Anda di halaman 1dari 2

REFLEKTIF ESSAY

Nama : Khoirotul Ainiyah

NIM / Off : 160341606076 / A-ABC

Topik : Life Based Learning

Life Based Learning ini dibuat serta dikembangkan oleh Maret Staron yang mana
focus dari model ini adalah untuk mengembangkan kapabilitas (kemampuan dan kemauan) di
era yang menuntut adanya penguasaan ilmu pengetahuan. Menurut Staron (2011) menyatakan
bahwa “Belajar untuk bekerja tidak terbatas untuk belajar di tempat kerja”, hal ini dapat
dikatakan bahwa belajar untuk memperoleh ilmu ini dapat diperoleh dari segi manapun dan
tidak harus berasal dari satu tempat yaitu tempat kerja. Pengertian Life Based Learning secara
umum ialah proses pemerolehan pengetahuan dan skills memahami hakekat kehidupan,
terampil memecahkan masalah kehidupan, menjalani kehidupan secara seimbang dan
harmonis. Dari dua arti tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa untuk mendapatkan ilmu
pengetahuan atau sekedar pengalaman belajar, siswa bisa mendapatkan dimanapun terutama
lingkungan sekitarnya tempat dia tinggal dan tidak terbatas hanya tempat khusus saja dia
dapat memperoleh ilmunya. Menurut saya, Life Based Learning merupakan suatu
pembelajaran yang dikaitkan dengan kehidupan secara nyata (riil) dalam kegiatan sehari-hari
dan bukan hanya berasal dari masa lalu saja, yang mana model ini akan membuat siswa untuk
membangun sendiri konsep yang mereka temukan dengan ide mereka masing-masing.

Pada model Life Based Learning ini memiliki sepuluh karakteristik yaitu emphasises
capability development, promotes a strength based orientation to learning, recognises
multiple sources of learning, balances integrity and untility, shift responsibility for learning
to the individual, shifts the role of organisations are strengths, invest in developing the whole
person, acknowledges human dispositions as critical dan appreciates that change is
qualitively different. Pembelajaran Life Based Learning ini lebih mudah dipahami oleh siswa
dan bermafaat karena pembelajaran ini dilakukan dengan mendekatkan pada kehidupan siswa
dan mempersiapkan siswa untuk masa sekarang dan masa yang akan datang, yang mana lebih
menekankan pada seseorang yang memiliki kemampuan kognitif yang baik dan ketrampilan
yang memadai.

Selama perkuliahan “Pembelajaran Biologi Inovatif” ini saya lebih cenderung banyak
berfikir ketika teman saya melakukan pemodelan tentang Life Based Learning, dan hal ini
belum cukup untuk membantu saya apa itu arti dari pemodelan belajar ini. Saya baru
mendapatkan pengertian yang bisa diterima oleh otak saya ketika Bu Rifka selaku dosen
menjelaskan bahwa Life Based Learning merupakan suatu pembelajaran yang menekankan
pada kegiatan yang dikaitkan dengan kehidupan nyata dan tidak harus di kehidupan yang
akan datang akan tetapi dapat juga dari masa lalu. Di dalam kelas, saya juga mengalami
kesulitan dalam memahami sepuluh karakteristik yang dituliskan oleh kelompok 2 dan sudah
dibantu dijelaskan oleh Bu Rifka, hal ini terjadi karena kemungkinan saya mengantuk
sehingga tidak dapat memahami karakteristik tersebut.