Anda di halaman 1dari 8

Kelompok 10:

Ni Wayan Ardyanti 24
I Kadek Yogi Anggara 28
Ni Putu Lia Sumertiasih 31
Ni Putu Ayu Gita Purwiti Dewi 32

PENGUNGKAPAN PENUH DALAM PELAPORAN KEUANGAN

PRINSIP PENGUNGKAPAN PENUH


FASB Concepts Statement No. 1 menyatakan bahwa beberapa informasi yang
bermanfaat lebih baik disajikan dalam laporan keuangan dan beberapa lainnya lebih baik
disajikan dengan menggunakan media pelaporan keuangan selain laporan keuangan. Profesi
akuntansi telah menerapkan prinsip pengungkapan penuh yang berlaku bagi pelaporan
keuangan atas setiap fakta keuangan yang cukup signifikan untuk mempengaruhi pertimbangan
pembaca yang menerima informasi itu.
1. Peningkatan Persyaratan Pelaporan
Persyaratan pengungkapan telah meningkat pesat, penyebabnya beragam beberapa
diantaranya ialah: Kerumitan Lingkungan Bisnis, Kebutuhan Akan Informasi yang Tepat
Waktu dan Akuntansi sebagai Alat Pengendalian dan Pemantauan.
2. Pengungkapan Diferensial
Suatu kecendrungan atau tren terhadap pengungkapan diferensial juga telah terjadi.
Sebagai contoh, SEC mensyaratkan bahwa informasi substantif tertentu harus dilaporkan
kepadanya. Walaupun informasi tersebut tidak terdapat dalam laporan tahunan kepada
pemegang saham.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Catatan merupakan alat akuntan untuk merinci atau menjelaskan pos-pos yang
disajikan dalam batang tubuh laporan keuangan. Informasi yang berkaitan dengan pos-pos
spesifik dari laporan keuangan dapat dijelaskan dalam istilah kualitatif, dan data-data
pelengkap yang bersifat kuantitatif dapat disediakan untuk memperluas informasi dalam
laporan keuangan.
1. Kebijakan Akuntansi
Kebijakan akuntansi suatu entitas adalah prinsip serta metode akuntansi spesifik yang
digunakan dan dianggap apaling tepat untuk menyajikan laporan keuangan entitas tersebut
secara wajar. Kebijakan itu merekomendasikan bahwa laporan yang menyebutkan
kebijakan akuntansi yang dipakai dan diikuti oleh entitas pelapor juga harus disajikan
sebagai bagian integral dari lapran keuangan. Pengungkapan ini harus diberikan sebagai
catatan awal atau dalam bagian ikhtisar kebijakan akuntansi signifikan yang terpisah
sebelum catatan atas lapran keuangan.
2. Catatan-catatan Umum
Catatan-catatan umum lainnya diantaranya:
• Persediaan. Dasar diamana jumlah persediaan yang dinyatakan dan metode yang
digunakan untuk menetukan biaya(LIFO, FIFO, harga pokok pokok rata-rata dan
lainnya) juga harus dilaporan.
• Properti, Pabrik, dan Peralatan. Dasar penilaian untuk properti, pabrik, dan peralatan
yang dinyatakan: Dasar itu biasanya merupakan biaya historis.
• Klaim Kreditor. Umumnya dilaporakan sifat dan biaya klaim kredit.
• Klaim pemegang ekuitas. Banyak perusahaan menyajikan jumlah sahamnya yang
diotorisasi, diterbitakan, dan beredar serta nominalnya.
• Kontijensi dan komitmen. Laporan atas kerugian dan keuntungan kontijensi yang tidak
diungkapan di laporan keuangan.
• Pajak yang ditangguhkan, pension, dan leasing.
• Perubahan prinsip akuntansi. Laporan perubahan pedoman untuk pelaporan pada setiap
jenisnya.
MASALAH PENGUNGKAPAN
1. Pengungkapan Transaksi atau Peristiwa Khusus
Transaksi pihak terkait, kesalahan dan ketidakwajaran, serta tindakan melawan hukum
merupakan masalah yang sensitif dan sulit. Seorang akuntan diharapkan untuk melaporkan
