Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN

MALFUNCTION INDIKATORLAMP (MIL) &


DATA LINK CONECTOR (DLC)

Untuk Memenuhi Tugas Matakuliah


Control Mesin
yang dibina oleh Bapak Fuad Indra Kusuma

Oleh :
Alif Yudiarto 140513605398
Fajar Hamid 140513603581
Wisnu Abhiseka 14051360

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK MESIN
SI PENDIDIKAN TEKNIK OTOMOTIF
Desember 2016
A. MIL
1. Letak komponen
Letak Malfucntion Indikator Lamp (MIL) atau Check Engine Lamp
berada di dashboard atau pada meter kombinasi mobil.

2. Fungsi
Malfucntion Indikator Lamp (MIL) berfungsi untuk mengetahui bila
terjadi kegagalan fungsi pada sensor-sensor dan atau aktuator yang terdapat
pada mesin, mungkin karena soket lepas, kabel putus atau sensor yang rusak
dan rusaknya sensor terekam oleh komputer mobil atau ECM (Engine Control
Module) yang biasa dikenal sebagai Data Troubel Code(DTC).

3. Prinsip kerja
Normalnya saat kunci kontak di posisi ON, MIL akan menyala
menandakan kendaraan dalam keadaan normal, tetapi saat mesin telah hidup,
maka MIL wajib mati. Bentuk tampilannya seperti bentuk mesin mobil dan
berwarna kuning atau orange. MIL akan tetap menyala saat ada masalah di
sistem sensor, prosessor atau aktuator. Dan lampu MIL akan menyala
memberikan kode kedipan lampu sesuai dengan kerusakan yang di alami.

Gambar MIL pada dashboard

4. Pemeriksaan dan pengukuran


Untuk memeriksanya sama seperti yang di jelaskan di atas, normalnya
saat kunci kontak diposisi ON, MIL akan menyala menandakan kendaraan
dalam keadaan normal, tetapi saat mesin telah hidup, maka MIL wajib mati.
Bentuk tampilannya seperti bentuk mesin mobil dan berwarna kuning atau
orange. MIL akan tetap menyala saat ada masalah di sistem sensor, prosessor
atau aktuator. Dan lampu MIL akan menyala meberikan kode kedipan lampu
sesuai dengan kerusakan yang di alami.
Bila terjadi masalah dapat dilakaukan tiga cara perbaikan. Pertama,
melepas terminal aki pada mobilsesaat kira-kira 30 detik atau lebih dan
kemudian memasangnya kembali. Kedua, bila cara pertama tidak berhasil dan
lampu indikator tetap menyala maka kita perlu membutuhkan alat tambahan
yaitu mengunakan handheld tester atau scantool untuk clear fault data atau
clear troubel yang masih terekam oleh ECU mesin. Pada scantool akan
memberitahukan mana saja yang rusak, dengan begitu kita bisa memeriksa
atau mengganti komponen sensor yang di tunjukan oleh scantool.

5. Deskripsi antara prinsip kerja komponen, controller, dan aktuator


Normalnya saat kunci kontak diposisi On, MIL akan menyala menandakan
kendaraan dalam keadaan normal, tetapi saat mesin telah hidup, maka MIL
wajib mati. Bentuk tampilannya seperti bentuk mesin mobil dan berwarna
kuning atau orange. MIL akan tetap menyala saat ada masalah di sistem
sensor, prosessor atau aktuator. Dan lampu MIL akan menyala meberikan
kode kedipan lampu sesuai dengan kerusakan yang di alami. ECU mendapat
laporan -laporan berbentuk signal dari beberapa sensor yang dipasang di
bagian-bagian kendaraan. Signal dari sensor-sensor ini kemudian diolah oleh
ECU untuk kemudian mengeluarkan tegangan atau signal kepada aktuator
untuk menjalankan fungsinya sesuai kondisi yang ditetapkan. Artinya tidak
boleh ada miss komunikasi diantara sensor, prosessor dan aktuator. Tapi bila
ini terjadi troubel/ kerusakan pada rangkaian kelistrikan terjadi pada sensor,
aktuator bahkan pada prosessor itu sendiri., maka ECU akan memerintahkan
MIL untuk menyala sebagai informasi kepada pengemudi bahwa ada sesuatu
yang tidak bekerja secara normal dalam sistem, ini bisa saja terjadi pada
sensor, aktuator bahkan pada prosessor itu sendiri.

