Anda di halaman 1dari 14

Teknik Analisis Data

Data tentang aktifitas siswa pada proses pembelajaran dari setiap kali pertemuan

diinterpretasikan untuk dapat menarik kesimpulan dari hasil penelitian ini maka diperlukan

teknik analisis dalam menjawab masalah penelitian.

Data tentang aktifitas siswa diinterpretasikan dengan menggunakan perhitungan %

aktifitas (Sudjana, 1995:131) yaitu :

P = F/N x 100 %

Keterangan :

P = % aktifitas belajar siswa

F = siswa yang diamati dalam suatu aktifitas

N = Jumlah total siswa yang diteliti

Penelitian tindakan kelas ini dikatakan berhasil apabila masing-masing indikator telah

mencapai tingkat keberhasilan yang ingin dicapai yaitu aktifitas belajar siswa berada pada

tahap (81%-100%) dan nilai rata-rata belajar siswa >78 yaitu diatas KKM (Kriteria Kelulusan

Minimum).

A. Kriteria Aktivitas

Kriteria untuk aktifitas menurut arikunto dan lusi yeni (2005:26) adalah :

81-100 % = sangat tinggi

61-80 % = tinggi

41-60 % = cukup

21-40% = rendah

0-20% = sangat rendah


Siklus I

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, peneliti yang dibantu oleh observer
mencatat perkembangan aktifitas siswa dalam keagiatan pembelajaran dengan menggunakan
model kooperatif tipe Jigsaw. Untuk pertemuan pertama ini sktifitas tertinggi pada deskriptor
No. 9 siswa serius menjawab soal kuis yang diberikan oleh guru (58.3) dan deskriptor No. 3
siswa serius mendengarkan pembagian kelompok yang di sampaikan guru (58.3), sedangkan
aktifitas terendah adalah deskriptor Siswa antusias berdiskusi dalam kelompok berdasarkan
kesamaan materi yang diberikan pada setiap siswa (33.3). Untuk presentase aktifitas siswa
dapat dilihat sebagai berikut:

Tabel : Data Observasi Aktifitas Belajar Pada Siklus 1


Pertemuan Pertama
NO DESKRIPTOR PERTEMUAN I
N=24 %
1 Siswa serius mendengarkan tujuan pembelajaran 10 41,7
yang di sampaikan guru
2 Siswa serius mendengarkan motivasi yang di 11 45,8
sampaikan guru
3 Siswa serius mendengarkan pembagian kelompok 14 58,3
yang di sampaikan guru
4 Siswa rajin membaca dari berbagai sumber mengenai 11 45,8
topic pembahasanya masing-masing
5 Siswa antusias berdiskusi dalam kelompok 8 33,3
berdasarkan kesamaan materi yang diberikan pada
setiap siswa
6 Siswa bisa menjelaskan materi yang di diskusikan di 9 37,5
kelompok ahli kepada temannya di kelompok asal
7 Siswa serius menyimak penjelasan yang disampaikan 11 45,8
temannya yang berasal dari kelompok ahli
8 Siswa antusias menanyakan hal-hal yang belum 10 41,7
dipahami kepada anggota kelompok ahli di
kelompoknya
9 Siswa serius menjawab soal kuis yang diberikan 14 58,3
oleh guru
Setelah dilakukan pengamatan kedua ternyata terjadi peningkatan aktifitas belajar
siswa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw, peningkatan terjadi
pada deskriptor siswa antusias berdiskusi dalam kelompok berdasarkan kesamaan materi
yang diberikan pada setiap siswa pada pertemuan 1 33.3% meningkat menjadi 53.8 %. Pada
deskriptor Siswa bisa menjelaskan materi yang di diskusikan di kelompok ahli kepada
temannya di kelompok asal dari 37.5% menjadi 50%. Untuk lebih jelasnya akan dapat dilihat
pada tabel aktifitas siswa berikut.

