Anda di halaman 1dari 22

LEMBAR PENGESAHAN

Laporan praktikum Imunologi-Serologi Dengan judul Pemeriksaan Hormon


hCG Metode Immunoassay Chromatography yang disusun oleh
Nama : Fransiskawati Polangitan
NPM : 85AK17046
Prodi : D-III ANALIS KESEHATAN

Pada hari ………… Tanggal, ….. bulan,………… Tahun,……….telah diperiksa


dan disetujui oleh asisten, maka dengan ini dinyatakan diterima dan dapat
mengikuti percobaan berikutnya.

Gorontalo , 2019
Asisten

Kasim Tanua, Amd. AK


LEMBAR ASISTENSI

Laporan lengkap ini kami susun sebagai salah satu syarat mengikuti
praktikum Imunologi-Serologi selanjutnya T.A 2018 / 2019
Nama : Fransiskawati Polangitan
NPM : 85AK17046
Prodi : D-III ANALIS KESEHATAN

NO Hari / Tanggal Perbaikan Paraf


KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT karena atas rahmat dan kehendak-Nya

sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan yang berjudul ”Pemeriksaan

Hormon hCG Metode Immunoassay Chromatography” ini dengan baik.

Laporan kegiatan praktikum ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat

yang wajib di lalui seorang mahasiswa setelah menyelesaikan satu praktikum dan

merupakan syarat untuk mengikuti praktikum berikutnya.

Dalam menyelesaikan laporan kegiatan praktikum ini penulis tidak terlepas

dari berbagai kendala, namun atas segala bantuan serta dorongan positif dari

berbagai pihak, penulis akhirnya dapat menyelesaikan laporan kegiatan praktikum

ini pada waktu yang telah di tetapkan. Untuk itu saya sebagai penulis

menyampaikan ucapan terimakasih kepada Dosen Pembimbing/Asisten

Laboratorium yang telah membimbing dalam penyusunan laporan ini. Dan tak

lupa ucapan terimakasih kepada teman-teman yang telah mendukung dalam

penyelesaian laporan ini.

Semoga laporan ini memberikan banyak manfaat kepada para pembacanya.

selanjutnya, demi kesempurnaan laporan ini sangat diharapkan segala masukan

dan saran yang sifatnya membangun.

Gorontalo, Maret 2019

Penyusun
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ....................................................................................... i
DAFTAR ISI ...................................................................................................... ii
DAFTAR TABEL ............................................................................................iii
DAFTAR GAMBAR ........................................................................................ iv
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ..................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah................................................................................ 2
1.3 Tujuan Praktikum ................................................................................ 2
1.4 Manfaat Praktikum .............................................................................. 2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Hormon hCG ...................................................................................... 3
2.2 Proses Kehamilan ............................................................................... 4
2.3 Pembentukan hCG ............................................................................. 5
2.4 Pemeriksaan hCG ............................................................................... 5
2.5 Keuntungan dan Kekurangan Pemeriksaan hCG .............................. 7
BAB III METODE PRAKTIKUM
3.1 Waktu Dan Tempat Praktikum ........................................................... 9
3.2 Metode ................................................................................................ 9
3.3 Tujuan ................................................................................................. 9
3.4 Prinsip ................................................................................................. 9
3.5 Pra Analitik ......................................................................................... 9
3.6 Analitik ............................................................................................... 9
3.7 Pasca Analitik ................................................................................... 10
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil ..................................................................................................11
4.2 Pembahasan .......................................................................................11
BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan .........................................................................................14
5.2 Saran ...................................................................................................14
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................ 15
LAMPIRAN ....................................................................................................... 16
DAFTAR TABEL
Tabel 4.1 Hasil Pemeriksaan Hormon hCG ........................................................ 11
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.3 Metode Immunoassay Chromatography ......................................... 6
Gambar 4.1 Hasil Pemeriksaan Hormon hCG ................................................... 11
Gambar 1.1 Alat dan bahan yang digunakan ...................................................... 16
Gambar 1.2 Pemeriksaan Metode Immunoassay Chromatography .................... 16
Gambar 1.3 Hasil Pemeriksaan Hormon hCG .................................................... 16

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kehamilan merupakan suatu proses yang dialami oleh hampir semua

wanita. Jika sel telur bertemu dengan sperma maka akan terjadi pembuahan

sehingga dapat menyebabkan kehamilan. Pada kehamilan biasanya terjadi

perubahan pada seluruh tubuh, terutama oleh pengaruh hormon-hormon

somatotropin, estrogen dan progesteron. HCG (Human Chorionic

Gonadotropin) merupakan suatu hormon yang dihasilkan oleh jaringan

plasenta yang masih muda dan dikeluarkan lewat urin. Hormon ini juga

dihasilkan bila terdapat proliferasi yang abnormal dari jaringan epitel korion

seperti molahidatidosa atau suatu chorio carsinoma.


