Anda di halaman 1dari 12

BUSINESS PLAN

‘’KEMPING “
(KERIPIK EMPING)

Kelompok 5 :
Rita Fajriati 17029180
Bunga Soraya 17058153
Fathiya Putri Dayustin 17030095
Ari Nopri 17020068
Febi Fortuna Megis 17030068
Diana Florensia P 17046145
Nurfadila 17016262

Dosen Pembimbing :
Mursyid Ridha, S.Ag, M.Pd

UNIVERSITAS NEGERI PADANG

2018
Daftar Isi

PENGESAHAN PROPOSAL PKM-KEWIRAUSAHAAN....................................i


Daftar Isi..................................................................................................................ii
BAB 1 PENDAHULUAN.......................................................................................1
1.1 Latar Belakang................................................................................................1
1.2 Peluang Usaha................................................................................................ 1
1.3 Luaran Dan Manfaat Kegiatan....................................................................... 2
BAB II......................................................................................................................3
GAMBARAN UMUM USAHA..............................................................................3
2.1 Deskripsi Produk............................................................................................ 3
2.2 Peluang Usaha................................................................................................ 3
2.3 Harga.............................................................................................................. 4
2.4 Tempat............................................................................................................ 4
2.5 Analisis Biaya.................................................................................................4
2.4 Startegi Pemasaran......................................................................................... 5
BAB III.................................................................................................................... 6
METODE PELAKSANAAN.................................................................................. 6
3.1 Pra Produksi....................................................................................................6
3.2 Produksi..........................................................................................................6
3.3 Pasca produksi................................................................................................ 8
BAB IV....................................................................................................................9
BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN...................................................................... 9
4.1 Anggaran Biaya.............................................................................................. 9
4.2 Jadwal Kegiatan..............................................................................................9
BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pada zaman modern sekarang ini, kreativitas merupakan kode untuk


mencapai kesuksesan . Di daerah pariaman, banyak masyarakat yang
mengolah biji melinjo menjadi kerupuk kering yang dikenal dengan
“karupuak baguak”. Kerupuk ini diolah dengan cara tradisional dan
dipasarkan secara sederhana. Dari survey yang dilakukan, pada umumnya
pedagang tidak memiliki cara lain untuk mengolah kerupuk selain menjadi
kerupuk semula jadi. Kerupuk semula jadi ini bisa awet selama berbulan-
bulan tanpa bahan pengawet, walaupun tidak begitu laku, pedagang tidak
merasa kwatir. Bila telah digoreng dan dikemas dengan rapi tidak tembus
udara, maka kerupuk ini tetap awet tanpa menggunakan bahan pengawet.
Penelitian yang sudah dilakukan pada melinjo menujukkan bahwa
melinjo menghasilkan senyawa antioksidan. Aktivitas antioksidan ini
diperoleh dari konsentrasi protein tinggi, 9-10 persen dalam tiap biji melinjo.
Protein utamanya berukuran 30 kilo Dalton yang amat efektif untuk
menghabisi radikal bebas yang menjadi penyebab berbagai macam penyakit.
Ditemukan protein paling potensial adalah dari biji. Riset menunjukkan
aktivitas antioksidan dari kandungan fenolik ini setara dengan antioksidan
sintetik BHT (Butylated Hydroxytolune). Selain itu melinjo juga merupakan
antimikroba alami. Itu artinya protein melinjo juga bisa dipakai sebagai
pengawet alami makanan sekaligus obat baru untuk penyakit yang
disebabkan oleh bakteri. Peptida yang diisolasi dari biji melinjo diindikasikan
punya potensi aktif menghambat beberapa jenis bakteri gram positif dan
negatif.
Berdasarkan fakta tersebut, maka kerupuk dari biji melinjo ini
merupakan kerupuk yang bisa awet tanpa menggunakan bahan pengawet dan
memiliki konsentrasi protein tinggi yang berfungsi sebagai antioksidan yang
berguna bagi tubuh. Maka dari itu, sudah saatnya bahan semula jadi ini
disentuh dengan menggunakan kreativitas sehingga mampu memberikan
nilai tambah terhadap produk tersebut dan menciptakan kreasi baru yang
menarik dan digemari pecinta kerupuk.
1.2 Peluang Usaha

Prospek usaha Kerupuk Emping ini merupakan olahan buah


melinjo yang simple tetapi memiliki rasa yang unik dan enak. Selain
itu,produk ini merupakan produk olahan yang belum banyak
dikembangkan,sehingga akan menjadi daya tarik baru oleh konsumen. Oleh
sebab itu peluang usahanya cukup baik.
Permintaan kerupuk di pasaran memang tergolong tinggi. Dimana
kerupuk digandrungi banyak orang sehingga kebutuhan kerupuk sangat besar
di tengah masyarakat. Tingginya peminat kerupuk membauat peluang bisnis
kerupuk ini sangat menguntungkan. Peluang dalam bisnis kerupuk dapat
dikatakan menjadi salah satu peluang bisnis yang menguntungkan. Dimana
bisnis kerupuk yang telah ada sejak dahulu ini hingga kini masih saja
berkembang sangat pesat. Tidak pernah ada kata matinya untuk gambaran
bisnis kerupuk yang terus semakin cerah. Kebutuhan kerupuk yang besar
membuat menjalankan bisnis kerupuk menjadi pilihan yang menarik.
Oleh karena itu, kerupuk emping ini akan mampu menyaingi
kerupuk-kerupuk lainnya karena memang peminat kerupuk di masyarakat
sangat banyak serta kerupuk emping ini akan dimodifikasi menjadi 3 rasa
yang akan membuat konsumen tertarik

