Anda di halaman 1dari 27

1

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pendidikan merupakan arahan bagi manusia agar tumbuh sesuai dengan apa
yang ada pada diri dan lingkungannya untuk menjadi jati diri yang hakiki. Upaya yang
dapat dilakukan untuk mewujudkan hal tersebut, penyelenggaraan pendidikan harus
sesuai dengan Undang-Undang (UU) dan Peraturan Pemerintah (PP) mengenai sistem
Pendidikan Nasional.
Pada Peraturan Pemerintah No 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan yang menyangkut standar sarana dan prasarana pendidikan secara nasional
pada BAB VII Pasal 42 dengan tegas disebutkan bahwa setiap satuan pendidikan wajib
memiliki sarana yang meliputi perabot, peralatan pendidikan, media pendidikan, buku
dan sumber belajar lainnya, bahan habis pakai serta perlengkapan lainnya yang
diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan.
Setiap satuan pendidikan wajib memiliki prasarana yang meliputi lahan, ruang kelas,
ruang pimpinan satuan pendidikan, ruang pendidik, ruang tata usaha, ruang
perpustakaan, ruang laboratorium, ruang bengkel kerja, ruang unit produksi, kantin,
tempat olahraga, tempat bermain, dan ruang atau tempat yang diperlukan untuk
menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan. Berdasarkan
Permendikbud No 137 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan PAUD.
Standar sarana dan prasarana adalah kriteria tentang persyaratan pendukung
penyelenggaraan dan pengelolaan pendidikan anak usia dini secara holistic dan
integratif yang memanfaatkan potensi. Sarana dan prasarana sekolah merupakan salah
satu faktor penunjang dalam pencapaian keberhasilan proses belajar mengajar di
sekolah. Tentunya hal tersebut dapat dicapai apabila ketersediaan sarana dan prasarana
yang memadai disertai dengan pengelolaan secara optimal.
Perkembangan anak adalah proses perubahan kualitatif yang mengacu pada
kualitas fungsi organ-organ jasmaniah, dan bukan pada organ-organ jasmaniah,
sehingga penekanan arti perkembangan terletak pada penyempurnaan fungsi psikologis
yang termanifestasi pada kemampuan fisiologis. Pertumbuhan dan perkembangan anak
dapat diidentifikasi meliputi beberapa hal. Menurut Hurlock perkembangan dan
pertumbuhan anak meliputi perkembangan sosial, jasmani, bahasa, sosial. Arthur
mengidentifikasi ada empat dimensi perkembangan anak, yaitu perkembangan sosial

1
2

dan emosional, perkembangan fisik, perkembangan kognitif, dan perkembangan


bahasa.
Motorik adalah semua gerakan yang mungkin dapat dilakukan oleh seluruh
tubuh, sedangkan perkembanagna motorik dapat disebut sebagai perkembngan dari
unsur kematangan dan pengendalian derak tubuh. Perkembnagn motorik dibagi
menjadi dua yaitu, motorik kasar dan halus. Motorik kasar adalah gerakan tubuh yang
menggunakan otot-otot besar atau sebagian berar atau seluruh tubuh yang dipengaruhi
kematangan anak itu sendiri. Sedangkan motorik halus adalah gerakan yang dilakukan
bagian-bagian tubuh tertentu dan hanya melibatkan bagian kecil otot tubuh, gerakan ini
tidak memerlukan tenaga tapi perlu koordinasi antara mata dan atngan. Gerakan
motorik halus merupakan gerakan latihan dan belajar dengan memperhatikan
kematangan fungsi organ motoriknya.
Sarana dan prasarana merupakan salah satu sumber daya pendidikan yang perlu
dan penting untuk dikelola dengan baik serta merupakan bagian yang tidak dipisahkan
dari manajemen pendidikan. Seperti gedung, tanah, perlengkapan administrasi sampai
pada sarana yang digunakan langsung dalam proses belajar mengajar di kelas.
Dalam makalah ini kami akan mengkhususkan pembahasan dalam Jenis-jenis Sarana
dan Prasarana Pengembangan Kemampuan Motorik Anak Usia Dini.

B. Rumusan Masalah
Dari latar belakang di atas didapat rumusan masalah sebagai berikut:
1. Apa pengertian sarana dan prasarana?
2. Apa saja persyaratan sarana dan prasarana yang baik?
3. Bagaimana prasarana di lingkungan sesuai dengan rentang usia?
4. Apa saja prinsip sarana dan prasarana?
5. Apa saja fungsi sarana dan prasarana pada PAUD?
6. Apa saja manfaat sarana dan prasarana?
7. Apa saja kebutuhan sarana bermain pada anak usia dini?
8. Bagaimana prosedur pengelolaan sarana dan prasarana AUD?
9. Apa saja jenis-jenis sarana PAUD?

C. Tujuan
Adapun tujuan dari rumusan masalah di atas adalah sebagai berikut:
1. Mengetahui pengertian sarana dan prasarana

2
3

2. Mengetahui persyaratan sarana dan prasarana yang baik


3. Mengetahui prasarana di lingkungan yang cocok untuk anak usia dini
4. Mengetahui prinsip-prinsio sarana dan prasarana
5. Mengetahui fungsi sarana dan prasarana pada PAUD
6. Mengetahui manfaat sarana dan prasarana
7. Mengetahui kebutuhan sarana bermain pada anak usia dini
8. Mengetahui prosedur sarana prasarana pada PAUD
9. Mengetahui jenis jenis sarana dan prasarana.

D. Manfaat
Manfaat yang didapat dari pembuatan makalah ini adalah kami bisa lebih memahami
berbagai aspek dan informasi tentang sarana dan prasarana pengembangan motorik
sehingga dapat digunakan dan diterapkan sebagai bekal untuk menjadi calon pendidik
yang profesional.

3
4

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Sarana Dan Prasarana


Sarana adalah perangkat alat dan bahan yang menunjang program kegiatan
pengembangan pendidikan anak usia dini, sedangkan prasarana adalah tempat kegiatan
pendidikan anak usia dini yang memenuhi syarat tertentu.
Sarana dan prasarana pengembangan keterampilan motorik adalah semua alat
dan kelengkapan pengembangan yang digunakan anak usia dini untuk memenuhi naluri
bermainnya dan dimanfaatkan pendidik dalam mendukung kebrhasilan penyelengaraan
pengembangan keterampilan motorik pada anak usia dini. (Rachman, 1997).
Alat pengembangan keterampilan motorik merupak semua bentuk dan jenis
benda/barang yang dapat digunakan untuk memperkaya perbendaharaan gerak
(movement vocabulary) dalam proses pengembangan keterampilan motorik anak usia
dini. Sedangkan kelengkapan keterampilan motorik adalah semua unsur penunjang
yang dibutuhkan agar proses pengembangan motorik anak usia dini dapat terselenggara
dengan optimal seperti halaman sekolah, lapangan bermain, gedung, dan ruang atau
bangsal.