Kehamilan akan ditandai dengan meningkatnya kadar HCG dalam urin

pada trimester I, HCG disekresikan 7 hari setelah ovulasi. Pemeriksaan HCG

dengan metode immunokromatograÞ merupakan cara yang paling efektif

untuk mendeteksi kehamilan dini. Perumusan masalahnya adanya sekresi

HCG dalam urin dapat digunakan untuk deteksi kehamilan dini. Metode

imunokromatograp sebagai salah satu test diagnostic untuk deteksi HCG

dalam sampel urin secara in vitro.

Tujuan praktikum kali ini untuk mengetahui apakah pemeriksaan HCG

secara kualitatif metode immunoassay chromatography pada urine wanita

yang diduga hamil dapat digunakan untuk membantu deteksi kehamilan dini.

1.2 Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah pada praktikum kali ini ialah bagaimana cara

mendeteksi hormon hCG pada seseorang dengan menggunakan metode

immunoassay chromatography?

1.3 Tujuan Praktikum

Adapun tujuan pada praktikum kali ini ialah untuk mengetahui cara

mendeteksi hormon hCG pada seseorang dengan menggunakan metode

immunoassay chromatography.

1.4 Manfaat Praktikum

Adapun manfaat pada praktikum kali ini ialah agar mahasiswa dapat

mengetahui cara mendeteksi hormon hCG pada seseorang dengan

menggunakan metode immunoassay chromatography.


BAB II

TINJAUN PUSTAKA

2.1 Hormon hCG

Kehamilan merupakan suatu proses yang dialami oleh hampir semua

wanita. Jika sel telur bertemu dengan sperma maka akan terjadi pembuahan

sehingga dapat menyebabkan kehamilan. Pada kehamilan biasanya terjadi

perubahan pada seluruh tubuh, terutama oleh pengaruh hormon-hormon

somatotropin, estrogen dan progesteron (Hanifa, dkk, 2005).

hCG (Human Chorionic Gonadotropin) merupakan suatu hormon yang

dihasilkan oleh jaringan plasenta yang masih muda dan dikeluarkan lewat

urin. Hormon ini juga dihasilkan bila terdapat proliferasi yang abnormal dari

jaringan epitel korion seperti molahidatidosa atau suatu chorio carsinoma.

Kehamilan akan ditandai dengan meningkatnya kadar hCG dalam urin pada

trimester I, hCG disekresikan 7 hari setelah ovulasi. Pemeriksaan hCG dengan

metode immunoassay chromatography merupakan cara yang paling efektif

untuk mendeteksi kehamilan dini (Hanifa, dkk, 2005).

Human chorionic gonadotropin berinteraksi dengan reseptor LHCG dan

mempromosikan pemeliharaan korpus luteum selama awal kehamilan,

menyebabkan ia mengeluarkan hormon progesteron. Progesteron memperkaya

rahim dengan lapisan tebal dan pembuluh darah kapiler sehingga dapat

menopang tumbuh janin. Karena biaya yang sangat-negatif, hCG mungkin

mengusir sel-sel kekebalan ibu, melindungi janin selama trimester pertama.

Ini juga telah dihipotesiskan bahwa hCG juga bisa merupakan link plasenta
untuk pengembangan immunotolerance ibu lokal. Sebagai contoh, sel-sel

endometrium hCG-diperlakukan mendorong peningkatan apoptosis sel T

(pembubaran T-sel). Hasil ini menunjukkan bahwa hCG juga bisa merupakan

link dalam pengembangan toleransi kekebalan peritrophoblastic, dan dapat

memfasilitasi invasi trofoblas, yang dikenal untuk mempercepat

perkembangan janin di endometrium. Hal ini juga telah diusulkan bahwa

tingkat hCG yang terkait dengan keparahan morning sickness pada wanita

hamil (Hanifa, dkk, 2005).