1.3 Luaran Dan Manfaat Kegiatan


Luaran kegiatan yangdiharapkan adalah
1. Kerupuk Emping sebagai revolusi camilan sehat,bergizi, inovatif
dengan rasa dan bentuk yang menarik dari olahan melinjo
2. Meningkatkan nilai ekonomis dari olahan melinjo

Manfaat kegiatan adalah

1. Bagi pelanggan (mahasiswa) akan dimanjakan dengan olahan makana


yang murah meriah
2. Bagi tim Kerupuk Emping akan mendapat kan penghasilan dan dapat
bekerja paruh waktu dengan cara kreatif enterprenure
BAB II

GAMBARAN UMUM USAHA

2.1 Deskripsi Produk


Usaha yang kami jalankan bergerak dibidang kuliner kreatif yang
berbahan baku buah melinjo yang diolah dan menjadi KERUPUK EMPING
. Olahan dari buah melinjo ini merupakan jawaban dari maraknya olahan
makanan kreatif di Indonesia. Banyak ragam dan jenis makanan kreatif yang
berkembang saat ini,namun tidak semua olahan yang dihasilkan memiliki
sisi positif bagi kesehatan.
KERUPUK EMPING merupakan olahan yang bergizi tinggi dan
tidak memakai bahan pengawet. Produk ini merupakan olahan buah melinjo
dan untuk hasil akhirnya digoreng. Penggorengan ini salah satu tujuan untuk
mendapatkan suatu produk yang dapat tahan beberapa minggu tanpa harus
menggunakan pengawet makanan. Dengan mengutamakan kesehatan para
konsumen ini lah kami berdedikasi tinggi untuk menciptakan KERUPUK
EMPING yang berbahan baku yang masih segar dan cara pengolahan yang
higienis.
Untuk menambah daya tarik konsumen,kami mengemas produk ini
menggunakan bahan kedap udara yang tampak higienis dan dilengkapi
dengan merek produk.

2.2 Peluang Usaha

Faktor Kerupuk Emping


Strength 1. Memanfaatkan hasil panen
petani yag kurang bernilai jual
2. Cakupan pasar yang strategis
yakni dari segala usia
3. Produk berbahan alami tanpa
pengawet yang aman
dikonsumsi
Weakness 1. Olahan yang belum banyak
diketahui masyarakat
2. Pemasaran yang belum
mendukung
Oppurtunity 1. Produk yang unik dan simple
yang digemari masyarakat
2. Produk yang unik dan sehat
Threat 1. Modal usaha yang minim
2. Bahan baku yang mudah
ditemukan
3. Munculnya usaha sejenis

2.3 Harga
Harga per pack dengan isi 50gran kerupuk emping dijual dengan harga
Rp. 5.000,-
2.4 Tempat

Selain memiliki harga yang terjangkau, tempat merupakan hal terpanting


dalam pemasaran, penulis memilih wilayah GOR Haji Agus Salim , karena
disini merupakan tempat yang paling startegis dan banyak mahasiswa dan
pekerja kantor yang tinggal disini sehingga memudahkan untuk promosi
dan kegiatan usaha dan bukan tidak mungkin wilayah lain akan kami garap
karna kami juga menyediakan open PO lewat media sosial agar produk
lebihmudah terjual dan terjangkau khususnya untuk mahasisa Universitas
Negeri Padang. Usaha dijalankan di salah satu rumah anggota yang untuk
mempermudah kegiatan operasional .

2.5 Analisis Biaya

Penentuan harga pokok penjualan(ratio 1 bln)


Keripik Mentah Rp. 50.000,-
Minyak Tanah Rp. 20.000,-
Bumbu Rasa Rp. 20.000,-
Kue Rp. 50.000,-
Minyak Goreng Rp. 20.000,-
Kotak Plastik Rp. 20.000,-
Kemasan Rp.20.000,-+
Total Rp.200.000.-
Beban-beban usaha:

Beban pemasaran Rp 40.000,-

Beban transportasi Rp 30.000,-

Beban lain-lain Rp 50.000,-
Rp 120.000,-
Laba Bersih (usaha) Per Bulan Rp 250.000

2.4 Startegi Pemasaran

Strategi pemasaran dalam memproduksi usaha kreatif Keripik Melinjo


adalah:

Strategi Penjualan Produk usaha berbasis pada produk yang diproduksi oleh
Mahasiswa dalam cakupan home industry.

