Anda di halaman 1dari 16

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Sumber daya alam merupakan unsurr lingkungan yang terdiri dari sumber daya
alam hayati dan non hayati serta sumber daya buatan, yang merupakan salah satu asset
yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebuutuhan hidu manusia. Sebagai modal
dasar pembangunan sumber daya alam harus dimanfaatkan sepenuh-penuhnya tetapi
dengan cara-cara yang tidak merusak, bahkan sebaliknya cara-cara yang harus dipilih
dapat memelihara dan mengembangkan agar modal dasar tersebut semakin besar
manfaatnnya untuk pembangunan lebih lanjut dimasa mendatang.
Melalui critical book review ini mahasiswa dituntut untuk mengkritisi, menelaah
dan meringkas kedua buku menjadi sutu kesatuan yang lengkap, sehingga lebih mudah
dipahami terutama mengenai sumber daya alam, dalam melakukan CBR terdapat
kelebihan dan kekurangan setiap jenis buku yang akan dikritisi. Pada tugas khusus ini
mahasiswa dituntut dalam meringkas, menganalisa, memberikan kelebihan dan
kekurangan, dan memberikan kesimpulan dan saran dari kedua buku tersebut secara logis
dan fakta. Pembuatan tugas CBR ini juga dapat melatih, meningkatkan, menambah dan
menguatkan pemahaman mahasiswa terhadap suatu karya yang factual. Prinsip the
character building itu dapat terlaksanakan dengan pemikiran yang maju kedepan dalam
mengikuti jenjang pendidikan.

1.2 Tujuan
a. untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan setiap buku.
b. untuk mengetahui konsep Sumber Daya Alam.
c. Mampu melatih pemikiran kritis terhadap sebuah buku

1
1.3 Identitas Buku

Buku I

Judul Buku : Geografi Tumbuhan dan Hewan

Nama Pengarang : Prof.Dr.H.A.Fatchan, M.Pd, M.Si

Penerbit : Penerbit Ombak

Kota terbit : Yogyakarta

Tahun Terbit : 2013

Buku II

Judul Buku : Biologi Lingkungan

Nama Pengarang : Dra.Masdiana Sinambela,M.Si,Dkk

Penerbit : Unimed Press

Kota terbit : Medan

Tahun Terbit : 2018

2
BAB II

DESKRIPSI ISI BUKU

Buku 1

PELESTARIAN SUMBER DAYA ALAM DAN LINGKUNGAN HIDUP

A. Sumber Daya Alam


Sumber daya alam adalah segala sesuatu yang ada di lingkungan alam yang dapat
dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan dan kebutuhan manusia agar lebih sejahtera,
sumber daya alam bisa terdapat dimana saja seperti di dalam tanah, air, permukaan tanah,
udara, dan lain sebagainya. Contoh sumber daya alam adalah barang tambang, sinar
matahari, tumbuhan, hewan dan lain sebagainya.
Sumber daya alam dapat dibedakan bedasarkan jenisnya, sifat pembaruan, dan
kegunaan dan penggunaannya, yaitu:

 Sumber daya alam berdasarkan jenisnya yaitu:


1. Sumber daya alam hayati/biotic, yaitu sumber daya alam yang berasal dari makhluk
hidup, contoh : tumbuhan, hewan, mikro organisme, ddan lain – lain.
2. Sumber daya alam non hayati/abiotik, yaitu sumber daya alam yang berasal dari
benda mati, contoh : bahan tambang, air, udara, batuan, dan lain – lain.

 Sumber daya alam berdasarkan sifat pembaruharuan yaitu:


1. Sumber daya alam yang dapat diperbarui/renewable, yaitu sumber daya alam yang
dapat digunakan berulang kali dan dapat dilestarikan, contoh : air, tumbuh-tumbuhan,
hewan, hasil hutan, dan lain-lain.
2. Sumber daya alam yang tidak dapat diperbaruhi/non-renewable, yaitu sumber daya
alam yang tidak dapat di daur ulang atau hanya dapat digunakan sekali saja,
pemulihannya memerlukan waktu yang sangat lama, contoh : minyak bumi, batu bara,
timah, gas alam.