B. Persyaratan Sarana Dan Prasarana


1. Persyaratan Umum
a. Persyaratan Lahan
Persyaratan pengelolaan prasarana di lembaga PAUD, terkait dengan
lahan pendirian lembaga PAUD, antara lain memperhatikan hal-hal berikut:
a) Lahan sesuai dengan peruntukan lokasi yang diatur dalam Rencana Umum
Tata Ruang (RUTR) daerah setempat.
b) Luas lahan disesuaikan dengan jenis layanan, jumlah anak, dan kelompok
usia yang dilayani, minimal 3 m2 per anak.
c) Kondisi tanah harus stabil dan memiliki daya dukung yang cukup baik
untuk menerima beban bangunan.
d) Lokasi tidak berdekatan dengan pusat pencemaran lingkungan, seperti:

4
5

 Pencemaran air (PP No. 20/1990 tentang Pengendalian Pencemaran Air)


dan bahan-bahan kimia yang membahayakan, misalnya limbah
pabrik/industri.
 Kebisingan (Kemenag KLH No. 94/MENKLH/1992 tentang Baku Mutu
Kebisingan) misalnya tepi jalan raya yang rentan dengan suara knalpot
kendaraan bermotor, sepanjang rel kereta api, landasan
pesawat/helikopter.
 Pencemaran Udara (Kemenag KLH No. 02/MENKLH/1988 tentang
Pedoman Penetapan Baku Mutu Lingkungan), misalnya polusi udara oleh
pabrik/industri, asap kendaraan bermotor, dan tempat pembuangan
sampah,
 Saluran udara tegangan tinggi (SUTET)
b. Persyaratan Bangunan
Persyaratan pengelolaan prasarana di lembaga PAUD terkait dengan
bangunan, secara umum memperhatikan hal berikut:
a) Bangunan memenuhi persyaratan keselamatan konstruksi yang kokoh dan
stabil, tahan gempa, serta dilengkapi dengan sistem perlindungan untuk
mencegah dan menanggulangi bahaya seperti kebakaran, banjir, petir, dan
lain-lain.
b) Bangunan memenuhi persyaratan kesehatan dan kenyamanan, seperti
mempunyai ventilasi udara dan pencahayaan yang memadai, memiliki
sanitasi air (saluran air bersih, saluran air kotor/limbah, saluran air hujan),
tempat pembuangan sampah, dilengkapi instalasi listrik
c) Sekurang-kurangnya memiliki ruangan yang dapat digunakan untuk
melakukan aktivitas anak yang terdiri dari ruang dalam dan ruang luar,
kamar mandi dan/jamban/WC yang dapat digunakan untuk kebersihan diri
dan BAK/BAB dengan air bersih yang cukup
d) Bangunan memenuhi persyaratan aksesibilitas, termasuk bagi anak
berkebutuhan khusus
c. Persyaratan Meubel
Meubel adalah salah satu bagian dari prasarana PAUD yang digunakan
dalam kegiatan belajar melalui bermain yang dapat dipindahkan dan disusun,

5
6

serta disediakan sesuai dengan keperluan serta dapat digunakan secara langsung
dan tidak Iangsung.
a) Jenis dan Fungsi
Dilihat dari fungsinya, jenis meubel dapat dikelompokkan menjadi:
 Meubel penunjang belajar anak, seperti: meja dan kursi anak, lemari atau
rak penyimpanan alat bermain, loker anak, papan pajangan hasil karya
anak, rak sepatu, gantungan tas, dll.
 Meubel penunjang kegiatan kelembagaan, seperti: meja dan kursi guru,
meja dan kursi tamu, lemari guru, rak penyimpanan data anak, dll.
b) Jumlah
Meubel disesuaikan dengan keperluan dan tuntutan aktivitas anak didik
dalam kegiatan belajar melalui bermain. Misalnya jumlah loker disesuaikan
dengan jumlah anak didik yang ada dalam satu kelompok usia.
c) Ukuran dan Bentuk
Ukuran dan bentuk meubel disesuaikan dengan faktor Antropometri dan
Ergonomi.
 Antropometri pada dasarnya mempelajari cara penentuan ukuran meubel
berdasarkan pertimbangan dimensi tubuh peserta didik.
 Ergonomi mempelajari cara penentuan bentuk dan ukuran meubel
berdasarkan pertimbangan kenyamanan peserta didik untuk melakukan
aktivitas.
d) Spesifikasi
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar anak nyaman menggunakan
meja dan kursi, yaitu:
 Ukuran tinggi kaki kursi anak sama dengan panjang kaki anak dari
telapak kaki sampai dengan lutut, sehingga telapak kaki rata dengan
lantai dan bagian bawah paha tidak menekan tempat duduk.
 Cukup jarak antara bagian bawah meja dengan paha anak
 Posisi siku kira-kira sama tinggi dengan daun meja
 Sandaran untuk punggung tepat di bawah tulang belikat
 Cukup antara jarak antara sandaran dan bidang dudukan ( contoh
terlampir )

6
7

e) Desain meubel disesuaikan dengan pertumbuhan dan aspek psikologis anak


didik dengan mempertimbangkan:
 Mudah pembuatan dan dapat diproduksi secara masal
 Mudah pemeliharaan dan mudah dibersihkan
 Mempunyai pola dasar sederhana, mudah digabungkan atau berdiri
sendiri
 Mudah dan ringkas untuk disimpan dan disusun
 Fleksibel sehingga mobilitas perabot tinggi
f) Bahan Meubel
Pemilihan bahan harus diusahakan dari bahan lokal yang kuat dan mudah
didapat.
 Untuk bahan dari kayu, digunakan kayu keras yang tidak mudah Iapuk
seperti: jati, mahoni, sukai, nyatoh, dsb. Untuk bahan dari logam atau
besi harus tahan karat dan kuat.
 Untuk pemilihan bahan/material yang akan digunakan harus menjamin
keamanan dan kenyamanan anak.
 Dari bahan kayu Bagian tepi dan permukaan kayu harus bersih dari
serpihan berujung tajam (splinter). Permukaan kasar dapat disebabkan
oleh tidak bersihnya pemotongan atau penghalusan material.
 Bahan Kawat dan batang logam Prasarana tertentu terkadang
memerlukan kawat atau batang logam untuk mendukung fungsinya.
Karena itu, untuk menjaga keamanan anak bermain, kawat atau batang
logam itu harus lulus uji bahwa jika patah tidak menimbulkan ujung
runcing dan tepi tajam, tidak berkarat/korosi.
2. Persyaratan Khusus
a. Jika ruangan menggunakan partisi sebagai pembatas, maka gunakan partisi
setinggi anak saat berdiri
b. Penataan ruangan memfasilitasi semua aspek perkembangan anak
c. Penataan ruangan dapat diakses dengan mudah oleh anak
d. Jika ruangan bertingkat, kemiringan tangga maksimal 300 dengan lebar pijakan
minimal 30 cm dan tinggi minimal 15 cm.
e. Lantai mudah dibersihkan dan tidak licin

