PERTAMA sebagai Rumah Sakit


Rujukan yang memberikan pelayanan kesehatan bagi para pegawai PT Antam Tbk
yang berada di lingkungan Kota Kendari dan sekitarnya dengan sepersetujuan PIHAK
KEDUA

d. Pelayanan yang dimaksud adalah semua pelayanan kesehatan yang disediakan oleh
PIHAK PERTAMA berupa Rawat Jalan dan Rawat Inap berikut pelayanan, Gawat
Darurat, Medical Check Up, Penunjang Medis, Operasi Bedah, Gigi, dan Farmasi

e. PIHAK PERTAMA sebagai penyedia jasa layanan kesehatan menerima pasien dari
PIHAK KEDUA sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan atau ketentuan yang telah
disepakati.
f. PIHAK PERTAMA terdaftar pada BPJS Kesehatan sebagai PPK Tingkat 1 dan PPK
Tingkat II dan sudah menyelenggarakan skema COB dimana PIHAK KEDUA hendak
memanfaatkan kelebihan yang dimiliki PIHAK PERTAMA tersebut guna melayani
Tertanggung PIHAK KEDUA.

Selanjutnya Para Pihak sepakat untuk mengadakan perjanjian dalam hal pelayanan kesehatan
di RS Umum Aliyah (selanjutnya disebut “Perjanjian“) dalam format RS Rujukan, dengan
ketentuan-ketentuan sebagai berikut :

Pasal 1
PENGERTIAN

(1) Perjanjian adalah ikatan kerja sama antara PIHAK PERTAMA dengan PIHAK
KEDUA dalam hal pemberian pelayanan kesehatan.

(2) Tertanggung adalah seseorang yang menjadi tanggungan PIHAK KEDUA yang datang
menjadi pasien untuk berobat atau menerima layanan kesehatan dari PIHAK
PERTAMA dengan memiliki Kartu Pengenal dan atau Surat Jaminan PIHAK KEDUA.

(3) Pelayanan Kesehatan adalah semua pelayanan kesehatan yang disediakan oleh PIHAK
PERTAMA meliputi Gawat Darurat, Medical Check Up, Rawat Jalan, Rawat Inap,
Rawat Inap Khusus, Penunjang Medis, Operasi Bedah, Gigi, dan Farmasi.

(4) Rawat Inap adalah semua jenis pelayanan kesehatan yang diberikan oleh PIHAK
PERTAMA dalam upaya pemulihan kesehatan yang diperuntukkan bagi Tertanggung
yang menginap.

(5) Rawat Jalan adalah semua jenis pelayanan kesehatan yang diberikan oleh PIHAK
PERTAMA dalam upaya pemulihan kesehatan yang diperuntukkan bagi Tertanggung
yang berobat di poliklinik tanpa harus menginap.

(6) Gawat Darurat adalah pelayanan kesehatan yang diberikan untuk Tertanggung yang
berada pada kondisi memaksa segera untuk segera dilakukan tindakan, termasuk jika
layanan tersebut harus dilakukan di luar jam kerja atau hari libur resmi.

(7) Medical Check Up adalah pemeriksaan secara rutin dengan suatu metode tertentu dan
menyeluruh.

(8) Rawat Inap Khusus adalah pelayanan kesehatan di Rumah Sakit dimana Tertanggung
menginap pada ruang yang membutuhkan perawatan Khusus yang meliputi ruang Rawat
Intensif, High Care, Rawat Intensif Cardio Care, Neonatal Intensif Care dan Postnatal
Intensif Care.

(9) Penunjang Medis adalah layanan kesehatan yang dimaksudkan sebagai pendukung dan
antara lain terdiri dari laboratorium, radiologi, hemodialisa, dan fisioterapi.

(10) Kartu Pengenal adalah kartu yang berisi informasi identitas spesifik dari pegawai PT
Antam (Persero) Tbk dan anggota keluarganya yang diterbitkan oleh PIHAK KEDUA
sebagai penanggung yang harus ditunjukkan kepada PIHAK PERTAMA sebagai
permintaan untuk melakukan pelayanan kesehatan pada PIHAK PERTAMA.