Tabel : Data Observasi Aktifitas Belajar Pada Siklus 1


Pertemuan Kedua
NO DESKRIPTOR PERTEMUAN I PERTEMUAN II
N=24 % N=26 %
1 Siswa serius mendengarkan 10 41,7 12 46,2
tujuan pembelajaran yang di
sampaikan guru
2 Siswa serius mendengarkan 11 45,8 15 57,7
motivasi yang di sampaikan
guru
3 Siswa serius mendengarkan 14 58,3 17 65,4
pembagian kelompok yang di
sampaikan guru
4 Siswa rajin membaca dari 11 45,8 13 50,0
berbagai sumber mengenai topic
pembahasanya masing-masing
5 Siswa antusias berdiskusi dalam 8 33,3 14 53,8
kelompok berdasarkan
kesamaan materi yang diberikan
pada setiap siswa
6 Siswa bisa menjelaskan materi 9 37,5 13 50,0
yang di diskusikan di kelompok
ahli kepada temannya di
kelompok asal
7 Siswa serius menyimak 11 45,8 14 53,8
penjelasan yang disampaikan
temannya yang berasal dari
kelompok ahli
8 Siswa antusias menanyakan hal- 10 41,7 13 50,0
hal yang belum dipahami kepada
anggota kelompok ahli di
kelompoknya
9 Siswa serius menjawab soal 14 58,3 17 65,4
kuis yang diberikan oleh guru

Pada pertemuan ketiga seluruh komponen mengalami peningkatan. Diantara


deskriptor yang meningkat cukup besar adalah Siswa serius mendengarkan motivasi yang di
sampaikan guru dari 57.7% meningkat menjadi 59.1%. Hal ini dapat dilihat dari tabel
berikut :

Tabel : Data Observasi Aktifitas Belajar pada siklus 1

Pertemuan Ketiga

NO DESKRIPTOR PERTEM PERTEM PERTEM RATA-


UAN I UAN II UAN III RATA
N= % N= % N= %
24 26 23
1 Siswa serius 10 41,7 12 46,2 14 60,9 49,6
mendengarkan
tujuan pembelajaran
yang di sampaikan
guru
2 Siswa serius 11 45,8 15 57,7 17 73,9 59,1
mendengarkan
motivasi yang di
sampaikan guru
3 Siswa serius 14 58,3 17 65,4 18 78,3 67,3
mendengarkan
pembagian
kelompok yang di
sampaikan guru
4 Siswa rajin 11 45,8 13 50,0 15 65,2 53,7
membaca dari
berbagai sumber
mengenai topic
pembahasanya
masing-masing
5 Siswa antusias 8 33,3 14 53,8 16 69,6 52,2
berdiskusi dalam
kelompok
berdasarkan
kesamaan materi
yang diberikan pada
setiap siswa
6 Siswa bisa 9 37,5 13 50,0 15 65,2 50,9
menjelaskan materi
yang di diskusikan
di kelompok ahli
kepada temannya di
kelompok asal
7 Siswa serius 11 45,8 14 53,8 16 69,6 56,4
menyimak
penjelasan yang
disampaikan
temannya yang
berasal dari
kelompok ahli
8 Siswa antusias 10 41,7 13 50,0 15 65,2 52,3
menanyakan hal-hal
yang belum
dipahami kepada
anggota kelompok
ahli di kelompoknya
9 Siswa serius 14 58,3 17 65,4 18 78,3 67,3
menjawab soal kuis
yang diberikan oleh
guru

Presentase aktifitas belajar siswa pada setiap pertemuan berdasarkan tabel di atas
adalah sebagai berikut :

1. Siswa serius mendengarkan tujuan pembelajaran yang di sampaikan guru pada


pertemuan pertama 10 orang (41.7%), dan pada pertemuan kedua 12 orang (46.2%)
berarti terjadi peningkatan 4.5%. Pada pertemuan ketiga 14 orang (60.9%) terjadi
peningkatan 14.7%.

2. Siswa serius mendengarkan motivasi yang di sampaikan guru pada pertemuan


pertama sebanyak 11 orang (45.8%) dan pada pertemuan kedua naik 11.9 % menjadi
15 orang (57.7%). Lalu pada pertemuan ketiga juga terlihat peningkatan sebesar 11.9
% menjadi 73.9 %.
3. Siswa serius mendengarkan pembagian kelompok yang di sampaikan guru pada
pertemuan pertama sebanyak 14 orang (58.3%) dan terjadi peningkatan sebesar 7.1 %
pada pertemuan kedua menjadi 65.4 %. Lalu pada pertemuan ketiga terjadi kenaikan
yang cukup besar 12.9 % menjadi 78.3 %.

