Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN RESMI

PRAKTIKUM BIOFISIKA
Resistensi Tubuh Manusia

Disusun Oleh :
Kelompok 5

1. Nurul Choeriyah (16312241018)


2. Resty Prastika (16312241019)
3. Dian Risqi Fatimah (16312241020)
4. Meylisa Dyah PP (16312241022)
5. Windasari Dewi Pramita (16312241023)

Pendidikan IPA A 2016

JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN ALAM


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2018
A. Tujuan
Mengukur nilai resistensi pada tubuh manusia
B. Dasar Teori

Resistensi lisrik merupakana ukuran seberapa besar suatu objek melawan aliran
listrik. Dalam Satuan Internasional (SI) resistensi listrik memiliki satuan ohm. Resistansi atau
hambatan adalah penahan aliran listrik. Kemampuan menghambat aliran listrik disebut
resistivitas. Komponen atau bahan yang berfungsi atau digunakan untuk menghambat arus
listrik disebut resistor. Satuan Internasional untuk hambatan adalah ohm (Ω) dan alat yang
digunakan untuk mengukur hambatan adalah ohmmeter (Giancoli,2001).

Alat yang digunakan untuk mengukur hambatan listrik secara langsung adalah
ohmmeter. Nilai hambatan yang terukur ditunjukkan oleh posisi jarum (pada ohmmeter
analog) atau angka (pada ohmmeter digital).Sebelum melakukan pengukuran biasanya
ohmmeter perlu dikalibrasi. Caanya adalah dengan menyentuhkan dua kaki
penyentuh,kemudian putar tombol kalibrasi pada ohmmeter sehingga jarum menunjuk ke
angka nol. Cara mengkalibrasi ohmmeter digital cukup dengan memutar tombol kalibrasi
pada ohmmeter agar angka yang ditunjukkan menjadi nol (Abdullah.2004:47)

Tubuh manusia memiliki nilai resistensi tertentu. Nilai resistensi pada tubuh tidaklah
tetap. Nilai resistensi ini berbeda pada setiap bagian tubuh manusia. Berdasarkan
kemampuan resistensinya tubuh dibagi menjadi tiga bagian (Dzhokic G, dkk, 2008:54-58) :

a. Tahanan rendah : serabut syaraf, membran mukosa, otot.


b. Tahanan menengah : kulit kering, jaringan lemak, tendon
c. Tahanan tinggi : tulang

Tabel 1. Tabel nilai resistansi pada tubuh manusia

No. Jaringan Nilai Resistensi (ohm/cm2)


1. Membran mukosa 100
2. Lengan volar, paha bagian dalam 300 – 10.000
3. Kulit kering 5000
4. Kulit basah
Di kamar mandi 1200 – 1500
Berkeringat 2500
Telapak kaki 100.000 – 200.000

Sumber: (Bikson M, 2008 dalam Rachman,2014)

Perbedaan besar hambatan listrik setiap orang dapat diakibatkan oleh beberapa factor, antara lain
adalah:

1. Diameter
Sebagai contoh laki-laki memiliki nilai resistensi yang lebih rendah daripada
wanita. Sebagaimana resistor yang digunakan pada peralatan elektronik,resistensii pada
lengan manusia bergantung pada panjang dan diameter lengan. Resistensi sebanding
dengan panjang dan berbanding terbalik dengan diameter. Karena laki-laki cenderung
memiliki lengan yang lebih tebal (lebih berotot) seingga mereka memiliki resistensi yang
lebih rendah(Tim Penyusun.2018: 14).Hal ini sesuai dengan rumor Resistensi Benda,
apabila R merupakan resistensi, ρ adalah hambatan jenis, L adalah panjang benda, dan A
merupakan luas benda, adalah:

𝐿
𝑅 = 𝜌𝐴

Didalam kawat penghantar arus listrik dihasilkan oleh aliran electron. Muatan
positif bergerak karena terikat kuat didalam inti atom. Ketika ujung-ujung kawat
memiliki beda potensial,electron akan mengalir diantara ruang sela-sela muatan positif
yang diam. Tumbukan electron dengan muatan psitif sering terjadi sehingga menghambat
aliran electron dan mengurangi arus listrik yang dihasilkan. Makin panjang kawat
penghantar makin banyak tumbukan eektron yang dialami,sehingga makin besar pula
hambatan yang dialami electron (Wariyono,Sukis.2008:135).
Sumber : Wariyono,Sukis.2008:135