B. DTC
1. Letak komponen
DTC merupakan Data Trouble Code yang sudah terdapat pada
ECU/ECM.

2. Fungsi
Data Trouble Code (DTC) berfungsi hasil atau output dari kesalahan
pada sistem elektronik yang di sebabkan oleh sensor-sensor atau komponen
lain yang mungkin bisa dideteksi oleh ECU. Output tersebut biasanya berupa
kedipan lampu indikator check engine pada dashboard

3. Prinsip kerja
Untuk mengetahui kode keruskan dari kediapan lampu Malfucntion
Indikator Lamp (MIL) akibat kegagalan fungsi pada sensor-sensor dan atau
aktuatordi butuhkan Data Trouble Code. DTC dapat dilihat dengan bantuan
scantool/ scanne, Scanner EFI berfungsi untuk mencari kerusakan pada
mesin mobil EFI dengan cara menscan data dari ECU dengan sangat cepat,
scanner membaca data error yang diperoleh dari ECU kemudian
menampilkannya pada layar scanner. Selain itu DTC juga dapat di baca
dengan kedipan lampu pada dashboard mobil. Pada mobil dalam keadaan
baik saat kunci kontak on kedipan lampu on dan off berjarak sama yaitu
1,25 detik dan akan mati jika mesin dihidupkan, jika terdapat masalah maka
kedipan lampu tetap menyala walaupun mesin dihidupkan dan
menunjukkan kedipan yang bervariasi sesuai dengan trouble kendaraan.
Terdapat istilah-istilah lainnya yaitu :
 Clear DTC / Erase DTC, berfungsi untuk menghapus data atau DTC
 Data stream, berfungsi untuk mengeluarkan data digital dari sistem
yang di cek (mesin, rem, transmisi, dan sebagainya).
 Function Test/ Test Unit/ Actuation Test, yaitu menu scanner yang
berfungsi untuk menjalankan test-test tertentu, misalnya untuk
mematikan injektor, mematikan koil, , menjalankan kipas radiator,
menjalankan ISC, dan sebagainya. Sifat operasional dari tes ini
sementara, karena hanya untuk memeriksa bahwa sistem tersebut
bekerja atau tidak. Ada beberapa tipe mobil yang menyediakan fungsi
ini juga untuk mengatur CO, mengatur timing serta untuk mengatur rpm
pada kendaraan.

4. Pemeriksaan dan pengukuran


Cara melihat trouble:
1. Hubungkan terminal TE (12) - E (4) pada kotak diaknosis (mesin
bermerk toyota).

2. Putar kunci kontak pada posisi on.


3. Lihat MIL apakah terdapat troubel atau tidak,
4. Bila terjadi troubel baca kedipan pada lampu check engine dan
bandingkan dengab tabel DTC
Kedipan lampu yang bervariasi tersebut dapat dibaca dengan
membandingkan dengan daftar DTC jika ada 2 trouble maka lampu akan
berkedip dua sesi. Contoh 12 dan 31 maka: Kode DTC 12: off 4 detik, on
0,5 detik satu kali, off 1,5 detik, on 0,5 detik, off 0,5 detik, dan on 0,5 detik
{jika dilihat pada gambar pulsa DTC 12 seperti satu naik spasi dua naik
(1_2)} (Sebagai pembatas antara DTC 12 dan DTC 31 maka diberi jarak 2,5
detik). Kode DTC 31: on 3 pulsa (on 0,5 detik, off 0,5 detik, on 0,5 detik,
off 0,5 detik, on 0,5 detik), off 1,5 detik, dan on 0,5 detik {jika dilihat pada
gambar pulsa DTC 31 seperti 3_1}. Lalu mengulang kembali yang diberi
jarak 4,0 detik.
Gambar kurva signal DTC

