Anda di halaman 1dari 15

PROPOSAL PENGOLAHAN BAHAN

NABATI DAN HEWANI


MENJADI MAKANAN KHAS INTERNASIONAL

OLEH :

1. KETUT ANGGA
NADIARTHA (23)
2. KETUT KSATRIA MAS DANANJAYA (24)
3. I NYOMAN SASTRA MAHENDRA (31)
4. PUTU REGITA DIAN PRAMESTI D. (35)

SMA NEGERI 1 TABANAN

2018/2019

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi (Tuhan Yang Maha
Esa). Karena atas berkat rahmat-Nyalah penulis dapat menyelesaikan proposal Pengolahan
dan Kewirausahaan Bahan Nabati dan Hewani Menjadi Makanan Khas Internasional, ;
CHICKEN CORDON BLUE.

Proposal ini diajukan untuk memenuhi nilai Prakarya dan Kewirausahaan kelas XI
MIPA 1 di SMA Negeri 1 Tabanan.

Penulis berharap proposal ini dapat bermanfaat khususnya bagi penulis dan pembaca
lain pada umumnya. Penulis menyadari bahwa proposal ini masih jauh dari sempurna, untuk
itu penulis mohon kritik dan saran yang bersifat membangun.

Tabanan, 28 Januari 2019

Penulis

ii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL......................................................................................................... i
KATA PENGANTAR........................................................................................................ii

DAFTAR ISI .....................................................................................................................iii

BAB I PENDAHULUAN……………………………………………………………….. 1
1.1 Latar Belakang ……………………………………………………………….. 1
1.2 Visi Usaha…………………………………………………………………….. 2
1.3 Misi Usaha……………………………………………………………………. 2
1.4 Tujuan Pembuatan Produk…………….……………………………………… 2
1.5 Manfaat Produk.................................................................................................. 2

BAB II DESKRIPSI PRODUK..........………………………………………………….. 3


2.1 Analisis SWOT ................................................................................................. 3
2.2 Nama Produk .................................................................................................... 4
2.3 Lokasi Pembuatan Produk ................................................................................. 4
2.4 Sumber Daya Manusia ...................................................................................... 4

BAB III PENGOLAHAN……………………………………………………………….. 5


3.1 Alat dan Bahan ……………………………………………………………….. 5
3.2 Proses Produksi……………………………………………………………….. 5
3.3 Dokumentasi Produksi………………………………………………………... 6

BAB IV PEMASARAN………………………………………………………………….. 7
4.1 Segmentasi Pasar……………………………………………………................ 7
4.2 Aspek Produksi .................................................................................................. 7
4.3 Aspek Keuangan ................................................................................................ 9
4.4 Aspek Pemasaran ............................................................................................... 11
4.5 BEP (Break Event Point) ................................................................................... 11

BAB V PENUTUP………………………………………………………………………... 12
5.1 Kesimpulan………………………………… …………………………………12
5.2 Saran.……………………………………………………………………………12

iii

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Makanan merupakan kebutuhan pokok bagi makhluk hidup untuk bertahan dan hidup.
Tanpa makanan, manusia tidak dapat bertahan karena manusia menempati urutan teratas
dalam rantai makanan. Pada mulanya, manusia hanya melihat makanan sebagai pengisi
perut saja untuk bertahan hidup. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, makanan
berubah dari hanya sekedar pengisi perut menjadi sebuah kegiatan yang mengundang
selera. Teknik memasak juga semakin berkembang dari waktu ke waktu. Saat ini,
makanan tidak hanya dilihat dari faktor mengenyangkan perut saja, namun dari enak
secara visual dan cita rasa.

Timbulnya kejenuhan para penikmat kuliner atas makanan dimulai dari golongan
menengah sampai golongan atas yang menyebabkan pada era modern ini sangat dituntut
inovasi-inovasi dalam berbagai bidang, termasuk bidang pengolahan makanan. Untuk itu
dibutuhkan suatu wadah yang mampu mengembangkan sumber daya manusia agar
kuliner bisa bertahan dan dikembangkan lagi. Perkembangan dunia kuliner di Indonesia
sendiri memberi dampak positif dalam setiap lapisan masyarakat, tidak dibatasi oleh
gender maupun ras. Kuliner memiliki potensi besar untuk terus diolah dan dikembangkan.
Hal ini membuat penulis tertarik dalam mengoptimalkan kesempatan yang dimiliki untuk
membuat dan menyajikan suatu makanan khas internasional Chicken Cordon Blue.

