Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN PENDAHULUAN

KEBUTUHAN DASAR MANUSIA

NUTRISI

A. Definisi
Nutrisi adalah zat-zat gizi atau zat-zat lain yang berhubungan dengan penyakit,
termasuk keseluruhan proses, dalam tubuh manusia untuk menerima makanan atau
bahan-bahan dari lingkungan hidupnya dan menggunakan bahan-bahan tersebut
untuk aktivitas paling penting dalam tubuh, serta mengeluarkan sisanya.(Tarwoto,
Wartonah.2015)
Secara anatomi-fisiologis sistem pencernaan berfungsi untuk menerima nutrien.
(Fitri Respati Ambarwati.2014)
B. Konsep dasar
Makanan yang kita makan tidak dapat dimanfaatkan oleh tubuh dalam bentuk
energi sebelum melalui proses pencernaan, absorbsi dan metabolisme tubuh
memerlukan energi untuk fungsi-fungsi fisiologis organ tubuh, pergerakan,
mempertahankan temperatur, fungsi kelenjar, kerja hormon, pertumbuhan, dan
penggantian sel-sel yang rusak.(Tarwoto, Wartonah.2015)
Dalam konsep dasar nutrisi kita mengenal sebuah istilah yang disebut dengan
nutrien. Nutrien adalah sejenis zat kimia organik atau anorganik yang terdapat
dalam makanan dan dibutuhkan oleh tubuh untuk menjalankan fungsinya.(fitri
ambarwati.2015)
C. Proses pencernaan
Pencernaan merupakan proses pemecahan makanan menjadi bagian lebih kecil,
dari kompleks menjadi sederhana agar dapat diabsorbsi. Proses pencernaan
dilakuian secara mekanik dan secara kimiawi.
1. Pencernaan secara mekanik
Pencernaan secara mekanik lebih banyak terjadi dalam rongga mulut yaitu
melalui metabolisme pengunyahan. Makanan yang sudah berada dirongga
mulut bercampur dengan saliva. Kemudian dengan peranan gigi dan ludah
makanan dikunyah menjadi bagian yang lebih kecil. Makanan dikunyah
menjadi rata 20 sampai 25 kali tergantung jenis makanan.
2. Pencernaan secara kimiawi
Sejak berada dalam rongga mulut sudah makanan sudah dicerna secara
kimiawi karena sudah bercampur dengan saliva yang mengandung dua jenis
enzim pencernaan yaitu lipase dan amilase. Pencernaan makananan secara
kimiawi dilambung dilakukan melalui percampuran makanan dengan asam
lambung mukus, dan pepsin kemudian dihasilkan komponen, karbohidrat,
protein, dan lemak. Karbohidrat diubah menjadi bagian yang lebih sederhana
yaitu monosakarida seperti glukosa, fruktosa, dan galakotosa. Protein
diperoleh menjadi asam amino dan lemak menjadi asam lemak lalu selanjutnya
akan diubah menjadi asam lemak lalu selanjutnya akan diubah menjadi
trigliserida yang tersusun dari tiga asam lemak. Proses pencernaan makanan