2.2 Proses Kehamilan

Sel telur normalnya dibuahi oleh sel sperma dalam tuba fallopi. Dalam 9

hari setelah kehamilan, sel telur berpindah dari tuba fallopi menuju rahim dan

menempel ke dinding rahim. Sekali sel telur menempel, plasenta yang

berkembang mulai melepaskan hCG ke dalam darah. Beberapa hCG juga

masuk ke dalam urin. hCG bisa ditemukan di dalam darah sebelum periode

menstruasi yang terlewatkan untuk kali pertama, kira-kira 6 hari setelah

implantasi (Pearce, 1997).

hCG membantu mempertahankan kehamilan dan mempengaruhi

perkembangan bayi (fetus). Kadar hCG meningkat drastis dalam 14 atau 16

minggu pertama setelah periode menstruasi terakhir kalinya (LMP),

puncaknya sekitar 14 minggu menyusul LMP, dan lalu berkurang secara

perlahan. Jumlah hCG yang meningkat dini dalam kehamilan dapat

memberikan informasi tentang kehamilan dan kesehatan bayi. Segera setelah

melahirkan, hCG tidak lagi bisa ditemukan dalam darah (Pearce, 1997).
Lebih banyak hCG dilepaskan dalam kehamilan ganda, seperti kembar

dua atau tiga, daripada dalam kehamilan tunggal. Lebih sedikit hCG

dilepaskan jika sel telur yang dibuahi menempel pada tempat selain rahim,

misalnya di tuba fallopi. Ini disebut kehamilan ektopik (Harti, dkk, 2013).

2.3 Pembentukan hCG (Human Chorionik Gonatrofin)

Pembentukan HCG maksimal pada 60-90 hari, kemudian turun ke kadar

rendah yang menetap selama kehamilan. Kadar hCG yang terus menerus

rendah berkaitan dengan gangguan perkembangan plasenta atau kehamilan.

Kadar hCG memiliki struktur yang sangat mirip dengan yang bekerja pada

reseptor LH sehingga usia korpus luteum memanjang (Johnson, 1994).

hCG mula-mula di produksi oleh sel lapisan luar blastokista. Sel in

berdiperensiasi menjadi sel trofoblash, sinsitiotrofoblash, yang berkembang

dari trofoblash, terus menghasilkan hcg disekresikan dapat dideteksi disekresi

vagina sebelum inflantasi. Biasanya hCG dapat dideteksi didarah ibu 8-10

minggu. Di urin saat ini dapat di ukur dalam dua minggu setelah pembuahan

(Johnson, 1994).

2.4 Pemeriksaan hCG

Pemeriksaan hCG immunokromatografi merupakan reaksi antara urine

wanita hamil yang mengandung α dan β hCG (monoclonal hCG lengkap)

dengan anti α dan anti β HCG pada test line (T) dan control line (C). Apabila

stick planotest dimasukkan dalam urine, maka urine akan meresap secara

kapiler, sehingga terjadi ikatan antara urine yang mengandung α dan β hCG

dengan anti α dan anti β hCG pada test line (T) dan control line (C) akibatnya
akan timbul garis warna merah pada test line (T) dan control line (C), garis

warna merah ini menunjukkan hasil yang positif. Dan apabila garis warna

merah tidak tampak pada test line (T) atau hanya terdapat pada control line (C)

menunjukkan hasil test yang negative, karena tidak terjadi reaksi antara

monoklonal hCG lengkap dengan anti α dan antiβ hCG. Garis warna merah

yang terjadi pada test line (T) dapat terjadi karena pada test telah disensitisasi

Ag dan konjugat ditambah urine sehingga kromogen berikatan dengan Ab

maka akan terbentuk reaksi garis warna merah. Konjugat berisi Ab yang

ditempeli enzyme jika kromogen bereaksi dengan enzyme (peroksidase),

maka warna tereduksi sehingga tidak terbentuk warna merah tetapi apabila

warna teroksidasi akan terbentuk warna merah pada test line (T).

Gambar 2.3. Strip metode immunoassay chromatography

Keterangan :

Kiri : negatif

Kanan : positif

Pada pemeriksaan kehamilan menggunakan dapat menggunakan sampel

urin karena pengambilan sampel mudah, praktis, dan hanya memerlukan

tempat penampung urin saja. Pengumpulan dan penyimpanan urin sebaiknya


menggunakan urin pagi hari karena berisi konsentrasi HCG yang paling

tinggi sehingga baik untuk pemeriksaan sampel urin. Meskipun demikian,

urin sewaktu dapat juga digunakan. Urin spesimen dikumpulkan pada gelas

atau penampung plastik yang bersih. Jika spesimen tidak digunakan segera

maka harus disimpan pada suhu 2 - 8 C dan letakkan pada suhu temperatur

sebelum digunakan, tetapi penyimpanan ini tidak boleh lebih dari 48 jam.

