Anda di halaman 1dari 22

DAFTAR ISI

Halaman Sampul…………………………………………………………….... i
Kata Pengantar………………………………………………………………... ii
Daftar Isi……………………………………………………………………… iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang……….…………………………………………………… 1
1.2 Rumusan Masalah……..………………………………………………….. 1
1.3 Tujuan...…………………………………………………………………... 2
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Penyelenggaraan Makanan di Industri.…………………..……. 3
2.2 Tipe-tipe Penyelenggaraan Makanan di Industri………………………..… 4
2.3 Pengertian Spesifikasi Bahan Makanan..…………………………….......... 4
2.4 Tujuan Spesifikasi Bahan Makanan..........................................….……….. 5
2.5 Contoh Spesifikasi Bahan Makanan………………………………...…….. 5
2.6 Contoh Surat Permintaan Bahan Makanan………………………………... 18
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan……………………………………………………………….. 20
3.2 Saran………………………………………………………………………. 20
Daftar Pustaka………………………………………………………………… 21
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Gizi adalah suatu proses organisme menggunakan makanan yang dikonsumsi


secara normal melalui proses digesti, absorpsi, transportasi, penyimpanan,
metabolisme, dan pengeluaran zat-zat yang tidak digunakan untuk mempertahankan
kehidupan, pertumbuhan dan fungsi normal dari organ-organ serta menghasilkan
energi.

Pada mulanya Ilmu Gizi merupakan bagian dari Ilmu Kesehatan Masyarakat, tetapi
kemudian mengalami pengembangan yang sangat pesat, sehingga memisahkan diri dan
menjadi ilmu disiplin sendiri. Namun demikian, ilmu gizi masih dianggap tetap sebagai
bagian dari rumpun Ilmu Kesehatan Masyarakat.

Zat gizi (nutrient) adalah bahan-bahan kimia yang diperlukan tubuh untuk hidup,
tumbuh, bergerak dan menjaga kesehatannya, dan sumber bahan-bahan kimia itu
berasal dari makanan. Zat gizi merupakan unsur yang terkandung dalam makanan yang
memberikan manfaat bagi kesehatan manusia. Masing-masing bahan makanan yang
dikonsumsi memiliki kandungan gizi yang berbeda. Zat gizi yang terkandung dalam
makanan tersebut berbeda-beda antara makanan yang satu dengan yang lainnya.
Perbedaan tersebut dapat berupa jenis zat gizi yang terkandung dalam makanan,
maupun jumlah dari masing-masing zat gizi.

Penyelenggaraan makanan adalah suatu rangkaian kegiatan dimulai dari


perencanaan menu sampai dengan pendistribusian makanan kepada konsumen, dalam
cita rasa, standar hygine dan kebersihan.

1.2 Rumusan Masalah

1. Apa pengertian penyelenggaraan makanan di industri?

1
2. Apa saja tipe-tipe penyelenggaraan makanan di industri?

3. Apa pengertian spesifikasi bahan makanan?

4. Apa tujuan spesifikasi bahan makanan?

5. Bagaimana contoh spesifikasi bahan makanan?

6. Bagaimana contoh surat permintaan bahan makanan?

1.3 Tujuan

1. Untuk mengetahui pengertian penyelenggaraan makanan di industri.

2. Untuk mengetahui tipe-tipe penyelenggaraan makanan di industri.

3. Untuk mengetahui pengertian spesifikasi bahan makanan.

4. Untuk mengetahui tujuan spesifikasi bahan makanan.

5. Untuk mengetahui contoh spesifikasi bahan makanan.

6. Untuk mengetahui contoh surat permintaan bahan makanan.

2
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Penyelenggaraan Makanan di Industri

Penyelenggaraan makanan di industri mulai dikembangkan di berbagai industri


tekstil dan sebagainya. Pemberian makanan bagi karyawan pabrik atau perusahaan
sampai saat itu masih dikaitkan dengan pemberian jaminan kesejahteraan.
Penyelenggaraan makanan yang didasarkan atas kebutuhan karyawan akan zat gizi
agar memperoleh tingkat kesehatan yang optimal yang memungkinkan tercapainya
produktivitas kerja maksimal baru dilaksanakan pada awal abad ke-20. Tujuan
penyelenggaraan makanan pun berubah menjadi meningkatkan produktivitas kerja
yang berarti peningkatan produksi (Moehyi 1992).