1
tidak terlepas dari organ-organ asesorius sistem pencernaan, diantaranya hati,
kantung empedu dan pankreas.
D. Laju metabolisme basal
Laju metabolisme basal adalah energi yang digunakan tubuh pada istirahat, yaitu
untuk kegiatan fungsi tubuh seperti aktivitas jantung, pernapasan, peristaltik usus,
dan kegiatan kelenjar-kelenjar tubuh. Biasanya kebutuhan energi basal dipengaruhi
oleh usia, jenis kelamin, tinggi badan, dan berat badan, kelainan
endokrin.temperatur lingkungan, keadaan sakit, keadaan hamil, dan keadaan
psikologis seperti stress dan ketegangan.
1. Anabolisme adalah proses pembentukan kompleks molekul dari zat yang lebih
sederhana melalui reaksi kimia untuk memperthankan kehidupan.
2. Katabolisme merupakan proses pemecahan kompleks molekul melalui reaksi
kimia menjadi molekul yang lebih kecil atau lebih sederhana disertai pelepasan
energi.
E. Elemen-elemen nutrisi atau zat gizi
1. Karbohidrat merupakan sumber energi utama tubuh. Karbohidrat akan terurai
dalam bentuk glukosa yang kemudian dimanfaatkan tubuh dan kelebihan
glukosa akan disimpan dihati dan jaringan otot dalam bentuk glikogen.
a. Jenis karbohidrat
- Monosakarida: jenis karbohidrat yang paling sederhana/kecil
- Disakarida: sukorosa, maltosa, dan laktosa
- Polisakarida: gabungan dari beberapa molekul sakarida
b. Fungsi karbohidrat
- Sumber energi yang murah
- Sumber energi utama bagi otak dan syaraf
- Cadangan untuk tenaga tubuh
- Pengaturan metabolisme lemak
- Efisiensi penggunaan protein
- Memberikan rasa kenyang
c. Sumber karbohidrat
Berasal dari makanan pokok, tumbuhan sepeti beras, jagung, kacang,
sagu, singkong, dan lain-lain. Hewani berbentuk glikogen
d. Pencernaan karbohidrat
Dilakukan secara mekanik dan kimia. Mekanik melibatkan gerakan dari
otot-otot untuk mengunyah mendorong dan menelan sehingga menjadi
halus .kimia melibatkan enjim amilase pada saliva yang di aktifkan oleh
HCL,enzim entero kinase yang di hasilkan oleh usus dengan mengaktifkan
maltosa, laktosa,dan sukrosa menjadi gula sederhana.
e. Absorsi karbohidrat
Pencernaan karbohidrat menghasilkan disakarida dan trisakarida dan
dliubah menjadi monosakarida dan di absorbsi melalui proses difuri usus
masuk kekapiler dan di bawa ke hati melalui vena porta hepatika. Di hati
galaktosa dan fruktosa di ubah menjadi glukosa diubah glikogen dengan
pengaruh insulin.
f. Metabolisme karbohidrat
Metabolisme karbohidrat merupakan sumber energi utama tubuh. Setiap 1
gram karbohidrat menghasilkan 4 kkal. Proses metabolisme glukosa akan
berlangsung melalui dua mekanisme utama, yaitu proses aerob
(menggunakan enzim di mitokondria dengan bantuan O2) dan anaerob
2
(berlangsung dalam sitoplasma). Metabolisme karbohidratnterjadi melalui
proses sebagai berikut.
- Glikogenosis (perubahan katabolisme glikogen menjadi glukosa, O2,
air)
- Glikogenesis (proses pembentukan glikogen dari glukosa)
- Glikoneogenesis (proses pembentukan glukosa dari protein dan lemak)
- Glikolisis (proses pemecahan glukosa menjadi asam piruvat & ATP)
2. Protein merupakan unsur zat gizi yang sangat berperan dalam penyususnan
senyawa penting seperti enzim, hormon, dan antibodi.
a. Jenis protein
Bentuk sederhana protein adalah asam amino. Berdasar sumbernya
dikelompokkan menjadi asam amino asensial (diperoleh dari luar tubuh
seperti makanan) dan amino non-asensial (disintesis oleh tubuh dari
senyawa lain). Berdasarkan sususna kimianya, protein sederhana (tidak
berikatan dengan senyawa lain), protein bersenyawa (dapat membentuk
ikatan dengan zat lain), turunan dari protein.
b. Fungsi protein
- Dalam bentuk albumin berperan dalam keseimbangan cairan.
- Pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan tubuh.
- Pengaturan metabolisme dalam bentuk enzim dari hormon
- Sumber energi disamping karbohidrat dan lemak
- Dalam bentuk kromosom sebagai tempat penyimpanan dan meneruskan
