Anda di halaman 1dari 41

Membaca Dengan Hati Cerdas dan Kreatif (Manajemen Membaca) 1

PENDAHULUAN

MENGAPA MEMBACA HARUS DIMANAJEMEN?

Pernahkah Anda membaca buku, koran, atau yang lainnya? Kemungkinan besar

jawabannya adalah pernah. Tetapi, pernahkah Anda memanajemen (mengelola)

kegiatan membaca Anda? Kemungkinan besar, mayoritas akan menjawab tidak/belum

pernah. Hal ini dapat dipandang wajar, karena tak banyak orang yang mengetahui

ilmu manajemen secara umum, apalagi sampai memahaminya. Akibatnya aktivitas

membaca menjadi tidak efektif dan efisien. Hasil akhirnya, kita memiliki pemahaman

yang kurang baik atas bacaan yang kita baca. Tetapi kita jangan larut dalam sikap

putus asa selama kita masih bernafas. Selalu ada jalan untuk memperbaiki prestasi,

Insya Allah.

Tidak adanya target membaca yang jelas dan tepat adalah penyebab tak

efektifnya aktivitas membaca kita. Jika target membaca tak jelas, maka strategi

membacapun sulit untuk diidentifikasi. Apakah strategi membaca kita adalah

strategi membaca terbaik atau bukan ―benar-benar tak kita ketahui. Bila strategi

membaca tak teridentifikasi secara jelas, maka program kegiatan membacapun

menjadi tidak jelas pula ―Tak terjadwal dengan jelas dan teratur. Ditambah lagi

dengan tak adanya tindakan evaluasi atas aktivitas membaca yang telah kita lakukan.

Akibatnya kualitas kegiatan membaca kita benar-benar kurang berkualitas. Itulah

akibat buruk yang akan kita terima bila kegiatan membaca kita tak dikelola secara

tepat.

Walaupun aktivitas membaca itu tampaknya seperti mudah saja, namun

sebenarnya tak semudah yang kita bayangkan. Kalau tujuan membaca kita hanya

mengeja kata-kata seperti anak SD yang belajar membaca, ini jelas hal yang mudah

dilakukan. Tetapi, apakah orang yang tingkat pemikirannya lebih tinggi dari anak SD

harus disamakan dengan anak SD? Maukah Anda disamakan dengan anak SD? Tentu

tidak, bukan?

Metode berburu (hunting methode)


Membaca Dengan Hati Cerdas dan Kreatif (Manajemen Membaca) 2
Walaupun aktivitas membaca ini seperti pekerjaan yang sepele, namun kita

harus melakukannya secara sungguh-sungguh, profesional, dan efektif. Jangan

pernah menyepelekan hal yang sepele, karena boleh jadi hal yang kita anggap sepele

itu adalah hal yang besar. Anda bisa bayangkan jika pentil ban mobil yang sedang

anda tumpangi tiba-tiba rusak dan bocor. Kira-kira apakah Anda bisa melanjutkan

perjalanan dengan nyaman? Silahkan tanya hati Anda.

Begitu juga dengan aktivivitas membaca yang kelihatannya seperti sepele

saja. Mungkin saja para pelajar dan mahasiswa mendapat nilai akademis yang tinggi

di kampusnya. Namun adakah jaminan bahwa mereka benar-benar mampu memahami

apa yang telah mereka pelajari, dan apakah mereka benar-benar akan mampu

mengaplikasikan teori yang telah mereka pelajari di lapangan yang penuh tantangan?

Silahkan Anda amati secara objektif kenyataannya di sekitar Anda.

Saya merasa optimis, jika para pelajar dan mahasiswa yang ada di negeri ini

mengelola aktivitas membaca mereka secara efektif, kemungkinan besar mereka tak

akan terlalu kesulitan memahami materi yang mereka pelajari. Kemudian mereka

berusaha dengan sungguh-sungguh menerapkan apa yang telah mereka baca di dunia

nyata, maka Insya Allah prestasi negeri ini di bidang pendidikan akan melejit di

dunia internasional ―dengan catatan materi yang dipelajari dan diamalkan adalah

materi unggulan seperti nilai-nilai ajaran Islam.

Baiklah sahabat-sahabat sekalian, jika kita telah sadar bahwa aktivitas

membaca adalah aktivitas yang tak boleh disepelekan, maka mari kita kelola

aktivitas membaca kita seefektif mungkin. Insya Allah, jika kita sungguh-sungguh

mengelolanya, maka kita akan menjadi yang terbaik, dan prestasi kita akan melejit,

karena ini adalah akibat dari sebab yang kita tempuh. Kitapun bisa memanfaatkan

materi yang telah kita pahami di dunia yang penuh tantangan ini.

Sahabat-sahabat sekalian, mari kita mulai melangkah untuk mengelola

aktivitas membaca kita. Menunda-nunda hal terbaik adalah kebiasaan yang kurang

Metode berburu (hunting methode)


Membaca Dengan Hati Cerdas dan Kreatif (Manajemen Membaca) 3
baik. Mari kita mulai saat ini juga dengan langkah pertama dan jangan tergesa-gesa

karena tergesa-gesa itu adalah bisikan setan.

Apakah manajemen membaca itu? Manajemen membaca saya lukiskan sebagai

proses perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian aktivitas membaca dan sumber

daya yang diperlukan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Sebelum

membaca, terlebih dahulu kita tetapkan tujuan dan target yang ingin kita capai.

Kemudian kita pilih strategi membaca yang tepat. Lalu kita buat program kegiatan

membaca yang jelas. Setelah itu kita siapkan sumberdaya dan sarana yang

dibutuhkan untuk melaksanakan program kegiatan membaca tersebut. Barulah

kemudian kita laksanakan program kegiatan membaca tersebut seoptimal

kemampuan. Setelah itu kita lakukan pengendalian/evaluasi aktivitas membaca kita

agar kita bisa menilai kemajuan kita. Itulah gambaran singkat tentang aktivitas

manajemen membaca.

Manajemen membaca sangat saya anjurkan bagi para pelajar dan mahasiswa,

karena bacaan yang mereka pelajari bukanlah bacaan yang tipis seperti surat kabar

yang bisa dibaca/dipahami beberapa kali membaca. Namun, buku-buku yang tebal

biasanya tak biasa dipahami dalam sekali baca saja. Oleh karenanya saya sangat

menganjurkan para pelajar dan mahasiswa untuk mengelola aktivitas membaca

mereka agar kegiatan membaca mereka benar-benar optimal. Akibatnya tentu

mereka akan mendapat banyak manfaat dari manajemen membaca ini.

Tetapi, secara umum, konsep manajemen membaca ini saya susun bukan hanya

untuk para pelajar dan mahasiswa saja, tetapi juga bisa digunakan oleh dosen, guru,

dan siapapun yang suka membaca buku-buku yang tebal ―mulai dari buku yang

tebalnya puluhan halaman sampai ribuan halaman.

Demikian pendahuluan ini saya lukiskan secara terbatas. Semoga gambaran di

atas mampu memberikan gambaran pokok tentang pentingnya manajemen membaca.

Selamat mencoba.

Metode berburu (hunting methode)


Membaca Dengan Hati Cerdas dan Kreatif (Manajemen Membaca) 4
BAGIAN I

SEBELUM MEMBACA
Target : Pembaca diharapkan mengetahui dan menyadari hal-hal yang sangat

penting sebelum mulai membaca.

Ada beberapa hal yang sangat penting untuk diketahui dan disadari sebelum kita

membaca, agar aktivitas membaca kita menjadi efektif. Hal tersebut diantaranya :

1. Tujuan dan sasaran-sasaran yang jelas.

2. Ketenangan jiwa.

3. Konsentrasi/kekhusyuan hati.

4. Pengetahuan dasar yang berkaitan dengan bacaan.

5. Metode membaca yang efektif.


Mengapa hal-hal di atas sangat diperlukan ?

1. Tujuan dan sasaran yang jelas akan memusatkan pikiran dan menarik perhatian

hati untuk mencapai tujuan dan sasaran tersebut. Tujuan yang jelas akan

mengarahkan aktivitas membaca ke dalam tujuan tersebut.

2. Jiwa yang tenang akan memusatkan pikiran hanya pada pekerjaan yang sedang

dilakukan, sehingga pikiran tidak tertarik kesana kemari (tidak kacau/pecah).

3. Hati yang khusyu akan mengarahkan pikiran hanya pada sesuatu yang kita cari

di dalam bacaan (memusat).

4. Dengan pengetahuan dasar, kita akan mampu mencari dan menemukan gagasan

utama dan pikiran penjelas dari bacaan yang sedang kita baca. Kita dapat

memahami judul buku, judul bab dan sub bab serta paragraf yang ada di

dalam buku. Kita juga dapat menarik kesimpulan dan mengambil keputusan

berdasarkan informasi yang berasal dari buku yang kita baca. Intinya, kita bisa

memahami struktur bacaan.