7
8

f. Dapur harus bersih, aman dan bisa diakses anak dengan pengawasan
pendidik/orang dewasa
g. Dinding dan perabot menggunakan warna-warna natural yang membangun
antusias anak dalam belajar
h. Dinding sebaiknya tidak dilukis agar dapat dimanfaatkan sesuai dengan konsep
pembelajaran
i. Ruang kegiatan di dalam harus memiliki pintu yang memadai untuk akses keluar
dan masuk ruangan serta dapat dikunci dengan baik saat tidak digunakan
j. Jika kegiatan belajar dilaksanakan di luar /di halaman maka dipilih area yang
datar, bersih dan aman untuk anak. Bila diperlukan, alas bermain dapat
menggunakan karpet, tikar atau bahan lain yang aman untuk anak
k. Kamar mandi dapat diakses langsung, baik dari dalam maupun dari luar ruangan
l. Tempat kegiatan yang berhubungan dengan air perlu memperhatikan: sumber
air, lantai yang tidak licin, dan sanitasi agar air tidak menggenang dan tidak
membahayakan anak
m. Memiliki jalur evakuasi apabila terjadi bahaya.
C. Prasarana di Lingkungan
Pembelajaran AUD Anak adalah unik dan memiliki kebutuhan yang berbeda-beda
berdasarkan tahapan usia dan perkembangannya. Anak batita (usia di bawah tiga tahun)
membutuhkan tempat yang banyak untuk aktifitas makan, mengganti popok, tidur,
eksplorasi fisik dan visual. Persyaratan Prasarana PAUD tersebut di atas berlaku untuk
seluruh kelompok usia layanan PAUD, tetapi terdapat persyaratan khusus yang terkait
dengan kebutuhan dan karakteristik untuk masing-masing kelompok usia. Adapun
pembagian kelompok usia, mengacu pada standar PAUD, yaitu yang meliputi 0-,2
tahun, 2-,4 tahun, dan kelompok usia 4- ≤6 tahun.

USIA
0 - <2 TAHUN 2 - <4 TAHUN 4 - ≤6 TAHUN
a. Memiliki ruang tidur,
a. Memiliki ruang a. Memiliki ruang
dan ruang bermain,
bermain anak usia 2-4 bermain anak usia 4-6
yang dilengkapi dengan
tahun, yang dikelilingi tahun, yang dikelilingi
cermin besar, matras
dengan beragam dengan beragam
1. Ruang bersih dan berukuran
permainan dan buku permainan dan buku
luas
cerita yang disusun cerita yang disusun
b. Adanya tempat untuk
dengan rapi dan mudah dengan rapih dan mudah
menyimpan peralatan
dijangkau anak. dijangkau anak.
bayi

8
9

c. Area bagi ibu untuk b. Tempat yang bersih b.Tempat yang bersih
menyusui dan cukup luas untuk dan cukup luas untuk
d. Memiliki area tenang anak bisa berjalan, anak bisa berjalan,
sebagai ruang khusus berlari, melompat dan berlari, melompat dan
jika bayi sedang merasa bermain aktif serta dapat bermain aktif serta dapat
tidak nyaman atau sakit digunakan untuk kegiatan digunakan untuk
sehingga tidak stimulasi lainnya kegiatan stimulasi
tercampur dengan anak c. Adanya tempat untuk lainnya
lainnya meletakkan atau c. Adanya tempat untuk
e. Area untuk mengganti menggantung peralatan meletakkan atau
popok dan ganti baju yang dibawa anak seperti menggantung peralatan
tas. yang dibawa anak seperti
tas.
a. Lemari es untuk
menyimpan ASI atau
wadah yang dapat
digunakan untuk
menjaga kualitas ASI
(maksimal 8 jam)
b. Penghangat ASI dan a. Piring, garpu, sendok
makanan bayi makan dan gelas untuk a. Piring, garpu,sendok
c. Gelas minum , piring anak yang diberi nama makan dan gelas untuk
2. makan, sendok bayi b. Meja dan kursi untuk anak yang diberi nama
Perabot yang diberi nama makan dan minum. b. Peralatan untuk
d. Alat penghalus c. Peralatan untuk membersihkan diri,
makanan membersihkan diri, BAK/BAB dan mandi
e. Tempat tidur bayi BAK/BAB dan mandi
dengan peralatan tidur
yang bersih dan aman
seperti kasur atau
matras, bantal kecil,
selimut, perlak dan
seprei serta alas tidur

D. Prinsip Prasarana Dan Sarana PAUD


1. Prinsip Prasarana PAUD
Penyediaan prasarana PAUD perlu disesuaikan dengan jumlah anak, kondisi
sosial, budaya, dan jenis layanan PAUD dengan prinsip :
a. Aman
b. Nyaman
c. Memenuhi kriteria kesehatan bagi anak
d. Sesuai dengan tahap perkembangan anak
e. Memanfaatkan potensi dan sumber daya yang ada di lingkungan sekitar

9
10

2. Prinsip Sarana PAUD


Prinsip-prinsip sarana PAUD antara lain : 1. Aman bagi anak, yaitu: a. Terbuat
dari bahan yang aman dan sehat bagi anak (tidak berjamur, tidak kasar yang
menimbulkan luka, tidak berkarat, tidak beracun, dan tidak berbau). b. Sesuai bentuk
dan ukurannya bagi anak: tidak runcing (ujung runcing minimal 2 mm), tidak tajam
(tepi tajam minimal 0,3 mm), tidak terlalu kecil sehingga mudah tertelan anak (untuk
anak usia 3 tahun kebawah diameter minimal 3,17 cm) 2. Sesuai usia dan tingkat
perkembangan anak sehingga dapat mengembangkan kemampuannya. 3.
Mengandung nilai pendidikan 4. Memanfaatkan potensi dan sumber daya yang ada
di lingkungan sekitar, termasuk barang bekas yang layak pakai. 5. Menarik dan
mendorong anak untuk bereksplorasi dan bereksperimen. 6. Awet/tidak mudah
pecah dan rusak.
E. Fungsi Prasarana dan Sarana PAUD
1. Fungsi dari prasarana PAUD antara lain :
a. Melengkapi lingkungan main dengan prasarana yang tepat untuk anak :
b. Mendukung kelancaran proses belajar anak di lembaga PAUD
c. Meningkatkan efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan PAUD dengan
penempatan prasarana yang tepat
d. Mengembangkan karakter positif pada anak
2. Fungsi dari sarana PAUD antara lain :
a. Sebagai alat untuk mengoptimalkan seluruh aspek perkembangan anak.
b. Sebagai pendukung terselenggaranya kegiatan bermain anak.
c. Sebagai alat bantu dalam mempermudah penyampaian materi belajar kepada
anak
F. Manfaat Sarana Dan Prasarana PAUD
1. Manfaat dari sarana PAUD antara lain :
a. Kegiatan bermain/belajar menjadi lebih menarik dan efektif;
b. Menumbuhkan motivasi dan minat anak dalam bermain/belajar
c. Mengoptimalkan perkembangan anak
2. Manfaat dari prasarana PAUD antara lain :
a. Menumbuhkan rasa aman dan nyaman
b. Memotivasi anak dalam kegiatan pembelajaran
c. Terselenggarakannya layanan PAUD dengan baik
d. Proses pembelajaran PAUD menjadi lebih optima