3
3. Sumber daya alam tidak terbatas jumlahnya/unlimited, contoh : sinar matahari, arus
air laut, udara, dan lain-lain.

 Sumber daya alam berdasarkan kegunaan atau penggunaannya dibedakan


menjadi:
1. Sumber daya alam penghasil bahan baku, yaitu sumber daya alam yang dapat
digunakan untuk menghasilkan beda atau barang lain, sehingga nilai gunanya akan
menjadi lebih tinggi, contoh : hasil hutan, barang tambang, hasil pertanian, dan lain-
lain.
2. Sumber daya alam penghasil energy, yaitu sumber daya alam yang dapat
menghasilkan atau memproduksi energy demi kepentingan umat manusia di muka
bumi, misalnya : ombak, panas bumi, arus air sungai, minyak bumi, dan lain- lain.

Sumber daya alam yang semakin hari mengalami krisis di Indonesia adalah
pemanfaat sumber daya hutan yang tidak segera diikuti oleh usaha pelestarian. Pada
umumnya hutan di Indonesia dimanfaatkan untuk sumber kayu bakar, bahan bangunan,
bahan kerajinan, tumbuhan hias, obat – obatan tradisional, bahan bangunan atau sebagai
sumber devisa Negara dari hasil penjualan kayu. Sedangkan hutan secara tidak langsung
hutan di Indonesia dimanfaatkan untuk memelihara kualitas lingkungan hidup, seperti :
mengatur tata air (hidrologi), perlindungan bahaya erosi, memelihara iklim setempat,
sebagai habitat satwa liar, untuk rekreasi, dan lain-lain.
Memperlihatkan permasalahan dan kondisi sumber daya alam dan lingkungan
hidup dewasa ini, maka kebijakan di bidang pengelolahan sumber daya alam dan
lingkungan hidup ditunjukkan pada upaya :
1. Mengelola sumber daya alam, baik yang dapat diperbaruhi maupun tidak dapat
diperbaruhi melalui penerapan teknologi ramah lingkungan.
2. Menegakkan hukum secara adil dan konsisten untuk menghindari perusakan sumber
daya alam.
3. Mendelegasikan kewenangan dan bertanggung jawab kepada pemerintah.
4. Memberdayakan masyarakat dan kekuatan ekonomi dalam pengelolahan sumber daya
alam.

4
5. Memelihara kawasan konservasi yang sudah ada dan menetapkan kawasan konservasi
baru di wilayah tertentu.

B. Degradasi Lingkungan dan Pengembangan Wilayah (Khususnya di Indonesia)

Pengertian degradasi pada awalnya berkembang dalam ilmu kebumian (geologi


dan geomorfologi), yaitu proses penurunan permukaan bumi sebagai akibat dari proses
erosi dan transportasi oleh aliran air (Sutikno, 2000 dalam Sumarmi. 2002). Setelah ilmu
lingkungan mulai semarak, muncul terminologi degradasi lingkungan. Dalam artian
lingkungan, degradasi lingkungan adalah proses penurunan mutu komponen lingkungan
yang mencakup komponen fisik, kimia, dan biotic yang berjalan secara bertahap sebagai
akibat proses alam, proses antropogenik, atau aktivitas manusia.

Kebanyakan degradasi lingkungan diawali oleh aktivitas manusia. Moran (1987,


dalam Sumarni, 2002) mengartikan degradasi lingkungan sebagai hilangnya habitat alami
oleh kegiatan pertanian, perladangan, pertambangan atau pemukiman. Indikasi dari
degradasi lingkungan adalah penurunan kesuburan tanah, kualitas air, udara dan
sebagainya. Proses degradasi lingkungan itu berjalan secara bertahap, cenderung
meningkat dari waktu ke waktu apabila tidak ada usaha untuk mencegah atau
menguranginya.

