Anda di halaman 1dari 13

PEMERINTAH KOTA BITUNG

DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI


Jln. Stadion Dua Sudara, Manembo-nembo Tengah, Bitung 95545, Telp. (0438) 31265

Bitung, 6 Juni 2016

Nomor : 565/DTKT/HS/ /VI/2016 Kepada Yth :


Lampiran : - 1. Pimpinan Perusahaan
Perihal : Anjuran PT. Delta Pasific Indotuna
2. Pekerja Sdr.Vikry Antamen Dkk
Di -
Bitung,-
Berkenaan dengan pengaduan yang disampaikan oleh pekerja Saudara Vikry Antamen
dan kawan-kawan pada tanggal 12 April 2016 mengenai masalah dirumahkan yang dilakukan
oleh Pimpinan Perusahaan PT. Delta Pasific Indotuna, maka dilakukanlah Mediasi guna
penyelesaian masalah dimaksud secara musyawarah akan tetapi tidak memperoleh kesepakatan,
sehingga Mediator wajib mengeluarkan surat anjuran ini guna memenuhi prosedur dan
ketentuan yang berlaku dan dapat disampaikan hal-hal sebagai berikut :

A. Keterangan Pihak Pekerja


- Bahwa benar kami telah dirumahkan kurang lebih selama dua bulan mulai tanggal 14
Pebruari 2016
- Bahwa benar kami meminta hak-hak atau uang kami selama dua bulan dirumahkan
yang diabaikan oleh Pimpinan Perusahaan Bapak Abdul Halid, MBA
- Bahwa benar kami meminta Perjanjian Kerja Bersama dibahas kembali dengan poin-poin
tunjangan Tunjangan tidak tetap digabungkan menjadi tunjangan tetap dan masalah
cuti tahunan yang sering dipotong.
- Bahwa benar sesuai janji pimpinan perusahaan akan memberikan uang tunggu pada
tanggal 21 April tetapi sampai Sidang Mediasi II tanggal 4 Mei 2016 tidak juga terealisasi.
- Bahwa benar kami mempertanyakan status karyawan yang masih PKWT apakah masih
memperoleh uang pisah dalam hal ini pekerja yang sudah melewati masa kerja tiga
tahun.
- Bahwabenar kami menyetujui draf PKB tentang uang pisah.
- Bahwa benar kami mempertanyakan tentang upah tunggu untuk pekerja yang
dirumahkan pada saat perusahaan tidak ada produksi.
B. Keterangan Pengusaha
- Bahwa benar pimpinan perusahaan sudah merumahkan pekerja
- Bahwa benar hasil pembicaraan tanggal 14 April telah di email ke Direksi tetapi sampai
tanggal 4 Mei 2016belum ada jawaban.
- Bahwa benar tentang uang pisah sudah ada keputusan dari direksi dan nanti akan
disampaikan kepada pekerja pada hari sabtu 6 Mei 2016
-

C. Pendapat Mediator
PEMERINTAH KOTA BITUNG
DINAS TENAGA KERJA
JL. STADION DUA SUDARA MANEMBO-NEMBO Telp. (0438) 31265

Bitung, 15 September 2017

Nomor : ........../561/DTK/HI/IX/2017 Kepada Yth :


Sifat : Penting 1. Pimpinan / Managemen
Perihal : Anjuran PT. Hasjrat Abadi Bitung
2. Pekerja/Buruh Alm, (Ahli Waris)
Sdr. Karel Rompas

Sehubungan dengan penyelesaian perselisihan hubungan industrial melalui


mediasi tidak tercapai kesepakatan maka sesuai dengan ketentuan pasal 31 ayat (2)
Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2004 Mediator mengeluarkan Anjuran :

Dan sebagai bahan pertimbangan Mediator perlu mendengar keterangan kedua


belah pihak yang berselisih sebagai berikut :