10
11

G. Kebutuhan Sarana Bermain Pada Anak Usia Dini


Berikut ini penjelasan tentang kebutuhan bermain anak menurut kelompok usia.
Kelompok
Perkembangan Bermain anak Kebutuhan sarana bermain
Usia
 Kotak musik, kerincingan atau
rattle yaitu: mainan yang dapat
 Masih berpusat pada digenggam dan digerakkan dengan
kegiatan reflex. tangan ke berbagai arah yang
0 - ≤3
 Memainkan anggota menghasilkan bunyi, gerakan
bulan
tubuhnya secara tubuh orang dewasa di sekitar anak
berulangulang (menyanyi, bertepuk tangan, ciluk
ba, bergumam, dll), cermin,
tanaman, dan gambar, dll.
 Meraih benda yang ada
dihadapannya.
 Memasukan benda yang
 Benda yang dapat diremas,
ada didekatnya ke dalam
ditepuktepuk, digenggam,
mulut. Senang menjatuh-
dimasukkan ke dalam mulut,
jatuhkan benda,
disentuh, seperti: cermin, alat main
3 - ≤6 melakukan gerakan
berbahan lunak (soft toys), alat
bulan memukul-mukul.
main yang aman untuk digigit,
 Mulai berinteraksi kerincingan. Senang diajak
dengan orang lain di luar bermain, berbicara, oleh orang
dirinya, sehingga anak dewasa di sekitarnya
senang jika ada orang lain
yang mengajaknya
berbicara dan bermain.
 Mulai merayap,
merangkak, merambat
dan bahkan mulai melatih
dirinya untuk berjalan.  Mainan yang dapat ditendang,
 Mulai meniru berbagai dipukul, digoyangkan, diusap,
perilaku yang dilkakukan diremas, ditekan yang
6 - ≤9
oleh orang lain, misalnya memunculkan bunyi atau gerakan
bulan
tersenyum jika orang lain tertentu. Buku cerita untuk
tersenyum pada dirinya, dibacakan oleh orang dewasa yang
mengikuti suara-suara ada di sekitarnya.
yang dikeluarkan oleh
orang yang mengajaknya
bermain
 Meraih benda yang ada
dihadapannya,  Mainan yang dapat dieksplorasi
memasukan benda dengan cara diraba, disentuh,
9 - ≤12 kedalam mulut. senang dipegang, dilempar, dipukul,
bulan menjatuh-jatuhkan benda ditendang, digigit dan dimasukkan
Senang merambat di ke dalam mulut, didorong, dan
tembok dan berpegangan ditarik.
dengan benda yang

11
12

menumpu dirinya untuk


berdiri
 Mulai lebih banyak
mengamati orang lain
disekitarnya.
 Wadah dengan benda-benda yang
 Mengeluarkan benda dari dapat digenggam untuk
wadah, memasukkan dikeluarmasukkan ke dalam
benda ke dalam wadah. wadah,
Senang berlari-lari dan  Mainan yang dapat dibongkar
menendang-nendang. pasang dan dibangun seperti:
 Senang mengamati, dan puzzle, balok lunak (soft block),
12 - ≤18
kemudian meniru kereta yang dapat dilepas dan
bulan
perilaku orang dewasa dirangkai, mainan yang dapat
dan anak lain yang ada ditendang, dst.
disekitarnya, sehingga  Alat-alat bermain peran makro
pada usia ini mulai yang sederhana, seperti: peralatan
muncul main peran atau masakmasakan, pertukangan,
bermain pura-pura dokterdokteran, telpon mainan,
boneka, dsb
 Senang menirukan
perilaku dan ucapan
orang lain dan mulai  Alat main yang dapat mendukung
dapat bermain secara perkembangan motorik kasar,
berdampingan dengan motorik halus, kemandirian, dan
18 - ≤24 anak lain seiring dengan bermain peran, seperti: alat main
bulan berkembangnya main yang bisa dikendarai, ditarik,
peran pada anak didorong, diremas, boneka, alat
 Bermain kosntruksi mulai bermain air dan pasir, tanah liat,
muncul sehingga anak ubleg, crayon, puzzel 1 keping dll.
senang bermain dengan
bahan alam disekitarnya.
 Kegiatan bermain  Alat untuk bermain peran makro,
motorik kasar semakin seperti: boneka, pakaian, peralatan
beragam, sehingga pada rumah tangga, peralatan profesi
masa ini anak senang (kedokteran, pertukangan, dll)
dengan kegiatan yang yang sesuai dengan ukuran anak.
mengasah keterampilan  Alat untuk bermain peran mikro,
motorik kasar, seperti seperti: miniatur binatang,
berjalan, menarik, miniatur kendaraan, miniatur
2 - ≤4
mendorong, berlari, rumah, boneka-boneka kecil, dll
tahun
melompat, meloncat,  Alat bermain air dan pasir, seperti:
menangkap, melempar ember, corong, canting, botol,
dan keterampilan gerak pompa air, sekop, alat cetak,
lainnya. binatang2an dan pohon2an.
 Perkembangan bermain  Balok unit, balok rakit (misalnya
konstruksi juga semakin lego dll), balok berongga, atau alat
berkembang, sehingga main pembangunan lainnya
anaksenang seperti: balok dari kardus, mur dan

12
13

menggunting, baut berukuran besar, papan pasak


merekatkan, menjahit, berukuran besar, puzzle yang
mencoret-coret, disesuaikan dengan tema
menggambar, pembangunan.
meronceronce, pura-pura  Alat bermain lukis/menggambar
menulis, membuat bentuk atau mencoret, seperti: krayon, cat
dari tanah liat, membuat warna, kapur, spidol, papan lukis.
bangunan dari balok,  Alat bermain motorik kasar,
pasir dan beragam benda seperti: sepeda/ mobil-mobilan
lainnya. yang dikayuh dengan kaki, bola
 Anak juga senang berukuran besar, dll
bermain beragam puzzle.
 Kegiatan bermain peran
menjadi lebih kompleks  Alat main peran: boneka, alat main
karena anak mulai kerumahtangga, alat main profesi
bermain berdua atau seperti: kedokteran, pertukangan,
bersama-sama di dalam pertanian, perdagangan dll.
kelompok teman sebaya.  Alat main gerak kasar: alat main
 Mereka akan untuk memanjat, berayun,
mengimajinasikan memantulkan, menangkap, dan
dirinya sebagai ibu, ayah, menendang, contoh: bola beraneka
adik, profesi tertentu ukuran, ring basket/keranjang,
yang mereka ketahui. bola tendang dan gawang,
 Kegiatan bermain peran permainan beroda, sepeda roda
pun sering dilakukan tiga.
bersamaan dengan  Alat bermain manipulasi,
bermain membangun, menyusun, seperti:
konstruksi/pembangunan. papan pasak, papan jahit, balok,
Sebagai contoh: pada saat mainan susun.
anak menata balok  Alat bermain air dan pasir, seperti:
4 - ≤6 menjadi kebun binatang, bak pasir/air, ember, gelas ukur,
tahun anak akan menambahkan corong dari berbagai bahan, alat
miniatur binatang dan cetak, sekop, botol bekas.
memainkan binatang itu  Alat bermain adonan, seperti:
layaknya manusia yang aneka jenis tepung, tanah, pasir. f.
mampu berbicara dan Alat berkebun, seperti: bibit bunga
melakukan aktivitas dan buah, sekop, alat penyiram
apapun. tanaman, cangkulcangkulan.
 Kemampuan bahasa  Alat main keaksaraan dan
semakin meningkat berhitung, klasifikasi, mengukur,
sehingga interaksi dengan memasangkan, meronce, seperti:
teman sebayanya kancing, tutup botol, biji-bijian. h.
semakin berkembang, kegiatan permainan untuk
untuk mengungkapkan kreativitas, seperti: krayon, kertas,
beragam ide mereka alat tulis, lem, playdough, tanah
dalam kegiatan bermain. liat, tali temali, lidi, stik es krim,
 Pada usia ini, glitter, janur, adonan melukis
kemampuan berhitung dengan jari (finger painting),
anak lebih baik dan ranting pohon, daun.
seringkali menggunakan

13
14

kemampuan tersebut  Gerak dan lagu, seperti: tape


dalam bermain. Oleh recorder, CD, alat musik, alat
karena itu pada usia ini musik tradisional, aneka suara.
anak sudah tertarik
dengan aksara dan angka.

