Anda di halaman 1dari 2

Selamat sore Tutor dan rekan mahasiswa...

Tanggapan saya terkait .........“STRATEGI GARUDA INDONESIA DI 2019”


Saya menemukan artikel secara online yang bersumber dari https://www.viva.co.id › Berita ›
Bisnis yang diposting pada Jumat, 21 Desember 2018 | 13:42 WIB

VIVA – PT Garuda Indonesia Tbk, menyatakan bahwa untuk tahun mendatang atau 2019,
strategi yang akan digenjot perseroan akan berfokus pada tiga hal.

Direktur Utama PT Garuda Indonesia, I Gusti Ngurah Ashkara Danadiputra menjelaskan


bahwa ketiga hal itu menjadi landasan di 2019 mendatang, dalam upaya meningkatkan
berbagai macam aspek bisnis perseroan melalui strategi Quick Wins Garuda Indonesia
Group.

"Ketiganya, yakni corporate culture transformation melalui pengembangan SDM, proses,


dan teknologi; enhancement revenue; dan redefine cost constructure berdasarkan shared
service organization," kata pria yang kerap disapa Ari Ashkara, dalam acara public
expose Garuda di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat 21 Desember 2018.
Saat ditanya mengenai capital expenditure (capex) atau belanja modal Garuda di 2019 nanti,
Ari memastikan bahwa pihaknya tidak menyediakan hal tersebut.
"Capex kita nol untuk dari Indonesia. Jadi, capex kita untuk pembangunan pabrik ban dan
investasi IT, semuanya kita kerjasamakan dengan pihak luar. Jadi, investasi yang masuk ke
dalam Garuda sudah belasan, tetapi berdasarkan kerja sama dengan pihak luar," kata Ari.
Sedangkan untuk kebutuhan belanja bahan bakar, Ari mengaku pihaknya tidak bisa
memastikan masalah kestabilan harga bahan bakar, yang angka per barelnya di pasar
internasional kerap mengalami fluktuasi.

"Jadi, untuk fuel sendiri, walaupun memang sekarang harganya turun, kita tidak bisa
memastikan harga itu stabil di bawah harga US$60 per barel," kata Ari.
"Contohnya kemarin, selama delapan bulan itu (harga bahan bakar) sudah naik US$80 (per
barel), tetapi kemudian drop. Tapi kita tidak pernah tahu itu akan berlangsung lama, karena
masih fluktuasi," ujarnya.

Sumber : https://www.viva.co.id › Berita › Bisnis

Manajemen operasi adalah seperangkat kegiatan menciptakan nilai produk ataupun


jasa yang dihasilkan melalui proses transformasi dari input (m asukan) m enj adi
output (keluaran) (Heizer dan Render, 2014).
Manajemen operasional meliputi kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan
pnciptaan barang, jasa dan kombinasinya melalui proses transformasi dari sumber
daya produksi menjadi keluaran yang diinginkan. Kegiatan ini meliputi
perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan terhadap urutan
berbagai kegiatan. Kegiatan menciptakan produk dan jasa atau layanan tersebut
dapat dilakukan pada semua organisasi. Dalam perusahaan manufaktur yang
menhasilakn produk, kegiatan operasional ini tampak nyata. Sementara pada
perusahaan jasa yang memberikan pelayanan kepada pelanggan, kegiatan
operasional tidak tampak tetapi dapat dirasakan. Tujuan manajemen operasional
adlaah layanan pelanggan dan penggunaan sumber daya.

Saya mengutip strategi Direktur Utama PT Garuda Indonesia, I Gusti Ngurah Ashkara
Danadiputra menjelaskan tiga landasan strategi tahun 2019 yaitu :

1. corporate culture transformation /transformasi budaya perusahaan melalui


pengembangan SDM, proses, dan teknologi;
2. enhancement revenue/peningkatan pendapatan; dan
3. redefine cost constructure/ mendefenisikan kembali konstruksi biaya
berdasarkan shared service organization/organisasi layanan bersama,"

selanjutnya dikaitkan dengan pendapat para ahli menurut Heizer dan Render (2011) strategi
apakah yang paling dominan diterapkan Garuda di tahun 2019?. Apakah diferensiasi, low
cost, atau quick respond?

Menurut saya yang paling dominan yang dilakukan dan diterapkan Garuda di tahun 2019
adalah low cost atau biaya rendah dengan memakai strategi redefine cost constructure/
mendefenisikan kembali konstruksi biaya berdasarkan shared service
organization/organisasi layanan bersama," ........melalui investasi yang masuk ke dalam
Garuda sudah belasan, tetapi berdasarkan kerja sama dengan pihak luar (kutipan dari
pernyataan Direktur PT Garuda Indonesia).
Selain kerjasama dengan pihak luar, kerjasama juga dapat dilakukan di dalam negeri.
PT Garuda Indonesia memiliki kesempatan besar atas hal itu, selain maskapai penerbangan
plat merah, PT Garuda Indonesia memiliki akses yang cukup besar dengan bekerjasama pada
pemerintah daerah wilayah NKRI, inilah keistimewaan dan perbedaan mendasar dengan
maskapai penerbangan lainnya yang dapat dimanfaatkan secara efisien. Sebagai contoh nyata
pada penggunaan strategi low cost atau biaya rendah di daerah Kepulauan Nias tempat saya
berdomisili saat ini, PT Garuda Indonesia meminta dukungan “Hardblock Skema” atas
penerbangan Garuda Indonesia rute Jakarta-Binaka Gunungsitoli –Nias (pulang-pergi).
Kesepakatan Bersama antara Bupati/Walikota se-Kepulauan Nias dan Ketua DPRD se-
Kepulauan Nias kepada pihak Manajemen PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk dituangkan
dalam bentuk MoU dimana pemerintah daerah se-Kepulauan Nias (4 Kabupaten 1 Kota)
bersama-sama mengalokasikan total anggaran sebesar Rp.2.000.000.000,- (Dua Milyar
Rupiah) bersumber dari dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) di masing-
masing Kab/Kota. Dan kegiatan ini telah berhasil, PT Garuda Indonesia telah membuka rute
Jakarta-Gunungsitoli (Nias) pulang-pergi hingga saat ini. Kebijakan PT.Garuda Indonesia
dalam membuka diri bekerjasama dengan pihak luar pun dalam negeri akan memperkuat
sistem produksi pada perusahaan dan memotong biaya persediaan yang tidak tepat lagi
sehingga dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat/pelanggan dan meningkatkan
pendapatan pada perusahaan pastinya.

Demikian tanggapan saya.


Terimakasih.

Maria Damaianty Pasaribu


530018159