5. Metode membaca yang efektif akan memudahkan kita untuk mencapai tujuan

dan sasaran kita secara efektif.

Metode berburu (hunting methode)


Membaca Dengan Hati Cerdas dan Kreatif (Manajemen Membaca) 5
1

TUJUAN DAN SASARAN-SASARAN YANG JELAS


Target : pembaca diharapkan memiliki tujuan dan sasaran yang jelas sebelum membaca

agar kegiatan membaca terarah secara tepat.

Setelah saya membaca buku “Kejaiban Berpikir Besar”, suara hati nurani saya

memberi pertanyaan yang benar-benar berharga bagi hidup saya. Inilah pertanyaan

itu, “ Apa tujuan dan sasaran dari kegiatan membaca saya? “ setelah menyadari

pertanyaan ini, saya mulai merenungkan jawabannya dengan hati nurani saya.

Setelah beberapa saat berpikir dengan hati, sayapun menemukan jawabannya,

alhamdulillah. Adapun tujuan dari kegiatan membaca yang saya lakukan , antara

lain :

a. Agar diri saya menjadi orang yang lebih baik di masa depan.

b. Ingin memberi solusi bagi saudara-saudara saya yang memiliki masalah.

c. Ingin menjadi orang yang memiliki prestasi besar dan hebat di dunia.

d. Bermanfaat bagi agama dan umat.

e. Dan tujuan-tujuan besar lainnya.

Adapun sasaran yang ingin saya capai dari kegiatan membaca adalah :

a. Mampu mempraktekan pengetahuan yang telah saya dapatkan dari buku.

b. Mampu memahami semua buku yang saya baca.

c. Mampu memahami judul buku yang saya baca.

d. Mampu memahami judul dari tiap bab yang saya baca. Kalau ada, sub bab

juga perlu dipahami.

e. Mampu memahami Setiap paragraf yang saya baca

f. Mampu menangkap pesan inti dari bacaan yang saya baca.

Sadarilah, bila kita memiliki tujuan dan sasaran yang jelas, maka tujuan dan

sasaran itu akan menarik hati dan pikiran kita untuk melakukan sesuatu, agar

Metode berburu (hunting methode)


Membaca Dengan Hati Cerdas dan Kreatif (Manajemen Membaca) 6
tujuan dan sasaran tersebut terwujud. Tujuan dan sasaran yang jelas di dalam

pikiran kita seperti daya tarik magnet yang menarik besi. Ketika besi-besi

mendekat kepada sebuah magnet, maka besi-besi itu akan tertarik dan menempel

kepada magnet tersebut. Demikian juga dengan tujuan dan sasaran yang disadari

oleh hati akan menarik hati dan pikiran kita untuk melakukan sesuatu. Hati dan

pikiran kita menjadi terfokus kepada tujuan tersebut.

Begitulah hukum Allah yang berlaku pada magnet dan jiwa manusia. Bila kita tak

punya tujuan dan sasaran yang jelas dalam hidup ini, maka kita akan kebingungan,

hidup tak tentu arah, dan tak teratur. Mungkin anda pernah melihat orang yang

mencari pekerjaan ke berbagai perusahaan agar mereka diterima di perusahaan

yang mereka datangi. Kenyataan ini menunjukan bahwa hidup tanpa kegiatan yang

jelas akan membuat kita terserang penyakit kejiwaan seperti rasa prustasi. Tetapi,

kegiatan itu tak akan pernah ada tanpa tujuan dan sasaran yang jelas. Karena itu

tetapkan tujuan dan sasaran anda dengan jelas di saat-saat yang tenang.
Orang yang memiliki tujuan dan sasaran yang besar, maka mereka akan

melakukan tindakan-tindakan besar. Orang yang memiliki tujuan dan sasaran yang

kecil, maka mereka akan melakukan tindakan-tindakan kecil. Orang-orang yang

unggul dan sangat sukses ―di bidang apapun ―biasanya adalah orang-orang yang
mempunyai tujuan dan sasaran yang besar. Sebenarnya tidaklah salah memiliki
tujuan yang kecil — hal tersebut sah saja — tetapi bila kita bisa menjadi orang yang

memberi banyak manfaat bagi orang banyak, maka hal itu adalah lebih baik dan lebih

memuaskan diri dan orang lain.

Rosulullah Muhammad saw adalah contoh orang yang memiliki tujuan dan sasaran

yang besar, sehingga tindakan-tindakannya sangat mengagumkan orang-orang

yang memiliki hati nurani. demikian juga sahabat-sahabat Beliau, mereka adalah

orang-orang yang berjiwa besar, yang memiliki tujuan dan sasaran yang besar pula.

Metode berburu (hunting methode)


Membaca Dengan Hati Cerdas dan Kreatif (Manajemen Membaca) 7
Kesimpulan

Kesimpulannya, bila kita tak memiliki tujuan dan sasaran yang jelas ketika

sedang membaca, maka kegiatan membaca kita menjadi tidak efektif. Akibatnya

kegiatan membaca kita jadi tidak jelas arahnya, akhirnya kegiatan membaca kita

menjadi tidak efektif/tidak tepat sasaran.

Keputusannya adalah tetapkanlah tujuan dan sasaran kegiatan membaca kita

secara jelas dan tepat dengan hati nurani kita , agar arah kegiatan membaca kita

menjadi jelas. Bacalah buku sedikit demi sedikit jika anda belum mahir untuk

membaca dengan cepat. Kecepatan membaca anda bisa meningkat jika anda

melatihnya dengan metode yang tepat. Tetapi ini membutuhkan latihan terus

menerus sehingga anda menguasainya. Tetapi sebenarnya memahami lebih penting

dari pada membaca dengan cepat.

Setelah tujuan ditetapkan secara jelas, maka tetapkan sasaran jangka

pendek secara jelas pula. Secara umum, memahami sebuah buku yang relatif tebal

tak bisa dilakukan hanya dengan membaca sekali saja. Oleh karena itu bagilah

kegiatan membaca kita menjadi beberapa bagian. Misalnya, hari pertama sasarannya

adalah memahami bab pertama sampai mengetahui inti sarinya secara mendalam.

Hari kedua yaitu memahami bab kedua sampai mengetahui inti sarinya secara

mendalam, dan seterusnya.

Dibawah ini ada contoh tentang bagaimana cara menetapkan tujuan dan

sasaran yang jelas sebelum kita membaca buku.

Judul buku : Berpikir dan berjiwa besar, ditulis oleh David J. Schwartz.

Tujuan jangka panjang : Mewujudkan impian besar yang ingin saya capai dalam hidup

ini, misalnya ingin menjadi penulis sukses kelas dunia.

Tujuan jangka pendek/sasaran :

• Mampu memahami judul buku di atas secara mendalam

• Mampu memahami judul dari setiap babnya secara mendalam

Metode berburu (hunting methode)


Membaca Dengan Hati Cerdas dan Kreatif (Manajemen Membaca) 8
• Mampu memahami setiap paragraf secara mendalam

Jadwal Kegiatan Membaca Harian

1. Hari pertama membaca judul buku di atas dan bab pertama sampai paham

selama 90 menit.

2. Hari kedua membaca bab kedua sampai paham selama 90 menit.

3. Hari ketiga membaca bab ketiga sampai paham selama 90 menit.

4. Hari keempat membaca bab keempat sampai paham selama 90 menit.

5. Dan seterusnya.

Evaluasi

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan hati nurani Anda, dan

tulislah dalam selembar kertas. Mulailah jangan menunda-nunda !

1. buku apa yang akan Anda baca sekarang ini/bulan ini?

2. Apa tujuan Anda membaca buku (tujuan jangka panjang )?

3. Apa sasaran Anda ketika sedang membaca buku (tujuan jangka pendek ) ?

RENUNGAN BAGI HATI


JIKA ANDA TIDAK PUNYA TUJUAN YANG JELAS
DALAM HIDUP INI, MAKA ANDA AKAN TERTARIK
OLEH SESUATU YANG ADA DI LINGKUNGAN ANDA.

MILIKILAH TUJUAN YANG JELAS. JADILAH


PEMAIN BUKAN JADI PENONTON !!!

Metode berburu (hunting methode)


Membaca Dengan Hati Cerdas dan Kreatif (Manajemen Membaca) 9
2

KETENANGAN JIWA

Target : Pembaca diharapkan memliki hati yang tenang dan tubuh yang tenang/rilek

ketika akan dan sedang membaca

Bila hati kita tak tenang – gelisah – maka konsentrasi kita akan menjadi kacau,

pikiran menjadi tidak terfokus kepada bacaan. Bila konsentrasi kacau, maka kegiatan

membaca kita akan menjadi kacau pula. Akhirnya tujuan dari kegiatan membaca

kitapun tak akan tercapai.

Untuk membuktikannya, sekarang cobalah anda membaca buku di dalam sebuah

ruangan, tetapi tiba-tiba ruangan itu digoncang gempa, apa yang anda rasakan ?