H. Prosedur Pengelolaan prasarana Dan Sarana PAUD


Prosedur Pengelolaan prasarana PAUD merupakan serangkaian kegiatan yang
dilaksanakan oleh pendidik dan tenaga kependidikan PAUD, meliputi:
1. Pemilihan
Prosedur pemilihan prasarana PAUD dilakukan melalui analisis dan
skala prioritas kebutuhan yang didasarkan pada (1) usia anak; (2) kurikulum
yang dilaksanakan; (3) jumlah anak; (4) Standar Nasional Indonesia (SNI); (5)
kegiatan penggunaan prasarana; (6) kemudahan dalam pengadaan; (7)
efektifitas dan efisiensi; dan (8) luas lahan dan bangunan. Pemilihan prasarana
PAUD dapat dikelompokan menjadi dua yakni, prasarana layanan lembaga dan
prasarana pembelajaran.
a. Prasarana Layanan
Lembaga Saat mulai mendirikan lembaga PAUD, pengelola harus dapat
merancang kebutuhan prasarana yang sesuai dengan standar.
b. Prasarana Pembelajaran
Prasarana pembelajaran dapat berupa:
 Buatan pabrik,
 Memanfaatkan barang-barang yang ada di lingkungan:
Penyediaan prasarana pembelajaran harus direncanakan dengan
memperhatikan:
 Usia anak
 Standar yang berlaku.
2. Pengadaan
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengadaan prasarana, yaitu:
a. Menganalisis kebutuhan prasarana sesuai kebutuhan lembaga
b. Membuat daftar inventarisasi prasarana yang sudah ada dan belum ada
c. Mengklasifikasi prasarana yang akan digunakan di dalam dan luar ruang
bermain anak.

14
15

d. Mempertimbangkan dana, misalnya bahan murah, mudah didapat; dan


sumber prasarana yang akan digunakan, misalnya dengan cara membeli,
membuat sendiri, memanfaatkan lingkungan atau mengembangkan
prasarana yang sudah ada.
e. Memperhatikan prinsip keamanan prasarana Sebelum melakukan pembelian
atau pengadaan prasarana pembelajaran, sebaiknya pengelola membuat
daftar pengadaan barang.
3. Inventarisasi
Inventarisasi Barang Inventarisasi barang dilakukan berdasarkan kategori
tempat. Misalnya: barangbarang di kantor, barang-barang di kelas/ruang
bermain, dll.
4. Penataan
Anak usia dini membutuhkan prasarana yang aman dan hangat. Prasarana yang
tertata baik dan tepat akan membuat anak lebih banyak berekplorasi,
mengembangkan pengalaman main dan perilaku sosial yang positif. Sebelum
menata prasarana PAUD, sebaiknya pendidik membuat gambaran kasar tentang
penataan dan peletakkan prasarana, bisa dalam bentuk denah atau lainnya.
Dengan demikian penataan prasarana yang tepat akan memberikan kelancaran
terhadap penyelenggaraan layanan PAUD yang pada akhirnya mendukung
pengembangan seluruh aspek perkembangan anak. Tahapan membuat sketsa
penataan prasarana:
a. Membuat gambaran kasar ruangan yang akan ditata. Gambar tersebut
memuat luas ruangan, posisi jendela, pintu, dinding dan prasarana lain yang
tidak dapat dipindah-pindahkan.
b. Membuat daftar prasarana yang ingin diletakkan di ruangan, ukuran dan
rencana penataan meubel (berdasarkan bentuk, ukuran dan fungsi).
c. Membuat perkiraan alur lalu lintas peserta didik dalam memanfaatkan
prasarana di dalam ruangan.
Penataan prasarana memperhatikan beberapa hal berikut ini:
a. Prasarana di dalam ruang bermain seperti lemari, rak mainan, alas main dan
lain-lain ditempatkan pada posisi yang disesuaikan dengan perkembangan
anak, keleluasaan anak bergerak, dan kemampuan anak beraktifitas.
b. Prasarana yang mudah pecah seperti bahan dari kaca diletakkan ditempat
yang tidak mudah dijangkau oleh anak.

15
16

5. Penggunaan
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan prasarana adalah:
a. Sesuai dengan perencanaan pemanfaatan prasarana yang sudah ditetapkan
b. Sesuai dengan prinsip pengelolaan prasarana
6. Perawatan
Perawatan perlu dilakukan pada semua inventaris barang yang dimiliki lembaga
PAUD secara berkala. Tingkat intensitas perawatan tergantung dari jenis dan
fungsi barang tersebut. Ada barang-barang yang cukup dibersihkan dengan
dilap, namun ada yang perlu dicuci secara berkala. Misalnya: papan lukis perlu
dilap dengan bersih atau dicuci jika bahan terbuat dari plastik karena sering
terkena cat. Apabila dibiarkan, maka akan sulit untuk menghilangkan noda cat
tersebut.
Secara garis besar, perawatan dan pemeliharaan prasarana didasarkan pada jenis
bahan yang digunakan.
a. Prasarana dari Plastik
Untuk berbagai prasarana yang berbahan plastik, secara umum perawatan
dan pemeliharaannya adalah sebagai berikut:
 Lakukan pembersihan rutin menggunakan kain bersih dan air secara
rutin. Perhatikan jenis mainannya, karena tidak semua jenis mainan
bisa dicuci di air yang mengalir.
 Kemudian keringkan.
 Jika tidak digunakan dalam jangka waktu yang lama simpan pada
tempat sejuk dan kering.
b. Prasarana dari Kain
Pada umumnya prasarana dengan bahan kain adalah sprei, sarung bantal
dll. Perawatannya sebenarnya beragam. Namun secara garis besar adalah
sebagai berikut:
 Sebaiknya memilih bahan kain yang washable atau bisa dicuci
sehingga perawatan lebih mudah.
 Secara rutin, cuci dengan detergen anti bakteri, atau detergen khusus
untuk pakaian anak-anak.
 Keringkan hingga benar-benar kering (bisa dijemur dibawah sinar
matahari atau menggunakan pengering khusus).