Menurut Mukrie (1990), pelayanan gizi institusi atau tenaga kerja adalah suatu
bentuk penyelenggaraan makanan masal yang sasarannya di pabrik, perusahaan dan
perkantoran. Tujuan dari diadakannya penyelenggaraan makanan bagi tenaga kerja ini
adalah untuk mencapai tingkat kesehatan dan stamina pekerja yang sebaik-baiknya,
agar dapat diciptakan suasana kerja yang memungkinkan tercapainya produktivitas
kerja yang maksimal.

Faktor yang mendorong perkembangan penyelenggaraan makanan industri


menurut Mukrie (1990) adalah sebagai berikut:

1. Tumbuhnya kesdaran dan keyakinan para pengusaha industri bahwa pelayanan


makanan di institusi tempat karyawan bekerja akan meningkatkan produktivitas
kerja karyawan.

2. Lokasi tempat kerja yang jauh dari pemukiman dan berbagai hambatan transportasi
tidak memungkinkan karyawan pulang ke rumah untuk makan.

3. Berbagai kemajuan sebagai hasil pembangunan telah membuka kesempatan bagi


para wanita untuk memperoleh pekerjaan di luar rumah. Terbatasnya waktu mereka
di rumah tidak memungkinkan mereka menyiapkan makanan di rumah.

3
2.2 Tipe-tipe Penyelenggaraan Makanan di Industri

Berdarkan penggunaan bahan makanannya, tipe penyelenggaraan makanan di


industri sebagai berikut:

1. Konvensional

Konvensional yang berarti semua dari bahan mentah dari pasar. Semi Konvensional
yang berarti menggunakan juga makanan dibeli dalam bentuk sudah jadi (kue, roti, dll).

2. Makanan terpusat (Commissary Food Service)

Diproduksi secara massal di dapur pusat dengan peralatan otomatis dan peralatan
canggih. Kemudian didistribusikan ke beberapa penyelenggara makanan institusi
dengan keadaan makanan yang panas, dingin, ataupun beku.

3. Dengan bahan siap masak (Ready Prepared)

Makanan dimasak dan didinginkan atau dibekukan beberapa saat/hari sebelum


disajikan. Dapat disajikan sesuai jadwal. Membutuhkan freezer dan pendingin besar
juga membutuhkan oven microwave untuk memanaskan.

4. Dengan makanan olahan siap dipanaskan (Assembly Serve System)

Dibeli dalam bentuk makanan beku dari industri makanan, kemudian disimpan lalu
dipanaskan dan siap disajikan.

Penyelenggaraan makanan di industri termasuk kepada tipe makanan terpusat.


Pada industri, makanan diproduksi secara massal atau banyak, bisa dengan bantuan alat
canggih atau dengan tenaga manusia. Makanan dibuat di dapur pusat yang kemudian
didistribusikan ke institusi seperti di industri.

2.3 Pengertian Spesifikasi Bahan Makanan

Spesifikasi bahan makanan yang akan dibeli dibuat dan diperlukan untuk
mewujudkan kesamaan dalam pencapaian kualitas bahan makanan dan dalam upaya

4
pengawasan harga makanan. Standard spesifikasi ini harus disederhanakan, lengkap
tetapi jelas dan memuat tentang hal-hal berikut ini:
1. Nama produk harus jelas.
2. Ukuran dan tipe unit.
3. Tingkat kualitas atau grande.
4. Umur bahan makanan.
5. Tingkat makanan.
6. Warna bahan makanan.
7. Jumlah porsi.
8. Jumlah buah/biji/kg.
9. Identifikasi pabrik.
10. Keterangan khusus lain yang diperlukan.