I. KETERANGAN PIHAK PEKERJA / BURUH (Ahli Waris)


- Bahwa anak saya Alm.Indrie Natalia Yudith Rompas, SE bekerja di PT.
Hasjrat Abadi Bitung sejak tanggal 27 bulan Maret Tahun 2015.
- Bahwa pada tanggal 18 juni Tahun 2016 anak saya sakit di tempat kerja
tapi oleh pihak Managemen / Perusahaan menelepon kerumah jam
11.00 siang ,ini artinya pihak Manajemen / Perusahaan mengetahui
bahwa Pekerja/Buruh dalam keadaan sakit,
- Bahwa Bulan Juni BPJS sudah di hentikan oleh pihak Manajemen /
Perusahaan
- Bahwa kami minta kontrak kerja di perlihatkan
- Bahwa kami menuntut hak-hak Pekerja / Buruh selama sakit
- Bahwa pada Bulan Mei 2017 anak saya meninggal dunia.
- Bahwa kami menuntut hak-hak anak saya kepada pihak Manajemen /
Perusahaan sesuai dengan amanat Undang-Undang Tentang
Ketenagakerjaan.

II. KETERANGAN PIHAK PENGUSAHA


- Bahwa Pak Karel (ahli waris) menuntut gaji Bulan Mei - Juni kami siap
membantu tapi di bank harus yang bersangkutan yang cek dan ambil
sendiri
- Bahwa pada Bulan Mei Tahun 2016 masuk gaji ke rekening Almarhuma
Rp, 2.612.400;
- Bahwa sudah putus kontrak dari tanggal 15 April 2016
- Bahwa gaji Bulan Juni telah masuk Rp.2.628.400.-
- Bahwa Almarhuma masih karyawan harian dan semua data-data tentang
Almarhuma masih dikumpulkan
- Bahwa kami minta maaf atas kesalapahaman dari HRD Bitung dan kami
mengundang secara resmi Pak Karel (ahli waris ) ke Manado dan kami
mempunyai itikad baik untuk menyelesaikan dengan pihak keluarga,
- Bahwa kami minta maaf Kacab, Kabag Umum dan Kuasa Hukum tidak
bisa hadir sesuai perjanjian karena Sibuk , dan semua kami serahkan
kepada pihak Dinas Tenaga Kerja

III. PERTIMBANGAN HUKUM DAN KESIMPULAN MEDIATOR


- Bahwa Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial antara Pimpinan /
Manajemen PT. Hasjrat Abadi Bitung dengan Pekerja / Buruh ahli waris
Karel Rompas tidak perlu terjadi jika Pimpinan / Manajemen PT. Hasjrat
Abadi Bitung tegas dalam mengambil keputusan.
- Bahwa sangat jelas tindakan dari pihak Pimpinan / Manajeman PT.
Hasjrat Abadi Bitung sangat keliru dalam memaknai pasal dalam
Undang-Undang tentang Ketenagakerjaan.
- Bahwa menurut Pasal 153 UU Nomor 13 Tahun 2003 , Pengusaha
DILARANG Melakukan Pemutusan Hubungan Kerja dengan alasan :

Pekerja / Buruh berhalangan masuk kerja karena SAKIT menurut


keterangan Dokter selama waktu tidak melampaui 12 (dua belas) bulan
secara terus-menerus. Dan di sini sangat jelas pihak Manajemen
mengetahui bahwa Pekerja / Buruh sakit di dalam melaksanakan tugas di
Perusahaan .

- Bahwa dalam Pasal 93 UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang


ketenagakerjaan ayat ( 1,) Upah tidak di bayar apabila pekerja/buruh
tidak melakukan pekerjaan dan ayat (2) ketentuan sebagaimana di
maksud dalam ayat (1) tidak berlaku, dan pengusaha wajib membayar
upah apabila:

- Pekerja/Buruh sakit sehingga tidak dapat melakukan pekerjaan dan


dalam pasal 93 ayat (3) UU N0 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan
di jelaskan , Upah yang di bayarkan kepada Pekerja / Buruh yang sakit
sebagaimana di maksud dalam ayat (2) huruf a, sebagai berikut :
- a.Untuk 4 (empat) bulan pertama di bayar 100% (seratus Perseratus)
dari upah
- b. Untuk 4 (empat) bulan kedua, dibayar 75% (tujuh puluh lima
perseratus) dari Upah
- c. Untuk 4 ( empat) bulan ke tiga di bayar 50% (lima puluh) perseratus
dari Upah, dan,
- d. Untuk bulan selanjutnya di bayar 25% (dua puluh lima perseratus)
dari upah sebelum Pemutusan Hubungan Kerja dilakukan oleh
pengusaha.

