Anda di halaman 1dari 6

1.

KONSEP EPIDEMIOLOGI

3. RUANG LINGKUP EPIDEMIOLOGI

Ruang lingkup epidemiologi

1) Epidemiologi penyakit menular


Sebagai bentuk upaya manusia untuk mengatasi gangguan penyakitmenular yang saat ini hasilnya
sudah tampak sekali.
2) Epidemiologi Penyakit tidak menular
Upaya untuk mencegah penyakit yang tak menular seperti: Cancer,penyakit sistemik, penyakit akibat
kecelakaan lalu lintas,penyalahgunaan obat termasuk penyakit akibat gangguan industry.
3) Epidemiologi klinik
Bentuk yang saat ini sedang dikembangkan para klinisi yangbertujuan untuk membekali para klinisi
atau dokter/para medistentang cara pendekatan masalah melalui disiplin ilmu epidemiologi.
4) Epidemiologi kependudukan
Cabang epidemiologi yang menggunakan system pendekatanepidemiologi dalam menganalisis
berbagai permasalahan yangberkaitan dengan bidang demografi serta factor-faktor
yangmempengaruhi berbagai perubahan demografi yang terjadi di dalammasyarakat. Memberikan
analisis tentang sifat karakteristik penduduksecara demografi dalam hubungannya dengan masalah
kesehatandalam masyarakat. Juga berperan dalam berbagai aspek kependudukan serta keluarga
berencana. Juga digunakan sebagai dasar dalam mengambil kebijakan dan menyusun perencanaan
yang baik.
5) Epidemiologi pengolahan pelayanan kesehatan
Salah satu system pendekatan manajemen dalam menganalisismasalah, mencari factor penyebab
timbulnya suatu masalah sertapenyusunan rencana pemecahan masalah tersebut secaramenyeluruh
dan terpadu. Bentuk pendekatan ini dapat digunakanoleh para perencana pelayanan kesehatan, baik
dalam bentukpenilaian hasil suatu kegiatan kesehatan yang bersifat umummaupun sebagai sasaran
yang khusus.
6) Epidemiologi lingkungan dan kesehatan kerja
Occupational and environmental epidemiology merupakan salah satubagian epidemiologi yang
mempelajari serta menganalis keadaankesehatan tenaga kerja akibat pengaruh keterpaparan
padalingkungan kerja baik yang bersifat fisik, kimia, biologis, maupunsocial budaya serta
kebiasaan hidup para pekerja. Kegunaannyaadalah analisis tingkat kesehatan para pekerja serta
untuk menilaikeadaan dan lingkungan kerja serta penyakit akibat kerja (PAK).
7) Epidemiologi kesehatan jiwa
Salah satu pendekatan dan analisis masalah gangguan jiwa dalammasyarakat, baik mengenai keadaan
kelainan jiwa kelompokpenduduk tertentu, maupun analisis berbagai factor yangmemperngaruhi
timbulnya gangguan jiwa dalam masyarakat.
8) Epidemiologi gizi
Banyak digunakan dalam analisis masalah gizi masyarakat, dimanamasalah ini erat hubungannya
dengan berbagai factor yangmenyangkut pola hidup masyarakat. Pendekatan ini bertujuan
untukmenganalisis factor yang berhubungan erat dengan timbulnyamasalah gizi masyarakat, baik
yang bersifat biologis dan terutamayang berkaitan dengan masalah social.

Terhadap masalah kesehatan yang ada, epidemiologimemberikan pendekatan khusus, mulai dari
mengidentifikasi sampaimengevaluasi keadaan kesehatan.
Ruang lingkup epidemiologi dalam maslaah kesehatan tersebut di atas dapat meliputi “6E”
yakni:

a. Etiologi, berkaitan dengan lingkup kegiatan epidemiologi dalammengidentifikasi penyebab


penyakit dan masalah kesehatanlainnya. Misalnya: etiologi dari malaria adalah parasit
danplasmodium.

b. Efikasi (efficacy ), berkaitan dengan efek atau daya optimalyang dapay diperoleh dari adanya
intervensi kesehatan. Efikasidimaksudkan untuk melihat hasil atau efek suatu intervensi,misalnya
efikasi vaksinasi. Hal ini merupakan kemujarabanteoritis dari suatu obat yang dapat dilakukan
denganmelakukan uji klinik (clinical trial).

c. Efektivitas (effectiveness ) adalah besarnya hasil yang dapatdiperoleh dari suatu tindakan
(pengobatan atau intervensi) danbesarnya perbedaan dari suatu tindakan yang satu denganlainnya.
Efektivitas ini ditujukan untuk mengetahui efekintervensi atau pelayanan dalam berbagai kondisi
lapanganyang sebenarnya yang sangat berbeda-beda. Untukpengobatan maka hal ini berkaitan dengan
kemujarabanpraktis, kenyataan khasiat obat di klinik.

d. Efisiensi (efficiency ) adalah sebuah konsep ekonomi yangmelihat pengaruh yang dapat diperoleh
berdasarkan besarnyabiaya yang diberikan. Efisiensi ini ditujukan untuk mengetahuikegunaan dan
hasil yang diperoleh berdasarkan besarnyapengeluaran ekonomi/biaya yang dilakukan.

e. Evaluasi adalah penilaian secara keseluruhan keberhasilansuatu pengobatan atau program kesehatan
masyarakat.Evaluasi melihat dan member nilai keberhasilan programseutuhnya.

f. Edukasi (education ) adalah intervensi berupa peningkatanpengetahuan tentang kesehatan


masyarakat sebagai bagiandari upaya pencegahan penyakit. Edukasi merupakan salahsatu bentuk
intervensi andalan kesehatan masyarakat yangperlu diarahkan secara tepat oleh epdemiologi.