Pada pria atau wanita tidak hamil, kadar hCG berarti bisa berarti tumor

(kanker atau nonkanker) yang berkembang dari sperma atau sel telur (tumor

sel kuman), misalnya tumor testis atau ovarium), muncul. Ini mungkin juga

berarti beberapa jenis kanker, macam kanker perut, pankreas, usus besar, hati,

atau paru-paru.

2.5 Keuntungan dan Kekurangan Pemeriksaan hCG Metode

Immunokromatograpi

1. Cepat, sehingga waktu yang dibutuhkan sangat singkat.

2. Mudah didapat karena diperdagangkan secara komersil.

3. Pesien dapat melakukan sendiri tanpa pergi ke RS, puskesmas, atau pada

bidan setempat.

4. Hasil pemeriksaan mudah dibaca sehingga tidak perlu diragukan.

Meskipun banyak keuntungan dari pemeriksaan metode ini, tetapi juga

terdapat beberapa kekurangan yaitu : tidak diketahui kadar HCG secara pasti,

membutuhkan biaya yang mahal. Test kehamilan metode ini terutama

digunakan untuk mendeteksi kehamilan pada awal setelah terjadinya ovulasi.

HCG dapat di deteksi dalam urine wanita hamil kira-kira 7 hari setelah
pembuahan sel telur. Dengan adanya HCG maka akan sangat membantu

dalam penentuan diagnose kehamilan dini. Pemeriksaan ini menunjukkan

hasil yang positif lebih besar apabila digunakan urine pagi hari karena lebih

konsentrat sehingga mengandung lebih banyak HCG per satuan volume.

Pemilihan metode untuk pemeriksaan adanya HCG dalam urine wanita yang

diduga hamil dapat ditetapkan berdasarkan kepekaan dari masing-masing

reagen yang digunakan untuk pemeriksaan (Prawiroharjo, 1976).


BAB III

METODE PRAKTIKUM

3.1 Waktu dan Tempat Praktikum

Pelaksanaan praktikum imunoserologi dilaksanakan pada hari jumat,

tanggal 15 maret 2019. Bertempat dilaboratorium Fitokimia STIKES Bina

Mandiri Gorontalo.

3.2 Metode

Metode yang digunakan untuk pemeriksaan kehamilan (Pregnancy/Plano

Test) yakni metode immunoassay chromatography.

3.3 Tujuan

Tujuan pemeriksaan yakni untuk mengetahui kehamilan seseorang

dengan menggunakan metode immunoassay chromatography.

3.4 Prinsip

Prinsip pemeriksaan yakni konjugat anti hCG monoclonal akan mengikat

hCG dalam urine dan membentuk konjugat hCG anti hCG yang menimbulkan

warna merah muda pada strip.

3.5 Pra Analitik

Adapun alat dan bahan yang digunakan pada praktikum kali ini ialah pot

sampel, strip hCG, dan urine.

3.6 Analitik

1. Buka strip dari kemasan secara hati-hati.

2. Keluarkan strip dari kemasan.

3. Celupkan strip pregnancy sampai batas tanda urine.


4. Tunggu 1-3 menit.

5. Baca hasil dengan melihat adanya garis merah pada area/line pembacaan (

line test dan line kontrol ).

3.7 Pasca Analitik

1. Positif : Jika terdapat 2 garis ( line tes dan line control ).

2. Negatif : Jika hanya terdapat 1 garis ( line control ).


BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil

Berdasarkan praktikum pemeriksaan hormon hCG metode immunoassay

chromatography yang telah dilakukan didapatkan hasil sebagai berikut.

Tabel 4.1 Pemeriksaan hormon hCG metode immunoassay chromatography

Sampel Gambar Metode Hasil

Immunoassay Positif
Urine
Chromatography hCG

4.2 Pembahasan

hCG (Human Chorionic Gonadotropin) merupakan suatu hormon yang

dihasilkan oleh jaringan plasenta yang masih muda dan dikeluarkan lewat

urin. Hormon ini juga dihasilkan bila terdapat proliferasi yang abnormal dari

jaringan epitel korion seperti molahidatidosa atau suatu chorio carsinoma.

Kehamilan akan ditandai dengan meningkatnya kadar hCG dalam urin pada

trimester I, hCG disekresikan 7 hari setelah ovulasi. Pemeriksaan hCG dengan

metode immunoassay chromatography merupakan cara yang paling efektif

untuk mendeteksi kehamilan dini.