Strategi Harga harga yang ditawarkan kepada konsumen yaitu


Rp.5.000 per sachet,jika pembelian dalam skala
banyak akan dikurangi oleh diskon produk
Strategi Promosi untuk memperkenalkan produk ‘’ Keripik Melinjo
’’ kepada masyarakat dapat dilakukan
langkah-langkah promosi di berbagai media WA dan
Instagram dan di kampus UNIVERSITAS NEGERI
PADANG dan di kos atau teman terdekat.
BAB III

METODE PELAKSANAAN

3.1 Pra Produksi


3.1.1 Perencanaan
a) Hal pertama yang dilakukan pada saat tahap perencanaan yaitu
survey pasar yang dilakukan sebagai langkah awal dalam memulai
sebuah usaha. Tujuan dilakukannya survei adalah untuk
mengetahui kondisi pasar, minat konsumen, dan perencanaan
inovasi lebih lanjut.
b) Hal kedua yang perlu dilakukan pada saat tahap perencanaan yaitu
melakukan studi kelayakan terhadap usaha yang akan dijalankan.
Kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui apakah kegiatan ini
memiliki prospek yang menguntungkan dan memiliki prospek
jangka panjang.

3.1.2 Persiapan
a) Persiapan yang perlu dilakukan adalah meliputi persiapan dalam
pemilihan dan penyediaan tempat serta sarana dan prasarana untuk
menunjang proses produksi.
b) Persiapan dan pengadaan bahan baku serta bahan-bahan untuk
langkah awal memulai suatu usaha. Persiapan bahan baku yang
lengkap akan memudahkan saat proses produksi seuatu usaha.

3.1.3 promosi
a) promosi via pamlet pada kampus kampus dan tempat kos dan
promosi medsos

3.2Produksi
3.2.1 Pemilihan Keripik Melinjo
Bahan baku utama pembuatan ‘’Keripik Melinjo’’ ini adalah dari biji
melinjo..Tidak semua jenis biji yang dapat dipakai untuk
mengahsilkan produk ini,karena biji melinjo yag digunakan sebagai
bahan dasar produk ini adalah biji melinjo yang memiliki tingkat yang
baik,
3.2.2 Alat-alat Yang Diperlukan
Untuk membuat produk dibutuhkan alat-alat berikut ini:
a) Kompor
b) Penyaring Minyak Goreng
c) Spatula
d) Wajan
e) Minyak Tanah
f) Korek Api
g) Klip
h) Kemasan
i) Piring
j) Wadah

3.2.3 Bahan-bahan Yang Dibutuhkan


Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk menghasilkan adalah sebagai
berikut:
a) 2 kg keripik melinjo
b) 200 plastik kemasan
c) 2 kg minyak goreng
d) 2 liter minyak tanah
e) 6 bungkus bumbu varian rasa

3.2.4 Langkah-Langkah Pembuatan KERIPIK MELINJO


a) Pertama, persiapkan biji melinjo yang mentah
b) Setelah itu, persiapkan semua alat dan bahan yang akan di
gunakan.
c) Hidupkan api kompor
d) Lalu, panasi minyak goreng
e) Jika minyak sudah panas, maka keripik yang mentah
tadi di goreng

f) Sudah di goreng sekitran 2 menit, maka melinjo yang di


goreng tersebut diangkat dengan menggunakan spatula

g) Lalu, di keringkan dengan menggunakan penyaring


minyak goreng

h) Dan jika sudah kering, keripik tersebut sudah boleh di


berikan bumbu sesuai selera (Balado, jagung panggang,
bbq, dan rasa lainnya)

i) Sajikan dengan menggunakan plastic kemasan yang


akan untuk dijual dengan hitungan 5.000 per ons
3.3 Pasca produksi

3.3.1 Evaluasi
Evalusi dilakukan tiap bulan produksi disini menilai besarnya biaya
operasional dan perbandingannnya dengan keuntungan dan
membantuk perluasan promosi ke daerah daerah lain di kota Padang

3.3.2 penysunan laporan


Tahapan akhir yang dilakukan adalah kegiatan pelaporan yang
berada pada tahap pasca produksi. Tahap pelaporan berisikan laporan
data kegiatan mulai dari tahap pasca produksi dan tahap produksi
dengan durasi waktu tertentu. Tahap pelaporan ditujukan untuk
mengetahui rangkaian kegiatan usaha dan keuntungan yang didapat,
sehingga diperoleh data yang akurat sebagai bahan evaluasi.
BAB IV

BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN

4.1 Anggaran Biaya

NO JENIS PENGELUARAN BIAYA

1 Peralatan Penunjang Produksi Rp. 100.000

2 Bahan Habis Pakai Rp. 200.000

3 Transportasi Rp. 30.000

4 Lain-lain Rp. 50.000


JUMLAH Rp. 380.000

4.2 Jadwal Kegiatan


Sabtu/ 13 Oktober 2018 Pagi-Sore
Minggu/ 14 Oktober 2018 Pagi-Sore
Sabtu/ 20 Oktober 2018 Pagi-Sore
Minggu/ 21 Oktober 2018 Pagi-Sore
Sabtu/ 28 Oktober 2018 Pagi-Sore