sifat-sifat keturunan.
c. Sumber protein
- Hewani seperti susu, daging, telur, hati, udang, dan sebagainya.
- Nabati seperti jagung, kedelai, kacang hijau, dan sebagainya
d. Pencernaan protein
Makanan yang mengandung protein masuk kelambung, maka akan
menstimulasi produksi pepsinogen oleh sel utama lambung. Pepsinogen
dengan bantuan HCL diaktifkan dengan cepat menjadi pepsin pada PH
dibawah 5,6 dan akan efektif pada PH 2,0. Pepsin mengubah protein
menjadi polipeptida yaitu albuminosa dan pepton yang kemudian dari
usus akan diubah menjadi asam amino dengan bantuan enzim tripsin dari
pankreas.
e. Absorbsi protein
Setiap hari ± 200 gram asam amino diabsorbsi ileum dan masuk ke kapiler
darah vilus melalui proses difusi dibawa ke vena porta hepatika.
Umumnya,penyerapan terjadi secara sempurna.
f. Metabolisme protein
1 gram protein menghasilkan 4 kkal, dari hati protein disebar untuk
dimanfaatkan dan yang tidak dipergunakan ditransportasikan kembali ke
hati untuk dilakukan katabolisme yaitu dilepaskan ikatan nitrogennya
menjadi asam organik (dimanfaatkan kembali untuk pembentukan asam
amino lain dan amoniak (diubah urea dan dibuang melalui ginjal)
g. Faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan protein
- Berat badan seseorang
- Aktivitas
- Keadaan pertumbuhan
- Pada wanita hamil ditambah 10 gr/hari
- Pada ibu menyusui ditambah 20 gr/hari
3
- Keadaan atau kondisi kesehatan
3. Lemak merupakan sumber energi yang menghasilkan jumlah kalori lebih
besar dari pada karbohidrat dan protein
a. Jenis lemak
Berdasarkan ikatan kimianya ada lemak murni (lemak yang terdiri tas
asam lemak dan gliserol) dan lemak yang berikatan dengan unsur lain
b. Fungsi lemak:
- Sebagai sumber energi, memberikan kalori 1 gram= 9 kkal
- Melarutkan vitamin sehingga dapat diserap oleh usus
- Untuk aktivitas enzim seperti fosofolipid
- Penyususn hormon seperti biosintesis hormon steroid
c. Sumber lemak
Hewani banyak mengandung asam lemak jenuh dengan rantai panjang,
seperti pada daging sapi, kambing, dan lain-lain. Nabati mengandung
lebih banyak lemak tak jenuh seperti kacang-kacangan, kelapa, dan lain-
lain
d. Pencernaan lemak
Dimulut dengan bantuan enzim lipase pada saliva, dilambung, dan
duodenum dengan bantuan enzim lipase oleh pankreas. Lemak dicerna
menjadi asam lemak, monogliserida, dan kolesterol dengan bantuan
garam-garam empedu dan lipase lalu diserap darah menuju hati.
e. Absorbsi lemak
Absorbsi dalam usus (duodenum) melalui difusi pasif. Asam lemak
dengan rantai pendek masuk ke jaringan kapiler dan dibawa ke vena aorta
hepatika sebagai asam lemak bebas. Asam lemak dengan rantai panjang
disentesis kembali menjadi trigliserida, kemudian bergabung bersama
lipoprotein, kolesterol, dan fosfoid membentuk silomikron yang
diabsorbsi oleh lakteral dari vili, dari lakteral masuk ke sirkulasi limfatik
selanjutnya ke sirkulasi darah.
f. Metabolisme lemak
Terjadi di hati, ketika lemak diabsorbsi di usus halus atau dilepaskan dari
jaringan adiposa, gliserol yang merupakan bagian dari lemak di pecah
menjadi piruvat, asam lemak, dan komponen lemak lainnya. Jika dalam
makanan terdapat kelebihan lemak, maka dalam tubuh lemak akan
disimpan dan akan dipergunkan sebagai cadangan energi atau tenaga,
bantalan bagi alat-alat tubuh seperti ginjal, dan bola mata, perlindungan
tubuh terhadap trauma, pembentuk postur tubuh.
4. Vitamin merupakan komponen orgtanik yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah
kecil dan tidak dapat diproduksi tubuh.
a. Jenis vitamin
- vitamin larut air seperti B kompleks B1,B2,B3,B5,B6 asam folat, dan
vitamin c sehingga jika berlebih dibuang melalui urine.
- Vitamin larut lemak seperti vitamin A, D, E, dan K
b. Sumber dan fungsi vitamin
- Vitamin B1, banyak terdapat pada biji-bijian tumbuhan seperti: padi,
kacang tanah, kacang hijau, gandum, ikan, hati.