- Bahwa sangat jelas menurut penjelasan Undang - Undang di atas bahwa


keputusan Pihak Manajemen / Perusahaan PT.Hasjrat Abadi Bitung
melakukan Pemutusan Hubungan Kerja adalah keputusan sepihak dan
bertentangan dengan pasal 153 ayat (2) ,di jelaskan Pemutusan
Hubungan Kerja yang dilakukan dengan alasan dalam ayat (1),a, batal
demi Hukum , karena belum melampaui satu tahun,
- Bahwa terkait dengan penjelasan pihak Manajemen / Perusahaan PT.
Hasjrat Abadi Bitung yang menjelaskan bahwa pekerja adalah status
karyawan harian ini bertentangan dengan Kepmen Nomor
100/Men/VI/2004 Pasal 10 ayat 2, tentang harian lepas,

- Bahwa Pimpinan / Manajemen PT. Hasjrat Abadi Bitung sebaiknya


menjalankan Undang-Undang Pasal 61 ayat 2 butir 5, di jelaskan dalam
hal Pekerja / Buruh Ahli Waris Pekerja / Buruh berhak mendapat hak-
haknya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku .
- Bahwa sebaiknya pihak Manajemen / Perusahaan PT. Hasjrat Abadi
Bitung berpedoman pada pasal 172 Undang-Undang Nomor 13 Tahun
2003 Tentang ketenagakerjaan .

- Bahwa sangat jelas juga dalam Undang-Undang No 13 Tahun 2003


tentang Ketenagakerjaan dalam pasal 166 di jelaskan dalam hal
hubungan kerja berakhir karena Pekerja / Buruh meninggal dunia kepada
ahli warisnya di berikan sejumlah uang sebesar perhitungan nya sama
dengan perhitungan 2 (dua) kali uang pesangon sesuai ketentuan Pasal
156 Ayat (2) dan 1 (satu) kali uang penggantian hak sesuai ketentuan
Pasal 156 Ayat (4)

- Bahwa dalam Undang-Undang tentang ketenagakerjaan tidak ada


penjelasan yang membeda - bedakan terkait dengan status PKWT dan
PKWTT antara Pekerja / Buruh yang meninggal dunia tidak berhak atas
pesangon kematian dalam hal ini wajib status PKWT dan PKWTT tetap
berhak atas pesangon kematian berdasarkan undang-undang yang sudah
di jelaskan di atas.

- Bahwa terkait dengan PKWT sangat jelas pada Pasal 59 Ayat (7) UU No
13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan juga penjelasan keputusan
Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI, Nomor 100,MEN/VI/2004
Pasal 3 dan Pasal 5 Ayat 1 dan 2 bab VI Pasal 13 tentang PKWT untuk
pekerjaan yang sekali selesai atau sementara sifatnya, PKWT untuk
pekerjaan yang bersifat musiman, PKWT untuk yang berhubungan
dengan produk baru.

- Bahwa terkait dengan PKWT itu wajib harus di catatkan oleh Pimpinan /
Manajemen perusahaan di Dinas Tenagakerja dan Transmigrasi Kota
Bitung, berdasarkan keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi
RI Pasal (13), jika memenuhi unsur dalam Pasal yang di jelaskan di atas.
- Bahwa sebaiknya Pimpinan / Manajemen PT. Hasrat Abadi Bitung
membayar pesangon kematian kepada ahli waris berdasarkan Pasal 166
Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan karena
Pemutusan Hubungan Kerja yang dilakukan Pimpinan Managemen /
Perusahaan batal demi hukum.

