Anda di halaman 1dari 4

TOR (TERM OF REFRENCE)

KEGIATAN PENYULUHAN JAMBAN, SAB, SPAL DAN SAMPAH


DI PUSKESMAS MULYAGUNA
TAHUN ANGGARAN 2018

Satuan Kerja : PUSKESMAS MULYAGUNA


Hasil (Outcome) : Setelah dilakukan Penyuluhan Jamban SAB, SPAL dan Sampah
masyarakat dapat memahami pentingnya memiliki dan menggunakan
jamban sehat, SAB, Saluaran pembuangan air limbah dan menjaga
lingkungan dari sampah
Kegiatan : Penyuluhan Jamban SAB, SPAL dan Sampah
Indikator Kinerja Kegiatan : Jumlah kegiatan yang dilaksanakan melalui dana bantuan
oprasional kesehatan (BOK)
Jenis Keluaran (Outout) : Penyuluhan Jamban SAB, SPAL dan Sampah
Volume Keluaran : 1 (Satu)
Satuan Ukur Keluaran : Dokumen

A. Latar Belakang
1. Dasar Huku
a. Undang-undang nomor 23 tahun 1992 t tahun entang kesehatan
b. Undang-undang nomor 28 tahun 1959 tentang pembentukan daerah tingkat II dan Kotapraja
di Sumatera Selatan
c. Undang-undang nomor 23 tahun 2014 tentang perimbangan keuangan antara pemerintah
pusat dan pemerintah daerah
d. Undaan-undang nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah
e. Peraturan pemerintah nomor 55 tentang dana perimbangan
f. Peraturan pemerintah nomor 58 tahun 2005 tentang pengelalaan keuangan daerah
g. Peraturan pemerintah nomor 38 tahun 2007 tentang pembagian urusan pemerintahan antara
pemerintahan, pemerintahan daerah provinsi, dan pemerintahan daerah kabupaten/kota.
h. Peraturan presiden nomor 4 tahun 2015 tentang perubahan kedua atas peraturan presiden
nomor 54 tahun 2010 tentang pengadaan barang/ jasa pemerintah.
i. Peraturan menteri kesehatan Republik Indonesia nomor 75 tahun 2014 tentang pusat
kesehatan masyarakat.
j. Peraturan daerah kabupaten Ogan Komering Ilir nomor 4 tahun 2008 tentang pembentukan
organisasi dan tata kerja Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Ogan Komering Ilir.
2. Gambaran Umum
Puskesmas Mulya Guna terletak di desa Mulya Guna Kecamatan Teluk Gelam Kabupaten
Ogan Komering Ilir ( OKI ),Dengan jarak sekitar 29 Km dari ibukota Kabupaten OKI,
Kayuagung dan sekitar 14 Km dari Kecamatan Teluk Gelam.
Luas wilayah kerja Puskesmas Mulyaguna + 54,85 Km. Sebelumnya puskesmas bernama
Pustu ( Puskesmas Pembantu ) Mulyaguna. Pustu Mulyaguna dibangun pada tahun 1998 dan
dilakukan rehab pada 2010. Sejak terjadi pemekaran wilayah tahun 2016 berganti menjadi
Puskesmas Mulyaguna ( SK BUPATI OGAN KOMERING ILIR Nomor :
2
128/KEP/D.KES/2016 ) .Luas tanah Puskesmas Mulyaguna + 4000 m ,luas bangunan + 270,5
m2. Batas Wilayah kerja Puskesmas Mulyaguna
a. Sebelah Utara : Berbatasan dengan wilayah kerja Puskesmas
Pedamaran
b. Sebelah Barat : Berbatasan dengan wilayah kerja Puskesmas
Pedamaran
c. Sebelah Timur : Berbatasan dengan wilayah kerja Puskesmas
Tugumulyo
d. Sebelah Selatan : Berbatasan dengan wilayah kerja puskesmas
Sugihwaras
Jamban keluarga merupakan suatu bangunan yang digunakan untuk tempat membuang
dan mengumpulkan kotoran/najis manusia yang lazim disebut kakus atau WC, sehingga kotoran
tersebut disimpan dalam suatu tempat tertentu dan tidak menjadi penyebab atau penyebar
penyakit dan mengotori lingkungan pemukiman. Kotoran manusia yang dibuang dalam praktek
sehari-hari bercampur dengan air, maka pengolahan kotoran manusia tersebut pada dasarnya
sama dengan pengolahan air limbah. Oleh sebab itu pengolahan kotoran manusia, demikian pula
syarat-syarat yang dibutuhkan pada dasarnya sama dengan syarat pembuangan air limbah
(Depkes RI, 1985)
Sarana Air bersih merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia yang diperoleh dari
berbagai sumber, tergantung pada kondisi daerah setempat. Kondisi sumber air pada setiap daerah
berbeda-beda, tergantung pada keadaan alam dan kegiatan manusia yang terdapat di daerah
tersebut. Penduduk yang tinggal di daerah dataran rendah dan berawa seperti di Sumatera dan
Kalimantan menghadapi kesulitan memperoleh air bersih untuk keperluan rumah tangga,
terutama air minum. Hal ini karena sumber air di daerah tersebut adalah air gambut yang
berdasarkan parameter baku mutu air tidak memenuhi persyaratan kualitas air bersih.
Penyediaan air bersih dan sanitasi lingkungan yang tidak memenuhi syarat dapat menjadi faktor
resiko terhadap penyakit diare dan kecacingan. Diare merupakan penyebab kematian nomor 4
sedangkan kecacingan dapat mengakibatkan produktifitas kerja dan dapat menurunkan
kecerdasan anak sekolah, disamping itu masih tingginya penyakit yang dibawa vektor seperti
DBD, malaria, pes, dan filariasis (Pedoman Teknis Penilaian Rumah Sehat, Depkes RI, 2007)
Menurut data Bank Pembangunan Asia tahun 2005 hanya terdapat 69 persen penduduk perkotaan
dan 46 persen penduduk pedesaan (atau rata-rata 55,43) terlayani fasilitas sanitasi yang layak. Hal
ini lebih rendah bila dibandingkan dengan dengan Singapura (100 persen), Thailand (96 persen),
Filipina (83,06 persen), Malaysia 74,70 persen) dan Myanmar (64,48 persen).
SPAL merupakan sanitasi dasar penting yang harus dimiliki setiap masyarakat
sebenarnya,masyarakat sadar dan mengerti arti pentingnya mempunyai saluran pembuangan air
limah sendiri di rumah. Alasan utama yangselalu diungkapkan masyarakat mengapa sampai saat
ini belum memiliki saluran pembuangaan air limah keluarga adalah tidak atau belum mempunyai
uang melihat faktor kenyataan tersebut, sebenarnya tidak adanya saluran pembuangan air limbah
sementara di setiap rumah tangga bukan semata faktor ekonomi, Tetapi lebih kepada adanya
kesedaran masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat (PHBS), pembuangan air limbah pun
tidak harus mewah dengan biaya yang mahal.
Sebagian masyarakat belum manyadari pentingnya sanitasi, seperti SAB, SPAL, Jamban
dan memiliki tempat pembuangan sampah yang baik. Sehingga masih banyak di temukan
masyrakat yang belum memiliki jamban sehat, SPAL, SAB dan tempat pembuangan sampah yang
memadai meskipun faktor ekonomi juga berengaruh (Nursalam, 2005)
Puskesmas Mulyaguna dalam memberikan pelayanan kesehatan masyrakat dengan Visi
“Menjadi Pilihan Pelayanan Kesehatan Menuju Masyarakat Hidupp Bersih dan Sehat dan
Misi :
a. Menggerakkan Pembangunan berwawasan Kesehatan.
b. Mendorong Kemandirian hidup sehat bagi keluarga dan masyarakat
c. Menyelenggarakan Peningkatan Managemen Pelayanan Kesehatan
d. Memelihara dan meningkatkan kesehatan Per orangan, Keluarga dan masyarakat
beserta Lingkungan