4. UKURAN EPIDEMIOLOGI

Ada tiga macam ukuran yang digunakan dalam epidemiologi, yaitu:

a. Ukuran frekuensi penyakit: mengukur kejadian penyakit, cacat, atau kematian pada populasi.
Ukuran ini merupakan dasar dari epidemiologi deskriptif. Frekuensi kejadian yang diamati diukur
menggunakan prevalens dan insidens.

b. Ukuran dari akibat pemaparan: Mengukur keeratan hubungan statistic antara factor tertentu dan
kejadian penyakit yang diduga merupakan akibat pemaparan tersebut. Hubungan antara pemaparan
dan akibat diukur menggunakan relative risk atau odds ratio.

c. Ukuran dari potensi dampak: Menggambarkan kontribusi dari factor yang diteliti terhadap kejadian
suatu penyakit dalam populasi tertentu. Ukuran yang digunakan dalam attributable risk percent dan
population attributable risk. Ukuran ini berguna untuk meramalkan efficacy atau effectiveness suatu
pengobatan dan strategi intervensi pada populasi tertentu.
Sebelum membahas ukuran frekuensi penyakit sebaiknya dipahami terlebih dahulu ukuran
dasar dari epidemiologi.

Ada 2 komponen ukuran dasar yaitu:

a. Pembilang (nominator) X: frekuensi atau jumlah kasus yang diamati (subjek pengamatan yang
mengalami kejadian atau akibat yang tidak diinginkan).

b. Penyebut (denominator) Y: jumlah populasi yang berisiko, yaitu sekelompok individu yang
mempunyai peluang untuk mengalami kasus yang diamati.

Ukuran Dasar Epidemiologi

Untuk mengukur frekuensi kejadian penyakit pada suatu populasi digunakan salah satu dari tiga
bentuk pecahan, yaitu proporsi, rasio, dan rate.

a. Proporsi
Distribusi proporsi adalah suatu persen (yakni, proporsi dari jumlah peristiwa-peristiwa dalam
kelompok data yang mengenai masingmasing kategori (atau subsekelompok) dari kelompok itu.

Proporsi umumnya dipakai dalam keadaan di mana tidak mungkin menghitung angka insidensi;
Karena itu proporsi bukan suatu rate dan dia tidak dapat menunjukkan perkiraan peluang keterpaparan
atau infeksi, kecuali jika banyaknya orang di mana peristiwa dapat terjadi adalah sama pada setiap
subkelompok. Tetapi biasanya hal ini tidak terjadi. Karena x dan y berada pada tempay yang sama,
berbagai persen dalam kelompok data yang ada dapat dan seharusnya saling ditambahkan bersama
semua kategori data, dan jumlah harus menjadi 100%, sedangkan angka (rate) kalau dijumlahkan
tidaklah demikian. Interpretasi dari proporsi adalah: dari jumlah frekuensi di mana suatu jenis
peristiwa tertentu terjadi, kejadiannya dinyatakan dalam persen dari berbagai subkelompok utama.

b. Rasio

Rasio adalah suatu pernyataan frekuensi nisbi kejadian suatu peristiwa terhadap peristiwa lainnya.
Misalnya, jumlah anak sekolah kelas 6 yang telah diimunisasi dibandingkan dengan jumlah anak
sekolah kelas 6 yang tidak diimunisasi pada sekolah tertentu. Rumus rasio adalah:

Di mana : x = Banyaknya peristiwa atau orang yang mempunyai satu atau lebih atribut tertentu y =
Banyaknya peristiwa atau orang yang mempunyai satu atau lebih atribut tertentu, tetapi dalam hal
berbeda atributnya dengan anggota x. k = 1 Karena k = 1, rumus rasio dapat disederhanakan menjadi:
Rasio = x/y = x:y

Populasi dan masa jedah (atau titik waktu) dari data yang dipakai haruslah tertentu/khusus, persis
untuk angka/rate. Rasio dapat dihitung untuk angka hanya sebagai banyaknya peristiwa.