2.4 Tujuan Spesifikasi Bahan Makanan

Tujuan spesifikasi bahan makanan adalah supaya ada kesamaan antara pembeli
dan penjual dan tercapai kualitas bahan makanan yang diinginkan. Tujuan lain dari
spesifikasi bahan makanan adalah sebagai perlindungan terhadap konsumen, sebagai
pengawasan harga dan bahan makanan menjadi terjamin.

Di negara-negara maju spesifikasi bahan makanan berkaitan dengan Undang-


Undang bahan makanan, sedangkan di Indonesia masih ada kelonggaran meskipun
sudah ada ketetapannya. Misalkan:

1. Ikan tongkol tanpa tulang, berat bersih per ekor 1 kg dan daging kenyal.

2. Ayam negeri bersih dan segar, umur 4 minggu, berat 900 gram, tanpa kaki, tanpa isi.

Dalam spesifikasi bahan makanan boleh dicantumkan cara pengiriman.

2.5 Contoh Spesifikasi Bahan Makanan


2.5.1 Jenis Bahan Makanan

5
1. Makanan Pokok

No. Bahan Makanan Spesifikasi

1 Beras Giling - Beras C4, bersih, bulir beras tidak pecah, warna
beras tidak gelap. Bebas hama dan penyakit.
- Tidak bau Apex, asam dan bau sing lainnya.
- Bebas dari campuran bekatul.
- Bebas dari bahan kimia.

2 Ketan Putih - Ketan bersih, butir tidak pecah, warna putih.


Bebas hama dan penyakit.
- Tidak bau apek, asam dan bau asing lainnya.
- Bebas dari campuran bekatul.
- Bebas dari bahan kimia.

3 Tepung Beras - Tepung beras merk rose.


- Warna putih terang.
- Tidak ada kotoran, serangga dan benda asing.
- Tidak menggumpal.
- Baunya tidak apek, asam atau berbau lain.

4 Tepung Terigu - Tepung terigu protein tinggi.


- Warna putih bersih.
- Berat per kemasan 1kg.
- Tidak ada kotoran, serangga dan benda asing.
- Tidak menggumpal.
- Baunya tidak apek, asam atau berbau lain.

6
5 Tepung Ketan Putih - Tidak menggumpal.
- Kemasan tidak robek atau rusak.
- Tidak menimbulkan bau apek.

6 Tepung Panir - Tepung roti merk kobe dengan berat per bungkus
1kg.
- Warna cream.
- Tidak ada kotoran, serangga dan benda asing.
- Tidak menggumpal.
- Baunya tidak apek, asam atau berbau lain.
- Kadar air maksimal.
- Kemasan tidak sobek atau rusak.

7 Roti Tawar - Tidak bau apek atau bau asing lainnya.


- Bebas dari kotorang.
- Berwarna putih.
- Bebas dari bahan kimia.

8 Kentang - Kentang lokal.


- Warnanya putih kekuning-kuningan.
- Bentuknya bulat lonjong. Permukaannya rata.
- Kulitnya tidak ada kotoran, tidak berlubang
ataupun lecet, tidak ada hama dan tidak bau
busuk.
- Kentang berumur tua dengan kulit kentang kuat.
- Berat 1 kentang rata-rata 60gram.

7
9 Bihun - Warnanya putih.
- Bihun utuh tidak terpotong-potong.
- Kemasannya tidak rusak dan berlubang.
- Bihun keras.

10 Ubi Jalar Ungu - Bebas bau apek, masih dalam keadaan utuh,
tidak terpotong-potong.
- Kulit tidak lecet, tidak berlubang.
- Bebas dari hama.
- Warna kulit ungu, warna isi ungu segar.