4
- Vitamin B2, banyak terdapat pada ragi, hati, susu, keju, dan yougurt.
Fungsinya memperbaiki kulit, mata serta mencegah terjadinya
hiperbilirubinemia pada bayi baru lahir yang mendapatkan fototerapi.
- Vitamin B3, banyak terdapat pada sereal, beras, dan kacang-kacangan.
Fungsinya menetralisisr racun, berperan dalam sintesis lemak,
memperbaiki kulit dan syaraf.
- Vitamin B5, banyak terdapat pada makanan nabati maupun hewani
sehingga jarang terjadi kekurangan vitamin B5. Fungsinya sebagai
katalisator reaksi kimia dalam pembentukan koenzim A dalam peran
pembentukan energi (ATP).
- Vitamin B6, banyak terdapat pada hati, ikan, daging, telur, pisang,
sayuran. Fungsinya berperan dalam proses metabolisme asam amino,
proses proses glikolisis, pembentukan antibodi, serta regenerasi sel
darah
- Vitamin B12, banyak terdapat pada daging, ikan, kepiting, telur, susu,
tempe. Fungsinyamembantu metabolisme protein, mencegah kerusakan
sel saraf dan membantu pembentukan sel darah merah.
- Vitamin C, banyak terdapat pada sayuran dan buah seperti jeruk
fungsinya membantu pembentukan tulang, otot, dan kulit, membantu
penyembuhan luka, meningkatkan daya tahan tubuh serta melindungi
tubuh dari radikal bebas.
- Vitamin D, sumbernya dari ikan, telur, susu, daging, tahu, dan tempe.
Fungsinya meningkatkan penyerapan kalsium, pengaturan produksi
hormon,serta pengaturan kadar kalsium darah.
- Vitamin A, sumbernya dari ikan, telur, susu, wortel, labu dan bayam.
Fungsinya membangun sel-sel kulit, melindungi retina dari kerusakan.
- Vitamin E, sumbernya dari minyak sayur, avokad, sayuran, daging, susu,
dan ikan. Fungsinya sebagai antioksidan dengan cara memutuskan
berbagai reaksi rantai medikal bebas.
- Vitamin K, sumbernya pada jaringan tanaman, sayuran, dan hewan
sebagai bahan makanan. Produksi oleh bakteri usus, fungsinya
membantu dalam proses pembekuan darah.
- Asam folat, sumbernya dari hati, daging, sayuran hijau, kacang-
kacangan. Fungsinya membantu metabolisme, pematangan sel darah
merah, mencegah penyakit jantung bawaan.
c. Absorbsi vitamin
Vitamin larut air mudah di absorbsi dalam epitileum mukosa usus melalui
proses difusi. Kecuali B12 diabsorbsi pada ileum terminal. Sementara
vitamin larut lemak diabsorbsi dengan bantuan garam-garam emepedu dan
lipase. Vitamin A,D,E,K dan B12 yang diabsorbsi dari darah disimpan
dalam hati dan di pergunakan kembali jika dibutuhkan tubuh.
5. Mineral merupakan ion organik esensial untuk tubuh karena perannya sebagai
katalis dalam reaksi biokimia.
a. Jenis mineral
Berdasarkan kebutuhannya dalam tubuh yaitu:
- Makromineral: jumlah kebutuhan mineral tubuh lebih dari 100 mg/hari
5
- Mikromineral: jumlah kebutuhan mineral tubuh kurang dari 100 mg/hari
b. Fungsi mineral
- Penentuan konsentrasi osmotik cairan tubuh
- Proses fisiologis (pembentukan dan mempertahankan tulang)
- Sebagai kofaktor esensial berbagai reaksi enzimatik
c. Absorbsi mineral
Absorbsi mineral seperti natrium terjadi melalui proses difusi dan melalui
transport aktif
6. Air merupakan media transport nutrisi dan sangat penting dalam kehidupan
sel-sel tubuh. Setiap hari, sekitar 2 liter air masuk ke tubuh kita melalui
minum, sedangkan cairan digestif yang diproduksi oleh organ saluran
pencernaan sekitar 8-9 liter, sehingga 10-11 liter beredar dalam tubuh. Intake
dari 10 liter, hanya 50-200 ml yang dikeluarkan melalui fese, selebihnya
diabsorbsi. Absorbsi air terjadi pada usus halus & kolon (usus besar) dan
terjadi melalui proses difusi: jejenum (5-6 liter/hari), ileum (2 liter/hari) dan
kolon (1,5 liter/hari).
F. Menilai kesehatan gizi masyarakat
1. Penilaian tidak langsung
a. Data statistik vital meliputi data tentang angka kesakitan (morbiditas),
angka kematian (mortalitas), dan berat bayi lahir rendah (BBLR)
b. Data persediaan bahan makanan bersifat kualitatif atau kuantitatif. Data ini
dalam suatu wilayah dapat dijadikan parameter untuk menilai kondisi
kesehatan gizi masyarakat didaerah tersebut.
c. Memantau pertumbuhan berat badan balita karena dianggap kelompok usia
balita sangat sensitif terhadap perubahan kondisi gizi masyarakat, dapat di
pantau melalui KMS (kartu menuju sehat).
2. Penilaian langsung
a. Suvei gizi lengkap yang bertujuan untuk mengetahui kondisi gizi
masyarakat secara keseluruhan, terkait berbagai aspek yang mencakup
dalam sistem holistik gizi.
b. Survei gizi parsial hanya ditujukan untuk mengetahui aspek-aspek tertentu
dari seluruh komponen taraf hidup yang ada.
c. Survei gizi khusus dalam survei ini diperlukan penelitian guna
mengumpulkan berbagai data yang berkaitan dengan defisiensi zat gizi
tertentu.