Tentu hati anda merasa tak tenang, dan anda akan segera menutup buku kemudian

segera pergi keluar.

Ketika anda sedang dihadapkan dengan berbagai masalah yang berat, sehingga

anda menjadi prustasi, depresi, dan gelisah, maka kegiatan membaca anda akan

menjadi tidak efektif, karena pikiran dan hati tidak memusat. Solusinya yaitu

berusaha sekuat tenaga untuk menenangkan diri dengan cara melakukan relaksasi

total sambil dzikir kepada Allah penuh kekhusyuan.

“Miliki hati yang tenang”

Hati tenang Kerja maksimal

Hasil lebih baik

Metode berburu (hunting methode)


Membaca Dengan Hati Cerdas dan Kreatif (Manajemen Membaca) 10
3

Konsentrasi/Kekhusyuan Hati

Target : Pembaca diharapkan memusatkan konsentrasi dan perhatiannya hanya pada

bacaan saja, bukan kepada hal-hal lain.

Konsentrasi berarti pemusatan pikiran dan perhatian hati pada objek yang

sedang disadari. Jika anda sedang melihat/membaca judul sebuah buku, berarti

pikiran dan perhatian hati anda sedang terpusat ke sana, bukannya ke dalam judul

bab atau sebuah paragraf. Dalam kenyataannya kita tak dapat memusatkan pikiran

dan perhatian hati kita pada banyak objek pada saat bersamaan secara penuh. Jika

anda memusatkan pikiran sembilan puluh lima persen (95 %) pada gelas, maka

perhatian anda yang tersisa sebanyak lima persen (5 %) mungkin terpusat kepada

piring.

Lihatlah gambar kepala singa ini. Pusatkanlah pikiran, mata

dan hati anda seratus persen kepada gambar ini. Lihat warna

dan bentuk gambarnya secara cermat. Setelah beberapa

menit, tutuplah buku ini, lalu bayangkan kembali gambar tadi

dalam imajinasi anda, lalu bayangkan warna dan bentuk

kepalanya dengan jelas. Selamat berlatih.

Sekarang lihatlah tiga gambar di atas penuh konsentrasi. Ketika anda melihat

tiga gambar di atas, anda merasakan bahwa konsentrasi anda terpecah menjadi tiga

Metode berburu (hunting methode)


Membaca Dengan Hati Cerdas dan Kreatif (Manajemen Membaca) 11
saluran. Tetapi anda tetap bisa membayangkan gambar di atas dalam pikiran anda,

walaupun mungkin saja anda kesulitan untuk mengingat/menggambarkan semua segi

yang ada dalam gambar di atas.

Saya meminta anda melihat gambar-gambar di atas, dengan maksud agar anda

mampu memusatkan pikiran dan hati ketika sedang menbaca. Ketika sedang

membaca sebuah judul buku, maka pusatkanlah pikiran anda hanya pada judul buku

saja, bukan kepada judul bab, paragraf, atau masalah pribadi anda.

Sadarilah, jangan tergesa-gesa ketika anda sedang membaca. Bacalah apa

yang ingin anda baca sampai paham betul. Jika belum paham terhadap sebuah

paragraf yang sedang anda baca, misalnya , jangan tergoda dan tergesa-gesa untuk

membaca paragraf lain. Dalam membacapun kita harus berusaha mengikuti suara

hati kita. Jika hati kita menyuruh tenang, disiplin, dan berkonsentrasi penuh, maka

lakukanlah.

Sangat penting juga untuk membayangkan kenyataan dari apa yang sedang

anda baca dengan menggunakan otak kanan anda. Perlu disadari pula bahwa yang

menggunakan otak kanan anda sebenarnya adalah hati anda. Tujuannya adalah

agar anda benar-benar memahami apa yang Anda baca.

Sekarang saya mengajak anda untuk membaca dengan hati dan pikiran, bukan

hanya dengan pikiran saja.Mari kita mulai !

Bacalah paragraf di bawah ini dengan menggunakan daya imajinasi anda.

Saya memiliki empat buah gambar yang bagus di kamar saya. Di sebelah timur

saya memasang gambar kepala singa, karena ini mengingatkan saya kepada teman

saya – seekor singa – ketika sedang berada di hutan Amazon. Adapun di sebelah

barat, saya memasang gambar kepala kuda karena saya adalah seorang penunggang

kuda tercepat di dunia. Di sebelah utara saya memasang gambar kapal laut, karena

saya punya pengalaman yang sangat mengesankan ketika berada di kapal laut.

Metode berburu (hunting methode)


Membaca Dengan Hati Cerdas dan Kreatif (Manajemen Membaca) 12
Sedangkan di sebelah selatan, saya memasang gambar pohon yang indah, karena

saya menyukai pepohonan.

Ketika anda sedang membaca paragraf di atas, cobalah berlatih beberapa kali

untuk membayangkan empat buah gambar yang pernah kita lihat sebelumnya.

Kekuatan imajinasi ini perlu sekali untuk dilatih agar kita terbiasa menggambarkan

kenyataan dari apa yang kita baca secara jelas. Sasarannya adalah agar anda

memahami apa yang Anda baca.

ketika membaca, hati dan pikiran kita dituntut untuk memiliki konsentrasi

yang maksimal terhadap tulisan yang sedang kita baca. Tujuannya agar kita mampu

memahami apa yang sedang kita baca. Bila perhatian kita tertarik ke hal-hal lain,

maka kegiatan membaca kita menjadi tak terarah dengan tepat. Perhatian kita bisa

tertarik kedalam tayangan televisi, suara musik, atau ajakan teman yang menarik

hati.

Coba bayangkan, jika anda sedang membaca, tiba-tiba adik anda menghidupkan

televisi dan memutar film yang menarik hati, maka kemungkinan besar perhatian

anda akan beralih kepada televisi.

Bila perhatian hati anda tertarik ke sana ke mari oleh berbagai gangguan,

maka segera ambil tindakan/solusi di bawah ini.

1. Hadirkan penuh kesadaran impian-impian anda yang anda harapkan terwujud

di masa depan.

2. Berusahalah meyakinkan hati anda dengan berbagai alasan yang benar, bahwa

membaca buku yang sedang anda baca adalah kegiatan yang lebih penting

dibanding menonton film.

3. Carilah tempat yang aman (yang diyakini jauh dari banyak gangguan). Ketika

konsentrasi kita telah memusat ke dalam bacaan, tetaplah tenang, jangan

tegang dan tergesa-gesa, karena ini juga dapat merusak efektifitas

(ketepatan dalam mencapai sasaran) kegiatan membaca.

Metode berburu (hunting methode)


Membaca Dengan Hati Cerdas dan Kreatif (Manajemen Membaca) 13

Berdialoglah dengan hati nurani anda, dan dengankanlah jawabannya. Kemudian

taati jawabannya (lakukan).

Konsentrasi dan perhatian kerja jadi maksimal


terfokus ke dalam
BACAAN

Tujuan tercapai

FOKUSKAN HATI, PIKIRAN, DAN MATA PADA APA YANG

ANDA SEDANG BACA

Fokus Pada Sasaran

Metode berburu (hunting methode)


Membaca Dengan Hati Cerdas dan Kreatif (Manajemen Membaca) 14
4

PENGETAHUAN DASAR YANG BERKAITAN

DENGAN BACAAN

Target : Pembaca diharapkan dapat memahami Pengetahuan Dasar ini, agar mudah

memahami ketika membaca.

Pengetahuan dasar ini adalah sesuatu yang sering dilupakan oleh kebanyakan

orang yang suka membaca, dan ini bisa mengakibatkan kebingungan dan kelelahan

berpikir jika tak diketahui dan dipahami. Hal ini dapat diumpamakan dengan orang

yang mencari sabun mandi, tetapi tak mengetahui contoh dari wujud sabun tersebut

dan tempat keberadaannya.

Yang termasuk pengetahuan dasar diantaranya :

1. Pengetahuan tentang kalimat yang menjadi judul buku.

2. Pengetahuan tentang kalimat yang dijadikan judul bab dan sub bab.
3. Pengetahuan tentang paragraf dan hal-hal yang berkaitan dengan

paragraf.
4. Pengetahuan tentang cara menarik kesimpulan.

5. Pengetahuan tentang cara mengambil keputusan berdasarkan bacaan yang

telah dibaca.

1. Judul buku

judul buku biasanya disusun dengan kalimat yang singkat, menarik

(provokatif), dan berfungsi memberikan gambaran umum tentang isi bacaan. Di

dalam judul buku biasanya ada kata yang menjadi gagasan utama, dan yang lainnya

berfungsi sebagai unsur penjelas.

Untuk memahami masalah yang berkaitan dengan judul ini, mari kita lihat

contoh di bawah ini!

Metode berburu (hunting methode)


Membaca Dengan Hati Cerdas dan Kreatif (Manajemen Membaca) 15
Judul buku : Keajaiban Berpikir Besar, ditulis oleh David J.Schwartz.