Soemarwoto (1997 dalam Sumarmi, 2002) mencatat bahwa bentuk suatu terapi
agar masyarakat mempunyai kepedulian dalam menerapkan pembangunan berkelanjutan
dengan menghilangkan tiga mitos, yaitu (1) mitos 1 : pendekatan kuratif lebih baik dari
pada pendekatan preventif; (2) mitos 2 : mengelola lingkungan adalah tugas orang lain
dan bukan tugas saya; dan (3) mitos 3 : pengelolaan lingkungan menghambat
pertumbuhan ekonomi. Apabila ketiga mitos tersebut dapat dihilangkan, maka
pembangunan yang berkelanjutan dapat tercapai.

5
C. Usaha Konservasi Hutan Mangrove
Departemen Kehutanan Republik Indonesia sebenarnya telah melakukan upaya
pelestarian hutan Mangrove. Hutan jenis ini penting bagi Indonesia, karena Indonesia
merupakan negara yang memiliki garis pantai yang sangat panjang menunjukkan bahwa
apabila hutan Mangrove dikelola dengan baik dapat memberikan manfaat yang sangat
besar secara lestari.
Keberadaan Mangrove sangat perlu dijaga agar manfaatnya dapat dirasakan baik
makhluk yang ada di sekitarnya dan masyarakat sekitar. Berdasarkan kajian yang
dilakukan diperoleh hasil bahwa Mangrove ini mempunyai peran ekologis dan ekonomis.
Fungsi ekologis hutan Mangrove antara lain : pelindung garis pantai, mencegah intruksi
air laut, habitat (tempat tinggal), tempat mencari makan (feeding ground), tempat asuhan
dan pembesaran (nursery ground), tempat pemijahan (spawning ground) bagi aneka biota
perairan, serta sebagai pengatur ilkim mikro. sedangkan fungsi ekonomisnya antara lain
keperluan rumah tangga, industry, dan penghasil bibit.
Usaha konservasi yang telah dilakukan yaitu peremajaan perlu dilakukan pada
hutan Mangrove yang telah rusak untuk memulihkan fungsi ekosistem dan untuk
meningkatkan nilai manfaat langsungnya. Upaya untuk melindungi hutan Mangrove
sebagai area hutan cagar alam. Pencagaran alam pada ekosistem hutan Mangrove
hendaknya berdasarkan criteria yang jelas, pertimbangan yang rasional, dan perlindungan
bagi kawasan hutan Mangrove yang seharusnya menjadi prioritas utama saat ini.
Sebagaimana diketahui bahwa hutan Mangrove merupakan salah satu ekosistem
langka, karena luasnya hanya 2% permukaan bumi. Sementara Indonesia merupakan
kawasan ekosistem Mangrove terluas di dunia. jadi merupakan suatu karunia bahwa
Indonesia sebagai negara yang sangat penting bagi pelestarian hutan Mangrove. Dengan
alasan keunikan tersebut Indonesia mempunyai kesempatan yang sangat potensial bila
berkomitmen untuk melakukan upaya pelestarian hutan Mangrove. Peluang tersebut
sangat beralasan sebab kenyataannya keberadaan Mangrove pada saat ini mulai
mengalami kerusakan. Kerusakan itu diakibatkan oleh adanya kegiatan manusia yang
melakukan pemanfaatan yang tidak sesuai dengan ketentuan, sehingga Mangrove tidak
dapat berperan sesuai dengan fungsinya.

6
1.Upaya Pelestarian Manggrove di Derah Eustaria

Hutan mangrove di daerah eustaria oleh masyarakat setempat sering disebut pula dengan
hutan bakau atau hutan payau. Ekosistem Manggrove biasanya juga menduduki lahan pantai
zona pasang surut, di laguana , eustaria , dan endapan lumpur yang datar. Ekosistem ini biasanya
bersipat kompleks dan dinamis namun labil, Disebut kompleks karna di dalam hutan mangrove
daerah ini konsisi tanahnya subur dengan demikian tumbuhan yang ada beraneka ragam dan
tumbuh dengan subur dan juga dibawahnya berkembang berbagai habitat berbagai satwa dan
biota perairan. Disebut dinamis dan labil karna di daerah semacam it uterus berkembang dan
mengalami suksesi sesuai dengan perubahan tempat tumbuh berbagai jenis tumbuhan bakau.