(11) Surat Jaminan adalah surat yang dikeluarkan oleh PIHAK KEDUA sebagai pengantar
bagi tertanggung untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dari PIHAK PERTAMA dan
merupakan jaminan pembayaran.

(12) Tarif adalah harga pelayanan kesehatan yang dibebankan kepada PIHAK KEDUA
sebagai pembayaran atas pelayanan kesehatan yang diterima Tertanggung dari PIHAK
KEDUA yang berlaku di RS Umum Aliyah pada saat Tertanggung memperoleh
Pelayanan Kesehatan.

Pasal 2
LINGKUP PELAYANAN KESEHATAN

(1) PIHAK PERTAMA menyediakan Pelayanan Kesehatan untuk PIHAK KEDUA berupa
pelayanan meliputi Gawat Darurat, Medical Check Up, Rawat Jalan, Rawat Inap, Rawat
Inap Khusus, Penunjang Medis, Operasi Bedah, dan Farmasi secara optimal baik
fasilitas maupun mutu layanan kesehatan, pemeriksaan, pengobatan, tindakan medis
serta perawatan sesuai fasilitas dan kemampuan PIHAK PERTAMA.

(2) Pelayanan Kesehatan yang diberikan PIHAK PERTAMA meliputi penyediaan semua
fasilitas yang tersedia di RS Umum Aliyah pada setiap hari kerja, sedangkan di luar jam
kerja dan pada hari libur, Pelayanan Kesehatan diberikan melalui Unit Gawat Darurat.

(3) PIHAK PERTAMA akan memberikan obat-obatan yang terkait dengan perawatan
Tertanggung PIHAK KEDUA pada setiap resepnya untuk 5 (lima) hari pengobatan dan
pengecualian atas ketentuan ini harus atas persetujuan wakil PIHAK KEDUA.

(4) PIHAK PERTAMA menyelenggarakan skema COB yang disajikan kepada PIHAK
KEDUA dengan ketentuan pelaksanaan skema COB sebagaimana terdapat pada
lampiran Perjanjian ini.

(5) PIHAK PERTAMA memberikan diskon sebesar 20% untuk tarif kamar kepada
PIHAK KEDUA.

(6) PIHAK KEDUA membuka kesempatan kepada PIHAK KEDUA untuk menawarkan
layanan kesehatan lainnya yang juga diselenggarakan oleh PIHAK PERTAMA di luar
pelayanan yang telah dicantumkan pada Pasal 2 ayat 1 dari Perjanjian ini, sebagai suatu
perjanjian baru lainnya jika hal tersebut sudah menjadi kesepakatan PARA PIHAK.

Pasal 3
PROSEDUR PELAYANAN RAWAT JALAN

(1) PIHAK PERTAMA hanya menerima Tertanggung yang dilengkapi dengan Kartu
Pengenal dan Surat Jaminan dari PIHAK KEDUA.
(2) PIHAK PERTAMA tidak melakukan bedah plastik kepada pasien PIHAK KEDUA
untuk kecantikan dan tindakan kosmetis lainnya kecuali atas persetujuan dari PIHAK
KEDUA.

(3) Apabila Tertanggung PIHAK KEDUA akan berobat ke Rumah Sakit PIHAK
PERTAMA, tanpa membawa Surat Jaminan karena keadaan darurat maka Tertanggung
dari PIHAK KEDUA tidak perlu membayar uang muka atau biaya lainnya, dan
selanjutnya Tertanggung PIHAK KEDUA akan menyerahkan Surat Jaminan paling
lambat 1 x 24 jam berikutnya, dan jika Tertanggung PIHAK KEDUA tidak dapat
menunjukan Kartu Pengenal maka Tertanggung PIHAK KEDUA tersebut akan
diberlakukan sebagai pasien umum.

Pasal 4
PROSEDUR PELAYANAN RAWAT INAP

(1) PIHAK PERTAMA hanya menerima pasien PIHAK KEDUA yang dilengkapi dengan
Kartu Pengenal dan Surat Jaminan, kecuali dalam keadaan darurat atau pada hari libur.
Surat Jaminan tersebut akan dilengkapi dalam tenggang waktu paling lambat 1 x 24 jam
berikutnya.