IV. UPAYA PENYELESAIAN MEDIATOR


Mediator sudah melakukan upaya Mediasi dan pendekatan kepada kedua belah
pihak namun ternyata apa yang menjadi harapan kami tidak menemui
kesepakatan penyelesaian secara musyawarah dan mufakat oleh masing-masing
pihak mempertahankan pendapatnya maka berdasarkan pendapat yang di
jelaskan di atas serta dalam rangka Penyelesaian Perselisihan Hubungan
Industrial ini.

MEDIATOR ……………………….

MENGANJURKAN

1. Agar Pimpinan / Managemen PT. Hasrat Abadi Bitung membayar Hak-Hak


Pekerja / Buruh Ahli Waris Sdr. Karel Rompas sebagai berikut :
Memberikan Hak-Hak berupa pesangon sesuai dengan Pasal 156 Ayat 2
huruf (c) kali 2, dan uang penggantian Hak Ayat 4 Undang-Undang Nomor
13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan.

- PESANGON
3 (TIGA) BULAN UPAH
2 X 3 X Rp. 3.171.100,- = Rp. 19.026.600,-

- UANG PENGGANTIAN PERUMAHAAN


SERTA PENGOBATAN DAN PERAWATAN

15% X 19.026.600,- = Rp. 2.853.990,-

JUMLAH KESELURUHAN = Rp. 21.880.590.-


(DUAPULUHSATU JUTA DELAPAN RATUS DELAPAN PULUH RIBU LIMA RATUS
SEMBILAN PULUH RUPIAH)
2. Agar kedua belah pihak memberi jawaban atas anjuran ini selambat-
lambatnya dalam jangka waktu 10 (sepuluh) hari setelah menerima surat
Anjuran ini.

3. Di beritahukan kepada para pihak yang berselisih apabila menolak Anjuran


ini agar di lanjutkan ke Pengadilan Hubungan Industrial di Manado.

Demikian harap maklum.

MENGETAHUI

KEPALA DINAS MEDIATOR

Drs . ARNOLDUS J. KARAMOY APHOLDIEN MARIA ANDAKI, S.SOS


PEMBINA UTAMA MUDA NIP. 19700216 200212 2 004
NIP : 19590730 198203 1 008

PEMERINTAH KOTA BITUNG


DINAS TENAGA KERJA
JL. STADION DUA SUDARA MANEMBO-NEMBO Telp. (0438) 31265

Bitung, 15 Oktober 2017

Nomor : ………./561/DTK/HI/X/2017 Kepada Yth :


Sifat : Penting 1. Pimpinan / Manajemen
Perihal : Anjuran PT. Bahari Temas Selaras
2.Pekerja/Buruh Sdr.Yohanis Murari
Di_
Bitung

Sehubungan dengan Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial melalui


Mediasi tidak tercapai kesepakatan maka sesuai dengan ketentuan pasal 13 ayat (2)
Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2004 mediator mengeluarkan Anjuran :

Dan sebagai bahan pertimbangan Mediator perlu mendengar keterangan kedua


belah pihak yang berselisih sebagai berikut :

