Anda di halaman 1dari 26

PENELITIAN TINDAKAN KELAS (METODE PENELITIAN)

“PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN LKPD

UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN ARGUMENTASI SISWA PADA
MATERI REAKSI REDOKS DI KELAS X MIA 2
MAN LABORATORIUM KOTA JAMBI”

DISUSUN OLEH :
KELOMPOK 4
1. DESI ITQUN MINANNAAR (A1C116001)
2. MUTIA SAFITRI (A1C116043)

DOSEN PENGAMPU
Dra. M. DWI WIWIK ERNAWATI, M.Kes

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2019
DAFTAR ISI
Hal
DAFTAR ISI .............................................................................................................. ii
DAFTAR TABEL ..................................................................................................... iii
DAFTAR GAMBAR ................................................................................................. iv

BAB III METODODLOGI PENELITIAN

3.1 Tempat dan Waktu Penelitian ............................................................. 1
3.2 Subjek penelitian ................................................................................. 1
3.3 Rancangan Penelitian .......................................................................... 2
3.4 Instrumen Penelitian............................................................................ 5
3.4.1 Lembar observasi .................................................................... 6
3.4.2 Lembar Diskusi Kelompok Menggunakan LKPD .................. 9
3.4.3 Angket Kemampuan Berargumentasi ..................................... 10
3.4.4 Test Essay ............................................................................... 11
3.4.5 Test Lisan ................................................................................ 12
3.4.6 Wawancara Terstruktur ........................................................... 13
3.5 Teknik Pengumpulan Data .................................................................. 14
3.5.1 Observasi ................................................................................. 14
3.5.2 Lembar Diskusi Kelompok Menggunakan LKPD .................. 14
3.5.3 Angket Kemampuan Argumentasi Siswa ............................... 15
3.5.4 Test Essay ............................................................................... 15
3.5.5 Test Lisan ................................................................................ 15
3.5.6 Wawancara Terstruktur ........................................................... 16
3.5.7 Dokumentasi ........................................................................... 16
3.6 Teknik Analisis Data ........................................................................... 17
3.6.1 Analisis Data Kuantitatif ......................................................... 17
3.6.2 Analisis Data Kualitatif ........................................................... 20
3.7 Indikator Keberhasilan ........................................................................ 21

ii
DAFTAR TABEL

Tabel Hal

3.1 Waktu penelitiaan dan jumlah pertemuaan persiklus ..................................... 1

3.2 Kisi-Kisi Lembar Observasi Keterlaksanaan Model Problem Based
Learning (PBL) oleh guru.............................................................................. 6
3.3 Kisi-Kisi Lembar Observasi Keterlaksanaan Model Problem Based
Learning (PBL) oleh siswa ............................................................................ 7
3.4 Kisi-Kisi Lembar Observasi Diskusi Kelompok ........................................... 8
3.5 Kisi-Kisi Lembar Diskusi Kelompok ............................................................ 10
3.6 Kisi-kisi Angket Kemempuan Berargumentasi ............................................. 11
3.7 Kisi-kisi Tes Essay ........................................................................................ 11
3.8 Kisi-kisi Tes lisan .......................................................................................... 12
3.9 Kisi-kisi lembar wawancara .......................................................................... 13
3.10 Kategori Keterlaksanaan Model Problem Based Learning ........................... 17
3.11 Kategori Diskusi Kelompok .......................................................................... 18
3.12 Kategori Test Essay ....................................................................................... 19
3.13 Kategori Test Lisan ....................................................................................... 19

iii
DAFTAR GAMBAR

Gambar Hal

3.1 Prosedur siklus penelitian ............................................................................... 2

3.2 Teknik Analisis Data ....................................................................................... 21

iv
BAB III
METODE PENELITIAN

3.1 Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di kelas X MIA 2 di MAN Laboratorium Kota Jambi
di Simpang IV Sipin, kecamatan Telanaipura Kota Jambi. Penelitian ini dilaksanakan
pada semester Genap tahun pelajaran 2018/2019. Waktu pelaksanaan selama 4
minggu dengan rencana penyusunan siklus adalah 2 kali siklus pada bulan Februari
dengan rincian sebagai berikut:
Tabel 3.1 Waktu penelitiaan dan jumlah pertemuaan persiklus.

SIKLUS PERTEMUAN MATERI TANGGAL

 Konsep Oksidasi dan
Senin, 11
Pertemuan 1 (2 JP) Reduksi
Februari 2019
 Tes lisan

1  Bilagan Oksidasi Unsur

dalam Senyawa atau Ion Kamis, 14
Pertemuan 2 (3P)
 Tes Lisan Februari 2019
 Posttest

 Penentuan Oksidator,
Pertemuan 1 (2JP) Reduktor dan Autordoks Senin, 18
 Tes Lisan Februari 2019
2  Penamaan Senyawa
Biner (Senyawa Ion) Kamis, 21
Pertemuan 2 (2 JP)
 Tes Lisan Februari 2019
 Posttest

3.2 Subjek penelitian

Subjek penelitian adalah siswa kelas X MIA 2 MAN Labortorium Kota Jambi
tahun ajaran 2018/2019. Fasilitas belajar di MAN Laboratrium Kota Jambi dapat
dikategorikan kurang memadai karena ruang kelasnya sempit, serta sedikit gelap
karena tertutupi oleh pagar pembatas sekolah yang tinggi. Karena lingkungan sekolah
yang dekat dengan jalan raya dan sempitnya lingkungan sekolah sehingga timbul
kebisingan saat belajar. Penyusunan tempat duduk siswa yang tidak heterogen
membuat pembelajaran kurang efektif.