(2) Apabila dalam tenggang waktu 1 x 24 jam dimaksud pada pasal 4 ayat 1 jatuh pada hari
libur, maka diberi waktu 1 x 24 jam pada hari berikutnya sebagai hari kerja yang tidak
jatuh pada hari libur

(3) Tertanggung PIHAK KEDUA yang dikirim, akan ditempatkan pada kelas perawatan
sesuai dengan Surat Jaminan.

(4) Apabila ruang kelas rawat inap sebagaimana yang disebut dalam Surat Jaminan tidak
tersedia maka Tertanggung PIHAK KEDUA untuk sementara waktu dapat ditempatkan
pada kelas rawat inap yang satu tingkat dari yang seharusnya dengan toleransi
ditanggung oleh PIHAK PERTAMA selama 1 x 24 jam sampai kelas rawat inap yang
menjadi haknya tersedia. Jika lebih dari 1 x 24 jam maka biaya yang timbul tersebut
dibebankan kepada Tertanggung PIHAK KEDUA yang harus diselesaikan pada saat
yang bersangkutan keluar dari Rumah Sakit.

(5) Apabila Tertanggung PIHAK KEDUA memilih kelas rawat inap yang lebih tinggi, yang
tidak sesuai dengan Surat Jaminan, maka selisih biaya yang berkaitan dengan fasilitas
rawat inap tersedia tersebut dibebankan kepada Tertanggung PIHAK KEDUA dengan
membuat pernyataan kesediaannya untuk membayar selisih biaya yang terjadi pada saat
yang bersangkutan keluar dari Rumah Sakit.

(6) PIHAK KEDUA tidak menjamin biaya perawatan pasien antara lain; biaya pemakaian
telepon, telex, makanan dan minum pesanan, cucian serta pelayanan khusus dan
kemudahan lainnya yang tidak ada hubungannya dengan pelayanan medis.

(7) Biaya yang timbul sebagaimana yang tercantum dalam pasal 4 ayat (6) sepenuhnya
menjadi tanggung jawab Tertanggung PIHAK KEDUA dan ditagihkan pada saat
Tertanggung diperbolehkan pulang.
(8) Tertanggung PIHAK KEDUA yang berobat di Rumah Sakit PIHAK PERTAMA, wajib
menyelesaikan seluruh administrasi pengobatannya sebelum yang bersangkutan
meninggalkan Rumah Sakit PIHAK PERTAMA sebagaimana tercantum dalam pasal 4
ayat (5).

(9) Apabila jangka waktu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) dilewati tanpa
Tertanggung menunjukkan Surat Jaminan, maka yang bersangkutan akan diperlakukan
sebagai pasien umum.

Pasal 5
JANGKA WAKTU PERJANJIAN

(1) Perjanjian berlaku selama 2 (dua) tahun terhitung sejak tanggal ditandatanganinya
Perjanjian ini dan dapat diperpanjang sesuai kesepakatan PARA PIHAK

(2) Apabila PARA PIHAK ingin memperpanjang Perjanjian atau mengakhiri maka salah
satu PIHAK wajib memberitahukan PIHAK lainnya paling lambat 30 (tiga puluh) hari
sebelum Perjanjian berakhir.

(3) Dalam hal terjadi pemutusan Perjanjian karena salah satu atau beberapa alasan
sebagaimana diatur dalam Pasal ini maka semua kewajiban yang belum diselesaikan
PARA PIHAK pada saat pemutusan hubungan Perjanjian, wajib diselesaikan dan PARA
PIHAK tetap terikat sampai semua kewajiban selesai sepenuhnya.

(4) Apabila sampai dengan berakhirnya perjanjian, tidak ada pemberitahuan tertulis dari
PARA PIHAK, maka Perjanjian selesai demi hukum.

Pasal 6
HAK DAN KEWAJIBAN PIHAK PERTAMA

(1) PIHAK PERTAMA wajib memberikan fasilitas pelayanan kesehatan yang tersedia
kepada Tertanggung PIHAK KEDUA pada setiap waktu yang diperlukan sesuai dengan
kesepakatan yang telah ditentukan.