Kalimat “Berpikir Besar” merupakan gagasan inti yang akan dijelaskan kepada

kita oleh David, sedangkan kata “Keajaiban” merupakan penjelas dari kalimat

berpikir besar. Jika kalimat berpikir besar kita hilangkan, maka menjadi tidak

jelaslah judul buku tersebut, tetapi bila kata keajaiban dihilangkan, maka kalimat

berpikir besar masih tetap tergambar dengan jelas, walaupun masih harus

dipertanyakan penjelasannya.

Bila anda menulis sebuah judul buku dengan judul, “ Buku Saya Indah Sekali”

maka tergambarlah dalam imajinasi saya gagasan utama judul buku anda tersebut.

Gagasan utama judul buku tersebut adalah Buku Saya, adapun kata Indah Sekali

merupakan penjelas dari kalimat “Buku Saya”.

Judul buku II : Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi Dan Spiritual,

ditulis oleh Ari Ginanjar Agustian.

Judul buku di atas memberikan gambaran tentang hakikat kecerdasan emosi

dan spiritual, serta cara membangunnya secara efektif. Berbicara tentang cara,

berarti berbicara tentang langkah-langkah yang tersusun secara berurutan untuk

mencapai sesuatu.

2. Judul Bab Dan Sub Bab

Judul bab dan judul sub bab juga biasanya dirsusun dengan menggunakan kalimat

pendek, dengan tujuan agar pembaca mampu melihat gambaran umum yang akan

dijelaskan penulis di dalam paragraf demi paragraf.

Keberadaan judul bab dan sub bab memiliki hubungan yang jelas dengan judul

buku. Biasanya judul bab lebih jelas dari judul buku, karena judul bab merupakan

bagian dari judul buku.Adapun judul sub bab biasanya lebih jelas/detail dari judul

bab, sebab merupakan bagian /pecahan dari judul bab.

Untuk memahaminya mari kita lihat contoh di bawah ini !

Metode berburu (hunting methode)


Membaca Dengan Hati Cerdas dan Kreatif (Manajemen Membaca) 16
Judul Bab : Da’wah Rosulullah Muhammad saw.

Judul sub bab I: Materi Da’wah Rosulullah Muhammad saw.

Judul sub bab II: Cara Da’wah Rosulullah Muhammad saw.

Coba anda lihat kata “Da’wah” yang ada di dalam judul bab di atas, lalu lihat

juga kata “Materi” yang ada di sub bab pertama, dan kata “Cara” yang ada di sub bab

kedua. Di sana kita melihat hubungan yang jelas antara kata “Da’wah “ dengan kata

“Materi dan cara”. Dari judul bab dan dua judul sub bab di atas kita dapat

memahami maksud penulis buku tersebut. Penulis ingin menyampaikan kepada kita

bahwa ketika berda’wah, Nabi Muhammad saw punya materi yang jelas dan cara yang

jelas pula. Apa saja materi da’wah Beliau, dan bagaimana cara da’wahnya ? Silahkan

anda beli dan baca bukunya, Insya Allah anda akan mendapat gambaran yang jelas.

3. Paragraf

Penjelasan tentang masalah paragraf ini, saya mengambil kutipannya dari buku

yang berjudul Intisari Tatabahasa Indonesia yang di tulis oleh Abdullah Ambari.

a. Pengertian paragraf

Paragraf ialah suatu karangan yang terbentuk dari satu atau beberapa

kalimat yang saling berhubungan dan mempunyai satu pikiran utama yang menjiwai

seluruh karangan.

Dari batasan di atas, paragraf mempunyai :

1. Pikiran utama yaitu pikiran yang menjiwai seluruh karangan.

2. Pikiran penjelas ialah pikiran yang menjelaskan pikiran utama.

3. Kalimat utama ialah kalimat tempat tertuangnya pikiran utama.

4. Kalimat penjelas ialah kalimat tempat dituangkannya pikiran penjelas.

Metode berburu (hunting methode)


Membaca Dengan Hati Cerdas dan Kreatif (Manajemen Membaca) 17
b. Contoh pengembangan kerangka paragraf menjadi paragraf

1) Kerangka paragraf

a. Pikiran utama :  tas buku

b. Pikiran penjelas :  coklat muda

 bahan kulit sapi

 model terbaru

 mahal

 pemberian kakak

 penyimpan buku / alat pelajaran

 untuk sekolah

2) Pengembangan Paragraf

Saya mempunyai tas buku baru. Warnanya coklat muda. Bahannya terbuat dari

kulit sapi muda yang sering disebut kalp. Tas itu dibuat dalam bentuk dan model

terbaru. Tentu saja harganya lebih mahal dari tas buku biasa yang terbuat dari

plastik. Tas itu pemberian kakak, sebagai hadiah kelulusanku dari SD. Setiap hari

saya pergunakan untuk menyimpan buku serta alat pelajaran sesuai dengan jadwal.

Pada hari-hari sekolah selalu saya bawa tas itu. sungguh senang mempunyai tas buku

baru itu.
c. Macam paragraf

Macam-macam paragraf dapat dibedakan menurut cara mengembangkan

kalimat utama menjadi suatu paragraf yang lengkap. Pengembangan dan


penempatan kalimat utama dalam hubungannya dengan kalimat-kalimat penjelas,

untuk menjamin agar isi pikiran tercurah secara teratur serta karangan tidak

membosankan.

Macam-macam paragraf diantaranya :

1) paragraf deduktif

Metode berburu (hunting methode)


Membaca Dengan Hati Cerdas dan Kreatif (Manajemen Membaca) 18
a. Ciri : 1. Dimulai dengan pernyataan umum, disusul dengan uraian / penjelasan

khusus.

2. Letak kalimat utama di awal paragraf.

b. Contoh :

Setiap orang dilahirkan dan dibesarkan di dalam lingkungan keluarga. Tak


seorangpun yang tidak mengalami kehidupan di dalam keluarga. Pemeliharaan dan

pembinaan seorang anak adalah perwujudan cinta kasih orang tua. Secara fitrah

orang tua mempunyai rasa cinta kepada anak. Bagaimanapun keadaannya, orang tua

tetap akan memelihara dengan penuh kasih sayang terhadap anaknya.

2) Paragraf induktif

a) Ciri : 1. Diawali dengan penjelasan bersifat khusus dan diakhiri dengan pernyataan

umum.

2. Letak kaliamt utama di akhir paragraf.

b. Contoh :

Entah sudah berapa kali Diana mengepalkan kedua belah tangannya. Bibirnya

berulang-ulang dikatupkannya, menahan air matanya yang sebentar-sebentar hendak

keluar. Dicobanya melupakan kemalangan yang sedang menimpa dirinya tetapi tidak

berhasil. Ia kecewa, sedih berkepanjangan sehingga menyesakkan dadanya.

3) Paragraf Campuran

a. Ciri : 1. Merupakan campuran paragraf deduktif dan induktif.

2. Letak kalimat utama di awal dan di akhir paragraf.

3. Kalimat utama yang di akhir bersifat penekanan / penegasan kembali,

dengan susunan kalimat yang agak berbeda.

b. Contoh :

Chairil Anwar terkenal sebagai seorang penyair. Ia disebut penyair yang

membawa pembaharuan dalam puisi. Ada yang mengatakan ia sebagai seorang

Metode berburu (hunting methode)


Membaca Dengan Hati Cerdas dan Kreatif (Manajemen Membaca) 19
individualis yang terlalu menonjolkan perasaan keakuannya. Ada yang menilai,

seorang yang kurang bermoral, seorang plagiat, karena ada sebagian kecil dalam

gubahannya merupakan jiplakan dari puisi asing. Dalam sanjak-sanjaknya yang

dikumpulkan dalam “ Deru Campur Debu”, memperlihatkan adanya perbedaan bentuk,

corak, gaya, dan ini. Tanggapan orang terhadap penyair Chairil berbeda-beda. Namun

bagaimanapun, ia tetap seorang penyair terbesar yang membawa kesegaran baru

dalam bidang puisi pada tahun 1945.

4) Paragraf pertanyaan

a.Ciri : 1. Dimulai dengan pertanyaan yang mengandung pikiran utama.

2. Pikiran-pikiran penjelas tersebar dalam uraian jawaban.

b. Contoh :

Apakah akibatnya kalau hutan dibuka dengan semena-mena ? Air hujan


yang turun akan terus mengalir dengan deras ke sungai-sungai. Tidak ada dahan-

dahan yang menjulang yang akan menahan kekuatan air yang jatuh dari angkasa.

Bunga tanah akan hancur terbawa air. Terjadilah erosi. Bila erosi dibiarkan, dalam

beberapa tahun saja maka tanah yang mula-mula subur itu akan menjadi tandus,

karena tak ada lagi penahan sebagian air itu. Pada musim hujan sungai banjir dan

pada musim kemarau kering. Pada musim hujan sering terdapat tanah longsor, musim

kemarau pertanian kekurangan air.

