Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN TUGAS MANAJEMEN

PELATIHAN FUNGSIONAL PERAWAT AHLI


DI RUANG BEDAH 17
RSUD. SYAIFUL ANWAR MALANG

OLEH :

KELOMPOK GAWAT DARURAT


1. PURWADI ,S,Kep,Ns
2. EKO SUGIYONO ,S.Kep,Ns
3. KUSNO,S.Kep,Ns
4. MUSLIMAH, S.Kep,Ns

PELATIHAN JABATAN FUNGSIONAL PERAWAT AHLI


MURNAJATI LAWANG
TAHUN 2012
KEGIATAN PRAKTEK MANAJEMEN DI RUANG BEDAH 17
RSUD.SAIFUL ANWAR MALANG

I. HARI I
a. Identifikasi situasi ruangan (M1 ,M2, M3)
1). M1 = Man ( tenaga dan Pasien )
a). Jumlah
Perawat PNS /PHL : 16
POS : 5
CS : 3

b). Pendidikan S2 Kep :-


S1 Kep : 2 orang
D4 Kep :-
D3 Kep : 14 orang
SPK : 2 orang
SMP : 3 orang
SMA : 3 orang

c). Golongan IV A :-
IIIC – IIID : 1 orang
IIIA – IIIB : 1 orang
IIC - IID : 6 orang
II B : 3 orang
PHL :

d). Pengalaman Kerja : 0 - 2 th : 4 orang


3 - 5 th : 8 orang
6 -10 th : 2 orang
10 – 20 th : 13 orang
21 – 30 th :-
Lebih 30 th :-

e). Umur 25 – 35 th : 12 orang


36 – 45 th : 15 orang
46 – 55 th :-
56 – 60 th :-

f). Status perkawainan kawin : 23 orang


belum : 4 orang

g). Pelatihan Manajemen : 2 orang


Pembimbing Klinik : 5 orang
BLS : 14 orang
PPGD : 24 orang
EKG : 2 orang
Perawatan luka : 16 orang
Kemoterapi : 6 orang
Pemberian obat : 5 orang

2). Pasien
a). TT Jumlah : 32 buah

jumlah pasien /hari : 21 pasien / hr


jumlah pasien /bulan : 60 – 70 pasien /bulan

b). BOR Per hari : 70 %


Per bulan : 65 -70 %

c) Penyakit yang terbanyak : Tahun 2011 :1. Fraktur


2. COR
3. BPH

d). Status Pasien : Umum


Askes
Jamsostek

e). Jumlah pasien meninggal tahun 2011 : 11 orang

b. M2 Method
Metode MPKP yang digunakan adalah metode Tim dengan pertimbangan
ketergantungan pasien maka jumlah tenaga perawat sudah mencukupi dan
dukungan sarana prasarana di ruang bedah 17 terpenuhi. Untuk dinas pagi
jumlah 6 perawat, 1 karu, 2 katim dan 4 Perawat pelaksana. Dinas sore dan
malam hanya 1 katim dan 3 perawat pelaksana. 5 orang lepas jaga / libur

c. M3 Material
Dalam meningkatkan pelayanan yang lebih baik dukungan material baik
mulai dari linen, alkes, alsih, komaliwan, mebelair terpenuhi. Untuk linen
perbandingan 1 tt : 3 linen, sehingga pergantian bisa dilakukan dengan baik.
Alat rawat luka 1;1 sejumlah 7 set, untuk alat rawat luka dirasa sudah cukup
disebabkan untuk perawatan luka tidak terlalu banyak sehari hanya 4-5 klien,
kondisi ruangan kurang bersih, ventilasi kurang.
STRUKTUR ORGANISASI RUANG ICU
RSUD. SAIFUL ANWAR MALANG

METODE TIM
DINAS PAGI

KARU

KATIM I KATIM II

PA 1 PA 5 PA 4
PA 3

PA 2

PASIEN PASIEN PASIEN PASIEN

PASIEN

PEKARYA
ADA 6 ORANG
PEMBAHASAN

Kelompok Manajemen Bedah setelah melakukan identifikasi Man,Method and Material dapat
mengetahui gambaran umum secara nyata. Hasil yang didapatkan di ruang Bedah 17 RSU
Syaiful Anwar untuk tenaga perawat dan sarana prasarana sudah dapat mendukung metode
MPKP yaitu metode Tim yang dipilih.

Mengapa metode Tim lebih dipilih oleh ruang Bedah, karena diruang bedah menggunakan
metode Tim sangat membantu dalam memberikan pelayanan yang optimal.

Untuk menjawab mengapa metode Tim yang dipilh oleh ruang Bedah 17 maka jawaban nya
cukup bijaksana karena tenaga perawat cukup terpenuhi hanya kualifikasi pendidikan yang
belum tercapai terlihat dari data S1 2 orang ,D3 14 orang . Adapun kelebihan dari metode
Tim adalah lebih efektif , koordinasi lebih bagus, Kelemahan metode Tim sering terjadi
konflik antar Tim itu sendiri, sehingga Katim harus pintar mencari solusi dalam manajemen
konflik tersebut.

Dari metode diatas dimana memiliki kelebihan dan kekurangan maka ruang Bedah 17
menerapkan metode Tim dalam bentuk structural tetapi dalam operasionalnya menggunakan
metode Tim Modifikasi sehingga lebih cocok metode yang di pilih adalah metode Tim

Dalam pelaksanaan metode Tim ,Karu, Katim, Perawat Asosiate dan Pekarya menjalankan
sesuai dengan Uraian Tugas masing-masing. Dan penilaian kinerja untuk ruang Bedah 17
baik Karu , Katim dan Perawat Asosiate menunjukan nilai yang cukup memuaskan dalam
berkarya. Hal ini disampaikan karena ruang Bedah 17 sadar betul tentang kompetisi , dimana
kepuasan pasien sangat penting dan utama untuk menjadi indicator mutu pelayanan di ruang
tersebut.