1
Pada proses pembelajaran guru lebih aktif berperan dibandingkan siswanya serta
kurangnya pemberdayaan guru untuk memperluas pengetahuan siswa dengan
mengarahkan pembelajaran ke dalam kehidupan sehari-hari siswa. Terdapat berbagai
karekter siswa dalam pembelajaran, ada yang sering mengobrol saat guru
yang fokus dengan pembelajaran yang sedang berlangsung.
3.3 Rancangan Penelitian
Di dalam penelitian ini, desain penelitian yang diguanakan adalah desain
penelitaan Kemmis and Mc Taggart. prosedur penelitian dilaksanakan dengan
menggunakan siklus-siklus tindakan (daur ulang). Daur ulang dalam penelitian
diawali dengan perencanaan (Planning), tindakan (Action), mengobservasi
(Observation), dan melakukan refleksi (Reflection), dan seterusnya sampai adanya
peningkatan yang diharapkan tercapai, Hopkins dalam Arikunto (2010:14).

Gambar 3.1 Prosedur siklus penelitian, diadopsi dari Arikunto (2010:17)

2
Secara rinci pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini meliputi langkah langkah
sebagai berikut:
SIKLUS I
Kegiatan pada siklus pertama diawali dengan pembuatan perangkat
pembelajaran secara kolaboratif partisipatif antara guru dengan peneliti, kemudian
rencana kegiatan pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan Model
pembelajaran PBL (Problem Based Learnig), adapun langkah-langkah yang harus
1. Perencanaan
Perencanaan tindakan dimulai dengan:
a) Membuat instrumen kegiatan pembelajaran yaitu:
Lembar kegiatan pembelajaran yang terdiri dari Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP), media berupa LKPD berbasis argumentasi, dan model
pembelajaran yang diterapkan yaitu Problem Based Learning.
b) Membuat instrumen pengumpul data yaitu:
1) Lembar observasi keterlaksanaan model PBL
2) Lembar diskusi kelompok menggunakan LKPD berbasis argumentasi.
3) Angket kemampuan diri
4) Test essay (posttest)
5) Test lisan
6) Lembar hasil wawancara
2. Pelaksanaan Tindakan
Pada tahap ini guru melaksanakan kegiatan belajar mengajar menggunakan
model PBL berbantuan LKPD berbasis argumentasi dengan rencana kegiatan
belajar mengajar yang sudah disiapkan. Rencana kegiatan yang dilakukan
bersifat fleksibel dan terbuka terhadap perubahan-perubahan, sesuai dengan
pelaksanaan model PBL (Problem Based Learnig) yang digunakan adalah sebagai
berikut:
a. Kegiatan awal

3
1) Guru menyiapkan siswa untuk melakukan pembelajaran
2) Guru memberikan apersepsi dan motivasi dengan menanyakan materi
sebelumnya yang berkaitan dengan pembelajaran hari ini
3) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
b. Kegiatan Inti
1) Orientasi peserta didik kepada masalah
Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk
mengamati gambar-gambar tentang reaksi redoks yang ada di LKPD.
2) Mengorganisasikan Peserta didik
Membagi peserta didik kedalam kelompok-kelompok kerja secara
variatif. Membimbing peserta didik untuk memecahkan masalah
mengenai redoks.
3) Membimbing Penyelidikan
Guru membimbing siswa mencari data atau referensi lain yang
relevan dengan materi redoks.
4) Mengembangkan dan Menyajikan Hasil Karya
Siswa menyajikan hasil penyelidikannya mengenai pemecahan
5) Menganalisis dan Mengevaluasi Proses Penyelesaian Masalah
Guru melakukan analisis dan evaluasi proses penyelesaian masalah
mengenai redoks.
c. Kegiatan penutup
1) Guru membimbing peserta didik untuk memberikan kesimpulan
2) Guru Mengingatkan peserta didik untuk mempelajari materi yang akan
3) Guru menutup pelajaran dengan mengucapkan salam.
3. Observasi
Observasi merupakan tahapan kegiatan yang sepenuhnya dilakukan oleh
pengamat. Tahap observasi merupakan tahap pengumpulan data yang bersifat
kualitatif. Observasi dilakukan ketika pelaksanaan tindakan berlangsung.

4
Peneliti melakukan observasi terhadap kemampuan argumentasi siswa dan
kegiatan guru selama pelaksanaan pembelajaran dengan model Problem
Based Learning.
4. Refleksi
Refleksi merupakan kegiatan akhir di tiap siklus dan merupakan cermin
mengumpulkan seluruh data penelitian yang meliputi data pengamatan
kemampuan argumentasi siswa, data posttest siswa serta data keterlaksanaan
model oleh guru. Data yang diperoleh dari seluruh instrumen dievaluasi secara
seksama dengan berpedoman pada indikator kinerja untuk mengetahui
keoptimalan hasil tindakan. Guru dan peneliti mengadakan diskusi untuk
mengevaluasi dan menilai proses pembelajaran dengan model Problem Based
Learning.
SIKLUS LANJUTAN
Kegiatan yang dilakukan pada siklus II dimaksudkan sebagai perbaikan dari
siklus I. Tahap kerja pada siklus II mengikuti tahapan kerja pada siklus I yaitu
diawali dengan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Siklus
III, IV, V dan seterusnya masih terdapat kemungkinan untuk dilaksanakan jika hasil
dari siklus II masih terdapat banyak kekurangan atau belum berhasil.