4. Siswa rajin membaca dari berbagai sumber mengenai topik pembahasanya masing-
masing pada pertemuan pertama 11 orang (45.8%) dan terjadi kenaikan sebesar 4.2%
menjadi 13 orang (50.0%) lalu meningkat kembali pada pertemuan ketiga sebesar
15.2 % menjadi 65.2% (15 orang).

5. Siswa antusias berdiskusi dalam kelompok berdasarkan kesamaan materi yang


diberikan pada setiap siswa pada pertemuan pertama 8 orang (33.3%) dan terjadi
kenaikan yang tinggi pada pertemuan kedua sebesar 20.5% menjadi 53.8 % (14
orang), dan pada pertemuan ketiga terjadi kenaikan lagi sebesar 15.7 menjadi 69.6 %
(16 orang).

6. Siswa bisa menjelaskan materi yang di diskusikan di kelompok ahli kepada temannya
di kelompok asal pada pertemuan pertama 9 orang (37.5%) terjadi kenaikan 12.5 %
menjadi 50.0% (13 orang) dan terjadi peningkatan pada pertemuan ketiga sebesar
15.2% menjadi 65.2 %(15 Orang).

7. Siswa serius menyimak penjelasan yang disampaikan temanya yang berasal dari
kelompok ahli pada pertemuan pertama sebesar 45.8 % (11 orang) dan terjadi
peningkatan sebesar 8.0 % menjadi 53.8% (14 orang). Lalu meningkat lagi sebesar
15.7 % pada pertemuan ketiga menjadi 69.6 %.

8. Siswa antusias menanyakan hal-hal yang belum dipahami kepada anggota kelompok
ahli di kelompoknya pada pertemuan pertama sebanyak 10 orang yang aktif (41.7%)
dan terjadi peningkatan sebesar 8.3% menjadi 50.0 pada pertemuan kedua, dan
kembali meningkat di pertemuan ketiga sebesasr 15.2% menjadi 65.2 % (15 orang).

9. Siswa serius menjawab soal kuis yang diberikan oleh guru pada pertemuan pertama
terlihat 14 orang (58.3 %) yang aktif, lalu terjadi peningkatan 7.1 % menjadi 65.4%
(17 orang). Dan kembali terjadi peningkatan lagi sebesasr 12.9 % menjadi 78.3% (18
orang).
Siklus II

1. Pengamatan (Observasi)

Seperti yang telah dilaksanakan pada silkus sebelumnya, peneliti yang dibantu oleh
observer mencatat perkembangan aktifitas siswa dalam keagiatan pembelajaran dengan
menggunakan model kooperatif tipe Jigsaw. Untuk pertemuan pertama ini aktifitas terletak
pada deskriptor 3 Siswa serius mendengarkan pembagian kelompok yang di sampaikan guru
dan deskriptor 9 Siswa serius menjawab soal kuis yang diberikan oleh guru dengan total
presentase 76 % sebesar Untuk presentase aktifitas siswa dapat dilihat sebagai berikut:

Tabel : Data Observasi Aktifitas Belajar Pada Siklus 1


Pertemuan Pertama
NO DESKRIPTOR PERTEMUAN I
N=24 %
1 Siswa serius mendengarkan tujuan pembelajaran 16 64,0
yang di sampaikan guru
2 Siswa serius mendengarkan motivasi yang di 17 68,0
sampaikan guru
3 Siswa serius mendengarkan pembagian kelompok 19 76,0
yang di sampaikan guru
4 Siswa rajin membaca dari berbagai sumber mengenai 18 72,0
topic pembahasanya masing-masing
5 Siswa antusias berdiskusi dalam kelompok 17 68,0
berdasarkan kesamaan materi yang diberikan pada
setiap siswa
6 Siswa bisa menjelaskan materi yang di diskusikan di 18 72,0
kelompok ahli kepada temannya di kelompok asal
7 Siswa serius menyimak penjelasan yang disampaikan 17 68,0
temannya yang berasal dari kelompok ahli
8 Siswa antusias menanyakan hal-hal yang belum 16 64,0
dipahami kepada anggota kelompok ahli di
kelompoknya
9 Siswa serius menjawab soal kuis yang diberikan 19 76,0
oleh guru