I. KETERANGAN PIHAK PEKERJA / BURUH

- Bahwa saya sebagai karyawan bekerja di PT . Bahari Temas Selaras,


sangat keberatan dan tidak setuju dengan surat mutasi yang di keluarkan
oleh Pimpinan PT. Bahari Temas Selaras secara sepihak dan tidak
menghargai hak-hak saya sebagai karyawan di PT. Bahari Temas Selaras.
- Bahwa saya bekerja di Perusahaan PT. Temas Bahari Selaras sejak tahun
1995 sampai dengan bulan Desember Tahun 2016 mulai tanggal 3
Januari 1995.
- Bahwa secara tiba-tiba dan secara sepihak di lakukan pemutasian /
dipindahkan tempat bekerja ke PT. Misa Utara sehingga saya sebagai
sebagai karyawan merasa kaget karena sebelumnya tidak pernah di
rapatkan untuk di informasikan namun apalah daya kami sebagai
karyawan tidak bisa bertindak lebih atas apa yang telah di putuskan oleh
Manajemen Perusahaan .
- Bahwa aneh ya ketika kami bertanya kepada Pimpinan Perusahaan yang
baru yaitu PT. Misa Utara.
- Bahwa ketika kemungkinan terburuk terjadi pada kami dan di lakukan
PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) apakah masa kerja kami yang bekerja
pada PT. Bahari Temas Selaras tersebut harus di hitung ? Karena kamI
telah bekerja selama 22 Tahun tetapi jawabannya jika terjadi PHK maka
masa kerja pada PT. Bahari Temas Selaras tersebut sebelumnya di
anggap tidak di perhitungkan sehingga saya merasa sangat di rugikan .
- Bahwa telah berulang kali saya menghadap melalui perantara Pimpinan
Perusahaan untuk menuntut hak saya tapi sampai saat ini tidak ada
jawaban.
- Bahwa saya di mutasikan adalah sebagai cara pemberhentian dari
pekerjaan saya karena terbukti walaupun saya harus mengikuti
pemutusan sebagaimana tersebut dan terus bekerja seperti biasa.
- Bahwa kenyataannya selama dua bulan bekerja tidak lagi di beri upah
karena itu demi kepastian hak saya serta demi kepastian hukum kami
datang ke hadapan Bapak / Ibu selaku pimpinan lembaga yang memiliki
kompetensi untuk memanggil kami pihak-pihak untuk di pertemukan
agar di lakukan penyelesaian.

II. KETERANGAN PIHAK PENGUSAHA

III. PERTIMBANGAN HUKUM DAN KESIMPULAN MEDIATOR


- Bahwa Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial antara Pimpinan /
Manajemen PT. Bahari Temas Selaras Bitung dengan Pekerja/ Buruh
Sdr.Yohanes Murari tidak perlu terjadi jika kedua belah pihak sepakat
dengan tidak ada keterpaksaan untuk mutasi dan memberikan suatu
imbalan berupa pesangon yang di berikan atau penawaran ke lingkungan
kerja yang baru, sedangkan di tempat kerja yang baru Pekerja / Buruh
yang baru dilarang / tidak di terima untuk di pekerjakan dan tidak ada
kepastian dari manajemen yang baru.
- Bahwa sampai 3 kali panggilan yang kami sampaikan kepada Pimpinan
PT. Bahari Temas Selaras Bitung tidak pernah hadir dalam proses
Mediasi di ruang Sidang Dinas Tenaga Kerja Kota Bitung.
- Bahwa memang mutasi adalah keputusan yang mutlak dari Pimpinan
Manajemen Perusahaan , asalkan dengan alasan-alasan yang jelas, dan
tidak menimbulkan permasalahan dengan perusahaan yang baru yang
menjadi tujuan dari mutasi di maksud.
- Bahwa menurut pasal 93 ayat 2, f, Undang-Undang No 13 Tahun 2003
tentang Ketenagakerjaan dijelaskan Pekerja / Buruh bersedia melakukan
pekerjaan yang telah di janjikan tetapi pengusaha tidak
mempekerjakannya, baik karena kesalahan sendiri maupun halangan
yang seharusnya dapat di hindari pengusaha
- Bahwa sangat jelas Pekerja / Buruh masih ingin bekerja tapi sudah di
keluarkan surat mutasi ke Perusahaan P.T.Misa Utara dan setelah
Pekerja / Buruh menemui Pihak Manajemen yang baru PT .Misa Utara
tidak menerima karyawan mutasi.
- Bahwa sebaiknya Pimpinan PT. Bahari Temas Selaras harus bertanggung
jawab atas masa kerja Pekerja / Buruh Saudara Yohanis Murari ,
- Bahwa menurut pasal 151 ayat 1 Undang-Undang No 13 tahun 2003
tentang ketenagakerjaan di jelaskan Pengusaha, Serikat SP/SB dan
Pemerintah dengan segala upaya harus mengusahakan agar jangan
terjadi pemutusan hubungan kerja
- Bahwa sebaiknya Pihak Pimpinan / Manajemen PT. Bahari Temas Selaras
membatalkan surat Mutasi karena tidak memenuhi unsur yang jelas
dalam pembinaan hubungan industrial yang baik di perusahan dan
antar sesama perusahaan
- Bahwa dengan berpedoman pada penjelasan Putusan Mahkamah
Konstitusi Republik Indonesia No: 37/PPU-1X/2011 dan pasal 155 ayat 2
tentang Upah Proses, selama putusan lembaga Penyelesaian
Perselisihan Hubungan Industrial belum di tetapkan ,baik Pengusaha
maupun Pekerja / Buruh harus tetap melaksanakan segala kewajibannya.
- Bahwa dalam Pasal 170 UU No 13 Tahun 2003 di jelaskan Pemutusan
Hubungan Kerja yang tidak memenuhi pasal 151 ayat 3 dan pasal 168
batal demi hukum dan Pengusaha wajib mempekerjakan kembali
Pekerja / Buruh yang bersangkutan serta membayar segala upah yang
menjadi haknya.

