Anda di halaman 1dari 2

ACIDIMETRI

Dalam percobaan ini dilakukan dua macam titrasi, yaitu standarisasi larutan HCl
dengan larutan standar primer boraks dan titrasi larutan soda dengan larutan HCl 0,1 N.
Dalam percobaan ini digunakan indikator metil orange ( Mo ) yang mempunyai kisaran pH
3,1 – 4,4. Kisaran pH tersebu berada pada titik ekuivalen dari titrasi tersebut.
Pada standarisasi HCl pada percobaan ini diperoleh normalitas 0,865 N. Sementara
normalitas secara teoritis adalah 1 N. Sehingga diperoleh persen kesalahan 13,5% dimana
volume yang seharusnya dihasilkan untuk memperoleh HCl 1 N adalah 5 mL akan tetapi
pada percobaan diperoleh volume rata-rata sebesar 5,76 Ml. Hal ini disebabkan oleh :
1. Diduga karena tidak tepatnya boraks yang diambil pada saat penimbangan, sehingga
nantinya pada saat proses standarisasi larutan HCl 1 N diperlukan volume yang lebih banyak
dari volume seharusnya.
2. Kemungkinan terjadi penguapan saat pembuatan larutan HCl karena sifat HCl mudah
menguap.
3. Kesubjektivan pengamat dalam menentukan titik akhir titrasi ( saat terjadi perubahan
warna, warnanya melebihi warna yang seharusnya, seharusnya merah bata akan tetapi pada
percobaan merah bata ke pink an ) sehingga mempengaruhi volume titrasi pada saat
standarisasi larutan HCl 1 N.
4.
Pada percobaan
ALKALIMETRI
Dalam percobaan ini dilakukan dua macam titrasi, yaitu standarisasi larutan NaOH
dengan larutan standar primer asam oksalat dan titrasi larutan asam cuka dengan NaOH 0,1
N. Dalam percobaan alkalimetri ini digunakan indikator phenolphtalein ( PP ) yang
mempunyai kisaran pH 8,0 - 9,6. Dalam standarisasi larutan NaOH dengan larutan standar
primer asam oksalat berlaku grek NaOH sama dengan grek asam oksalat pada titik ekuivalen.
Larutan NaOH merupakan larutan standar sekunder yang terbuat dari bahan higroskopis,
sehingga perlu distandarisasi dahulu dengan larutan standar primer sebelum digunakan
sebagai larutan standar.
Dari hasil percobaan diperoleh NaOH dengan normalitas 0,8872 N. Sementara
normalitas NaOH secara teoritis adalah 1 N. Sehingga diperoleh persen kesalahan 11,28%.
Hal ini deisebabkan oleh :
1.