substansi ekonomi dan bukannya format hukum dari transaksi tersebut serta membuat
pengungkapan yang memadai. FASB Statement no 57 mengharuskan pengungkapan
berikut untuk transaksi pihak terkait yang material:
1. Sifat hubungan pihak yang terlibat
2. Uraian tentang transaksi (termasuk transaksi di mana tidak ada jumlah atau jumlah
nominal yang terlibat) untuk setiap periode di mana laporan laba rugi disajikan.
3. Jumlah uang yang terlibat dalam transaksi untuk setiap periode di mana laporan laba
rugi disajikan
4. Jumlah yang terhutang dari atau kepada pihak terkait pada setiap tanggal neraca
disajikan.
2. Peristiwa Setelah Tanggal Neraca (Peristiwa Kemudian)
Catatan atas laporan keuangan harus menjelaskan setiap peristiwa keuangan siginifikan
yang terjadi setelah tanggal neraca formal, tetapi sebelum laporan keuangan akhir
diterbitkan. Peristiwa ini disebut peristiwa setekah tanggal neraca.
Dua jenis peristiwa atau transaksi yang terjadi setelah tanggal neraca mungkinmemiliki
pengaruh yang material terhadap laporan keuangan atau mungkin perlu dipertimbangkan
untuk menginterpretasi laporan keuangan itu secara akurat:
1. Peristiwa yang memberikan bukti tambahan tentang kondisi yang ada pada tanggal
neraca, yang mempengaruhi estimasi yang digunakan dalam penyiapan laporan
keuangan, dan oleh sebab itu mengakibatkan diperlukannya penyesuaian.
2. Peristiwa yang memberikan bukti tentang kondisi yang tidak ada pada tanggal neraca
tetapi muncul sesudah tanggal neraca dan tidak membutuhkan penyesuaia laporan
keuangan.
3. Pelaporan untuk Perusahaan yang Terdiversifikasi
Jika hanya angka konsolifasi yang tersedia bagi analis, maka banyak informasi tentang
komposisi angka-angka tersebut tersembunyi dalam angka agregat. Tidak ada cara untuk
mendapatkan informasi dari dari data konsolidasi tentang kontribusi dari beragam lini
produk terhadap profitabilitas, risiko, dan potensi pertumbuhan perusahaan.
Perusahaan akan selalu ragu mengungkapkan data segmental karena alasan-alasan berikut:
a. Tanpa dilengkapi oleh pengetahuan usaha yang mendalam serta pemahaman atas
faktor-faktor penting seperti lingkungan kompetitif dan kebutuhan investasi modal,
seorang investor mungkin menganggap bahwa informasi segmentasi tidak berarti atau
bahkan menarik kesimpulan yang tidak tepat tentang laba segmen yang dilaporkan
b. Pengungkapan tambahan mungkin merugikan perusahaan pelapor karena membantu
perusahaan pesaing, serikat pekerja, pemasok dan badan-badan pemerinta tertentu.
c. Pengungkapan tambahan mungkin mencegah manajemen untuk mengambil risiko
usaha yang cermat karena segmen yang melaporkan kerugian atau laba yang kurang
memuaskan mungkin menyebabkan rasa tidak puas pemegang saham terhadap
manajemen
d. Variasi yang luas di antara perusahaan-perusahaan dalam memilih segmen-segmen,
alokasi biaya, dam masalah akuntansi lainnya telah mematasi manfaat informasi
segmental
e. Para investor melakukan investasi pada perusahaan secara keseluruhan dan bukan pada
bebarapa segmen tertentu. Sehingga kinerja salah satu segmen bukan merupakan
masalah jika kinerja secara keseluruhan dianggap memuaskan
f. Beberapa masalah teknis tertentu, seperti klasifikasi segmen serta alokasi pendapatan
dan biaya segmen terutama biaya bersama merupakan hal yang tidak dapat dihindari.