3.4 Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian digunakan untuk mengambil data peningkatan kemampuan
argumentasi siswa pada materi reduksi-oksidasi (redoks) dengan menerapkan model
pembelajaran Problem Based Learning (PBL) oleh guru , instrumen penelitian yang
digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi model pembelajaran Problem
Based Learning (PBL), Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), angket kemampuan
argumentasi, tes essay, tes lisan dan dokumentasi.
3.4.1 Lembar observasi
Lembar observasi digunakan sebagai pedoman dalam melakukan pengamatan
untuk memperoleh informasi bagaimana proses keterlaksanaan model Problem Based

5
materi reduksi-oksidasi (redoks). Kriteria penilaian disusun berdasarkan sintak model
Problem Based Learning (PBL) dan kemampaun argumentasi siswa.
1. Lembar Observasi Keterlaksanaan Model Problem Based Learning (PBL)
Adapun kisi-kisi lembar keterlaksanaan model Problem Based Learning (PBL)
Tabel 3.2 Kisi-Kisi Lembar Observasi Keterlaksanaan Model Problem Based
Learning (PBL) oleh guru
Sintak PBL Aspek yang Diamati Nomor Item
1
pembelajaran
 Memebritahukan aktivitas-aktivitas yang
2
Orientasi maslah dilakukan
 Memotivasi peserta didik untuk terlibat
3
secara aktif dalam pembelajaran
 Menggali kemampuan awal peserta didik 4
 Membagi peserta dalam kelompok
5
heterogen
Mengorganisasi  Melakukan cek perkelompok untuk
6
siswa untuk belajar membantu organisasi tugas peserta didik
 Mengatur penggunaan waktu untuk
7
diskusi kelas denga tepat
 Membimbing peserta didik menggunakan
8
LKPD
 Membimbing dan memotivasi peserta
didik untuk mengumpulkan informasi 9
yang sesuai
 Mengarahkan perhatian peserta didik pada
Membimbing kelompok
penyelidikan  Melakukan cek pada tiap kelompok untuk
individual atau memantau kegiatan peserta didik dalam 11
kelompok kelompok
 Mengusahakan agar setiap peserta didik
dalam kelompok terlihat aktif dalam 12
investigasi
 Merangsang interaksi antar peserta didik
13
dengan pertanyaan
 Selama tahap pembimbingan, guru tidak
14
langsung memberi jawaban setiap

6
 Meminta peserta didik untuk menyiapkan
15
hasil diskusi yang akan dipersentasikan
peserta didik untuk terlibat aktif dalam 16
pembelajaran
 Merangsang interaksi antar peserta didik
Mengembangkan 17
dan menyajikan hasil
diskusi 18
keslahan peserta didik pada saat diskusi
 Mengjukan pertanyaan yang relevan untuk
membantu peserta didik dalam 19
menemukan jawaban dari permasalahan
20
dilakukan oleh peserta didik
21
Menganalisis dan permasalahan yang telah didiskusikan
mengevaluasi proses  Secara klasikal meminta peserta didik
pemecahan masalah untuk memberikan kesimpulan terhadap 22
kegiatan pembelajaran yang dilakukan

Adapun kisi-kisi lembar keterlaksanaan model Problem Based Learning (PBL)

Tabel 3.3 Kisi-Kisi Lembar Observasi Keterlaksanaan Model Problem Based
Learning (PBL) oleh siswa
Sintak PBL Aspek yang Diamati Nomor Item
 Ssiwa mendengarkan penjelasan tujuan
1
pembelajaran
 Siswa mendengarkan pemberitahuan
2
aktivitas-aktivitas yang dilakukan
Orientasi maslah
 Siswa termotivasi untuk terlibat secara
3
aktif dalam pembelajaran
4
yang dimiliki
 Siswa terbagi dalam kelompok heterogen 5
Mengorganisasi  Siswa terbantu tugasnya karena
6
siswa untuk belajar pengecekan perkelompok oleh guru
 Siswa diskusi di kelas dengan tepat 7
Membimbing  Siswa terbimbing menggunakan LKPD 8
penyelidikan  Siswa terbimbing dan termotivasi untuk
9
individual atau mengumpulkan informasi yang sesuai

7
masing-masing kelompok
 Siswa terpantau dalam diskusi kelompok 11
 Siswa dalam kelompok terlihat aktif
12
dalam investigasi
 Siswa terpacu interaksinya antar peserta
13
didik dengan pertanyaan
 Siswa mengusahan menyelesaikan
14
permaslahan dengan bimbingan guru
 Siswa menyiapkan hasil diskusi yang
15
akan dipersentasikan
 Siswa termotivasi untuk terlibat aktif
16
dalam pembelajaran
 Siswa terpacu untuk berinteraksi pada
17
Mengembangkan saat diskusi berlangsung
dan menyajikan hasil  Siswa menanggapi kesalahan yang timbul
18
 Siswa terpacu menemukan jawaban dari
permasalahan berdasarkan relevan 19
pertanyaan yang diajukan guru
 Siswa merespon umpan balik yang
20
diberikan guru
Menganalisis dan 21
permasalahan yang telah didiskusikan
mengevaluasi proses
pemecahan masalah 22
kegiatan pembelajaran yang dilakukan