1
1.2 Visi Usaha
Menciptakan produk olahan bahan makanan hewani atau nabati menjadi makanan
khas internasional yang memiliki nilai gizi dan higenis yang tinggi, serta cita rasa oriental
yang mampu menjadi sebuah gebrakan baru dalam dunia kuliner.

1.3 Misi Usaha

1. Mengolah bahan makanan hewani atau nabati menjadi makanan yang memiliki daya
tarik tersendiri dalam dunia kuliner.

2. Menjadikan kegiatan berwirausahaa sebagai peluang atau lapangan kerja baru yang
menjanjikan dalam mengatasi persoalan sosial.

3. Menciptakan kreativitas dan inovasi-inovasi sumber daya manusia dalam


berwirausahaa.

1.4 Tujuan Pembuatan Produksi

Adapun tujuan kami dalam usaha ini adalah :

1. Untuk memasarkan makanan olahan kepada masyarakat sekitar.


2. Untuk memanfaatkan peluang bisnis dalam dunia kuliner.
3. Mendapatkan keuntungan besar dengan sedikit modal.
4. Untuk memenuhi kebutuhan pokok (pangan) dalam masyarakat.
5. Memanfaatkan bahan makanan hewani atau nabati dari lingkungan sekitar
menjadi berbagai jenis masakan dengan cita rasa tinggi.

1.5 Manfaat Produk

1. Berperan dalam pemenuhan kebutuhan gizi.


2. Sebagai asupan sampingan.
3. Sebagai buah tangan khas internasional cita rasa oriental.
4. Sebagai solusi olahan bahan makanan hewani ataupun nabati.

2
BAB II
DESKRIPSI PERUSAHAAN

2.1 Analisis SWOT

2.1.1 Strenght (Kekuatan)

Strength yaitu kekuatan yang dijadikan dasar produk olahan Cichken Cordon Blue
dalam mengembangkan usahanya dan kemampuan untuk bersaing dengan produk
lain:

a. Bahan baku mudah di dapat.dan harga terjangkau


b. Memiliki kandungan gizi yang tinggi yang didukung dengan cita rasa yang
tinggi.
c. Merupakan olahan dan modifikasi makanan baru dalam dunia kuliner.
2.1.2 Weakness (Kelemahan)

Weakness, tidak mutlak dengan segala kekuatannya, produk olahan makanan ini
juga memiliki sisi kelemahan, sehingga dapat dijadikan motivasi dalam upaya
perbaikannya kedepan :

a. Produk olahan mudah basi, dikarenakan dalam pengolahannya tidak


menggunakan pengawet.
2.1.3 Opportunity (Peluang)

Opportunity yaitu peluang atau kesempatan yang dapat dibidik dalam


pemasaran produk olahan :

a. Dari segi produk olahan makanan yang terbilang sebuah gebrakan inovasi baru
dalam dunia kuliner akan membuat masyarakat atau konsumen tertarik dan
penasaran untuk membeli.
b. Dari segi ketersediaan bahan baku, produk olahan makanan ini terbuat dari
bahan baku yang mudah didapatkan di sekitar kita.

3
2.1.4 Threat (Ancaman)
Melakukan analisa terhadap berbagai ancaman yang mungkin dihadapi dalam
pemasaran produk olahan bahan makanan sangatlah penting. Adapun bebrapa
ancaman yang mungkin timbul, yaitu:

a. Ketersediaan bahan baku pembuatan produk olahan makanan yang melimpah


menyebabkan marak timbulnya pesaing lain yang membuat poduk olahan
dengan kedok yang sama. Maka dari itu, produsen mengakalinya dengan
selalu memodifikasi produk utama tanpa menghilangkan ciri khas produk
olahan makanan itu sendiri.

b. Kurangnya mendapat perhatian serta apresiasi dari berbagai pihak membuat


produk olahan ini sulit untuk berkembang.

2.2 Nama Produk

Nama produk yang akan dinamai pada olahan bahan makanan ini adalah CHICKEN
CORDON BLUE.

2.3 Lokasi Pembuatan Produk

Lokasi pembuatan produk beralamat : JL. Teratai Gg XVI No 4 Tabanan, Bali.