5) Paragraf deskripsi (lukisan)

a. Ciri : 1. Kalimat utama tidak tercantum secara nyata.

2. Tema paragraf tersirat dalam keseluruhan paragraf.

3. Biasa dipakai dalam melukiskan sesuatu hal, situasi dalam cerita, keadaan.

Metode berburu (hunting methode)


Membaca Dengan Hati Cerdas dan Kreatif (Manajemen Membaca) 20
b. Contoh :

Burung penguin dewasa berbulu halus tetapi sangat rapat menutup tubuhnya,

hingga binatang tersebut terlindung dari hawa yang dingin. Di bagian depan warnanya

putih. Bagian belakang hitam keabu-abuan. Warna putih itu akan melindunginya dari

musuhnya, anjing laut atau singa laut, karena serupa dengan warna salju. Sedang

warna hitam atau abu-abu itu akan melindunginya, jikia ia sedang di dalam air.

6) Paragraf proses

a. Ciri : 1. Tidak terdapat kalimat utama.

2. Pikiran utama tersirat dalam kalimat-kalimat penjelas.

3. Memaparkan urutan suatu kejadian/proses; meliputi : waktu, ruang,

klimaks, anti klmaks.

b. Contoh :

Mula-mula tersusun suatu Barisan Keamanan Rakyat, disingkat BKR untuk

kemudian menjelma menjadi Tentara Republik Indonesia. Tidak ketinggalan pula para

pelajar. Mereka bergabung dengan tentara pelajar. Pada permulaan tidaklah

tersusun rapi kesatuan tentara kita, tetapi lambat laun digantikan nama TRI

menjadi Tentara Nasional Indonesia dengan singkatan TNI. Semakin megahlah

namanya, berkumandang di angkasa.

7) Paragraf sebab akibat

a. Ciri : 1. Pengembangan kalimat utama dengan unsur penjelas hubungan sebab

akibat.

2. Uraian bersifar logis, jelas.

3. Mengandung pemecahan masalah yang terarah.

b. Contoh :

Sebagian besar bangsa Indonesia hidup dari pertanian. Ternyata hal itu belum

membawa kemajuan dan kemakmuran. Itulah sebabnya pemerintah mendorong dan

Metode berburu (hunting methode)


Membaca Dengan Hati Cerdas dan Kreatif (Manajemen Membaca) 21
melakukan kegiatan di bidang lain, misalnya perikanan, peternakan, pertambangan,

industri. Untuk itu perlu modal; yang memadai, tenaga terlatih, baik bagi yang

memimpin perusahaan maupun dalam menjalankan pekerjaan tertentu. Karena belum

mampu menyediakan modal dan tenaga terlatih, untuk sementara terpaksalah

bekerja sama dengan luar negeri. Kerja sama, menguntungkan kedua belah pihak.

Untuk mengaturnya diadakan perundingan dan disepakati ketentuan yang mengikat.

Dihasilkanlah perjanjian perdagangan, pertambangan, perindustrian, dan sebagainya.

Dengan demikian kekayaan bumi dan air Indonesia dapat digali dan dimanfaatkan.

Kesempatan kerja lebih luas terbuka. Dengan demikian bangsa Indonesia

memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman dalam kegiatan ekonomi

modern.

4. Cara menarik kesimpulan

Di bawah ini saya sajikan cara-cara praktis dalam menarik kesimpulan yang

berdasarkan bacaan yang telah kita baca.

1. Bacalah buku sampai selesai dan paham.

Kalau bisa bacalah buku minimalnya sampai satu bab saja, maksimalnya adalah

seluruh babnya.Tetapi, umumnya orang jarang yang bisa memahami seluruh bab

sekaligus dalam waktu yang cepat. Jika demikian bagilah kegiatan membaca kita

menjadi beberapa bagian, sehingga kita dapat memahami bacaan secara menyeluruh.

2. Tariklah kesimpulan berdasarkan bacaan yang telah kita pahami.

Dimisalkan kita telah membaca sebanyak satu bab sampai paham, maka

setelah itu kita dapat menarik kesimpulan berdasarkan apa-apa yang telah kita baca

dan kita pahami tersebut.

Metode berburu (hunting methode)


Membaca Dengan Hati Cerdas dan Kreatif (Manajemen Membaca) 22
Untuk memahami hal ini, saya akan memberikan sebuah contoh untuk anda di bawah

ini.

Cerita di bawah ini saya kutip dari buku THE MAGIC OF THINKING BIG

yang ditulis oleh David J. Schwartz.

Beberapa tahun yang lalu saya menyaksikan suatu rapat penjualan yang sangat
mengesankan. Direktur yang bertanggung jawab atas penjualan di perusahaan
tersebut sangat bergairah. Ia ingin menyampaikan suatu hal penting. Di sampingnya
adalah wiraniaga terkemuka di dalam organisasi tersebut, orang yang sangat
sederhana yang, meskipun begitu, sudah menghasilkan sedikit kurang dari ₤50.000
pada tahun yang baru saja berakhir. Pendapatan para wiraniaga yang lain rata-rata
sekitar ₤10.000 setahun.
Sang direktur menantang rapat tersebut.Inilah yang ia katakan. “Saya ingin
kalian memperhatikan Harry baik-baik, dan tanyakan kepada diri kalian sendiri apa
yang Harry miliki dan tidak kalian punyai. Harry mendapatkan lima kali lebih banyak
dari rata-rata, tetapi apakah Harry lima kali lebih cerdik dari kalian? Tidak, tidak
demikian menurut tes personalia kami. Saya sudah mengeceknya. Hasil tes
memperlihatkan bahwa ia hanya berkemampuan rata-rata di departemen itu.
“ Dan apakah Harry bekerja lima kali lebih keras dibandingkan kalian semua ?
Tidak, tidak demikian menurut laporan yang saya terima. Sesungguhnya, ia
mempunyai lebih banyak waktu luang dibandingkan sebagian besar kalian.
“Apakah Harry mempunyai wilayah yang lebih baik? Kembali jawabannya tidak.
Laporannya rata-rata sama. Apakah Harry berpendidikan lebih tinggi? Kesehatannya
lebih baik? Tidak. Harry kira-kira sama dengan rata-rata orang pada umumnya —
kecuali satu hal.
“ Perbedaan diantara hari dan kalian semua adalah Harry BERPIKIR lima kali
lebih BESAR.”

Metode berburu (hunting methode)


Membaca Dengan Hati Cerdas dan Kreatif (Manajemen Membaca) 23
Direktur tersebut kemudian melanjutkan dan memperlihatkan bahwa
keberhasilan bukan ditentukan oleh besarnya otak seseorang, melainkan oleh
besarnya cara berpikir seseorang.
KESIMPULAN

“Harry dapat mencapai hasil lima kali lebih banyak dari kawan-kawannya,
karena ia berpikir lima kali lebih besar”.

5. Cara Mengambil Keputusan

Setelah kita selesai menarik kesimpulan dari berbagai bab, atau dari satu bab

saja, maka setelah itu kita dapat mengambil keputusan untuk bertindak

berdasarkan kesimpulan-kesimpulan tersebut.

Keputusan yang bisa diambil berdasarkan bacaan di atas adalah sebagai berikut.

1. Kita harus Berpikir Besar agar dapat mencapai apa yang kita impikan.
2. Berusaha membaca buku Keajaiban Berpikir Besar sampai paham, lalu
praktekan sedikit demi sedikit langkah-langkahnya secara terencana dan
terprogram tanpa mengenal putus asa dan tanpa menyerah.

Menguasai Mampu Tujuan tercapai


Pengetahuan Dasar memahami secara maksimal
bacaan

Metode berburu (hunting methode)


Membaca Dengan Hati Cerdas dan Kreatif (Manajemen Membaca) 24
5

METODE MEMBACA EFEKTIF


Target : Agar pembaca memiliki metode yang kreatif dan efektif untuk mencapai hasil yang

maksimal.

Metode membaca punya pengaruh besar terhadap kegiatan membaca.

Metode membaca memiliki peranan penting dalam efektivitas kegiatan membaca.

Dari pengalaman dan hasil pengamatan saya ada beberapa hal yang sangat

diperlukan agar kegiatan membaca kita menjadi efektif (tepat sasaran)

Hal tersebut diantaranya :

a. daya kreativitas

b. daya imajinasi dan daya visualisasi

Metode membaca Tujuan tercapai


yang efektif secara maksimal

Metode berburu (hunting methode)


Membaca Dengan Hati Cerdas dan Kreatif (Manajemen Membaca) 25
6

BERPIKIR POSITIF DAN BERPIKIR SUKSES


Target : Pembaca mau menolak pikiran-pikiran negatif dari benaknya yang menghambat

proses pencapaian tujuan.

• Berpikir sukses

Ketika akan membaca, maka berusahalah untuk berpikir sukses, jangan berpikir

gagal. Berpikir sukses akan mendorong anda untuk mencari cara-cara yang efektif

untuk mencapai sasaran yang anda inginkan. Berpikir gagal akan menghambat anda

untuk mencapai sasaran yang anda inginkan.