2. Keadaan Tubuh
Di dalam tubuh, jaringan yang memiliki resistensi terbesar adalah tulang dan
lemak,sementara syaraf dan otot memiliki resistensi terkecil. Selain itu dapat dikatakan
bahwa mayoritas resistensi resistensi tubuh ada pada kulit sel mati dan kering dari
epidermis adalah konduktor yang sangat buruk. Bergantung pada setiap orang,resistensi
kulit kering biasanya diantara 1000-100000 ohm. Resistensi kulit menjadi lebih rendah
jika kulit pada kondisi yang basahatau terbakar/terpapar panas. (Tim Penyusun.2018:
14).Sebuah kapalan, tangan kering memiliki lebih dari 100.000 Ω karena lapisan luar
tebal. Sedangkan daya resistensi tubuh internal sekitar 300 Ω, hal ini karena jaringan
bawah kulit lebih basah dan mengandung garam (Raymond M. Fish. 2009).

3. Panjang Lengan
Berdasarkan persamaan (1), hambatan jenis atau resistensi dipengaruhi oleh
panjang. Panjang disini dimaksudkan dengan panjang arus listrik ditempuh. Jika aliran
listrik mengalir dari tangan kiri menuju ke kaki kanan, maka resistensi akan lebih besar
dibandingkan dengan arus listrik yang mengalir dari jari kanan menuju ke jari kiri (R.
Fish & L. Geddes. 2003). Nilai kasar resistensi internal tubuh manusia adalah 300-1000
ohm. Jika arus masuk melewati tangan kiri dan keluar kaki kanan, maka nilai
resistensinya akan jauh lebih tinggi daripada jika arus masuk dan keluar lewat jalur
bersebelahan (Tim Penyusun.2018: 14).
C. Tabulasi Data

No Naracoba Posisi penempelan probe Jarak antara 2 R (kΩ)


elektroda ( cm )
1. Dian Tangan- Kering dan bersih
tangan Berkeringat atau 80 150 150
kotor
Tangan ke kaki 130 500 500
Kaki ke kaki 136 750 750
Tangan ke alis 66 200 180
2 Winda Tangan- Kering dan bersih 80 300 300
tangan Berkeringat atau
kotor
Tangan ke kaki 130 450 450
Kaki ke kaki 136 650 650
Tangan ke alis 66 200 150
3 Novan Tangan- Kering dan bersih
tangan Berkeringat atau 80 325 300
kotor
Tangan ke kaki 130 450 450
Tangan ke alis 66 300 300
Kaki ke kaki 136 600 600

D. Pembahasan

Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan yang berjudul “Resistensi pada


