Anda di halaman 1dari 8

Laporan Praktikum Kimia Fisika II

Entropi Sistem

A. JUDUL PERCOBAAN
“Entropi Sistem”
B. WAKTU DAN TANGGAL PERCOBAAN
Selasa, 5 November 2018 pukul 13.00 WIB – 15.30 WIB.
C. TUJUAN PERCOBAAN
Mempelajari perubahan entropi sistem pada beberapa reaksi.
D. TINJAUAN PUSTAKA
Wujud zat digolongkan ke dalam tiga macam yaitu padat, cair dan gas.
Keteraturan susunan partikel ketiga macam zat tersebut secara berturut-turut
adalah padat > cair > gas. Ukuran ketidak teraturan suatu sistem dinyatakan
dengan entropi (S).
Perubahannya disebut ΔS dapat dinyatakan secara kualitatif maupun
kuantitatif. Semakin tidak teratur suatu sistem, maka semakin besar
entropinya.Salah satu kesimpulan dari Hukum Kedua, yang dikenal sebagai
Ketidaksamaan Clausius mengatakan, bahwa untuk suatu sistem yang
melakukan suatu siklus yang melibatkan perpindahan sejumlah panas,
𝑑𝑄
∮ ≤0
𝑇
Dimana dQ adalah elemen dari jumlah panas yang dipindahkan ke
sistem pada temperatur absolut T. Kalau semua proses dalam siklus dapat
balik, maka dQ = dQR dan kesamaan dalam persamaan sebelumnya benar,
yaitu:
𝑑𝑄𝑅
∮ =0
𝑇
Sifat terbentuk dinamakan entropi, yamg untuk perubahan tak
terhingga dari keadaab, kemudian dapat didefinisikan sebagai
2
𝑑𝑄𝑅
𝑆2 − 𝑆1 = ∫ =0
𝑇
1

Entropi adalah besaran termodinamika yang menyertai perubahan


setiap keadaan, dari keadaan awal sampai akhir sistem. Entropi menyatakan
ukuran ketidakteraturan sistem. Suatu sistem yang memiliki energi entropi
tinggi berarti sistem tersebut makin tidak teratur. Contohnya jika gas di

1
Laporan Praktikum Kimia Fisika II
Entropi Sistem

panaskan, maka molekul-molekul gas akan bergerak secara acak, yang


menunjukkan entropi tinggi. Sebaliknya, jika suhu diturunkan, gas bergerak
lebih teratur atau entropi rendah.
Proses-proses transisi yang berlangsung pada suhu dan tekanan tetap
seperti perubahan wujud (penyubliman, penguapan, dan pelelehan) atau
perubahan bentuk kristal (transformasi) pada umumnya berlangsung secara
reversibel. Persamaannya sebagai berikut:

𝑄𝑟𝑒𝑣
∆𝑆 =
𝑇

Persamaan tersebut berlaku pada sistem yang mengalami siklus


reversibel dan besarnya perubahan entropi (ΔS) hanya bergantung pada
keadaan akhir dan keadaan awal sistem.

Proses tak reversibel (seperti pendinginan hingga mencapai


temperatur yang sama dengan temperatur lingkungan dan pemuaian bebas
dari gas) adalah proses spontan, sehingga proses itu disertai dengan
kenaikan entropi. Kita dapat menyatakan bahwa proses tak reversibel
menghasilkan entropi. Sedangkan proses reversibel adalah perubahan yang
sangat seimbang, dengan sistem dalam keseimbangan dengan
lingkungannya pada setiap tahap. Setiap langkah yang sangat kecil di
sepanjang jalannya bersifat reversibel dan terjadi tanpa menyebarkan energi
secara kacau, sehingga juga tanpa kenaikan entropi; proses reversibel tidak
menghasilkan entropi, melainkan hanya memindahkan entropi dari satu
bagian ke bagian lain (Atkins, 1986).

Jika dikembalikan ke keadaan semula secara reversibel, entropinya


berubah sebesar ∆𝑆 (karena entropi termasuk fungsi keadaan dan nilainya
harus kembali ke nilai asalnya jika keadaannya dikembalikan). Energi yang
harus diberukan sebagai panas juga negatif dari perubahan dalam langkah
maju, dan sama dengan –dQrev. Energi ini berasal dari lingkungan sehingga
lingkungan mengalami perubahan dQ = dQrev dan entropinya berubah
sebesar dS = dQrev / T. Walaupun demikian, perubahan total sistem global,