Setelah trouble diatasi, untuk menghapus memori DTC dapat


menggunakan cara:
1. Putar kunci kontak pada posisi off
2. Cabut fuse EFI yang terdapat pada kotak fuse kurang lebih selama 10
detik lalu pasang kembali
3. Hidupkan mesin lalu jalankan kendaraan beberapa saat, dan joba lihat
apakah DTC sudah tidak muncul lagi.
Menghapus DTC pada memori ECU juga dapat dilakukan dengan
cara melepas kabel negatif baterai, tetapi cara ini dapat menyebabkan
memori lain seperti jam dapat terhapus. Bila lampu tidak mati setelah
trouble teratasi dan DTC telah dihapus maka telitilah sambungan kabel,
konektor, dan fuse yang kurang baik.
Scanner ini juga memerlukan soket diagnosis untuk mencolokkan
soket dari scannernya. Tiap tipe mobil berbeda-beda letak socketnya.
Silahkan sobat baca artikel letak soket diagnosis pada mobil-mobil EFI pada
artikel sebelumnya. Sekarang kita akan belajar bagaimana cara menggunaan
Scanner. Perhatikan baik-baik.
1. Hubungkan unit scanner dengan socket diagnosis pada kendaraan
melalui kabel DLC dan socket adaptor, socket adaptor ini biasanya telah
di sediakan dalam paket pembelian.
2. Setelah itu hubungkan scanner tersebut dengan mobil melalui soket-
soket adaptor tersebut, putarlah kunci kontak kendaraan pada posisi ON.
3. Tekan tombol power scanner (biasanya warna merah) sehingga unit
scanner hidup.
4. Tekan tombol OK, lalu pilih jenis mobil apakah dari benua ASIA
(jepang, korea, malaysia, china) atau EROPA (jerman, italy atau prancis)
atau juga mobil dari Amerika. Caranya dengan menggunakan tombol
anak panah naik turun.
5. Selanjutnya pilih Autodiagnosis, dan pilih system electronic yang akan
dites, misalnya Engine, Transmisi, Rem, dan sebagainya dan akhiri
dengan tombol OK.
6. Dari pemilihan deteksi system tersebut lalu akan muncul beberapa
pilihan yaitu DTC, clear DTC, Data stream dan juga Test functian.
Silahkan pilih menu-menu tersebut sesuai dengan keperluan service yang
kita kehendaki.
Yang perlu diperhatikan dalam menggunakan scanner mobil adalah
pastikan menggunakan scanner dengan urutan yang benar, mulai dari
memasang socket adaptor ke mobil. Menghidupkan kunci kontak mobil
pada posisi ON baru kemudian menghidupkan scanner (jangan terbalik).
Kemudian menghidupkan scanner. Selanjutnya lakukan langkah-langkah
menscan mobil mulai dari memilik jenis mobil sesuai dengan pembuatan
kendaraan (Asia, Eropa, US). Jika sudah memasuki nama merk kendaraan
pastikan type socket yang dipakai kendaraan tersebut. Ketika kita ingin
menghidupkan kendaraan terlebih dahulu kita matikan scanner tersebut.

Berikut ini adalah list trouble code Diagnostic on Board (OBD I) untuk
mobil Toyota :
 Code 11 Momentary interruption in power supply to ECU
(electronic control unit or computer) up to 1991
 Code 12 Engine revolution signal missing : Masalah di Delco
 Code 13 Rpm signal to ecu missing above 1000 rpm : Masalah di
Delco
 Code 14 Igniter signal to ecu missing : Masalah di sirkuit pengapian
 Code 16 A/T control signal missing from ecu : Masalah di sensor
Matic
 Code 21 Main oxygen sensor signal fault : Masalah di Sensor
Oksigen
 Code 22 Water temperature sensor circuit fault : Masalah di
Thermostat
 Code 23 and 24 Intake air temperature signal fault : Masalah di
Mass Air Flow Sensor (MAF)
 Code 25 Air/fuel ratio LEAN : Masalah di sensor CO
 Code 26 Air/fuel ratio RICH : Masalah di sensor CO
 Code 27 Sub-oxygen sensor signal or heater circuit fault : Masalah
di sensor oksigen
 Code 28 No.2 oxygen sensor/heater signal fault : Masalah di sensor
oksigen
 Code 31 and 32 Air flow meter circuit or Vacuum sensor signal fault
: Masalah di MAP / Vacuum sensor
 Code 34 and 36 Turbo-charging pressure signal fault
 Code 35 Altitude compensation sensor signal fault : Masalah di
Throtlle body
 Code 41 Throttle position circuit fault : Masalah di sensor TPS
 Code 42 Vehicle speed sensor circuit : Masalah di Sensor Speed /
Kabel Speedometer
 Code 43 No starter signal to the ecu : Masalah di Dinamo Stater
 Code 52, 53 and 55 Knock sensor fault : Masalah di Knock Sensor
 Code 71 EGR system malfunction : Masalah di Knalpot / Exhaust
 Code 72 Fuel cut solenoid signal fault : Masalah di selenoid
karburator
 Code 78 Fuel pump control signal fault : Masalah di Fuel Pump
 Code 81, 83, 84 and 85 TCM communication fault : Masalah di
Transmisi mobil
5. Deskripsi antara prinsip kerja komponen, controller, dan aktuator
Normalnya saat kunci kontak diposisi On, MIL akan menyala
menandakan kendaraan dalam keadaan normal, tetapi saat mesin telah hidup,
maka MIL wajib mati. Jika ada troubel lampu MIL akan menyala meberikan
kode kedipan lampu sesuai dengan kerusakan yang di alami. Pada sistem-
sistem kelistrikan dan kelengkapannnya telah di atur sedemikian rupa oleh
komputer mobil dalam hal ini disebut prosessor (ECU/ECM). ECU mendapat
laporan -laporan berbentuk signal dari beberapa sensor yang dipasang di
bagian-bagian kendaraan. Signal dari sensor-sensor ini kemudian diolah
sedemikian rupa oleh ECU untuk kemudian mengeluarkan tegangan atau
signal kepada aktuator untuk menjalankan fungsinya sesuai kondisi yang
ditetapkan yaitu berupa Data Trouble Code(DTC). Artinya tidak boleh ada
miss komunikasi diantara sensor, prosessor dan aktuator. Tapi bila ini terjadi,
maka ECU akan memerintahkan MIL untuk menyala sebagai informasi
kepada pengemudi bahwa ada sesuatu yang tidak bekerja secara normal
dalam sistem, ini bisa saja terjadi pada sensor, aktuator bahkan pada prosessor
itu sendiri.

