Anda di halaman 1dari 6

ACARA I

1. Judul
Pengenalan Citra Format Penyimpanan Citra Digital Penginderaan Jauh.

2. Tujuan
Meletakkan dasar pemahaman tentang format penyimpanan citra digital.

3. Tinjauan Pustaka
Citra digital adalah citra yang diperoleh, disimpan, dimanipulasi dan ditampilkan dengan
notasi binner (Projo,1996). Notasi binner ini merupakan notasi yang berdasar pada dua
kemungkinan yaitu angka 1 dan angka 0. Notasi ini disesuaikan dengan sistem
komputer yang menggunakan arus listrik dan menyimpanm informasi. Satuan informasi
terkecil adalah bit ( binary digit) dimana 1 bit informasi hanya memuat 2 kemungkinan
(21): 0 mati, tak ada arus). Atau 1 hidup (hidup ada arus). Gambar yang disimpan
melalui sistem perekaman 1 bit hanya akan menyajikan titik-titik penyusunan gambar
yang hitam putih tanpa abu-abu.
Perolehan citra ini dapat dihasilkan dari pelarikan, yaitu melakukan perekaman
dengan sensor berupa scanner. Citra digital dapat merupakan citra yang
dihasilkan/dibuat dengan perangkat lunak tertentu CAD (computer-aided design) atau
citra hasil perekaman melalui sensor yang dipasang pada suatu wahana tertentu.
Kemudian penyimpanan yang dilakukan dilakukan pada media magnetic (disket, flash
disk, hark disk, CD, atau CCT dan ditampilkan dalam monitor menjadi sebuah gambar.
(Ahmad, 2005).

Untuk mendapatkan citra digital diperoleh dengan meniru suatu objek pada
kenampakan nyata. Secara sederhana citra digital dapat diperoleh dengan
penggambaran secara digital melalui perangkat lunak. Selain itu citra dapat diperoleh
dari perekaman dengan bantuan scanner. Yaitu dengan menangkap informasi
pancaran dan pantulan gelombang elektromagnetik secara parsial/ tak serentak.
Perekaman secara parsial tersebut dilakukan dengan pelarik/scanner menangkap
informasi tiap bagian dan dicatat dalam computer. Misalnya perekaman dilakukan dari
kiri atas ke kanan dan kembali lagi ke kiri, kemudian memulai baris baru untuk
melakukan perekaman lagi. Setiap bagian direkam tersusun oleh bagian terkecil
gambar yaitu pixel (picture element). Setiap pixsel/piksel memiliki dua aspek, yaitu
aspek spatial yang berhubungan dengan ukuran objek terkecil yang digambarkan dan
aspek spectral yaitu nilai spectral dari tiap piksel.
Proses kerja dari scanner mirip dengan proses kerja computer, karena nantinya citra
hasil penyiaman tersebut diproses juga dalam computer. Kemampuan dari
computer&sensor untuk mengubah informasi pantulan dan pancaran elektromagnetik
berbeda-beda. Saat ini kebanyakan sensor bekerja dalam 8 bit. Bit merupakan satuan
terkecil informasi yang menggambarkan ada tidaknya arus listrik yang masuk (Ahmad,
2005).. Basis bilangan yang digunakan oleh computer adalah basis biner, karena
computer merupakan perangkat yang bekrja dengan arus listrik. Basis biner adalah
bilangan 0 yang menunjukkan mati/ tidak ada arus listrik dan bilangan 1 menunjukkan
ada arus listrik yang masuk.

Pada system 8 bit, akan memiliki kemungkinan 28 atau 256 informasi pada tiap piksel.
Sebuah sensor yang merekam dengan pantulan yang sangat lemah atau tidak ada
cahaya yang masuk maka nilai yang muncul adalah 00000000, artinya register tidak
mencatat ada arus yang masuk sehingga tampak hitam/sangat gelap. Sebaliknya
apabila sensor merekam sinyal yang sangat kuat, maka register akan teraliri arus pada
semua sel dan mencatat sebagai nilai 11111111 atau 255. Nilai tersebut berarti putih/
sangat cerah. (Projo, 1996)

Sistem penyimpanan citra dapat disimpan kedalam 4 format, dimana format tanpa
kompresi BSQ, BIL,BIP) dan dengan kompresi yaitu format RLE. Pada format BSQ citra
yang dihasilkan dari setiao saluran disimpan sebagai file terpisah. Urutan penyimpanan
data pun dilakukan dengan mulai dari baris pertama saluran 1, baris kedua, baris
ketiga…. baris terakhir. Pada format BIL, penyimpanan dilakukan mulai dari baris
pertama saluran 1, kemudian dilanjutkan dengan baris pertama saluran 2,…. baris
pertama saluran n. Pada format BIP ini mempunyai kemiripan dengan BIL. Hanya saja,
selang-selingnya bukan lagi perbaris melainkan per piksel.Sedangkan RLE jumlah byte
citra dapat dimampatkan, hal ini dikarenakan piksel yang sama disimpan satu piksel
(Munir,2004). Sehingga jumlah penyimpanannya berkurang dari data aslinya.