Tujuan Pelaporan Segmental


• Memahami dengan lebih baik kinerja perusahaan
• Menilai dnegan lebih baik prospek arus kas bersih di masa depan
• Membuat lebih banyak pertimbangan yang cermat tentang perusahaan secara
keseluruhan
Prinsip-Prinsip Dasar
FASB Statement no 131 mengharuskan bahwa laporan keuangan bertujuan umum
mencakup informasi tertentu atas dasar satu segmentasi. Metode yang dipilih disebut
sebagai pendekatan manajemen. Pendekatan Manajemen ini didasarkan pada cara
manajemen memilah-milah eprusahaan untuk membuat keputusan operasi.. Pendekatan
manajemen itu berfokus pada informasi tentang komponen-komponen bisnis yang
digunakan manajemen untuk menbuat keputusan operasional. Komponen-komponen
tersebut disebut sebagai segmen operasi.
Mengidentifikasi segmen operasi
Suatu segemen operasi merupakan komponen perusahaan:
• Yang bergerak dalam kegiatan usaha yang menghasilkan pendapatan dan
menimbulkan beban
• Yang hasil operasinya dikaji secara teraturn oleh para pembuat keputusan utama
perusahaan untuk menilai knerja segmen dan mengalokasikan sumber daya kepada
segmen tersebut
• Yang Informasi keuangannya tersedia dan dihasilkan oleh atau didasarkan pada sistem
pelaporan keuangan internal.
Suatu segmen operasi akan dianggap signifikan dan karenanya, diidentifikasi
sebagai segmen yang dapat dilaporkan jika memenuhi satu atau lebih batasan kuantitatif
berikut:
a. Pendapatannya (termasuk penjualan kepada pelanggan eksternal dan penjualan
atau transfer antarsegmen) mencapai 10% atau lebih dari total pendapatan
seluruh segmen operasi perusahaan
b. Jumlah absolute dari laba rugi mencapai 10% atau lebih dari jumlah absolute
(a) laba operasi gabungan dari seluruh segmen operasi yang mengalami laba,
atau (b) kerugian gabungan dari seluruh kegiatan segmen operasi yang
melaporkan kerugian
c. Aktiva yang dapat diidentifikasikannya mencapai 10% atau lebih dari aktiva
gabungan seluruh segmen operasi
Prinsip-Prinsip Pengukuran
Prinsip-prinsip akuntansi yang digunakan untuk pengungkapan segmen tidak harus
sama dengan prinsip-prinsip yang digunakan untuk membuat laporan konsolidasi.
Fleksibilitas ini mungkin akan tampak seperti inkonsistensi. Namun, menyiapkan
informasi segmen sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum merupakan hal
yang sulit karena beberapa prinsip tersebut diperkirakan tidak berlaku pada tingkatan
segmen.
Infromasi Segmen yang Dilaporkan
FASB mengharuskan perusahaan untuk melaporkan :
a. Informasi umum tentang segmen-segmen operasinya
b. Laba dan rugi segmen serta informasi terkait
c. Aktiva segmen
d. Rekonsiliasi
e. Informasi tentang produk dan jasa serta lokasi geografis
f. Pelanggan utama
LAPORAN INTERIM
Laporan interim adalah laporan yang mencakup periode yang kurang dari satu tahun.
Terdapat dua sudut pandang tentang laporan interim diantaranya. Salah satu pandangan
(pandangan terpisah) berpendapat bahwa setiap periode interim harus diperlakuakn sebagai
periode akuntansi yang terpisah. Pandangan yang lain (pandangan integral) berpendapat bahwa
laporan interim merupakan bagian integral dari laporan tahunan dan bahwa penangguhan serta
akrual harus memperhitungkan apa yang akan terjadi sepanjang tahun.
Persyaratan Laporan Interim
Profesi akuntansi mengidentifikasikan bahwa prinsip akuntansi yang sama digunakan
untuk laporan tahunan yang harus digunakan jugan pada laporan interim. Metode penetapan
persediaan harus sama untuk laporan interim seperti halnya laporan tahunan. Akan tetapi
terdapat pengecualian diantaranya:
1. Perusahaan dapat mengguanakan metode laba kotor dalam penetapan harga persediaan
interim, tetapi membutuhkan pengungkapan atas metode dan penyesuaian.
2. Jika persediaan LIFO dilikuidasi pada tanggal interim dan dapat diperkirakan akan berganti
di akhir tahun , maka harga pokok penjualan harus mencangkup perkiraan biaya pengganti
dasar LIFO.
3. Penurunan harga pasar persediaan tidak dapat ditangguhkan setelah periode interim kecuali
bersifat sementara dan diperkirakan tidak mengalami kerugian.
4. Varians yang direncanakan sesuai sistem biaya standar yang akan diserap biasanya
ditangguhkan.