Fungsi ekologi ekosistem mangrove yang sangat khas itu sangat perlu dilakukan upaya
pelestarian dengan menjadikan daerah tersebut sebagai daerah cagar alam. Dengan demikian
secara biologis huta mangrove di kawasan tersebut dapat mempertahankan fungsi dan kekhasaan
lekosistem pantai, termasuk kehidupan biotanya.

2. Upaya Pelestarian Mangrove Untuk Multifungsi

Sebagaimana yang kita ketahui bahwa hutan mangrove mmempunyai multifungsi yaitu
fungsi hayati, fisik, kimiawi, dan ekonomik. Fungsi tersebut seperti hutan mangrove sebagai
penyumbang kesuburan tanah di daerah sekitaran pantai, hutan mangrove merupakan perangkat
nutrisi dan bahan organic yang dibawah oleh perairan sungai dan rawa. Hutan mangrove yang
eksis yang terjaga dan memiliki peranan sosial, ekonomi, dan budaya yang sangat penting. Hal
tersebut karna terjaganya stabilitas pantai dari abrasi, sumber ikan, udang dan keanekaragaman
hayati lainnya, sumber kayu bakar dan kayu bangunan, serta memiliki fungsi konservasi ,
pendidikan, ekoturisme dan indentitas budaya.

Di sisi lain, kenyataan menunjukkan bahwa akhir-akhir ini terlihat gangguan yang
cendrung dapat mengancam kelestarian huatn dan mengubah ekosistem mangrove menjadi
daerah- daerah pemukiman, pertanian, perluasa perkotaan dan lain sebagainya . Peranan dari
mangrove ini sangat penting, terutama untuk kehidupan manusia yag tinggal di sekitarnya.
Tetapi peran itu juga penting bagi makluk hidup yang tinggal di dalamnya. Sudah lebih dari
seabad hutan mangrove sudah diketaui memberi manfaat pada masyarakat, naik secara langsung
maupun tidak langsung.Secara langsungnya yaitu sumber penghasil kayu bakar dan arang, bahan

7
bangunan, bahan baku pulp untuk pembuatan rayon, sebagai tannin pemanfaatan kulit bahan
pembuat obat-obatan dan sebagainya.

Keberadaan yang unik bagi hutan mangrove yang tidak hanya untuk kehidupan tumbuhan
dan hewan, tetapi lebih dari sebagai tempat hidup dan penghidupan bagi manusia, sehingga
kehidupan manusia berkaitan dengan hutan mangrove tersebut. Dalam pelestarian hutan
mangrove harus melibatkan masyarakan dan pihak pemerintah agar pelestarian dapat dilakukan
dengan baik.Dengan melibatkan kegiatan mahasiswa yang bertempat tinggal di sekitarnya akan
berdampak baik bagi hutan mangrove.

Beberapa kegiatan manusia yang merusak Ekosistem mangrove

Kegiatan Dampak Potensial


Tebang Habis Berubahnya komposisi tumbuhan, mangrove akan tergantikan dengan
tumbuhan yang spesies ekonomisnya rendah dan ekosistem yang ada
dalam hutan mangrove akan mulai habis
Pengalihan air Hewan-hewan seperti udang dan lainnya akan mulai habis karan mereka
tawar misalnya sangat sensitive terhadap lingkungannya
sebagai irigasi Menurut tingakat kesuburan mangrove karna pasokan zat-zat hara melalui
aliran air tawar akan berkurang
Konservasi lahan Mengancam regrenerasi stok-stok ikan dan udang di perairan lepas pantai
sebagai pertanian memerlukan huatan mangrove sebagai sumber makan bagi ikan dan
dan perikanan udang yang hidup di daerah tersebut
Pembuangan Penurunan kadar oksigen dalam air tersebutdan dapa menyebabkan ikan-
sampah cair ikan yang hidup mati keracunan

Pembuangan Kemungkinan terlapisnya pneumatofora yang mengakibatkan kematian


sampah padat pohon mangrove

8
Usaha-usaha pelestarian yang harus dikembangkan yaitu:

a. Ditetapkannya oleh pemerintah tentang daerah perlindungan kawasan hutan mangrove


yang bernilai konservasi.
b. Pemerintah daerha,masyarakat,dan para peneliti secara kontinu berupaya melaukan
tindakan peremajaan mangrove yang telah rusak.
c. Pencagaran ekosistem hutan mangrove

Dampak yang ditimbulkan akibat perusakan hutan mangrove sangatlah besar bagi kehidupan
biota yang ada di dalamnya maupun manusia itu sendiri .Mangrove yang rusak akan membunuh
biota yang di hidup disana .Selain itu kegiatan manusia yang menimbulkan kerukan hutan juga
akan menemari mangrove,mempersempit luas lahan hutan mangrove,serta mengganggu
ekosistem yang ada di hutan mangrove itu sendiri.