11 Jagung Kuning - Bebas bau busuk, asam, dan bau asing lainnya.
- Bebas dari hama, penyakit. Bebas dari bahan
kimia.
- 1 tongkol jagung beratnya 150gram.

2. Lauk Hewani

No. Bahan Makanan Spesifikasi

1 Ikan Kakap - Matanya cembung.


- Tidak bau amis dan busuk.
- Tidak berlendir.
- Sisiknya masih utuh.
- Insangnya merah.
- Tekstur daging ikan masih kenyal tidak lunak.
- Disimpan dalam keadaan beku.

8
2 Ikan Mas - Matanya cembung.
- Tidak bau amis dan busuk.
- Tidak berlendir.
- Sisiknya masih utuh.
- Insangnya merah.
- Tekstur daging ikan masih kenyal tidak lunak.
- Disimpan dalam keadaan beku.

3 Udang - Udang galah.


- Kenampakan utuh.
- Berwarna cerah.
- Ruas-ruas udangnya kokoh.
- Baunya segar tidak amis.
- Teksturnya sangat elastis, kompak dan padat.
- Kepala, kulit, ekor masih utuh.
- Bersih dari jeroan.
- Besarnya sedang dengan berat 1 ekor udang
10gram.
- Kemasan udang menggunakan plastik kedap
udara dan dalam keadaan beku

4 Daging Sapi - Daging sapi has dalam. Bersih dari lemak.


- berwarna merah segar.
- Dagingnya tebal. Tekstur dagingnya kompak.
- Bebas dari warna-warna memar. Baunya tidak
busuk

9
- Tidak ada mikroba.
- Kemasan daging menggunakan plastik kedap
udara dan dalam keadaan beku.

5 Daging Kambing - Daging kambing has dalam. Bersih dari lemak.


- Dagingnya tebal.Tekstur dagingnya kompak.
- Berwarna merah segar.
- Bebas dari warna-warna memar. Baunya tidak
busuk.
- Tidak ada mikroba.
- Kemasan daging menggunakan plastik kedap
udara dan dalam keadaan beku

6 Ayam - Ayam negeri atau broiler tanpa kulit.


- Masih segar, tidak berbau amis berwarna putih
segar.
- Kemasan tidak rusak dan kedap udara dalam
keadaan beku.

7 Telur - Telur ayam negeri.


- Permukaan telur mulus tidak terdapat kotoran.
- Kulit telur tidak retak.
- Apabila di kocok tidak menimbulkan suara.
- Berat rata-rata telur 55 gram.
- Kemasan telur menggunakan trai.

10
3. Lauk Nabati

No Bahan Makanan Spesifikasi

1 Tempe - Tempe kedelai murni.


- Tidak bau apek atau bau asing lainnya.
- Bebas dari kotoran.
- Berwarna putih.
- Bebas dari bahan kimia.
- Kemasan menggunakan plastik.

2 Tahu - Tahu kedelai.


- Tidak bau apek atau bau asing lainnya.
- Bebas dari kotoran.
- Berwarna putih.
- Bebas dari bahan kimia.
- Berat 1 tahu 50gram.
- Kemasan menggunakan plastik.

3 Kacang Hijau - Warna hijau.


- Tidak berbau.
- Tidak ada kotoran

4 Kelapa - Warna putih.


- Teksturnya sedikit keras.
- Berbentuk bulat.

11
5 Santan - Santan kental.
- Kemasan tidak rusan dan penyok.
- Tidak berbau busuk.
- Tidak menggumpal.

4. Sayur-sayuran

No Bahan Makanan Spesifikasi

1 Wortel - Wortel import, warnanya orange, tidak


berlubang.
- Tidak ada hama, tidak busuk, berat 1 buah rata-
rata 250gram.
- Dikemas menggunakan plastik.

2 Sawi Hijau - Warnanya hijau segar, tidak berlubang, tidak


ada hama.
- Tidak busuk, dikemas menggunakan plastik.