2
Laporan Praktikum Kimia Fisika II
Entropi Sistem

terisolasi selama pemulihan bernilai nol (karena pemulihan ini berlangsung


reversibel). Oleh karena itu

𝑑𝑄𝑟𝑒𝑣
∆𝑆 =
𝑇

Dalam susunan partikel tiap zat tersebut, zat padat memiliki


keteraturan partikel yang tinggi, kemudian selanjutnya zat cair, dan
kemudian gas. Hal ini dikarenakan pada zat padat partikel tersusun rapat dan
teratur satu sama lain karena gaya tarik antarmolekulnya sangat besar
sehingga partikel tidak dapat bergerak bebas, zat cair gaya tarik molekulnya
lebih kecil daripada zat padat sehingga molekul dapat bergerak bebas dan
tidak teratur, dan pada gas gaya tarik antarmolekulnya kecil sekali sehingga
jarak partikelnya sangat jauh satu sama lain dan semakin tidak teratur.
Ketika di dalam suatu sistem, maka susunan partikel maka perlu diketahui
bagaimana keteraturan sistem tersebut. Hal ini salah satunya dipengaruhi
wujud zat. Beberapa faktor yang mempengaruhi perubahan entropi
suatu sistem, yaitu:
 Perubahan Temperatur
Entopi meningkat seiring dengan kenaikan temperatur.Kenaikan
temperatur tersebut menunjukkan kenaikan energi kinetik rata-rata
partikel.
 Keadaan Fisik dan Perubahan Fasa
Bila suatu reaksi kimia terjadi perubahan dari keadaan teratur menjadi
kurang teratur dikatakan perubahan entropinya (∆S) positif.Namun,
bila pada suatu reaksi kimia terjadi perubahan dari keadaan kurang
teratur menjadi teratur dikatakan perubahan entropinya (∆S) negatif.
 Pelarutan Solid atau Liquid
Entropi solid atau liquid terlarut biasanya lebih besar dari solut murni,
tetapi jenis solut dan solven dan bagaimana proses pelarutannya
mempengaruhi entropi overall.
 Pelarutan Gas
Gas begitu tidak teratur dan akan menjadi lebih teratur saat dilarutkan
dalam liquid atau solid. Entropi larutan gas dalam liquid atau solid

3
Laporan Praktikum Kimia Fisika II
Entropi Sistem

selalu lebih kecil dibanding gas murni.Saat O2 (S(g) = 205,0J/mol K)


dilarutkan dalam air, entropi turun drastis (S(aq) = 110,9 J/mol K).
 Ukuran Atom atau Kompleksitas Molekul
Perbedaan entropi zat dengan fasa sama tergantung pada ukuran atom
dan kompleksitas molekul.
Entropi dan Hukum Kedua Termodinamika
1. Sistem alami cenderung kearah tidak teratur, random, distribusi partikel
kurang teratur.
2. Beberapa sistem cenderung lebih tidak teratur (es meleleh) tetapi ada
juga yang lebih teratur (air membeku) secara spontan .
3. Dengan meninjau sistem dan lingkungan terlihat semua proses yang
berlangsung dalam arah spontan akan meningkatkan entropi total alam
semesta (sistem dan lingkungan). Ini yang disebut dengan hukum kedua
termodinamika.
4. Hukum ini tidak memberikan batasan perubahan entropi sistem atau
lingkungan, tetapi untuk perubahan spontan entropi total sistem dan
lingkungan harus positif

Secara matematik, perubahan entropi didefinisikan sebagai :


T

Namun, pada kenyataannya proses spontan selalu bersifat irreversibel,


dan untuk memperoleh Salam semesta= 0 yang berarti proses tersebut reversibel
sejati adalah tidak bisa tercapai/diperoleh.
Berdasarkan hukum kedua termodinamika tersebut serta hukum
konservasi energi, entropi juga dapat digunakan sebagai kriteria
kesetimbangan:

(1) Untuk sistem yang terisolasi (m, E, dan V konstan)


(2) Untuk proses yang spontan ΔS > 0 (entropi maksimum)
(3) Untuk sistem yang terisolasi dan berada daam keadaan yang setimbang,
S akan maksimum.

4
Laporan Praktikum Kimia Fisika II
Entropi Sistem

(4) Untuk setiap perubahan yang sifatnya intremental dari sisten yang
berada dalam keadaan terisolasi:
1. Jika proses akan berlangsung

2. Jika proses tidak akan berlangsung

3. Jika proses berlangsung setimbang

Hubungan Entropi dan Suhu


Pada mulanya, untuk perubahan entropi dirumuskan sebagai dS = dq /
T. Untuk perubahan yang kecil, maka dS = dqreversibel/ T diintegralkan .
dS = dqreversibel/ T

Untuk perubahan dari T1 ke T2 :

Dari rumusan ini, maka terlihat bergantung pada suhu. C (kapasitas

kalor) bergantung pada proses yang terjadi apakah pada tekanan tetap atau
volume tetap. Jika pada tekanan tetap, C yang digunakan adalah Cp, jika
pada volume tetap, C yang digunakan adalah Cv.