IV. UPAYA PENYELESAIAN MEDIATOR

Mediator sudah melakukan upaya mediasi tapi sangat di sayangkan Pihak


Pimpinan / Manajemen Perusahaan PT. Bahari Temas Selaras Bitung tidak
pernah hadir dalam rangka penyelesaian perselisihan kepentingan ini secara
musyawarah dan mufakat , maka berdasarkan pendapat yang di kemukakan di
atas serta dalam rangka Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial ini.

MEDIATOR ……………………….
MENGANJURKAN

1. Agar Pimpinan / Manajemen PT. Bahari Temas Selaras Bitung


Mempekerjakan kembali Saudara Yohanis Murari sesuai dengan masa kerja
yang bersangkutan , dan membatalkan surat mutasi yang di sudah di
keluarkan .
2. Agar kedua belah pihak memberi jawaban atas anjuran ini selambat-
lambatnya dalam jangka waktu 10 (sepuluh) hari setelah menerima surat
Anjuran ini.
3. Di beritahukan kepada para pihak berselisih apabila menolak anjuran ini
Agar di lanjutkan ke Pengadilan Hubungan Industrial di Manado.

Demikian harap maklum.

MENGETAHUI

KEPALA DINAS MEDIATOR


HUBUNGAN INDUSTRIAL

Drs. Arnoldus J Karamoy, Apholdien Maria Andaki, S.Sos


NIP : 19590730198203008 NIP : 197002162002122004

PEMERINTAH KOTA BITUNG


DINAS TENAGA KERJA
JL. STADION DUA SUDARA MANEMBO-NEMBO Telp. (0438) 31265

Bitung, 24 Oktober, 2017

Nomor : 565/DTKT/HS/ /II/2017 Kepada Yth :


Sifat : Penting 1. Pimpinan / Manajemen
Perihal : Anjuran PT. Agro Makmur Raya Bitung
2.Pekerja/Buruh Sdr,Hendra Sikki
Di_
Bitung

Sehubungan dengan penyelesaian perselisihan hubungan industrial melalui


mediasi tidak tercapai kesepakatan maka sesuai dengan ketentuan pasal 13 ayat (2)
Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2004 mediator mengeluarkan Anjuran :

Dan sebagai bahan pertimbangan mediator perlu mendengar keterangan kedua


belah pihak yang berselisih sebagai berikut :