Berdasarkan hasil praktikum didapatkan hasil bahwa urin yang dipakai

kelompok 2 merupakan urin wanita yang tidak hamil. Hal ini ditandai dengan

garis merah yang hanya terdapat 1 strip saja. Sesuai dengan pernyataan

George (2008) strip HCG urin adalah tes menggunakan metode imunoassay

kromatografi dimana menggunakan antibodi spesifik untuk secara selektif

mengidentifikasi adanya HCG didalam urin dengan derajat sensitivitas yang

tinggi. Peningkatan level HCG sebesar 20 mIU/ml dapat dideteksi hanya

dalam 3 menit. Prinsip dari test ini adalah penambahan urin ke peralatan test

dan membiarkannya berjalan di sepanjang absorban. Penanda antibodi yang

menafsirkan warna melekat ke HCG pada daerah tes dan menghasilkan pita

berwarna merah ketika konsentrasi HCG sama dengan atau lebih dari 20

mIU/ml. Saat keadaan tidak adanya hormon HCG, maka tidak akan terbentuk

pita di daerah test. Reaksi pencampuran berlanjut di sepanjang absorban

melewati daerah test dan kontrol. Konjugasi yang tidak berikatan ke reagen

pada daerah kontrol menghasilkan pita berwarna merah, yang menunjukkan

bahwa reagen dan peralatan masih berfungsi secara baik.

Adapun mekanisme kerja testrip yang lebih rinci adalah urin yang

diperiksa akan bergerak dari zona yang satu ke zona yang lain, dimulai dari

zona yang terdapat mobile anti HCG1. Anti HCG1 akan ikut terbawa oleh urin

ke zona anti HCG2. Disinilah penentuan positif atau negatifnya suatu tes. Jika

pada urin terdapat molekul HCG, maka molekul ini yang sebelumnya sudah

berikatan dengan anti-HCG1 akan berikatan dengan anti-HCG 2 sehingga

akan terbentuk warna atau garis pada strip ataupun kaset pemeriksaan. Jika
pada urin tidak terdapat molekul HCG, maka anti-HCG 2 tidak akan terikat.

Selanjutnya urin bergerak ke zona anti-anti HCG. Pada zona ini, baik urin

yang mengandung molekul HCG maupun yang tidak, akan terbentuk warna

ataupun garis. Hal ini dikarenakan anti-anti HCG berikatan dengan anti-HCG1

yang ikut terbawa oleh urin. Zona ini disebut control.

Strip HCG urin adalah tes menggunakan metode imunoassay

kromatografi dimana menggunakan antibodi spesifik untuk secara selektif

mengidentifikasi adanya HCG didalam urin dengan derajat sensitivitas yang

tinggi. Peningkatan level HCG sebesar 20 mIU/ml dapat dideteksi hanya

dalam 3 menit.
BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil praktikum yang telah dilakukan dapat disimpulkan

bahwa pemeriksaan hormon hCG menggunakan sampel urine dengan metode

immunoassay chromatography positif mengandung hormon hCG atau dapat

dikatakan Ny. X positif hamil. Sebab pada strip terdapat dua garis (line test

dan line control).

5.2 Saran

Adapun saran yang dapat disampaikan pada praktikum kaali ini ialah

agar praktikan lebih memperhatikan kebersihan alat dan bahan serta

memperhatikan prosedur kerja pemeriksaan, agar hasil yang didapatkan lebih

akurat dan maksimal.


DAFTAR PUSTAKA

Hanifa,W dan Saifuddin,A.B. 2005. Ilmu Kebidanan Edisi 3. Jakarta : Yayasan


Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.

Harti, Agnes S., Estuningsih, Heni Nurkusumawati. 2013. Pemeriksaan HCG


(Human Chorionic Gonadotropin) untuk Deteksi Kehamilan Dini Secara
Immunokromatografi. Jurnal KesMaDaSka.

Johnson K. E. 1994. Hormon-Hormon Kehamilan. Jakarta : Binarupa Aksara.

Pearce, E. 1997. Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis. Jakarta : Gramedia


Pustaka Utama.

Prawirohardjo, S. 1976. Ilmu Kebidanan. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka.


LAMPIRAN

Gambar 1.1 Alat dan bahan Gambar 1.2 Proses pemeriksaan


yang digunakan menggunakan
Metode immunoassay chromatography

Gambar 1.3 Hasil pemeriksaan positif


menggunakan
metode immunoassay chromatography