3 Kajang Panjang - Kacang panjang, warnanya hijau segar, tidak


berlubang.
- Tidak ada hama, dan tidak busuk.
- Berat 1 ikat 100gram, kemasan menggunakan
plastik.

4 Kacang Ijo - Warnanya hijau segar, tidak berlubang.


- Tidak ada hama, tidak busuk.
- Baru dipetik.
- Tidak patah.

12
5 Buncis - Warnanya hijau segar, besar buncis sama, tidak
berlubang, tidak ada hama, tidak busuk.
- Dikemas menggunakan plastik.

6 Labu Siam - Warnanya hijau segar, besar labu sama, tidak


berlubang, tidak ada hama, tidak busuk, tidak
lecet.
- Dikemas menggunakan plastik.

7 Bayam - Warnanya hijau segar, tidak berlubang, tidak


ada hama
- Tidak busuk, tidak berair, dikemas
menggunakan plastik.

8 Terong - Warnanya hijau segar, besar terong sama, tidak


berlubang, tidak ada hama, tidak busuk, tidak
lecet, tidak bau apek.
- Dikemas menggunakan plastik.

9 Kangkung - Warnanya hijau segar, kangkung lokal, tidak


busuk, tidak berulat, tidak terpotong-potong.
- Ukuran perikat sebesar genggaman, dikemas
perikat menggunakan plastik crap.

10 Jamur Kuping - Warna putih, ukurannya 3-4 ruas jari.


- Jamur dalam keadaan segar.
- Tidak ada bercak hitam.
- Tidak busuk.
- Jamur dalam keadaan utuh.

13
5. Buah-buahan

No. Bahan Makanan Spesifikasi

1 Semangka - Bentu bulat, tidak terdapat ulat atau busuk.


- Warna hijau, warna daging merah.
- Berat rata rata 500gr – 1kg.
- Aroma segar dan tidak beraroma busuk.
- Tidak terdapat biji, matang di pohon.
- Tidak lecet.

2 Pepaya - Bentu lonjong, warna oranye, matang di pohon.


- Tidak lecet, tidak busuk.

3 Apel - Bentuk bulat, warna merah.


- Berat rata – rata 90gr – 110gr, tidak busuk.
- Tidak terdapat ulat, tidak lecet, matang di
pohon.

4 Jambu Biji - Bentuk bulat, tidak busuk, warna hijau.


- Warna isi merah mudah, tidak berulat, tidak
lecet.
- Tidak hitam.

5 Nanas - Kulit tidak lecet.


- Berwarna kuning segar.
- Tidak ada bercak pada buah nanas.
- Tidak busuk.

14
6 Pisang (Raja SUsu, - Bentuk lonjong, warna kuning, matang di
Raja Uli, Ambon) pohon.
- Berat rata–rata 70–100 gr, tidak busuk.
- Tidak lecet, tidak hitam.

6. Susu

No. Bahan Makanan Spesifikasi

1 Susu Kental Manis - Bentuk kental, tidak berbau busuk.


- Warna putih, kemasan tidak rusak.

2 Yoghurt - Kental, warna putih, kemasan tidak bocor.


- Aroma tidak busuk.

3 Keju - Bungkus utuh tidak terbuka.


- Kemasan tidak berlubang.

7. Minyak

No. Bahan Makanan Spesifikasi

1 Minyak Kelapa - Warna kuning keemasan, tidak menggumpal.


- Tidak tengik, minyak goreng merk bimoli.

2 Margarin - Kemasan utuh tidak berlubang


- Tidak berbau tengik
- Berwarna kekuningan

15
8. Serba-serbi

No. Bahan Makanan Spesifikasi

1 Gula Pasir - Tidak menggumpal, warna putih.


- Tidak bersemut, kemasan masih baik.

2 Gula Aren - Warna merah, bentuk lonjong.


- Tidak rusak, dikemas dengan plastik.