G. Keseimbangan energi
Energi dibutuhkan untuk aktivitas dan fungsi fisiologis organ tubuh. Agar berjalan
normal maka perlu adanya keseimbangan energi. Dinamika keseimbangan energi
yaitu:
Keseimbangan energi= pemasukan energi- pengeluaran energi
Pemasukan energi harus sama dengan pengeluaran energi
1. Intake energi (energi yang masuk)
Merupakan energi yang dihasilkan selama oksidasi makanan
2. Output energi (energi yang keluar)
Energi yang digunakan untuk mendukung jaringan dari fungsi organ tubuh.
- Output energi saat istirahat: energi yang dibutuhkan untuk proses vital tubuh
seperti aktivitas enzim.
6
- Output energi saat aktivitas: energi yang dikeluarkan saat aktivitas,
tergantung jenis aktivitas yang dilakukan.
H. Status energi
Karakteristik status nutrsis ditentuakn melalui:
1. Body mass index (BMI) atau index massa tubuh
Merupakan ukuran dari gambaran berat badan seseorang dengan tinggi badan.
Rumus BMI diperhitungkan:
BB (kg) atau BB (pon) x 704,5
TB (meter)² TB (inci)²
2. Ideal body weight (IBW) atau berat tubuh ideal
Merupakan perhitungan berat badan optimal dalam fungsi tubuh yang sehat.
Rumus IBW diperhitungkan: (TB-100) ± 10%
I. Faktor yang mempengaruhi ketidakseimbangan nutrisi
1. Faktor fisiologis meliputi intake nutrisi, kemampuan pencernaan dan absorbsi
makanan, kebutuhan metabolik.
2. Gaya hidup dan kebiasaan.
3. Budaya dan keyakinan
4. Kemampuan ekonomi atau tersedianya dana
5. Penggunaan obat-obatan dan interaksi nutrisi
6. Jenis kelamin
7. Pembedahan
8. Kanker dan pengobatan kanker
9. Penggunaan alkohol
10. Status psikologis
J. Masalah yang berkaitan dengan ketidakseimbangan nutrisi
Masalah umum yang berkaitan dengan ketidakseimbangan nutrisi:
1. Kelebihan berat badan atau overweight
Merupakan kelebihan berat badan dibandingkan dengan berat badan ideal
2. Obesitas
Merupakan kondisi dimana terjadi penimbunan lemak tubuh dalam jumlah
yang berlebihan dalam tubuh sehingga berat badan melebihi normal.
3. Berat badan kurang atau underweight
Merupakan kondisi dimana berat badan kurang dari normal yaitu kurang dari
10% dari berat badan ideal atau BMI