Masalah Unik Pelaporan Interim
1. Biaya iklan dan biaya sejenis yang harus ditangguhkan pada periode interim karena biaya
tersebut harus dilaporkan saat terjadinya transaksi.
2. Beban yang akan disesuakan di akhir tahun harus diestimasi pada periode interim.
3. Pajak pengehasilan, karena tidak semua laba kena pajak.
4. Pos-pos luar biasa, seperti keuntungan dan kerugian yang tidak biasa.
5. Penyajian Laba per saham menjadi masalah dalam pelaporan laporan interim.
6. Faktor musiman, terjadi apabila penjualan terjadi pada periode singkat dari suatu tahun
namun biayanya merata sepanjang tahun.
7. Kontroversei yang berlanjut.
LAPORAN AUDITOR DAN MANAJEMEN
1. Laporan Auditor
Seorang auditor adalah seorang akuntan prefesional yang melakuakan pemerikasaan
independen atas data akuntansi yang disajikan oleh perusahaan. Jika auditor yakin bahwa
laporan keuangan telah menyajikan posisi keuangan hasil operasi, dan arus kas secara wajar
sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum, maka pendapat wajar tanpa
pengecualian akan diberikan.
Dalam menyiapan laporan ini auditor mengutip standar-satandar pelaporan yaitu:
1. Laporan harus suadah disajikan sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku.
2. Laporan tersebut harus mengidentifikasi situasi dimana prisip-prisip itu tidak dianut
secara konsisten selama periode berjalan dibandingkan dengan periode sebelumnya.
3. Pengungkapan informatif dalam laporan keuangan akan dianggap memadai kecuali
dinyatakan sebaliknyapada laporn tersebut,
4. Laporan tersebut harus mencangkup suatu pernyataan pendapat tentang laporan
keuangan secara keseluruhan atau situasi asersi untuk memengaruhi bahwa pendapat
tidak dapat diberikan.
2. LAPORAN MANAJEMEN
Pembahasan dan Analisis Manajemen.
Pembahasan dan Analisis Manajemen mencangkup tiga aspek keuangan dari bisnis
perusahaan diantaranya likuiditas, sumber daya modal, dan hasil operasi. Bagian ini
mengharuskan manajemen memperhatikan kecendrungan yang menguntukan atau
merugikan serta mengidentifikasi peristiwa yang memengaruhi.
Tanggung Jawab Manajemen terhadap Laporan Keuangan.
Manajemen bertanggung jawab terhadap penilaian atas, sistem pengendalian internal.
3. MASALAH PELAPORAN YANG DIHADAPI SAAT INI
1. Pelaporan tentang Peramalan dan Proyeksi Keuangan
Peramalan keuangan adalah satu set pernyataan keuangan prospektif yang
menyajikan posisi keuangan perusahaan diharapkan, hasil usaha, dan arus kas.
Proyeksi keuangan adalah pernyataan keuangan prospektif yang ada, diberikan satu
atau lebih hipotesis asumsi, posisi keuangan yang diharapkan entitas, hasil usaha, dan
arus kas. Perbedaan antara peramalan keuangan dengan proyeksi keuangan adalah
bahwa peramalan keuangan mencoba memberikan informasi tentang apa yang
diharapkan sedaangkan proyeksi keuangan dapat memberikan informasi tentang apa
yang mungkin terjadi, walaupun tidak harus yang diharapkan terjadi.
2. Pelaporan Keuangan dengan Internet
Hampi semua perusahaan berisi link ke laporan keuangan mereka dan pengungkapan
lainnya untuk:
• Memungkinkan perusahaan untuk berkomunikasi dengan lebih mudah dan cepat
dengan pemakai.
• Memungkinkan pengguna laporan keuangan untuk mengambil keuntungan dari
alat, seperti mesin pencari.
• Dapat membantu membuat laporan keuangan lebih relevan dengan memungkinkan
perusahaan untuk melaporkan data terpilah yang diperluas.
3. Kecurangan Pelaporan Keuangan
Kecurangan pelaporan keuangan adalah perilaku yang tidak disengaja atau lalai,
baik berupa tindakan maupun penghapusan, yang menyebabkan menyesatkan pada
laporan keuangan secara material.
Beberapa penyebab kecurangan ini adalah keinginan untuk untuk mendapatkan
harga saham yang lebih tinggi atau penawaran hutang, untuk menghindari default pada
perjanjian pinjaman, atau untuk membuat keuntungan pribadi (kompensasi tambahan,
promosi) tertentu.
Kecurangan pelaporan keuangan umumnya dikarenakan:
• ketiadaan dewan direksi atau komite audit.
• Pengendalian akuntansi internal yang lemah atau tidak ada.
• Transaksi yang rumit tidak biasa.
• Estimasi akuntansi yang membutuhkan pertimbangan subyektif yang signifikan.
• Staf audit internal tidak efektif.