(2) PIHAK PERTAMA berkewajiban menerima dan melayani Tertanggung yang


membawa Kartu Pengenal dan Surat Jaminan maupun yang tidak membawa Surat
Jaminan, dalam hal Tertanggung dalam keadaan darurat.

(3) PIHAK PERTAMA berkewajiban menyampaikan kepada PIHAK KEDUA seluruh


tagihan biaya pelayanan kesehatan yang telah diberikan kepada Tertanggung PIHAK
KEDUA setiap saat dengan melampirkan kuitansi, perincian biaya perawatan, formulir
klaim dan surat jaminan.

(4) PIHAK PERTAMA tidak mengenakan biaya apapun kepada Tertanggung PIHAK
KEDUA untuk setiap tindakan pelayanan kesehatan yang sesuai dengan biaya termasuk
kartu berobat yang dapat ditagihkan ke PIHAK KEDUA bersama dengan penagihan
rutin dibebankan kepada pasien.
(5) PIHAK PERTAMA berkewajiban menandatangani formulir dan kuitansi pelayanan
kesehatan disertai cap asli.

(6) PIHAK PERTAMA berhak menolak penggunaan Kartu Pengenal dan Surat Jaminan
yang dibawa apabila:
a. Tanda tangan pejabat pengirim Surat Jaminan tidak sesuai dengan tanda tangan
pejabat yang berwenang dari PIHAK KEDUA yang contoh tanda tangannya
sudah diberitahukan sebelumnya disertai cap asli PIHAK KEDUA.
b. Surat Jaminan memakai blangko yang di photo copy kecuali faksimili atau scan
dari email.
c. Identitas pasien tidak sesuai dengan yang tertulis pada Surat Jaminan.
d. Data yang tercantum dalam Surat Pengantar/Surat Jaminan dihapus atau dicoret.
e. Nama pasien PIHAK KEDUA tidak tercantum dalam daftar yang dikirimkan.

(7) PIHAK PERTAMA wajib menjamin bahwa segenap peralatan penunjang medis yang
dipakainya berada dalam kondisi siap pakai dan terpenuhi legalitasnya.

(8) PIHAK PERTAMA wajib menjamin bahwa sediaan farmasi, alat kesehatan dan obat-
obatan yang dipakainya dalam kondisi layak manfaat dan terpenuhi legalitasnya.

(9) PIHAK PERTAMA berhak melakukan perubahan tarif dengan pemberitahuan tertulis
kepada PIHAK KEDUA paling lambat 1 (satu) bulan sebelumnya.

(10) Tarif yang berlaku pada rumah sakit PIHAK PERTAMA pada saat PARA PIHAK
menandatangani Perjanjian ini menjadi Lampiran dari Perjanjian ini.

Pasal 7
HAK DAN KEWAJIBAN PIHAK KEDUA

(1) PIHAK KEDUA berhak mendapatkan fasilitas pelayanan kesehatan yang tersedia pada
PIHAK PERTAMA setiap waktu yang diperlukan sesuai dengan kesepakatan yang ada.

(2) PIHAK KEDUA berhak melakukan pemantauan terhadap Tertanggung selama


Tertanggung mendapat perawatan di Rumah Sakit PIHAK PERTAMA baik melalui
kunjungan langsung maupun sarana komunikasi elektronik.

(3) PIHAK KEDUA berkewajiban mematuhi peraturan yang berlaku di Rumah Sakit
PIHAK PERTAMA.

(4) PIHAK KEDUA berkewajiban menjamin sepenuhnya semua biaya Pelayanan


Kesehatan Tertanggung sesuai dengan tagihan PIHAK PERTAMA.

(5) PIHAK KEDUA berkewajiban menyerahkan nama dan contoh tanda tangan pejabat
yang berwenang untuk menandatangani Surat Jaminan.

(6) PIHAK KEDUA berkewajiban memberi nomor telepon contact person kepada PIHAK
PERTAMA untuk yang di kota Kendari dan sekitarnya.
(7) Apabila terjadi penggantian pejabat pada PIHAK KEDUA maka harus menyampaikan
sesegera mungkin pada PIHAK PERTAMA nama dan tanda tangan pejabat PIHAK
KEDUA baru tersebut.