2.4 Sumber Daya Manusia

2.4.1 Penanggung Jawab Logben dan Admin

Ketut Ksatria Mas Dananjaya (24/XI MIPA 1/SMA N 1 TABANAN)

2.4.2 Penanggung Jawab Pemasaran

Sastra Mahendra (31/XI MIPA 1/SMA N 1 TABANAN)

2.4.3 Penanggung Jawab Produksi

Ketut Angga Nadiartha (23/XI MIPA 1/SMA NEGERI 1 TABANAN)

Regita Dian (36/MIPA 1/SMA NEGERI 1 TABANAN)

4
BAB III
PENGOLAHAN
3.1 Alat dan Bahan
3.1.1 Alat
 Pemukul daging  Tusuk gigi
 Mangkuk  Spatula
 Pisau  Penggorengan
3.1.2 Bahan
 Dada ayam
 Keju kraft quick melt
 Daging potongan
 4 siung bawang putih
 Garam dan lada secukupnya
 1 butir telur yang telah dikocok
 Tepung roti
 Tepung terigu
 Saus sambal dan mayonise
 Minyak goreng

3.2 Proses Produksi

 Menyiapkan alat dan bahan sesuai yang tertera diatas.


 Pertama, mengambil bagian dada ayam lalu memukul-mukul daging
menggunakan pemukul daging hingga daging menjadi lebih lebar dan
pipih.
 Baluri daging ayam dengan garam dan lada secukupnya.
 Selanjutnya, meletakkan keju dan daging potongan diatas daging ayam
yang telah dibaluri garam dan lada secukupnya.
 Menggulung daging ayam hingga benar-benar rapat, bagian daging
ayam yang masih terlepas dapat ditusuk dengan menggunakan tusuk
gigi.
 Selanjutnya, baluri kembali daging ayam yang telah digulung dengan
garam, lada, dan bawang putih secukupnya, kemudian diamkan selama
10 menit.
 Menyiapkan telur yang telah dikocok, tepung terigu, dan tepung roti
pada masing-masing wadah.
 Ayam yang telah digulung dan didiamkan kemudian diolesi tepung
terigu, lalu dicelupkan kedalam telur yang telah dikocok.
 Ayam yang telah dicelupkan ke dalam telur kocok kemudian ditaburi
dengan dengan tepung roti hingga tepung roti menutupi semua bagian
ayam.
 Memasukkan daging ayam yang telah ditaburi tepung roti ke dalam
freezer atau mesin pembeku selama 20 menit dengan tujuan agar
tepung menempel sempurna.
 Setelah 20 menit, menggoreng ayam menggunakan minyak panas
hingga berwarna coklat keemasan.
 Terakhir tiriskan ayam dan potong ayam sesuai selera lalu sajikan atau
hidangkan dengan saus sambal, mayonise, dan toping sesuai selera.
5
3.3 Dokumentasi Produksi
6

BAB IV
PEMASARAN

5.1 Segmentasi Pasar


5.1.1 Usia
Berdasarkan bahan baku pembuatan olahan makanan serta cara pengolahan
produk olahan ini hanya dapat dikonsumsi oleh usia 5 tahun ke atas. Hal ini
mempertimbangkan faktor kesehatan daripada balita yang belum cukup umur
untuk mengomsumsi makanan sejenis ini.

5.1.2 Profesi
Seluruh profesi yang di geluti masyarakat dapat menikmati produk olahan
yang kami produksi. Hal ini dikarenakan produk ini dapat digunakan sebagai
asupan sampingan yang memiliki nilai gizi dan cita rasa yang tinggi yang
memang disesuaikan dengan lidah masyarakat.
4.2 Aspek Produksi

4.2.1 Peralatan yang digunakan untuk produksi

N Alat Satuan Harga Jumlah (Rp) Penyusutan


(Unit) (Rp) (Rp)
o

1. Pemukul daging1 15.000 15.000 750

2. Mangkuk 3 4.000 12.000 400

3. Pisau 1 3.000 3.000 300

4. Spatula 1 4.000 4.000 400

5. Tusuk gigi 1 3.000 3.000 300

6. Penggorengan 1 25.000 25.000 2.000

7
4.2.2 Bahan baku yang digunakan dalam proses sekali produksi

No. Bahan Baku Satuan Jumlah (Rp)