Setelah dilakukan pengamatan kedua ternyata terjadi peningkatan aktifitas belajar


siswa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw, peningkatan terjadi
pada deskriptor Siswa serius mendengarkan tujuan pembelajaran yang di sampaikan guru.
Pada pertemuan pertama 64% meningkat menjadi 76.9 % yaitu terjadi peningkatan sebesar
12.9% Untuk lebih jelasnya akan dapat dilihat pada tabel aktifitas siswa berikut.

Tabel : Data Observasi Aktifitas Belajar Pada Siklus 1


Pertemuan Kedua
NO DESKRIPTOR PERTEMUAN I PERTEMUAN II
N=24 % N=26 %
1 Siswa serius mendengarkan 16 64,0 20 76,9
tujuan pembelajaran yang di
sampaikan guru
2 Siswa serius mendengarkan 17 68,0 21 80,8
motivasi yang di sampaikan
guru
3 Siswa serius mendengarkan 19 76,0 20 76,9
pembagian kelompok yang di
sampaikan guru
4 Siswa rajin membaca dari 18 72,0 22 84,6
berbagai sumber mengenai topic
pembahasanya masing-masing
5 Siswa antusias berdiskusi dalam 17 68,0 20 76,9
kelompok berdasarkan
kesamaan materi yang diberikan
pada setiap siswa
6 Siswa bisa menjelaskan materi 18 72,0 20 76,9
yang di diskusikan di kelompok
ahli kepada temannya di
kelompok asal
7 Siswa serius menyimak 17 68,0 18 69,2
penjelasan yang disampaikan
temannya yang berasal dari
kelompok ahli
8 Siswa antusias menanyakan hal- 16 64,0 18 69,2
hal yang belum dipahami kepada
anggota kelompok ahli di
kelompoknya
9 Siswa serius menjawab soal 19 76,0 21 80,8
kuis yang diberikan oleh guru
Pada pertemuan ketiga seluruh komponen mengalami peningkatan. Diantara
deskriptor yang meningkat cukup besar adalah Siswa serius menyimak penjelasan yang
disampaikan temanya yang berasal dari kelompok ahli dari 59.2% di pertemuan kedua
meningkat menjadi 84.6%. Hal ini dapat dilihat dari tabel berikut :

Tabel : Data Observasi Aktifitas Belajar pada siklus 1

Pertemuan Ketiga

NO DESKRIPTOR PERTEM PERTEM PERTEM RATA-


UAN I UAN II UAN III RATA
N= % N= % N= %
24 26 23
1 Siswa serius 16 64,0 20 76,9 23 88,5 76,5
mendengarkan
tujuan pembelajaran
yang di sampaikan
guru
2 Siswa serius 17 68,0 21 80,8 24 92,3 80,4
mendengarkan
motivasi yang di
sampaikan guru
3 Siswa serius 19 76,0 20 76,9 23 88,5 80,5
mendengarkan
pembagian
kelompok yang di
sampaikan guru
4 Siswa rajin 18 72,0 22 84,6 23 88,5 81,7
membaca dari
berbagai sumber
mengenai topic
pembahasanya
masing-masing
5 Siswa antusias 17 68,0 20 76,9 22 84,6 76,5
berdiskusi dalam
kelompok
berdasarkan
kesamaan materi
yang diberikan pada
setiap siswa
6 Siswa bisa 18 72,0 20 76,9 23 88,5 79,1
menjelaskan materi
yang di diskusikan
di kelompok ahli
kepada temannya di
kelompok asal
7 Siswa serius 17 68,0 18 69,2 22 84,6 73,9
menyimak
penjelasan yang
disampaikan
temannya yang
berasal dari
kelompok ahli
8 Siswa antusias 16 64,0 18 69,2 22 84,6 72,6
menanyakan hal-hal
yang belum
dipahami kepada
anggota kelompok
ahli di kelompoknya
9 Siswa serius 19 76,0 21 80,8 25 96,2 84,3
menjawab soal kuis
yang diberikan oleh
guru

Presentase aktifitas belajar siswa pada setiap pertemuan berdasarkan tabel di atas
adalah sebagai berikut :

1. Siswa serius mendengarkan tujuan pembelajaran yang di sampaikan guru pada


pertemuan pertama 16 orang (64.0%), dan pada pertemuan kedua meningkat menjadi
20 orang (76.9%) berarti terjadi peningkatan 12.9%. Pada pertemuan ketiga
meningkat kembali sebesar 11.5 % menjadi 23 orang (88.5%).