16
17

 Jika tidak akan digunakan dalam waktu yang lama simpan pada plastik
kedap udara, untuk menghindari debu, jamur dan berkembangbiaknya
bakteri.
 Simpan pada tempat yang sejuk dan kering.
c. Prasarana dari Karet
Apabila ada prasarana berbahan dasar karet, secara umum perawatannya
adalah sebagai berikut:
 Bersihkan dengan menggunakan lap bersih dan air, atau cuci dengan
air mengalir dan sabun.
 Kemudian keringkan hingga benar-benar kering.
 Simpan ditempat sejuk dan kering. Jangan simpan ditempat yang
langsung terkena sinar matahari karena akan merusak tekstur karet
secara perlahan.
 Jauhkan juga dari zat kimia yang dapat mengalami perpindahan elemen
dengan karet, seperti merkuri.
 Jauhkan dari api karena mudah terbakar.
d. Prasarana dari Kayu
 Bersihkan dengan menggunakan minyak zaitun atau olive oil dan lap
bersih. Hal ini selain dapat merawat tekstur kayu, juga untuk mencegah
kayu non vernish dari rayap dan binatang lain yang biasa merusak
kayu.
 Keringkan dengan mendiamkannya atau dengan diberikan angin
perlahan, bisa kipas angin.
 Simpan ditempat yang sejuk dan kering. Jauhkan dari sinar matahari
langsung karena beberapa jenis kayu akan melengkung jika terkena
udara yang terlalu panas. Selain itu, sinar matahari dapat mengubah
kecemerlangan warna seiring berjalannya waktu.
 Jauhkan dari zat kimia karena kayu dapat menyerap zat kimia apapun.
Untuk mainan kayu yang dicat jauhkan dari thinner dan zat lain yang
dapat melunturkan cat.
 Jauhkan dari api, karena mudah terbakar.
e. Prasarana dari Kaca

17
18

Prasarana dengan bahan kaca seperti berbagai macam komponen pada


tempat rias mainan, kaca pada boks bayi dan lain-lain perlu perawatan yang
rutin.
 Bersihkan dengan menggunakan lap bersih dan air, atau cuci dengan
air mengalir dan sabun jika memungkinkan.
 Kemudian keringkan hingga benar-benar kering.
 Simpan ditempat sejuk dan kering. d. Jangan diletakkan pada posisi
yang mudah jatuh, karena akan pecah.
f. Prasarana dari Kulit
 Bersihkan dengan menggunakan minyak zaitun atau olive oil dan lap
bersih. Hal ini selain dapat merawat tekstur kulit, juga untuk mencegah
perubahan ukuran dan lengkungan.
 Keringkan dengan mendiamkannya atau dengan diberikan angin
perlahan, bisa kipas angin.
 Simpan ditempat yang sejuk dan kering. Jauhkan dari sinar matahari
langsung karena akan merusak kulit, kulit bisa melar. Juga jangan
disimpan pada tempat yang terlalu dingin, karena kulit bisa
mengerut/menyusut.
g. Prasarana dari Logam
Untuk prasarana logam yang bisa dilakukan adalah:
 Lakukan pembersihan rutin menggunakan kain bersih dan air secara
rutin. Perhatikan jenisnya, karena tidak semua jenis mainan bisa dicuci
di air yang mengalir.
 Kemudian keringkan.
 Jika akan tidak digunakan dalam jangka waktu yang lama simpan pada
tempat sejuk dan kering
 Perhatikan dengan bahan yang keropos dan potensi karatan.
h. Prasarana dari Kertas
Prasarana yang terdapat bahan kertas dalam pemeliharaannya, tidak boleh
dicuci, tapi cukup dilap untuk dihilangkan debu dan kotorannya. Simpan
ditempat yang sejuk dan jauh dari api.
i. Prasarana Elektronik

18
19

Pemeliharaan dan perawatan prasarana elektronik, cukup dilap saja dan


tidak dicuci. Perhatikan rakitan atau komponennya.
j. Prasarana dari Bahan Kombinasi
Prasarana dari bahan kombinasi adalah suatu prasarana yang bahan
bakunya campuran dari bahan-bahan diatas. Misalnya, ada kayu
dikombinasi dengan logam, logam dengan kain, kayu dengan kain.
Pemeliharaaannya disesuaikan dengan karakter bahan bakunya dan
diperhatikan komponennya sebelum dimainkan. Disimpan ditempat yang
aman untuk menghindari bahaya diluar prediksi sebelumnya, seperti
terinjak, kerobohan serta usahakan sirkulasi udara cukup.
7. Penghapusan
Penghapusan prasarana PAUD dapat dilakukan apabila:
a. Rusak berat, misalnya karena bencana alam dan susut atau sudah waktunya
untuk dihapuskan.
b. Barang rusak, atau hilang akibat kelalaian pegawai
c. Tidak diperlukan lagi/tidak dapat digunakan secara optimal.
Prosedur Pengelolaan sarana PAUD merupakan serangkaian kegiatan yang
dilaksanakan oleh pendidik dan tenaga kependidikan PAUD, meliputi:
1. Penataan
Penataan sarana PAUD merupakan salah satu faktor yang dapat membangun
gambaran (image), perhatian dan suasana pendidikan dalam lembaga
pendidikan anak usia dini. Untuk menata sarana PAUD dibutuhkan
kemampuan, keterampilan serta kepekaan mengenai kebutuhan anak usia dini
dalam berbagai aspek perkembangan. Penataan sarana juga menjadi seni bagi
pendidik dan tenaga kependidikan untuk menciptakan suasana yang dinamis dan
kondusif yang mampu menantang, merangsang dan mendorong anak untuk
melakukan berbagai aktivitas pembelajaran. Dengan demikian, penataan sarana
juga menjadi faktor pendukung yang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan
proses pembelajaran yang disusun dan dikembangkan pendidk.
Selanjutnya, dalam penataan sarana PAUD perlu diperhatikan hal-hal sebagai
berikut:
a. Perhatikan keterjangkauan anak. Jika alat tersebut memerlukan perhatian
khusus atau tingkat bahayanya yang yang cukup tinggi, maka jauhkanlah
dari anak.

19
20

b. Sebelum ditata untuk dimainkan anak, perhatikan kondisi barang secara


umum, misalnya bau, warna, bentuk, dan tekstur.
c. Dalam hal penataan, sesuatu yang digunakan untuk menata harus dapat
terjangkau oleh anak. Hal ini dapat mendukung pengembangan
kemandirian dan rasa tanggungjawab pada anak.
d. Pastikan mainan tersebut layak untuk digunakan oleh anak.
2. Penyimpanan
Dalam penyimpanan sarana pendidikan anak usia dini, perlu diperhatikan hal-
hal sebagai berikut:
a. Perhatikan label untuk penyimpanan, misalnya tidak terkena matahari
langsung, suhu penyimpanaan, dan kelembaban.
b. Letakan di tempat yang mudah untuk dijangkau oleh guru.
c. Ventilasi sirkulasi udara yang memadai.
d. Periksa secara berkala kondisi sarana yang disimpan.
e. Buatlah pengelompokan sarana bermain sesuai dengan jenis barang.
f. Bersihkan secara berkala, bila perlu buatlah kartu kontrol yang didalamnya
terera keterangan waktu dan kondisi terakhir barang pada saat diperiksa.
g. Perhatikan kebersihan tempat penyimpanan dan sarana yang ada.
h. Untuk sarana yang berasal dari bahan limbah, sebaiknya lebih mendapatkan
perhatian yang khusus dari sisi kebersihan dan keamanan. Jika sudah terjadi
perubahan dari segi warna, bau, dan tekstur, jangan digunakan.
i. Jemurlah secara berkala barang-barang jika sudah menunjukan tandatanda
lembab.
3. Pemeliharaan
Dalam memelihara sarana PAUD, pendidik dan tenaga kependidikan perlu
memperhatikan waktu dan bahan sarana sebagai berikut:
a. Waktu pemeliharaan sarana mencakup:
 Pemeliharaan sehari-hari, yaitu pembersihan, dan perbaikan sarana
 Pemeliharaan berkala, yaitu pembersihan, perbaikan, dan pengecatan
sarana yang bersifat rutin dalam jangka waktu tertentu
 Pemeliharaan sewaktu-waktu, yaitu pembersihan dan perbaikan yang
harus segera dilaksanakan jika ada kerusakan mendadak.