Baca dan ucapkanlah perlahan penuh kesadaran dan penuh keyakinan, kalimat-

kalimat di bawah ini dengan hati nurani anda, lalu dengarlah penuh konsentrasi !

1. saya percaya saya akan mampu memahaminya ( karena orang lainpun bisa

memahaminya, dan Allahpun telah memberikan potensi dalam diri saya utuk

memahami bacaan/informasi tertulis ).

2. saya percaya saya bisa membacanya dengan tenang, dan khusu (penuh

konsentrasi)

• Berpikir Positif

Berpikir positip berarti melihat sisi baiknya saja dari apa yang disadari dengan

menggunakan mata hati. Misalnya, ketika anda melihat buku yang tebal, anda

bersyukur karena tak perlu susah payah menulis seperti penulisnya, dan merasa

bahagia karena dapat mengambil ilmunya. Bila anda berpikir negatif, maka anda akan

mengeluhkan ketebalannya, atau menjadi malas membacanya, jenuh melihatnya, dan

ingin membuangnya, dan akhirnya anda tak bisa meraih manfaat dari buku tersebut.

Ketika kita menemukan masalah, carilah jalan keluarnya sampai ketemu. Kita

tak perlu mengeluh, menggerutu, putus asa, dan jengkel, karena semua itu tak

menyelesaikan masalah, tetapi hanya menambah masalah saja.

Metode berburu (hunting methode)


Membaca Dengan Hati Cerdas dan Kreatif (Manajemen Membaca) 26
BAGIAN II

APA ARTINYA PAHAM ?


Target : Pembaca mampu memahami hakikat (arti) paham berkaitan dengan bacaan

sehingga mampu memahami bacaan.

Saya pernah mencari arti atau hakikat memahami secara khusus berkaitan

dengan bacaan. Setelah berpikir cukup lama, akhirnya saya dapatkan juga,

alhamdulillah.

Paham berarti tergambarnya kenyataan/realitas dari apa yang dibaca.

Untuk menguji pemahaman anda tentang arti paham, maka bacalah kata-

kata atau kalimat di bawah ini baik-baik.

Lakukanlah nama-nama pekerjaan di bawah ini dengan lebih baik !

1. Membaca Al-Qur’an.

2. Menulis.

3. Membaca Buku.

4. Berjalan Kaki.

5. Berlari.

6. Makan.

7. Menyikat Gigi.

Kalau anda mampu melakukan semua pekerjaan di atas, ini berati hati anda

benar-benar memahami apa yang telah anda baca. Artinya hati anda mampu

menggambarkan kenyataan dari nama-nama pekerjaan yang telah anda baca dengan

kekuatan otak kanan anda (daya imajinasi anda).

Jika hati anda belum bisa mengambarkan dalam pikiran anda nama-nama

pekerjaan yang telah anda baca di atas, tentu anda tak akan mampu melakukannya.

Ketahuilah, sesungguhnya kekuatan imajinasi yang berasal dari kekuatan otak

kanan anda berperan sangat besar ketika anda ingin memahami informasi tertulis.

Makin kuat daya imajinasi anda, makin tajam pikiran anda untuk memahami bacaan

Metode berburu (hunting methode)


Membaca Dengan Hati Cerdas dan Kreatif (Manajemen Membaca) 27
apapun. Karena itu latihlah daya imajinasi anda ketika sedang membaca buku. Cara

melatihnya yaitu dengan cara membayangkan/menggambarkan kenyataan dari apa

yang anda baca.

Boleh jadi, Kebanyakan kita hanya menggunakan hati, pandangan mata, dan

otak kiri saja ketika sedang membaca, sehingga kita tidak/ kurang memahami apa

yang kita baca. Ini terjadi karena otak kanan kita tak digunakan oleh hati kita.

Ditambah lagi dengan tidak adanya pengetahuan dasar tentang tulisan, tujuan dan

sasaran yang tak jelas, dan selainnya, sehingga makin kuranglah pemahaman kita.

Jadi, agar kita mampu memahami bacaan dengan tepat maka gunakan secara

optimal keberadaan hati, otak kanan, otak kiri, dan pandangan mata kita — disamping

hal-hal yang telah disebutkan sebelum ini.

Mata anda
Otak anda

Otak Otak
Kiri Kanan
Buku anda

Hati anda
SURGA

Metode berburu (hunting methode)


Membaca Dengan Hati Cerdas dan Kreatif (Manajemen Membaca) 28
BAGIAN III

CARA PRAKTIS MEMBACA DENGAN HATI


Target : Pembaca mampu menggambarkan kenyataan dari bacaan yang telah dibaca.

Agar anda lebih memahami lagi arti PAHAM, maka saya menganjurkan anda untuk

membaca instruksi di bawah ini. Hal ini di bahas lagi disini agar anda lebih

memahaminya.

Gunakan hati, otak kanan, otak kiri, dan mata anda secara maksimal. Baca,

bayangkan, dan, lakukanlah (nama-nama) pekerjaan di bawah ini dengan lebih baik !

1. Membaca al-qur’an.

2. Menulis.

3. Membaca buku.

4. Berjalan kaki.

5. Berlari.

6. Makan.

7. Menyikat gigi.

Kalau anda mampu melakukan semua pekerjaan di atas, ini berati anda benar-

benar memahami apa yang telah anda baca. Artinya hati anda mampu

menggambarkan kenyataan dari nama-nama pekerjaan yang telah anda baca


dengan daya imajinasi anda. Bila anda merasa yakin akan kemapuan anda, maka

bersyukurlah kepada Allah , karena tanpa pertolongan-Nya kita mustahil bisa


paham.

1. CARA MEMAHAMI JUDUL

Bila anda mampu memahami judul sebuah buku, maka anda akan mendapatkan

manfaat sebagai berikut:

1. Hati anda akan tertarik dan termotivasi untuk mencari penjelasan lebih dalam

dari penulis di dalam buku tersebut

Metode berburu (hunting methode)


Membaca Dengan Hati Cerdas dan Kreatif (Manajemen Membaca) 29
2. Hati anda akan mendapatkan gambaran umum/gambaran kasar tentang isi

buku tersebut.

Di bawah ini, akan saya uraikan cara praktis memahami judul sebuah buku.

1. BAcalah kalimat yang menjadi judul buku, lalu pecahlah kalimat tersebut

menjadi beberapa kata atau prase.

2. Carilah kata/kalimat yang berfungsi menjelaskan dan cari pula kalimat yang

dijelaskan, bila judul buku tersebut agak panjang.

3. Bayangkan (dengan otak kanan anda) dan tanyakanlah hakikat/arti dari

kata/kalimat yang ada di judul buku tersebut (dengan hati anda).

Agar anda bisa memahami langkah-langkah di atas, bacalah dengan hati dan

pikiran anda contoh di bawah ini.

Judul buku :The Magic Of Thingking Big (Keajaiban Berpikir Besar).

Penulis : David J. Schwartz Ph.D.

Langkah pertama

Kalimat pendek yang menjadi judul buku di atas adalah,” Keajaiban Berpikir

Besar.”

Kalimat, “Keajaiban Berpikir Besar” bisa kita pecah menjadi :

1. Keajaiban.

2. Berpikir besar.

Langklah kedua

Kalimat “Berpikir Besar” merupakan tema global yang ingin dijelaskan oleh

penulis kepada anda berdasarkan pengatahuan yang dimiliki penulis.

Kata “Keajaiban” berfungsi menjelaskan kalimat “Berpikir besar” sehingga

tergambar di pikiran kita bahwa “Berpikir Besar” tersebut memiliki “Keajaiban”. Hal

ini dapat disamakan dengan judul karangan yang berjudul “ Keindahan Alam” dimana

kata “keindahan” berfungsi sebagai sifat dari alam, dan kata “Alam” adalah tema

pokok dari judul tersebut.

Metode berburu (hunting methode)


Membaca Dengan Hati Cerdas dan Kreatif (Manajemen Membaca) 30
Langkah tiga

Sekarang coba anda bayangkan kenyataan (hakikat) dari kalimat “ Berpikir

Besar” dalam pikiran/imajinasi anda (dengan kekuatan otak kanan anda). jika hati
anda belum mampu membayangkan gambarannya, maka cari gambarannya di

halaman-halaman buku tersebut. Mungkin saja penulis tidak menggambarkannya

dalam bentuk definisi, tetapi meggambarkannya melalui contoh-contoh, sehingga

anda dituntut untuk memakai daya nalar anda.

Bila anda telah mendapatkan gambaran jelas tentang gambaran Berpikir

Besar, dan bisa membayangkannya, berarti anda telah memahaminya. Setelah itu,

carilah gambaran yang jelas tentang “ keajaiban” dari “ Berpikir Besar “

tersebut.

Bila anda telah memahaminya (menemukan gambarannya), berarti hati anda telah

diberi kepahaman oleh-Nya. Bila kita telah paham, maka bersyukurlah, agar diberi

tambahan nikmat oleh-Nya.