3 Kecap - Warna hitam, bungkus tidak rusak.


- Tidak kadaluarsa, aroma tidak busuk.

2.5.2 Contoh Spesifikasi Bahan Makanan


NO. NAMA BAHAN MAKANAN DAN KUALITAS SATUAN
GOLONGAN 1 (DAGING)
PENGIRIMAN BAHAN DALAM KOTAK ALUMINIUM/
PLASTIK TERTUTUP
1. AYAM NEGERI (BROILER) Bersih, segar, umur 4 minggu, Ekor
berat min. 0,9 kg/ekor, tanpa kaki, leher dan isi.
2. DAGING BISTIK SAPI: Sapi muda, segar, bistik kepala, tak Kg
ada urat/ gemuk, tanpa es, izin DKK.
GOLONGAN 2 (IKAN DAN KERANG)
PENGIRIMAN DALAM KOTAK ALUMINIUM/ PLASTIK
TERTUTUP
3. IKAN TONGKOL: Segar, berkilat, kenyal, 1kg/ ekor Kg
4. UDANG: Segar, berkulit, putih tidak berbau, berat max. 10 ekor/ Kg
100gr.
GOLONGAN 3 (TELUR)
PENGIRIMAN DALAM BAKI TELUR KHUSUS 30 BUTIR

16
5. TELUR AYAM NEGERI: Segar, kulit mulus, berat max. 16 Kg
butir/ kg
GOLONGAN 4 (SAYUR MAYUR)
PENGIRIMAN DALAM KERANJANG BAMBU
BERTUTUP/ KARDUS/ KANTONG KERTAS
6. BAYAM: Segar, muda, bersih, tanpa akar, panjang 05 cm Kg
7. KACANG PANJANG: Segar, muda, hijau, bersih, tak berulat Kg
8. WORTEL: Segar, bersih, tak berdaun, panjang gagang max. Kg
10cm besar 2,5 cm, muda
GOLONGAN 5 (BUAH – BUAHAN)
PENGIRIMAN DALAM KERANJANG BAMBU/ KARDUS
TERTUTUP
9. PEPAYA MASAK: Segar, masak pohon, berat min. 2 kg/ bh Kg
10. PISANG AMBON: Tua, tanpa bonggol, max. 07 bh/kg Kg
GOLONGAN 6 (KACANG KERING)
PENGIRIMAN DALAM KARUNG GONI/ KANTUNG
KERTAS
11. KACANG HIJAU: Kering, padat, bersih tanpa batu, tua, hijau Kg
GOLONGAN 7 (HASIL KACANG – KACANGAN)
PENGIRIMAN DALAM KOTAK ALUMINIUM/ PLASTIK
TERTUTUP/ TEMPE DALAM KERANJANG BAMBU
TERTUTUP
12. TEMPE: Murni, segar, bersih, tidak asam, kualitas no. 1 Kg
GOLONGAN 8 (BUMBU KERING)
PENGIRIMAN DALAM KARDUS/ KANTONG KERTAS
13. MICIN: Kering, bersih, merek roycko/ sasa Kg
14. BAWANG PUTIH: Kering, bersih, padat, tua, besar, rata, tidak Kg
busuk.
GOLONGAN 9 (BERAS DAN PENUKARNYA)

17
PENGIRIMAN DALAM KARUNG GONI/ KARUNG KAIN,
KARDUS DAN KOTAK ALUMINIUM/ PLASTIK
TERTUTUP
15. BERAS: Kering, bersih, murni, tidak apek, beras kotamobagu Kg
16. MIE KERING: Kering, bersih tidak apek, murni, merk mie 2 Kg
telor, 100gr/ boks
GOLONGAN 10 (ISI ROTI)
GOLONGAN 11 (GULA DAN MINYAK)
GOLONGAN 12 (MINUMAN DAN SUSU)