Tubuh” yang dilakukan pada tanggal 20 Februari 2019 di Laboratorium IPA FMIPA
UNY ini bertujuan untuk mengukur niali resistensi pada tubuh manusia. Alat dan bahan
yang digunakan diantaranya yaitu multimeter, meteran, kabel penghubung dan naracoba
pria maupun wanita. Pada praktikum ini praktikan mengukur resistensi tubuh antara
tangan dengan tangan, tangan dengan kaki, kaki dengan kakai dan juga tangan dengan
alis. Untuk tangan dengan tangan disesuaikan dengan kondisi naracoba dengan adanya
dua kemungkinan yaitu tangan kering bersih dan juga tangan basah kotor. Masing-masing
percobaan dilakukan dua kali pengulangan dengan 3 naracoba yaitu 2 perempuan dan 1
laki-laki.
Multimeter merupakan alat ukur multimeter ini dapat mengukur voltase baik AC
maupun DC, arus, dan hambatan dalam sebuah rangkaian elektronika. Fungsi utama dari
multitester ini ialah mengukur resistansi, kapasitansi, arus listrik, tegangan AC maupun
DC, menguji baik atau tidaknya suatu komponen, mengetahui sambungan rangkaian,
dan sebagainya. Hasil dari pengujian tersebut akan ditunjukkan oleh jarum penunjuk
pada multitester (Sugiri, 2004). Kabel penghubung/kabel colok, kabel ini
menghubungkan alat ukur dengn titik yang diukur. Biasanya kabel colok berwarna hitam
adalah kabel negatif dan kabel colok merah adalah kabel colok positif. Kabel colok ini
memiliki dua ujung yang berbeda dimana pangkal untuk ditancapkan pada terminal kabel
colok sedangkan ujung lainnya akan ditancapkan pada benda yang akan diukur (Sugiri,
2004). Dalam hukum ohm diketahui bahwa resistansi berbanding terbalik dengan jumlah
arus yang mengalir melaluinya. Satuan resistansi sendiri adalah ohm disimbolkan
(Ahmad, 2007).
Hasil yang diperoleh parktikan yaitu pada naracoba Dian pada resistensi tangan
dengan tangan berkeringat dengan jarak 80 cm mengahasilkan hambatan sebesar 150
ohm untuk kedua pengulangan, untuk tangan ke kaki dengan jarak 130 cm resistensinya
sebesar 500 ohm dengan dua pengulangan, untuk kaki ke kaki dengan jarak 136 cm
memiliki resistensi sama sama 750 ohm dengan dua kali pengulangan, untuk tangan ke
alis dengan jarak 66 cm memiliki resisitensi sebesar 200 ohm untuk dua kali
pengulangan. Pada naracoba Winda untuk resistensi tangan dengan tangan kering dan
bersih dengan jarak 80 cm mengahasilkan hambatan sebesar 300 ohm untuk kedua
pengulangan, untuk tangan ke kaki dengan jarak 130 cm resistensinya sebesar 450 ohm
dengan dua pengulangan, untuk kaki ke kaki dengan jarak 136 cm memiliki resistensi
650 ohm dengan dua kali pengulangan, untuk tangan ke alis dengan jarak 66 cm memiliki
resisitensi sebesar 325 ohm dan 300 ohm. Naracoba terakhir yaitu pria dengan
naracobanya Novan, untuk resistensi tangan dengan tangan kering dan bersihdengan
jarak 80 cm mengahasilkan hambatan sebesar 325 ohm untuk kedua pengulangan, untuk
tangan ke kaki dengan jarak 130 cm resistensinya sebesar 450 ohm dengan dua
pengulangan, untuk kaki ke kaki dengan jarak 136 cm memiliki resistensi sama sama
600 ohm dengan dua kali pengulangan, untuk tangan ke alis dengan jarak 66 cm memiliki
resisitensi sebesar 300 ohm untuk dua kali pengulangan.
Berdasarkan hasil praktikum yang telah dilakukan oleh praktikan diketahui bahwa
hasil antara ketiga naracoba berbeda-beda. Hal tersebut dikarenakan berjalannya arus
listrik melalui tubuh manusia biasanya ditentukan oleh resistansi kulit, yang berkisar dari
sekitar 1000 Ω untuk kulit basah untuk sekitar 500.000 Ω untuk kulit kering. Hambatan
internal dari tubuh kecil, yaitu antara 100-500 Ω.”
Hal-hal yang mempengaruhi besar kecilnya resistansi tubuh antara lain :
a. Jenis kelamin
b. Basah tidaknya permukaan kulit
c. Tebal tipisnya kulit

Jika kulit sedang kering, resistansi menjadi tinggi dan cukup untuk
melindungi dari bahaya sengatan listrik. Tetapi untuk mendapatkan kondisi kulit yang
benar-benar kering adalah hal yang jarang dijumpai. Kecenderungannya setiap orang
akan mengeluarkan keringat walaupun hanya sedikit. Oleh karena itu dianggap bahwa
tubuh selalu basah, resistansi listrik menjadi rendah. Wanita dewasa memiliki resistansi
tubuh yang berbeda dengan laki-laki dewasa. Resistansi tubuh wanita dewasa lebih
rendah dibanding resistansi tubuh laki-laki dewasa. Oleh karena itu arus listrik yang
mengalir ke tubuh wanita dewasa cenderung lebih besar.
Dari pemaparan diatas diketahui bahwa nilai resistensi antara tangan dengan
tangan yang kering harusnya lebih besar untuk jenis kelamin perempuan, hal tersebut
sudah sesuai dengan data hasil percobaan terlihat pada sesama wanita Winda dan Dian.
Resistansi antara tangan dengan tangan pada ketiga naracoba hasilnya paling kecil pada
Dian karena tanganya berkeringat. Namun pada besar resistansi wanita dengan pria yang
seharusnya lebih besar resistensi pria, hal ini tidak sesuai literatur hal tersebut dapat
dikarenakan oleh beberapa faktor seperti saat mengukur kekuatan menekan ujung kabel
penghubung berbeda ataupun posisinya berbeda selain itu juga tidak konstannya nilai
resistansi yang diperoleh dari multimeter, selain itu juga keakuratannya karena
menggunakan skala yang besar sehingga menyebabkan kurang akuratnya nilai yang
diperoleh praktukan dalam praktikum.