2. Siswa serius mendengarkan motivasi yang di sampaikan guru pada pertemuan


pertama sebanyak 17 orang (68.0%) dan pada pertemuan kedua naik 12.8 % menjadi
21 orang (80.8%). Lalu pada pertemuan ketiga juga terlihat peningkatan sebesar 11.5
% menjadi 92.3 % (24 orang).

3. Siswa serius mendengarkan pembagian kelompok yang di sampaikan guru pada


pertemuan pertama sebanyak 19 orang (76.0%) dan terjadi peningkatan sebesar 0.9 %
pada pertemuan kedua menjadi 76.9%. Lalu pada pertemuan ketiga terjadi kenaikan
yang cukup besar 11.5 % menjadi 88.5 %.
4. Siswa rajin membaca dari berbagai sumber mengenai topik pembahasanya masing-
masing pada pertemuan pertama 18 orang (72.0%) meningkat sebesar 12.6%
menjadi 22 orang (84.6%) lalu meningkat kembali pada pertemuan ketiga sebesar 3.8
% menjadi 88.5% (23 orang).

5. Siswa antusias berdiskusi dalam kelompok berdasarkan kesamaan materi yang


diberikan pada setiap siswa pada pertemuan pertama 17 orang (68.0%) dan terjadi
kenaikan yang tinggi pada pertemuan kedua sebesar 8.9% menjadi 76.9 % (20 orang),
dan pada pertemuan ketiga terjadi kenaikan lagi sebesar 7.7 % menjadi 84.6 % (22
orang).

6. Siswa bisa menjelaskan materi yang di diskusikan di kelompok ahli kepada temannya
di kelompok asal pada pertemuan pertama 18 orang (72.0%) terjadi kenaikan 4.9 %
menjadi 76.9% (20 orang) pada pertemuan kedua dan terjadi peningkatan pada
pertemuan ketiga sebesar 11.5% menjadi 88.5 %(23 Orang).

7. Siswa serius menyimak penjelasan yang disampaikan temanya yang berasal dari
kelompok ahli pada pertemuan pertama sebesar 68.0 % (17 orang) dan terjadi
peningkatan sebesar 1.2 % menjadi 69.2% (18 orang). Lalu meningkat lagi sebesar
15.4 % pada pertemuan ketiga menjadi 84.6 %.

8. Siswa antusias menanyakan hal-hal yang belum dipahami kepada anggota kelompok
ahli di kelompoknya pada pertemuan pertama sebanyak 16 orang yang aktif (64.0%)
dan terjadi peningkatan sebesar 5.2% menjadi 69.2 % pada pertemuan kedua, dan
kembali meningkat di pertemuan ketiga sebesasr 15.4% menjadi 84.6 % (22 orang).

9. Siswa serius menjawab soal kuis yang diberikan oleh guru pada pertemuan pertama
terlihat 19 orang (76.0 %) yang aktif, lalu terjadi peningkatan 4.8 % menjadi 80.8%
(21 orang). Dan kembali terjadi peningkatan lagi sebesasr 15.4 % menjadi 96.2% (25
orang).

C. Pembahasan

Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw merupakan salah dari model pembelajaran
yang memberikan keleluasaan bagi siswa untuk ikut aktif dalam proses pembelajaran. Hal
tersebut membuat siswa terbiasa membentuk pengetahuannya baru melalui langkah-langkah
pembelajaran jigsaw.