C. DLC
1. Letak
DLC terletak di bagian bawah panel instrument (Dashboard) tempat
duduk pengemudi.

Gambar DLC
2. Fungsi
DLC berfungsi sebagai alat yang menghubungkan sinyal dari ECM
supaya dapat di baca oleh scantool
3. Prinsip Kerja
Prinsip kerja dari DLC adalah merubah data dari ECM/ECU yang berupa
sinyal pulsa menjadi data digital yang akan di baca oleh scantool. Jadi
mekanik hanya membaca data dari scantool dan selanjutnya di cocokkan
pada DTC yang ada pada manual book pada masing-masing merk kendaraan
4. Perbaikan dan Pengukuran
Pada biasanya, DLC jarang yang mengalami kerusakan. Hal ini
dikarenakan DLC jarang digunakan dan letaknya berada di bawah dashboard
yang memungkinkan terjadinya kerusakan atau bahaya yang terjadi
5. Deskripsi antara Prinsip Kerja Komponen, Controler, dan Aktuator
ECU mendapat laporan -laporan berbentuk signal dari beberapa sensor
yang dipasang di bagian-bagian kendaraan. Signal dari sensor-sensor ini
kemudian diolah oleh ECU untuk kemudian mengeluarkan tegangan atau
signal kepada aktuator untuk menjalankan fungsinya sesuai kondisi yang
ditetapkan. Artinya tidak boleh ada miss komunikasi diantara sensor,
prosessor dan aktuator. Tapi bila ini terjadi troubel/ kerusakan pada rangkaian
kelistrikan terjadi pada sensor, aktuator bahkan pada prosessor itu sendiri,
maka ECU akan memerintahkan MIL untuk menyala sebagai informasi
kepada pengemudi bahwa ada sesuatu yang tidak bekerja secara normal
dalam sistem, ini bisa saja terjadi pada sensor, aktuator bahkan pada prosessor
itu sendiri. Kemudian kerusakan tersebut dapat dilihat oleh scantool dengan
bantuan DLC sebagai konektor penghubung antara ECU/ECM dengan
scantool.
DAFTAR PUSTAKA

Autoft .2015. Cara Membaca Dtc pada Kendaraan Efi, (online),


(http://autoloft.blogspot.co.id/2015/08/cara-membaca-dtc-pada-kendaraan-
efi.html), diakses 19 Desember 2016
Guruotomotif .2016. Cara Menggunakan Scanner pada Mobil Efi, (online),
(http://www.guruotomotif.com/2016/01/cara-menggunakan-scanner-pada-
mobil-efi.html), diakses 19 Desember 2016
Mapelotmotif .2015. Cara Mendiaknosis Kerusakan Mobil Efi, (online),
(http://mapelotomotif.blogspot.com/2015/11/cara-mendiagnosis-kerusakan-
mobil-efi.html), diakses 19 Desember 2016
Onotomotif .2015. Diagnosa Kerusakan Mobil Efi, (online)
(http://onotomotif.blogspot.co.id/2015/03/diagnosa-gangguan-mobil-injeksi-
dari.html), diakses 19 Desember 2016
Ronaldalcapone .2016. Malfuction Indicator Lamp, (online),
(http://www.kompasiana.com/ronaldalcapone/malfunction-indicator-lamp
56cf128c81afbd9d3ee5f0d6), diakses 19 Desember 2016
Tugassekolahkejuruan .2015. Informasi Pendiaknosaan Sendiri Sistem, (online),
(http://tugassekolahkejuruan.blogspot.co.id/2015/11/informasi-
pendiagnosaan-sendiri-sistem.html), diakses 19 Desember 2016
Tim Penulis. 1995. Toyota Pedoman Reparasi Mesin 4A-FE. P.T TOYOTA-
ASTRA MOTOR.
LAMPIRAN