c. Rate

Rumus untuk ketiga ukuran di atas sebenarnya mempunyai bentuk dasar yang sama: Rate (atau rasio
atau proporsi) = ((X/Y) x k ; Yang biasa dibaca: X kali k dibagi Y; atau X bayi Y kali k.
Perbedaan perhitungan antara ukuran ini terletak dalam penetapan X dan Y nilai yang diberikan pada
k. Nilai rate mengukur kemungkinan kejadian dalam populasi terhdap beberapa peristiwa tertentu
misalnya kasus atau mati karena penyakit infeksi. Dalam contoh angka, rumusnya menjawab
pertanyaan: Jika sejumlah X kasus penyakit (atau kematian) terjadi dlaam populasi yang besarnya Y,
berapa banyak yang diharapkan terjadi dalam populasi yang besarnya k? pertanyaan ini dapat juga
dinyatakan sebagai berikut:

Hitungan selanjutnya memperoleh: Angka = X/Y x k Dengan mengetahui angka frekuensi kejadian
dari peristiwa yang dinyatakan dengan X dalam suatu populasi yang berukuran “baku”, frekuensi
nisbi (relative) yang terjadi terhadap peristiwa yang sedang diteliti dapat dibandingkan secara logis di
antara berbagai populasi, dan factor yang menunjang perbedaan pengamatan yang terjadi dapat dicari.

https://www.academia.edu/12057283/konsep_dasar_epidemiologi

STRATEGI EPIDEMIOLOGI

Strategi epidemiologi adalah suatu pola pendekatan, berupa suatu rangkaian kegiatan tertentu,
yang akan diterapkan dalam mengkaji masalah-masalah kesehatan sedemikian rupa, sehingga
diperoleh berbagai kejelasan tentang masalah kesehatan tersebut.

Rangkaian kegiatan

1. Merumuskan hipotesa.

2. Menguji hipotesa.

3. Menarik kesimpulan.

Ketiga kegiatan saling berhubungan --> dilakukan berkesinambungan.

Unsur pokok hipotesa

1. Ket tentang manusia.

2. Ket tentang sebab.

3. Ket tentang akibat.

4. Ket tentang dosis sebab.

5. Ket tentang waktu.

Cara menyusun hipotesa

Ada 4 cara yaitu :

1. Method of difference.
2. Method of agreement.

3. Method of concomitant variation.

4. Method of analogy.

Hubungan sebab-akibat

Peristiwa I --> Peristiwa II

Ada 5 macam kondisi :

1. Nescessary condition.

2. Sufficient condition.

3. Contributary condition.

4. Contingent condition.

5. Alternative condition.

Macam hubungan sebab-akibat

1. Hubungan statistic
Dibedakan 2 macam:
1. Ada hubungan (asosiasi) statistik.
Hasil uji statistik bermakna.
2. Tidak ada asosiasi statistik.
Hasil uji statistik tidak bermakna.

Contoh : Apakah ada hubungan antara makan pedas (peristiwa I) dengan kejadian sakit
lambung (peristiwa II)?
Hipotesis nol : Tidak ada hubungan antara makan pedas dengan sakit lambung.

2. Hub kausal

Pembuktian kemaknaan harus dilanjutkan dengan pembuktian hubungan kausal. Dibedakan 2


jenis :

1). Ada hubungan kausal.

2). Tidak ada hubungan kausal.

Dapat bersifat permanent atau temporal --> dilakukan penelitian eksperimen.

Ada 5 kriteria menetapkan hubungan kausal:


1. Asosiasi harus sangat bermakna.
2. Ada hubungan antara dosis dan jawaban.
3. Asosiasi tsb harus konstan.
4. Peristiwa I diikuti peristiwa II
5. Biologycal pluasibility.
3. Hub langsung & tak langsung
Hub kausal terlalu dekat --> lazimnya bersifat langsung. Hubungan kausal langsung terjadi pada
tingkat molekuler.
l Contoh :
*Tidak langsung * Langsung
Orang menderita Orang menderita
beri-beri karena ma- beri-beri karena ma-
kan beras putih kan beras putih yang
yang digiling bersih. tak mengandung
vitamin B1.

Jenis-jenis Epidemiologi

• Epidemiologi Deskriptif
mempelajari tentang frekuensi dan distribusi suatu masalah kesehatan dalam masyarakat (who: Siapa,
where; dimana, when: kapan)
• Epidemiologi Analitis
upaya epidemiologi utk menganalisis faktor-faktor (determinan) masalah kesehatan.
• Epidemiologi Eksperimental
upaya epidemiologi untuk menguji faktor kebenaran tentang penyakit dengan percobaan atau
eksperimen.

Peranan Epidemiologi dalam bidang kesehatan:


• Mengidentifikasi faktor-faktor yg berperan terjadinya penyakit atau masalah kesehatan dalam
masyarakat.
• Menyediakan data yg diperlukan utk perencanaan kesehatan dan pengambilan keputusan
• Membantu melakukan evaluasi terhadap program kesehatan yang sedang atau telah dilakukan.
• Mengembangkan metodologi untuk menganalisiskeadaan suatu penyakit dalam upaya untuk
mengatasi atau menanggulanginya.
• Mengarahkan intervensi yang diperlukan untuk menanggulangi masalah yang perlu dipecahkan.

Anda mungkin juga menyukai