Anda di halaman 1dari 6

Tata laksana diet

Tatalaksana diet untuk pasien hepatitis adalah diet tinggi kalori tinggi protein
(TKTP), cukup lemak, vitamin, dan mineral dan diet DASH.

1. Diet TKTP

Diet TKTP diberikan agar pasien hepatitis mendapat cukup makanan untuk
memenuhi kebutuhan kalori dan protein yang meningkat. Umumnya kebutuhan
energi penderita penyakit infeksi lebih tinggi karena selain terjadi
hiperkatabolisme, juga terjadi malnutrisi. Kedua kondisi tersebut
diperhitungkan dalam menentukan kebutuhan energi dan protein. Oleh karena
itu, rekomendasi kebutuhan energi total untuk pasien hepatitis ditingkatkan
menjadi 35- 45 kkal/kgbb.

Rekomendasi kecukupan energi untuk pasien hepatitis dengan infeksi lainnya


dilakukan melalui diet yang disesuaikan dengan peningkatan kebutuhan energi
masing- masing individu. Protein pada pasien hepatitis diberikan lebih tinggi
dari kebutuhan normal karena protein sangat diperlukan untuk
mencegah/mengurangi progresivitas terjadinya wasting otot. Asupan protein
pada pasien hepatitis yang dianggap adekuat adalah antara 1,2- 1,5 g/kg bb/hari
atau 15% dari kebutuhan energi total, yaitu kira-kira 75- 100 g/hari. Lemak
dianjurkan cukup, sesuai dengan pola makan seimbang, yaitu 25-30% .
Kebutuhan energi total dengan komposisi asam lemak jenuh (saturated fatty
acid/sfa) <7%, tak jenuh ganda (polyunsaturated fatty acid/pufa) <10% dan tak
jenuh tunggal (monounsaturated fatty acid/mufa) hingga 15%.

Makanan sebaiknya diberikan dalam bentuk mudah dicerna dan porsi


makanan disesuaikan dengan kemampuan pasien mengonsumsinya. Cairan
diberikan cukup, yaitu 35 ml/kg atau 2 liter/hari kecuali pada pasien tertentu di
mana diperlukan restriksi cairan.

2. Diet DASH

DASH merupakan kependekan dari Dietary Approaches to Stop


Hypertension. Diet DASH mengikuti pedoman jantung sehat untuk membatasi
lemak jenuh dan kolesterol. DASH berfokus pada peningkatan asupan zat gizi
yang diharapkan dapar menurunkan tekanan darah, terutama mineral (seperti
kalium, kalsium, dan magnesium), protein, dan serat.
Tujuan dari diet DASH adalah :

a. Mencegah dan mengontrol tekanan darah.

b. Menurunkan kolesterol LDL, saat bersamaan dengan menurunkan


tekanan darah, dapat mengurangi risiko terkena penyakit jantung.

Daily Significance pf Each Food Group to the


Food Group
Servings DASH Eating Pattern
Grains 6–8 Major sources of energy and fiber
Vegetables Rich sources of potassium, magnesium, and
4–5
fiber
Fruits 4–5 Important sources of potassium,
magnesium, and fiber
Daily Significance pf Each Food Group to the
Food Group
Servings DASH Eating Pattern
Fat-free or low-fat milk and Major sources of calcium and protein
2–3
milk products
Lean meats, poultry, and Rich sources of protein and magnesium
6 or less
fish
Nuts, seeds, and legumes 4 – 5 per Rich sources of energy, magnesium,
week protein, and fiber
Fats and oils2 The DASH study had 27 percent of calories
2–3
as fat, including fat in or added to food
Sweets and added sugars 5 or less Sweets should be low in fat
per week
The DASH eating plan shown below is based on 2000 calories a day.
1
Whole grains are recomended for most grain servings as a good source of fiber and
nutrients.
2
Fat content changes serving amount for fats and oils. For example, 1 Tbsp of regular
salad dressing equals one serving; 1 Tbsp of a low-dat dressing equals one-half serving;
1 Tbsp of fat-free dressing equals zero servings.