1. Dada ayam 1 kg 20.000

2. Keju kraft quick melt 1 pcs 12.000


3. Daging potongan 1 pcs 15.000

4. Bawang putih ¼ kg 4.000

5. Garam dan lada 1 pcs 5.000

6. Telur 2 butir 2.000

7. Tepung roti 1 bungkus 3.000

8. Tepung terigu ½ kg 5.000

9. Saus sambal dan mayonise 1 botol 10.000

10. Minyak goreng 1 liter 18.000

Total 94.000

4.2.3 Jumlah tenaga kerja yang digunakan dalam usaha

Bagian Jumlah Gaji/hari (Rp) Jumlah (Rp)

Administrasi 1 orang Rp 25.000 Rp 25.000

Produksi 2 Orang Rp 20.000 Rp 40.000

Pemasaran 1 orang Rp 20.000 Rp 20.000

Total Rp 85.000

8
4.3 Aspek Keuangan

4.3.1 Biaya Variabel

No Keterangan Jumlah Jumlah (Rp)

1. Dada ayam 1 kg 20.000

2. Keju kraft quick melt 1 pcs 12.000

3. Daging potongan 1 pcs 15.000

4. Bawang putih ¼ kg 4.000

5. Garam dan lada 1 pcs 5.000

6. Telur 2 butir 2.000


7. Tepung roti 1 bngks 3.000

8. Tepung terigu ½ kg 5.000

9. Saus sambal dan mayonise 1 botol 10.000

10. Minyak goreng 1 liter 18.000

11. Tenaga kerja (administrasi) 1 orang 25.000

12. Tenaga kerja (produksi) 2 orang 40.000

13. Tenaga kerja (pemasaran) 1 0rang 20.000

Total 183.000

4.3.2 Biaya Tetap

Penyusutan Harga

Alat 4.150

Total 4.150

9
a. Total biaya (Cost)
Total biaya = Biaya Variabel + Biaya Tetap
= Rp 183.000 + Rp 4.150
= Rp 187.150

b. Harga Pokok
Harga Pokok = Total Biaya : Jumlah Produksi
= Rp 187.150 : 12
= Rp 15.600

c. Harga Jual
Harga Jual = (30 % x Harga Pokok) + Harga Pokok
= Rp 4.680+ Rp 15.600
= Rp 20.280

d. Penerimaan kotor
Penerimaan kotor = Harga barang x Jumlah Produksi
= Rp 20.280 x 12
= Rp 243.360
e. Penerimaan bersih (Laba)
Penerimaan bersih = Penerimaan kotor – Total biaya
= Rp 243.360 – Rp 187.150
= Rp 56.210

Jadi perkiraan pendapatan untuk satu kali produksi akan mendapatkan


laba/keuntungan sebesar Rp 56.210

10
4.3 Aspek Pemasaran

Berikut ini adalah beberapa cara promosi yang akan kami lakukan :

 Melakukan penjualan langsung, cara ini lumayan efektif karena langsung


bertemu dengan pembeli dan bisa langsung mempromosikan produk yang di
jual.

 Melalui internet/media sosial, cara ini efektif memberikan informasi yang


lebih kepada orang karena saat ini orang banyak membuka internet/media
sosial seperti: facebook, instagram dan lain - lain.

 Price-off deals, yaitu menjualkan produk olahan dilakukan dengan


memberikan potongan harga langsung di tempat pembelian.

 In-store sampling, yaitu dengan memberikan contoh produk olahan di dalam


toko atau suatu dagang.
4.5 BEP (Break Event Point)

BEP Produksi = Total biaya : Harga jual


= Rp 187.150: Rp 20.280
= 9 Chicken Cordon Blue
BEP Harga = Total biaya : total produksi
= Rp 187.150 : 12
= Rp 15.600

11
BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Pemanfaatan terhadap peluang dan perkembangan dunia kuliner dalam upaya pemenuhan
kebutuhan akan makanan, menuntut segala inovasi-inovasi gebrakan makanan untuk
dihadirkan. Salah satunya adalah pemanfaatan bahan makanan hewani atau nabati untuk
dijadikan bahan olahan berbagai jenis makanan internasional baik yang asli ataupun yang
sudah dimodifikasi agar sesuai dengan lidah masyarakat Indonesia. Pemanfaatan terhadap
peluang ini dapat memberikan nilai tambah dalam membuka peluang usaha yang
potensial untuk membuka usaha makanan internasional serta mengurangi jumlah
pengangguran dalam masyarakat.

5.2 Saran
Kami menyadari proposal dan produk olahan makanan Chicken Cordon Blue yang kami
buat masih jauh dari sempurna, maka dari itu, kami mohon kritik dan saran yang sifatnya
membangun dari pembaca sekalian.

12