(8) PIHAK KEDUA berkewajiban memberikan semua data pegawai PT Antam Tbk beserta
keluarga yang ditanggung secara tertulis.

(9) PIHAK KEDUA berkewajiban meng update informasi secara tertulis jika terjadi
perubahan data sebagaimana dimaksud Pasal 7 ayat 8.

(10) PIHAK KEDUA berkewajiban memberikan laporan tertulis kepada PIHAK


PERTAMA apabila ada Tertanggung yang sudah tidak berhak menggunakan fasilitas
dari PIHAK KEDUA.

Pasal 8
PEMBAYARAN TAGIHAN

(1) PIHAK PERTAMA mengajukan penagihan secara tertulis atas Pelayanan Kesehatan
yang diterima Tertanggung kepada PIHAK KEDUA, paling lama 1 (satu) bulan setelah
Tertanggung selesai menjalani perawatan.

(2) PIHAK PERTAMA mengajukan penagihan dengan melengkapi dokumen berupa :


a. Fotocopy Surat Jaminan.
b. Fotocopy Kartu Pengenal Tertanggung yang menerima Pelayanan Kesehatan.
c. Kuitansi asli dengan materai sesuai nominal.
d. Perincian asli biaya Pelayanan Kesehatan, termasuk biaya dokter, pembedahan dan
tindakan medis lainnya.
e. Perincian asli pemakaian obat-obatan selama perawatan.
f. Fotocopy hasil laboratorium dan penunjang diagnosa lainnya.
g. Resume medis Tertanggung.

(3) Pengajuan penagihan sebagaimana dimaksud dalam ayat 2 pasal ini oleh PIHAK
PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dilaksanakan dengan memperhatikan skema COB
yang telah disepakati antara PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA.

(4) PIHAK PERTAMA menerbitkan kuitansi dan rincian tagihan asli hanya satu kali kepada
PIHAK KEDUA atau Tertanggung PIHAK KEDUA khusus untuk biaya yang
ditanggung sendiri oleh Tertanggung PIHAK KEDUA.

(5) PIHAK KEDUA akan melakukan pembayaran kepada PIHAK PERTAMA melalui
transfer ke Rekening PIHAK PERTAMA sbb. :
Bank :BNI SYARIAH
No. Rekening :4455882224
Atas Nama :PT. NURUL ALIYAH
Bukti transfer tersebut dikirim atau diinformasikan kepada PIHAK PERTAMA
selambat-lambatnya 2 (dua) hari setelah tanggal transfer.
(6) Perhitungan biaya Pelayanan Kesehatan yang dibebankan kepada PIHAK KEDUA
adalah berdasarkan tarif PIHAK PERTAMA yang berlaku pada saat Tertanggung
mendapat Pelayanan Kesehatan.

(7) PIHAK KEDUA akan membayar tagihan PIHAK PERTAMA setelah invoice lengkap
diterima dan selambat-lambatnya 1 (satu) bulan kalender sejak penerbitan tagihan
PIHAK PERTAMA.

(8) Tagihan yang pembayarannya melampaui batas waktu sebagaimana tersebut pada ayat
(5), akan dikenakan penalti sebesar 0,25% per hari dari total tagihan dengan nilai
maksimal 5% dan PIHAK PERTAMA berhak menghentikan Pelayanan Kesehatan
sementara sampai adanya pembayaran.

Pasal 9
KEADAAN MEMAKSA (FORCE MAJEURE)

Dalam hal terjadi keterlambatan atau kegagalan dalam memenuhi kewajiban sebagaimana
diatur dalam Perjanjian oleh salah satu PIHAK yang diakibatkan oleh terjadinya suatu
peristiwa yang berada di luar kemampuan PARA PIHAK, seperti : pemogokan, embargo,
huru-hara, pertempuran, peperangan, kebakaran, peledakan, sabotase, badai, banjir atau gempa
bumi, maka keterlambatan atau kegagalan karenanya tidak boleh dianggap sebagai kesalahan
PIHAK yang mengalami keterlambatan atau kegagalan.