V. KETERANGNAN PIHAK PEKERJA / BURUH


- Bahwa kami bekerja di PT, Agro Makmur Raya kurang lebih delapan (8)
tahun
- Bahwa kami keberatan dengan keputusan Pihak Manajemen
/perusahaan yang telah melakukan mutasi terhadap kami ke tempat
yang baru di Kalimantan ,sedangkan gaji kami tidak mencukupi akan
kebutuhan anak dan istri kami,
- Bahwa kami menolak mutasi karena keluarga tidak di fasilitasi
- Bahwa kemungkinan besar mutasi ini adalah kesengajaan dari pihak
manajemen supaya kami para pekerja harus mengundurkan diri,
- Bahwa kami minta kami sesama pekerja harus di berikan hak-hak yang
sama dengan pekerja-pekerja dari medan ,dan kami menilai ini adalah
tindakan diskriminasi terhadap kami
- Bahwa kami sangat jelas lewat pengurus federasi serikat buruh
Kamiparho PT,Agro Makmur Raya Bitung sudah mengeluarkan
tanggapan atas surat mutasi dari manajemen perusahaan ,bahwa kami
menolak mutasi, yang di lakukan terlalu tergesah-gesah.

VI. KETERANGAN PIHAK PENGUSAHA

- Bahwa masalah murtasi ini sudah di bahas beberapa kali dalam


pertemuan , dan secara administrasi sudah berjalan dan semuanya
efektif mulai 15 september 2017
- Bahwa tanggal 15 september 2017 ke 13 orang pekerja/buruh ini sudah
jadi pekerja/buruh di PT,sukajadi sabit mekar di sampit Kalimantan
tengah,
- Baahwa semuanya kami lakukan dengan dasar karena kebutuhan
perusahaan ,dengan menilik tingkat kehadiran pekerja dengan harapan
disana akan lebih baik dari pada disini ,dan kami sudah mengfasilitasi
dengan uang jalan 300 ribu per/orang di luar kebijakan perusahaan
- Bahwa masalah gaji sesuai dengan gaji yang di terima di bitung dan
untuk teknisnya masalalah gaji bisa di bagi dua itu pun tergantung
pengaturan pekerja itu sendiri
- Bahwa kami tetap menghormati PKB (Perjanjian Kerja Bersama)yang
sudah di sepakati bersama.
- Bahwa jika mutasi tidak di laksanakan maka di anggap mengundurkan
diri dalam PKB, Perjanjian Kerja Bersama
VII. PERTIMBANGAN HUKUM DAN KESIMPULAN MEDIATOR

- Bawha penyelesaian perselisihan hubungan industrial antara Pimpinan /


Manajemen PT. Agro Makmur Raya Bitung dengan pekerja/ buruh
Sdr.Hendra SIkki dan kawan-kawan tidak perlu terjadi jika kedua belah
pihak sepakat dengan menghormati kesepakatan yang telah di buat
- Bahwa memang mutasi adalah keputusan yang mutlak dari pimpinan/
mamajemen perusahaan , asalkan dengan alasan-alasan yang jelas, dan
tidak menimbulkan perselisihan , jika belum ada aturan yang mengatur
terlebu dahulu.
- Bahwa menurut pasal 93 ayat 2, f, Undang-Undang No 13 Tahun 2003
tentang Ketenagakerjaan dijelaskan pekerja/buruh bersedia melakukan
pekerjaan yang telah di janjikan tetapi pengusaha tidak
mempekerjakannya,baik karena kesalahan sendiri maupun halangan
yang seharusnya dapat di hindari pengusaha
- Bahwa sangat jelas pihak pimpinan manajemen /perusahan sudah
maksimal melaksanakan keputusan, walaupun mendapat penolakan dari
pihak pekerja/buruh ,karena aturan Undang-undang ketenagakerjaan
tidak mengatur secara mendetail atau mendalam tentang kompeksnya
perselisihan dalam tiap-tiap perusahaan tapi undang-undang
memberikan ruang bagi manajemen/perusahaan dan pihak Pengurus
serikat pekerja/serikat buruh dalam satu perusahaan untuk dapat
mengatur masalah-masalah teknis sekecil apapun yang belum di atur
dalam Undang-undang ketenagakerjaan ,
- Bahwa di sini perselisihan kepentingan ini sangat jelas karena Masing-
masing pihak sudah membuat regulasi aturan yaitu: Perjanjian Kerja
Bersama (PKB) dan sudah di tandatangani oleh masing-masing pihak,
maka kedua bela pihak harus menjunjung dan menghormati aturan yang
sudah di sepakati bersama
- Bahwa menurut pasal 151 ayat 1 Undang-Undang No 13 tahun 2003
tentang ketenagakerjaan di jelaskan pengusaha,serikat Sp/Sb dan
pemerintah dengan segala upaya harus mengusahakan agar jangan
terjadi pemutusan hubungan kerja
- Bahwa sesuai pasal 93, ayat (1) Undang-Undang No 13 Tahun 2013
tentang ketenagakerjaan
- Bahwa sebaiknya Pihak Pekerja/Buruh Saudara Hendra Sikki dan Kawan-
Kawan melaksanakan Mutasi karena sudah memenuhi unsur dalam
kesapakatan yang di tuangan dalam Pasal 13 tentang Mutasi di
Perjanjian Kerja Bersama (PKB)
VIII. UPAYA PENYELESAIAN MEDIATOR