20
21

b. Bahan
Secara umum alat permainan terbuat dari bahan pasir, kayu, besi, busa,
plastik, dan kain. Alat-alat tersebut harus dipelihara dan cara
pemeliharaannya tergantung dari bahan yang digunakan. Berikut diuraikan
cara pemeliharaan alat-alat permainan ditinjau dari bahan pembuatnya.

Bahan Cara Merawat


 Dilap Dicuci dan dikeringkan dalam periode tertentu
 Disimpan di tempat yang tidak lembab
Kayu
 Diamplas jika ada permukaannya tidak rata atau tajam
 Dicat dengan cat non-toxic jika diperlukan
 Dicuci setelah digunakan
 Dikeringkan menggunakan lap kering atau vakum
 Disimpan dan dirapikan
Plastik  Mainan plastik yang didesain memiliki muatan listrik
cukup dilap (mobil-mobilan, boneka yang bisa
berbicara)
 Mainan plastik yang bisa dimasukkan dimulut setiap
akan digunakan harus disterilkan terlebih dahulu.
 Minimal dicuci sebulan sekali
 Dikeringkan hingga benar-benar kering hingga
Tekstil (fabric) bagian terdalam
 Disimpan dan dirapikan Mainan dari bahan tekstil
dengan muatan listrik dicuci kering (dry cleaning)
 Dicuci setelah digunakan
 Mainan karet yang digunakan untuk dimasukkan
kedalam mulut harus disterilkan setiap akan
Karet
digunakan dan ketika akan disimpan
 Disimpan dan dirapikan Mainan karet dengan muatan
listrik, cukup dilap
 Jauhkan dari air dan api
 Simpan ditempat yang aman supaya tidak tertindih,
Kertas
terlipat, dll
 Pembersihan hanya dilap menggunakan lap kering
 Dicuci satu minggu sekali
 Dikeringkan hingga benar-benar kering*
 Kemudian dirapikan dan disimpan
Logam  Untuk mainan logam yang memiliki muatan listrik
cukup dilap saja
*Logam akan teroksidasi jika terpapar oksigen (yang ada
dalam air), jadi harus benar-benar kering
 Diayak untuk memisahkan dari benda-benda tajam,
Pasir serangga, kerikil
 Disangrai untuJk membunuh binatang-binatang kecil

21
22

 Ditutup dengan terpal/wadah tertutup setiap selesai


dipakai
 Dicuci seminggu sekali
Campuran adalah
 Dikeringkan hingga benar-benar kering,
mainan yang terbuat dari
menggunakan lap atau vakum
campuran bahan-bahan
 Disimpan
seperti kayu dengan
logam, kain dengan kayu,  Perhatikan perlakuan terhadap karakter bahan
plastik dengan kayu, dll. masing-masing (biasanya dijelaskan pada kemasan
apa yang boleh dan tidak)

4. Rambu-Rambu Pengelolaan
Hal-hal umum yang harus diperhatikan dalam pengelolaan sarana PAUD adalah
sebagai berikut :
a. Kesesuaian dengan kebutuhan dan perkembangan anak
Pengelolaan sarana yang baik tidak hanya karena lengkap dan mewah tetapi
terletak pada kesesuaian penataan tersebut dengan kebutuhan dan
perkembangan anak. Oleh karena itu, sebelum sarana ditata, seharusnya
guru mempelajari dan memetakan kebutuhan dan perkembangan anak
terhadap berbagai sarana pendidikan. Kebutuhan dan perkembangan anak
dapat dikelompokkan guru berdasarkan kebutuhan secara umum,
kebutuhan dalam kelompok yang relatif sama dan kebutuhan anak secara
individual. Ketiga kelompok kebutuhan tersebut akan memberikan
pengaruh terhadap pengelolaan sarananya.
b. Tipe atau jenis kegiatan
Penataan sarana juga harus memperhatikan tipe dan jenis kegiatan yang
akan ditawarkan pada anak. Tipe dan jenis kegiatan telah dipertimbangkan
guru dari kurikulum dan model pendidikan yang disepakati serta berbagai
kebutuhan dan perkembangan anak. Pengelolaan sarana pendidikan akan
berbeda untuk berbagai kebutuhan kegiatan tersebut seperti penataan sarana
untuk kegiatan sains, seni, matematika, studi sosial, dan program bahasa.
c. Keselamatan dan Kenyamanan
Pengelolaan sarana PAUD harus memperhatikan faktor keselamatan dan
keamanan. Faktor keselamatan anak ini sangat penting diperhatikan
mengingat anak usia dini sedang berada dalam masa kelebihan aktivitas
(over activity) dan masa eksplorasi sehingga anak cenderung tidak mau
diam dan senang menjelajahi dan mencoba berbagai hal yang ada di

22
23

lingkungan sekitarnya. Faktor keselamatan dan keamanan sarana harus


diperhatikan karena banyak kegiatan anak yang tidak bisa diduga
sebelumnya sehingga sarana itu harus sesuai dengan Standar Nasional
Indonesia tentang keamanan mainan. Hal tersebut dapat menghindarkan
anak dari bahaya, seperti: tergigit, tertelan, terkilir, tertusuk, tersedak,
terjatuh, dan bahaya lainnya karena anak merupakan aset bangsa yang
sangat berharga.

d. Fleksibilitas
Pengelolaan sarana yang baik harus secara luwes atau fleksibel untuk
ditukar, dipindah, dimodifikasi atau diganti pada setiap periode tertentu.
Dasar pertimbangan ini untuk menghidari kebosanan atau adanya variasi
letak dan penataan sarana tersebut.
I. Jenis-Jenis Sarana PAUD
a. Sarana PAUD dilihat dari proses pembuatannya, dapat dibedakan menjadi:
 Pabrikan; yaitu yang sudah tersedia/di beli di toko-toko mainan.
 Dibuat sendiri; yaitu sarana bermain yang dibuat sendiri oleh pendidik/orang
tua, terbuat dari bahan-bahan yang tersedia di lingkungan, termasuk dari bahan
bekas yang layak pakai seperti: kayu, karton, botol plastik, tutup botol bekas,
dll. Bahan daur ulang yang digunakan sebagai sarana bermain anak harus aman
(tidak berjamur, tidak kasar, tidak berkarat, tidak runcing, tidak beracun, tidak
berbau, gunakan plastik bekas dengan kode 1 dan 5).
 Tersedia di alam; yaitu sarana bermain yang memanfaatkan bahan alam yang
tersedia di lingkungan sekitar. Contoh: pewarna alami dari daun, bunga, kunyit,
dll; bau-bauan dari rempah-rempah; tekstur dari bebatuan, kayu, daun, biji-
bijian, tanah, pasir, kerang, dll.
b. Sarana PAUD dilihat dari fungsinya, dapat dibedakan menjadi :
 Bahan belajar; yaitu segala bentuk informasi yang disediakan oleh pendidik,
berupa isi / pesan dalam buku maupun non buku, yang dapat dipelajari anak
pada saat mereka bermain/belajar, baik direncanakan maupun tidak.
 Media belajar; Yaitu sarana fisik untuk menyampaikan bahan belajar sehingga
dapat merangsang pikiran, perasaan dan tindakan dalam rangka menumbuhkan
motivasi anak untuk belajar.