2. CARA MEMAHAMI JUDUL BAB DAN SUB BAB

1. Cari pikiran utama yang ada di dalam judul bab tersebut, dan bayangkanlah!

2. Carilah penjelasnya, dan bayangkanlah kenyataannya!

Agar langkah sederhana di atas tergambar dengan jelas di benak anda,

sehingga hati anda mampu membayangkannya, maka bacalah contoh di bawah ini.

Judul buku dan judul bab, serta judul sub bab di bawah ini saya kutip dari

buku yang berjudul “SAYA BERMIMPI MENULIS BUKU” yang ditulis oleh Bambang

Trimansyah.

Judul buku : saya bermimpi menulis buku

Judul bab pertama : ketika saya tahu apa itu penerbit buku.

A. mendefinisikan penerbit

B. Jejaring industri perbukuan

Metode berburu (hunting methode)


Membaca Dengan Hati Cerdas dan Kreatif (Manajemen Membaca) 31
C. Peran penting penerbit buku

D. Organisasi editorial

E. Bagaimana sebuah penerbit didirikan?

F. Rumus sukses penerbit buku

Pikiran utama yang ada di dalam judul bab tersebut adalah kalimat “

Penerbit Buku” sehingga kita dapat melihat penjelasan dari kalimat penerbit buku

ini di judul sub bab yang ada di bawahnya.

Sekarang coba anda lihat hubungan antara judul bab, dengan judul sub bab.

Penulis berusaha memberikan sebuah gambaran kepada kita tentang penerbit dengan

memberikan gambarannya secara definitif. Setelah itu penulis berusaha

memberikan sedikit gambaran tentang unsur-unsur yang membentuk jaringan

industri perbukuan. Kemudian disusul dengan sebuah pernyataan tentang peran

penting penerbit buku. Penulis juga memberikan gambaran global tentang adanya

organisasi editorial. Bila anda berminat mendirikan sebuah penerbit, maka penulispun

memberikan sedikit gambaran tentang langkah-langkah mendirikan penerbit. Penulis

juga memberikan rumus sukses bagi penerbit agar unggul dalam persaingan.

Ringkasan

Sekarang bayangkan dalam pikiran anda, kegiatan sebuah penerbit, unsur-

unsur yang terkait dengan jaringan industri penerbitan buku. Bayangkan pula

peranan penting penerbit buku, dan kegiatan pengeditan buku sebelum diterbitkan.

Bayangkan juga langkah-langkah penerbitan buku, dan rumus sukses bagi penerbit

buku.

Perlu kita sadari bahwa gambaran yang lebih jelas itu adanya di dalam

paragraf, bukannya di dalam judul bab dan sub bab. Karena itu jangan berhenti

Metode berburu (hunting methode)


Membaca Dengan Hati Cerdas dan Kreatif (Manajemen Membaca) 32
membaca hanya pada judul bab dan sub bab saja, tetapi teruskan kepada paragraf

demi paragraf agar kita memahami konsep-konsepnya sampai jelas.

3. CARA MEMAHAMI PARAGRAF

Adalah lebih baik jika kita telah menguasai dan memahami dulu sampai

mendalam pengetahuan tentang paragraf yang telah kita bahas di bab tentang

Pengetahuan dasar tentang Tulisan. Tujuannya adalah agar kita mendapat

kemudahan ketika mencari kalimat utama, pikiran utama, kalimat penjelas, dan
pikiran penjelas.

Di bawah ini saya gambarkan urutan dari langkah-langkah praktis memahami

paragraf.

1. Cari kalimat utama dari paragraf yang sedang anda baca. Anda boleh

mengubah susunan kalimat dari kalimat utama tersebut, jika hal itu membuat

anda lebih mudah memahami paragraf tersebut.

2. Carilah pikiran utama yang berada di dalam kalimat utama.

3. Bayangkanlah kenyataan dari kalimat tersebut dengan daya imajinasi anda

sejelas mungkin sesuai kemampuan anda. Secara umum kalimat utama itu

punya gambaran tak jelas bila dibayangkan (dengan memakai otak kanan),

sehingga anda harus mencari penjelasannya di kalimat penjelas agar anda

mampu membayangkan pikiran utama dengan jelas.

4. Cari kalimat dan pikiran penjelas dari paragraf tersebut yang menjelaskan

kalimat utamanya.

5. Bayangkanlah kenyataan dari kalimat tersebut dengan daya imajinasi anda

sejelas mungkin sesuai kemampuan anda.

Tambahan

Metode berburu (hunting methode)


Membaca Dengan Hati Cerdas dan Kreatif (Manajemen Membaca) 33
1) Anda bisa membuang kata-kata yang menurut pikiran anda bisa dibuang.

Tetapi tentu, tanpa mengurangi pemahaman anda akan makna paragraf tersebut.

Contoh :

Misalnya, kalimat yang tertulis di buku misalnya seperti ini,“Saya

mempunyai buku berwarna biru dan indah sekali”.

Kalimat di atas bisa kita ubah menjadi kalimat dengan susunan baru tanpa

mengurangi pemahaman kita. Misalnya susunan kalimat baru itu seperti tertulis di

bawah ini.

“Buku saya biru dan indah” atau“buku saya biru, indah”

Sekarang bandingkan tiga kalimat diatas dengan hati anda. Manakah yang lebih

mudah untuk dibayangkan dengan daya imajinasi anda sehingga hati anda benar-

benar memahaminya.

Saya mempunyai buku berwarna biru dan indah sekali”.

Buku saya biru dan indah

buku saya biru, indah

Salah satu sasaran kegiatan membaca kita adalah kita mampu memahminya ,

bukan menjadi pusing karena terlalu panjangnya kalimat yang kita baca. Intinya

adalah bagaimana caranya agar kita bisa memahami apa yang kita baca. Kita jangan

terpaku dengan aturan bahasa yang membuat kita kehilangan kreativitas dan

kehilangan pemahaman.

2) Anda juga boleh membaca dari kanan ke kiri jika hal itu memudahkan anda

untuk memahami paragraf yang sedang anda baca.

Tak ada yang melarang kita untuk membaca dari kiri ke kanan. Saya pernah

melakukan langkah kreatif ini dan hasilnya lebih baik dari sebelumnya. Tetapi

mungkin saja tak semua kalimat bisa dibaca dari kiri ke kanan.

Contoh :

Metode berburu (hunting methode)


Membaca Dengan Hati Cerdas dan Kreatif (Manajemen Membaca) 34
Di dalam buku Mind Map yang Ditulis oleh Tony Buzan, tertulis kalimat seperti

ini “ Semua mind Map memiliki beberapa kesamaan. Kalimat ini saya coba rubah

dengan membacanya dari kanan ke kiri seperti ini “beberapa kesamaan semua Minf

Map” atau boleh juga dibaca menjadi “kesamaan Mind Map” saja sehingga tampak

lebih mudah dan cepat untuk dibayangkan gambarannya.

3) Anda juga boleh membaca dengan cara melompatkan mata anda

Coba baca paragraf di bawah ini yang saya kutif dari buku yang berjudul How

to Mind Map yang ditulis oleh Tony Buzan.

Semua Mind Map memiliki beberapa kesamaan. Mind Map selalu


menggunakan warna. Struktur alamiah Mind Map berupa radial yang memancar
keluar dari gambar sentral. Mind Map menggunakan garis, lambang, kata-kata,
serta gambar, berdasarkan seperangkat aturan yang sederhana, mendasar,
alami, dan akrab bagi otak. Dengan menggunankan Mind Map daptar informasi
yang panjang dan menjemukan bisa diubah bentuknya menjadi diagram berwarna
warni, mudah diingat dan sangat beraturan serta sejalan dengan cara kerja
alami otak.
Sekarang coba paragraf di bawah ini dengan cara meloncatkan pandangan

mata anda. Caranya, kata yang berada di dalam kurung jangan anda baca. Jangan

lupa untuk membayangkan kenyataan dari apa yang anda baca semampu anda.

Selamat berlatih sampai sukses.

(Semua) Mind Map memiliki (beberapa) kesamaan. (Mind Map) selalu


menggunakan warna. Struktur alamiah (Mind Map) berupa radial yang memancar
keluar dari gambar sentral. (Mind Map) menggunakan garis, lambang, kata-kata,
(serta) gambar, berdasarkan seperangkat aturan (yang) sederhana, mendasar, alami,
(dan) akrab bagi otak. (Dengan menggunankan Mind Map) daptar informasi (yang)

Metode berburu (hunting methode)


Membaca Dengan Hati Cerdas dan Kreatif (Manajemen Membaca) 35
panjang (dan) menjemukan bisa diubah (bentuknya) menjadi diagram berwarna warni,
mudah diingat (dan) sangat beraturan (serta) sejalan dengan cara kerja alami otak.

Sekarang mari kita proses paragraf di atas berdasarkan lima langkah di atas.

