Anda di halaman 1dari 2

STROKE

AHA/ASA GUIDELINE
- Early management of acute ischemic stroke:
IV tissue plasminogen activator (tPA) – time dependent, within 3 hours of last known, door-to-
needle time <60 minute in >50% patients treated with IV tPA.
Noncontrast head CT and glucose  prior to IV tPA
Mechanical thrombectomy  urgent CT angiogram or MR angiogram
Aspirin  within 24-48 hours after stroke onset.
Stroke iskemik
perdosi
- Kumpulan gejala deficit neurologis akibat gangguan fungsi otak akut baik fokal or global yang
mendadak , disebabkan karena berkurangnya atau hilangnya aliran darah di parenkimm otak,
retina aatau medulla spinalis yg dapat disebabkan karena penyumbatan atau pecahnya arteri or
vena yang dibuktikan dengan pemeriksaan imaging dan atau patologis
- Gang.global  gangguan kesadaran
- Gang.fokal lumpuh satu sisi/kedua sisi, lumpuh satu ekstremitas, lumpuh otot penggerak bola
mata, lumpuh otot dalam proses menelan, gang.keseimbangan, gang.penghidu, gang.penglihatan,
gangguan pendengaran, gang.fungsi somatic sensoris, gang.neurobehavioral (atensi, memori,
bicara verbal, mengerti pembicaraan, visiospsial.
- Pemfis  penurunan gcs, kelumpuhan saraf kranial, kelemahan motoric, deficit sensorik,
gangguan otonom, gang.neurobehavior
- Kriteria diagnosis:
Ada gejala deficit neurologis global atau beberapa/salah satu deficit neurologis fokal terjadi
mendadak dengan bukti gambaran neuroimaging (CT-scan atau MRI)
- Dd stroke hemoragik
- Pemeriksaan penunjang CT scan + CT angiography/MRI + MRA otak, EKG, Doppler carotis,
transcranial Doppler, lab (hematologic rutin, gula darah sewakktu, fungsi ginjal (ureum,
kreatinin), aPTT, PT, INR, gula darah puasa dan 2 jam PP, HbA1c, profil lipid, CRP, LED),
thorax foto, urinalisa, echocardigrafi, pemeriksaan neurobehavior (fungsi luhur)
- Tatalaksana:
Umum:
Stabilisasi airway dan breathing
Stabilisasi hemodinamik
Pengendalian tekanan intracranial (mannitol)
Pengendalian kejang (terapi anti kejang)
Analgetik dan antipiretik
Pencegahan DVT dan emboli paru  heparin atau LMWH

Spesifik:
Trombolisis IV (alteplase 0,6-0,9 mg/kgBB, jika onset iskemik <6jam)
Terapi endovascular  trombektomi mekanik, dg oklusi karotis interna atau pembuluh darah
intracranial, onset<8 jam
Manajemen hipertensi nicardipin, ARB, ace-inhibitor, calcium antagonist, beta blocker, diuretic
Manajemen gula darah  insulin, antidiabetik oral
Pencegahan stroke sekunder  antiplatelet:aspirin, clopidogrel, cilostazol atau antikoagulan:
warfarin, dabigatran, rivaroxaban
Neuroprotekto - piracetam
Perawatan di unit stroke
Neurorehabilitasi

- Prognosis: dubia adbonam

Journal
- Stroke is a syndrome. 2 types of stroke: ischemic (85%) or hemorrhagic (15%)
- Ischemic stroke syndrome  due to 25% cardiembolic, 25% arteroembolic (large-artery disease),
25% lacunar (small-vessel disease)
- Symptoms  neurologic deficit of sudden onset, depend upon the affected region of the brain,
- Stroke in left hemisphere: aphasia, right hemiparesis and right hemiaminopia
- Stroke in right hemisphere: left hemispatial neglect, left hemiparesis and left hemianopia.
- Majority (90%) of stroke are supratentorial  FAST (facial droop, arm drop, speech disturbance
and time)
- Posterior infratentorial stroke: diplopia, bulbar palsies, dysphagia, unilateral dysmetria and
incoordination, reduced level of consciousness
- National institute of health stroke scale (NIHSS)
- Imaging mainly by head CT
- MRI to detect brain ischemia in transient ischemic attact or minor stroke and modality of choise
where deficit is very mild
- Within 4,5 hours onset of ischemic stroke, IV recombinant tissue plasminogen activator
(alteplase)
- Endovascular treatment  thrombectomy

IT
- Penyumbatan salah satu pembuluh darah akan menyebabkan iskemia dalam 5 menit
- Stroke iskemik  embolik atau thrombotic
- Tesumbat aliran darah ke otak
- Patofisiologi  factor vessel (pembuluh darah, viskositas, tekanan darah)  iskemia 
perubahan biokimia secara seluler  kematian sel  gejala deficit neurologis
- Prinsip tatalaksana: Mengembalikan fungsi daerah penumbra (daerah iskemik yang revesible)
- Penumbra rusak karena hipoperfusi, hiperglikemia, demam, kejang.
- Cerebral blood flow <8ml/100g/min = neuronal death
- Cerebral blood flow 8-18 = neuronal dysfunction (penumbra)
- Gejala: onset mendadak lemak atau pada muka lengan kaki, pada satu sisi
- Mendadak bingung, gang,bucara, gang.melihat, tiba2 pusing, hilang keseimbangan
- SEGERA: SENYUMAN, GERAKAN, BICARA.
- FAST: FACE ARM SPEECH TIME/TRANSPORT
- CT does not show new stroke, so use MRI !!!
- tPa <3 hours
- glukosa darah serum harus <140 mg/dl, dikontrol dg insulin subkutan dg skala luncur
- komplikasi stroke: aspirasi pneumonia, urinary infection, DVT, pulmonary embolus, dpresi,
kejang
- pencegahan STROKE: seimbang gizi, tekanan darah normal, rokok indari, olahraga teratur,
kurangi lemak, enyahkan stress