4. Alat dan Bahan


Alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum ini sebagai berikut:

1. Alat tulis
2. Data pixel citra 3 saluran
3. Kertas HVS
4. Penggaris
5. Diagram Alir
Diagram alir penelitian ini sebagai berikut.
6. Hasil Praktikum
Hasil dari praktikum ini meliputi:

1. Ilustrasi format penyimpanan citra dalam format BSQ, BIL, dan BIP. (terlampir)
2. Template tingkat kecerahan. (terlampir)
3. Pewarnaan citra asli atau ilustrasi warna citra sesuai dengan nilai pikselnya. (terlampir)
4. Tabel perhitungan kapasitas penyimpanan citra BSQ, BIP dan BIL. (terlampir)
7. Pembahasan
Citra digital dapat disimpan dalam berbagai macam format. Setiap
perangkat lunak memiliki system yang berbeda-beda dalam menyimpan citra. Terdapat
dua cara penyimpanan yaitu dengan kompresi dan non kompresi. Beberapa format citra
digital dapat memanfaatkan metode kompresi dalam penyimpanan data citra. Ada juga
data yang tidak disimpan sesuai dengan data asli. Kompresi dalam hal ini
bersifat lossy maupun lossless. Bergantung pada jenis format yang digunakan. Kompresi
yang bersifat lossy ini menyebabkan penurunan kualitas citra, meskipun beberapa
kasus penurunan kualitas tersebut tidak dapat dikenali oleh manusia. Beberapa format
citra digital yang banyak ditemui adalah BMP, JPEG, GIF, PNG dan lain-lain
Format-format file ini untuk citra digital memiliki keunggulan dan kelemahan
masing-masing. Format file merupakan rangkaian data yang teratur digunakan untuk
mengkodekan informasi dalam penyimpanan ataupun pertukaran data. Format file ini
digunakan sebagai bahasa tulis yang sesuai dengan kaidah-kaidah tertentu. Jika
digambarkan, setiap format file citra memiliki cara pembentukan struktur yang berbeda
dimana setiap format file citra memiliki cara pembentukan struktur yang berbeda
dimana setiap struktur ini memiliki header. Pada umumnya header ini diikuti dengan
body yang mengandung sebagian besar data. Kompresi merupakan cara pengkodean
data file terhadap agar lebih efisien dan ringkas.
Penyimpanan citra tanpa kompresi dalam hal ini menyimpan citra asli sesuai
dengan informasi yang ada. Dengan kata lain tidak melakukan pemampatan, artinya
satu piksel disimpan dalam 1 bytes. Cara penyimpanan citra tanpa kompresi ini berupa
format penyimpanan BSQ, BIL, dan BIP. Format penyimpanan BSQ adalah, cara
penyimpanan yang memisahkan citra pada setiap band/salurannya. Citra digital
tersebut disimpan berurutan dari baris pertama saluran pertama, kemudian baris kedua
saluran kedua dan seterusnya sampai baris terakhir saluran pertama dan disimpan
dalam satu file dengan header citra saluran 1. Penyimpanan dilanjutkan pada saluran
kedua, pada baris pertama, kemudian pada baris kedua saluran kedua dan seterusnya
sampai selesai. Jadi setiap band yang disimpan memiliki header masing-masing.Format
penyimpanan BIL adalah cara penyimpanan dengan mendasarkan pada urutan baris
namun tidak memisahkan pada tiap band/saluran tetapi digabungkan menjadi satu dan
memiliki hanya satu header citra. Penyimpanan ini dilakukan pada baris pertama
saluran pertama, dilanjutkan baris pertama saluran kedua dan seterusnya setelah
semua saluran pada baris pertama ttersimpan maka dilanjutkan baris kedua untuk
semua saluran.

Format penyimpanan BIP mendasarkan pada penyimpanan sesuai dengan


urutan pikselnya. Jadi piksel pertama pada saluran pertama dilanjutkan piksel pertama
pada saluran kedua dan selanjutnya. Setelah semua piksel pertama pada semua
saluran sudah semua tersimpan dilanjutkan pada piksel kedua saluran pertama dan
seterusnya. Pada format ini, citra juga hanya memiliki satu header.