Perubahan Entropi dan perubahan Entalpi

Jika reaksi kimia berlangsung dalam sistem dengan perubahan


entalpi , kalor yang memasuki lingkungan pada tekanan tetap adalah q =

- , sehingga perubahan entropi adalah :

5
Laporan Praktikum Kimia Fisika II
Entropi Sistem

Untuk proses eksotermik, bernilai negatif karena sistem

melepaskan kalor ( , sehingga akan bernilai positif. Sedangkan

untuk proses endotermik, bernilai positif karena sistem menyerap kalor,

sehingga akan bernilai negatif ( .

Reaksi Eksoterm dan Endoterm


Reaksi Eksotermikmerupakan reaksi yang melepaskan kalor atau
menghasilkan energi. Entalpi sistem berkurang (hasil reaksi memiliki
entalpi yang lebih rendah dari zat semula).
Reaksi Endotermikadalah reaksi yang menyerap kalor atau
memerlukan energi. Entalpi sistem bertambah (hasil reaksi memiliki entalpi
yang lebih tinggi dari zat semula).

Entropi pada Reaksi Kimia


Berbeda dengan besaran-besaran termodinamika yang telah dibahas
sebelumnya, seperti energi dalam dan entalpi, entropi mutlak suatu zat yang
dapat ditentukan. Data entropi untuk suatu zat atau unsur yang terdapat
dalam tabel tersebut, perubahan entropi suatu reaksi kimia dapat ditentukan.
Misalnya untuk reaksi, yang digambarkan secara umum,
𝛼𝐴 + 𝛽𝐵 → 𝛾𝐶 + 𝛿𝐷
Perubahan entropinya diberikan oleh persamaan
∆𝑆° = 𝑆°𝑝𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘 − 𝑆°𝑝𝑒𝑟𝑒𝑎𝑘𝑠𝑖
= (𝛾𝑆°𝐶 + 𝛿𝑆°𝐷) − (𝛼𝑆°𝐴 + 𝛽𝑆°𝐵)

Ketergantungan entropi reaksi terhadap suhu dapat diperoleh dengan


mendiferensialkan persamaan tersebut terhadap suhu.

6
Laporan Praktikum Kimia Fisika II
Entropi Sistem

E. ALAT DAN BAHAN


 Alat
1. Tabung reaksi 3 buah
2. Termometer 0-100℃ (± 0,1 ℃) 1 buah
3. Spatula 1 buah
4. Viall plastik 2 buah
5. Gelas ukur 1 buah
6. Pipet tetes 3 buah
 Bahan
1. NaOH padat ½ sendok spatula
2. KNO3 padat ½ sendok spatula
3. Larutan HCl 0,1 M 5 mL
4. NH4Cl padat ½ sendok spatula
5. Aquadest 20 mL
6. Serbuk Mg ½ sendok spatula
7. Ba(OH)2 padat 1 sendok spatula
F. ALUR PERCOBAAN
1. Tabung 1 Tabung 2 Tabung 3
10 mL aquadest 10 mL aquadest 5 mL HCl 0,1 M
-Dimasukkan ke -Dimasukkan ke -Dimasukkan ke
tabung reasi tabung reaksi tabung reaksi
-Diukur suhunya -Diukur suhunya -Diukur suhunya
-Dicatat -Dicatat -Dicatat
Hasil Hasil Hasil
-Ditambahkan ½ -Ditambahkan ½ -Ditambahkan ½
sendok spatula sendok spatula sendok spatula
NaOH padat yang KNO3 padat yang serbuk Mg2 yang
sudah ditimbang sudah ditimbang sudah ditimbang
-Dikocok hingga -Dikocok hingga -Dikocok hingga
larut larut larut
-Diukur suhu -Diukur suhu -Diukur suhu
Hasil Hasil Hasil

7
Laporan Praktikum Kimia Fisika II
Entropi Sistem

Persamaan Reaksi :
Tabung 1 : H2O (l) + NaOH (s) → NaOH (aq)
Tabung 2 : H2O (l) + KNO3 (s) → KNO3 (aq)
Tabung 3 : 2 HCl (aq) + Mg (s) → MgCl2 (aq) + H2 (g)

2. 1 sendok spatula Ba(OH)2 ½ sendok spatula NH4Cl padat


-Ditimbang -Ditimbang
-Dimasukkan ke viall 1 -Dimasukkan ke viall 2
Hasil Hasil

-Dicampurkan
-Diukur suhunya
-Dicatat
Hasil
-Ditutup dan dikocok hingga temperaturr merata
-Dibuka dan dicium baunya
-Diukur suhunya
-Dicatat
Hasil

Persamaan reaksi :
BaOH2 (s) + 2 NH4Cl (s) → BaCl2 (s) + 2 NH3 (g) + 2 H2O (l)