Hutan mangrove merupakan karakteristik dari bentuk tanaman pantai,estuari,atau muara


sungai,dan delta di tempat yang terlindung daerah tropis dan subtropis.Peranan dari hutan
mangrove sangat penting,terutama untuk kehidupan manusia yang tinggal di sekitarnya.Selain itu
hutan mangrove berfungsi sebagai sumber penghasil kayu bakar dan arang,bahan
bangunan ,bahan baku pulp untuk pembuatan rayon,sebagai tanin untuk pemanfaatan kulit,bahan
pembuat obat-obatan,dan sebagainya.

Selain itu hutan mangrove memiliki fungsi secara ekologis dan ekonomis.Fungsi ekologis
dan ekonomis hutan mangrove yaitu:

a) Fungsi ekologis:
1. Pelindung garis pantai dari abrasi,
2. Mempercepat perluasan pantai melalui pengendapan,
3. Mencegah intrusi air laut ke daratan,
4. Tempat berpijah aneka biota laut,
5. Tempat berlindung dan berkembangbiak berbagai jenis burung,mamalia,reptil,dan
serangga
6. Pengatur iklim
b) Fungsi ekonomis:
1. Penghasil keperluan rumah tangga
2. Makanan,obat-obatan
3. Penghasil keperluan industri
4. Pariwisata,penelitian,dan pendidikan.

9
Buku 2 (Diktat)

Sumber daya alam adalah semua benda hidup dan mati yang terdapat secara alamiah di
bumu, bermanfaat bagi manusia dan atau dapat dimanfaatkan oleh manuasia, untuk memenuhi
kebutuhan hidupnya. Sumber daya alam dapat pula berarti semua kekayaan berupa benda mati
maupun benda hidup yang berada di bumi dan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan
hidup manusia.

Sumber daya alam terdiri dari:

1. Sumber Daya Hayati atau Sumber Daya Terbaharukan (Renewable Resource)


2. Sumber Daya tak Terbaharukan (Non Renewable Resource)

Sumber daya alam adalah segala sesuatu yang diperlukan oleh manusia untuk
melangsungkan kehidupannya. segala sesuatu dipertimbangkan sebagai sumber daya bergantung
pada teknologi, ekonomi dan budaya. Kebanyakan sumber daya diciptakan oleh akal manusia.

Sumber daya alam berdasarkan fisiknya dapat dibedakan atas sumber daya alam fisik seperti
air, tanah dan udara dan sumber daya hayati, seperti hutan, padang rumput, tanaman pertanian,
perkebunan, margasatwa dan sebagainya.

Pangan merupakan kebutuhan primer manusia yang pemenuhannya tidak dapat ditawar-
tawar lagi. pengabaian atas kewajiban pemenuhan kebutuhan pangan merupakan pelanggaran
hak azasi manusia yang akan menimbulkan dampak serius baik dalam skala individu maupun
pada tatanan stabilitas sebuah negara.

Krisis pangan terjadi karena pengalihan pangan ke hewan, kenyataan menunjukkan bahwa
lebih dari tujuh kali biji-bijian yang dipakai untuk bahan bakar nabati diberikan kepada hewan
ternak dari pada diberikan langsung kepada orang-orang yang membutuhkan pangan, sehingga
menimbulkan keprihatinan yang lebih besar.

Kebijakan produksi atau konsumsi daging secara internasional mendesak untuk ditinjau
kembali. Hal ini penting agar setiap individu benar-benar mengurangi makan daging satu atau
dua hari, karena hal itu sungguh merupakan sumbangan berarti. Setiap orang harus ikut serta

10
dalam pengorbanan kecil dengan berhenti makan daging, agar ada lebih banyak makanan untuk
lebih banyak orang.