Setiap format penyimpanan ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-


masing untuk menyimpan citra tersebut. Contoh pada format BSQ mempunyai ukuran
memori yang tinggi. Sehingga secar kapasitas, ukuran BSQ lebih banyak artinya semua
pixel disimpan dan juga disimpan sesuai dengan salurannya. Dalam satu saluran
merupakan satu file data. Setiap dat tersebut disimpan berdasarkan dengan saluran
yang digunakan. Setiap saluran memiliki headernya. Namun disisi lain data yang dapat
digunakan terbaca dengan baik dan tidak rusak. Untuk format BIL dan BIP pada
umummnya memiliki file yang ringan disimpan dalam satu file nya saja. Jika tersimpan
kesalahan yaitu salah satu nilai piksel citra tersbut akan rusak atau tidak terbaca. Maka
akan rusak karena pixel yang rusak ini kemudian akan dimasukkan ke dalam piksel
selanjutnya sehingga informasi yang diperoleh akan bergeser semua. Dan hasil akhir
pada citra tersebut informasi yang ditampilkan tidak sesuai dengan informasi
sebelumnya. Citra hipotetik yang digunakaan adalah cita yang memiliki nilai piksel
sampai 15, artinya resoluasi radiometrik dari citra tersebut yaitu 4. Sehingga 2 4 = 16 ,
sehingga ada 16 tingkat kecerahan yaitu (0,1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,11,12,13,14,15)
Format penyimpanan yang berbeda-beda juga menghasilkan ukuran file
yang berbeda-beda. Ukuran file pada dasarnya merupakan jumlah dari jumlah piksel
dijumlahkan dengan header. Pada format BSQ header nya ada 3 hal ini disebabkan
saluran nya juga ada 3, artinya setiap saluran memiliki satu header. Berbeda dengan
format penyimpanan BIL dengan BIP. Sehingga ukuran file format BSQ lebih tinggi
dibandinglan BIL dan BIP, yang membedakannya yaitu pada format BSQ, jumlah file
didasarkan pada jumlah saluran. Dan jumlah file ini juga berpengaruh pada jumlah
header. Dalam citra ini satu piksel sama nilainya dengan satu byte. Misalnya pada citra
hipotetik format penyimpanan BSQ jumlah filenya ada 100 pikse/ saluran, ada 3
saluran. Headernya 100 byte. Maka headernya akan dikalkan dengan jumlah saluran
sehingga ukurna file diperoleh 600 byte = 0,58 kb. Sedangkan pada fomat
penyimpanan BIL dan BIP adalah jumlah pikselnya ada 300 piksel dan headernya 100
byte. Sehingga ukuran file yang diperoleh adalah 400 byte = 0,39 kb.

8. Kesimpulan
Kesimpulan dari praktikum ini adalah:

1. Terdapat dua cara penyimpanan yaitu dengan kompresi dan non kompresi.
2. format citra digital dapat memanfaatkan metode kompresi. Kompresi dalam hal ini
bersifat lossy maupun Bergantung pada jenis format yang digunakan. Kompresi yang bersifat
lossy ini, menyebabkan penurunan kualitas citra, meskipun beberapa kasus penurunan
kualitas citra tersebut dapat dikenalu oleh manusia. Contoh fomat ini adalah JPEG, BMP,
GIF, PNG dan lain-lain .
3. Penyimpanan citra tanpa kompresi dalam hal ini menyimpan citra asli sesuai dengan
informasi yang ada. Dengan kata lain tidak melakukan pemampatan,
4. Format penyimpanan BSQ adalah, cara penyimpanan yang memisahkan citra pada setiap
band/salurannya. Kelebihan struktur data bagus, dan tidak mudah rusak. Kelemahan
memerlukan memry yang lebih tinggi dibandingkan format penyimpanan yang lainnya.
5. Format penyimpanan BIL adalah cara penyimpanan dengan mendasarkan pada urutan baris
namun tidak memisahkan pada tiap band/saluran tetapi digabungkan menjadi satu dan
memiliki hanya satu header citra. Kelebihan terletak pada ukuran file yang digunakan rendah.
Sehingga data yang digunakan mudah rusak. Dan jika rusak 1 piksel maka pembacaannya
akan bergesar 1 piksel.
6. Format penyimpanan BIP mendasarkan pada penyimpanan sesuai dengan urutan pikselnya.
Jadi piksel pertama pada saluran pertama dilanjutkan piksel pertama pada saluran kedua dan
selanjutnya

Daftar Pustaka
Ahmad, Usman. 2005. Pengolahan Citra Digital & Teknik Pemrogramannya. Graha Ilmu.
Yogyakarta,
Danoedoro, Projo. 1996. Pengolahan Citra Digital. Fakultas Geografi. Universitas Gadjah
Mada : Yogyakarta.
Munir, Rinaldi. 2004. Pengolahan Citra Digital. Informatika bandung. Bandung.