Mediator sudah melakukan upaya mediasi kepada kedua bela Pihak akan tetapi
pihak Pekerja/Buruh tetap melolak keputusan pihak Pimpinan/Manajemen
Perusahaan PT,Agro Makmur Raya Bitung , dalam rangka penyelesaian
perselisihan kepentingan ini , maka berdasarkan pendapat yang di kemukakan di
atas serta dalam rangka Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial ini.

MEDIATOR ……………………….

MENGANJURKAN

4. Agar Pihak Pekerja/Buruh Saudara Hendra Sikki dan Kawan-kawan


Melaksanakan Surat Mutasi yang di keluarkan oleh Pimpinan/manajemen PT,
Agro Makmur raya Bitung karena sesuai dengan kesepakatan yang
dituangkan dalam PKB ( Perjanjian Kerja Bersama) yaitu pasal 13 tentang
Mutasi.
5. Agar kedua belah pihak memberi jawaban atas anjuran ini selambat-
lambatnya dalam jangka waktu 10 (sepuluh) hari setelah menerima surat
Anjuran ini.
6. Di beritahukan kepada para pihak berselisih apabila menolak anjuran ini
Agar di lanjutkan ke Pengadilan Hubungan Industrial di Manado.

Demikian harap maklum.

MENGETAHUI

KEPALA DINAS MEDIATOR


HUBUNGAN INDUSTRIAL

Drs, Arnoldus J Karamoy, Apholdien Maria Andaki, S.Sos


NIP : 19590730198203008 NIP : 19700216 200212 2 004
MEDIATOR ……………………….

MENGANJURKAN

4. Agar Pimpinan / Manajemen PT. Hasrat Abadi Bitung membayar Hak-Hak


Pekerja / Buruh Ahli Waris Sdra, Karel M Rompas sebagai berikut :
Memberikan Hak-Hak berupa pesangon sesuai dengan Pasal 156 Ayat 2
huruf (e) kali 2, penghargaan masa kerja Pasal 156 Ayat 3 huruf (a) dan uang
penggantian Hak Ayat 4 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang
Ketenagakerjaan.

- PESANGON
5 (LIMA) BULAN UPAH
2 X 5 X Rp. 2.400.000,- = Rp. 24.000.000,-

- UANG PENGHARGAAN MASA KERJA


2 (DUA) BULAN UPAH
2 X Rp. 2.400.000,- = Rp. 4.800.000,-
JUMLAH = Rp. 28.800.000,-

- UANG PENGGANTIAN PERUMAHAAN


SERTA PENGOBATAN DAN PERAWATAN

15% X 28.800.000,- = Rp. 4.320.000,-

JUMLAH KESELURUHAN = Rp. 33.120.000,-


(TIGA PULUH TIGA JUTA SERATUS DUA PULUH RIBU RUPIAH)

5. Agar kedua belah pihak memberi jawaban atas anjuran ini selambat-
lambatnya dalam jangka waktu 10 (sepuluh) hari setelah menerima surat
Anjuran ini.
6. Di beritahukan kepada para pihak berselisih apabila menolak anjuran ini agar
di lanjutkan ke Pengadilan Hubungan Industrial di Manado.

Demikian harap maklum.

MENGETAHUI