23
24

Contoh: buku, DVD, Alat Permainan Edukatif (APE), dan alat peraga
Media Belajar berupa:
1) Alat Permainan Edukatif (APE); yaitu semua alat yang digunakan anak usia
dini untuk bermain/belajar yang mengandung nilai edukatif untuk
mengoptimalkan perkembangan.
Alat Permainan Edukatif untuk anak usia dini mencakup: alat main eksplorasi,
alat main manipulatif, alat main sensorimotor, alat bermain sosial, motorik
kasar, musik dan gerak, serta peralatan seni rupa. (Bronson: 1995 & Konsensus
Mainan Anak Internasional, ICTI, Spanyol: 2006). Alat main ini dapat
mengoptimalkan semua aspek perkembangan anak.
a) Alat main eksplorasi merupakan peralatan dan bahan main yang dapat
membantu anak menemukan pengalaman dan hal baru. Alat dan bahan
ini mencakup alat dan bahan bermain pembangunan, sains, bahan alam,
dsb. Contoh: balok, playdough, pasir, potongan kertas, tanah liat, tutup
botol, karton, dll.
b) Alat main manipulatif merupakan peralatan dan bahan main yang
digunakan oleh anak secara bebas sesuai keinginan anak, dalam kondisi
apapun tanpa aturan bermain dan bersifat tidak terstruktur. Contoh: alat
dan bahan main pembangunan (seperti pasir, air, spidol, playdough,
tanah liat, ubleg, tali, karet gelang), alat main yang diremas dan dirobek,
kerincingan, dll.
c) Alat main sensorimotor merupakan alat dan bahan yang digunakan
untuk menstimulasi panca indera dan gerakan. Contoh: benda-benda
dengan berbagai warna, tekstur, aroma, ukuran, bentuk, bunyi dan suara;
bendabenda yang dapat ditarik, didorong, diangkat, dilempar, dipukul,
diremas, dll.
d) Alat main sosial merupakan alat dan bahan main yang diharapkan dapat
membantu anak untuk mengembangkan kemampuan berinteraksi
dengan orang lain. Alat dan bahan main ini merangsang anak untuk
berimajinasi tentang dirinya, bermain peran dengan orang lain, kejadian
di sekitar anak, mengenal profesi, dsb.
e) Alat main motorik kasar merupakan alat dan bahan main yang
menunjang pengembangan keterampilan motorik kasar. Alat main
motorik kasar ini dapat berupa peralatan untuk bermain tarik dan dorong,

24
25

peralatan main luar ruangan (outdoor) seperti alat mainan yang


dikendarai anak (sepeda, mobil-mobilan, dan sejenisnya), peralatan olah
raga (seluncuran, papan titian, ayunan, panjatan, dan terowongan).
f) Alat main musik dan gerak merupakan benda-benda yang dapat
menghasilkan suara dan bunyi, dapat berupa alat musik yang ditiup
(misal: harmonika), dipukul (misal: gendang), dipetik (misal: gitar), dan
benda apapun yang dapat menghasilkan bunyi (misal: kaleng yang
dipukul, botol yang diisi dengan biji-bijian kemudian dikocok), tepuk
tangan.
g) Peralatan seni rupa merupakan alat yang membangun kemampuan anak
dalam mengungkapkan ekspresi seni dan membangun kepekaan
terhadap keindahan, seperti: kuas, cat, ubleg, playdough, kertas warna,
krayon, spidol, pewarna alami, bahan alam, dll.
Semua alat dan bahan main tersebut harus sesuai dengan standar
keamanan.
Alat Permainan Edukatif dapat juga meggunakan alat-alat yang ada
disekitar meskipun fungsi utamanya bukan sebagai alat main. Dengan
kemampuan dan kreativitas pendidik, alat-alat yang ada di sekitar dapat
dijadikan sebagai alat bantu/pendukung dalam kegiatan bermain anak,
misalnya: meja dan kursi dapat digunakan untuk bermain peran mobil-mobilan
sesuai imajinasi anak, dengan pendampingan orang dewasa.
2) Alat Peraga Edukatif; Yaitu alat yang digunakan pendidik untuk membantu
menyampaikan bahan belajar supaya lebih dimengerti oleh anak.
3) Literature; yaitu sumber bahan belajar baik berupa media cetak atau media
elektronik.

25
26

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Sarana bermain anak usia dini merupakan salah satu aspek penting dalam proses
pembelajaran dan pengelolaan PAUD. Dalam pelaksanaan kegiatan belajar melalui
bermain, sarana bermain dapat diterapkan secara sederhana yang kemudian menjadi
persyaratan minimal, tetapi dapat pula disesuaikan kemajuan lembaga. Oleh karena
itu, pengelolaan sarana bermain anak usia dini pada pedoman ini memberikan
gambaran kepada para pendidik dan pengelola lembaga PAUD tentang sarana
bermain anak usia dini yang secara mendasar perlu dimiliki oleh lembaga PAUD,
agar dapat mengoptimalkan tumbuh kembang anak.
Prasarana Pendidikan Anak Usia Dini merupakan salah satu faktor penunjang
yang berpengaruh terhadap proses belajar mengajar yang pada akhirnya
meningkatkan mutu pendidikan anak usia dini. Agar prasarana PAUD dapat
dimanfaatkan secara optimal, maka diperlukan perencanaan, pengadaan, perawatan,
penyimpanan, penginventarisasian yang baik dan teratur. Jika prasarana tidak lagi
layak pakai maka perlu penghapusan, sehingga prasarana tetap layak dan memadai
untuk anak.

B. Saran
Sebagai calon tenaga pendidik yang profesional, perlu lah memiliki
pengetahuan yang luas tentang dunia anak usia dini khususnya dalam hal sarana dan
prasarana ini sehingga tepat guna, aman, dan efektif digunakan untuk anak untuk
mendukung tercapainya tujuan pendidikan yang lebih baik.

26
27

DAFTAR PUSTAKA

DIREKTORAT PEMBINAAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DIREKTORAT


JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, NONFORMAL DAN INFORMAL
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA, 2013,
PEDOMAN SARANA PAUD
(Diunduh pada 12 Maret 2019
http://anggunpaud.kemdikbud.go.id/images/upload/images/Juknis/PEDOMAN_SARANA_P
AUD.pdf)
DIREKTORAT PEMBINAAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DIREKTORAT
JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, NONFORMAL DAN INFORMAL
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA, 2014,
PEDOMAN PRASARANA PAUD

(Diunduh pada 12 Maret 2019


http://anggunpaud.kemdikbud.go.id/images/upload/images/Juknis/pedoman_prasarana.pdf)

27