E. Jawaban Pertanyaan
1. Nilai resistensi yang praktikan ukur nilainya berbeda satu sama lain, baik pada
praktikan Dian, Winda dan Novan :
2. Pada posisi tangan ke tangan dengan jarak 80 cm , praktikan Dian memperoleh nilai
Resistensi sebesar 150 pada dua kali percobaan, praktikan Winda memperoleh nilai
Resistensi sebesar 300 pada dua kali percobaan, dan praktikan Novan memperoleh nilai
Resistensi sebesar 325 serta 300 pada dua kali percobaan. Pada tangan ke kaki dengan
jarak 130 cm, praktikan Dian memperoleh nilai Resistensi sebesar 500 pada dua kali
percobaan, praktikan Winda memperoleh nilai Resistensi sebesar 450 pada dua kali
percobaan, dan praktikan Novan memperoleh nilai Resistensi sebesar 450 pada dua kali
percobaan. Pada kaki ke kaki dengan jarak 136 cm, praktikan Dian memperoleh nilai
Resistensi sebesar 750 pada dua kali percobaan, praktikan Winda memperoleh nilai
Resistensi sebesar 650 pada dua kali percobaan, dan praktikan Novan memperoleh nilai
Resistensi sebesar 600 pada dua kali percobaan. Pada tangan ke alis dengan jarak 66 cm,
praktikan Dian memperoleh nilai Resistensi sebesar 200 dan 180 pada dua kali
percobaan, praktikan Winda memperoleh nilai Resistensi sebesar 200 dan 150 pada dua
kali percobaan, sedangkan praktikan Novan memperoleh nilai Resistensi sebesar 300
pada dua kali percobaan
3. Pada kondisi tangan kering dan bersih yang dilakukan praktikan Winda menunjukan
hasil resistensi sebesar 300 pada dua kali percobaan. Sedangkan pada kondisi tangan
berkeringat atau kotor yang dilakukan praktikan Dian menunjukan hasil resistensi sebesar
150 pada dua kali percobaan. Pada praktikan novan dengan kondisi tangan berkeringat
atau kotor menunjukan hasil resistensi sebesar 325 dan 300 pada dua kali percobaan.
4. perbedaan hasil besar resistensi pada nomer diatas dapat terjadi karena perbedaan jenis
kelamin, basah tidaknya permukaan kulit, dan tebal tipisnya kulit.
F. Daftar Pustaka

Abdullah,Mikraajuddin.2004.IPA Fisika.Jakarta:Esis

Ahmad, Jayadi. 2007. Eldas Ilmu Elektronika. Jayadin. pdf

Bikson M. 2008.A Review of Hazards Associated with Exposure to Low Voltages diakses
pada http://bme.ccny.cuny.edu/faculty/mbikson/BiksonMsafeVoltageReview.pdf

Dzhokic G, Jovhevska J, Dika A. 2008.Electrical Injuries: Etiology, Pathophysiology


and Mechanism. Macedonian Journal of Medical Sciences.

Giancoli. 2001. Fisika. Jakarta : Erlangga

Wariyono,Sukis.2008.Mari Belajar Ilmu Alam Sekitar 3:Panduan Belajar IPA


Terpadu.Jakarta:Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional

R. Fish & L. Geddes. 2003. Medical and Bioengineering Aspects of Electrical Injuries:
Lawyers & Judges Publishing Company, Inc.

Sugiri. 2004. Elektronika Dasar dan Peripheral computer. Yogyakarta. Penerbit Andi.

Tim Penyusun.2018.Petunjuk Praktikum Biofisika.Yogyakarta:FMIPA UNY