ASUHAN KEPERAWATAN

PENGKAJIAN
1. Riwayat keperawatan dan diet
a. Anggaran makan, makan kesukaan, waktu makan
b. Apakah ada diet yang dilakukan secara khusus?
c. Apakah ada penurunan dan peningkatan berat badan dan berapa lama periode
waktunya?
d. Apakah ada status fisik pasien yang dapat meningkatkan diet seperti demam?
e. Apakah ada toleransi makan atau minum tertentu?
2. Faktor yang mempengaruhi diet
a. Status kesehatan
b. Kultur dan kepercayaan
c. Status sosial ekonomi
d. Faktor psikologis
e. Informasi yang salah tentang makanan dan cara berdiet
3. Keluhan utama
a. Tidak nafsu makan, mual, atau muntah
b. Makan hanya sedikit atau kurang dari porsi yang disediakan
c. Kelemahn fisik
d. Penurunan berat badan
e. Kesulitan menelan
4. Pemeriksaan fisik
7
a. Keadaan fisik: apatis, lesu
b. Berat badan: obesitas, kurus
c. Otot: lemah, tonus kurang, tidak mampu bekerja
d. Sistem syaraf: bingung, refleks menurun, rasa terbakar
e. Kardiovaskuler: denyut nadi cepat, irama abnormal, tekanan darah abnormal
f. Rambut: kusam, kering, pudar, kemerahan, tipis, pecah atau patah-patah
g. Kulit: kering, pucat, iritasi, lemak disubkutan tidak ada
h. Bibir: kering, pecah-pecah, bengkak, lesi, membran mukosa pucat
i. Gusi: perdarahan, peradangan
j. Lidah: edema, hiperemis
k. Gigi: karies, nyeri, kotor
l. Mata: konjungtiva pucat, kering, tanda-tanda infeksi
m. Kuku: mudah patah
n. Pengukuran antropometri:
- Berat badan ideal (TB-100) ± 10%
- Lingkar lengan atas (MAC)= nilai normal, wanita: 28,5 pria: 28,3
- Lingkar pergelangan atas
- Lipatan kulit pada otot trisep (TSF)
Nilai normal, wanita: 16,5-18 cm, pria: 12,5-16,5 cm
5. Laboratorium
a. Albumin (nilai normal 4-5,5 mg/100 ml)
b. Transferin (nilai normal: 17-25 mg/100 ml)
c. Hb (nilai normal: 12 mg%)
d. BUN (nilai normal: 10-20 mg/100 ml)
e. Ekskresi kreatin untuk 24 jam (nilai normal pria: 0,6-1,3 mg/100 ml, wanita;
0,5-1,0 mg/ml