2. Lembar Observasi Diskusi Kelompok

Lembar observasi diskusi kelompok digunakan untuk mengetahui keterampilan
siswa dalam berargumen ilmiah terhadap keterlaksanaan model Problem Based
Learning (PBL) yang mengacu tiga aspek kemampuan argumentasi yaitu claim,
Tabel 3.4 Kisi-Kisi Lembar Observasi Diskusi Kelompok
Aspek
Nomor
Kemampuan Kegiatan Diskusi Kelompok
Item
Argumentasi
 Memberikan pernyataan berupa argumen
sementara dalam menjawab pertanyaan yang 4
diberikan kelompok lain saat diskusi
 Memberikan sanggahan dari pernyataan
8
Claim/Pernyataan kelompok lain
 Mempersentasikan kesimpulan (keputusan) 9

8
hasil evaluasi argumentasi dari permasalahan
diskusi
 Menentukan pokok permasalahan yang diajukan
1
guru
 Mempersentasikan hasil diskusi anggota
Evidence/Bukti
kelompok, menyajikan laporan atau grafik dan
hasil pengumpulan data/pengamatan dan teori
Pendukung
pendukung
 Menjawab pertanyaan kelompok lain dengan
5
data ilmiah dan teori pendukung
 Berdikusi degan anggota kelompok terhadap
2
hasil pengumpulan data ilmiah
 Memberikan jawaban dari pertanyaan yang
Reasoning/Alasan diberikan kelompok lain dengan alasan yang
6
dan Pembenaran tepat dengan menghubungkan pernyataan dan
bukti ilmiah
 Memberikan hasil analisis pembenaran yang
7
menghubungkanpernyataan dan bukti

3.4.2 Lembar Diskusi Kelompok Menggunakan LKPD

Lembar kerja peserta didik digunakan untuk mengetahui keterampilan siswa
dalam berargumen ilmiah terhadap keterlaksanaan model pembelajaran Problem
Based Learning (PBL) yang mengacu tiga aspek kemampuan argumentasi yaitu
claim, evidence dan reasoning. Kemampuan argumentasi menurut McNeill & Krajcik
(2006) memuat aspek berupa claim, evidence dan reasoning. Claim merupakan
pernyataan yang menjawab permasalahan. Evidence menurut Wilson, Taylor,
Kowalski & Carlson, (2010) merupakan data ilmiah yang mendukung suatu
pernyataan. Reasoning merupakan pembenaran terkait pernyataan dan bukti. Suatu
argumen yang berkualitas harus mampu menghadirkan komponen tersebut dengan

Tabel 3.5 Kisi-Kisi Lembar Diskusi Kelompok

Aspek
Nomor
Kemampuan Kegiatan Diskusi Kelompok
Item
Argumentasi

9
 Memberikan pernyataan berupa argumen
sementara dalam menjawab pertanyaan yang 4
diberikan kelompok lain saat diskusi
 Memberikan sanggahan dari pernyataan
Claim/Pernyataan 8
kelompok lain
 Mempersentasikan kesimpulan (keputusan)
hasil evaluasi argumentasi dari permasalahan 9
diskusi
 Menentukan pokok permasalahan yang diajukan
1
guru
 Mempersentasikan hasil diskusi anggota
Evidence/Bukti
kelompok, menyajikan laporan atau grafik dan
hasil pengumpulan data/pengamatan dan teori
Pendukung
pendukung
 Menjawab pertanyaan kelompok lain dengan
5
data ilmiah dan teori pendukung
 Berdikusi degan anggota kelompok terhadap
2
hasil pengumpulan data ilmiah
 Memberikan jawaban dari pertanyaan yang
Reasoning/Alasan diberikan kelompok lain dengan alasan yang
6
dan Pembenaran tepat dengan menghubungkan pernyataan dan
bukti ilmiah
 Memberikan hasil analisis pembenaran yang
7
menghubungkanpernyataan dan bukti

3.4.3 Angket Kemampuan Berargumentasi

Angket kemampuan argumentasi siswayang digunakan dalam penelitian ini
adalah angket tertutup, dimana pertanyaan telah memiliki alternative jawaban yang
tinggal dipilih oleh responden. Skala yang digunakan adalah skala likert dimana ada 5
pilihan jawaban, yaitu untuk pertenyaan positif mempunyai nilai sangat setuju/SS=5,
setuju/S=4, kurang setuju/KS=3, tidak setuju/TS=2 dan sangat tidak setuju/STS=1.