Ekosistem hutan sebagai salah satu sumber daya tropis yang terletak dalam garis lintang
penentu kestabilan dunia, berfungsi sebagai paru-paru dunia, terisi oleh megabiodiversistas jenis
organisme penunjang kehidupan dunia, sumber gen dan plasma nutfah sangat diperlukan bagi
perkembangan ilmu pengetahuan manusia. Posisi Indonesia, negara dengan hutan tropis ketiga
terbesar, merupakan pemegang kebijakan strategis menghadapi perubahan global.

Dinamika hutan tropis sangat berkaitan dengan fungsi produksi, regulasi dan proteksi dari
sistem ekologi hutan tersebut. Ketiga fungsi ini harus mendapat perhatian yang sepadan sari satu
dengan yang lain.

Hidupan liar (fauna/satwa dan flora) adalah makhluk yang hidup pada habitat yang masih
alami atau tempat yang cocok untuk melangsungkan siklus hidupnya. Hidupan liar termasuk
sumber daya alam (SDA) yang penting bagi keberlanjutan sistem lain dalam lingkungan hidup
(seperti sistem sosial, sistem lingkungan buatan) di muka bumi ini, karena hidupan liar ini tidak
saja memiliki nilai ekonomi, nilai estetika ataupun nilai untuk ilmu pengetahuan, yang lebih
penting adalah bahwa hidupan liar ini memiliki nilai ekologi. Hidupan liar berada pada jaringan
makanan dan merupakan komponen dalam satu kesatuan ekosistem.

Salah satu unsur sumber daya dan lingkungan yang penting untuk diperhatikan adalah lahan
dengan berbagai penggunaannya. lahan adalah ruang dengan berbagai unsurnya seperti iklim,
topografi, tanah, vegetasi, air dan lain-lain. lahan dengn berbagai unsur tersebut dimanfaatkan
manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Lahan dengan berbagai sumber daya yang ada
dieksploitasi dan dikelola untuk tujuan-tujuan tertentu.

Perencanaan tata guna lahan pada hakekatnya adalah pemanfaatan lahan yang ditujukan
untuk suatu peruntukan tertentu. Hal yang penting dalam suatu perencanaan tata guna lahan
adalah usulan rencana lokasi (site-plan) dan tujuan peruntukan lahan. Usulan dari suatu rencana
pengembangan tata guna lahan. Rencana lokasi lahan untuk berbagai peruntukan harus konsisten
dengan sasaran dan tujuan.

11
Sumber daya alam yang dapat diperbaharui adalah sumber daya yang berasal dari sumber
bahan yang tidak habis setelah pemakaian (seperti energi matahari, energi biomassa, energi angin,
energi tenaga air, energi panas bumi dan energi samudera) atau dapat diperbaharui atau diganti
dengan cepat secara alami jika dikelola secara bijaksana. Sebagai contoh adalah tanaman
pertanian, perkebunan, hewan-hewan, padang rumput, dan makhluk hidup lainnya.

Sumber daya alam yang tak dapat diperbaharui adalah sumber daya yang berasal dari sumber
bahan yang habis setelah pemakaian atau tak dapat diperbaharui atau diganti dengan cepat secara
alami jika tidak dikelola secara bijaksana. Salah satu sumber daya yang tergolong sumber daya
tak terbaharukan adalah sumber daya mineral. Sumber daya mineral meliputi batu bara, minyak
bumi dan gas alam. Substansi penghasil energi ini disebut juga dengan “bahan bakar fosil”
karena mereka dibentuk selama jutaan tahun, dari sisa-sisa bangkai hewan dan tumbuhan.

12
BAB III

PEMBAHASAN

3.1 Kelebihan Buku

Buku 1

1. Keterkaitan Topik Utama dengan Topik Terkait

 Adanya keterkaitan antara topik utama dengan topik terkait dimana topik utamanya
adalah sumber daya alam.Dijelaskan secara rinci pembagian sumber daya alam
bedasarkan sifatnya, berdasarkan habitatnya, berdasarkan pemulihannya.