DIAGNOSA KEPERAWATAN DAN INTERVENSI


1. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
Definisi: asupan nutrisi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik.
Batasan karakteristik:
- BB 20% atau lebih dibawah rentang BB ideal
- Bising usus hiperaktif
- Cepat kenyang setelah makan
- Diare
- Gangguan sensasi rasa
- Kehilangan rambut berlebihan
- Kelemahan otot pengunyah
- Kelemahan otot untuk menelan
- Kerapuhan kapiler
- Kesalahan informasi
- Kesalahan persepsi
- Ketidakmampuan memakan makanan
- Kram abdomen
- Kurang informasi
- Kurang minat pada makanan
- Membran mukosa pucat
- Nyeri abdomen
- Penurunan BB dengan asupan makan adekuat
- Sariawan rongga mulut
- Tonus otot menurun
Faktor yang berhubungan:
- Faktor biologis
- Faktor ekonomi
- Gangguan psikososial
- Ketidakmampuan makan
- Ketidakmampuan mencerna makanan
- Kaji Ketidakmampuan mengabsorbsi nutrien
- Kurang asupan makanan
Tujuan yang diharapkan sebagai berikut:
8
a. Terjadi peningkatan berat badan sesuai batasan waktu
b. Peningkatan status nutrisi
c. Tidak ada tanda-tanda malnutrisi

INTERVENSI

Intervensi Rasional

1. Kaji faktor yang mungkin menjadi 1. Banyak faktor yang mempengaruhi


penyebab kekurangan nutrisi sehingga identifikasi faktor
penyebab menjadi penting.
2. Lakukan pemeriksaan fisik: seperti
sklera, konjungtiva, kulit dan tonus 2. Menentukan status nutrisi pasien
otot
3. Ketidakseimbangan nutrisi
3. Kaji intake makan pasien yang
penyebab utama adalah kurangnya
disediakan
asupan makanan
4. Bantu pasien makan jika tidak dapat 4. Bantuan dibutuhkan jika pasien
makan sendiri tidak mampu melakukannya sendiri
5. Selingi makan dengan minum 5. Memudahkan makan masuk ke
6. Jika makanan diberikan melalui
lambung
selang NGT, nutrisi diberikan dalam 6. Kemampuan yang ideal kapasitas
sekali pemberian tidak lebih dari 400 lambung, mengurangi distensi
cc abdomen
7. Monitor hasil laboratorium seperti 7. Nutrisi yang kurang dapat
gula darah, elektrolit, albumin dan menyebabkan anemia, gula darah
hemoglobin menurun, albumin menurun, dan
perubahan elektrolit.
8. Kolaborasi dengan ahli gizi untuk
8. Merencanakan jenis, jumlah kalori,
menentukan diet yang sesuai
dan diet yang sesuai kebutuhan

9
DAFTAR PUSTAKA

Nanda 2015-2017. Nanda Internasional Inc. Diagnosa Keperawatan. Jakarta. Buku


Kedokteran EGC
Nurul, Wahit Iqbal Mubarak. 2007. Kebutuhan Dasar Manusia Teori dan Aplikasi
dalam Praktik. Jakarta. Buku Kedokteran EGC
Respati Ambarwati, Fitri.2014. Konsep Kebituhan Dasar Manusia. Yogyakarta. Dua
Satria Offset
Wartonah, Tarwoto.2011. Kebutuhan Dasar Manusia dan Proses Keperawatan.
Jakarta. Salemba Medika

10