Tabel 3.6 Kisi-kisi Angket Kemempuan Berargumentasi

Aspek Kemampuan Nomor
Indikator Jumlah
Argumentasi Pertanyaan
Claim/Pernyataan Menentukan pokok 1,2,3 3

10
permasalahan yang diajukan guru
Mengkaji hasil pengumpulan
4,5 2
data dan literatur
Memebrikan claim atau
10 1
argument sementara
Memeberikan sanggahan,
15,16 2
pendapat dan saran
Menyimpulkan hasil diskusi dan
7,18 2
materi yang dipelajari
Evidence/Bukti Memepersentasikan evidence 8,9 2
Ilmiah dan Teori Menjawab pertanyaan atau
11,12 2
Pendukung permaslahan dengan evidence
Memberikan reasoning dalam
6,7 2
Reasoning/Alasan mengkaji evidence
dan Pembenaran Menjawab pertanyaan atau
13,14 2
permaslahan dengan reasoning
Jumlah 18

3.4.4 Tes Essay

Soal posttest digunakan untuk mengetahui keterampilan siswa dalam
berargumen ilmiah secara tertulis terhadap model pembelajaran Problem Based
Learning (PBL) yang mengacu tiga aspek yaitu claim, evidence dan reasoning dalam
menjawab butir soal. Dalam penelitian ini digunakan tes dengan tipe essay. Adapun
pada analisis butir tes, butir akan dilihat karakteristiknya dan dipilih butir – butir yang
baik. Arikunto (2008) menyatakan bahwa sebuah tes yang dapat dikatakan baik
akhir siklus.
Tabel 3.7 Kisi-kisi Tes Essay
Nomor
Kompetensi Dasar Indikator Indikator Soal
Item
3.1 Menjelaskan Menentukan bilangan  Peserta didik dapat
perkembangan oksidasi atom unsur menentukan bilangan
konsep reaksi dalam senyawa atau oksidasi dari atom
oksidasi reduksi ion unsur dalam suatu
dan senyawa atau ion
hubungannya  Peserta didik dapat
dengan menentukan
1, 3
tatanama perubahan bilangan
senyawa serta oksidasi suatu unsur

11
penerapannya dalam suatu
persamaan reaksi
redoks
Menentukan oksidator  Peserta didik dapat
dan reduktor dalam menentukan
reaksi redoks oksidator dalam
reaksi redoks
 Peserta didik dapat
2,5
menentukan
persamaan reaksi
yang tergolong
persamaan reaksi
redoks
Memberi nama  Peserta didik dapat
4
aturan IUPAC

3.4.5 Tes Lisan

Test lisan digunakan untuk mengetahui keterampilan siswa dalam berargumen
ilmiah secara oral terhadap model Problem Based Learning (PBL) yang mengacu tiga
aspek yaitu claim, evidence dan reasoning dalam menjawab pertanyaan. Tes ini
diberikan untuk seluruh peserta didik dengan membagi siswa menjadi 4 kelompok
untuk melaksanakan disetiap akhir pertemuan.
Tabel 3.8 Kisi-kisi Tes lisan
Nomor
Kompetensi Dasar Indikator Indikator Soal
Item
3.2 Menjelaskan Menentukan bilangan  Peserta didik dapat
perkembangan oksidasi atom unsur menentukan bilangan
konsep reaksi dalam senyawa atau oksidasi dari atom
oksidasi reduksi ion unsur dalam suatu
dan senyawa atau ion
hubungannya  Peserta didik dapat
1, 3
dengan menentukan
tatanama perubahan bilangan
senyawa serta oksidasi suatu unsur
penerapannya dalam suatu
persamaan reaksi
redoks
Menentukan oksidator  Peserta didik dapat
2,5
dan reduktor dalam menentukan

12
reaksi redoks oksidator dalam
reaksi redoks
 Peserta didik dapat
menentukan
persamaan reaksi
yang tergolong
persamaan reaksi
redoks
Memberi nama  Peserta didik dapat
4
aturan IUPAC

3.4.6 Wawancara
Wawancara dalam penelitian ini digunakan untuk mengetahui pendapat siswa
dan guru terhadap penerapan model Problem Based Learning untuk mengukur
kisi-kisi lembar wawancara antara lain sebagai berikut:
Tabel 3.9 Kisi-kisi lembar wawancara
Nomor butir
Aspek Indikator Sub Indikator
Guru Siswa
Model Penerapan a. Pelaksanaan
1,4 4,5
Problem Based model Problem pembelajaran PBL
Learning Based b. Pembelajaran lebih aktif
- 1
Learning dan efektif
c. Memudahkan siswa
3 3
dalam belajar
d. Meningkatkan kognitif
2,5 2
siswa
e. Kelemahan dan
kelebihan pembelajaran 6,7 6,7
PBL
Lembar Kerja Penggunaan f. Pengaplikasian Lembar
9,10 10,12
Peserta Didik Lembar Kerja Kerja Peserta Didik
Berbasis Peserta Didik g. Pembelajaran menjadi
- 8
Argumentasi Berbasis lebih terarah
Argumentasi h. Memudahkan siswa
11 11
dalam belajar
i. Meningkatkan
kemampuan siswa dalam 12,13 13
berargumentasi

13
j. Kelemahan dan
kelebihan pembelajaran
14,15 14,15
berbantuan LKPD
berbasis argumentasi