2. Aspek Kelayakan Isi

 Materi yang dijelaskan mencakup hampir semua bagian dari topik utamanya.
 Konsep-konsep Pengelolaan Sumber Daya Alam beserta Prinsip dan Usaha Pelestarian
SDA dibahas secara rinci.

3. Aspek Kelayakan Bahasa

 Bahasa yang digunakan singkat dan jelas serta mudah dimengerti.


 Penggunaan istilahnya juga disertai dengan penjelasan lengkap.
 Dilengkapi dengan catatan kaki disetiap kutipan yang diambil dari sumber lain.

4. Aspek Kelayakan Penyajian

 Teknik penyajian sangat bagus dan rapi serta berurutan dalam setiap paragrafnya.

Buku II (Diktat)

1.1 Keterkaitan Topik Utama dengan Topik Terkait


 Adanya keterkaitan antara topik utama dengan topik terkait dimana topik utamanya
adalah sumber daya alam dan dijelaskan tentang penggolongan SDA beserta
contoh,masalah yang mempengaruhi SDA,dan solusi pemecahan masalah.

13
1.2 Aspek Kelayakan Isi

 Materi yang dijelaskan mencakup hampir semua bagian dari topik utamanya.
 Dilengkapi dengan pembaharuan terkini mengenai perkembangan lingkungan di
Indonesia.

1.3 Aspek Kelayakan Bahasa

 Bahasa yang digunakan adalah bahasa baku atau formal.


 Banyak menggunakan istilah.

1.4 Aspek Kelayakan Penyajian

 . Penyajian materinya dilengkapi dengan rumus-rumus kimia,dan penelitian terkait


dengan SDA.
 Sambul buku sangat menarik karena menampilkan kedaan lingkungan sungai yang
masih jauh pencemaran.

3.2 Kelemahan Buku

Buku I

 Penguraian masalah lingkungan tidak bersifat rasional namun lebih kepada konsep-
konsep pengelolaan sumber daya alam beserta prinsip dan usaha pelestarian SDA dan
lingkungan hidup.

Buku II (Diktat)

 Tidak dilengkapi dengan kutipan atau catatan kaki yang diambil dari sumber lain.
 Konservasi hutan tidak dibahas secara rinci.
 Penggolongan SDA hanya dibahas beberapa bagian saja.
 Sampul buku kurang menarik.

14
BAB IV

PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Sumber daya alam adalah segala sesuatu yang ada di lingkungan alam yang dapat
dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan dan kebutuhan manusia agar lebih sejahtera, sumber
daya alam bisa terdapat dimana saja seperti di dalam tanah, air, permukaan tanah, udara, dan lain
sebagainya. Contoh sumber daya alam adalah barang tambang, sinar matahari, tumbuhan, hewan
dan lain sebagainya.

Ada banyak masalah yang ditimbulkan oleh kerusakan sumber daya alam .Contohnya
adalah degradasi lingkungan yang diawali oleh aktivitas manusia.Degradasi lingkungan sebagai
hilangnya habitat alami oleh kegiatan pertanian,perladangan,pertambangan atau
permukiman.Indikasi dari degradasi lingkungan adalah penurunan kesuburan tanah,kualitas
air,udara dan sebagainya.

4.2 Saran

Kedua buku memiliki kelebihannya masing-masing.Namun akan lebih baik jika kita
ingin mencari berbagai macam referensi tentang jenis-jenis SDA gunakanlah buku ke-I dan
apabila kita ingin mencari buku yang memiliki penjelasan lengkap mengenai penelitian dan
pembaharuan terbaru tentang lingkungan maka gunakanlah buku ke-II sehingga informasi yang
kita butuhkan mengenai bentuk SDA dapat kita ambil dari ke dua buku. Sehingga untuk
mempelajari topik tentang SDA hendaknya kita memiliki buku-buku referensi yang lain.

15
Daftar Pustaka

[1] Fatchan.2013.Geografi Tumbuhan dan Hewan.Yogyakarta: Penerbit Ombak

[2] Sinambela,Masdiana.2018.Biologi Lingkungan.Medan:Unimed Press

16