4.1 Intervensi
Tujuan:
Jangka Pendek :
1. Memenuhi kebutuhan gizi harian pasien
2. Meningkatkan sistem imun
Jangka Panjang :
1. Mencegah kerusakan hati lebih lanjut dan memperbaiki jaringan hati yang rusak
2. Menurunkan tekanan darah
3. Mengurangi edema kaki, pusing, mual, dan lemas.
Prinsip Diet:
TKTP (Tinggi Kalori Tinggi Protein) dan Diet DASH (rendah garam)
Syarat Diet :
1. Energi diberikan dalam 3 kali makan dan 2 kali selingan, dihitung dengan
menggunakan Harris Benedict dengan memperhitungkan aktifitas fisik dan faktor
stress sebesar 2272,9 kkal ~ 2300 kkal
2. Protein diberikan sebesar 319,8 kkal atau setara dengan 79,95 gram, utamanya
BCAA (branched chain amino acid)
3. Lemak diberikan sebesar 568,22 kkal atau setara dengan 63,1 gram, utamanya
MCT (medium chain triglycerides)
4. Karbohidrat diberikan sebesar 1384,8 kkal atau setara dengan 346,2 gram
5. Natrium diberikan sebesar 1200 mg
6. Kalium diberikan sebesar 4700 mg
7. Vitamin C diberikan sebesar 90 mg
8. Vitamin E diberikan sebesar 15 mg
9. Konsumsi lemak jenuh <7% dari total energi
Tahap I Tahap II Tahap III
Energi = 1363,8 kkal Energi = 1818,4 kkal (80%) Energi = 2272,9 kkal
(60%) ~ 1400 kkal ~ 1800 kkal (100%) ~ 2300 kkal
Protein (1,5 g/kgBB) = Protein (1,5 g/kgBB) = Protein (1,5 g/kgBB) =
47,97 gram ~ 48 gr 63,96 gram ~ 64 gr 79,95 gram ~ 80 gr
Lemak (25% E) = 37,88 Lemak (25% E) = 50,5 Lemak (25% E) = 63,1
gram ~ 38 gr gram ~ 50 gr gram ~ 63 gr
Karbohidrat (60% E) = Karbohidrat (60% E) = Karbohidrat (57% E) =
204,57 gram ~ 205 gr 272,76 gram ~ 273 gr 346,2 gram ~ 346 gr
Natrium = 1200 mg Natrium = 1200 mg Natrium = 1200 mg
Kalium = 4700 mg Kalium = 4700 mg Kalium = 4700 mg
Vitamin C = 90 mg Vitamin C = 90 mg Vitamin C = 90 mg
Vitamin E = 15 mg Vitamin E = 15 mg Vitamin E = 15 mg
SFA (7% E) < 10,6 gram SFA (7% E) < 14,14 gram SFA (7% E) < 17,67 gram
Perhitungan Kebutuhan :
TB (Cumlea) = 64,19 – (0,04 x U) + (2,02 x TL)
= 64,19 – (0,04 x 49) + (2,02 x 47)
= 64,19 – 1,96 + 94,94
= 157,17 cm (estimasi)
BB (estimasi) = (0,826 x TL) + (2,116 x LILA) – (U x 0,113) – 31,486
= (0,826 x 47) + (2,116 x 24,4) – (49 x 0,113) – 31,486
= 38,8 + 51,6 – 5,537 – 31,486
= 53,3 kg

AMB = 66 + (13,7 x BB) + (5 + TB) – (6,8 x U)


= 66 + (13,7 x 53,3) + (5 + 157,17) – (6,8 x 49)
= 66 + (730,21) + (785,85) – (333,2)
= 1248,86

Energi = AMB x AF x Faktor Stress


= 1248,86 x 1,3 x 1,4
= 2272,9 kkal ~ 2300 kkal

Protein = 1,2 – 1,5gr/BB


= 1,5 x 53,3
= 79,95 gr = 319,8 kkal (13%) ~ 80 gr

Lemak = 25% x E
= 25% x 2272,9
= 568,22 kkal = 63,1 gr ~ 63 gr

Karbohidrat = E - (P + L)
= 2272,9 – (319,8 + 568,22)
= 1384,8 kkal
= 346,2 gr (60%) ~ 350 gr

Vitamin C = 90 mg
Vitamin E = 15 mg
Natrium = 1200 mg
Kalium = 4700 mcg
Jenis Diet, Bentuk
Cara Pemberian Frekuensi
Makanan
Jenis diet : makanan Oral dan bertahap sebanyak 3 tahap Diberikan 3x
tinggi Kalori dan tinggi hingga mencapai kebutuhan kalori makan utama
protein yang dianjurkan, yaitu 2272,9 kkal dan 2x makanan
Bentuk makanan: 2 hari -Hari ke-1 (60%) = 1363,8 kkal selingan
pertama makanan lunak, -Hari ke-2 (80%) = 1818,4 kkal
dan hari ke 4-6 makanan -Hari ke-3 s/d 6 (100%) = 2272,9 kkal
biasa

4.7 Edukasi

Tujuan:
(E - 1.1) Memberikan pengetahuan terkait konsumsi makanan untuk pemenuhan kebutuhan
kalori dan makanan yang lebih bervariasi
Pendekatan : Transteoritical Model
Materi :
1. Pentingnya konsumsi makanan beragam
2. Pentingnya konsumsi sayur dan buah
3. Sumber makanan rendah garam, protein BCAA dan rendah lemak jenuh
Media : Poster, Leaflet
Sasaran : Tuan D dan Keluarga
Metode, Durasi:
Waktu Materi Tempat Durasi Metode
Minggu ke-1 Pentingnya konsumsi Poli Gizi 30 menit Ceramah
makanan beragam
Minggu ke-2 -Pentingnya konsumsi Poli Gizi 45 menit Ceramah
sayur dan buah
-Sumber makanan
rendah garam, protein
BCAA dan rendah
lemak jenuh