3.5 Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data penting karena agar peneliti dapat mencapai tujuan
penelitian sesuai dengan yang diharapkan. Pengumpulan data penelitian tindakan
kelas ini dilakukan dengan 6 cara, yaitu:
3.5.1 Observasi
Observasi merupakan pengamatan terhadap tindakan yang sedang dilakukan
itu ( proses dan hasilnya ) telah baik, dengan jalan observer mencatatat setiap gejala
yang terjadi selama tindakan itu dilakukan. Observasi dalam penelitiaan ini
digunakan untuk mengetahui proses belajar mengajar pada materi redoks dengan
menerapkan model pembelajaran PBL (Problem Based Learnig). Observasi dilakukan
dengan menggunakan lembar observasi yang telah dipersiapkan, berupa lembar
observasi keterlaksanaan Model untuk melihat keterlaksanaan model saat
pembelajaran, lembar observasi diskusi kelompok untuk mengetahui Perubahan
minat siswa setelah mengkikuti pembelajaran.
Jumlah observer pada penelitian ini berjumlah 8 orang dimana 1 orang
sebagai observer keterlaksanaan model oleh guru, 7 orang sebagai observer
keterlaksanaan model oleh siswa dan observer kemampuan argumentasi siswa dalam
bentuk 7 kelompok yang masing-masing kelompok beranggotakan 5 siswa.Sebelum
melakukan penelitian dilakukan pertemuan antara peneliti dan observer untuk
melakukan pengarahan dalam penelitian yang dilakukan.
3.5.2 Lembar diskusi kelompok menggunakan LKPD
Lembar diskusi kelompok menggunakan LKPD yang digunakan untuk
menilai dan mengukur kemampuan argumentasi siswa disetiap pertemuan yang
berisikan pertanyaan-pertanyaan dalam bentuk esai dan memberi jawaban dengan
memuat tiga aspek kemampuan argumentasi yaitu claim, evidence, and reasoning

14
dengan penguasaan bahan pengajaran sesuai dengan tujuan pengajaran. Pengambilan
data melalui lembar observasi ini dilaksanakan pada setiap pertemuan.
3.5.3 Angket Kemampuan Argumentasi Siswa
Angket dalam penelitian ini digunakan untuk mengukur kemampuan
argumentasi siswa pada materi redoks dengan menerapkan model Problem Based
Learning (PBL) berbantuan Lembar Kerja Peserta Didik yang diisi oleh siswa. Dalam
penelitiaan ini, Peneliti membuat angket dalam pengambilan data, yakni angket
penilaian diri sendiri yang digunakan untuk mengamati kemampuan argumentasi
siswa. Pengangketan kemampuan argumentasi siswa dilaksanakan setelah semua
siklus telah dilaksanakan.
3.5.4 Test Essay
Tes essay dilaksakan sebagai soal posttest yang digunakan untuk mengetahui
keterampilan siswa dalam berargumen ilmiah secara tertulis terhadap model Problem
Based Learning (PBL) yang mengacu tiga aspek yaitu claim, evidence dan reasoning
dalam menjawab butir soal. Adapun pada analisis butir tes, butir akan dilihat
karakteristiknya dan dipilih butir – butiryang baik. Arikunto (2008) menyatakan
bahwa sebuah tes yang dapat dikatakan baik sebagai alat pengukur harus memenuhi
persyaratan tes. Soal posttest diberikan pada akhir siklus, soal dibuat berdasarkan
gabungan materi dari setiap pertemuan dalam satu siklus.
3.5.5 Test Lisan

Lembar test lisan digunakan untuk mengetahui keterampilan siswa dalam

berargumen ilmiah secara oral terhadap model Problem Based Learning (PBL) yang
mengacu tiga aspek yaitu claim, evidence dan reasoning dalam menjawab pertanyaan.
Dalam penelitian ini peneliti mewawancarai 9 siswa yang telah terlebih dahulu
dipilih. Siswa tersebut dipilih berdasarkan kelompoknya dimana masing-masing
kelompok secara bergantian dipilih satu sampai dua anggotanya. Peneliti dalam
mewanwancarai siswa dibantu oleh 8 pewawancara menggunakan lembar wawancara
yang berisikan soal materi redoks yang mengacu tiga aspek yaitu claim, evidence dan
reasoning. Wawancara dilakukan disetiap pertemuan setelah pembelajaran selesai.
3.5.6 Wawancara Terstruktur

15
Wawancara terstruktur adalah wawancara dengan menggunakan daftar
pertanyaan yang telah disiapkan sebelumnya (Sulistyo-Basuki. 2006: 171). Peneliti
harus mengajukan pertanyaan yang sama dengan urutan yang sama kepada semua
responden agar menimbulkan tanggapan yang sama sehingga tidak menimbulkan
kesulitan pengolahan karena interpretasi yang berbeda. Wawancara terstruktur
dirancang sama dengan kuesioner, hanya saja bukan pertanyaan tertulis yang diajukan
tetapi pertanyaan lisan yang dilakukan oleh seorang pewawancara yang merekam
jawaban responden.
Wawancara terstruktur dilakukan oleh peneliti bila peneliti mengetahui secara
jelas dan terperinci informasi yang dibutuhkan dan memiliki satu daftar pertanyaan
yang sudah ditentukan atau disusun sebelumnya yang akan disampaikan kepada
responden (Ulber Silalahi. 2009: 313). Pewawancara memiliki sejumlah pertanyaan
yang telah disusun dan mengadakan wawancara atas dasar atau panduan pertanyaan
tersebut. Ketika responden merespon atau memberikan pandangannya atas pertanyaan
yang diajukan, pewawancara mencatatjawaban tersebut. Kemudian pewawancara
melanjutkan pertanyaan lain yang sudah disusun atau disediakan. Pertanyaan yang
sama kemudian akan ditanyakan kepada setiap orang responden dalam peristiwa yang
sama.
Laboratorium Kota Jambi dan wawancara ini dilaksanakan di setiap akhir pertemuan
dengan mewawancarai 9 siswa. Siswa di pilih berdasarkan kelompoknya dimana
masing-masing kelompok secara bergantian dipilih satu sampai dua anggotanya.
Peneliti dalam mewanwancarai siswa dibantu oleh 8 pewawancara menggunakan
lembar wawancara.
3.5.7 Dokumentasi
Dokumentasi adalah teknik pengumpulan data yang tidak langsung ditujukan
pada subjek penelitian, akan tetapi melalui dokumentasi. Arsip data dokumentasi
digunakan untuk memperkuat data yang diperoleh dalam penelitian secara konkrit.
Dokumentasi yang digunakan berupa foto atau video kegiatan pembelajaran pada