Berdasarkan analisis data observasi penelitian yang dilakukan pada kelas XI IIS 1
SMA Pembangunan Laboratorium UNP., pada masing-masing pertemuan setiap siklus
ternyata mengalami peningkatan dibeberapa indikator aktifitas pembelajaran yang diamati.
Walaupun dalam pelaksanaan penelitian ini ditemukan beberapa hambatan berhubungan
dengan kegiatan belajar siswa dalam pembelajaran pada siklus 1. Hal ini disebabkan oleh
beberapa hal seperti ketidaksiapan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran, siswa seolah
enggan untuk mengajukan pertanyaan mengenai materi yang belum dipamahi kepada
temannya di kelompok asal masing-masing. Di samping itu juga kemampuan siswa untuk
memberikan penjelasan kepada temannya di kelompok asal merupakan salah satu kendala
yang dihadapi. Sedangkan dari faktor model pembelajaran. Model pembelajaran kooperatif
tipe Jigsaw merupakan model yang baru bagi siswa sehingga belum terbiasa dalam
melaksanakan model pembelajaran tersebut.

Rata-rata presentase aktifitas pembelajaran Sejarah Indonesia mengalami peningkatan


dari siklus I ke siklus II. Hal ini dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel Perbandingan Aktifitas siswa dalam Pembelajaran Sejarah Indonesia


pada siklus I dan siklus II

NO DESKRIPTOR Presentase aktifitas siswa Peningkatan


dari siklus I ke siklus II
Siklus I Siklus II
1 Siswa serius mendengarkan 49,6 76,5 26,9
tujuan pembelajaran yang di
sampaikan guru
2 Siswa serius mendengarkan 59,1 80,4 21,2
motivasi yang di sampaikan
guru
3 Siswa serius mendengarkan 67,3 80,5 13,1
pembagian kelompok yang
di sampaikan guru
4 Siswa rajin membaca dari 53,7 81,7 28,0
berbagai sumber mengenai
topic pembahasanya
masing-masing
5 Siswa antusias berdiskusi 52,2 76,5 24,3
dalam kelompok
berdasarkan kesamaan
materi yang diberikan pada
setiap siswa
6 Siswa bisa menjelaskan 50,9 79,1 28,2
materi yang di diskusikan di
kelompok ahli kepada
temannya di kelompok asal
7 Siswa serius menyimak 56,4 73,9 17,5
penjelasan yang
disampaikan temannya yang
berasal dari kelompok ahli
8 Siswa antusias menanyakan 52,3 72,6 20,3
hal-hal yang belum
dipahami kepada anggota
kelompok ahli di
kelompoknya
9 Siswa serius menjawab soal 67,3 84,3 17,0
kuis yang diberikan oleh
guru

Faktor model belajar dalam pelaksanaan pembelajaran juga turut menunjunag siswa
untuk lebih aktif, karena siswa sudah mulai terbiasa dengan model pembelajaran kooperatif
tipe Jigsaw sehingga proses pembelajaran menjadi menyenamgkan begitu juga dengan faktor
individu karena siswa sudah diberikan motivasi dengan pemberian nilai tambahan.

Dalam pelaksanaan siklus dua dengan menugaskan siswa untuk membaca dan
meresume materi ajar yang akan dipelajari dan memberikan nilai tambahan bagi siswa yang
berpartisipasi aktif brdampak pada peningkatan aktifitas belajar siswa dalam proses
pembelajaran. Ini dapat dilihat tabel hasil siklus II dimana aktifitas belajar siswa dalam
kegiatan pembelajaran mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan siklus I.

Dari hasil data pengamatan yang diperoleh dari kedua siklus dapat disimpulkan
bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dapat meningkatan aktifitas belajar siswa.
Selama tindakan pada siklus II berlangsung terlihat siswa lebih aktif dan bersemangat dalam
proses pembelajaran. Pelaksanaan pembelajaran Sejarah Indonesia melalui model
pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw telah membuat pelajaran Sejarah Indonesia menjadi
pelajaran yang menyenangkan bagi siswa.
Adapun kelemahan dari model pembelajaran tipe Jigsaw adalah merupakan metode
yang baru bagi siswa sehingga mereka belum terbiasa dengan penggunaan model
pembelajaran tersebut.

Dengan peningkatan keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran maka dapat


disimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dapat meningkatkan aktifitas dalam
pembelajaran Sejarah Indonesia siswa kelas XI IIS 1 SMA Pembangunan Laboratorium UNP.