L1. Mencari Kalimat Utama

Kalimat utama dari paragraf di atas adalah kalimat ini, “ Semua Mind Map

memiliki beberapa kesamaan.” Kalimat ini bisa kita ubah menjadi kalimat, “
(beberapa) kesamaan (semua) Mind Map.” Pengubahan ini kita lakukan agar kita

mudah mengingat dan memahaminya.

L2. Mencari Kata/kalimat Yang memerlukan penjelasan

Kata/kalimat yang kita yakini memerlukan penjelasan adalah kata/kalimat

“Beberapa Kesamaan (semua Mind Map),” sehingga timbul pertanyaan dalam hati

kita, diantaranya:

Dimanakah letak persamaannya ? atau Bagaimanakah gambaran dari beberapa

persamaan tersebut? Jawabannya/penjelasannya dapat kita lihat di kalimat

berikutnya (di kalimat penjelas).

L4. Mencari Kalimat Penjelas

Ini merupakan jawaban pertanyaan di Langkah ke-2. Inilah kalimat penjelas

tersebut (yang bewrisi pikiran-pikiran penjelas) : Menggunakan warna, (punya)

struktur alamiah yang sama (yaitu berupa radial yang memancar keluar dari
gambar sentral), memakai garis, lambang, kata-kata, gambar, berdasarkan
seperangkat aturan sederhana, mendasar, alami, akrab bagi otak). Informasi
panjang, menjemukan bisa diubah menjadi diagram warna-warni, mudah diingat,
sangat beraturan, sejalan dengan cara kerja alami otak.
Kalau dihubungkan antara jawaban dari langkah ke-2 dan langkah ke-4 adalah

sebagai berikut :

Metode berburu (hunting methode)


Membaca Dengan Hati Cerdas dan Kreatif (Manajemen Membaca) 36
“Beberapa Kesamaan (semua Mind Map),” antara lain :

Menggunakan warna, (punya) struktur alamiah yang sama (yaitu berupa radial
yang memancar keluar dari gambar sentral), memakai garis, lambang, kata-
kata, gambar, berdasarkan seperangkat aturan sederhana, mendasar, alami,
akrab bagi otak). Informasi panjang, menjemukan bisa diubah menjadi diagram
warna-warni, mudah diingat, sangat beraturan, sejalan dengan cara kerja alami
otak.
Anda juga boleh merubah susunan paragraf di atas menjadi kalimat seperti di

bawah ini :

(beberapa ) kesamaan (semua) Mind Map antara lain :

1. Pake warna.

2. Punya struktur alamiah (yg) sama (berupa radial yang memancar keluara

dari gambar sentral).

3. Pake kata-kata, lambang, garis, gambar, berdasarkan seperangkat


aturan sederhana, mendasar, alami, akrab bagi otak.
4. Informasi panjang, menjenuhkan, (diubah) menjadi diagram warna-warni,

mudah diingat, sangat beraturan, sejalan dengan cara kerja alami otak.
Langkah terakhir adalah membayangkan kenyataan dari Mind Map tersebut

dengan memakai kekuatan otak kanan anda (langkah ke-3 dan ke-5 boleh

disatukan/tergantung keperluan). Agar hati anda mampu membayangkannya, maka

langkah pertama adalah, anda harus melihat contohnya. Di bawah ini ada contoh

yang sederhana dari sebuah Peta Pikiran.

Metode berburu (hunting methode)


Membaca Dengan Hati Cerdas dan Kreatif (Manajemen Membaca) 37
BAGIAN IV

Membuat peta pikiran (Mind Map)

Penggagas dan perancang Peta Pikiran ini bernama Tony Buzan. Tony

merancang karyanya tersebut dengan tujuan agar kita bisa membuat dan melihat

gambaran menyeluruh tentang sebuah konsep. Tidak hanya itu kita juga bida melihat

rincian dari konsep tersebut yang merupakan cabang dari gagasan utamanya. Tujuan

yang lainnya adalah, misalnya, memudahkan kita memahami konsep yang ada di dalam

buku yang kita baca.

☺ Manfaat Peta Pikiran

Berikut ini saya kutip beberapa manfaat Peta Pikiran dari bukunya Tony Buzan

yang berjudul How To Mind Map, diantaranya :

• Menjadi lebih kreatif

• Menghemat waktu

• Memecahkan masalah

• Berkonsentrasi

• Mengatur dan menjernih kan pikiran

• Lulus ujian dengan nilai-nilai baik

• Mengingat dengan lebih baik

• Belajar lebih cepat dan efisien

• Belajar dengan lebih mudah

• Melihat gambaran keseluruhan

• Membuat rencana

• Berkomunikasi

• Dan lain-lain

Saya juga mengutif langkah-langkah membuat Peta Pikiran dari buku How To

Mind Map. Langkah-langkah tersebut diantaranya :

Metode berburu (hunting methode)


Membaca Dengan Hati Cerdas dan Kreatif (Manajemen Membaca) 38
1. Mulai dari bagian tengah permukaan secarik kertas kosong yang

diletakkan dalam posisi memanjang.

2. Gunakan sebuah gambar untuk gagasan sentral (utama) anda.

3. Gunakan warna pada seluruh Peta Pikiran

4. Hubungkan cabang-cabang utama ke gambar sentral dan hubungkan

cabang tingkat kedua dan ketiga pada tingkat pertama dan seterusnya.

5. Buatlahcabang-cabang Peta Pikiran berbentuk melengkung bukannya

garis lurus.

6. Gunakan kata kunci perbaris (pada setiap cabang).

7. Gunakan gambar di seluruh Peta Pikiran.

Metode berburu (hunting methode)


Membaca Dengan Hati Cerdas dan Kreatif (Manajemen Membaca) 39
BAGIAN V

LATIHAN MEMBACA DENGAN HATI

1. Mulailah dengan membaca BASMALAH LEBIH DULU. Kemudian pusatkan hati,

pikiran, dan pandangan mata anda ke dalam bacaan yang sedang anda baca.

bacalah dengan tenang, dan jangan beralih (misalnya, jika sedang membaca

paragraf pertama jangan beralih ke paragraf kedua) kesebelum anda

memahaminya.

2. Ingat (sadari) tujuan jangka panjang anda penuh kesadaran, agar anda

termotivasi dan semangat untuk membaca.

3. Ingat pula tujuan jangka pendek anda. Tujuan terdekat yaitu memahami

bacaan yang sedang anda baca (judul buku, judul bab, sub bab dan paragraf)

4. Baca dan carilah apa yang ingin anda cari dari bacaan yang sedang anda baca.

jika , misalnya, anda sedang membaca sebuah paragraf, maka yang harus anda

cari adalah kalimat utama, pikiran utama, kalimat penjelas, dan pikiran

penjelas yang ada dalam paragraf tersebut. Proses pencarian ini merupakan

aktivitas hati dengan menggunakan otak kiri.


5. Setelah pekerjaan di langkah empat beres, maka bayangkan/vuisualisasikan

pikiran utama dan pikiran penjelas tersebut dengan memakai otak kanan anda,

sehingga jelas bagi anda gambaran dari realitas/kenyataan yang anda baca

tersebut.

6. Jika kita telah memahami apa yang kita baca, maka bersyukurlah kepada

Allah yang telah memberikan pemahaman tersebut ke dalam hati kita. Tiada

daya dan kekuatan untuk mendapatkan apapun kecuali hanya dengan

pertolongan-Nya.

Metode berburu (hunting methode)


Membaca Dengan Hati Cerdas dan Kreatif (Manajemen Membaca) 40
Tambahan

• Penting juga untuk memakai cara-cara kreatif ketika sedang membaca

agar anda dapat mengembangkan potensi kreatif anda dalam membaca.

• Ketika berlatih membaca dengan metode di buku ini, disarankan untuk

membaca buku sedikit dulu. Misalnya, baca satu paragraf dulu sampai

paham, bila telah mahir anda boleh membaca sekehendak anda. Tetapi

sasaran utama ketika mambaca adalah memahaminysa bukan cepatnya

membaca. Demikian, semoga anda memahaminya.

• Disarankan untuk memanfaatkan Peta Pikiran agar anda lebih terbantu

untuk melihat dan memahami isi buku secara global ataupun secara

detail

Metode berburu (hunting methode)


Membaca Dengan Hati Cerdas dan Kreatif (Manajemen Membaca) 41

Daptar Pustaka
Bambang Trimansyah. 2005. Saya Bermimpi Menulis Buku : Tak Peduli Siapapun

Anda, Anda adalah Calon Penulis Buku!. Bandung: Kolbu.

Abdullah Ambari. 1979. Intisari Tatabahasa Indonesia.Bandung : Jatnika.

David j. Schwartz. 1996. Berpikir dan berjiwa besar. Jakarta: Binarupa Aksara.

Tony Buzan. 2004. Mind Map: Untuk Meningkatkan Kreativitas. Jakarta: Gramedia

Pustaka Utama.

Metode berburu (hunting methode)