2.6 Contoh Surat Permintaan Bahan Makanan


FORMULIR KEBUTUHAN BAHAN MAKANAN (FKBM)
DI RUMAH SAKIT UMUM SILUMBAK MEDAN
TRIWULAN II (APRIL, MEI DAN JUNI)
TAHUN: 2019
NO. BAHAN SATUAN JUMLAH TOTAL
MAKANAN PASIEN PEGAWAI
1. DAGING SAPI Kg 250 300
2. DAGING AYAM Kg 50 0 70

Surat permintaan bahan makanan (SPBM) REKANAN


SPBM sesuai dengan surat perjanjian jual beli (SPJB)
SPJB sesuai dengan surat permintaan penawaran harga (SPPH)

SURAT PERMINTAAN BAHAN MAKANAN


NO:……
SESUAI DENGAN SPJB NO:……. TENTANG ………
HARAP DIKIRIM PADA TANGGAL TERSEBUT DIBAWAH INI BERUPA:

18
NO. BAHAN SAT BANYAKNYA JUML HARGA JUMLAH
MAKANAN TANGGAL AH SATUAN HARGA
1 2 3 DST
1. DAGING SAPI Kg 50 40 50 140 20.000 2.800.000
2. DAGING Kg 10 15 10 35 10.000 350.000
AYAM

TOTAL HARGA PENERIMAAN Rp. ………….

19
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Penyelenggaraan makanan yang didasarkan atas kebutuhan karyawan akan zat gizi
agar memperoleh tingkat kesehatan yang optimal yang memungkinkan tercapainya
produktivitas kerja maksimal baru dilaksanakan pada awal abad ke-20. Tujuan
penyelenggaraan makanan pun berubah menjadi meningkatkan produktivitas kerja
yang berarti peningkatan produksi (Moehyi 1992). Adapun Tipe-tipe Penyelenggaraan
Makanan di Industri yaitu Konvensional, Makanan terpusat (Commissary Food
Service), Dengan bahan siap masak (Ready Prepared) dan Dengan makanan olahan
siap dipanaskan (Assembly Serve System).

Spesifikasi bahan makanan yang akan dibeli dibuat dan diperlukan untuk
mewujudkan kesamaan dalam pencapaian kualitas bahan makanan dan dalam upaya
pengawasan harga makanan. Tujuan spesifikasi bahan makanan adalah sebagai
perlindungan terhadap konsumen, sebagai pengawasan harga dan bahan makanan
menjadi terjamin. Contoh spesifikasi bahan makanan yaitu makanan pokok, lauk
hewani, lauk nabati, sayur-sayuran, buah-buahan, susu, minyak dan serba-serbi.
Contoh surat permintaan bahan makan berdasarkan Surat permintaan bahan makanan
(SPBM) REKANAN, SPBM sesuai dengan surat perjanjian jual beli (SPJB), dan SPJB
sesuai dengan surat permintaan penawaran harga (SPPH).

3.2 Saran

Untuk bisa lebih berhati-hati dalam meyelenggarakan makanan ke berbagai


institusi sehingga bisa mengurangi terjadinya masalah gizi. Dalam spesifikasi bahan
makanan juga harus diperhatikan sehingga kebutuhan karyawan akan zat gizi agar
memperoleh tingkat kesehatan yang optimal yang memungkinkan tercapainya
produktivitas kerja maksimal.

20
DAFTAR PUSTAKA

Departemen Gizi dan Kesehatan Masyarakat. 2014. Gizi dan Kesehatan Masyarakat.
Jakarta: Rajawali Pers

Jauhari, Ahmad. 2013. Dasar-dasar Ilmu Gizi. Yogyakart: Jaya Ilmu

Marryana A, Bambang W. 2012. Pengantar Gizi Masyarakat. Jakarta: KENCANA


PRENADA GROUP

Purba, Redolf. 2004. Manajemen Makanan Institusi (Gizi Institus). Manado: Fakultas
Kedokteran Universitas Sam Ratulangi

21