16
materi Redoks, hasil tugas siswa, dan daftar nilai siswa setelah pembelajaran
dilaksanakan.

3.6 Teknik Analisis Data

Analisis data pada penelitian ini dilakukan secara deskriptif, baik deskriptif
kualitatif maupun deskriptif kuantitatif. Tujuan dari analisis data adalah untuk
mendeskripsikan kegiatan siswa selama proses belajar mengajar (Trianto, 2010: 62).
3.6.1 Analisis Data Kuantitatif
Data yang dianalisis secara kuantitatif berupa angket untuk mengukur
kemampuan argumentasi siswa, lembar observasi keterlaksanaan model Problem
Based Learning (PBL) dan diskusi kelompok, tes essay dan tes lisan.
1. Lembar Observasi Keterlaksanaan Model Problem Based Learning (PBL)
a. Lembar Keterlaksanaan Model Problem Base Learning
Lembar observasi keterlaksanaan ada 2, yaitu lembar observasi keterlaksanaan
model Problem Based Learning oleh guru dan siswa. Lembar observasi
digunakan untuk mengumpulkan data mengenai keterlaksanaan model Problem
Based Learning masing-masing berisi sebanyak 7 pernyataan dengan jumlah skor
minimum 22 adan maksimum 88 dengan interpretasi skor sebagai berikut:
Skor minimum : 1 x 22 = 22
Skor maksimum : 4 x 22 = 88
Kategori kriteria : 4
88−22
Rentang nilai : = 16,5
4

Tabel 3.10 Kategori Keterlaksanaan Model Problem Based Learning

Skor Interval (%) Kategori
71,8 – 88 76 – 100 % Sangat Baik
55,2 – 71,7 51 – 75 % Baik
38,6 – 55,1 26 – 50 % Sedang
22 – 38,5 0 – 25 % Buruk

b. Lembar Observasi Diskusi Kelompok

Lembar observasi berisi 9 pernyataan dengan skor minimal 9 dan maksimal
45 dimana interpretasi skor tersebut adalah sebagai berikut:

17
Skor minimum :1x9=9
Skor maksimum : 9 x 5 = 45
Kategori kriteria : 4
45−9
Rentang nilai : =9
4

Tabel 3.11 Kategori Diskusi Kelompok

Skor Interval (%) Kategori
39 – 45 76 – 100 % Sangat Baik
29 – 38 51 – 75 % Baik
19 – 28 26 – 50 % Sedang
9 – 18 0 – 25 % Buruk

2. Lembar Diskusi Kelompok menggunakan LKPD

Instrument lembar diskusi kelompok menggunakan LKPD yang digunakan
untuk menilai dan mengukur kemampuan argumentasi siswa disetiap pertemuan
yang berisikan pertanyaan-pertanyaan dalam bentuk esai dan memberi jawaban
dengan memuat tiga aspek kemampuan argumentasi yaitu claim, evidence, and
reasoning dengan penguasaan bahan pengajaran sesuai dengan tujuan pengajaran.
Tabel 3.12 Kriteria Rubrik Tes Essay
4 3 2 1 0
Skor 100 Skor 75 Skor 50 Skor 25 Skor 0
claim, evidance claim,
claim, evidance claim, evidance Tidak
dan reasoning evidance dan
dan reasoning dan reasoning memberi
tetapi hanya reasoning
yang semuanya tetapi hanya dua jawaban
satu yang tetapi semua
relevan. yang relevan.
relevan. tidak relevan

didapat kemudian dihitung dan dimasukkan kedalam rumus untuk memperoleh
nilai, seperti di bawah ini :
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑆𝑘𝑜𝑟 𝐵𝑒𝑛𝑎𝑟
𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 = 𝑥100%
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑆𝑒𝑚𝑢𝑎 𝑆𝑘𝑜𝑟

18
3. Data Test Essay
Tes essay berisi 5 pertanyaan dengan skor minimal 5 dan maksimal 20 dimana
interpretasi skor tersebut adalah sebagai berikut :
Skor minimum : 1 x 5 = 5
Skor maksimum : 4 x 5 = 20
Kategori kriteria : 4
20−5
Rentang nilai : = 3,75
4
Tabel 3.12 Kategori Test Essay
Skor Interval (%) Kategori
16,28 – 20 76 – 100 % Sangat Baik
12,52 – 16,27 51 – 75 % Baik
8,76 – 12,51 26 – 50 % Sedang
5 – 8,75 0 – 25 % Buruk
Pada test essay kemampuan argumentasi siswa menggunakan rumus untuk
mencari persentase rata – rata seperti dibawah ini:
∑𝑠𝑘𝑜𝑟 ℎ𝑎𝑠𝑖𝑙 𝑜𝑏𝑠𝑒𝑟𝑣𝑎𝑠𝑖
𝑃𝑒𝑟𝑠𝑒𝑛𝑡𝑎𝑠𝑒 = 𝑥100%
𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑢𝑚

4. Test Lisan
Test Lisan berisi 6 pertanyaan dengan skor minimal 6 dan maksimal 24
dimana interpretasi skor tersebut adalah sebagai berikut :
Skor minimum :1x6=6
Skor maksimum : 4 x 6 = 24
Kategori kriteria : 4
24−5
Rentang nilai : = 4,5
4
Tabel 3.13 Kategori Test Lisan
Skor Interval (%) Kategori
19,8 – 24 76 – 100 % Sangat Baik
15,2 – 19,7 51 – 75 % Baik
10,6 – 15,1 26 – 50 % Sedang
6 – 10,5 0 – 25 % Buruk

19
Pada test lisan kemampuan argumentasi siswa menggunakan rumus untuk
mencari persentase rata – rata seperti dibawah ini:
∑𝑠𝑘𝑜𝑟 ℎ𝑎𝑠𝑖𝑙 𝑜𝑏𝑠𝑒𝑟𝑣𝑎𝑠𝑖
𝑃𝑒𝑟𝑠𝑒𝑛𝑡𝑎𝑠𝑒 = 𝑥100%
𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑢𝑚

3.6.2 Analisis Data Kualitatif

Analisis data kualitatif dilakukan apabila data empiris yang diperoleh adalah
data kualitatif berupa kumpulan berwujud kata-kata dan bukan rangkaian angka serta
tidak dapat disusun dalam kategori-kategori/struktur klasifikasi. Analisis kualitatif
tetap menggunakan kata-kata yang biasanya disusun ke dalam teks yang diperluas,
dan tidak menggunakan perhitungan matematis atau statistika sebagai alat bantu
analisis.
Menurut miles dan Huberman, kegiatan analisis terdiri dari tiga alur kegiatan
yang terjadi secara bersamaan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan
kesimpulan/verivikasi. Terjadi secara bersamaan berarti reduksi data , penyajian data,
dan penarikan kesimpulan/verivikasi sebagai sesuatu yang saling jalin menjalin
merupakan proses siklus dan interaksi pada saat sebelum, selama, dan sesudah
pengumpulan data dalam bentuk sejajar yang membangun wawasan umum yang
disebut “analisis”. Berikut ini adalah teknik analisis data yang digunakan oleh
peneliti:
a. Reduksi data
Reduksi data merupakan penyerderhanaan yang dilakukan melalui seleksi,
pemfokusan dan keabsahan data mentah menjadi informasi yang bermakna,
sehingga memudahkan penarikan kesimpulan.
b. Penyajian data
Penyajian-penyajian data berupa sekumpulan informasi yang tersusun secara
sistematis dan mudah dipahami.
c. Penarikan kesimpulan

20
Penarikan kesimpulan merupakan tahap akhir dalam analisis data yang dilakukan
melihat hasil reduksi data tetap mengaju pada rumusan masalah secara tujuan
yang hendak dicapai. Data yang telah disusun dibandingkan antara satu dengan
yang lain untuk ditarik kesimpulan sebagai jawaban dari permasalahan yang ada.

Gambar 3.2 Teknik Analisis Data

3.7 Indikator Keberhasilan
Indikator Keberhasilan merupakan tindakan patokan untuk menentukan
keberhasilan. Suatu kegiatan dikatakan berhasil apabila mampu melampaui kriteria
yang telah ditentukan. Maka dari itu setiap evaluasi terhadap suatu program
membutuhkan suatu kriteria. Keberhasilan suatu tindakan biasanya didasarkan pada
sebuah standar yang harus dipenuhi. Pada penelitian tindakan keberhasilan dapat
ditandai dengan pembahasan kearah perbaikan, baik terkait dengan guru maupun
dengan siswa.
Keberhasilan suatu penelitian tindakan yaitu membandingkan hasil sebelum
dan sesudah diberi tindakan cukup dengan mendeskripsikan data yang terkumpul.
Data-data yang disimpulkan berasal dari lembar observasi oleh siswa melalui
penerapan model PBL ( Problem Based Learning ) pada materi reaksi redoks untuk
meningkatkan argumentasi siswa, lembar observasi diskusi kelompok, lembar kerja
peserta didik (LKPD), lembar angket kemampuan diri, tes essay dan tes lisan. Semua
data tersebut dikumpulkan dan disimpulkan atau hasil dari proses pembelajaran.
Sebagai acuan untuk perbandingan dan masukan terhadap apa yang telah dicapai

21
1. Terlaksananya pembelajaran pada materi reaksiredoksuntuk meningkatkan
argumentasi siswa melalui penerapan model PBL ( Problem Based Learning )
sesuai yang direncanakan.
2. Indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah 75 % siswa aktif berinteraksi
dalam diskusi kelompok.
3. Indikator keberhasilan dalam penelitian ini juga adalah tercapainnya
argumentasi dengan ketercapaiian 80% .
4. Indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah ketuntasan belajar siswa
yakni 75% tuntas belajar.
5. Indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah ketuntasan belajar Klasikal
yakni 75% tuntas belajar dari 25 murid.

22