Grand strategi Depkes yang banyak berhubungan dengan penyelengaraan program


dilingkungan Ditjen Bina Kesmas adalah grans strategi 1dan 2.
Penjabaran / orasionaliasasi grand strategi yang ke-2 (dua) : Meningkatkan akses
pelayanan kesehatan Puskesmas yang meliputi program prioritas utama : kesehatan ibu, anak,
perbaikan gizi , kesehatan kerja, revitalisasi puskesmas, revitalisasi posyandu, pelayanan
kesehatan daerah terpencil \, daerah tertinggal, daerah perbatasan, dan daerah kepulauan telah
dibahas/ diperdalam dalam pertemuan Perencanaan Program Kesmas pada tahun sebelumnya.
Demikian juga penjabaran grand strategi 1 (satu) yaotu : Penggerakan dan pemberdayaan
masyarakat untuk hidup sehat, khususnya peningkatan dan pembinaan UKBM / Posyandu telah
dibahas dalam pertemuan tersebut . Selain pengembangan UKBM / Posyanfu, dalam grand
strategi 1 (satu) terdapat kebijakan baru yaitu pengembangan Desa Siaga/ Pos Kesehatan Desa
(poskesdes)
Program-program kesehatan mesyarakat tersebut harus dijalankan dengan komitmen
penuh para pelaksanya. Oleh karena itulah, dierlukan suatu wadah untuk mengkoordinaiakan para
pihak yang terkait dengan program-program kesehatan masyarakat tersebut agar program-
program kesehatan masyarakat yang telah disusun dapat berjalan dengan bail.

B. Penerima Manfaat
: Masyarakat
C. Jenis Kegiatan
: Penyuluhan Jamban SAB, SPAL dan Sampah

D. Strategi Pencaapaian Keluaran


1. Metode Pelaksanaan :
Penyuluhan dilaksanakan dengan metode ceramah dan tanya jawab kepada
masyarakat
2. Tahapan dan waktu pelaksanaan :
a. Persiapan administrasi, materi dan pelaporan
b. Waktu pelaksanaan Penyuluhan Jamban SAB, SPAL dan Sampah dilaksanakan pada bulan
januari tahun 2018
c. Pelaksanaan kegiatan tertuang pada POA kegiatan bulanan.

E. Pembiayaan
Pembiayaan kegiatan bantuan operasional kesehatan ( BOK ) melalui dana alokasi khusus ( DAK )
Non Fisik Dinas Kesehatan Kabupaten OKI Tahun 2018 yang telah di alokasikan ke Puskesmas
Mulyaguna Kecamatan Teluk Gelam.

Kayuagung, Januari 2018


Pimpinan Puskesmas Mulyaguna

DORIS , SKM
NIP.19830117 200804 2 002