Anda di halaman 1dari 3

Kami merekomendasikan untuk membeli saham Telkom di

REKOMENDASI (BUY)
kisaran harga 3680-3750 dengan target pertama mencapai harga
3380 (5,43%) dan target selanjutnya adalah diharga 4100 ➢ BUY
(11,41%). Hitungan ini berdasarkan pada kondisi sentiment ➢ Harga Saham: 3680
saham Telkom yang mulai membaik dan fundamental yang ➢ Target Price: R1 3880, R2 4100
masih aman. Berberapa point detail mengenai alasan kami ➢ Kenaikan : R15,43%,R2 11,41%
merekomendasikan untuk membeli saham Telkom adalah: (a)
Investor asing kembali membeli saham Telkom dengan jumlah
banyak, (b) Secara analisis teknikal menyatakan sinyal buy, (c)
Penerbitan MTN berpengaruh pada likuiditas perusahaan.

a. Investor asing kembali membeli saham Telkom dengan jumlah banyak. Dari awal tahun 2018 saham
Telkom mendapat tekanan dari investor asing. Karena banyaknya net sell dari investor asing membuat
kepanikan terhadap investor domestic sehingga menjadi sentiment negative pada pergerakan harga saham
Telkom. Akibatnya, saham Telkom terus turun dari harga kisaran 4200 di awal tahun hingga mencapai
harga terendah kisaran 3200. Namun pada pertenghan tahun hingga menjelang akhir tahun dapat kembali
naik diharga 3.700 akibat dari sentiment positif dari investor asing yang kembali mengoleksi saham
Telkom. Hampir setiap hari saham Telkom masuk dalam top 5 net buy investor asing. Pada bulan Agustus
net buy investor asing sebanyak Rp. 303,96 miliar. Hal ini menandakan bahwa asing kembali
menginvestasikan modalnya pada saham Telkom. Terakhir pada 12 Oktober saham Telkom menduduki
peringkat pertama Foreign Net Buy dengan valuasi 160,40 miliar.

TLKM (15 September - 15 Oktober 2018)


5

3 Foreign Buy Foreign Sell Net Foreign Buy All Market

0
Turnover (IDR)
Sumber : RTI Business
b. Secara analisis teknikal
menyatakan sinyal buy. Dengan
analisis teknikal sederhana
menggunakan Moving Average,
MACD, Volume, Bollinger Bands,
Commodity Channel Index, dapat
disimpulkan bahwa saham Telkom
masih layak untuk dikoleksi dan
menyatakan sinyal buy (candle stick 1
year). Dengan EMA 34, MA 60, dan
MA 100 untuk melihat pergerakan
trand saham ini cenderung masih
sideways, namun EMA 34 telihat akan
memotong MA 60 yang artinya bahwa
sinyal menunjukan akan uptrend.
MACD juga terlihat menunjukan sinyal buy. Candle Stick pada penutupan tanggal 12 Oktober 2018 juga
menunjukan akan menembus BBansd sehingga diindikasikan akan melanjutkan kenaikannya. Walaupun
volume tidak munjukkan kenaikan yang signifikan namun tetap pada area yang cukup aman karena
masih cukup tinggi volume pada penutupan terakhir. Sedangkan CCI menunjukan adanya sinyal positif
dari pergerakan saham komoditi.
c. Pada bulan September saham Telkom menerbitkan Medium term Notes (MTN) senilai 1,5 triliun.
Penerbitan MTN ini dapat meningkatkan rasio lancar perusahaan yang sebelumya adalah 0,86 kali pada
kuartal II 2018. Dengan penerbitan MTN ini dapat meningkatkan pendanaan jangka pendek, sehingga
beberapa target dapat terpenuhi dan nantinya akan berpengaruh pada laporan keuangan.

Kami merekomendasikan untuk membeli saham Telkom dengan target tertinggi yaitu 4100 (11,41%)
dari harga 3680 pada penutupan Jum’at, 12 Oktober 2018. Target kami didasari dengan kembalinya
sentiment positif yang mempengaruhi saham ini seperti pembelian oleh investor asing dengan jumlah
bayak. Selain itu secara teknikal analisis juga menunjukan sinyal buy. Secara fundamenta saham
Telkom ini masih cukup baik walaupun mengalami penurunan namun tidak begitu signifikan. Yang
perlu diperhatikan bahwa Telkom sedang memproses untuk mengalihkan pendaptannya ke segmen
data, internet dan jasa IT. Hal ini dapat membuat pendapatan Telkom kembali membaik dan terus
bertumbuh seiring dengan berkembangnya teknologi.
Secara laporan keuangan, Telkom memang mengalami penurunan kinerja pada tahun 2018 ini. Namun
penurunan itu tidak terlalu signifikan dan cenderung masih dalah posisi aman. Penurunan kinerja ini
merupakan dampak dari peralihan konsumen yang berpindah ke produk digital dan Telkom sedang
dalam proses mengembangkan produk-produk digital tersebut, akhirnya berdampak pada pendapatan
yang tidak meksimal.
Total asset mengalami kenaikan namun tidak signifikan. Per Juni 2018 total asset Telkom sebesar
Rp. 201.960.000.000.000 naik sebesar 1,75% dari bulan Desember 2017.
Total hutang mengalami kenaikan yang cukup signifikan di Q2 2018. Baru memasuki Q2 tahu
2018 hutang Telkom sudah naik sebesar 20,02% menjadi Rp. 103.643.000.000.000 dari tahun
sebelumnya yaitu Rp. 86.354.000.000.000. Namun hutang ini digunakan dengan cukup efektif untuk
perngembangan produk digital boardband 4G dari Telkom dan beberapa produk lainnya.
Pendapatan di Q2 2018 setengah dari total pendapatan tahun 2017. Pada Q2 tahun 2018
pendapatan Telkom melampaui setengah dari pendapatan tahun 2017. Pendapatan ditargetkan akan
terus naik seiring dengan naiknya pendapatan di sektor digital.
Strategi penerbitan MTN untuk menaikkan Current Ratio. Tahun ini Telkom menerbitkan MTN
sebanyak Rp. 1,5 triliun untuk pendanaan jangka pendek.