Pasal 10
PERUBAHAN-PERUBAHAN

(1) PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA sepakat bahwa setiap perubahan didalam
perjanjian ini hanya dapat dilakukan atas persetujuan kedua belah pihak.

(2) Usul perubahan sebagaimana dimaksud pada pasal 10 ayat (1) ini harus dilakukan secara
tertulis oleh pihak yang berkepentingan kepada pihak lainnya selambat-lambatnya 2
(dua) bulan sebelumnya.

(3) Perubahan-perubahan dimaksud pada pasal 10 ayat (1) ini setelah disepakati oleh kedua
belah pihak, dibuat dalam satu addendum yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan
dalam perjanjian ini.

Pasal 11
PENYELESAIAN PERSELISIHAN

(1) Apabila timbul perbedaan pendapat atau perselisihan dalam pelaksanaan Perjanjian,
maka PARA PIHAK akan menyelesaikannya dengan cara musyawarah.

(2) Apabila perselisihan tidak dapat diselesaikan secara musyawarah, maka PARA PIHAK
akan menyelesaikan perselisihan melalui Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Pasal 12
PEMBERITAHUAN DAN PARA WAKIL

PIHAK PERTAMA :
1.1 RS UMUM ALIYAH
Jl. Bunggasi, Kel. Rahandouna Kec. Poasia
Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara 93232
Telp. ....... : 08114163818
Fax. ........... :-
1.1.1 Perjanjian Kerjasama
Nama : Hamzah, AMK, SKM
Unit Kerja : Plt. Direktur RSU ALIYAH II Kendari
No Tlp : 08114055288
E-mail : rafaelhamzah88@gmail.com

1.1.2 Informasi Pembayaran


Nama : Hayudi Dwi, SKM
Unit Kerja : Keuangan
No Tlp : 085256265857
E-mail : rsualiyah01@gmail.com

PIHAK KEDUA :
1.1 PT MEDIKA YAKESPEN UTAMA
Gedung Aneka Tambang
Jl. TB Simatupang No. 1, Lingkar Selatan,
Tanjung Barat, Jakarta Selatan 12530
Telp. 021-7891234
Fax. 021-78843082
1.1.1 Admin Klinik Jakarta – Kepesertaan
Telp : 021-7891234 ext 5159
Up : Juniati Sembiring
Email : Juniati@antam.com
1.1.2 Admin Klinik Jakarta – Keuangan
Telp : 021-7891234 ext 5159
Up : Suhendi
Email : Suhendi@antam.com
Pasal 13
PENUTUP

(1) Perjanjian ini memiliki beberapa lampiran yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari
Perjanjian yang berdasarkan kesepakatan PARA PIHAK maka dapat diperbarui dengan
dibubuhi tandatangan PARA PIHAK dan lampiran yang baru memiliki kekuatan hukum
yang sama dengan lampiran yang digantikan

(2) Hal-hal lain yang belum atau belum cukup diatur dalam Perjanjian maupun perubahannya,
akan dibicarakan dan disepakati oleh PARA PIHAK dan dituangkan dalam perjanjian
tambahan (addendum).

(3) Jika terdapat kewajiban yang belum diselesaikan pada saat berakhirnya Perjanjian, maka
PARA PIHAK akan menyelesaikan masing-masing kewajibannya dan
bertanggungjawab sampai kewajiban tersebut terpenuhi.

(4) Perjanjian dibuat dalam rangkap 2 (dua) asli masing-masing sama bunyinya, diatas kertas
bermaterai cukup, serta diparaf pada setiap sudut kanan bawah setiap lembarnya serta
mempunyai ketentuan hukum yang sama dan mengikat kedua belah pihak, serta
salinan/foto copy dari asli diperbanyak sesuai kebutuhan. Segala ketentuan dan syarat-
syarat yang tercantum dalam perjanjian kerjasama pelayanan kesehatan berlaku dan
mengikat bagi para pihak untuk melaksanakannya.

PIHAK PERTAMA PIHAK KEDUA

dr. H. Sukirman, MARS, M.Kes, Sp. PA Ir. Royke Pasiak